METODE PENELITIAN
3.1 Variabel dan Definisi Operasional Tabel Variabel dan Defenisi Operasional
No Variabel Penelitian
Definisi
Operasional Alat Ukur Cara
Pengukuran dengan pemberian informasi stroke dan sugesti agama, latihan motorik halus dan motorik kasar, latihan duduk disisi tempat tidur, latihan berdiri disisi tempat tidur, latihan berjalan dengan bantuan dari tempat tidur, latihan berjalan mandiri dan latihan berpakaian pada pasien yang mengalami stroke di ruang Instalasi Rindu A (Stroke Corner, Rindu A, Paviliun) RSUP HAM untuk menilai kemampuannya dalam merawat diri selama 1 kali sehari setiap sesi 30 menit selama 3 hari dalam 1 minggu, Selama 6 minggu. stroke iskemik di di ruang Instalasi Rindu A (Stroke Corner, Rindu A, Paviliun) stroke RSUP HAM tentang perawatan diri sehari-hari.
Skor Responden Rasio
Metode Pengukuran Instrumen
Instrumen pengumpulan data terkait karakteristik responden yaitu umur, status pernikahan, pendidikan, jenis stroke, lama stroke, serangan stroke dan lembar observasi perawatan diri sehari-hari yaitu Barthel Index terdiri dari 10 item pertanyaan.
Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas data
Uji validitas merupakan standar ke validan (keabsahan instrumen).
Penelitian ini akan menggunakan validitas konten (content validity). Penilaian expert (tenaga ahli) penentu terhadap konten yang valid dinyatakan dengan Content Validity Index (CVI) (Polit & Beck, 2012). Penelitian ini menggunakan lembar observasi Barthel Index yang sudah baku dan reliabel. Kuesioner Barthel Index yang dibuat oleh Flowrence I. Mahoney dan Dorothea W. Barthel dengan hak Maryland State Medical Society (MedChi) sebagai pemegang hak cipta. Uji validitas Barthel Index pernah dilakukan di Indonesia oleh Iskandar Agung pada 100 responden dengan hasil ICC tiap butir pertanyaan sangat baik yakni lebih dari 0,75, kecuali pada pertanyaan mengontrol rangsang buang air besar mendapatkan hasil ICC 0,645 yang masuk kedalam kategori baik (Agung, 2006).
Uji reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan indikator prioritas dalam menentukan kualitas suatu instrument. Uji reliabilitas yang dipakai ialah internal consistency dimana uji ini dipakai sebagai uji coba satu kali, selanjutnya data dianalisis sesuai nilai
Cronbach alpha. Instrumen yang sudah valid selanjutnya dilakukan pilot study (Polit & Beck, 2012).
Metode Analisis Data Pengolahan Data
Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah melalui empat tahapan : Editing
Melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan, kejelasan dan relevansi daftar isian kuesioner perilaku merawat diri pasien stroke sesuai dengan kebutuhan penelitian. Semua tindakan dilapangan sehingga jika terjadi kesalahan data atau kosong maka perlu peninjauan ulang.
Coding
Aktivitas klarifikasi data, mencantumkan kode pada tiap-tiap kelompok pada data yang didapatkan dari sumber data yang telah dikoreksi. Semua data baik numerik maupun kategorik di dicantumkan dalam skor yang telah ditentukan peneliti.
Entry Data
Setelah pengkodean data dilakukan maka aktivitas selanjutnya melakukan entry data dari instrument penelitian perilaku merawat diri sehari-hari pasien stroke ke dalam komputer melalui program statistik.
Cleaning
Mengoreksi kembali data yang sudah di entry apakah ada yang salah atau tidak.
Analisa data Analisa univariat
Analisis univariat sebagai penjabaran tiap variabel penelitian. Lazimnya hasil analisis ini hanya memperoleh distribusi dan presentase dari tiap variabel. Setelah memperoleh data sekunder, kemudian data diolah atau dilakukan analisis secara deskriptif untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara obyektif yang dibuat dalam bentuk tabel di persentase serta diberikan keterangan.
