• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

E. Variabel penelitian dan operasionalisasi

Variabel penelitian merupakan objek penelitian yang bervariasi atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 1991:102). Dalam penelitian ini ada lima variabel yang menjadi objek penelitian, yaitu : a. Variabel Perilaku Penundaan (Procrastination)

Perilaku Penundaan (Procrastination) penyusunan skripsi merupakan kegagalan seseorang dalam mengerjakan tugas berupa tindakan menunda-nunda memulai atau menyelesaikan tugas sehingga menghambat penyelesaian tugas dalam jangka waktu terbatas.

Variabel perilaku penundaan (procrastination) penyusunan skripsi diukur berdasarkan teori yang diadaptasi dari empat komponen perilaku penundaan oleh Schowenbur. Untuk mengukur penyebab perilaku penundaan tersebut menggunakan skala likert.

Variabel Penyebab perilaku penundaan (procrastination)

untuk pertanyaan positif (mendukung) jawaban memiliki skor dengan kategori sangat sesuai = 4, sesuai = 3, tidak sesuai = 2, sangat tidak sesuai = 1. Sebaliknya untuk pertanyaan negatif (tidak mendukung) jawaban memiliki skor dengan kategori sangat sesuai = 1, sesuai = 2, tidak sesuai = 3, sangat tidak sesuai = 4.

Tabel 3.1

Kriteria penyebab perilaku penundaan Untuk pertanyaan positif (Mendukung)

No Frekuensi Skor

1 Sangat tidak sesuai Skor 1 2 Tidak sesuai Skor 2

3 Sesuai Skor 3

4 Sangat sesuai Skor 4 Tabel 3.2

Kriteria penyebab perilaku penundaan Untuk pertanyaan Negatif (Tidak Mendukung)

Semakin tinggi skor total yang diperoleh menunjukkan tingginya tingkat perilaku penundaan (procrastination) penyusunan skripsi, sebaliknya jika skor total yang diperoleh semakin rendah maka semakin rendah pula tingkat perilaku penundaan (procrastination) penyusunan skripsi. Untuk mengetahui klasifikasi skor penyebab perilaku penundaan, apakah masuk kriteria sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat

No Frekuensi Skor

1 Sangat tidak sesuai Skor 4 2 Tidak sesuai Skor 3

3 Sesuai Skor 2

rendah digunakan perhitungan Penilaian Acuan Norma tipe II sebagai berikut:

Tabel 3.3

Penilaian Acuan Norma tipe II

Skor Nilai ¾ M + 2S Sangat tinggi ¾ M + 1 S dan M + 2 S Tinggi ¾ M – 1 S dan M + 1 S Cukup ¾ M – 2S dan M - 1S Rendah ¾ < M – 2S Sangat Rendah

Rumus Mean (M) dan standar deviasi sebagai berikut (Masidjo 1995:164) : M =

α = ∑ ∑

Ket :

X = Jumlah skor dari penyebab perilaku penundaan N = Jumlah responden

α= Standar deviasi

Dalam perhitungan mean dan standar deviasi akan dilaksanakan dengan bantuan program SPSS versi 13.

Berikut merupakan indikator variabel perilaku penundaan

(procrastiantion) penyusunan skripsi pada mahasiswa. Tabel 3.4

Kisi-kisi Penyebab Perilaku Penundaan (Procrastination) penyusunan skripsi

Variabel Sub Variabel

(Dimensi) Indikator Item Positif Item Negatif Perilaku penundaan (procrastiantion) 1.Penundaan terhadap tugas 2.Kelambanan dalam mengerjakan tugas 3.Kesenjangan waktu 4. Melakukan aktivitas lain

• Menunda mengerjakan bab selanjutnya

• Menunda bertemu dengan dosen pembimbing

• Terlambat dalam pengumpulan skripsi

• Terlambat bertemu dosen pembimbing

• Lambat dalam penyelesaian skripsi

• Kesenjangan antara pengerjaan skripsi dengan waktu penyelesaian

• Tidak menggunakan waktu secara maksimal

• Menonton acara televisi favorit

• Tidak bisa menolak ajakan teman

• Melamun

• Membaca majalah favorit

1 12 14 3 13 5 4 2 10 11 8,15 7 9 16 6

b. Variabel Jenis Kelamin.

Jenis kelamin yang di maksud dalam penelitian ini adalah jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Secara psikologis dan fisiologis ternyata laki-laki dan perempuan mempunyai perkembangan yang berbeda. Perbedaan ini menyebabkan adanya perbedaan sikap dan perilaku.

