BAB III METODELOGI PENELITIAN
B. Definisi Operasional Variabel Penelitian
2. Variabel Independen
Inttelectual Capital adalah pengetahuan (Knowladge) dan kemampuan (abality) yang dimiliki oleh suatu kolektivitas sosial, seperti sebuah organisasi komunitas intelektual, atau praktik profesional serta intellectual capital mewakili sumber daya yang bernilai tinggi dan berkemampuan untuk bertindak yang didasarkan pada pengetahuan.58 Modal intelektual dalam penelitian ini adalah Modal intelektual yang diukur berdasarkan pengukuran dari model value added yang diproksikan dari
physical capital (iB-VACA), human capital (IB-VAHU) dan
structural capital (IB-STVA). Kombinasi dari ketiga value added disimbolkan dengan nama iB-VAIC yang dikembangkan oleh Ulum. Formulasi dari perhitungan iB-VAIC adalah sebagai berikut:
iB-VAIC mengindikasikan kemampuan intelektual perbankan syariah yang merupakan penjumlahan dari iB-VACA, iB-VAHU dan iB-STVA. Rumus iB-VAIC adalah:
iB-VAIC™ = iB-VACA + IB-VAHU + iB-STVA Keterangan:
iB-VAIC™ = Value Added Intellectual Capital
iB-VACA = Value Added Capital Employed
58Moeheriono, “Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi‖, (Jakarta : Rajawali Pers, 2012), h. 305
iB-VAHU = Value Added Human Capital
iB-STVA = Value Added Structural Capital
Sebelum menghitung variabel intellectual capital secara keseluruhan, perlu dihitung mengenai nilai tambah atau iB-Value Added (iB-VA). Rumus yang digunakan, yaitu:
iB-VA = OUT – IN Keterangan;
OUT (output) : Total pendapatan
IN (input) : Beban usaha/operasional dan beban non operasional kecuali beban kepegawaian/ karyawan.
Metode iB-VAIC mengukur efisiensi tiga jenis input perusahaan: modal manusia, modal struktural serta modal fisik dan finansial, yaitu:
1. Value Added Capital Employed (iB-VACA).
iB-VACA adalah indikator untuk iB-VA yang diciptakan oleh satu unit dari human capital. Rasio ini menunj ukkan kontibusi yang dibuat oleh setiap unit dari CE terhadap value added perusahaan.
Keterangan:
iB-VACA :Value Added Capital Employed: rasiodariiB-VA terhadap CE
iB-VA :value added
CE :Capital Employed: dana yang tersedia (total ekuitas) 2. iB-Value Added Human Capital(iB-VAHU)
iB-VAHU menunjukkan berapa banyak iB-VA dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenagakerja. Rasio ini menunjukkan kontribusi yang dibuat oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam HC terhadap value added organisasi.
Keterangan :
iB-VAHU :Value added Human Capital: rasiodariiB-VA terhadap HC
iB-VA :Value added
HC :Human capital: beban karyawan 3. Structural Capital Value Added(iB-STVA)
Rasio ini mengukur jumlah SC yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu rupiah dari iB-VA dan merupakan indikasi bagaimana keberhasilan SC dalam penciptaan nilai.
Keterangan :
STVA : Structural Capital Value Added: rasio dari SC terhadap IB-VA
SC : Structural capital: IB-VA – HC IB-VA : Value Added
Untuk dapat dilakukan pemeringkatan terhadap sejumlah perbankan, hasil perhitungan iB-VAIC (untuk selanjutnya dapat disebut BPI) dapat diranking berdasarkan skor yang dimiliki. Sejauh ini, belum ada standar tentang skor kinerja IC tersebut, namun penelitian Ulum (2008) telah merumuskan untuk memberikan kategori dari hasil perhitungan VAIC, yaitu:
1. Top performers– skor VAICTMdi atas 3,00
2. Good performers– skor VAICTMantara 2,0 sampai 2,99 3. Common performers– skor VAICTMantara 1,5 sampai 1,99 4. Bad performers– skor VAICTMdi bawah 1,5
b. Good Corporate Governance (X2)
Kualitas penerapan GCG adalah sejauh mana Bank menjalankan peraturan dan ketetapan BI tentang GCG. Diukur dengan nilai komposit peringkat kualitas penerapan GCG bank berdasarkan kesesuaian pelaksanaan aspek GCG oleh bank dengan faktorfaktor penilaian yang telah ditetapkan Bank Indonesia dalam Surat Edaran BI No. 12/13/DPbS Tahun 2010 yang mencakup 70 indikator pada 11 faktor.
