HASIL PEMBAHASAN DAN PENELITIAN
3. Variabel Kepuasan Karyawan (Y)
Berikut ini hasil deskrptif variabel kepuasan karyawan (Y) pada PT BPR Pijer Podi Kekelengen Cabang simpang Selayang Medan dapat dideskripsikan pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kepuasan (Y)
P merasa nyaman dalam mengerjakan pekerjaan.” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 8 orang (26,7 persen), jumlah responden S sebanyak 14 orang (46,7 persen), jumlah responden KS sebanyak 8 orang (26,7 persen), jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa kondisi tempat karyawan bekerja membuat saya merasa nyaman dalam mengerjakan pekerjaan.
b. Untuk pernyataan ke-2 “Saya bisa menggunakan fasilitas kantor yang lengkap” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 6 orang (20,0 persen), jumlah responden S sebanyak 18 orang (60,0 persen), jumlah responden KS sebanyak 6 orang (20,0 persen), jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang ( 0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan bisa menggunakan fasilitas kantor yang lengkap.
c. Untuk pernyataan ke-3 “Saya menerima sarana dan prasarana perusahaan” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 9 orang (30,0 persen), jumlah responden S sebanyak 16 orang (53,3 persen), jumlah responden KS sebanyak 5 orang (16,7 persen) jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan menerima sarana dan prasarana perusahaan.
d. Untuk pernyataan ke-4 “Adanya pemberian pelatihan dan pengembangan diri dari perusahaan untuk karyawan.” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 7 orang (23,3 persen), jumlah responden S sebanyak 14 orang (46,7 persen), jumlah responden KS sebanyak 8 orang (26,7 persen), jumlah responden TS 1 orang (3,3 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa adanya pemberian pelatihan dan pengembangan diri dari perusahaan untuk karyawan akan tetapi masih ada responden yang menjawab kurang setuju sebanyak 8 orang, hal tersebut menunjukkan bahwa beberapa responden
masih belum merasa adanya pemberian pelatihan dan pengembangan diri dari perusahaan untuk karyawan mungkin dikarenakan adanya faktor usia ataupun Kualifikasi pendidikan yang membuat karyawan tidak dapat menerima pelatihan dan pengembangan diri dari perusahaan.
e. Untuk pernyataan ke-5 “Adanya jenjang karir di perusahaan” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 8 orang (26,7 persen), jumlah responden S sebanyak 15 orang (50,0 persen), jumlah responden KS sebanyak 5 orang (16,7 persen), jumlah responden TS sebanyak 2 orang (6,7 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen).
Hal ini menunjukkan bahwa adanya jenjang karir di perusahaan.
f. Untuk pernyataan ke-6 “Adanya pemberian motivasi dari perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan.” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 6 orang (20,0 persen), jumlah responden S sebanyak 13 orang (43,3 persen), jumlah responden KS sebanyak 9 orang (30,0 persen), jumlah responden TS sebanyak 2 orang (6,7 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa adanya pemberian motivasi dari perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan akan tetapi masih ada responden yang menjawab kurang setuju sebanyak 9 orang hal tersebut menunjukkan bahwa beberapa responden masih belum merasa adanya pemberian motivasi dari perusahaan, hal tersebut mungkin disebabkan oleh faktor kurangnya kepuasan yang diterima karyawan dari perusaahan.
g. Untuk pernyataan ke-7 “Saya selalu merasa aman dalam bekerja”
jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 6 orang (20,0 persen), jumlah responden S sebanyak 14 orang (46,7 persen), jumlah responden KS sebanyak 9 orang (30,0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan selalu merasa aman dalam bekerja akan tetapi masih ada responden yang menjawab kurang setuju sebanyak 9 orang hal tersebut dapat menunjukkan bahwa beberapa responden masih belum selalu merasa aman dalam bekerja, hal tersebut mungkin disebabkan karena letak perusahaan yang sering terjadi tauran ataupun lokasi bentrok antar sesama ormas sehingga menyebabkan tidak aman dalam bekerja.
h. Untuk pernyataan ke-8 “Adanya satpam penjaga keamanan yang selalu menjaga perusahan” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 8 orang (26,7 persen) dan jumlah responden S sebanyak 12 orang (40,0 persen), jumlah responden KS sebanyak 9 orang (30,0 persen), jumlah responden TS sebanyak 1 orang (3,3 pesen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa adanya satpam penjaga keamanan yang selalu menjaga perusahaan akan tetapi masih ada responden yang menjawab kurang setuju sebanyak 9 orang hal tersebut dapat menunjukkan bahwa beberapa responden masih belum merasa adanya satpam penjaga keamanan yang selalu menjaga perusahaan oleh karena itu diperlukan nya penerapan security diperusahaan tersebut agar ada terciptanya keamanan.
i. Untuk pernyataan ke-9 “Adanya fasilitas CCTV yang dimiliki
perusahaan” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 8 orang (26,7 persen), jumlah responden S sebanyak 18 orang (60,0 persen), jumlah responden KS sebanyak 4 orang (13,3 persen), jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa adanya fasilitas cctv yang dimiliki perusahaan.
j. Untuk pernyataan ke-10 “Adanya serikat tolong menolong (STM) di perusahaan” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 11 orang (36,7 persen), jumlah responden S sebanyak 9 orang (30,0 persen), jumlah responden KS sebanyak 10 orang (33,3 persen), jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa adanya serikat tolong menolong (STM) di perusahaan.
