BOX III : IDENTIFIKASI POTENSI KOMODITAS UNGGULAN KLASTER DI KOTA GORONTALO
BAB 7 : O UTLOOK PEREKONOMIAN
7. Validitas data
Upaya perbaikan database ekonomi mendesak dilakukan. Hal ini dalam mendukung analisis kebijakan tepat sasaran.
Bank Indonesia │Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo Triwulan IV-2009 49
Sementara itu faktor resiko turut membayangi optimisme pertumbuhan tahun 2009. Faktor resiko dimaksud ditampilkan dalam tabel berikut :
UPSIDE RISK DOWNSIDE RISK
• Realisasi kenaikan gaji pegawai dan UMP
• Dampak Elnino 2010 dapat diminimalisir oleh
teknologi pertanian yang dimiliki saat ini
• Peluang ACFTA 2010 dapat dimanfaatkan
• Kebijakan investasi mampu menarik investor
baru
• Kebijakan moneter ekspansif mendorong
pertumbuhan kredit
• Ketersediaan infrastruktur dan energi yang
mendukung investasi 2010.
• Koordinasi antar Provinsi & Kab/Kota berjalan
dengan baik
• Kondisi politik pasca pergantian Gubernur dan
pelaksanaan Pilkada kabupaten berjalan
kondusif.
• Permasalahan distribusi dan distorsi pasar dapat
diminimalisir
Validitas data semakin baik
Terhambatnya realisasi kenaikan gaji pegawai dan
UMP
Dampak Elnino 2010 kurang dapat diminimalisir
oleh teknologi pertanian yang dimiliki saat ini
ACFTA 2010 menjadi terkendala
Kebijakan investasi belum mampu menarik
investor baru
Kebijakan moneter kontraktif menekan laju
pertumbuhan kredit
Ketersediaan infrastruktur dan energi masih
terkendala
Koordinasi antar Provinsi & Kab/Kota belum
berjalan optimal
Kondisi politik pasca pergantian Gubernur dan
pelaksanaan Pilkada kabupaten tidak berjalan kondusif.
Permasalahan distribusi dan distorsi pasar masih
menjadi kendala
Validitas data masih memerlukan perbaikan
7.1.1 Outlook Triwulanan
Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2010 diperkirakan masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2009. Ekonomi Gorontalo diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,90-7,40% (y.o.y). Disisi sektoral produksi pertanian selama triwulan
I-2010 masih terpengaruh dampak lanjutan musim kering 2009 terkait kondisi pertanaman bulan September-November 2009 sehingga mempengaruhi produksi bulan Januari-Februari 2010. Disisi permintaan, konsumsi pemerintah dan ekspor diperkirakan melambat sementara konsumsi swasta diperkirakan mampu meredam sedikit perlambatan seiring dengan peningkatan UMP dan belanja pegawai pada awal bulan Januari 2010.
50 Bank Indonesia │Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo Triwulan IV-2009 Grafik 7.3 Perkiraan Perkembangan Kegiatan Usaha
Sumber : SKDU, Bank Indonesia
Hasil survei kegiatan dunia usaha pada triwulan IV-2009 mengindikasikan bahwa sektor dunia usaha masih optimis terjadi peningkatan pada triwulan I-2010 namun dengan magnitude yang lebih rendah dibandingkan kondisi triwulan I-2009. Pada sektor
pertanian, produksi jagung triwulan I-2010 masih terpengaruh oleh pertanaman benih bulan September-November 2009 dimana pada periode tersebut terjadi kekeringan di Gorontalo. Data sementara dari dinas pertanian menyebutkan bahwa produksi pertanian jagung pada
subround 1 tahun 2010 diperkirakan sebesar 241.650 ton, lebih rendah dibandingkan
realisasi produksi jagung subround 1 tahun 2009 sebesar 332.793 ton. Sementara itu perkiraan dinas pertanian untuk tanaman palawija (kacang tanah, kedelai, kacang hijau) dan pertanian padi diperkirakan meningkat pada triwulan I-2010.
Kinerja sektor angkutan khususnya sub sektor angkutan udara dan angkutan darat diperkirakan tumbuh optimis. Pada bulan Januari 2009 maskapai penerbangan Wings Air membuka rute penerbangan baru yang melayani Gorontalo – Manado – Denpasar dengan jadwal penerbangan setiap hari sehingga arus penumpang dari Gorontalo ke Manado atau sebaliknya diperkirakan akan semakin meningkat. Pada sub sektor angkutan darat, pengoperasian Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) untuk kawasan kota Gorontalo pada triwulan I-2010 diperkirakan akan meningkatkan arus penumpang transportasi darat dari dan menuju kota. Sementara itu jumlah hari libur pada triwulan I-2010 lebih banyak dibandingkan libur triwulan I-2009, kondisi ini menjadi salah satu moment pendorong kegiatan masyarakat dalam berwisata.
