b i = Koefisien regresi varabel bebas s = Standar devias
VARIABEL LOG(RETURN) LOG(DER) LOG(PER) LOG(ROA) LOG(BETA)
LOG(RETURN) 1.000000 -0.027634 -0.322032 0.445627 -0.759771
LOG(DER) -0.027634 1.000000 0.588472 0.138791 -0.257624
LOG(PER) -0.322032 0.588472 1.000000 -0.177527 0.115771
LOG(ROA) 0.445627 0.138791 -0.177527 1.000000 -0.125846
LOG(BETA) -0.759771 -0.257624 0.115771 -0.125846 1.000000
Sumber : Output EViews
Dari hasil kolerasi diatas menunujukkan bahwa LOG (DER) mempunyai korelasi sebesar -0.027634, LOG (PER) sebesar -0.322032 , LOG (ROA) sebesar 0.445627, dan LOG (Beta) sebesar -0.759771. Pada semua variabel menunjukkan korelasi yang tidak kuat dalam arti besarnya kurang dari 0.8, bahwa diduga semua variabel tidak terjadi multikolilieritas.
4) Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi (Duwi Priyatno, 2008). Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui hasil uji heterokedastisitas sebagai berikut :
TABEL 10
Uji Heterokedastisitas dengan Metode White Heteroskedasticity Test White Heteroskedasticity Test:
F-statistic 0.367484 Probability 0.893550
Obs*R-squared 5.507065 Probability 0.702257
Sumber : Output EViews
Dari output yang dihasilkan dapat dilihat bahwa setelah diuji dengan White Heteroscedasticity (no cross term) nilai probabilitas R*Obs Squared sebesar 0.702. Hasilnya dapat dilihat bahwa probabilitas lebih besar dari = 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya heteroskedastisitas.
b. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan secara parsial, yaitu menguji masing masing pengaruh variabel Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), Return On Assets (ROA), dan beta dengan menggunakan uji t dan dengan menguji secara serempak dengan uji F, serta uji regresi linear berganda. Berikut ini adalah pengujian hipotesis yang dilakukan beserta hasilnya :
1) Uji t
Uji t adalah pengujian yang digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independent (X1 X2 X3,…… Xn ).secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Dalam sub bab ini diuraikan bahwa hasil pengujian hipotesis dari hasil uji t dengan melalui langkah-langkah yang
telah disebutkan dalam bab sebelumnya. Berikut hasil pengujian hipotesis pada model 1 :
a) Variabel Debt to Equity Ratio (DER)
Dari hasil olah data menggunakan Eviews dapat nilai signifikansi LOG Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0.2574 yang lebih besar dari tingkat signifikansi = 5 %, Sedangkan nilai t hitung dari variabel ini -1.2119596.
Ho1 diterima atau Ha1 ditolak karena P.LOG (DER) > , artinya bahwa statistik variabel Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Koefisien regresi variabel LOG DER (X1) sebesar -0.426926, artinya jika variabel independent lain nilainya tetap dan LOG (DER) mengalami kenaikan 1 %, maka LOG return saham (Y) akan mengalami penurunan sebesar -0.426926. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara LOG (DER) dan LOG Return saham, semakin naik LOG (DER) maka semakin turun LOG return saham.
Hasil pengujian hipotesis variabel DER menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel independent DER terhadap variabel dependen return saham.
b) Variabel Price Earning Ratio (PER)
Dari hasil olah data menggunakan Eviews dapat nilai signifikansi LOG Price Earning Ratio (PER) sebesar 0.9744 yang lebih besar dari tingkat signifikansi = 5 %, Sedangkan nilai t hitung dari variabel ini 0.033159.
Ho2 diterima atau Ha2 ditolak karena P.LOG (PER) > , artinya bahwa statistik variabel Price Earning Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Koefisien regresi variabel LOG PER (X2) sebesar 0.011944, artinya jika variabel independent lain nilainya tetap dan LOG (PER) mengalami kenaikan 1 %, maka return saham (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0.011944. Koefisien bernilai positif antara LOG (PER) dan LOG return saham, semakin naik LOG (PER) maka semakin meningkat LOG return saham
Hasil pengujian hipotesis variabel PER menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel independent PER terhadap variabel dependen return saham.
c) Variabel Return On Asset (ROA)
Dari hasil olah data menggunakan Eviews dapat nilai signifikansi LOG Return On Assets (ROA) sebesar 0.0617 yang lebih besar dari tingkat signifikansi = 5 %, Sedangkan nilai t hitung dari variabel ini 2.171648.
Ho3 ditolak atau Ha3 diterima karena P.LOG (ROA) > , artinya bahwa statistik variabel Return On Assets tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Koefisien regresi variabel LOG ROA (X3) sebesar 0.439660, artinya jika variabel independent lain nilainya tetap dan LOG (ROA) mengalami kenaikan 1 %, maka LOG return saham (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0.439660. Koefisien bernilai positif antara LOG (ROA) dan LOG return saham, semakin naik ROA maka semakin meningkat return saham
Hasil pengujian hipotesis variabel ROA menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel independent ROA terhadap variabel dependen return saham.
d) Variabel beta
Dari hasil olah data menggunakan Eviews dapat nilai signifikansi LOG (beta) sebesar 0.0028 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi = 5 %, Sedangkan nilai t hitung dari variabel ini -4.262325.
Ho4 ditolak atau Ha4 diterima karena P.LOG (beta) < , artinya bahwa statistik variabel beta berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Koefisien regresi variabel LOG Beta (X4) sebesar -138.2511, artinya jika variabel independent lain nilainya tetap dan LOG (beta) mengalami kenaikan 1 %, maka return saham (Y) akan mengalami penurunan sebesar -138.2511. Koefisien bernilai negatif antara LOG (beta) dan LOG return saham, semakin naik LOG (beta) maka semakin turun LOG return saham.
Hasil pengujian hipotesis variabel beta menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari variabel independent beta terhadap variabel dependen return saham.
2) Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independent (X1 X2 X3,…… Xn).secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak.
Dari hasil olah data menggunakan Eviews di dapat nilai signifikan 0.010376, Kriteria yang diterapkan untuk nilai probabilitas (signifikansi) adalah sebagai berikut (Santoso,2003 :202) :
Ho ditolak jika profitabilitas < 0.05 Ho diterima jika profitabilitas > 0.05
Berdasarkan kriteria ini maka dapat diketahui bahwa Ho ditolak atau variabel variabel bebas dalam model regresi ini secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dari 4 (empat) variabel bebas yang diteliti terdapat variabel yang menunjukkan signifikansi terhadap return saham.
Pada Tabel 11 di atas besar R squared yaitu 0.775749. Semakin tinggi R² yang disesuaikan atau adjusted R² akan semakin baik suatu model regresi, karena variabel bebas bisa menjelaskan variabel terikat lebih besar. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa 77.57 % return saham bisa dijelaskan oleh LOG (DER), LOG (PER), LOG (ROA), dan LOG (beta). Sedangkan sisanya 22.43 %, dijelaskan oleh faktor-faktor atau variabel lain yang tidak dimasukkan sebagai variabel bebas dalam penelitian ini.
3) Uji Regresi Linear Berganda
Analisis linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua atau lebih variabel independent (X1 X2 X3,…… Xn ).dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antar variabel independent dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independent berhubungan positif atau negative dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabell independent mengalami kenaikan atau penurunan. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui hasil uji regresi linear berganda sebagai berikut :
TABEL 11