BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.3 Variabel Penelitian
Variabel penelitian merupakan variabel yang dihasilkan dari sintesa kajian pustaka dengan memberikannya ukuran. Variabel penelitian digunakan dalam melihat karakteristik objek yang diamati serta dijadikan tolok ukur dalam melakukan peneletian. Pada penelitian kualiatif, variabel penelitian disajikan dengan melakukan hipotesa, logika serta argumen yang didasarkan pada responden. Dari dua sasaran yang ingin dicapai, dilakukan identifikasi tingkat partipasi dan faktor apa yang memengaruhi partisipasi masyarakat Kampung Ketandan untuk pengembangan kampung wisata. Hasil dari kedua identifikasi tersebut, dijadikan sebagai masukan pada sasaran ketiga yaitu menyusun strategi peningkatan partisipasi masyarakat Kampung Ketandan.
Variabel penelitian yang akan digunakan disajikan sebagai berikut.
43
Tabel III. 1 Indikator dan Variabel Penelitian Berdasarkan Sasaran Sasaran 1
Mengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat Kampung Ketandan sebagai kampung wisata
Indikator Variabel Definisi Operasional
Keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan
“Attraction”
Atraksi budaya Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan atraksi budaya
Atraksi sosial Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan atraksi social Keterlibatan
masyarakat dalam meningkatkan
“Accessibility”
Akses informasi Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam meningkatakan akses informasi
Akses
penghubung/jalur masuk
Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam meningkatkan akses penghubung/jalur masuk
Akses
pemberhentian/
parkir
Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam meningkatkan akses pemberhentian/parkir
Keterlibatan masyarakat dalam menyediakan
“Amenities”
Akomodasi Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam menyediakan akomodasi Tempat
makan/warung
Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam menyediakan tempat makan/warung
Toko souvenir Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam menyediakan toko souvenir Sarana toilet Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam menyediakan sarana toilet Keterlibatan
masyarakat dalam membentuk
“Ancillary”
Kelompok
penyokong wisata
Sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam membentuk kelompok khusus penyokong wisata
Sasaran 2
Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat Kampung Ketandan sebagai kampung wisata
Indikator Variabel Definisi Operasional
Sosial Harapan Adanya pengaruh faktor harapan untuk menjadi kampung wisata terhadap partisipasi masyarakat
Pendidikan Adanya pengaruh faktor pendidikan terakhir terhadap partispasi masyarakat
Struktur sosial Adanya pengaruh faktor struktur sosial terhadap partisipasi masyarakat Budaya Budaya lokal Adanya pengaruh budaya asli masyarakat setempat terhadap partisipasi Ekonomi Pekerjaan Adanya pengaruh jenis pekerjaan terhadap partisipasi masyarakat Sarana Sarana berkumpul
dan beratraksi
Adanya pengaruh ketersediaan sarana berkumpul dan beratraksi terhadap partisipasi masyarakat
Prasarana Jaringan listik Adanya pengaruh kondisi jaringan listrik terhadap partisipasi masyarakat Kelembagaan Lembaga
pengelola
Adanya pengaruh lembaga pengelola wisata terhadap partisipasi masyarakat
Pemerintah Pelayanan pemerintah
Adanya pengaruh pelayanan pemerintah terhadap partisipasi masyarakat
Apresiasi pemerintah
Adanya pengaruh apresiasi pemerintah terhadap partisipasi masyarakat Sumber: Analisis penulis, 2018
45
Tabel III. 2 Parameter Indikator Keterlibatan Masyarakat ditiap Komponen Wisata Berdasarkan Variabel
Tingkat Partisipasi
Keterlibatan Masyarakat dalam Mewujudkan ‘Attraction’
Atraksi Budaya Atraksi Sosial
Manipulation Masyarakat hanya menerima, tidak ada peran dalam mewujudukan atraksi budaya
Masyarakat hanya menerima, tidak ada peran dalam mewujdukan atraksi sosial
Therapy Beberapa/mulai ada masyarakat yang mewujudkan atraksi budaya
Beberapa/mulai ada masyarakat yang mewujudkan atraksi sosial
Informing Masyarakat mulai melaporkan kegiatan atraksi budaya dengan pengumuman ataupun pamflet
Masyarakat mulai melaporkan kegiatan atraksi sosial dengan pengumuman ataupun pamflet Consultation Masyarakat melakukan konsultasi dalam pemilihan
atraksi budaya
Masyarakat melakukan konsultasi dalam pemilihan atraksi sosial
Placation Masyarakat melakukan pertemuan/rapat bersama dalam pemilihan atraksi budaya
Masyarakat melakukan pertemuan/rapat bersama dalam pemilihan atraksi sosial
Partnership Masyarakat mulai menggandeng pihak lain untuk membuat kegiatan atraksi budaya
Masyarakat mulai menggandeng pihak lain untuk membuat kegiatan atraksi sosial
Delegated Power
Masyarakat memiliki rencana dan program lanjutan untuk kegiatan atraksi budaya
Masyarakat memiliki rencana dan program lanjutan untuk kegiatan atraksi sosial
Citizen Control Masyarakat bertanggung jawab penuh dan mandiri atas pengelolaan atraksi budaya yang ada
Masyarakat bertanggung jawab penuh dan mandiri atas pengelolaan atraksi sosial yang ada
Tingkat Partisipasi
Keterlibatan Masyarakat dalam Meningkatkan ‘Accessibility’
Akses Informasi Akses Penghubung/Jalur Masuk Akses Pemberhentian/Parkir
Manipulation
Akses informasi tersedia seadanya, tidak ada upaya dari masyarakat untuk
meningkatkannya
Akses penghubung/jalur masuk tersedia seadanya, tidak ada upaya dari masyarakat untuk
meningkatkannya
Akses pemberhentian/parkir tersedia seadanya, tidak ada upaya dari masyarakat untuk meningkatkannya
Therapy Akses informasi yang ada mulai dibenahi
Akses penghubung/jalur masuk yang ada mulai dibenahi
Akses pemberhentian/parkir yang ada mulai dibenahi
Informing
Masyarakat mulai melakukan penginfoan terkait kegiatan peningkatan akses informasi
Masyarakat mulai melakukan penginfoan terkait kegiatan peningkatan akses penghubung/
jalur masuk
Masyarakat mulai melakukan penginfoan terkait kegiatan peningkatan akses pemberhentian/parkir Consultation
Masyarakat melakukan konsultasi dalam upaya peningkatan akses informasi
Masyarakat melakukan konsultasi dalam upaya peningkatan akses penghubung/jalur masuk
Masyarakat melakukan konsultasi dalam upaya peningkatan akses pemberhentian/parkir
Placation
Masyarakat melakukan
pertemuan/rapat bersama dalam upaya peningkatan akses informasi
Masyarakat melakukan
pertemuan/rapat bersama dalam upaya peningkatan akses penghubung/jalur masuk
Masyarakat melakukan
pertemuan/rapat bersama dalam upaya peningkatan akses pemberhentian/parkir
Partnership
Masyarakat mulai menggandeng pihak lain dalam upaya
peningkatan akses informasi
Masyarakat mulai menggandeng pihak lain dalam upaya peningkatan akses penghubung/jalur masuk
Masyarakat mulai menggandeng pihak lain dalam upaya
peningkatan akses pemberhentian/parkir Delegated
Power
Masyarakat memiliki rencana dan program lanjutan peningkatan akses informasi
Masyarakat memiliki rencana dan program lanjutan peningkatan akses penghubung/jalur masuk
Masyarakat memiliki rencana dan program lanjutan peningkatan akses pemberhentian/parkir
Citizen Control
Masyarakat bertanggung jawab penuh dan mandiri atas pengelolaan akses informasi yang ada
Masyarakat bertanggung jawab penuh dan mandiri atas
pengelolaan akses penghubung/
jalur masuk yang ada
Masyarakat bertanggung jawab penuh dan mandiri atas pengelolaan akses
pemberhentian/parkir yang ada
47
Tingkat Partisipasi
Keterlibatan Masyarakat dalam Menyediakan ‘Amenities’
Akomodasi Tempat makan/
warung Toko Souvenir Sarana Toilet
Manipulation Tidak tersedianya akomodasi Tidak tersedianya tempat makan/warung
Tidak tersedianya toko souvenir
Tidak tersedianya sarana toilet
Therapy
Mulai ada keinginan menyediakan akomodasi
Mulai ada keinginan menyediakan tempat makan/
warung
Mulai ada keinginan menyediakan toko souvenir
Mulai ada keinginan menyediakan sarana toilet
Informing
Masyarakat mulai melakukan penginfoan kegiatan penyediaan akomodasi
Masyarakat mulai melakukan penginfoan kegiatan penyediaan tempat makan/
warung
Masyarakat mulai melakukan penginfoan kegiatan penyediaan toko souvenir
Masyarakat mulai melakukan penginfoan kegiatan penyediaan sarana toilet
Consultation
Masyarakat melakukan konsultasi dalam upaya penyediaan akomodasi
Masyarakat melakukan konsultasi dalam upaya penyediaan tempat makan/
warung
Masyarakat melakukan konsultasi dalam upaya penyediaan toko souvenir
Masyarakat melakukan konsultasi dalam upaya penyediaan sarana toilet
Placation
Masyarakat melakukan pertemuan/rapat bersama dalam upaya penyediaan akomodasi
Masyarakat melakukan pertemuan/rapat bersama dalam upaya penyediaan tempat makan/warung
Masyarakat melakukan pertemuan/rapat bersama dalam upaya penyediaan toko souvenir
Masyarakat melakukan pertemuan/rapat bersama dalam upaya penyediaan sarana toilet
Partnership
Masyarakat mulai menggandeng pihak lain untuk penyediaan akomodasi
Masyarakat mulai menggandeng pihak lain untuk penyediaan tempat makan/warung
Masyarakat mulai menggandeng pihak lain untuk penyediaan toko souvenir
Masyarakat mulai menggandeng pihak lain untuk penyediaan sarana toilet
Delegated Power
Masyarakat memiliki rencana dan program lanjutan penyediaan akomodasi
Masyarakat memiliki rencana dan program lanjutan penyediaan tempat makan/
warung
Masyarakat memiliki rencana dan program lanjutan penyediaan toko souvenir
Masyarakat memiliki rencana dan program lanjutan penyediaan sarana toilet
Citizen Control
Masyarakat bertanggung jawab penuh dan mandiri atas pengelolaan akomodasi yang ada
Masyarakat bertanggung jawab penuh dan mandiri atas pengelolaan tempat
makan/warung yang ada
Masyarakat bertanggung jawab penuh dan mandiri atas pengelolaan toko souvenir yang ada
Masyarakat bertanggung jawab penuh dan mandiri atas pengelolaan sarana toilet yang ada
Tingkat Partisipasi
Keterlibatan Masyarakat dalam Membentuk ‘Ancillary’
Kelompok Penyokong Wisata
Manipulation Tidak adanya bentuk kelompok penyokong wisata
Therapy Mulai ada keinginan membentuk kelompok penyokong wisata
Informing Masyarakat melakukan penginfoan terkait pembentukan kelompok penyokong wisata Consultation Mulai melakukan konsultasi terkait pembentukan kelompok penyokong wisata
Placation Masyarakat melakukan pertemuan/rapat terkait pembentukan kelompok penyokong wisata
Partnership Masyarakat mulai menggandeng kelompok penyokong wisata lain yang sudah ada sebagai percontohan Delegated
Power
Terbentuknya kelompok penyokong wisata sebagai pelaksana lanjutan Citizen
Control
Kelompok penyokong wisata yang ada sebagai pelaksana yang bertanggung jawab dan mandiri Sumber: Analisis penulis, 2018