• Tidak ada hasil yang ditemukan

Variabel Independent (bebas)

Dalam dokumen HUBUNGAN KINERJA PETUGAS DENGAN KEPUASAN (Halaman 31-40)

KERANGKA KONSEP A. Dasar Pemikiran

D. Definisi Operasional Dan Kriteria Objektif

1. Variabel Independent (bebas)

Kinerja petugas posyandu adalah hasil dari suatu pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi petugas Posyandu yang meliputi : a. Specific

Yaitu kejelasan dalam melaksanakan tugas sehingga tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi. Cara pengukuran dilakukan dengan wawancara pada responden tentang kejelasan kinerja petugas dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan alternatif jawaban menggunakan skala likert yaitu : sangat baik (bobot 4), baik (bobot 3), kurang baik (bobot 2), tidak baik (bobot 1) (Sugiono, 2013).

Kejelasan kinerja petugas dapat dikategorikan dan dikuantifikasikan dalam dua kategori yaitu baik dan kurang, dengan jumlah pertanyaan berjumlah 4 pertanyaan sehingga interval kelas dapat ditentukan sebagai berikut : Interval (I)= Range(R)

Kategori(K) Dimana

R = Range (kisaran yaitu nilai tertinggi – nilai terendah) K = Jumlah kategori ( jumlah kriteria adalah 2)

Maka : Skor tertinggi = 4 x 4 = 16 = 1616 X100=100 Skor terendah = 1 x 4 = 4 ¿ 4 16 X100=25

Range (R) = nilai skor tertinggi – nilai skor terendah = 100% - 25% = 75%

Kategori terbagi atas 2 yaitu baik dan kurang Interval (I) = 75%2 = 37,5%

Sehingga penentuan antara dua kategori adalah 37,5% dengan penentuan kriteria objektif adalah berdasarkan perhitungan skor tertinggi – nilai interval antara kategori

= 100% - 37,5% = 62,5%

Kriteria Objektif :

Baik : Apabila total skor jawaban responden atas pertanyaan dari seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu ≥ 62,5% Kurang : Apabila total skor jawaban responden atas pertayaan dari

b. Measurable

Yaitu dalam melaksanakan tugas, petugas diharapkan mampu mempresentasikan tentang sesuatu yang berkaitan dengan tugas yang diemban dengan ukuran yang jelas.

Cara pengukuran dilakukan dengan wawancara pada responden tentang kinerja petugas dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan alternatif jawaban menggunakan skala likert yaitu : sangat baik (bobot 4), baik (bobot 3), kurang baik (bobot 2), tidak baik (bobot 1) (Sugiono, 2013). Kinerja petugas dapat dikategorikan dan dikuantifikasikan dalam dua kategori yaitu baik dan kurang, dengan jumlah pertanyaan berjumlah 4 pertanyaan sehingga interval kelas dapat ditentukan sebagai berikut :

Interval (I)= Range(R) Kategori(K) Dimana

I = Interval kelas

R = Range (kisaran yaitu nilai tertinggi – nilai terendah) K = Jumlah kategori ( jumlah kriteria adalah 2)

Maka :

Skor tertinggi = 4 x 4 = 16 = 16

16 X100=100 Skor terendah = 1 x 4 = 4

¿ 4

16 X100=25

Range (R) = nilai skor tertinggi – nilai skor terendah = 100% - 25% = 75%

Kategori terbagi atas 2 yaitu baik dan kurang Interval (I) = 75%

2 = 37,5%

Sehingga penentuan antara dua kategori adalah 37,5% dengan penentuan kriteria objektif adalah berdasarkan perhitungan skor tertinggi – nilai interval antara kategori

= 100% - 37,5% = 62,5% Kriteria Objektif :

Baik : Apabila total skor jawaban responden atas pertanyaan dari seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu ≥ 62,5% Kurang : Apabila total skor jawaban responden atas pertayaan dari

seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu < 62,5% c. Attributable

Yaitu tugas yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat dan hasil yang maksimal. Cara pengukuran dilakukan dengan wawancara pada responden tentang kinerja petugas dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan alternatif jawaban menggunakan skala likert yaitu : sangat baik (bobot 4), baik (bobot 3), kurang baik (bobot 2), tidak baik (bobot 1) (Sugiono, 2013).

Kinerja petugas dapat dikategorikan dan dikuantifikasikan dalam dua kategori yaitu baik dan kurang, dengan jumlah pertanyaan berjumlah 4 pertanyaan sehingga interval kelas dapat ditentukan sebagai berikut :

Interval (I)= Range(R) Kategori(K) Dimana

I = Interval kelas

R = Range (kisaran yaitu nilai tertinggi – nilai terendah) K = Jumlah kategori ( jumlah kriteria adalah 2)

Maka : Skor tertinggi = 4 x 4 = 16 = 16 16 X100=100 Skor terendah = 1 x 4 = 4 ¿ 4 16 X100=25

Range (R) = nilai skor tertinggi – nilai skor terendah = 100% - 25% = 75%

Kategori terbagi atas 2 yaitu baik dan kurang Interval (I) = 75%

2 = 37,5%

Sehingga penentuan antara dua kategori adalah 37,5% dengan penentuan kriteria objektif adalah berdasarkan perhitungan skor tertinggi – nilai interval antara kategori

Kriteria Objektif :