Disisi permintaan, kinerja konsumsi pemerintah dan ekspor diperkirakan masih melambat pada triwulan I-2010. Kinerja ekspor menurun seiring dengan produksi jagung
triwulan I-2010 yang belum membaik, sementara alternatif produk ekspor lain belum ada. Jagung masih menjadi komoditas utama dengan kontribusi sebesar 60% dari keseluruhan ekspor Gorontalo. Sementara itu kinerja konsumsi pemerintah diperkirakan melambat. Total pengeluaran belanja langsung pemerintah provinsi/kabupaten/kota mencapai Rp 1,3 Triliun, lebih rendah dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 1,45 Triliun.
Bank Indonesia │Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo Triwulan IV-2009 51
7.2
O
UTLOOK INFLASI
Optimisme perekonomian daerah yang didorong oleh kenaikan permintaan masyarakat mendorong inflasi triwulan I-2010 berkisar 2.5 – 4.5% (y.o.y).
Grafik 7.4 Proyeksi Inflasi Tahunan (y.o.y) Provinsi Gorontalo (%)2
Meningkatnya pendapatan masyarakat mendorong tekanan harga pada triwulan I-2010. Rencana kebijakan kenaikan harga UMP dan peningkatan gaji pegawai negeri akan
memperkuat daya beli masyarakat. Sementara, penggunaan kapasitas produksi yang belum optimal (output gap positif) mendorong tekanan inflasi ke depan. Ancaman melemahnya sisi produksi ditengah Badai El-Nino juga patut mendapat perhatian. Kurangnya produksi dapat menyurutkan pasokan kebutuhan masyarakat sehingga harga akan meningkat. Sedangkan pengaruh kebijakan penurunan harga BBM pada awal tahun 2009 diperkirakan masih mempengaruhi pelemahan tekanan harga terutama pada sub-kelompok transportasi.
Ekspektasi konsumsi diperkirakan masih cukup tinggi untuk mendorong kenaikan inflasi pada triwulan I-2010. Survei Konsumen menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen
ke depan menunjukkan optimisme yang tercermin dari IEK sebesar 151,29. Ekspektasi penghasilan 6 bulan yang akan datang berada pada level optimis dengan nilai indeks sebesar 150,83, sementara indeks ketersediaan lapangan kerja 6 bulan yang akan datang berada pada posisi optimis sebesar 155,08. Sedangkan indeks kondisi ekonomi 6 bulan yang akan
datang berada pada posisi optimis sebesar 147,96. 3
2
Sumber data diperoleh dari BPS Provinsi Gorontalo, diolah dengan metode ARIMA Airline Model adjusted with oil price shock.
3
Indeks = 100 menunjukkan responden mengekspektasikan harga akan tetap/stabil, indeks > 100 menunjukkan responden mengekspektasikan harga akan meningkat, dan indeks < 100 menunjukkan responden mengekspektasikan harga menurun
.02 .04 .06 .08 .10 .12 .14 07:01 07:07 08:01 08:07 09:01 09:07 10:01 INFLASI_YOY
Grafik 7.5 : Indeks Ekspektasi Konsumen Provinsi Gorontalo Sumber: Proyeksi KBI Gorontalo
52 Bank Indonesia │Kajian Ekonomi Regional Provinsi Gorontalo Triwulan IV-2009
7.3
P
ROSPEK PERBANKAN
Jumlah tabungan diperkirakan meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat pada triwulan-I 2010. Meningkatnya pendapatan akan berdampak pada
peningkatan jumlah tabungan masyarakat. Sementara, Perbankan Gorontalo diperkirakan terus meningkatkan kinerjanya terutama dalam menghimpun dana pihak ketiga. Hasil Survei Konsumen pada Desember 2009 menunjukkan adanya optimisme pada peningkatan jumlah tabungan 6 bulan yang akan datang, ditunjukkan dengan kenaikan indeks sebesar 23.16 poin dibandingkan periode survei sebelumnya.
Hasil identifikasi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2010 menunjukkan bahwa Perbankan Gorontalo optimis untuk terus meningkatkan penyaluran kreditnya hingga 15 – 30%.
Sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor bangunan dan konsumsi masih menjadi fokus utama dalam protofolio kredit di Gorontalo. Adapun strategi penyaluran kredit kedepan adalah memperkuat analisa perbankan yang meliputi character, capacity, capital,
collateral, dan condition of economy (5C). Dengan penerapan 5C yang lebih baik
diharapakan terjadi peningkatan kuantitas dan kualitas kredit di Gorontalo.
Grafik 7.6: Indeks Perkiraan Suku Bunga (Perbankan) Tabungan dan Ekspektasi Tabungan 6 Bulan Kedepan