• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Pada bagian validitas dan reliabilitas dibahas pengertian validitas dan reliabilitas, serta jenis validitas yang digunakan dalam penelitian.

1. Validitas

Surapranata (2004:50) berpendapat bahwa validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauhmana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas yang digunakan pada penelitian ini meliputi 2 jenis yaitu validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (construct validity).

a) Validitas isi (content validity) adalah validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat profesional judgement/expert judgement. Validitas isi pada penelitian ini digunakan untuk mengukur kesesuaian isi dari perangkat pembelajaran dengan kompetensi yang hendak dicapai. Validitas isi juga digunakan untuk mengukur kesesuaian lembar observasi keaktifan dengan teori yang melandasi.

b) Validitas konstruk (construct validity) adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana tes mengungkap suatu konstruk teoretik yang hendak diukur. Azwar (2009:48) menjelaskan bahwa pengujian validasi konstruk memerlukan teknik analisis statistika yang lebih kompleks. Validitas konstruk pada penelitian ini digunakan untuk mengukur soal evaluasi yang digunakan pada siklus I dan siklus II dengan bantuan program SPSS 20.

Soal evaluasi diujicoba pada siswa kelas III SD N Pergiwatu yang berjumlah 30 siswa pada tanggal 8 Oktober 2014. Tingkat validitas soal dilihat dari kriteria yaitu taraf signifikansi 5% dengan N 30

maka R tabel 0,361. Jika r hitung lebih besar dari r tabel maka soal tersebut valid dan sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka soal tersebut tidak valid. Peneliti menggunakan bantuan program SPSS 20 pada proses penghitungan dengan korelasi point biserial. Alasan peneliti menggunakan program SPSS 20 yaitu supaya hasil perhitungan lebih akurat dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Hasil perhitungan validasi soal dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 7. Hasil Validasi Soal Evaluasi Siklus I Nomor Soal R hitung R tabel Keterangan

1 0,328 0,361 Tidak Valid 2 -0,169 0,361 Tidak Valid 3 a 0,361 Tidak Valid 4 0,479 0,361 Valid 5 0,381 0,361 Valid 6 0,597 0,361 Valid 7 0,263 0,361 Tidak Valid 8 0,069 0,361 Tidak Valid 9 a 0,361 Tidak Valid 10 0,525 0,361 Valid 11 0,561 0,361 Valid 12 0,740 0,361 Valid 13 0,711 0,361 Valid 14 0,581 0,361 Valid 15 0,822 0,361 Valid 16 0,934 0,361 Valid 17 0,711 0,361 Valid 18 0,663 0,361 Valid 19 0,407 0,361 Valid 20 0,654 0,361 Valid 21 0,632 0,361 Valid 22 0,310 0,361 Tidak Valid 23 0,577 0,361 Valid 24 0,880 0,361 Valid 25 0,822 0,361 Valid Jumlah soal valid 18 Soal

Soal yang diujicoba sejumlah 25 soal untuk siklus I, diperoleh hasil yang valid 18 soal dan yang tidak valid 7 soal. Soal yang valid digunakan untuk evaluasi pada akhir siklus I.

Peneliti juga menyusun soal evaluasi untuk siklus II. Ujicoba dilakukan pada siswa yang sama dan waktu yang bersamaan. Hasil perhitungan validasi dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 8. Hasil Validasi Soal Evaluasi Siklus II

Nomor Soal R hitung R tabel Keterangan

26 0,666 0,361 Valid 27 0,495 0,361 Valid 28 0,512 0,361 Valid 29 0,575 0,361 Valid 30 0,735 0,361 Valid 31 0,292 0,361 Tidak Valid 32 0,714 0,361 Valid 33 0,484 0,361 Valid 34 0,589 0,361 Valid 35 0,456 0,361 Valid 36 0,234 0,361 Tidak Valid 37 0,627 0,361 Valid 38 0,139 0,361 Tidak Valid 39 0,583 0,361 Valid 40 0,461 0,361 Valid 41 0,026 0,361 Tidak Valid 42 0,646 0,361 Valid 43 0,380 0,361 Valid 44 0,696 0,361 Valid 45 0,540 0,361 Valid 46 0,539 0,361 Valid 47 0,409 0,361 Valid 48 0,252 0,361 Tidak Valid 49 0,482 0,361 Valid 50 0,795 0,361 Valid 51 0,469 0,361 Valid 52 0,206 0,361 Tidak Valid 53 0,666 0,361 Valid 54 0,583 0,361 Valid 55 0,428 0,361 Valid 56 0,183 0,361 Tidak Valid 57 0,614 0,361 Valid

58 0,480 0,361 Valid 59 0,426 0,361 Valid 60 0,795 0,361 Valid 61 0,652 0,361 Valid 62 0,607 0,361 Valid 63 0,463 0,361 Valid 64 0,334 0,361 Tidak Valid 65 0,484 0,361 Valid

