BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
1. Uji Validitas
Kuisioner sebelum disebarkan untuk menjadi sumber data yang baik, harus
diuji validitas dan reliabilitasnya agar data yang diambil benar-benar valid.
2) Pengujian Hipotesis
a. Identifikasi Determinan (R²)
Identifikasi determinan (R2) berfungsi untuk mengetahui signifikan
variabel. Koefisien Determinan menunjukkan besarnya kontribusi variabel
independent (X) terhadap variabel dependen (Y). Angka R square adalah pengkuadratan dari koefisien korelasi. Nilai R Square berkisar antara 0-1, semakin kecil (mendekati nol) nilai R square semakin lemah pengaruh
antara dua variabel, sebaliknya jika R square semakin besar (mendekati 1) maka semakin baik kemampuan variabel independen menerangkan variabel dependen.
b. Uji-t (uji parsial)
Uji Secara Parsial (T-test) bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual (parsial) terhadap
variabel dependen. Hasil uji ini pada output SPSS dapat dilihat pada tabel
Coefficients.
Kriteria pengujiannya sebagai berikut:
Ho : bi = o, artinya tidak terdapat pengaruh bebas yang positif dan
signifikan antara X dan Y
Ho : b1≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara X dan Y
Dengan kriteria pengambilan keputusan adalah dengan membandingkan
statistik hitung dengan statistik tabel dimana:
Ho diterima jika t hitung < t tabel pada alpha = 5 %
H1 diterima jika t hitung > t tabel pada alpha = 5%
c. Uji – F (uji serentak)
Uji-F (uji serentak) adalah untuk melihat secara bersama-sama (serentak)
pengaruh secara positif dan signifikan dari variabel independen yaitu
(X1,X2,X3 terhadap variabel dependen (Y). Melalui uji statistik dengan
H0: b1= b2 = b3 = 0
Artinya secara bersama-sama (serentak) tidak terdapat pengaruh yang
positif dan signifikan dari variabel independen yaitu (X1,X2,X3) terhadap
variabel dependen (Y).
Ha: b1 b2 b3 0
Artinya secara bersama-sama (serentak) terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan dari variabel independen yaitu (X1,X2,X3) terhadap variabel
dependen (Y).
Kriteria Pengambilan Keputusan (KPK) yang diambil:
Ho diterima, apabila F-hitung < F-tabel () Ha diterima, apabila F-hitung > F-tabel ()
A. Penelitian Terdahulu
Pujangkoro mengadakan penelitian dan menyatakan bahwa dalam berupaya merebut dan mempertahankan pangsa pasar, upaya yang dilakukan antara lain adalah bagaimana memposisikan agar suatu produk dapat diingat konsumen. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui posisi berdasarkan persepsi konsumen, apakah perlu melakukan repositioning, jenis media yang sesuai untuk penayangan iklan.
B. Pengertian Pasar, Segmentasi Pasar, dan Menentukan Posisi Pasar
(Market Positioning) 1. Pengertian Pasar
Kotler (2000:12) mengatakan bahwa pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan.
Perusahaan memiliki pangsa pasar dan biasanya memimpin dalam perubahan harga, peluncuran produk baru, cakupan distribusi dan intensitas promosi. Baik dihormati atau tidak, dominasi perusahaan ini diakui oleh pesaingnya, dan menjadi acuan pesaing untuk ditantang, ditiru, atau dihindari. Pimpinan pasar biasanya paling diuntungkan jika pasar berkembang.
2. Segmentasi Pasar
Kotler (2000:358) mengatakan segmentasi pasar adalah mengidentifikasikan dan membentuk kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin meniru produk dan atau pemasaran tersendiri. Perusahaan dalam usaha menentukan strategi pemasaran yang paling tepat bagi suatu perusahaan perbankan, sebelumnya harus menentukan pasar yang akan dijangkau. Hal ini disebabkan karena produsen sebelum menciptakan sebuah produk haruslah mengetahui secara seksama apa yang akan menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen di pasarnya. Kelompok konsumen yang akan dilayani tersebut dinamakan target market (pasar sasaran). Sebelum menentukan pasar sasaran, perusahaan haruslah melakukan kegiatan yang membagi-bagi atau pengelompokan konsumen ke dalam kelompok yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang sama, yang disebut segmentasi pasar.
