METODE PENELITIAN
F. Variabel Penelitian dan Pengukurannya 1.Variabel Penelitian 1.Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi Arikunto, 2002:96). Dalam penelitian variabel yang akan diamati adalah:
a. Sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan b. Jenis kelamin
c. Prestasi belajar d. Minat menjadi guru e. Jenis pekerjaan orang tua 2. Pengukuran Variabel
a. Sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan.
Sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan adalah bagaimana sikap siswa apakah menghargai kemampuan praktikan atau tidak menghargai kemampuan praktikan. Untuk mengetahui sikap siswa tersebut maka ditentukan indikator- indikatornya. Indikator-indikator tersebut antara lain: (Pedoman Pengalaman Lapangan II, 2006:8)
a. Kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran b. Kemampuan melakukan proses pembelajaran c. Kemampuan menutup proses pembelajaran 2. Penampilan personal dan sosial
Pengukuran sikap didasarkan pada skala sikap dengan pertanyaan yang positif penentuan skor sebagai berikut:
Sangat Setuju (SS) : skor 4 Setuju ( S ) : skor 3 Tidak Setuju (TS) : skor 2 Sangat Tidak Setuju (STS) : skor 1
Sedangkan untuk pertanyaan yang negatif maka bobot skor berlawanan dengan bobot skor pertanyaan positif. Berikut komponen sikap dan atribut yang dilatihkan dalam PPL II.
Tabel 1. Atribut PPL II dan Komponen Sikap
Komponen Sikap No Atribut PPL II
Kognitif Afektif Konatif Jumlah 1. Proses pembelajaran a.Kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran b.Kemampuan melakukan proses pembelajaran c.Kemampuan menutup proses pembelajaran 1, 4 5,6,7,9, (11)*,17,1 8,21,22 22,(36)* 2,(39)* (8)*,10, (14)*,16, 20 37,(38)* 3 12,(13)*, 15,19 32 5 18 5 2. Penampilan personal dan sosial (24)*,25,2 8,(34)*,35 23,26,(30) *29,33 31,40 12
b. Jenis kelamin
Jenis kelamin yang dimaksud di sini adalah pria dan wanita. Variabel ini diukur dengan ketentuan pemberian skor sebagai berikut:
Wanita skor 2 Pria skor 1 c. Prestasi belajar
Prestasi belajar adalah sejauh mana siswa memahami dan menguasai materi yang diberikan. Pengukuran tinggi rendahnya prestasi belajar setiap siswa didasarkan pada nilai rapor pada tahun ajaran 2005/2006 semester ganjil.
d. Minat menjadi guru
Minat menjadi guru adalah kecenderungan yang mengarah pada siswa untuk menetapkan pilihan keinginannya yang ditandai dengan perasaan bahwa keinginan tersebut bersangkutan dengan kebutuhannya. Dalam penelitian ini penulis menggolongkan minat menjadi dua ya itu, minat menjadi guru dan minat tidak menjadi guru. Pengukuran sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan ditinjau dari minat menjadi guru didasarkan pada skala sikap dengan pertanyaan yang positif penentuan skor sebagai berikut:
Sangat Setuju (SS) : skor 4
Setuju ( S ) : skor 3
Tidak Setuju (TS) : skor 2 Sangat Tidak Setuju (STS) : skor 1
Sedangkan untuk pertanyaan yang negatif maka bobot skor berlawanan dengan bobot skor pertanyaan positif. Indikator minat di ambil dari teori para ahli. Variabel ke 1 (Rasa senang) dan Variabel ke 2 (Ketertarikan) diambil dari teori W.S. Winkel (1983:30) bahwa minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam subyek merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Variabel 3 sampai 5 diambil dari teori Giyatama (1990:6) bahwa minat intrinsik merupakan minat yang timbul dari dalam individu sendiri tanpa pengaruh dari luar. Minat intrinsik dapat timbul karena pengaruh sikap, persepsi, prestasi belajar, bakat, jenis kelamin dan intelegensia. Berikut ini disajikan tabel personalisasi variabel untuk minat:
Tabel 2. Personalisasi Variabel Untuk Minat
Pertanyaan Variabel
Positif Negatif 1. Rasa senang terhadap profesi guru. 1, 3 4
2. Ketertarik terhadap profesi guru. 7, 11,12, 2, 8 3. Prestasi yang mendukung untuk menjadi
guru.
