• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Analisis Instrumen

1. Uji Validitas

Agar dapat diperoleh data yang valid, instrumen atau alat untuk mengevaluasinya harus valid. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (ketepatan). Sebuah tes dikatakan memiliki validitas

23 jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriteria. Untuk menguji validitas

instrumen digunakan rumus korelasiproduct momentyang dikemukakan oleh Pearson dengan rumus:

  

 

2 2

 

2

 

2

Y Y N X X N Y X XY N rXY             (Arikunto, 2012: 87)

Jika korelasi antarbutir dengan skor total lebih dari 0,3, maka instrumen tersebut dinyatakan valid, namun jika korelasi antarbutir dengan skor total kurang dari 0,3, maka instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Jika rhitung> rtabeldengan α = 0,05, maka koefisien korelasi tersebut signifikan.

Itemyang mempunyai kerelasi positif dengan kriteria (skor total) serta korelasi yang tinggi menunjukkan bahwaitemtersebut mempunyai validitas yang tinggi. Biasanya syarat minimum untuk dianggap memenuhi syarat adalah jika r = 0,3 yang didasarkan oleh pendapat Masrun dalam Sugiyono (2010: 188). Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS 17.0 dengan kriteria uji bilacorrelated itemtotal correlation lebih besar dibandingkan dengan 0,3, maka data merupakanconstruckyang kuat (valid).

24 2. Uji Reliabilitas

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Perhitungan untuk mencari harga reliabilitas instrumen didasarkan pada pendapat Arikunto (2012: 109) yang menyatakan bahwa untuk menghitung reliabilitas dapat digunakan rumusalpha, yaitu:

r11 =   2 1 2 1 1 1 σ σ n n Keterangan:

r11 = reliabilitas yang dicari

Σσi2 = jumlah varians skor tiap-tiap item σt2 = varians total

(Arikunto, 2012: 112)

Marlangen (2010: 32) mengatakan bahwa, kuesioner dinyatakan reliabel jika mempunyai nilai koefisienalpha. Oleh karena itu, digunakan ukuran kemantapanalphayang diinterpretasikan sebagai berikut: 1. NilaiAlpha Cronbach’s0,00 sampai dengan 0,20 berarti kurang

reliabel.

2. NilaiAlpha Cronbach’s0,21 sampai dengan 0,40 berarti agak reliabel.

3. NilaiAlpha Cronbach’s0,41 sampai 0,60 berarti cukup reliabel. 4. NilaiAlpha Cronbach’s0,61 sampai dengan 0,80 berarti reliabel. 5. NilaAlpha Cronbach’s0,81 sampai dengan 1,00 berarti sangat

25 Setelah instrumen valid dan reliabel, langkah selanjutnya adalah

menyebarkan instrument pada sampel yang sesungguhnya. Skor total setiap siswa diperoleh dengan menjumlahkan skor setiap nomor soal.

G. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan sebelum dan setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah:

1. Pemberianpretestkepada seluruh siswa, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol, sebelum kegiatan pembelajaran.

2. Pemberianposttestkepada seluruh siswa setelah pembelajaran, kemudian dilakukan penilaian. Dataposttestini dimaksudkan untuk melihat perbedaan kemampuan penguasaan akademik siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing dan Buku Siswa Konvensional.

H. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 1. Analisis Data

a. Hasil Belajar

Untuk menganalisis kategori hasil belajar siswa digunakan skorgain yang ternormalisasi (N-gain).N-gaindiperoleh dari pengurangan

26 pre pre post

S

S

S

S

g

max

skorpretestdenganposttestdibagi oleh skor maksimum dikurang skorpretest. Jika dituliskan dalam persamaan adalah:

Keterangan: g =N-gain post S = Skorposttest pre S = Skorpretest max S = Skor maksimum Kategori: Tinggi : 0,7  N-gain  1 Sedang : 0,3  N-gain< 0,7 Rendah :N-gain< 0,3

Untuk menganalisis peningkatan hasil belajar digunakan skorgain dengan persamaan:

Gain =SkorPosttest–SkorPretest

% Kenaikan Skor = × 100%

Peningkatan skor antaraPretestdanPosttestdari variabel tersebut merupakan indikator adanya peningkatan atau penurunan setelah dilakukan pembelajaran menggunakan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing dan Buku Siswa Konvensional.

