• Tidak ada hasil yang ditemukan

SMA NEGERI 6 BOGOR

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

M. Variabel kebiasaan belajar

Variabel/Sub variabel Aspek Pilihan Jawaban

Kebiasaan Belajar

1. Cara belajar a. Sendiri

b. Kelompok

c. Sendiri dan kelompok 2. Membaca materi

pelajaran

a. Membaca cukup sekali b. Membaca hingga hafal c. Membaca hingga

mengerti 3. Setelah membaca

materi/pelajaran

a. Tidak melakukan apa- apa

b. Mencoba mengingat- ingat

c. Meringkas dan mengingat 4. Motivasi belajar a. Mendapat pujian

b. Memperolah nilai baik c. Menjadi pintar

5. Jika mengalami kesulitan

a. Tidak melakukan apa- apa

b. Berusaha belajar sampai mengerti c. Bertanya pada teman d. Bertanya pada guru 6. Jika nilai ulangan

rendah

a. Kecewa dan putus asa b. Puas dengan nilai

yang diperoleh c. Belajar lebih giat 7. Persiapan menghadapi

ujian

a. Sehari sebelum ujian b. Beberapa hari

sebelum ujian c. Beberapa minggu

sebelum ujian 8. Jika guru menerangkan

materi

a. Tidak memperhatikan b. Kurang

memperhatikan c. Memperhatikan 9. Metode belajar yang

diterapkan

a. Seorang diri b. Dengan teman tapi

belajar sendiri c. Berdiskusi bersama teman 10. Cara mendalami pelajaran a. Mempelajari catatan b. Mempelajari buku pelajaran c. Mempelajari catatan dan buku pelajaran

Variabel kebiasaan belajar (Lanjutan)

Frekuensi belajar

1. Belajar secara rutin dan terjadwal a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. selalu 2. Mencatat pelajaran dikelas a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. selalu

3. Konsentrasi saat guru menerangkan a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. selalu 4. Mengerjakan tugas/PR tepat waktu a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. selalu 5. Membaca buku pelajaran a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. selalu

6. Membaca materi untuk esok hari a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. selalu 7. Mengulang materi pelajaran a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. selalu

8. Berlatih soal-soal a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. selalu

9. Bertanya jika tidak mengerti

a. Tidak pernah b. Kadang-kadang c. selalu

Prestasi Belajar (Nilai Rapor, UTS, dan UAS) Siswa

Nama Peserta Didik : Kelas :

Nomor Induk : Semester :

Nama Sekolah : Tahun Ajaran :

Nilai Rapor, UTS, UAS No Mata Pelajaran Kriteria Ketuntasan

Minimal Nilai Angka huruf 1 Bahasa Indonesia 2 Matematika 3 Ilmu Pengetahuan Alam 4 Ilmu Pengetahuan Sosial

Lampiran Hasil Uji Beda

ABSTRACT

ENDAH FITRI MAHARANI. The Intelligence, Energy and Protein Intake, and Physical Activity on Student Achievement of Senior High School Student 6 Bogor. Under the guidance ofHadi Riyadi.

The general objective of this research was to study the level of intelligence, energy and protein intake, and physical activity on student achievement of Senior High School Student 6 Bogor. The research was conducted by using Cross Sectional Study design and implemented in Mei to September 2012 in Senior High School Student 6 Bogor. School were determined by purposive sampling. Sample consist of 73 student, 35 person are female students and 38 person are male students. The achievement of male students mostly in the category of fairly (63%), while the female students have good category (69%). There was very significant association between the level of intelligence with learning achievement (p=0.000, r=0.544). There was very significant association between the level of intelligence with learning achievement of Science (p=0.005, r=0.325), Indonesian Language (p=0.000, r=0.562), and Social (p=0.000, r=0.524). There was significant association between the level of intelligence with learning achievement of Mathematics (p=0.010, r=0.301). There was not a significant association between energy intake with learning achievement (p=0.638, r=0.056). There was a significant association between protein intake with learning achievement (p=0.019, r=0.274). There was a negative significant association between time to exercise with learning achievement (p=0.007, r= -0.312). There was a negative significant association between time to sleep with learning achievement (p=0.044, r= -0.237). There was a significant association between length of study with learning achievement (p=0.024, r=0.264).

