A. Hasil Penelitian
2) Validasi Produk oleh Dosen Pendidikan Biologi dan Guru Kelas
Validasi produk dilakukan oleh dua validator yang bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kelayakan produk dari hasil skor dan komentar yang diberikan validator.
Validasi dilakukan dengan memberikan skor antara 1-4 pada setiap item. Berikut merupakan hasil validasi dosen dan guru terhadap buku cerita bergambar yang peneliti kembangkan.
Tabel 4.4 Rekap Validasi Dosen dan Guru
N o
Aspek yang Dinilai
Validator Dosen Validator Guru
Skor Komentar Skor Komentar
4 Perlu diperlejas keterangan rekomendasi cergam untuk siswa kelas berapa
3 Keterangan tentang penulis sebaiknya diletakan di bagian akhir buku. Pada awalan lebih baik jika diberikan pendahuluan yang berisi sasaran buku, tujuan buku (rangkuman atau gambaran tentang KI-KD), dan gambaran isi buku secara ringkas.
4 Jelas dan
4 Bahasa sesuai dengan EBI
3 Tulisan pest repeller seharusnya dicetak miring karena bahasa asing.
Beberapa penulisan kalimat perlu diperbaiki :
1. Pada suatu hari, Aura dan Leo pulang dari sekola…..
akan lebih mudah dipahami jika : Pada suatu hari, ketika Aura dan Leo pulang sekolah, mereka melihat hamparan sawah yang gagal panen.
2. Perhatikan penggunaan tanda baca dan huruf kapital.
(hal. 3,13 (sebelum kata sedangkan seharusnya ada tanda koma), penulisan pest repeller dengan huruf miring, hal 15: diatas seharusnya di atas, hal 18:
Jawa timur seharusnya Jawa Timur, pak Suyatno
seharusnya Pak Suyatno (siapa itu Pak Suyatno?
Apakah Beliau tokoh penggerak teknologi ultrasonik ini sehingga perlu Namanya dituliskan di cergam?)
3. Kalimat Leo pada halaman 5 masih sulit dipahami. Rantai makanan erat kaitannya dengan ekosistem. Jika salah satu komponen rantai makanan terlalu banyak atau terlalu sedikit, akan
mengganggu keseimbangan
4 Baik
ekosistem tersebut. Seperti yang disampaikan ayahku, di ekosistem sawah ini tikusnya sangat melimpah tapi ular hanya sedikit. Jadi banyak tikus yang tidak dimakan ular. Akibatnya tikus-tikus tersebut memakan tanaman padi, sehingga sawah ini gagal panen.
4. Halaman 9 : bahasa yang digunakan Aura ke ayah Leo sebaiknya lebih sopan karena bacaan ini juga seharusnya dapat mendidik anak SD sopan santun.
Sebaiknya Aura mengucapkan permisi terlebih dahulu. Lalu “Saya mau tanya, kenapa….” bisa diperluas: “Permisi Pak, apakah Leo ada?
Sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan pak. Apa ya pak yang menyebabkan tikus di sawah itu banyak sehingga merusak tanaman
6 Komponen
3 Perlu dilengkapi dengan pendahuluan yang berisi sasaran buku, tujuan buku (rangkuman atau gambaran tentang KI-KD), dan gambaran isi buku secara ringkas
Isi Buku Cerita Bergambar 9 Cergam
berisi narasi
3 Gambar pada bagian sawah yang gagal panen kurang menunjukkan
4 Baik
dan gambar yang saling berkaitan
kondisi sawah yang rusak karena tanaman yang miring dan roboh tidak dominan. Yang dominan terlihat ada hamparan hijau yang subur dan segar.
Gambar hal 16 sebaiknya disusun urutan yang tepa tantara posisi Ayah Leo, Aura, dan Leo agar pembaca mudah membacanya. Sisi kiri Aura dengan pertanyaan pertama, tengah ayah, sisi paling kanan Leo 10 Cergam 1-3, 2-4 tidak dibuat dalam gelembung bersambungan karena akan
membingungkan pembaca 2. Pada hal 10, tulisan sawah
kekeringan, sawah
kebanjiran tidak perlu ditulis 2x. Apakah benar jika faktor penyebab gagal panen hanya 3 itu, bagaimana dengan kesalahan memilih varietas benih, jenis pupuk, cuaca ekstrim (yang menyebabkan angin puting beliung misalnya), kerusakan tanah akbiat zat-zat pencemaran, dan faktor lainnya?
