• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum

4.3 Uji Kualitas Data

4.3.1 Uji Validitas

Pengujian validitas instrumen dengan menggunakan software SPSS versi 21 statistik, nilai validitas dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. Jika angka korelasi yang diperoleh lebih besar dari pada angka kritik (r-hitung >r-tabel) maka butir pertanyaan tersebut dikatakan valid. Berdasarkan hasil uji validitas dapat disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan untuk mengukur masing-masing variabel penelitian dinyatakan valid. Hal ini dapat dilihat bahwa r-hitung lebih besar dari r-tabel, dimana nilai r-tabel untuk sampel sebanyak 54 responden adalah 0.2681.

Tabel 4.5

Hasil Uji Validitas Variabel Kebijakan Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja

Item r-hitung r-tabel Keterangan

8 0.794 0.2681 Valid

9 0.593 0.2681 Valid

10 0.668 0.2681 Valid

11 0.640 0.2681 Valid

12 0.370 0.2681 Valid

13 0.794 0.2681 Valid

14 0.395 0.2681 Valid

15 0.366 0.2681 Valid

16 0,640 0.2681 Valid

Sumber : Data primer yang diolah SPSS, 2018

Berdasarkan hasik Tabel 4.5 hasil koefisien korelasi setiap pertanyaan dalam variabel kebijakan penyusunan anggaran berbasis kinerja lebih besar dari nilai r-tabel 0,2681 sehingga semua butir pertanyaan dalam kuesioner kebijakan penyusunan anggaran berbasis kinerja dinyatakan valid.

Tabel 4.6

Hasil Uji Validitas Variabel Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja

Item r-hitung r-tabel Keterangan

17 0.329 0.2681 Valid

18 0.372 0.2681 Valid

19 0.626 0.2681 Valid

20 0.628 0.2681 Valid

21 0.516 0.2681 Valid

22 0.516 0.2681 Valid

23 0.658 0.2681 Valid

24 0.615 0.2681 Valid

Sumber : Data primer yang diolah SPSS, 2018

Berdasarkan hasik Tabel 4.6 hasil koefisien korelasi setiap pertanyaan dalam variabel penerapan anggaran berbasis kinerja lebih besar dari nilai r-tabel 0,2681 sehingga semua butir pertanyaan dalam kuesioner penerapan anggaran berbasis kinerja dinyatakan valid.

Tabel 4.7

Hasil Uji Validitas Variabel Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Item r-hitung r-tabel Keterangan

1 0.712 0.2681 Valid

2 0.766 0.2681 Valid

3 0.448 0.2681 Valid

4 0.766 0.2681 Valid

5 0.621 0.2681 Valid

6 0.603 0.2681 Valid

7 0.712 0.2681 Valid

Sumber : Data primer yang diolah SPSS, 2018

Berdasarkan hasik Tabel 4.7 hasil koefisien korelasi setiap pertanyaan dalam variabel akuntabilitas kinerja lebih besar dari nilai r-tabel 0,2681 sehingga semua butir pertanyaan dalam kuesioner akuntabilitas kinerja dinyatakan valid.

4.3.2 Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini untuk menunjukkan tingkat reliabilitas konsistensi internal teknik yang digunakan adalah dengan mengukur koefisien Cronbach’s Alpha. Suatu pertanyaan dapat dikategorikan reliabel jika nilai alpha lebih besar dari 0,60 (Ghozali, 2011:48). Berikut ini hasil uji reliabilitas kebijakan penyusunan anggaran berbasis kinerja, penerapan anggaran berbasis kinerja, dan akuntabilitas kinerja.

Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel alpha

cronbach’s

Batas Reliabilitas

Keterangan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Y) 0.764 0.6 Reliabel Kebijakan Penyusunan Anggaran Berbasis

Kinerja (X1)

0.716 0.6 Reliabel

Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja (X2) 0.741 0.6 Reliabel Sumber : Data Primer diolah SPSS, 2018

Hasil pengujian data menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alpha semua variable lebih besar dari 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa data penelitian dinyatakan reliabel.