Variabel jenis kelamin merupakan variabel kategorik yang dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok jenis kelamin perempuan dan jenis kelamin laki-laki.

Tabel 3.5

Skor untuk variabel jenis kelamin Jenis Kelamin Skor

Perempuan Laki-laki

1 2

c. Variabel usia.

Yang dimaksud usia adalah lamanya rentang waktu dalam tahun yang dihitung mulai seseorang lahir kedunia sampai saat penelitian tersebut diadakan. Usia dikelompokan menjadi dua yaitu muda dan tua. Pengelompokan ini berdasarkan pembagian tahap-tahap pembagian sekolah berdasarkan umur yang dianut oleh sistem pendidikan di Indonesia (Sarwono,2005 :41).

Untuk mengukur variabel usia, dalam penelitian ini peneliti menggunakan skala likert, yaitu sebagai berikut :

Tabel 3.6 Kriteria usia Kriteria jawaban Skor Keterangan 18-25 th > 25 th 1 2 Muda Tua

d. Variabel program studi.

Program studi merupakan bagian dari fakultas dan jurusan ilmu tertentu, di mana di dalamnya lebih menunjukkan kekhususan disiplin ilmu. Dalam penelitian ini, program studi yang diteliti adalah program studi yang ada dibawah naungan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Tabel 3.7 Program Studi

No Program studi Skor

1 Pendidikan Sejarah 1

2 Pendidikan Ekonomi 2

3 Pendidikan Akuntansi 3

e. Variabel status sosial ekonomi orang tua.

Status sosial ekonomi mencakup tiga faktor yaitu tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan. Ketiga faktor tersebut merupakan faktor dari luar responden yang sangat dekat dengan responden. Pengukuran variabel status sosial ekonomi dengan memberikan pertanyaan yang telah dibuat.

1) Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan yang telah diselesaikan orang tua responden (ayah dan ibu) hingga memperoleh ijasah. Dalam hal ini tingkat pendidikan dikelompokkan dan diberi skor sebagai berikut.

Tabel 3.8 Skor Untuk Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan Skor

Tidak tamat SD Tamat SD Tamat SMP

Tamat SMA/sederajat

Tamat Akademi/Perguruan Tinggi 1 2 3 4 5 2) Jenis Pekerjaan

Jenis pekerjaan dalam hal ini jenis pekerjaan orang tua (ayah dan ibu) adalah pekerjaan pokok yang ditekuninya setiap hari. Penggolongan pekerjaan berdasarkan dari penggolongan Spillane (1982:14) yang telah disesuaikan, pekerjaan dibagi menjadi enam golongan dan diberi skor sebagai berikut .

Tabel 3.9

Skor Untuk Jenis Pekerjaan

Jenis Pekerjaan Skor

Buruh/Ibu Rumah Tangga Petani/Pengrajin Pedagang/Wiraswasta Pegawai Swasta Pegawai Negeri ABRI 1 2 3 4 5 6

3) Tingkat Pendapatan

Merupakan pendapatan yang diterima orang tua (ayah dan ibu) setiap bulan, baik dari pekerjaan pokok maupun dari pekerjaan sampingan. Berdasarkan Upah Minimum Propinsi Tahun (UMP) 2009 untuk kota Yogyakarta sebesar Rp 700.000,-, maka tingkat pendapatan dikelompokkan sebagai berikut.

Tabel 3.10

Skor Untuk Tingkat Pendapatan

Tingkat Pendapatan Skor

a. < Rp 700.000,00 b. Rp701.000,00-Rp 1.401.000,00 c. Rp 1.402.000,00-Rp 2.102.000,00 d. Rp 2.103.000,00-Rp 2.803.000,00 e. Rp 2.804.000,00-Rp 3.504.000,00 f. > Rp 3.505.000,00 1 2 3 4 5 6

Untuk perhitungan ukuran status sosial ekonomi orang tua, dilakukan dengan cara menjumlahkan skor-skor ukuran tersebut dengan Penilaian Acuan Norma Tipe II (PAN II) sebagai berikut :

Tabel 3.11

Penilaian Acuan Norma Tipe II

Skor Nilai

> M + S Tinggi

M-1S dan M+1S Menengah

< M-1S Rendah

Perhitungan mean dan standar deviasi akan dihitung dengan bantuan program spss versi 13.

F. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kuesioner (angket). Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiono, 1999:135).

Kuesioner dalam penelitian ini ditujukan bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan telah menjalani proses penyusunan skripsi lebih dari satu semester guna mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan penyebab perilaku penundaan (procrastination) penyusunan skripsi.

Dokumen terkait