Untuk mengetahui kulitas penerapan GCG pada Bank Umum Syariah dilakukan Analisis Data. Analisis Data yang dilakukan ada 2 tahap yaitu:
1. Menganalisis peringkat penerapan masing-masing Faktor GCG.
Analisis dilakukan dengan content analysis. Indikator-indikator dibuat khusus untuk penilaian kualitas penerapan GCG pada Bank Umum Syariah. Seluruh faktor, sub faktor dan indikator diambil dari lampiran 4 SE Bank Indonesia No.12/13/DPbS/ 2010 dengan memperhatikan ketentuan pasal 62 PBI No. 11/33/PBI/2009.
Pengisian dilakukan dengan cara pemberian nilai indikator sesuai dengan apa yang diungkapkan di laporan GCG dengan ketentuan sebagai berikut.
Nilai Keterangan
1 Penerapan indikator GCG sesuai dengan ketentuan yang berlaku 0 Penerapan indikator GCG tidak sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
Sumber : Surat Edaran Bank Indonesia Nomor: 12/ 13/DPbSTahun 2010
Setelah diberikan nilai pada masing-masing indikator penerapan GCG, kemudian kualitas penerapan faktor dikategorisasi dengan ketentuan sebagai berikut:
No Peringkat Keterangan 1 1 Memenuhi 87.5%-100% total indikator 2 2 Memenuhi 62.5%-87.4% total indikator 3 3 Memenuhi 37.5%-62.4% total indikator 4 4 Memenuhi 12.5%-37.4% total indikator 5 5 Memenuhi 0% - 12.4% total indikator
Sumber : Surat Edaran Bank Indonesia Nomor: 12/ 13/DpbSTahun 2010.
Penetapan peringkat faktor penerapan GCG bagi Bank Umum Syariah sebagaimana pada tabel diatas berlaku dalam hal peringkat faktor berdasarkan hasil Content Analysis setinggi-tingginya sama dengan peringkat faktor bardasarkan hasil self assessment BUS. Dalam hal peringkat faktor hasil
Content Analysis lebih tinggi daripada peringkat faktor berdasar
self assessment BUS, maka yang digunakan adalah peringkat faktor hasil self assessment BUS.
2. Menganalisis kualitas penerapan GCG
Setelah mendapatkan data mengenai kualitas penerapan setiap faktor GCG, selanjutnya adalah menganalisis kualitas penerapan GCG pada bank syariah dengan mengalikan peringkat masing-masing faktor dengan bobot yang telah ditentukan oleh BI yang kemudian menghasilkan nilai komposit yang berlandaskan aturan berikut:
No Faktor Bobot (%) 1 Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
Dewan Komisaris
12.50
2 Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi
17.50 3 Kelengkapan dan pelaksanaan tugas
komite
10.00 4 Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
DewanPengawas Syariah
10.00
5 Pelaksanaan Prinsip Syariah dalam kegiatanpenghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa
5.00
6 Penanganan benturan kepentingan 10.00 7 Penerapan fungsi kepatuhan Bank 5.00
8 Penerapan fungsi audit intern 5.00
9 Penerapan fungsi audit ekstern 5.00
10 Batas Maksimum Penyaluran Dana 5.00 11 Transparansi kondisi keuangan dan
nonkeuangan, laporan pelaksanaan GCG danpelaporan internal
15.00
TOTAL 100.00
Sumber : Surat Edaran Bank Indonesia Nomor: 12/ 13/DpbSTahun 2010. Setelah menemukan nilai komposit, ditentukan predikat kualitas pelaksanaan GCG pada bank sebagai berikut :
No. Nilai Komposit Predikat(Kualitas)
1 < 1,5 Sangat Baik
2 1,5 sampai dengan 2,4 Baik 3 2,5 sampai dengan 3,4 Cukup Baik 4 3,5 sampai dengan 4,4 Buruk 5 4,5 sampai dengan 5 Sangat Buruk
C. Teknik Analisis Data