• Tidak ada hasil yang ditemukan

Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan Skala Pengukuran

Dalam dokumen Skripsi Nita Rachmawati (Halaman 43-50)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

F. Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan Skala Pengukuran

Variabel merupakan konsep dari berbagai level abstrak yang didefinisikan sebagai suatu fasilitas untuk pengukuran atau manipulasi suatu penelitian. Konsep yang dituju dalam suatu penelitian dapat diukur secara konkret dan langsung.32 Definisi operasional adalah unsur penelitian yang menjelaskan cara menentukan variabel dan mengukur suatu variabel. Dengan kata lain definisi operasional ini merupakan suatu informasi ilmiah yang membantu peneliti yang ingin menggunakan variabel yang sama.31

Variabel yang telah didefinisikan perlu didefinisikan secara operasional, sebab istilah variabel dapat diartikan secara berbeda - beda oleh orang yang berlainan. Definisi operasional dirumuskan untuk kepentingan akurasi, komunikasi, dan replikasi. 32

Tabel 5 Variabel penelitian, definisi operasional dan skala pengukuran

Variabel Penelitian Definisi Operasional Alat Pengukuran Hasil Pengukuran Skala Pengukuran

Kontrol kadar gula darah

Keteraturan pengukuran kadar gula darah yang dilakukan pasien DM secara berkala minimal 3 bulan sekali yang meliputi pemeriksaan:

- Kadar gula darah puasa

- Kadar gula darah 2 jam setelah makan - Kadar HbA1c Instrumen observasi berdasarkan catatan rekam medis (RM) 1.Teratur: melakukan pemeriksaan berkala minimal 3 bulan sekali yang meliputi pemeriksaan kadar gula darah puasa dan kadar gula darah 2 jam setelah makan atau hanya teratur melakukan

pemeriksaan HbA1c. 2. Tidak teratur: tidak

melakukan

pemeriksaan secara berkala minimal 3 bulan sekali yang meliputi pemeriksaan kadar gula darah puasa dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah makan atau tidak teratur melakukan pemeriksaan HbA1c.

Ordinal

Subskala variabel

a. Kontrol kadar gula darah puasa

Keteraturan dalam melakukan kontrol gula darah setelah pasien berpuasa selama 8-10 jam.

Instrumen observasi berdasarkan catatan rekam medis (RM)

Kontrol kadar gula darah puasa:

1.Teratur: dilakukan pemeriksaan berkala minimal 3 bulan sekali. Kadar gula darah puasa menunjukkan, hasil: 1. Kadar Normal (80- 109 mg/dl) 2. Kadar Sedang (110 mg/dl - 125 mg/dl) 3. Kadar Buruk (> 126 mg/dl)

2. Tidak teratur: tidak dilakukan pemeriksaan berkala minimal 3 bulan sekali

Ordinal

b. Kontrol kadar gula darah 2 jam setelah makan

Keteraturan dalam melakukan kontrol gula darah 2 jam setelah makan

Instrumen observasi berdasarkan catatan rekam medis (RM)

Kontrol gula darah 2 jam setelah makan:

1.Teratur: dilakukan pemeriksaan berkala minimal 3 bulan sekali. Kadar gula darah 2 jam setelah makan menunjukkan, hasil: 1. Kadar Normal (80- 144 mg/dl) Ordinal 31

2. Kadar Sedang (145 mg/dl - 179 mg/dl) 3. Kadar Buruk

(>180 mg/dl) 2. Tidak teratur: tidak

dilakukan pemeriksaan berkala minimal 3 bulan sekali. c. Kontrol Kadar HbA1c Keteraturan dalam melakukan kontrol HbA1c dalam waktu 3 bulan sekali

Instrumen observasi berdasarkan catatan rekam medis (RM)

Kontrol kadar HbA1c:

1.Teratur: dilakukan pemeriksaan berkala minimal 3 bulan sekali Kadar HbA1c menunjukkan, hasil: 1. Kadar Baik (< 6,5 %) 2. Kadar Sedang (6,5-8%) 3. Kadar Buruk (>8%)

