• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Teknik Pengujian Instrumen

1. Validitas

Validitas merupakan suatu derajat ketepatan atau alat ukur instrumen (Arifin, 2011: 245). Daryanto (2014: 186) mengungkapkan suatu tes dikatakan valid apabila tes dapat mengukur apa yang seharusnya diukur secara tepat. Menurut Arifin (2011: 246) validitas

ada tiga macam, yaitu (1) validasi isi (2) validasi konstruk, dan (3) validasi empiris.

Sudjiono (2011: 164) menjelaskan bahwa validasi isi dapat dilihat dari segi isinya sendiri sebagai alat ukur hasil kerja yaitu untuk mengetahui sejauh mana tes sebagai alat ukur siswa dan isinya mewakili keseluruhan materi.

Validasi konstruk merupakan tes hasil belajar yang menganalisis dengan jelas terkait pencocokan antar aspek yang dikehendaki dalam mengungkapkan tujuan instruksional (Sugiyono, 2011: 167). Validasi konstruk merupakan pertanyaan sampai tes yang dapat mewakili perilaku siswa yang akan diukur dari tes tersebut. Validitas konstruk dapat digunakan dalam mengukur motivasi, sikap, dan minat.

Validasi empiris merupakan validasi menggunakan teknik statistik berupa analisis korelasi (Arifin, Zainal, 2019: 105). Validasi empiris memiliki kriteria yang harus relevan dengan indikator yang akan diukur. Berikut pedoman penskoran validasi:

Tabel 3.15 Pedoman Penskoran Validasi

Skor Kualifikasi 1 Sangat kurang 2 Kurang 3 Cukup 4 Baik 5 Sangat Baik

Berdasarkan data 3.15 diketahui bahwa validator memberikan skor 5 apa bila instrumen penelitian yang dibuat sangat baik, jika instrumen penelitian baik maka validator memberikan skor 4, instrumen penelitian dalam kategori cukup maka validator memberikan skor 3, skor 2 diberikan oleh validator jika instrumen penelitian dinilai kurang, dan kualifikasi instrumen penelitian memperoleh skor 1 maka instrumen tersebut dinilai sangat kurang.

Instrumen dan perangkat pembelajaran yang telah di validasi oleh ahli (dosen dan guru kelas) kemudia direkap untuk dihitung skor rata-rata dan dikategorikan sesuai dengan kriteria kelayakan berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) II. Berikut tabel PAP II menurut Masidjo (1995: 157):

Tabel 3.16 Kriteria Validitas Penelitian

No. Rentang Nilai Kategori

1. 81-100 Sangat Layak

2. 66-80 Layak

3. 56-65 Cukup Layak

4. 46-55 Kurang Layak

5. 0-45 Sangat Kurang Layak

Berdasarkan tabel 3.16 lembar validasi yang telah diberi skor oleh validator kemudian dihitung skor rata-ratanya dan dikategorikan sesuai dengan kriteria validitas penelitian.

a. Validasi Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran yang divalidasi yaitu silabus dan RPP. Validasi ini dilakukan dengan mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada ahli yaitu dosen dan dua guru kelas V di SD Kanisius Ganjuran. Hasil dari ketiga ahli kemudian dikategorikan sesuai dengan PAP II. Berikut hasil dari validasi perangkat pembelajaran:

Tabel 3.17 Hasil Perhitungan Validasi Silabus

No. Ahli Skor

Siklus I Siklus II

1. Dosen 93,3 93,3

2. Guru 1 82,2 82,2

3. Guru 2 82,2 82,2

Rata-rata 85,9 85,9

Hasil dari tabel 3.17 menunjukkan bahwa rata-rata silabus siklus I memperoleh nilai 85,9 dan rata-rata silabus siklus II memperoleh nilai 85,9. Berdasarkan hasil perhitungan silabus 3.15 menyatakan bahwa hasil siklus I dan siklus II masuk ke dalam kategori sangat layak. Peneliti dalam melaksanakan penelitian juga

mengkonsultasikannya kepada ahli untuk validasi RPP. Berikut hasil validasi RPP.

Tabel 3.18 Hasil Perhitungan Validasi RPP

No. Ahli Skor

Siklus I Siklus II

1. Dosen 96 96

2. Guru 1 81,3 81,3

3. Guru 2 81,3 81,3

Rata-rata 86,2 86,2

Hasil dari tabel 3.18 menunjukkan bahwa rata-rata RPP siklus I memperoleh nilai 86,2 dan rata-rata RPP siklus II memperoleh nilai 86,2. Berdasarkan hasil perhitungan RPP 3.16 menyatakan bahwa hasil siklus I dan siklus II masuk ke dalam kategori sangat layak, maka peneliti dapat menggunakan perangkat pembelajaran tersebut dalam penelitian.

b. Validasi Instrumen Wawancara

Validasi instrumen wawancara dilakukan oleh ahli yaitu dosen dan 2 guru kelas V. Validasi ini terlebih dahulu dikonsultasikan mengenai komponen pertanyaan yang ada terkait dengan variabel keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Berikut hasil validasi instrumen wawancara:

Tabel 3.19 Hasil Perhitungan Validasi Instrumen Wawancara

No. Ahli Nilai Variabel

Komunikasi Kolaborasi

1. Dosen 95 95

2. Guru 1 80 80

3. Guru 2 80 80

Rata-rata 85 85

Hasil validasi pada tabel 3.19 menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan komunikasi 85 termasuk ke dalam kategori sangat layak dan kolaborasi memperoleh skor 85 termasuk ke dalam kategori sangat layak.

