BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.6 Pembahasan
4.6.2 Variabel Current Ratio (CR)
CR yang rendah akan menyebabkan terjadinya penurunan harga pasar dari harga saham yang bersangkutan. Sedangkan CR yang tinggi dapat disebabkan adanya piutang yang tidak tertagih dan persediaan yang belum terjual, yang tentunya tidak dapat digunakan secara cepat untuk membayar hutang. Disisi lain perusahaan yang memiliki aktiva lancar yang tinggi akan lebih cenderung memiliki aset lainnya yang dapat dicairkan sewaktu waktu tanpa mengalami penurunan nilai pasarnya (menjual efek). Investor lebih menyukai untuk membeli saham saham perusahaan dengan nilai aktiva lancar yang tinggi dibandingkan perusahaan yang memiliki aktiva lancar yang rendah.
Berdasarkan penelitian variabel CR diperoleh hasil secara parsial memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap return saham pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien dari CR adalah 0,142, yakni bernilai positif, yang berarti CR berpengaruh positif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari CR 0,4967 > 0,05, maka CR tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil pengujian ini berbeda dengan penelitian Sinaga (2013) yang menyatakan bahwa CR berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
Dan hasil Thamrin (2012) menyatakan bahwa DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
4.6.3 Earning per Share (EPS)
EPS adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberikan perusahaan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham (Fahmi, 2012:97) EPS yang lebih tinggi akan menggambarkan prospek perusahaan lebih baik, dengan kata lain bahwa semakin tinggi nilai EPS suatu perusahaan maka semakin baik kinerja perusahaan tersebut. Oleh karena itu para investor akan lebih tertarik untuk berinvestasi diperusahaan yang mempunyai EPS yang lebih tinggi. Apabila EPS suatu perusahaan dinilai tinggi oleh investor, maka hal ini akan menyebabkan harga saham perusahaan tersebut cenderung bergerak naik atau meningkat. Dengan meningkatnya harga saham, maka return saham yang diperoleh investor juga akan semakin meningkat.
Berdasarkan penelitian variabel CR diperoleh hasil secara parsial memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Hal ini dapat dilihat nilai koefisien dari EPS adalah -0,064, yakni bernilai negatif, yang berarti EPS berpengaruh negatif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari EPS 0,1635 > 0,05, maka EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil pengujian ini berbeda dengan penelitian Putra (2011) yang menyatakan bahwa EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
4.6.4 Variabel Return On Equity (ROE)
Return on Equity (ROE) adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perushaaan (Syahyunan, 2015:106). Dan return on Equity (ROE) yang tinggi mencerminkan tingkat keefisien perusahaan dalam menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi perusahaan itu sendiri dan juga bagi pemegang saham.
Berdasarkan penelitian variabel ROE diperoleh hasil secara parsial memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Hal ini dapat dilihat nilai koefisien dari ROE adalah -0,033, yakni bernilai negatif, yang berarti ROE berpengaruh negatif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari ROE 0,7080 > 0,05, maka ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil pengujian ini berbeda dengan penelitian Tarigan (2015) yang menyatakan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Dan hasil Sitepu (2014) menyatakan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
4.6.5 Variabel Ukuran Perusahaan (Size)
Ukuran perusahaan (size) digunakan untuk mengetahui besar atau kecilnya perusahaan yang diukur dengan total aktiva perusahaan dengan menggunakan perhitungan nilai logaritma natural total aktiva perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan (size) menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata tingkat penjualan dan rata-rata total aktiva. Perusahaan yang berskala besar akan lebih mudah memperoleh pinjaman
dibandingkan dengan perusahaan kecil. Perusahaan yang besar memiliki pertumbuhan yang relatif lebih besar dibandingkan perusahaan kecil, sehingga tingkat pengembalian (return) saham perusahaan besar lebih besar dibandingkan return saham pada perusahaan berskala kecil. Oleh karena itu, investor akan lebih berspekulasi untuk perusahaan besar dengan harapan keuntungan (return) yang besar pula (Solechan, 2009).
Berdasarkan penelitian variabel Size diperoleh hasil secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Nilai koefisien dari size adalah 1,204, yakni bernilai positif, yang berarti size berpengaruh positif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari size 0,0051 <
0,05, maka size berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil pengujian ini berbeda dengan penelitian Sinaga (2013) yang menyatakan bahwa Size berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh DER, CR, EPS, ROE, dan Size terhadap return saham perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dimana setelah dilakukan pemilihan model data panel maka dipilih model data panel random effect model (REM). Dari hasil pengujian model REM tersebut maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. DER, CR, EPS, ROE, dan size, secara simultan, berpengaruh signifikan terhadap variabel return saham perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2015.
2. Secara parsial penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut :
a. Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap return saham. perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2015.
b. Current Ratio (CR) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap return saham perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2015.
c. Earning Per Share (EPS) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2015.
d. Return on Equity (ROE) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2015.
e. Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2015.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari penelitian ini adalah:
1. Peneliti sebaiknya melakukan penelitian tidak hanya terbatas pada perusahaan sektor industri barang konsumsi tetapi juga perusahaan-perusahaan lainnya.
2. Perusahaan-perusahaan sektor industri barang konsumsi sebaiknya lebih memperhatikan nilai DER, CR, EPS, ROE, dan Size dalam memprediksi return saham perusahaan yang bersangkutan.
3. Para investor dan calon investor sebaiknya lebih memperhatikan size dalam memprediksi return perusahaan yang bersangkutan. Karena berdasarkan hasil penelitian, semakin tinggi size sebuah perusaahaan maka return yang dihasilkan juga semakin meningkat.
4. Peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan rasio keuangan yang akan diteliti serta menambahkan faktor-faktor diluar variabel seperti kondisi ekonomi, agar hasil yang diperoleh lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA BUKU:
Affianda, Ade. 2015. “Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan dalam Index LQ-45 Tahun 2010-2013”. Skripsi Ekonomika dan Bisnis. Universitas Diponegoro. Semarang
Ajija, Schochrul R., Dyah W. Sari, Rahmat H. Setianto, dan Martha R. Primanti, 2011. Cara Cerdas Menguasai Eviews, Salemba Empat, Jakarta.
Bodie, Zvi, Kane, Alex. & Marcus, Alan J. 2005. Investmens. 6 Th Edition. New York:Mc Graw Hill
Erlina, 2011. Metodologi Penelitian. Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT),Medan.
Fahmi, Irham, 2012. Analisis Investasi dalam Prespektif Ekonomi dan Politik. PT Refika Aditama, Bandung.
Ghozali, Imam, 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Badan Penerbit
Universitas Diponegoro, Semarang.
Halim, Abdul, 2005. Analisis Investasi. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Husnan, Suad. 2000. Manajemen Keuangan Teori dan Terapan (Keputusan Jangka Panjang). Buku I . Edisi Keempat, Yogyakarta: BPFE
Jogiyanto, 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi ketiga. BPPE.
Universitas Gaja Mada. Yogyakarta.
Munawir, S, 2007. Analisis Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta.
Samsul, Muhammad. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Sangadji et al. 2010. Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis Dalam Penelitian.
Penerbit Andi. Yogyakarta.
Sartono, R.Agus. 2008. Manajemen Keuangan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE
Subramanyam. 2010. Analisa Laporan Keuangan, Edisi Kesepuluh. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Sunyoto, Danang, 2013, Dasar – Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan. Center of Academic Publishing Service, Yogyakarta.
Syahyunan, 2015. Manajemen Keuangan (Perencanaan, Analisis, dan Pengendalian Keuangan). USU Press, Medan.
Syamsuddin, Lukman, 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan. Konsep Aplikasi DalamPerencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan (Edisi Baru).
PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Tandelilin, Dr. Eduardus, 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.
Tjiptono, Darmadji, dan M Hendy. Fakhruddin. 2001. Pasar Modal di Indonesia.
Jakarta. Salemba Empat.
JURNAL:
Arista, Desy, 2012.”Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham (Kasus Pada Perusahaan Manufaktur yang Go Public di BEI Periode Tahun 2005-2009)”, Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan. Vol.3. Nomor 1.
Mardiana, 2005. “Analisis Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Metal yang Go Public di Bursa Efek Jakarta”, Jurnal Ilmiah Bidang Management dan Akuntansi, Vol.2, No. 2, pp. 149-169.
Haryanto, Sugeng, 2014. “Determinan Permodalan Bank Melalui Profitabilitas, Risiko, Ukuran Perusahaan, Efisiensi, dan Struktur Aktiva”, Vol.19, No.1, pp.133.
Heikal, Mohd and Muammar Khaddafi, 2014.”Influence Analysis of Return on Assets (ROA, Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Debt To Equity Ratio (DER), and Current Ratio (CR), Against Corporate Profit Growth In Automotive In Indonesia Stock Exchange”, International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences. Vol.14.No.1
Murtanto dan Harkivent. 2000. “Analisis Pengaruh Infromasi Laba”, Jurnal Ekonomi, Vol.6 No.3, hal. 992-1021.
Seftianne dan Ratih Handayani, 2011. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur”, Jurnal Bisnis dan Akuntansi April 2011, Vol.13, No.1, pp. 39-56.
Sugiarto, Agung. 2010. Analisa Pengaruh Beta, Size Perusahaan, DER, dan PBV Ratio Terhadap Return Saham. Jurnal Dinamika Akuntansi (JDA) Vol.3(1).
PP.8-14/ISSN: 2085-4277. Universitas Negeri Semarang.
Susilowati, Yeye, 2011. “Reaksi Signal Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas Terhadap Return Saham Perusahaan”, Dinamika Keuangan dan Perbankan.
Vol.3.No.1 SKRIPSI:
Prastowo, Guntur Widi, 2012. “Analisis Pengaruh Current Ratio, ROA, ROE, PBV, DER Terhadap Return Saham (Study Kasus Pada Perusahaan Manufaktur di BEI 2008 – 2011)”. Skripsi Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
Putra, Ferriza Rizky, 2011. “Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan: ROA, ROE, Pertumbuhan Laba dan EPS Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di BEI”. Skripsi Akuntansi.
Universitas Sumatera Utara. Medan.
Roni Herianto, Harianja, 2013. “Pengaruh Price Earning Ratio, Price To Book Value, Dan Earning Per Share Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdapat Di Bursa Efek Indonesia”. Skripsi Akuntansi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sinaga, Annisa Nauli, 2013. “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Dengan Kebijakan Deviden Sebagai Moderating Variabel Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia”. Tesis Akuntansi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sitepu, Taufik Rahzen, 2014. “Pengaruh EPS, ROE, dan DER Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI”. Skripsi Akuntansi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Tarigan, Frengki, 2015. “Pengaruh ROA, ROE, dan EPS Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Otomotif dan Komponen Yang Terdaftar Di BEI”. Skripsi Akuntansi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Wira, Sari, 2008. “Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), EBIT/Total Debt dan Sales/Quick Ratio Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI”, Skripsi. Universitas Indonesia. Jakarta.
Yulris, Thamrin, 2012. “Analisis Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER)Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”. Skripsi Manajemen. Universitas Hasanuddin.
Makassar.
WEBSITE:
www.idx.co.id
www.finance.yahoo.com www.bi.go.id
www.sahamok.com www.google.com