Keywords : The intelligence, energy and protein intake, physical activity, learning achievement, adolescent.

RINGKASAN

ENDAH FITRI MAHARANI. Tingkat Kecerdasan, Asupan Energi dan Protein, dan Aktivitas Fisik terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 6 Bogor. Dibimbing olehHadi Riyadi.

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mempelajari tingkat kecerdasan, asupan energi dan protein, dan aktivitas fisik terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 6 Bogor. Tujuan khusus dari penelitian ini diantaranya: (1) Mempelajari tingkat kecerdasan siswa SMA Negeri 6 Bogor, (2) Mempelajari asupan energi dan protein siswa SMA Negeri 6 Bogor, (3) Mempelajari aktivitas fisik siswa SMA Negeri 6 Bogor, (4) Mengetahui prestasi belajar siswa SMA Negeri 6 Bogor, (5) Mempelajari hubungan antara tingkat kecerdasan terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 6 Bogor, (6) Mempelajari hubungan antara asupan energi dan protein terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 6 Bogor, (7) Mempelajari hubungan antara aktivitas fisik terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 6 Bogor.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain Cross Sectional Study. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-September 2012. Penentuan sekolah yang dijadikan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Contoh pada penelitian ini adalah 73 siswa kelas X yang terdiri dari 35 siswa putri dan 38 siswa putra. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari data karakteristik keluarga siswa, karakteristik siswa, antropometri siswa, aktivitas fisik, konsumsi siswa, kebiasaan makan, pola belajar. Data sekunder terdiri dari gambaran umum sekolah, nilai rapot, nilai UTS dan UAS, hasil tes IQ. Data status gizi diperoleh dengan menggunakan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Data konsumsi dan aktivitas fisik diperoleh melalui metoderecall2x24 jam. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dan statistik dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel dan SPSS version 16.0. Proses pengolahan data meliputi coding, entry, editing, cleaning, dan analisis data. Analisis statistik yang dilakukan adalah uji beda t, Mann Whitney,uji korelasiPearson,dan uji korelasiRank Spearman.

Sebagian besar jumlah anggota keluarga sampel termasuk dalam kategori keluarga sedang (59%), kategori keluarga sedang pada siswa putra sebesar 61% dan pada siswa putri sebesar 57%. Hasil uji beda t, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara besar keluarga siswa putra dan putri (p>0.05). Tingkat pendidikan ayah dari siswa putra sebagian besar sarjana/pascasarjana (84%), sedangkan pada siswa putri sebagian besar yaitu SMA (49%). Tingkat pendidikan ibu dari siswa putra sebagian besar sarjana/pascasarjana (47%), sedangkan pada siswa putri sebagian besar yaitu SMA (49%). Hasil uji beda t, terdapat perbedaan yang nyata antara pendidikan ayah dan ibu dari siswa putra dan putri (p<0.05). Sebagian besar pekerjaan ayah dari siswa putra yaitu PNS (45%), pada ayah dari siswa putri yaitu pegawai swasta (46%). Sebagian besar pekerjaan ibu dari siswa putra dan putri yaitu IRT. Hasil ujiMann Whitney, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara pekerjaan ibu dari siswa putra dan putri (p>0,05), namun terdapat perbedaan yang nyata antara pekerjaan ayah dari siswa putra dan putri (p<0,05). Sebagian besar pendapatan keluarga siswa putra dan putri berada pada kisaran >3.000.000-5.000.000 dengan persentase masing- masing sebesar 34% dan 51%. Hasil uji beda t, terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan keluarga dari siswa putra dan putri (p<0,05). Uang saku siswa putra dan putri sebagian besar berada pada kisaran 10.000-15.000

dengan persentase masing-masing sebesar 53% dan 49%. Hasil uji beda t, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara uang saku siswa putra dan putri (p>0,05).