Perusahaan dalam menyesuaikan program pemasaran, dilakukan dengan membagi segmen pasar sehingga membantu pihak manajemen perusahaan dalam menerapkan kebijaksanaan pemasaran yang lebih efisien. Bila perusahaan kecil dengan sumber daya terbatas dapat bersaing secara efektif, jika perusahaan tersebut masuk dalam satu atau dua segmen pasar, tetapi ia akan hancur jika masuk dalam pasar total.
Perusahaan dengan memakai strategi pasar dapat merancang produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar. Media periklanan dapat didayagunakan secara efektif. Pesan-pesan pemasaran dan media yang dipilih akan dapat membawakan pesan-pesan ini lebih terarah ke tiap pangsa pasar.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam memisahkan pasar ke dalam segmen-segmen yang semula bersifat heterogen menjadi pasar yang homogen (Kotler, 2000:358) antara lain:
a. Segmentasi geografis, yaitu membagi-bagi konsumen berdasarkan lokasi/daerah. Misalnya daerah panas, sedang dan dingin. Untuk daerah panas cocok digunakan AC, dan lainnya.
b. Segmentasi demografis, yaitu memisahkan pasar kedalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variable-variabel seperti umur, pekerjaan, agama, pendidikan, pendapatan dan lainnya. Misalnya segmentasi berdasarkan jenis kelamin maka ada perusahaan konveksi yang hanya memproduksi pakaian wanita saja, atau perusahaan yang khusus menghasilkan produk untuk anak-anak atau dewasa.
c. Segmentasi psikografis, yang membagi-bagi konsumen kedalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial tertentu seperti perabotan rumah tangga khusus untuk kalangan atas.
d. Segmentasi behavioristic (perilaku). Yaitu bila perilaku digunakan sebagai variabel utama dalam mensegmentasikan pasar, maka konsumen dibagi menjadi kelompok-kelompok menurut pengetahuan, sikap, penggunaan atau tanggapannya terhadap suatu produk tertentu.
2. Menentukan Posisi Pasar (Market Positioning)
Penentuan posisi pasar bagi produk ataupun jasa suatu perusahaan sangat penting. Menentukan posisi pasar yaitu menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atau suatu pasar. Produk atau jasa diposisikan pada posisi yang
diinginkan oleh nasabah, sehingga dapat menarik minat nasabah untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Kegiatan ini dilakukan setelah menentukan segmen mana yang akan dimasuki dengan cara menentukan di mana posisi mana yang ingin ditempati dalam segmen tersebut.
Posisi produk adalah bagaimana suatu produk yang didefenisikan oleh nasabah atau konsumen atau dasar atribut-atributnya, misalnya:
a. Simpanan giro diposisikan sebagai kantongnya pengusaha. b. Simpanan tabungan diposisikan sebagai kantongnya keluarga.
c. Simpanan deposito diposisikan sebagai kantong sekaligus sebagai tempat investasinya para investor.
Untuk menentukan posisi pasar janganlah dilakukan secara sembarangan, akan tetapi perlu dilakukan strategi yang benar, sehingga posisi pasar yang diinginkan tepat pada sasarannya. Strategi penentuan posisi pasar dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Atas dasar atribut.
Atas dasar atribut didasarkan pada penentuan atribut produk tertentu, misalnya bunga rendah atau tinggi baik untuk simpanan maupun pinjaman.
2. Kesempatan penggunaan.
Kesempatan penggunaan maksudnya adalah simpanan diposisikan sebagai kas atau tempat mengamankan uang atau tempat untuk melakukan investasi. 3. Menurut pengguna.
Produk diposisikan berdasarkan penggunaan produk tersebut. Misalnya, tabungan untuk umum atau tabungan haji.
4. Langsung menghadapi pesaing.
Produk diposisikan sebagai sesuatu yang lebih baik dibandingkan pesaing kita, misalnya bank kami nomor satu atau yang terbaik.
5. Kelas produk.
Maksudnya produk tersebut ditujukan kepada kelompok tertentu, misalnya kredit ekonomi lemah atau kredit ekonomi kuat.
Memilih dan melaksanakan strategi penentuan pasar perlu dilakukan dengan berbagai tahap agar hasil yang diharapkan optimal. Tahapan dalam memilih dan melaksanakan strategi penentuan posisi pasar sebagai berikut:
a. Identifikasikan keunggulan kompetitif.