2. Tidak teratur: tidak dilakukan pemeriksaan berkala minimal 3 bulan sekali

Ordinal

Karakteristik Pasien DM

1. Usia Lamanya waktu hidup pasien DM yang dihitung dari tanggal lahir sampai sekarang

Instrumen observasi berdasarkan catatan rekam medis (RM) Dikategorikan menjadi: 1. Dewasa awal (26-35 tahun) 2. Dewasa akhir (36-45 tahun) 3. Lansia awal (46-55 tahun) 4. Lansia akhir (56-65 tahun) 5. Manula (>65 tahun) Ordinal 2. Jenis Kelamin Pengelompokan berdasarkan gender pasien DM Instrumen observasi berdasarkan catatan rekam medis (RM) Dikelompokkan menjadi: 1. Perempuan 2. Laki-laki Nominal

3. Pendidikan Tingkat pendidikan yang telah ditempuh pasien DM diukur dari jenjang pendidikan formal yang pernah diikuti berdasarkan ijazah terakhir yang dimiliki Instrumen observasi berdasarkan catatan rekam medis (RM) Dibagi menjadi: 1. Tidak lulus SD 2. SD 3. SMP 4. SMA 5. Perguruan tinggi Ordinal 33

G. Alat Penelitian dan Cara Pengumpulan Data

1. Alat Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a) Lembar observasi berupa tabel yang berisi nomor rekam medis pasien, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan pasien DM, pelaksanaan pemeriksaan gula darah yang dilihat tiga bulan sekali selama 3x berturut-turut, dan hasil pemeriksaan kadar gula darah yang dilihat dari rekam medis pasien DM. Metode ini dilakukan tanpa melakukan interview kepada partisipan atau responden karena data yang dikumpulkan langsung melalui pencatatan hasil data rekam medis.34

b) Sistem pengolahan data menggunakan perangkat lunak (software)

statistik untuk mempermudah dalam pengolahan data.

c) Tes pemeriksaan kadar gula darah pasien DM dilakukan oleh petugas laboratorium RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang. Pemeriksaan kadar gula darah 2 jam setelah makan pasien DM dilakukan menggunakan tes darah kapiler, sedangkan untuk pemeriksaan kadar gula darah puasa dan kadar HbA1c adalah dengan mengambil darah dari pembuluh vena. Metode yang digunakan untuk mengukur kadar HbA1c adalah menggunakan kromatografi afinitas.

2. Cara Pengumpulan Data

a) Mengurus perijinan ke bagian litbang RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang untuk dilakukan studi pendahuluan.

b) Mengambil data pravelensi jumlah pasien DM yang berobat ke poliklinik penyakit dalam RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang di tahun 2013 dan 2014.

c) Mengambil 10 sampel data rekam medis mengenai keteraturan pasien DM dalam melakukan pemeriksaan kontrol kadar gula darah yaitu kadar gula darah puasa, kadar gula darah 2 jam setelah makan, dan HbA1c kemudian dijadikan sebagai data awal penelitian.

d) Setelah laporan disetujui oleh dosen pembimbing dan penguji, peneliti mengajukan permohonan ijin penelitian kepada Direktur RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang melalui bagian penelitian dan pengembangan (Litbang).

e) Meminta ijin ke bagian rekam medis RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang untuk mengambil data rekam medis pasien DM periode Januari – Desember 2014 di poliklinik penyakit dalam RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.

f) Melakukan penyeleksian rekam medis yang sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan sebelumnya dengan dibantu oleh petugas rekam medis.

g) Pengambilan data rekam medis dibagi menjadi 3 tahap. Pada tahap pertama, dalam sehari data rekam medis hanya dapat diambil sebanyak 25 sampel rekam medis. Pada tahap kedua, data rekam medis dapat diambil sebanyak 70 rekam medis, sedangkan pada tahap ketiga data rekam medis dapat diambil sebanyak 100 rekam medis dalam sehari. Total data rekam medis yang didapat sebanyak 195 sampel rekam medis pasien DM.

h) Pengambilan data ini dilakukan setiap hari Jum’at, Senin, dan Selasa (3, 6, dan 7 Juli 2015) di ruang rekam medis pada pukul 12.00 – 15.00 WIB. Penelitian dilakukan pada siang hari agar tidak mengganggu proses pelayanan rumah sakit.

Dalam dokumen Skripsi Nita Rachmawati (Halaman 43-50)

Dokumen terkait