Ukuran yang dipakai ialah nilai minimal, maksimal, rata-rata standar deviasi, distribusi frekwensi dan persentase. Analisis data univariat berfungsi untuk mendeskripsikan responden yang meliputi gender, usia, status pernikahan, pendidikan, jenis stroke, dan serangan stroke. Hasil analisis univariat berupa data kategorik dan numerik.
Analisis bivariat
Analisis bivariat dilakukan dengan uji komparatif (Uji beda) untuk menguji perawatan diri sehari-hari pasien stroke, uji beda dalam penelitian ini dilakukan dengan menguji perbedaan perawatan diri sehari-hari pasien stroke iskemik sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis efikasi diri yaitu uji paired t test karena data yang diperoleh berdistribusi normal.
Pertimbangan Etik
Pertimbangan etik terkait penelitian ini dilakukan melalui persetujuan dari komite etik penelitian kesehatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
Asas manfaat (beneficience)
Asas manfaat merupakan aspek yang paling menjadi tolak ukur, oleh karena itu peneliti harus menghindari segala macam resiko yang dapat berdampak negatif serta mengutamakan manfaat bagi responden penelitian (Polit & Beck, 2012).
Bebas dari kerugian dan ketidaknyamanan
Dalam penelitian, peneliti harus menghindari serta menghambat kerugian dan ketidaknyamanan baik fisik, emosional, sosial serta keuangan responden (Polit
& Beck, 2012). Sebelum melakukan penelitian, pertama peneliti meminta persetujuan (informed concent) pasien atau keluarga sebagai salah satu langkah peneliti untuk mencegah hal-hal yang dapat merugikan atau menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien.
Bebas dari eksploitasi
Responden yang terlibat pada saat berpartisipasi, member informasi serta data dari responden tidak menyebabkan kerugian dimasa depan (Polit & Beck, 2012). Peneliti memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga bahwa informasi dan data yang diberikan hanya untuk kepentingan penelitian dan hasil yang didapatkan digunakan untuk peningkatan kepentingan pelayanan kesehatan.
Asas menghargai hak asasi manusia (Respect for human dignity)
Asas menghargai hak asasi manusia meliputi hak untuk membuat keputusan dan hak untuk memperoleh informasi.
Hak untuk membuat keputusan (the right to self determination).
Responden dalam suatu penelitian ialah seseorang punya hak untuk menentukan aktifitas yang akan dilakukan dalam artian bahwa responden punya wewenang dalam memutuskan serta berhak menarik diri dari proses selama
penelitian berlangsung tanpa adanya rasa khawatir mendapatkan sanksi atau tuntutan hukum, bebas dari paksaan serta ancaman (Polit & Beck, 2012). Saat proses penelitian berlangsung, peneliti sangat mengapresiasi segala keputusan pasien yang dalam hal ini diwakilkan oleh keluarga sehingga pasien atau keluarga terlibat dalam penelitian secara sukarela.
Hak untuk memperoleh informasi (the right to full disclosure)
Dalam penelitian responden mempunyai hak dalam membuat suatu keputusan serta mendapatkan informasi terkait penelitian yang akan menjadi dasar penting dalam pembuatan surat persetujuan (Polit & Beck, 2012). Peneliti harus memberikan penjelasan tentang penelitian yang akan diikuti oleh pasien dan pasien atau keluarga diberikan kesempatan untuk bertanya serta memutuskan apakah pasien dapat terlibat dalam penelitian.
Asas keadilan (Justice)
Asas keadilan terdiri dari 2 bagian yaitu hak memperoleh keadilan dan hak untuk mendapatkan privasi.
Hak untuk mendapatkan tindakan yang adil (the right to fair treatment) Memilih responden sesuai kriteria sampel. Responden harus diperlakukan sama tidak boleh ada diskriminasi. Peneliti harus memahami segala perbedaan (Polit & Beck, 2012). Pada aplikasi penelitian kriteria sampel telah diidentifikasi terlebih dahulu sehingga pasien yang dipilih adalah pasien yang memang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan.
Hak untuk mendapatkan privasi (the right to privacy)
Dalam penelitian ini peneliti menghargai privasi pasien, untuk menjaga privasi tersebut pada lembar pengumpulan data pasien tidak perlu mencantumkan nama.
32