Di dalam suatu produk terdapat berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan produk pesaing. Tujuan manajemen mengidentifikasikan keunggulan tersebut sebanyak dan selengkap mungkin. Identifikasikan keunggulan kompetitif yang mungkin memberikan nilai yang terbesar dengan cara mengadakan perbedaan, yaitu:
1. Diferensiasi produk 2. Diferensiasi jasa 3. Diferensiasi personil 4. Diferensiasi citra.
b. Memilih keunggulan kompetitif yang tepat.
Setelah diidentifikasikan keunggulan-keunggulan kompetitif, lalu dipilih yang paling memberikan keunggulan yang paling banyak. Pertimbangan pemilih keunggulan kompetitif adalah sebagai berikut:
2. Perbedaan mana yang dipromosikan.
c. Mewujudkan dan mengomunikasikan posisi yang dipilah.
Posisi pasar yang telah dipilih sebaiknya diwujudkan, kemudian dikomunikasikan ke berbagai pihak yang membutuhkan termasuk pihak intern bank.
C. Strategi Harga Bank 1. Pengertian Harga
Penentuan harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan pemasaran. Harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga sangat menentukan laku tidaknya produk dan jasa perbankan. Salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan nantinya.
Bagi Perbankan terutama bank yang berdasarkan prinsip konvensional, harga adalah bunga, biaya administrasi, biaya promosi dan komisi, biaya kirim, biaya tagih, biaya sewa, biaya iuran, dan biaya-biaya lainnya. Sedangkan harga bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah adalah bagi hasil (Kasmir,2005:152).
Bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional, pengertian harga berdasarkan bunga terdapat tiga macam yaitu harga beli, harga jual, dan biaya yang dibebankan ke nasabah. Harga beli adalah bunga yang diberikan kepada para nasabah yang memiliki simpanan, seperti jasa giro, bunga tabungan, dan bunga deposito, sedangkan harga jual merupakan harga yang dibebankan kepada penerima kredit (Kasmir,2005:152). Kemudian biaya ditentukan kepada berbagai jenis jasa yang ditawarkan.
Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga bagi bank juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan harga yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman), serta harga yang dibebankan kepada biaya-biaya jasa bank lainnya (Kasmir,2005:152).
Dalam kegiatan perbankan konvensional sehari-hari, ada tiga macam bunga yang diberikan kepada nasabah, yaitu:
a. Bunga simpanan.
Merupakan harga beli yang harus dibayar bank kepada nasabah pemilik simpanan. Bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa, kepada nasabah yang menyimpan uangnya di bank. Sebagai contoh bunga tabungan, bunga deposito, dan jasa giro.
b. Bunga pinjaman.
Merupakan bunga yang dibebankan kepada peminjam atau harga jual yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank. Bagi bank, bunga pinjaman merupakan harga jual dan contoh harga jual adalah bunga kredit. c. Biaya-biaya.
Biaya-biaya yang ditentukan oleh bank seperti biaya administrasi, biaya kirim, biaya tagihan, biaya sewa, biaya iuran, dan biaya-biaya lainnya yang dikenal dengan nama fee based (biaya dasar).
Ketiga macam harga ini merupakan komponen utama faktor biaya dan pendapatan bagi bank. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus dikeluarkan kepada nasabah sedangkan bunga pinjaman dan biaya merupakan
pendapatan yang diterima dari nasabah. Baik bunga simpanan maupun bunga pinjaman masing-masing saling mempengaruhi satu sama lainnya. Sebagai contoh seandainya bunga simpanan tinggi, maka secara otomatis bunga pinjaman yang terpengaruh ikut naik dan demikian pula sebaliknya.
2. Tujuan Penentuan Harga
Dalam penentuan baik untuk harga jual atau harga beli, pihak bank harus berhati-hati. Kesalahan dalam penentuan harga akan menyebabkan kerugian bagi bank. Dalam menentukan harga harus dipertimbangkan berbagai hal, misalnya tujuan penentuan harga tersebut. Hal ini disebabkan dengan diketahuinya tujuan penentuan harga tersebut menjadi mudah. Penentuan harga oleh suatu bank dimaksudkan dengan berbagai tujuan yang hendak dicapai. Tujuan penentuan harga secara umum adalah sebagai berikut:
a. Untuk bertahan hidup.