Validasi instrumen observasi dilakukan oleh ahli yaitu dosen dan 2 guru kelas V. Validasi ini terlebih dahulu dikonsultasikan mengenai komponen yang ada terkait dengan variabel keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Berikut hasil validasi instrumen observasi:

Tabel 3.20 Hasil Perhitungan Instrumen Observasi

No. Ahli Nilai Variabel

Komunikasi Kolaborasi

1. Dosen 95 95

2. Guru 1 80 80

3. Guru 2 80 80

Rata-rata 85 85

Hasil validasi pada tabel 3.20 menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan komunikasi 85 termasuk ke dalam kategori sangat layak dan kolaborasi memperoleh skor 85 termasuk ke dalam kategori sangat layak.

d. Validasi Soal Evaluasi

Tabel 3.21 Hasil Validasi Soal Evaluasi Pilihan Ganda Siklus I

Variabel No

Soal Rhitung Rtabel Keterangan

Komunikasi 1 1 0,404 Valid 2 0,596 0,404 Valid Kolaborasi 3 0,652 0,404 Valid 4 0,321 0,404 Tidak Valid 5 0,596 0,404 Valid 6 0,574 0,404 Valid 7 0,178 0,404 Tidak Valid Komunikasi 8 0,747 0,404 Valid 9 0,747 0,404 Valid 10 0,596 0,404 Valid 11 0,238 0,404 Tidak Valid

Kolaborasi 12 0,178 0,404 Tidak Valid

13 0,652 0,404 Valid

14 0,122 0,404 Tidak Valid

15 0,652 0,404 Valid

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi dan kolaborasi siklus I dari 15 soal yang dinyatakan valid sebanyak 10 soal dengan mewakili setiap indikator di bawah ini:

Tabel 3.22 Hasil Soal yang Valid

Variabel Indikator Variabel Indikator Soal

Keterampilan Komunikasi

Menggunakan grafik, tabel, dan simbol tertentu untuk menyajikan informasi

Menganalisis kasus dalam bentuk grafik, tabel, atau simbol terkait sistem pernapasan manusia. Memilih alat komunikasi

yang sesuai agar temuannya dapat dimengerti oleh orang lain

Mempresentasikan hasil diskusi terkait kasus sistem pernapasan manusia dalam bentuk tulisan atau lisan. Memilih informasi yang

relevan dari data sekunder seperti buku, film, database

Menemukan sumber informasi terkait kasus sistem

pernapasan manusia. Keterampilan

Kolaborasi

Menerima penghargaan, kritik, dan saran

Mengomentari hasil penemuan terkait sistem pernapasan manusia. Fleksibel dalam bekerja

sama

Menemukan alasan terkait kasus sistem pernapasan manusia.

Selalu berkompromi dengan tim untuk menyelesaikan masalah

Menemukan alasan atas dugaan penyebab gangguan pada proses pernapasan manusia dalam sebuah teori. Menemukan

kesesuaian/kesetaraan antara alasan dan peristiwa atas dugaan penyebab gangguan pada proses pernapasan manusia.

Tabel 3.23 Hasil Validasi Soal Evaluasi Pilihan Ganda Siklus II

Variabel No

Soal Rhitung Rtabel Keterangan

Komunikasi 1 1 0,404 Valid 2 0,596 0,404 Valid 3 0,000 0,404 Tidak Valid 4 0,596 0,404 Valid 5 0,596 0,404 Valid Kolaborasi 6 0,596 0,404 Valid 7 0,596 0,404 Valid 8 0,596 0,404 Valid 9 0,200 0,404 Tidak Valid 10 0,596 0,404 Valid

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi dan kolaborasi siklus II dari 10 soal yang dinyatakan valid sebanyak 8 soal dengan mewakili setiap indikator di bawah ini:

Variabel Indikator Variabel Indikator Soal

Keterampilan Komunikasi

Mengemukakan, menulis, ide-ide dasar dari hasil temuan/pengamatan

Menganalisis contoh kasus pada sistem pernapasan manusia

Menggunakan grafik, tabel, dan simbol tertentu untuk menyajikan informasi

Menganalisis kasus dalam bentuk grafik, tabel, atau simbol terkait sistem pernapasan manusia.

Memilih alat komunikasi yang sesuai agar temuannya dapat dimengerti oleh orang lain

Mempresentasikan hasil diskusi terkait kasus sistem pernapasan manusia dalam bentuk tulisan atau lisan. Memilih informasi yang relevan

dari data sekunder seperti buku, film, database

Menemukan sumber informasi terkait kasus sistem pernapasan manusia.

Keterampilan Kolaborasi

Menggabungkan umpan balik dengan efektif atau menerima keputusan bersama

Menjelaskan cara memelihara kesehatan organ pernapasan manusia. Menerima penghargaan, kritik,

dan saran

Mengomentari hasil penemuan terkait sistem pernapasan manusia. Memahami, merundingkan,

memperhitungkan perbedaan pandangan untuk mencapai pemecahan masalah, terkhusus pada lingkungan multi-culturals

Merumuskan hipotesis penyebab gangguan sistem pernapasan manusia dan cara mengatasinya.

Selalu berkompromi dengan tim untuk menyelesaikan masalah

Menemukan alasan atas dugaan penyebab gangguan pada proses pernapasan manusia dalam sebuah teori.

Menemukan

kesesuaian/kesetaraan antara alasan dan peristiwa atas dugaan penyebab gangguan pada proses pernapasan manusia

Dokumen terkait