• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Hasil Angket

4.2. Analisis Data

Analisis Deskriptif Persentase

Berdasarkan dari hasil jawaban responden sejumlah 18 guru mata pelajaran dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 7.

Hasil Analisis Responden

Responden Jumlah Sekor Persentase Kriteria Matematika 1 49 82% Sangat Tinggi 2 47 78% Tinggi 3 53 88% Sangat Tinggi 4 54 90% Sangat Tinggi 5 53 88% Sangat Tinggi Bahasa Indonesia 6 51 85% Sangat Tinggi 7 51 85% Sangat Tinggi 8 49 82% Sangat Tinggi 9 49 82% Sangat Tinggi 10 48 80% Tinggi Bahasa Inggris 11 54 90% Sangat Tinggi 12 32 53% Rendah 13 50 83% Sangat Tinggi 14 50 83% Sangat Tinggi IPA Terpadu 15 45 75% Tinggi 16 56 93% Sangat Tinggi 17 48 80% Tinggi 18 56 93% Sangat Tinggi

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa tanggapan masing-masing responden mengenai keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Kendal memiliki perbedaan hasil. Meskipun secara umum memberikan pendapat bahwa peran guru TIK dalam keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru dalam proses belajar

mengajar sangat tinggi, namun ada satu responden yang berpendapat rendah. Hal ini dikarenakan dari responden itu sendiri yang tidak mengikuti kegiatan layanan bimbingan TIK terhadap guru dalam proses pembelajaran atau merasa mampu menggunakan teknologi komputer tanpa mengikuti layanan bimbingan TIK tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

49 47 53 54 53 51 51 49 49 48 54 32 50 50 45 56 48 56 0 10 20 30 40 50 60 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Matematika Bahasa Indonesia Bahasa Inggris IPA Terpadu

Persentase Responden

Gambar 3.

Grafik Hasil Penelitian Berdasarkan Persentase Responden

Selain itu, pada hasil analisis berdasarkan dari hasil persentase indikator dengan menggunakan 6 indikator dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 8.

Hasil Persentase Indikator

Indikator Persentase Interval

Pengembangan Sumber

Belajar 88% Sangat Tinggi

Pengembangan Media

Belajar 87% Sangat Tinggi

Persiapan Pembelajaran 78% Tinggi Proses Pembelajaran 86% Sangat Tinggi Penilaian Pembelajaran 62% Tinggi Pelaporan Hasil belajar 95% Sangat Tinggi

Pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa peran guru TIK dalam melaksanakan layanan bimbingan TIK terhadap guru dalam proses belajar mengajar memperoleh hasil yang sangat tinggi, dapat dilihat dari 6 indikator terdapat 4 indikator yang memperoleh hasil sangat tinggi yaitu pada indikator pengambangan sumber belajar, inidikator pengembangan media belajar, indikator proses pembelajaran, indikator pelaporan hasil belajar dan sisanya yaitu pada indikator persiapan pembelajaran dan penilaian pembelajaran memperoleh hasil tinggi.

Perolehan persentase tertinggi adalah pada indikator pelaporan hasil belajar dengan persentase 95%. Faktor yang menjadikan indikator tersebut memperoleh nilai tertinggi adalah dalam pelaporan hasil belajar, guru mata pelajaran ujian nasional menggunakan alat bantu teknologi komputer dalam mengelola hasil belajar atau rapot. Dengan adanya fasilitasi guru TIK mengenai penggunaan teknologi komputer dalam pembuatan rapot, guru mata pelajaran akan merasa lebih mudah dan efektif dalam mengolah nilai.

Sedangkan indikator yang memperoleh nilai terendah adalah pada indikator penilaian pembelajaran yaitu 62%. Dalam hal penilaian pembelajaran, faktor pertama yang mempengarui indikator tersebut adalah tidak semua penilaian atau soal berbentuk pilihan ganda yang mudah dihitung dengan alat bantu teknologi komputer, namun terdapat penilaian dengan pertanyaan uraian atau

essay. Hal ini tentunya yang menyebabkan guru mata pelajaran melakukan

penilaian secara manual dan tidak dibantu oleh teknologi komputer. Kemudian faktor kedua adalah tidak semua guru mata pelajaran aktif dalam menggunakan talat bantu teknologi komputer dalam setiap penilaian pembelajaran.

Namun dilihat dari perolehan rata-rata, dapat diartikan bahwa tugas guru TIK dalam membimbing, memfasilitasi, dan membantu sesama guru mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional berjalan dengan sangat baik atau sangat tinggi. Dengan hasil analisis diatas menunjukkan bahwa sebanyak 18 responden dengan 6 indikator dan 15 item pertanyaan, diperoleh hasil rata-rata sebesar 83% atau dalam kategori sangat tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Gambar 4.

Grafik Hasil Penelitian Berdasarkan Persentase Indikator 4.3. Pembahasan

Dari hasil penelitian yang dilakukan, keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Kendal, diperoleh hasil sangat tinggi pada indikator pengembangan sumber belajar, pengebangan media belajar, proses pembelajaran dan pelaporan hasil belajar, sedangkan pada indikator persiapan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran memperoleh hasil tinggi.

Indikator pertama mengenai peran guru TIK memfasilitasi guru mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional, pengembangan sumber belajar dengan menggunakan internet dapat dijadikan sebagai solusi untuk memperoleh materi sumber belajar agar lebih beragam. Dalam pengembangan sumber belajar dengan menggunakan teknologi komputer yang difasilitasi oleh guru TIK dapat dikatakan sangat tinggi yaitu dengan pemenuhan indikator sebesar 88%.

Selanjutnya pada indikator kedua mengenai pengembangan media pembelajaran, penggunaan power point sebagai media pembelajaran dengan dibantu oleh guru TIK dapat mendukung keefektifan penyampaian materi saat proses pembelajaran. Dengan hasil persentase sebesar 87%, peran guru TIK dalam mengembangan media pembelajaran termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Selain penggunaan power point, guru mata pelajaran ujian nasional juga dapat memperoleh reverensi lain melalui internet yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.

Pada saat persiapan menyusun media pembelajaran dengan power point, penggunaan teknologi komputer dan pelatihan dalam mempersiapkan LCD

Proyektor saat akan melaksanakan proses pembelajaran tidak lepas dari layanan

bimbingan guru TIK. Hal ini sesuai dengan perolehan hasil persentase sebesar 78% atau dalam interval tinggi untuk indikator persiapan pembelajaran. Selain itu, fasilitasi guru TIK dalam mempersiapkan akses internet yang dapat digunakan oleh guru mata pelajaran ujian nasional juga sangat penting untuk memperoleh informasi terbaru dalam proses belajar mengajar.

Kemudian untuk hasil persentase pada indikator proses pembelajaran memperoleh hasil 86% atau sangat tinggi. Hal tersebut dikarenakan penggunaan teknologi komputer dengan power point dapat membantu dalam kelancaran proses pembelajaran, sehingga berkaitan dengan peningkatan kualitas belajar dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi komputer yang difasilitasi oleh guru TIK.

Selain itu, penggunaan teknologi komputer juga dapat digunakan dalam melakukan penilaian tugas pada saat pembelajaran dan penilaian terhadap ujian nasional. Persentase yang diperoleh dari indikator penilaian pembelajaran sebesar 62% atau dalam interval tinggi. Namun terjadi penurunan hasil persentase pada indikator ini karena tidak semua penilaian terhadap ujian nasional menggunakan alat bantu teknologi komputer, sehingga banyak guru yang berpendapat bahwa penilaian pembelajaran tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga dilakukan oleh pemerintah pusat.

Pada indikator terakhir yaitu pelaporan hasil belajar memperoleh pesentase sebesar 95% atau sangat tinggi. Hasil tersebut merupakan hasil persentase tertinggi dibanding dengan indikator lain karena dari 18 responden, rata-rata menjawab sangat tinggi mengenai peran guru TIK memfasilitasi guru mata pelajaran dalam membuat rapot atau laporan akhir semester menggunakan teknologi komputer.

Dalam hal ini, hasil keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional yang memperoleh hasil tertinggi sebesar 95% adalah penggunaan alat bantu teknologi komputer dalam

pelaporan hasil belajar dan yang paling rendah adalah mengenai penilaian pembelajaran, yaitu 62%. Dari hasil tersebut tentunya peran guru TIK sebagai fasilitator dinyatakan sudah berhasil, namun guru TIK harus lebih aktif dalam mendampingi guru mata pelajaran lain pada setiap kegiatan pembelajaran menggunakan media pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi komputer, internet ataupun power point sebagai fasilitasi guru TIK lebih efektif dibandingkan dengan tidak difasilitasi oleh guru TIK pada kurikulum sebelumnya. Karena penggunaan media pembelajaran tersebut memiliki berbagai kelebihan dan sangat memungkinkan bagi guru untuk membuat bahan ajar yang lebih menarik. Hal ini didasari dari hakikat belajar yang sesungguhnya, dimana dalam proses pembelajaran diperlukan adanya pengarahan pandangan terhadap ilmu pengetahuan yang dibantu dengan teknologi yang difasilitasi oleh guru TIK agar dapat lebih memberi gambaran secara pasti bagaimana ilmu pengetahuan itu terjadi.

Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya mengenai penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat memberi pemahaman secara pasti dan ragam informasi secara mendalam. Merujuk pada penelitian yang relevan, ada tiga hasil penelitian menyatakan bahwa suatu konsep baik itu abstrak maupun suatu gejala yang memang belum pernah sama sekali diketahui oleh para guru, haruslah difasilitasi dengan baik mengenai perkembangan teknologi dan penggunaan alat bantu teknologi komputer, atau dapat digambarkan agar mendekati suasana yang sebenarnya. Hal

ini dimaksudkan agar para guru dapat mengikuti perkembangan teknologi dengan baik, memanfaatkan fasilitasi yang diberikan oleh guru TIK secara maksimal agar tidak terjadi pemahaman yang salah tentang konsep pembelajaran menggunakan media pembelajaran dan teknologi komputer.

Atas dasar inilah, fasilitasi penggunaan internet, media pembelajaran maupun teknologi komputer sangat diperlukan. Masing-masing hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa pemanfaatan internet, penggunaan media pembelajaran mampu meningkatkan proses pembelajaran, mempermudah dan mampu diingat lebih lama. Selain itu, kegiatan pembelajaran yang dilakukan menjadi semakin menarik dengan adanya ragam informasi yang dapat diperoleh melalui internet, adanya tampilan visual menggunakan media pembelajaran yang menjadikan pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih mudah. Sehingga, berdampak pada meningkatnya hasil belajar, dan tingkat pemahaman materi yang tinggi seperti yang dikemukakan oleh Ahmad Maulana Izzudin (2013); Dede Cahyadi (2014); Roisun Jaya (2010).

Dengan adanya dampak yang diberikan dari fasilitasi guru TIK terhadap guru dalam proses belajar mengajar, ada kelebihan lain yang diperoleh. Diantaranya, proses penyampaian informasi akan lebih mudah dan luas, berkurangnya permasalahan yang dihadapi para guru dalam memanfaatkan teknologi komputer, sehingga baik itu guru TIK maupun guru mata pelajaran lain khususnya pada mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional dapat memperbarui informasi dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Jadi,

proses penyampaian materi lebih efektif dengan waktu singkat dan ketercapaian tujuan pembelajaran yang tinggi.

Dengan kata lain, hasil dari penelitian mengenai fasilitasi guru TIK terhadap guru mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional merupakan temuan baru yang perlu dikembangkan dan diperbarui lebih lanjut. Sesuai dengan perkembangan zaman, diharapkan nantinya fasilitasi guru TIK juga dapat merambah ke semua warga sekolah yang membutuhkan fasilitasi guru TIK, tidak hanya kepada guru mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional guna kelancaran dalam kegiatan pembelajaran.

Keterlaksanaan layanan bimbingan guru TIK terhadap guru mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional tertunya tidak terlepas dari respon dan kesadaran guru mata pelajaran akan pentingnya penggunaan teknologi komputer dalam proses pembelajaran. Guru mata pelajaran juga berperan penting dalam kegiatan layanan bimbingan yang difasilitasi oleh guru TIK, karena layanan bimbingan tersebut tidak akan berjalan secara maksimal apabila guru mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional tidak ikut serta dalam keterlaksanaan layanan bimbingan tersebut. Hal ini pula yang menyebabkan tingkat keterlaksanaan layanan bimbingan guru TIK terhadap guru memperoleh hasil sangat tinggi.

42 5.1. Simpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa simpulan, meliputi :

1. Skala Sangat Tinggi dalam penelitian ini terdapat pada indikator pengembangan sumber belajar, pengembangan media belajar, proses pembelajaran, dan pelaporan hasil belajar. Pada aspek penggunaan teknologi komputer dalam membuat laporan akhir semester memperoleh hasil paling tinggi.

2. Pada indikator persiapan pembelajaran dan penilaian pembelajaran belum sepenuhnya berhasil karena pada aspek penilaian pembelajaran menggunakan alat bantu teknologi komputer memperoleh hasil terendah. 3. Keterlaksanaan peran guru TIK dalam membantu guru mata pelajaran yang

diujikan dalam ujian nasional secara keseluruhan Sangat Tinggi. 5.2. Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan di atas dapat disusun saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak terkait, yaitu:

1. Kegiatan fasilitasi yang dilakukan oleh guru TIK terhadap guru dalam proses belajar mengajar alangkah baiknya benar-benar dilaksanakan dengan baik

untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah diharapkan. Karena, hal ini telah terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan.

2. Pada penilaian pembelajaran dengan menggunakan alat bantu teknologi komputer yang difasilitasi oleh guru TIK diharapkan dapat lebih dimanfaatkan secara maksimal, karena tidak hanya meringankan beban guru pada saat proses penilaian, namun dapat lebih efektif pengolahan nilai. 3. Pada peneliti selanjutnya diharapkan hanya terfokus pada indikator penilaian

pembelajaran khususnya pada penggunaan alat bantu teknologi komputer pada penilaian pembelajaran.

44

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013. Kurikulum. . Sekertaris Negara Republik Indonesia

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005. Guru dan Dosen. . Sekertaris Negara Republik Indonesia

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Standar Nasional Pendidikan. Departemen Agama.

Achmad Jazidie, dkk. 2014. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru TIK dan KKPI.

https://www.academia.edu/8765135/Juknis_BK_TIK_Kurikulum_2013. 10 Januari 2015. (9:38)

Ahmad Maulana Izzudin. 2013. Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Video Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Praktik Service Engine

dan Komponen-komponennya. Fakultas Teknik UNNES. Semarang

Ahmad Sudrajat. 31 Januari 2013. Teori Pendidikan dan Kurikulum.

http://akhmadsudrajat.wordoress.com. 15 Januari 2015.

Bangun Setia Budi. 2014. Strategi Guru dalam Menghadapi Kurikulum 2013 di

Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Surakarta. Universitas Sebelas Maret.

Surakarta.

Burhan Bungin. 2006. MetodePenelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.

Dede Cahyadi. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Flash pada Mata Pelajaran IPA Terpadu Pokok Bahasan Wujud Zat dan Perubahannya Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Satu Atap

Bumijawa. FIP UNNES. Semarang.

Depdikbud dan Depnaker. 1990. Surat Edaran Mendikbud No. 143/MPK/1990, tanggal 5 Juli 1990 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Angka Kredit

Jabatan Guru. Jakarta: Depdikbud.

Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Penilaian Kinerja Guru. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Eka Lusia Evalita. 2013. Analisis Kompetensi Pedagogik dan Kesiapan Guru Sma

dalam Mendukung Implementasi Kurikulum 2013. FMIPA UNNES.

Semarang

Hasan. 2013. Informasi Kurikulum 2013. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Imas Kurniasih dan Berlin Sani. 2013, Implementasi Kurikulum 2013 Konsep dan

Penerapan. Surabaya: Kata Pena.

Oemar Hamalik. 2010. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moh Surya. 1988. Dasar-dasar Konseling Pendidikan (Teori dan Praktek). Yogyakarta: Kota Kembang.

Mulyasa. 2014. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 Standar

Penilaian. 4 Juni 2013. Jakarta

______ Nomor 68 Tahun 2014. Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam

Implementasi Kurikulum 2013. 2 Juli 2014. Jakarta

Peraturan Menteri Negara Pendayaguunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Jabatan Fungsional Guru dan Angka

Kreditnya. 7 Juli 2009. Jakarta

Poerwadarminta, W.J.S. 1976. Kamus umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta

Prayitno. 1983. Pengertian Dasar dan Asas-Asas Bimbingan dan Penyuluhan. Gema Bimbingan, Pusat Bimbingan UKSW, Salatiga, Th. XI No. 1, 1983. ______ dan Erman Amti. 2014. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:

Rineka Cipta.

Rina Setiani. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Mengapresiasi Teks Cerita Pendek Berbasis Adobe Flash CS5 untuk Kelas XI Sekolah

Menengah Atas. FBS UNY. Yogyakarta.

Rochman Natawijaya. 1981. Pedoman Pembinaan Program Bimbingan di

Sudjana. 2001. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suharsimi Arikunto. 2006. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Bina Aksara. ______. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka

Cipta.

Yuni Nafisa. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Menengan Atas

Lampiran 5. Kisi-kisi Instrumen

Dokumen terkait