BAB III METODA PENELITIAN
3.3. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
3.3.2. Variabel Independen
Financial leverage adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan pendanaan untuk memaksimalkan laba pada setiap lembar saham biasa. Variabel
financial leverage disimbolkan dengan DAR. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi pengukuran variabel financial leverage adalah Debt to Total Assets
(DAR) yaitu dengan membagi total kewajiban dengan total aset perusahaan (Rizqia et al. 2013), dengan rumus:
DAR = Total KewajibanTotal Aset
3.3.2.2. Profitabilitas
Profitabilitas mencerminkan keefektifan manajemen dengan pengukuran berdasarkan pengembalian dari penjualan dan investasi. Variabel profitabilitas dalam penelitian ini diberikan simbol ROA. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi pengukuran variabel profitabilitas adalah Return on Assets (ROA) yang didapat dengan membagi laba bersih dengan total aset perusahaan (Rizqia et al. 2013), dengan rumus:
50
ROA = Laba bersih tahun berjalanTotal Aset
3.3.2.3. Investment Opportunity
Investment opportunity adalah keputusan investasi dalam bentuk sebuah kombinasi dari aset yang ditempatkan dan pilihan investasi di masa depan pada proyek yang dapat menghasilkan laba (Rizqia et al. 2013). Investment opportunity
diberikan simbol IOP. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi pengukuran variabel investment opportunity adalah pertumbuhan aset tetap dibagi dengan total aset (Alipudin dan Hidayat 2014), dengan rumus:
IOP = Nilai Buku Aset tetap t - Nilai Buku Aset tetap t-1 Total Aset
3.3.2.4. Kebijakan Dividen
Kebijakan dividen adalah pembuatan keputusan yang berhubungan dengan alokasi laba bersih yang berasal dari aktivitas operasi untuk disimpan sebagai laba ditahan atau didistribusikan oleh perusahaan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham. Variabel kebijakan dividen diberikan simbol DPR. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi pengukuran variabel kebijakan dividen adalah Dividend Payout Ratio (DPR) yaitu dividen per lembar saham dibagi laba per lembar saham (Rizqia et al. 2013), dengan rumus:
DPR = Dividen per Saham Laba per Saham it it
3.3.2.5. Likuiditas
Likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya (Rompas 2013). Likuiditas disimbolkan dengan CS. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi dalam pengukuran variabel likuiditas adalah Cash Ratio yaitu dengan membagi kas dan setara kas dengan kewajiban lancar (Kasmir 2016), dengan rumus:
CS = Kas dan Setara KasKewajiban Lancar
3.3.2.6. Struktur Modal
Struktur modal adalah perbandingan antara total kewajiban dengan total modal sendiri (ekuitas). Struktur modal diberikan simbol DER. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi dalam pengukuran variabel struktur modal adalah Debt to Equity Ratio (DER) yaitu dengan membagi total kewajiban dengan total ekuitas perusahaan (Irayanti dan Tumbel 2014), dengan rumus:
DER = Total KewajibanTotal Ekuitas
3.3.2.7. Laba per Saham
Laba per saham mengukur laba bersih yang diperoleh setiap lembar pemegang saham biasa. Laba per saham diberikan simbol EPS. (Weygandt et al.
2016). Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi pengukuran variabel laba per saham adalah Earnings per Share (EPS) yaitu dengan membagi laba bersih
52
yang tersedia untuk pemegang saham biasa dengan jumlah saham yang beredar (Irayanti dan Tumbel 2014), dengan rumus:
EPS = Jumlah Saham yang BeredarLaba Bersih
3.3.2.8. Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan menunjukkan perkembangan perusahaan dalam bisnis.