Jumlah soal valid 32 Soal

Soal yang diujicoba sejumlah 40 soal untuk siklus II, diperoleh hasil yang valid 32 soal dan yang tidak valid 8 soal. Soal yang valid digunakan untuk evaluasi pada siklus II.

a. Validasi Lembar Observasi

Validasi lembar observasi keaktifan belajar siswa dilakukan oleh ahli (expert judgement). Hasil diperoleh bahwa lembar observasi yang disusun oleh peneliti layak untuk digunakan dengan perbaikan. Perbaikan meliputi penambahan pada petunjuk pengamatan dan kolom tanda tangan observer. Hasil validasi dari expert judgement dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 9. Hasil Validasi Lembar Observasi Keaktifan Ahli Hasil Penilaian

Ahli 1 Layak digunakan dengan perbaikan,

tambahkan kolom identitas pelaksanaan dan kolom tanda tangan observer. Tambahkan pula petunjuk pengisian lembar observasi (menggunakan turus/centang)

Ahli 2 Layak digunakan dengan perbaikan dengan mengkomunikasikan kepada observer untuk menyamakan persepsi.

Ahli 3 Instrumen layak untuk digunakan tanpa ada perbaikan.

b. Validasi Perangkat Pembelajaran

Komponen yang paling penting dalam pembelajaran yaitu perangkat pembelajaran. Peneliti menyusun perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, LKS, dan materi ajar. Perangkat pembelajaran divalidasi oleh expert judgement yaitu dosen, kepala sekolah dan guru. Peneliti melakukan validasi kepada 1 dosen yang menguasai bidang IPS. Peneliti juga melakukan validasi kepada kepala sekolah dan 2 guru. Penilaian yang dilakukan oleh ahli kemudian dicari rata-rata untuk menentukan kategori. Penentuan kategori penilaian berdasarkan kriteria pada tabel berikut.

Tabel 10. Kriteria Penskoran Hasil Validasi Rentang Skor Kriteria

3,25-4,00 Sangat Baik 2,50-3,25 Baik 1,75-2,50 Cukup 1,00-1,75 Kurang

Widoyoko (2014:144)

Hasil penilaian validasi perangkat pembelajaran yang meliputi silabus dan RPP dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 11. Hasil Validasi Silabus

No Ahli Hasil Penilaian Rata-rata 1 Dosen IPS 3,42

2 Kepala Sekolah 3,85 3 Guru Kelas III A 3,85 4 Guru Kelas IV A 4,00 Rata-rata 3,78

Hasil dari penilaian perangkat pembelajaran pada silabus diperoleh rata-rata 3,78. Skor perolehan tersebut termasuk kategori sangat baik. Hasil pengolahan penilaian perangkat pembelajaran RPP dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 12. Hasil Validasi RPP

No Ahli Hasil Penilaian Rata-rata 1 Dosen IPS 3,23

2 Kepala Sekolah 3,92 3 Guru Kelas III A 4,00 4 Guru Kelas IV A 3,92 Rata-rata 3,76

Hasil penilaian perangkat pembelajaran pada RPP diperoleh rata-rata 3,76. Skor perolehan tersebut termasuk kategori sangat baik. Berdasarkan kriteria perolehan pada silabus dan RPP, maka perangkat pembelajaran layak untuk digunakan dalam penelitian. Peneliti melakukan perbaikan pada perangkat pembelajaran sesuai dengan komentar dan masukan dari ahli (dosen, kepala sekolah, dan guru). 2. Reliabilitas

Masidjo (2010:209) berpendapat bahwa reliabilitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Reliabilitas dinyatakan dengan koefisien reliabilitas, yaitu koefisien korelasi yang menunjukkan derajat hubungan antara dua hasil pengukuran yang diperoleh dari instrumen atau prosedur yang sama. Suatu tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau

berbagai pengukuran, artinya kapanpun alat tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama. Reliabilitas pada penelitian ini menggunakan cara empiris yaitu melalui ujicoba. Perangkat penelitian yang diuji yaitu soal evaluasi. Kriteria untuk menentukan tinggi rendahnya koefisien reliabilitas suatu tes ditentukan dengan kualifikasi reliabilitas pada tabel berikut.

Tabel 13. Kriteria Kualifikasi Reliabilitas Koefisien Korelasi Kualifikasi

0,91 – 1,00 Sangat Tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,20 Rendah Negatif – 0,20 Sangat Rendah

Masidjo (2010:209)

Penghitungan reliabilitas soal evaluasi untuk siklus I dan siklus II dengan menggunakan SPSS 20. Hasil penghitungan untuk masing-masing siklus dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 14. Hasil Penghitungan Reliabilitas Siklus I Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,922 18

Tabel 15. Hasil Penghitungan Reliabilitas Siklus II Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,925 32

Hasil penghitungan untuk siklus I menunjukan angka 0,922 yang termasuk kriteria sangat tinggi. Pada soal siklus II menunjukkan angka 0,925 yang termasuk kriteria sangat tinggi. Hasil penghitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa soal layak digunakan untuk penelitian.

Dokumen terkait