5, 6, 9 18 4. Bakat yang dimiliki untuk menjadi guru. 13 10 5. Persepsi terhadap profesi guru. 14 15 e. Jenis pekerjaan orang tua
Pekerjaan atau jabatan dapat diklasifikasikan dalam beberapa golongan yaitu; buruh atau ibu rumah tangga, petani, pedagang, wiraswasta, pegawai swasta, pegawai negeri non guru dan guru. Namun dalam penelitian ini penulis menggolongkan pekerjaan menjadi
dua yaitu guru dan bukan guru. Variabel ini diukur dengan ketentuan pemberian skor sebagai berikut:
Guru : skor 2
Bukan Guru : skor 1 G. Pengujian Instrumen
1. Pengujian Kesahihan Instrumen (Validitas)
Suatu alat ukur dikatakan valid atau sahih apabila suatu alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang akan diukur dengan tepat atau teliti. Untuk menguji validitas setiap butir maka skor-skor yang ada pada butir yang dimaksud dikorelasikan dengan skor total. Kevalidan atau kesahihan alat ukur tersebut diuji dengan menggunakan perhitungan korelasi product moment dari Karl Pearson dengan rumus sebagai berikut (Suharsimi Arikunto, 2002:146):
( )( )
( ) ( )
{
2 2}{(
2) ( )
2}
Y Y N X X N Y X XY N rxy Σ − Σ Σ − Σ Σ Σ − Σ = Keterangan: xyr = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y X = Total dari setiap item
Y = Total dari total item N = Total responden
Pelaksanaan uj i Validitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer SPSS for Windows versi 12. Nilai koefisien nilai r diperhitungkan pada taraf signifikansi 5%. Apabila hasil perhitungan koefisien nilai r menunjukkan lebih besar atau sama dengan taraf signifikansi 5%, maka item tersebut dinyatakan valid. Dari hasil pengujian validitas berdasarkan jumlah responden prapenelitian sebanyak 30 pada taraf signifikansi 5% diperoleh hasil pengujian sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Uji Validitas Untuk Sikap Siswa Terhadap Kompe tensi Keguruan Praktikan PPL II
Variabel No
Item r Tabel r Hitung Keterangan Sikap Siswa Terhadap 1 0.239 0.396 Valid Kompetensi Keguruan 2 0.239 0.054 Tidak Valid
Praktikan PPL II 3 0.239 0.443 Valid 4 0.239 0.295 Valid 5 0.239 0.542 Valid 6 0.239 0.549 Valid 7 0.239 0.491 Valid 8 0.239 0.006 Tidak Valid 9 0.239 0.437 Valid 10 0.239 0.414 Valid 11 0.239 0.564 Valid 12 0.239 0.022 Tidak Valid 13 0.239 0.353 Valid 14 0.239 0.497 Valid 15 0.239 0.372 Valid 16 0.239 0.431 Valid 17 0.239 0.528 Valid 18 0.239 0.494 Valid 19 0.239 0.393 Valid 20 0.239 0.525 Valid 21 0.239 0.333 Valid 22 0.239 0.482 Valid 23 0.239 0.589 Valid 24 0.239 0.524 Valid 25 0.239 0.401 Valid 26 0.239 0.288 Valid 27 0.239 0.410 Valid 28 0.239 0.337 Valid 29 0.239 0.050 Tidak Valid 30 0.239 0.572 Valid 31 0.239 0.618 Valid 32 0.239 0.357 Valid 33 0.239 0.457 Valid 34 0.239 - 0.038 Tidak Valid 35 0.239 0.344 Valid 36 0.239 0.395 Valid 37 0.239 0.581 Valid 38 0.239 0.564 Valid 39 0.239 0.440 Valid 40 0.239 0.595 Valid
Minat Siswa Menjadi 1 0.239 0.661 Valid Guru 2 0.239 0.347 Valid 3 0.239 0.584 Valid 4 0.239 0.127 Tidak Valid 5 0.239 0.690 Valid 6 0.239 0.550 Valid 7 0.239 0.777 Valid 8 0.239 0.388 Valid 9 0.239 0.525 Valid 10 0.239 0.395 Valid 11 0.239 0.762 Valid 12 0.239 0.763 Valid 13 0.239 0.646 Valid 14 0.239 0.624 Valid 15 0.239 0.105 Tidak Valid Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 40 pernyataan tentang sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan PPL II sebanyak 35 soal valid dan 5 soal tidak valid. Sedangkan dari 15 pernyataan tentang minat siswa menjadi guru sebanyak 13 soal valid dan 2 soal tidak valid. Soal yang tidak valid tersebut selanjutnya tidak digunakan sebagai instrumen pengumpulan data penelitian.
2. Pengujian Keandalan (Reliabilitas Kuesioner)
Reliabilitas kuesioner adalah sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Instrumen dalam penelitian ini berbentuk skala bertingkat maka digunakanlah rumus Alpha (Suharsimi Arikunto, 2002:171).
( )
− − =∑
2 1 2 11 1 1 σ σb k k r Keterangan: 11 r = reliabilitas instrumenk = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
2
∑
σb = jumlah varians butir1 2
Tingkat reliabilitas kuesioner diuji pada taraf signifikansi 0,05 atau 5%. Untuk menentukan apakah instrumen penelitian tersebut reliabel atau tidak reliabel, maka ketentuannya sebagai berikut:
a. Jika r hitung > r tabel dengan taraf keyakinan 5%, maka instrumen penelitian dikatakan reliabel.
b. Jika r hitung < r tabel dengan taraf keyakinan 5%, maka instrumen penelitian dikatakan tidak reliabel.