Status gizi siswa putra dan putri sebagian besar berada pada kategori normal dengan persentase masing-masing sebesar 81% dan 94%. Hasil uji beda t, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara status gizi siswa putra dan putri (p>0,05). Sebagian besar pola belajar siswa putra dan putri berada pada kategori cukup dengan persentase masing-masing sebesar 53% dan 51%. Hasil uji beda t, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara pola belajar siswa putra dan putri (p>0,05). Sebagian besar siswa putra dan putri selalu sarapan dengan persentase masing-masing 58% dan 57%, siswa putra dan putri sering mengkonsumsi protein nabati dan hewani. Hasil uji beda t, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara kebiasaan sarapan, konsumsi protein nabati dan hewani siswa putra dan putri (p>0,05). Rata-rata konsumsi energi dan protein siswa putri lebih tinggi dibandingkan siswa putra, konsumsi energi dan protein siswa putra sebesar 1392 Kalori dan 48 gram, sedangkan pada siswa putri sebesar 1712 Kalori dan 56,5 gram. Hasil uji beda t, terdapat perbedaan yang nyata antara konsumsi energi dan protein siswa putra dan putri (p<0.05). Sebagian besar tingkat kecukupan energi dan protein siswa putra masuk ke dalam kategori defisit tingkat berat dengan persentase sebesar 71% dan 58%, sedangkan pada siswa putri masuk ke dalam kategori cukup dengan persentase sebesar 34% dan 35%. Hasil uji beda t, terdapat perbedaan yang nyata antara tingkat kecukupan energi dan protein siswa putra dan putri (p<0.05).

Sebagian besar waktu yang dimiliki siswa dihabiskan untuk tidur, nonton tv, dan belajar. Berdasarkan hasil uji beda t, terdapat perbedaan yang nyata antara aktivitas ibadah dan olahraga siswa putra dan putri (p<0,05), namun tidak terdapat perbedaan yang nyata antara aktivitas tidur, santai, belajar, makan dan minum, nonton TV, kebersihan diri, beres-beres rumah, dan melakukan perjalanan pada siswa putra dan putri (p>0,05). Sebagian besar siswa, baik siswa putra (55%) maupun putri (91%) melakukan aktivitas dengan kategori ringan. Berdasarkan hasil uji beda t, terdapat perbedaan yang nyata antara aktivitas siswa putra dan putri (p<0,05). Sebagian besar IQ siswa putra dan putri berada pada kategori rata-rata cerdas dengan persentase masing-masing sebesar 45% dan 51%. Berdasarkan hasil uji beda t, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara IQ siswa putra dan putri (p>0,05). Prestasi belajar siswa putra sebagian besar berada pada kategori cukup (63%), sedangkan pada siswa putri berada pada kategori baik (69%). Hasil uji beda t, terdapat perbedaan yang nyata pada prestasi belajar siswa putra dan putri (p<0,05), terdapat perbedaan yang nyata pada pelajaran Bahasa Indonesia dan IPS siswa putra dan putri (p<0,05), tidak terdapat perbedaan yang nyata pada pelajaran Matematika dan IPA siswa putra dan putri (p>0,05).

Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan berhubungan sangat nyata dengan prestasi belajar (p=0,000, r=0,544). Tingkat kecerdasan berhubungan nyata dengan prestasi belajar Matematika (p=0,010, r=0,301). Tingkat kecerdasan berhubungan sangat nyata dengan prestasi belajar IPA, Bahasa Indonesia dan IPS, dengan nilai masing-masing (p=0,005, r=0,325), (p=0,000, r=0,562), (p=0,000, r=0,524). Hasil uji korelasi Spearman, konsumsi protein dan waktu belajar berhubungan nyata dengan prestasi belajar dengan nilai (p=0,019, r=0,274). Konsumsi energi tidak berhubungan nyata dengan prestasi belajar (p=0,638, r=0,056). Waktu belajar berhubungan nyata dengan prestasi belajar siswa (p=0,024, r=0,264). Waktu yang dialokasikan untuk berolahraga dan tidur berhubungan nyata negatif dengan prestasi belajar siswa (p=0,007, r=-0,312), (p=0,044, r= -0,237).

PENDAHULUAN

Dokumen terkait