4.4 Uji Asumsi Klasik

Uji Asumsi Klasik dilakukan untuk memastikan bahwa dalam penelitian ini tidak terdapat multikolinearitas dan heteroskedastisitas, serta

data yang dihasilkan memiliki distribusi normal. Apabila tidak dijumpai adanya multikolinearitas dan heteroskedastisitas, maka asumsi klasik telah terpenuhi.

4.4.1 Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji One Sample Smirnov Test. Penulis memilih One Sample Kolmogorov-Smirnov karena hasil dari uji ini lebih relevan daripada melakukan uji grafik. Dalam uji One Sample Kolmogorov-Smirnov, suatu data dikatakan memiliki distribusi normal jika nilai signifikansi atau nilai Asymp. Sig (2-tailed) lebih besar dari 0,05.

Tabel 4.9

Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov

Sumber : Data primer yang diolah SPSS, 2018

Tabel 4.9 menunjukkan bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,969 yang jauh lebih besar dari 0,05. Untuk mendukung

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual

N 54

Normal Parametersa,b

Mean ,0000000

Std.

Deviation

2,502402 60

Most Extreme Differences

Absolute ,067

Positive ,064

Negative -,067

Kolmogorov-Smirnov Z ,491

Asymp. Sig. (2-tailed) ,969

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

hasil uji normalitas secara statistik, maka peneliti juga mencantumkan hasil uji normalitas secara grafik sebagai berikut:

Gambar 4.1 Histogram

Gambar 4.2 Kurva P-P Plot

Dari hasil grafik histogram menunjukkan bahwa data berdistribusi normal karena distribusi sedikit melenceng ke kanan dan persebaran chart pada histogram mengikuti garis normal. Berdasarkan pada gambar kurva P-P Plot menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai dalam penelitian

ini karena pada grafik normal plot terlihat titik – titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal sehingga memenuhi asumsi normalitas.

4.4.2 Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui hubungan yang bermakna (korelasi) antara setiap variabel bebas dalam suatu model regresi. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Multikololinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance/

Variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance> 0.1/VIF kurang dari 10, maka dapat dikatakan model telah bebas dari masalah multikololiearitas. Hasil dari uji multikololinearitas yang menunjukkan bahwa model uji tidak terdeteksi kasus multikololinearitas dapat dilihat pada Tabel 4.11 berikut:

Tabel 4.10

Hasil Uji Multikolinearitas

Collinearity Statistics

Tolerance VIF

Coefficientsa

,300 3,329

,300 3,329

a. Dependent Variable: AK

Sumber : Data primer yang diolah SPSS, 2018 Dari tabel di atas diketahui Hasil uji multikolinearitas dari masing – masing variabel independen menunjukan nilai variance Inflation Factor (VIF) memiliki nilai tidak lebih dari 10, begitu juga apabila ditinjau dari nilai Tolenrace memiliki nilai tidak kurang dari 0,1. Jadi dapat

dikatakan bahwa masing-masing dari variabel independen terbebas dari multikolinearitas dalam model regresi.

4.4.3 Uji Heteroskedastisitas

Pengujian asumsi heteroskedastisitas menyimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Dengan kata lain terjadi kesamaan varian dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Kesimpulan ini diperoleh dengan melihat penyebaran titik-titik yang menyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y . Hasil pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 4.3 Grafik Scatterplot

Sumber : Data primer yang diolah SPSS, 2018

Berdasarkan gambar 4.3 di atas grafik Scatterplot menunjukkan bahwa data tersebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y dan tidak terdapat suatu pola yang jelas pada

penyebaran data tersebut. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi penelitian ini layak digunakan untuk memprediksi akuntabilitas kinerja berdasarkan variabel yang mempengaruhinya, yaitu kebijakan penyusunan anggaran berbasis kinerja dan penerapan anggaran berbasis kinerja.

Dokumen terkait