k. Untuk pernyataan ke-11 “Saya selalu melakukan kunjungan sosial ke rumah tempat nasabah untuk mempererat silahturahmi” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 8 orang (26,7 persen), jumlah responden S sebanyak 12 orang (40,0 persen), jumlah responden KS sebanyak 10 orang (33,3 persen), jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan selalu melakukan kunjungan sosial ke rumah tempat nasabah untuk mempererat silahturahmi akan tetapi masih ada responden yang menjawab kurang setuju sebanyak 10 orang, hal tersebut dapat menunjukkan bahwa beberapa responden masih belum selalu melakukan kunjungan sosial ke rumah tempat nasabah untuk
mempererat silahturahmi, mungkin disebabkan karena karyawan masih ada pekerjaan lainnya ataupun berada diluar kota.
l. Untuk pernyataan ke-12 “Saya selalu mengikuti kegiatan sosial antar budaya di perusahaan” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 6 orang (20,0 persen), jumlah responden S sebanyak 15 orang (50,0 persen), jumlah responden KS sebanyak 8 orang (26,7 persen), jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan selalu mengikuti kegiatan sosial antar budaya di perusahaan akan tetapi masih ada responden yang menjawab kurang setuju sebantak 8 orang, hal tersebut dapat menunjukkan bahwa beberapa responden masih belum selalu mengikuti kegiatan sosial antar budaya di perusahaan mungkin disebabkan karena belum mengenal budaya lainnya.
m. Untuk pernyataan ke-13 “Komunikasi antara saya dengan atasan berjalan dengan baik” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 9 orang (30,0 persen), jumlah responden S sebanyak 10 orang (33,3 persen), jumlah responden KS sebanyak 11 orang (36,7 persen), jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi antara saya dengan atasan berjalan dengan baik akan tetapi masih ada responden yang menjawab kurang setuju sebanyak 11 orang, hal tersebut dapat menunjukkan bahwa beberapa responden masih belum berkomunikasi antara karyawan dengan atasan
berjalan dengan baik mungkin disebabkan karena adanya keseganan/
kecanggungan terhadap atasan.
n. Untuk pernyataan ke-14 “Saya mempunyai komunikasi yang baik dengan rekan kerja” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 8 orang (26,7 persen), jumlah responden S sebanyak 9 orang (30,0 persen), jumlah responden KS sebanyak 13 orang (43,3 persen), jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan mempunyai komunikasi yang baik dengan rekan kerja akan tetapi masih ada responden yang menjawab kurang setuju sebanyak 13 orang, hal tersebut dapat menunjukkan bahwa beberapa responden masih belum mempunyai komunikasi yang baik dengan rekan kerja mungkin disebabkan karena adanya miss komunikasi antara sesama karyawan.
o. Untuk pernyataan ke-15 “Pendapat saya dihargai dalam memberikan komentar atau saran” jumlah responden yang menjawab SS sebanyak 5 orang (16,7 persen), jumlah responden S sebanyak 23 orang (76,7 persen), jumlah responden KS sebanyak 2 orang (6,7 persen), jumlah responden TS sebanyak 0 orang (0 persen) dan jumlah responden STS sebanyak 0 orang (0 persen). Hal ini menunjukkan bahwa pendapat karyawan dihargai dalam memberikan komentar atau saran.
4.6 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel Dukungan Organisasi ( ), dan Disiplin Kerja ( ) terhadap Kepuasan
Karyawan (Y) PT BPR Pijer Podi Kekelengen Cabang simpang Selayang Medan.
Adapun hasil Koefisien Regresi Linear berganda dapat dilihat pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 6.511 11.520 .565 .577
Dukungan
Organiasi .358 .093 .559 3.861 .001
Disiplin Kerja .211 .100 .306 2.113 .044
a. Dependent Variable: Kepuasan Karyawan Sumber: Lampiran 9
Berdasarkan Tabel 4.5 di atas maka diperoleh hasil persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut:
Berdasarkan persamaan tersebut dapat diinterpretasi sebagai berikut:
1. Nilai konstanta (β0) = 6,511 menunjukkan tingkat konstanta, dimana jika variabel Dukungan Organisasi (X1), dan Disiplin Kerja (X2) adalah 0, maka nilai variabel Kepuasan Karyawan akan tetap sebesar 6,511 dengan asumsi variabel lain tetap.
2. Koefisien Dukungan Organisasi (β1) = 0,358 > 0 ini menunjukkan bahwa variabel Dukungan Organisasi (X1) berpengaruh secara positif terhadap Kepuasan Karyawan. Jika variabel Dukungan Organisasi ditingkatkan, maka Kepuasan Karyawan juga akan meningkat dengan asumsi variabel lain tetap.
3. Koefisien Disiplin Kerja (β2) = 0,211 > 0 ini menunjukkan bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) berpengaruh secara positif terhadap Kepuasan Karyawan.
Jika variabel Disiplin Kerja ditingkatkan, maka Kepuasan Karyawan juga akan meningkat dengan asumsi variabel lain tetap.
4.7 Uji Asumsi Klasik 4.7.1 Uji Normalitas
1. Pendekatan Kolmogorov - Smirnov