3. Hal 11 seharusnya tidak perlu dilakukan penjelasan berulang tentang sawah rusak karena dimakan tikus.
Hal tersebut sudah sangat jelas ditekankan pada halaman-halaman sebelumnya.
4 Baik
4. Hal 12 apakah tikus akan mati jika tanaman disemprot pestisida? Penyemprotan adalah cara mengendalikan hama di batang atau daun.
Bagaimana dengan tikus? meletakan zat tersebut di tempat yang sering dilewati tikus, bukan disemprotkan.
Gambar penggunaan pestisida sebaiknya tidak ditampilkan di sisi kiri sebelum pertanyaan, tapi di kanan setelah jawaban Ayah Leo.
13 Cergam belum tampak. Pada cergam baru dijelaskan tentang penyemprotan pestisida, sedangkan untuk hama tikus aplikasi pestisida yang digunakan tidak melalui penyemprotan, tapi diletakan langsung pada jalur tikus
3 Baik
Berdasarkan hasil validasi, buku cerita bergambar yang peneliti kembangkan mendapat skor rata-rata 3,6. Peneliti lalu menggolongkan skor rata-rata tersebut berdasarkan tabel pedoman.
Tabel 4.5 Pedoman Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif
Skor Akhir Klasifikasi
>3,25 – 4,00 Sangat Baik
>2,50 – 3,25 Baik
>1,75 – 2,50 Tidak Baik
1,00 – 1,75 Sangat Tidak Baik
Berdasarkan hasil validasi, peneliti dapat mengetahui kualitas produk berdasarkan hasil skor validator. Buku cerita bergambar yang peneliti kembangakan mendapatkan skor 3,6 yang termasuk dalam kategori
“Sangat Baik”. Skor tersebut diperoleh dari penilaian pada empat aspek yang terdapat pada buku cerita bergambar. Keempat aspek tersebut antara lain halaman sampul, bahasa, desain produk, dan isi cerita. Peneliti akan menerangkan kualitas buku cerita bergambar pada setiap aspek dengan mencari rata-ratanya lalu dikonversi menggunakan pedoman konversi dan kuantitatif ke data kualitatif. Berikut merupakan uraian mengenai hasil skor setiap aspek.
Tabel 4.6 Rekap Hasil Validasi pada Aspek Halaman Sampul
N o
Aspek yang dinilai
Validasi Dosen Validasi Guru
Skor Komentar Skor Komentar
Halaman Sampul 1 Memuat judul
yang
mendeskripsika n isi cerita
4 Perlu diperlejas keterangan rekomendasi cergam untuk
3 Keterangan tentang penulis sebaiknya diletakan di bagian akhir buku. Pada awalan lebih baik jika
4 Jelas dan lengkap
diberikan pendahuluan yang berisi sasaran buku, tujuan buku (rangkuman atau gambaran tentang KI-KD), dan gambaran isi buku secara ringkas.
3 Memilik warna yang menarik
4 4 Warna
menyejukk an dan menenang kan
Total Skor 11 12
Skor Rata-Rata 3,6 4
Jumlah Rata-Rata 3,8
Berdasarkan tabel di atas, skor rata-rata yang diperoleh peneliti pada aspek halaman sampul adalah 3,8. Skor tersebut termasuk ke dalam kategori
“Sangat Baik” karena halaman sampul memuat judul yang berkaitan dengan cerita,meskipun peneliti kurang teliti dalam memberikan rekomendasi peserta didik kelas IV, memuat nama penulis dan memiliki warna yang menarik sehingga dapat menarik perhatian peserta didik untuk membaca, namun dosen memberikan saran bahwa nama penulis diletakan diakhir buku. Hal tersebut menjadi kekurangan dan perbaikan pada buku cerita bergambar. Peneliti kemudian melakukan perbaikan berdasarkan skor dari validator. Selain aspek halaman sampul, peneliti juga akn menjelaskan mengenai kualitas pada aspek bahasa. Peneliti akan meguraikan rekap skor validasi aspek bahasa.