Artinya, dalam kondisi tertentu, terutama dalam kondisi persaingan yang tinggi. Dalam hal ini bank menentukan harga semurah mungkin dengan maksud produk atau jasa yang ditawarkan laku di pasaran, misalnya untuk bunga simpanan lebih tinggi dibandingkan dengan bunga pesaing dan bunga pinjaman rendah, tetapi dalam kondisi masih menguntungkan.
b. Untuk memaksimalkan laba.
Tujuan harga ini dengan mengharapkan penjualan yang meningkat sehingga laba dapat ditingkatkan. Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga murah atau tinggi.
c. Untuk memperbesar market share (pembagian pasar).
Penentuan harga ini dengan harga yang murah, sehingga diharapkan jumlah nasabah meningkat dan diharapkan pula nasabah pesaing beralih ke produk yang ditawarkan. Contohnya seperti penentuan suku bunga simpanan yang lebih tinggi dari pesaing ditambah kelebihan lainnya seperti hadiah, asuransi, dan lain sebagainya.
d. Mutu produk.
Tujuan dalam hal mutu produk adalah untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang tinggi dan biasanya harga ditentukan setinggi mungkin dan untuk bunga simpanan ditawarkan dengan suku bunga rendah.
e. Karena pesaing.
Dalam hal ini, penentuan harga dengan melihat harga pesaing. Tujuannya adalah agar harga yang ditawarkan jangan melebihi harga pesaing, artinya bunga simpanan di atas pesaing dan bunga pinjaman di bawah pesaing.
3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Harga (Suku Bunga).
Penentuan besar kecilnya suku bunga simpanan dan bunga pinjaman sangat dipengaruhi oleh keduanya, artinya baik bunga simpanan maupun bunga pinjaman saling mempengaruhi. Faktor-faktor lainnya yang ikut mempengaruhi harga adalah seperti jaminan, jangka waktu, kebijakan pemerintah, dan target laba.
Faktor-faktor utama yang mempengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Kebutuhan dana.
Apabila bank kekurangan dana (jumlah simpanan sedikit), sementara permohonan pinjaman meningkat, maka yang dilakukan oleh bank untuk menutupi agar kekurangan dana tersebut cepat terpenuhi dengan meningkatkan suku bunga simpanan. Dengan meningkatnya suku bunga simpanan akan menarik nasabah baru untuk menyimpan uang di bank. Dengan demikian kebutuhan dana dapat dipenuhi. Sebaliknya, jika bank kelebihan dana, di mana simpanan banyak akan tetapi permohonan kredit sedikit, maka bank akan menurunkan bunga simpanan sehingga mengurangi minat nasabah untuk menyimpan. Atau dengan cara menurunkan juga bunga kredit sehingga permohonan kredit meningkat. b. Persaingan.
Dalam memperebutkan dana simpanan, maka si samping faktor promosi, yang paling utama pihak perbankan harus memperhatikan pesaing. Dalam arti jika untuk bunga simpanan pesaing rata-rata 16 % per tahun, maka jika hendak membutuhkan dana cepat sebaiknya bunga simpanan dinaikkan di atas bunga pesaing, misalnya 17 % per tahun. Namun sebaliknya, untuk bunga pinjaman harus berada di bawah bunga pesaing, meskipun margin laba mengecil.
c. Kebijaksanaan pemerintah.
Dalam kondisi tertentu pemerintah dapat menentukan batas maksimal atau minimal suku bunga, baik suku bunga simpanan maupun bunga pinjaman. Dengan ketentuan batas minimal atau maksimal bunga simpanan maupun
bunga pinjaman bank tidak boleh melebihi batas yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
d. Target laba yang diinginkan.
Target laba yang diinginkan merupakan besarnya keuntungan yang diinginkan oleh bank. Jika laba yang diinginkan besar, maka bunga pinjaman ikut besar dan demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, pihak bank harus serius dalam menentukan persentase laba atau keuntungan yang diinginkan.
e. Jangka waktu.
Semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka akan semakin tinggi bunganya. Hal ini disebabkan besarnya kemungkinan resiko di masa mendatang. Demikian pula sebaliknya, jika pinjaman berjangka pendek, maka bunganya relatif lebih rendah.
f. Kualitas pinjaman.