Baik : Apabila total skor jawaban responden atas pertanyaan dari seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu ≥ 62,5% Kurang : Apabila total skor jawaban responden atas pertayaan dari

seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu < 62,5% d. Relevant

Yaitu kesesuaian antara kompetensi dan tugas yang harus dilaksanakan. Cara pengukuran dilakukan dengan wawancara pada responden tentang kinerja petugas dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan alternatif jawaban menggunakan skala likert yaitu : sangat baik (bobot 4), baik (bobot 3), kurang baik (bobot 2), tidak baik (bobot 1) (Sugiono, 2013). Kinerja petugas dapat dikategorikan dan dikuantifikasikan dalam dua kategori yaitu baik dan kurang, dengan jumlah pertanyaan berjumlah 4 pertanyaan sehingga interval kelas dapat ditentukan sebagai berikut :

Interval (I)= Range(R) Kategori(K) Dimana

I = Interval kelas

R = Range (kisaran yaitu nilai tertinggi – nilai terendah) K = Jumlah kategori ( jumlah kriteria adalah 2)

Maka :

Skor tertinggi = 4 x 4 = 16 = 16

Skor terendah = 1 x 4 = 4 ¿ 4

16 X100=25

Range (R) = nilai skor tertinggi – nilai skor terendah = 100% - 25% = 75%

Kategori terbagi atas 2 yaitu baik dan kurang Interval (I) = 75%

2 = 37,5%

Sehingga penentuan antara dua kategori adalah 37,5% dengan penentuan kriteria objektif adalah berdasarkan perhitungan skor tertinggi – nilai interval antara kategori

= 100% - 37,5% = 62,5% Kriteria Objektif :

Baik : Apabila total skor jawaban responden atas pertanyaan dari seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu ≥ 62,5% Kurang : Apabila total skor jawaban responden atas pertayaan dari

seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu < 62,5% e. Timely.

Yaitu ketepatan waktu dalam melaksanakan tugas. Cara pengukuran dilakukan dengan wawancara pada responden tentang kinerja petugas dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan alternatif jawaban menggunakan skala likert yaitu : sangat baik (bobot 4), baik (bobot 3), kurang baik (bobot 2), tidak baik (bobot 1) (Sugiono, 2013).

Kinerja petugas dapat dikategorikan dan dikuantifikasikan dalam dua kategori yaitu baik dan kurang, dengan jumlah pertanyaan berjumlah 4 pertanyaan sehingga interval kelas dapat ditentukan sebagai berikut :

Interval (I)= Range(R) Kategori(K) Dimana

I = Interval kelas

R = Range (kisaran yaitu nilai tertinggi – nilai terendah) K = Jumlah kategori ( jumlah kriteria adalah 2)

Maka : Skor tertinggi = 4 x 4 = 16 = 16 16 X100=100 Skor terendah = 1 x 4 = 4 ¿ 4 16 X100=25

Range (R) = nilai skor tertinggi – nilai skor terendah = 100% - 25% = 75%

Kategori terbagi atas 2 yaitu baik dan kurang Interval (I) = 75%

2 = 37,5%

Sehingga penentuan antara dua kategori adalah 37,5% dengan penentuan kriteria objektif adalah berdasarkan perhitungan skor tertinggi – nilai interval antara kategori

Kriteria Objektif :

Baik : Apabila total skor jawaban responden atas pertanyaan dari seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu ≥ 62,5% Kurang : Apabila total skor jawaban responden atas pertayaan dari

seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu < 62,5% 2. Variabel Dependent (terikat)

Kepuasan Ibu adalah Persepsi atau ungkapan yang diterima Ibu setelah menerima pelayanan dari petugas posyandu yang meliputi: bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliabelity), daya Tanggap (responsiviness), jaminan (assurence), dan kepedulian (empaty), Parasurama et al (dalam Tangkilisan, 2007), yang dinyatakan secara subyektif terhadap kesesuaian antara harapan dan kenyataan tentang kinerja petugas yang dirasakan ibu diposyandu.

Cara pengukuran dilakukan dengan wawancara pada responden tentang kepuasan ibu dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan alternatif jawaban menggunakan skala likert yaitu : sangat puas (bobot 4), puas (bobot 3), kurang puas (bobot 2), tidak puas (bobot 1) (Sugiono, 2013). Kepuasan ibu dapat dikategorikan dan dikuantifikasikan dalam dua kategori yaitu puas dan kurang puas, dengan jumlah pertanyaan berjumlah 20 pertanyaan sehingga interval kelas dapat ditentukan sebagai berikut :

Interval (I) = Range(R) Kategori(K) Dimana

R = Range (kisaran yaitu nilai tertinggi – nilai terendah) K = Jumlah kategori ( jumlah kriteria adalah 2)

Maka : Skor tertinggi = 4 x 20 = 80 = 8080X100=100 Skor terendah = 1 x 20 = 20 ¿20 80 X100=25

Range (R) = nilai skor tertinggi – nilai skor terendah = 100% - 25% = 75%

Kategori terbagi atas 2 yaitu puas dan tidak puas Interval (I) = 75%2 = 37,5%

Sehingga penentuan antara dua kategori adalah 37,5% dengan penentuan kriteria objektif adalah berdasarkan perhitungan skor tertinggi – nilai interval antara kategori

= 100% - 37,5% = 62,5% Kriteria Objektif :

Puas : Apabila total skor jawaban responden atas pertanyaan dari seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu ≥ 62,5% Kurang : Apabila total skor jawaban responden atas pertayaan dari

seluruh variabel penelitian yang diajukan yaitu < 62,5%

Dalam dokumen HUBUNGAN KINERJA PETUGAS DENGAN KEPUASAN (Halaman 31-40)

Dokumen terkait