Tabel 4.7 Rekap Skor Validasi pada Aspek Bahasa
No Aspek yang Dinilai
Validasi Dosen Validasi Guru
Skor Komentar Skor Komentar
Bahasa
4 Bahasa sesuai dengan EBI
3 Tulisan pest repeller seharusnya dicetak miring karena bahasa asing.
Beberapa penulisan kalimat perlu diperbaiki :
1. Pada suatu hari, Aura dan Leo pulang dari
sekola….. akan lebih mudah dipahami jika : Pada suatu hari, ketika Aura dan Leo pulang sekolah, mereka melihat hamparan sawah yang gagal panen.
2. Perhatikan penggunaan tanda baca dan huruf kapital. (hal. 3,13 (sebelum kata sedangkan seharusnya ada tanda koma), penulisan pest repeller dengan huruf miring, hal 15: diatas seharusnya di atas, hal 18: Jawa timur
seharusnya Jawa Timur, pak Suyatno seharusnya Pak Suyatno (siapa itu Pak Suyatno? Apakah Beliau tokoh penggerak teknologi ultrasonik ini sehingga perlu Namanya dituliskan di cergam?) 3. Kalimat Leo pada
halaman 5 masih sulit dipahami. Rantai makanan erat kaitannya dengan ekosistem. Jika
4 Baik
salah satu komponen
melimpah tapi ular hanya sedikit. Jadi banyak tikus yang tidak dimakan ular.
Akibatnya tikus-tikus tersebut memakan tanaman padi, sehingga sawah ini gagal panen.
Halaman 9 : bahasa yang digunakan Aura ke ayah Leo sebaiknya lebih sopan karena bacaan ini juga seharusnya dapat mendidik anak SD sopan santun.
Sebaiknya Aura mengucapkan permisi terlebih dahulu. Lalu
“Saya mau tanya, kenapa….” bisa diperluas: “Permisi Pak, apakah Leo ada? Sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan pak. Apa ya pak yang menyebabkan tikus di sawah itu banyak sehingga merusak tanaman padi?
5 Bahasa
Skor Rata-Rata 3,5 4 Jumlah Rata-Rata 3,8
Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa skor rata-rata pada aspek bahasa sebanyak 3,8. Skor tersebut termasuk ke dalam kategori “Sangat Baik” meskipun ada beberapa bahasa yang digunakan belum mudah untuk dipahami oleh peserta didik kelas IV. Walaupun demikian, peneliti juga mendapatkan skor 3 pada item 4 tentang bahasa sesuai EBI, sehingga peneliti harus lebih memperhatikan penggunan ejaan yang tepat pada isi cerita. Isi buku cerita bergambar terdapat beberapa kosakata atau istilah yang tidak dapat digantikan dengan bahasa peserta didik kelas IV, maka dari itu menjadi salah satu kelemahan pada produk. Peneliti juga akan menjelaskan kualitas produk dari aspek desain. Berikut merupakan rekap skor hasil validasi pada aspek desain produk.
Tabel 4.8 Rekap Skor Hasil Validasi pada Aspek Desain Produk
No Aspek yang Dinilai
Validasi Dosen Validasi Guru
Skor Komentar Skor Komentar
Desain Produk
3 Perlu dilengkapi dengan pendahuluan yang berisi sasaran buku, tujuan buku (rangkuman atau gambaran tentang KI-KD), dan gambaran isi buku secara ringkas
8 Tampilan fisik
Jumlah Rata-Rata 3,6
Pada aspek desain produk mendapatkan skor rata-rata sebanyak 3,6 dan termasuk kategori “Sangat Baik”. Karena buku cerita bergambar memiliki komponen yang cukup lengkap. Komponen tersebut berupa halaman sampul, namun peneliti belum memberikan rangkuman pada produk. Hal tersebut menjadi kekurangan dan perbaikan pada buku cerita bergambar. Peneliti kemudian melakukan perbaikan berdasarkan skor dari validator. Selanjutnya peneliti juga akan meguraikan kualitas produk pada aspek isi buku cerita bergambar. Berikut ini merupakan uraian tentang skor hasil validasi pada aspek isi buku cerita bergambar.