Semakin likuid jaminan yang diberikan, maka semakin rendah bunga kredit yang dibebankan dan sebaliknya. Sebagai contoh dengan jaminan sertifikat deposito, bunga pinjaman akan lebih rendah jika dibandingkan dengan jaminan sertifikat tanah. Alasan utama perbedaan ini adalah dalam hal pencairan jaminan apabila kredit yang diberikan bermasalah. Bagi jaminan yang likuid seperti jaminan deposito atau rekening giro yang dibekukan akan lebih mudah untuk dicairkan jika dibandingkan dengan jaminan tanah.
g. Reputasi perusahaan.
Reputasi perusahaan atau bonafiditas suatu perusahaan yang akan memperoleh kredit juga sangat menentukan tingkat suku bunga yang akan dibebankan nantinya, karena biasanya perusahaan yang bonafid, kemungkinan resiko kredit macet di masa mendatang relatif lebih kecil dan sebaliknya.
h. Produk yang kompetitif.
Produk yang kompetitif maksudnya adalah produk yang dibiayai kredit tersebut laku di pasaran. Untuk produk yang kompetitif, bunga kredit yang diberikan relatif rendah jika dibandingkan dengan produk yang kurang kompetitif. Hal ini disebabkan tingkat pengembalian kredit terjamin karena produk yang dibiayai laku di pasaran.
i. Hubungan baik.
Dalam praktiknya pihak bank menggolongkan nasabahnya menjadi dua yaitu nasabah utama (primer) dan nasabah biasa (sekunder). Penggolongan ini didasarkan pada keaktifan serta loyalitas nasabah yang bersangkutan terhadap bank. Nasabah utama biasanya mempunyai hubungan yang baik dengan pihak bank, sehingga dalam penentuan suku bunganya pun berbeda dengan nasabah biasa.
j. Jaminan pihak biasa.
Dalam hal ini, pihak yang memberikan jaminan kepada bank untuk menanggung segala resiko yang dibebankan kepada penerima kredit. Biasanya apabila pihak yang memberikan jaminan bonafid, baik dari segi kemampuan membayar, nama baik maupun loyalitasnya terhadap bank,
bunga yang dibebankan pun juga berbeda. Demikian pula sebaliknya jika penjamin pihak ketiganya kurang bonafid atau tidak dapat dipercaya, maka mungkin tidak dapat digunakan sebagai jaminan pihak ketiga oleh pihak perbankan.
A. Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Bank Kesawan didirikan pada tahun 1913. Bagaimana berdirinya bank ini timbul dari seorang pengusaha bernama Khu Cin Tek. Beliau kemudian menyampaikan kepada rekan usahanya serta mendapatkan dukungan penuh dari rekan usahanya dalam waktu 20 (dua puluh) hari. Akhirnya pada tanggal 9 Januari 1913 diadakan rapat anggota yang pertama untuk menentukan dua hal penting, yaitu penetapan nama perusahaan dan penetapan posisi dari para pegawai. Telah ditetapkan perusahaan akan segera didirikan jika saham yang terjual mencapai 1000 lembar, dengan nilai nominal @ 100 Guilders perlembar dan ternyata dalam waktu yang relatif singkat, saham yang terjual sudah mencapai 4.000 lembar dengan nilai nominal menjadi 400.000 Guilders. Maka pada tanggal 1 April 1913 diresmikanlah pendirian perusahaan Chung Hwa Shang Yeh, yang sekarang bernama PT. Bank Kesawan, Tbk.
Perusahaan bergerak di bidang jasa asuransi, pengangkutan dan keuangan pada saat itu. Dari laporan akhir tahun ternyata perusahaan memperoleh laba dari usahanya. Sehingga dengan adanya perkembangan tersebut, perusahaan berniat untuk memperluas kegiatan usahanya dan ini memerlukan gedung operasi tambahan, maka pada tanggal 1 Januari 1914 disewa lagi dua gedung yang masing-masing letaknya di Jl. Tembok No. 6 dan 8 Medan.
Perkembangan perusahaan yang cepat membuat kantor pusat menjadi penuh sesak. Beberapa ruang rapat yang telah dirubah menjadi ruang kerja. Meja
kerja diganti dengan ukuran yang lebih kecil agar ruangan rapat dapat menampung lebih banyak, sehingga diambiil inisiatif untuk mencari gedung baru. Maka pada tahun 1990, tepatnya pada tanggal 2 Oktober 1990, PT. Bank Kesawan kemudian menempati gedung baru di Jalan Diponegoro No. 6 Medan.