Ukuran perusahaan diberikan simbol SIZE. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi pengukuran variabel ukuran perusahaan adalah dengan rumus
ln total aset (Rizqia et al. 2013) dengan rumus: SIZE = ln Total Aset
3.3.2.9. Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan manajerial menggambarkan kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajemen perusahaan. Variabel kepemilikan manajerial diberikan simbol MOWN. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi pengukuran variabel kepemilikan manajerial adalah jumlah kepemilikan saham yang dimiliki komisaris dan direktur dibagi total saham biasa yang beredar (Rizqia et al. 2013), dengan rumus:
3.3.2.10. Dewan Komisaris Independen
Dewan komisaris independen menunjukkan pengawasan atas aktivitas, memberikan masukan kepada dewan direksi secara lebih efektif dan dapat meningkatkan kinerja manajemen. Dewan komisaris independen disimbolkan dengan DKI. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi pengukuran variabel dewan komisaris independen adalah dengan proporsi dari jumlah dewan komisaris independen di perusahaan (Debby et al 2014), dengan rumus:
DKI = Jumlah Dewan Komisaris Independen di Perusahaan
3.3.2.11. Komite Audit
Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris untuk mengawasi manajemem perusahaan. Komite audit disimbolkan dengan KA. Skala yang digunakan adalah rasio dengan proksi pengukuran variabel komite audit adalah dengan mengukur proporsi jumlah anggota komite audit (Debby et al
2014), dengan rumus:
54
Definisi operasional dalam penelitian ini disajikan dalam tabel 3.1 Definisi Operasional sebagai berikut:
Tabel 3.1 Definisi Operasional
No Konsep Variabel Variabel Pengukuran Skala 1 Nilai perusahaan adalah nilai
dari entitas bisnis untuk menjelaskan laba di masa depan yang tercermin dari harga saham perusahaan (Rizqia et al. 2013).
Nilai Perusahaan (FV)
((Nilai Buku Aset– Nilai Buku Ekuitas) + Nilai Pasar Ekuitas)/ Nilai Buku Aset).
(Benson 2006)
Rasio
2 Financial leverage adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban finansialnya yang terdiri dari kewajiban jangka panjang dan kewajiban jangka pendek (Utama dan Fidiana 2016). Financial Laverage (DAR) (Total Kewajiban/Total Aset). (Rizqia et al. 2013) Rasio 3 Profitabilitas mencerminkan keefektifan manajemen dengan pengukuran berdasarkan pengembalian dari penjualan dan investasi (Rizqia et al. 2013).
Profitabilitas (ROA)
(Laba Bersih Tahun Berjalan / Total Aset).
(Rizqia et al. 2013)
Rasio
4 Investment opportunity
adalah keputusan investasi dalam bentuk sebuah kombinasi dari aset yang ditempatkan dan pilihan investasi di masa depan pada proyek yang dapat menghasilkan laba (Rizqia et al. 2013).
Investment Opportunity (IOP)
((Nilai Buku Aset Tetap t - Nilai Buku Aset Tetap t-1)/ Total Aset).
(Alipudin dan Hidayat 2014)
Rasio
5 Kebijakan dividen adalah keputusan laba ditahan atau didistribusikan oleh perusahaan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham (Rizqia et al. 2013).
Kebijakan Dividen (DPR)
(Dividen per Lembar Saham / Laba per Lembar Saham)
(Rizqia et al. 2013)
No Konsep Variabel Variabel Pengukuran Skala 6 Likuiditas adalah rasio yang
digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya (Subramanyam 2014).
Likuiditas (CS)
(Kas dan Setara Kas / Kewajiban lancar) (Kasmir 2016)
Rasio
7 Struktur modal adalah perbandingan antara total hutang dengan total modal sendiri (ekuitas) (Irayanti dan Tumbel 2014). Struktur Modal (DER) (Total Kewajiban/ Total Ekuitas) (Irayanti dan Tumbel 2014) Rasio
8 Laba per saham mengukur laba bersih yang diperoleh setiap lembar pemegang saham biasa (Irayanti dan Tumbel 2014).
Laba per Saham (EPS)
(Laba Bersih / Jumlah Saham Yang Beredar) (Irayanti dan Tumbel 2014) Rasio 9 Ukuran perusahaan menunjukkan perkembangan perusahaan dalam bisnis (Rizqia et al. 2013). Ukuran Perusahaan (SIZE) lnTotal Aset (Rizqia et al. 2013) Rasio 10 Kepemilikan manajerial menggambarkan
kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajemen perusahaan (Rizqia et al.
2013). Kepemilikan Manajerial (MOWN) (Jumlah Kepemilikan Saham Yang Dimiliki Komisaris Dan Direktur / Jumlah Saham Yang Beredar) (Rizqia et al. 2013) Rasio 11 Dewan komisaris independen menunjukkan pengawasan atas aktivitas, memberikan masukan kepada dewan direksi secara lebih efektif dan dapat meningkatkan kinerja manajemen (Debby et al 2014). Dewan Komisaris Independen (DKI) Jumlah Dewan Komisaris Independen (Debby et al 2014) Rasio
12 Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris untuk mengawasi manajemem perusahaan (Debby et al 2014). Komite Audit (KA) Jumlah Anggota Komite Audit (Debby et al 2014) Rasio
56