Tabel 4.9 Rekap Skor Hasil Validasi Pada Aspek Isi Buku Cerita Bergambar
No Aspek yang Dinilai
Validasi Dosen Validasi Guru
Skor Komentar Skor Komentar
Isi Buku Cerita Bergambar 9 Cergam berisi
narasi dan gambar yang saling berkaitan
3 Gambar pada bagian sawah yang gagal panen kurang menunjukkan kondisi sawah yang rusak karena tanaman yang miring dan roboh tidak dominan. Yang dominan
4 Baik
terlihat ada hamparan hijau yang subur dan segar.
Gambar hal 16 sebaiknya disusun urutan yang tepa tantara posisi Ayah Leo, Aura, dan Leo agar pembaca mudah membacanya.
Sisi kiri Aura dengan pertanyaan pertama, tengah ayah, sisi paling kanan Leo percakapan 1-3, 2-4 tidak dibuat dalam gelembung ditulis 2x. Apakah benar jika faktor penyebab gagal panen hanya 3 itu, bagaimana dengan
3. Hal 11 seharusnya tidak perlu dilakukan
penjelasan berulang tentang sawah rusak karena dimakan tikus.
4 Baik
Hal tersebut sudah sangat jelas ditekankan pada halaman-halaman sebelumnya.
Hal 12 apakah tikus akan mati jika tanaman disemprot pestisida?
Penyemprotan adalah cara mengendalikan hama di batang atau daun. Bagaimana dengan tikus? Rodentisida adalah umpan beracun yang sering digunakan untuk mengendalikan hama tikus.
Pengaplikasiannya adalah meletakan zat tersebut di tempat yang sering dilewati tikus, bukan disemprotkan. Gambar
penggunaan pestisida sebaiknya tidak ditampilkan di sisi kiri sebelum pertanyaan, tapi di kanan setelah jawaban Ayah Leo.
11 Cergam berisi
dan cara kerja belum tampak. Pada cergam baru dijelaskan tentang penyemprotan pestisida, sedangkan untuk hama tikus aplikasi pestisida yang digunakan tidak melalui penyemprotan, tapi diletakan langsung pada jalur tikus
3 Baik
Dari tabel di atas, kualitas dari isi buku cerita bergambar memiliki skor 3,5. Skor tersebut masuk ke dalam kategori “Sangat Baik”. Kategori diperoleh karena buku cerita bergambar berisi narisi dan gambar yang saling berkaitan. Tetapi masih ada beberapa yang belum benar dalam penempatan kata-kata sehingga membuat bingung peserta didik sewaktu membaca.
Selain itu, gambar masih ada yang kurang jelas maksutnya. Hal tersebut menjadi kekurangan dan perbaikan pada buku cerita bergambar. Peneliti kemudian melakukan perbaikan berdasarkan skor dari validator. Pada item 14 tentang media-media yang ada dalam menjaga ekosistem sawah dengan tidak aman. Dalam hal ini, peneliti salah dalam mengaplikasikan obat pestisida dan juga media yang tidak aman belum nampak. Sehingga peneliti harus menambahkan beberapa ilustrasi untuk memperkuat penjelasan tersebut. Dari rekap hasil validasi tersebut peneliti mengetahui kekurangan dari buku cerita bergambar yang dikembangakan. Sehingga, perlu adanya
revisi pada item tersebut. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan buku cerita bergambar, peneliti kemudian merangkum kualitas pada setiap aspek pada tabel
Tabel 4.10 Hasil Validasi Produk Setiap Aspek
Berdasarkan dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa terdapat empat aspek yang menjadi penilaian buku cerita bergambar. Keempat aspek antara lain sampul, bahasa, desain produk, dan isi cergam. Pada aspek halaman sampul mendapatkan skor sebanyak 3,8. Aspek bahasa mendapatkan skor sebanyak 3,8. Aspek desain produk mendapatkan skor sebanyak 3,6. Dan untuk aspek isi buku cerita bergambar mendapatkan skor sebanyak 3,5. Dari skor yang diperoleh setiap aspek berbeda-beda, tetapi semua aspek termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Setelah mengetahui rata-rata skor dari setiap aspek peneliti kemudian akan menghitung presentase kelayakan produk yang disajikan dalam sebuah grafik sebagai berikut.
Grafik 4.1 Kelayakan Produk
95% 95%
90% 88% 90%
80%
85%
90%
95%
100%
Halaman Sampul
Bahasa Desain Produk
Isi Rata-Rata
Persentase Kelayakan Produk
Aspek Skor Kategori
Halaman sampul 3,8 Sangat Baik
Bahasa 3,8 Sangat Baik
Desain produk 3,6 Sangat Baik Isi buku cerita bergambar 3,5 Sangat Baik Rata-rata skor 3,6 Sangat Baik
Menurut hasil presentase yang diperoleh, dapat diketahui aspek halaman sampul sebesar 95%, termasuk kategori “Sangat Layak”. Kualitas buku cerita bergambar pada aspek halaman sampul memuat judul yang berkaitan dengan cerita,meskipun peneliti kurang teliti dalam memberikan rekomendasi kelas IV SD, memuat nama penulis dan memiliki warna yang menarik sehingga dapat menarik perhatian peserta didik untuk membaca, namun dosen validasi memberikan saran bahwa nama penulis diletakan diakhir buku. Kemudian pada aspek bahasa sebanyak 95% dan termasuk ke dalam kategori “Sangat Layak”. Namun, ada beberapa bahasa yang digunakan belum mudah untuk dipahami oleh peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Isi buku cerita bergambar terdapat beberapa kosakata atau istilah yang tidak dapat digantikan dengan bahasa peserta didik kelas IV Sekolah Dasar, maka dari itu menjadi salah satu kelemahan pada produk.
Presentase kelayakan pada aspek desain produk sebanyak 90%, termasuk dalam kategori “Sangat Layak”. Pada aspek buku cerita bergambar memiliki komponen yang lengkap. Komponen tersebut berupa halaman sampul, namun peneliti belum memberikan rangkuman pada produk. Hal tersebut menjadi kekurangan dan perbaikan pada buku cerita bergambar.
Selanjutnya presentase kelayakan produk yang terakhir adalah isi cerita, pada aspek ini mendapatkan sebanyak 88% dan termasuk dalam kategori
“Sangat Layak”. Pada aspek tersebut, buku cerita bergambar berisi narisi dan gambar yang saling berkaitan. Tetapi masih ada beberapa yang belum benar dalam penempatan kata-kata sehingga membuat bingung peserta didik sewaktu membaca. Selain itu, gambar masih ada yang kurang jelas maksutnya. Hal tersebut menjadi kekurangan dan perbaikan pada buku cerita bergambar. Peneliti kemudian melakukan perbaikan berdasarkan skor dari validator. Pada item 14 tentang media-media yang ada dalam menjaga ekosistem sawah dengan tidak aman. Dalam hal ini, peneliti salah dalam mengaplikasikan obat pestisida dan juga media yang tidak aman belum nampak. Sehingga peneliti harus menambahkan beberapa ilustrasi untuk memperkuat penjelasan tersebut. Menurut perhitungan presentase
kelayakan produk pada keempat aspek diperoleh presentase rata-rata sebanyak 90% dari perhitungan rata-rata tersebut masuk dalam kategori
“Sangat Layak”.
Berdasarkan dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa buku cerita bergambar yang dikembangkan peneliti termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Buku cerita bergambar memiliki kualitas sangat baik, tetapi layak untuk diuji cobakan setelah proses perbaikan produk. Menurut hasil validasi, peneliti memperoleh komentar dari validator. Komentar tersebut menjadi bahan untuk memperbaiki produk untuk setelah itu diuji cobakan.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbaikan produk sesuai dengan komentar validator.
1) Perbaikan Produk
Peneliti melakukan perbaikan berdasarkan komentar dari validator. Komentar validator menjadi kekurangan dari produk yang peneliti kembangakan, maka dari itu perlu dilakukan perbaikan.
Menurut hasil validator, perbaikan yang perlu dilakukan yaitu pada halaman 1, 7, dan 14. Berikut merupakan penjelasan produk buku cerita bergambar sebelum perbaikan dan setelah perbaikan.
Tabel 4.11 Perbaikan Produk pada Halaman 1 Halaman 1
Sebelum Perbaikan Setelah Perbaikan
Berdasarkan saran pada komentar dosen Pendidikan Biologi, peneliti memperbaiki pada aspek halaman 1 buku cerita bergambar yaitu gambar bagian sawah yang gagal panen kurang menunjukan kondisi sawah yang rusak karena tanaman yang miring dan roboh tidak dominan. Sebelum perbaikan peneliti menampilkan hamparan sawah yang hijau yang subur dan segar. Selain itu ada perbaikan kata yaitu Pada suatu hari, ketika Aura dan Leo pulang sekolah, mereka melihat hamparan sawah yang gagal panen.
Tabel 4.12 Perbaikan Produk pada Halaman 7 Halaman 7
Sebelum Perbaikan Setelah Perbaikan
Berdasarkan saran pada komentar dosen Pendidikan Biologi, peneliti memperbaiki pada aspek halaman 7 buku cerita bergambar yaitu bahasa yang digunakan Aura ke ayah Leo sebaiknya lebih sopan karena bacaan ini juga seharusnya dapat mendidik anak SD sopan santun. Sebaiknya Aura mengucapkan permisi terlebih dahulu. Sebelum perbaikan Aura kurang sopan dengan Ayah Leo, peneliti kemudian memperbaiki supaya cergam ini juga dapat memberikan contoh sopan santun.
Tabel 4.13 Perbaikan Produk pada Halaman 14 Halaman 14
Sebelum Perbaikan Setelah Perbaikan
Berdasarkan saran pada komentar dosen Pendidikan Biologi, peneliti diminta pada halaman 14 sebaiknya disusun urutan yang tepat antara posisi Ayah Leo, Aura, dan Leo agar pembaca mudah membacanya. Sisi kiri Aura dengan pertanyaan pertama, tengah ayah, sisi paling kanan Leo. Sebelum perbaikan, posisi Ayah berada di sebelah paling kiri namun yang memulai berbicara adalah Aura yang berada di tengah. Peneliti lalu memperbaiki posisi sesuai dengan saran dari validator.
Setelah produk berupa buku cerita bergambar direvisi, tahap selanjutnya adalah tahap implementasi. Peneliti melakukan implementasi kepada peserta didik kelas IV. Namun peneliti tidak dapat melakukan implementasi dikarenakan wabah Covid-19.
d. Implementasi (Implementation)
Produk yang telah dinyatakan layak kemudian dilakukan uji coba atau implementasi. Pada tahap ini peneliti sudah diberikan ijin untuk uji coba di SDN Gambiranom tetapi dikarenakan pandemi covid-19 masih tinggi sehingga SDN Gambiranom melakukan
pembelajaran di rumah secara daring. Pemerintah mewajibkan kepada seluruh jenjang sekolah, termasuk pendidikan Sekolah Dasar untuk melakukan kegiatan belajar di rumah secara daring. Peserta didik melakukan belajar di rumah untuk menggantikan pembelajaran di sekolah. Kebijakan tersebut dibuat karena penerapan social distancing untuk memperkecil penyebaran wabah Covid-19. Maka dari itu, peneliti tidak dapat melakukan uji coba produk dikarenakan tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah.
e. Evaluasi (Evaluation)
Pada tahap ini, peneliti menjabarkan kajian produk akhir berdasarkan tiap tahap pengembangan pada model ADDIE. Pada tahap analisis kebutuhan peneliti melakukan wawancara. Dari hasil evaluasi tahap tersebut, peneliti mendapatkan potensi untuk mengembangkan cergam sebagai sarana literasi dan media pembelajaran bagi peserta didik Sekolah Dasar. Pada tahap desain, peneliti melakukan evaluasi dan menghasilkan desain produk yaitu buku cerita bergambar yang berisi penjelasan tentang pelestarian ekosistem sawah dengan teknologi bunyi ultrasonik. Pada tahap pengembangan peneliti mencetak produk yang sudah dirancang dan melakukan validasi pada dosen Pendidikan Biologi dan guru kelas IV SD dan mendapatkan presentase kelayakan 90% dari perhitungan rata-rata tersebut masuk dalam kategori “Sangat Layak”. Terdapat komentar dan saran validator pada tahap pengembangan, diantaranya 1) maksud dari gambar ilustrasi kurang jelas, 2) pemilihan kata agar menanamkan kesopanan pada peserta didik kelas IV SD, 3) pemeilihan kata agar mudah dipahami peserta didik kelas IV SD, 4) penggunaan ejaan sesuai dengan EBI. Peneliti juga menambahkan beberapa gambar agar mudah dipahami peserta didik.
Pada tahap implementasi, peneliti tidak dapat menguji cobakan
produk karena kondisi yang tidak mendukung dikarenakan wabah Covid-19.