27 2. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis kedua dilakukan menggunakan tiga metode analisis dalam SPSS 21.0, yaitu:

a. N-Gain

Setelah analisis hasil belajar pada aspek kognitif menggunakan nilaipretestdanposttest. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisisN-Gain.Gainmerupakan selisih data yang diperoleh dari

pretestdanposttest. Perhitungan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan nilaipretestdanposttestdari kedua kelas.

RumusN-Gainmenurut Meltzer (dalam Laraswati, 2009) adalah sebagai berikut:

( ) =

Kriteria interpretasiN-gainyang dikemukakan oleh Hake (dalam Laraswati, 2009) dapat dilihat pada Tabel 3. Berikut:

Tabel 3. Kriteria InterpretasiN-gain

N-gain Kriteria Interpretasi

N-gain > 0,7 Tinggi

0,3 < N-gain < 0,7 Sedang

N-gain < 0,3 Rendah

b. Uji Normalitas

Untuk menguji apakah sampel penelitian merupakan jenis distribusi normal, dapat dilakukan dengan uji statistik

non-28 parametrik Kolmogorov-Smirnov. Caranya adalah menentukan terlebih dahulu hipotesis pengujiannya, yaitu:

a. Rumusan Hipotesis

:data terdistribusi secara normal :data tidak terdistribusi secara normal

b. Kriteria uji

Data berdistribusi normal jika signifikansi > 0,05, dan data tidak berdistribusi normal jika signifikasi < 0,05.

c. Uji Homogenitas

Uji Homogenitas dilakukan untuk mengetahui kehomogenan dari prilaku yang diberikan kepada sampel. Ketentuan pengambilan keputusan yaitu:

1. Jika probabilitas atau nilai sig. > 0,05, maka diterima. 2. Jika probabilitas atau nilai sig. < 0,05, maka ditolak.

d. Uji Beda

Jika kedua data sampel berasal dari populasi berdistribusi normal, maka uji beda yang digunakan adalah uji parametrik (Sudjana, 2010). Salah satu uji parametrik adalah uji T yang dilakukan secara manual, ataupun menggunakan aplikasi IBM SPSS 21.0, sedangkan untuk data sampel yang berasal dari populasi yang tidak

29 berdistribusi normal, uji beda menggunakan uji non parametrik. Salah satu uji non parametrik adalah ujiMann-Whitneyyang dilakukan secara manual, ataupun menggunakan aplikasi IBM SPSS 21.0.

1. Rumusan hipotesis

: = (rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing dengan hasil belajar siswa yang menggunakan Buku Siswa Konvensional)

Ha: (rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing Tidak Sama Dengan Hasil Belajar Siswa dan Buku Siswa Konvensional).

2. Uji T

Uji T yang digunakan untuk melakukan uji beda adalah menggunakan dua sampel bebas. Artinya, kedua sampel tidak memiliki ketergantungan satu sama lain.

3. UjiMann-Whitney

UjiMann-Whitneyyang digunakan untuk melakukan uji beda, adalah menggunakan dua sampel bebas. Artinya, kedua sampel tidak memiliki ketergantungan satu sama lain.

30 4. Kriteria uji

Jika sig. < 0,05, maka diterima. Demikian pula sebaliknya. Selain itu, kedua data memiliki perbedaan jika signifikansi kurang dari 0,05.

Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah: 1. Hipotesis Pertama

: Tidak ada peningkatan setelah dilakukan pembelajaran menggunakan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing dan Buku Siswa Konvensional. : Ada peningkatan setelah dilakukan pembelajaran

menggunakan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing dan Buku Siswa Konvensional.

Kriteria pengujian:

Jika rhitunglebih kecil dari rtabel, maka diterima dan ditolak. Jika rhitunglebih besar dari rtabel, maka ditolak dan diterima.

Berdasarkan tingkat signifikansi, diketahui bahwa: diterima jikar < r dengan signifikansi 5%. diterima jikar r dengan signifikansi 5%.

2. Hipotesis Kedua

: Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar dalam ranah kognitif siswa yang mengunakan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing dan Buku Siswa Konvensional.

31 : Ada perbedaan rata-rata hasil belajar dalam ranah kognitif

siswa yang mengunakan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing dan Buku Siswa Konvensional.

Kriteria pengujian:

Jika rhitunglebih kecil dari rtabel, maka diterima dan ditolak. Jika rhitunglebih besar dari rtabel, maka ditolak dan diterima.

Berdasarkan tingkat signifikansi, diketahui bahwa: diterima jikar < r dengan signifikansi 5%. diterima jikar r dengan signifikansi 5%.

Dokumen terkait