PT. Bank Kesawan untuk mengembangkan lagi di dalam usahanya dengan membuka kantor cabang pembantu yang pertama yang terletak di dalam gedung Olympia Plaza pada tanggal 2 Juli 1990. Kemudian disusul lagi pembukaan kantor cabang pembantu lainnya pada tanggal 11 Maret 1996 di Jl. Sutomo No. 128 dan pada tanggal 18 Maret 1997 dibuka Kantor Cabang Pembantu di Jl. Aksara No. 163. Dan ini menandakan bahwa PT. Bank Kesawan mulai mengembangkan diri di masyarakat.
Ciri yang segera terlihat pada struktur organisasi yang baru tersebut adalah bentuknya garis dan staf. Keunggulan yang diperoleh dari struktur organisasi tersebut adalah berkurangnya birokrasi. Komunikasi antara atasan dan bawahan menjadi lebih lancar sehingga masalah dapat segera diketahui dan dicarikan jalan pemecahannya. Struktur organisasi garis dan staf ini memudahkan pula dilakukannya pembagian tuga, spesialisasi pekerjaan dapat dibuat lebih tajam.
B. Struktur Organisasi Perusahaan
Suatu struktur organisasi merinci pembagian tugas aktivitas kerja dan menunjukkan bagaimana tingkatan berbagai aktivitas berkaitan antara satu sama lain, sampai tingkat tertentu ia juga menunjukkan tingkat spesialisasi dari aktivitas kerja. Adapun struktur organisasi PT. Bank Kesawan Medan berikut uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang dapat dilihat pada halaman berikut :
Berikut akan dijelaskan secara ringkas mengenai struktur organisasi PT. Bank Kesawan, Tbk Cabang Pemuda Medan:
1. Pemimpin Kantor Cabang
Membawahi Manajer Operasional, Manajer Pemasaran, dan Manajer Administrasi Kredit. Pemimpin Kantor Cabang memiliki tugas antara lain: a. Sebagai aparat manajemen yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan
kantor Cabang yang meliputi kegiatan Operasional, Komersil maupun Cabang Pembantu dan Kantor Kas.
b. Membina hubungan dengan nasabah serta prospek nasabah dengan tujuan mengembangkan pendapatan bank disamping melindungi serta menyempurnakan kualitas Risk Assets (Asset Management).
c. Mengkoordinir, mengarahkan dan membina serta mengawasi segala kegiatan personil dari unit kerja kantor cabang dan bertanggung jawab langsung kepada Direksi bank.
d. Melaksanakan segala peraturan/ketentuan dan prosedur kegiatan operasi/komersil yang telah digariskan oleh manajemen maupun peraturan/ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan bertanggung jawab atas lancarnya pelaksanaan dari prosedur tersebut di atas.
e. Melindungi aktiva dan passiva bank dengan melaksanakan fungsi/prosedur kontrol yang efektif berupa Accounting Control, Phisical Control dan Administration Control.
2. Kepala Bagian Kredit dan Marketing
Membawahi account officer. Kepala bagian kredit dan marketing memiliki tugas antara lain:
a. Menangani portfolio nasabah (baik debitur maupun non debitur) serta membina hubungan antara nasabah dengan bank.
b. Bertanggung jawab atas kualitas risk assets terhadap nasabah yang dibina (assigned accounts) dengan memperhatikan faktor-faktor profitabilitas bank, kemajuan usaha secara timbal balik serta prospek usaha nasabah di masa mendatang.
c. Mengenal secara terperinci sifat-sifat market menurut segmentasi masing-masing yang telah ditetapkan sebagai dasar dalam menentukan target market untuk mencapai “growth” yang managable dalam kualitas assets pendapatan.
d. Merancang “account plan” bagi nasabah dalam pembinaan ataupun nasabah yang sedang dalam proses “solicitation”.
e. Memberikan input untuk pembuatan anggaran tahunan bagi segmen masing-masing dan menggunakan anggaran sebagai alat dalam melaksanakan program kredit dan marketing dalam periode tahun tersebut. 3. Kepala Bagian Administrasi dan Kredit Support
Membawahi bagian hukum, taksasi, dan administrasi kredit. Kepala bagian administrasi dan kredit support memiliki tugas antara lain: