METODE PENELITIAN
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Sesuai dengan rumusan masalah, untuk melihat pengaruh pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap penerimaan pajak maka variable operasional yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan tiga variable yang terdiri atas dua variable independen (bebas) dan satu variable dependen (terikat) yaitu:
1. Pajak Pertambahan Nilai (X1)
Pajak tidak Langsung yang dikenakan pada setiap pertambahaan nilai atau transaksi penyerahan barang dan atau jasa kena pajak dalam pendistribusiannya dari produsen dan konsumen.
2. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (X2)
PPnBM merupakan jenis pajak yang merupakan satu paket dalam Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai. Namun demikian, mekanisme pengenaan PPnBM ini sedikit berbeda dengan PPN. Berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) Undang-undang PPN, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dikenakan terhadap :
a) Penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.
b) Impor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah. Dengan demikian, PPnBM hanya dikenakan pada saat penyerahan BKP Mewah oleh pabrikan (pengusaha yang menghasilkan) dan pada saat impor BKP Mewah.
3. Penerimaan Pajak (Y)
Penerimaan pajak adalah segala bentuk penerimaan yang berkaitan dengan tunggakan pajak yang disetorkan kekas negara yang dapat berupa pembayaran, penghapusan, pemindah bukuan, maupun keberatan.
Atau sesuai dengan UU Tentang APBN, 2001;155). Penerimaan pajak adalah semua penerimaan yang terdiri dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional.
E. Metode Analisis Data 1. Statistik Deskriptif
Statistika deskriptif adalah bagian dari ilmu statistika yang hanya mengolah, menyajikan data tanpa mengambil keputusan untuk populasi Dengan kata lain hanya melihat gambaran secara umum dari data yang didapatkan. Statistik Deskriptif digunakan untuk memberikan informasi deskripsi mengenai karakteristik variabel penelitian dan demografi jumlah data. Statistik deskriftif menjelaskan skala jawaban jumlah data pada setiap variabel yang di ukur dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, minimun maksimun, kurtosis dan swekness, (kemencengan distribusi).
2. Analisis Regresi Linear Berganda
Aplikasi perangkat lunak yang digunakan dalam menganalisis data pada penelitian ini adalah Statistical Productand and Service Solution (SPSS). Metode yang digunakan untuk menganalisis data dan menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Berganda
Menurut Sugiono (2010:277) bahwa “Analisis regresi linear berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable dependen, bila dua atau lebih variable independen sebagai factor predictor
dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Jadi analisis regresi linear berganda akan dilakukan bila jumlah variable independennya minimal dua.
Rumus linier berganda ditunjukkan oleh persamaan :
Y = a + b1X1 + b2X2 + e Keterangan :
Y : Penerimaan Pajak
X1 :Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
X2 :Pajak Penjulan atas Barang Mewah (PPnBM) a :Konstanta
bx :Koefisien e : Error 3. Uji Kualitas Data
a. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa masing-masing item dalam instrument penelitian mampu mengukur variabel yang ditetapkan dalam penelitian ini.Sebuah instrument dikatakan valid, jika mampu mengukur apa yang dinginkan dan mengungkapkan data variabel yang diteliti secara tepat (Ghozali, 2005:45). Pengujian validitas dengan menggunakan Pearson correlation yaitu dengan cara menghitung korelasi antara skor masing-masing pertanyaan dengan total skor (Ghozali, 2005:46).
Kriteria yang digunakan valid atau tidak valid adalah jika korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikasi dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dikatakan valid, dan jika korelasi skor masing-masing butir pertanyaan mempunyai tingkat diatas 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dikatakan tidak valid (Santoso, 2000:168).
b. Uji Reliabilitas
Uji reabilitas adalah alat untuk menguji konsistensi jawaban responden. Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dari waktu kewaktu.
Pengujian ini menggunakan metode statistic Cronbach Alpha dengan nilai sebesar 0,06. Apabila Cronbach Alpha dari suatu variabel ≥ 0,06 maka butir pertanyaan dalam instrument penelitian tersebut adalah reliable atau dapat diandalkan, dan sebaliknya jika nilai Cronbach Alpha < 0,06 maka butir pertanyaan tersebut tidak reliabel (Nunnaly,1967) dalam Ghozali (2005:41-42).
c. Uji Normalitas
Uji ini dilakukan guna mengetahui apakah nilai residu (perbedaan yang ada) yang diteliti memiliki distribusi normal atau tidak. Dalam model regresi yang baik, data harus terdistribusi secara normal atau mendekati normal. Uji ini bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang akan digunakan dalam penelitian, data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang
memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Suatu variabel dikatakan normal jika datadistribusi dengan titik-titik data yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal. (Bhuono dalam Suharti 2008:45) d. Analisis Korelasi Berganda
Uji korelasi berganda digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variable terikat (PenerimaanPajak) dan dua atau lebih variable bebas (PPN, PPnBM, …,XK). dalam memberikan interpretasi seberapa kuat hubungan itu.
4. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda yang bertujuan untuk menguji hubungan pengaruh antara satu variable terhadap variabel lain.
Dalam membuktikan kebenaran uji hipotesis yang diajukan digunakan uji statistic terhadap output yang dihasilkandaripersamaanregresi, uji statistic inimeliputi:
a. Uji R2 (koefisien Determinasi)
Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variable independen menjelaskan variable dependen. Dalam output SPSS, koefisien determinasi terletak pada table Model Summary b dan tertulis Adjusted R Square. Nilai R2
sebesar 1, berarti fluktuasi variable dependen seluruhnya dapat dijelaskan oleh variable independen dan tidak ada faktor lain yang menyebabkan fluktuasi variable dependen. Jika nilai R2 berkisar antara 0 sampai dengan 1, berarti semakin kuat kemampuan variable independen dapat menjelaskan fluktuasi variable dependen (Imam Ghozali, 2009:87).
b. Uji signifikansi simultan (Uji Statistik F)
Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen secara simultan (bersama-sama) terhadap variable dependen.Untuk mengetahui variabel-variabel independen secara simultan mempengaruhi variable dependen, dilakukan dengan membandingkan p-value pada kolom Sig. Dengan tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0,05. Jika p-value lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, sebaliknya jika p-value lebih besar dari 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima (Nugroho, 2005:53).
c. Uji signifikansi parameter individual (Uji Statistik t)
Uji t dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variable independen secara individual terhadap variable dependen.
Hasil uji ini pada output SPSS dapat dilihat pada table Coefficientsa.
Untuk mengetahui ada tidaknya pengaru hmasing-masing variable independen secara individual terhadap variable dependen, dilakukan dengan membandingkan p-value pada kolom Sig. Masing-masing variable independen dengan tingkat signifikansi yang digunakan 0,05.
Jika p-value lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Sebaliknya jika p-value lebih besar dari 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima (Nugroho, 2005:55).
40
GAMBAR UMUM PERUSAHAAN