Pelaksanaan perhitungan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan bantuan komputer program SPSS for Windows versi 12. Dari hasil pengujian reliabilitas berdasarkan jumlah responden prapenelitian sebanyak 30 pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai koefisien alpha 0,895 untuk variabel sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan PPL II (Lampiran II hal 119) dan nilai koefisien alpha 0,876 untuk variabel minat siswa menjadi guru (Lampiran II hal 123). Jika dibandingkan dengan r tabel dengan taraf signifikansi 5%, maka nilai- nilai r hitung > r tabel. Dengan demikian kuesioner untuk kedua variabel penelitian ini adalah reliabel.
H. Teknik Analisis Data 1. Statistik Deskriptif
Untuk mendiskripsikan variabel- variabel X1,2,3 maka akan dilakukan perhitungan rata-rata (mean) dan standar deviasi, menentukan kisaran aktual dan kisaran teoritis. Perhitungan nilai- nilai tersebut didasarkan pada skor jawaban masing- masing responden sebelum skor-skor ditransformasikan ke dalam tingkat pengukuran interval.
2. Pengujian Persyaratan Analisis a. Pengujian Normalitas
Pengujian normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Jika pengujian Normalitas secara manual diuji dengan menggunakan teknik analisis Kolmogorov-Smirnov One Sampel dari Imam Ghozali (2002:35). Sedangkan dalam penelitian ini penulis melaksanakan pengujian Normalitas dengan bantuan komputer program SPSS for Windows versi 12. Kolmogorov-Smirnov One Sampel merupakan uji goodness-of-fit. Uji ini berkait dengan tingkat kesesuaian antara distribusi sampel (skor observasi) dan distribusi teoritisnya. Uji K-S menentukan apakah skor dalam sampel berasal dari populasi yang memiliki distribusi teoritis (Imam Ghozali,2002:35).
D = Max Fo(Xi)−(SN(Xi) Keterangan:
D = Deviasi Maksimum
Fo(Xi) = Proporsi yang diharapkan dari observasi yang nilainya sama atau lebih kecil dari Xi
N
S (X) = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi dari satu sampel random dengan N observasi
Selanjutnya untuk mengetahui apakah distribusi frekuensi masing-masing variabel normal atau tidak dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai probabilitas lebih besar dari a = 0,05 berarti sebaran data normal dan jika nilai signifikan lebih kecil dari a = 0,05 berarti sebaran data tidak normal.
b. Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas varians diuji dengan uji F (Sugiyono, 2002:202): F = Terkecil Varians Terbesar Varians
Harga F tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang ηa −1 dan dk penyebut ηc −1. Apabila Fhitung < Ftabel
dapat disimpulkan bahwa varians data yang akan dianalisis homogen. 3. Pengujian Hipotesis Penelitian
Untuk menguji hipotesis langkah- langkah sebagai berikut: a Rumusan hipotesis
1) Ho = Tidak ada perbedaan sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan PPL II ditinjau dari jenis kelamin. Ha = Ada perbedaan sikap siswa terhadap kompetensi keguruan
praktikan PPL II ditinjau dari jenis kelamin.
2) Ho = Tidak ada perbedaan sikap siswa terhadap kompetensi kegur uan praktikan PPL II ditinjau dari prestasi belajar. Ha = Ada perbedaan sikap siswa terhadap kompetensi keguruan
praktikan PPL II ditinjau dari prestasi belajar.
3) Ho = Tidak ada perbedaan sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan PPL II ditinjau dari minat menjadi guru.
Ha = Ada perbedaan sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan PPL II ditinjau dari minat menjadi guru.
4) Ho = Tidak ada perbedaan sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan PPL II ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua.
Ha = Ada perbedaan sikap siswa terhadap kompetensi keguruan praktikan PPL II ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua. b Pengujian Hipotesis dan penarikan Kesimpulan
1) Pengujian hipotesis
Untuk menjawab permasalahan tentang ada tidaknya pengaruh faktor jenis kelamin, prestasi belajar, minat siswa menjadi guru dan jenis pekerjaan orang tua, penulis menggunakan analisis Chi Square dengan rumus sebagai berikut (Suharsimi Arikunto, 2002:259): χ2 =
∑(
fofh− fh)
2 fh= semua jumlah baris jumlah x Jumlah kolom Keterangan:χ2= Nilai Chi kuadrat yang dicari fo= Jumlah yang diperoleh fh= Jumlah yang diharapkan
Selanjutnya dilakukan langkah- langkah :
a) menentukan statistik uji Chi Kuadrat dengan derajat kebebasan df= (baris 1) (kolom1).
b) berdasarkan tabel χ2
pada taraf signifikansi 5% serta db = 1 akan disimpulkan sebagai berikut :
Jika harga χ2 < harga kritis χ2 , maka H0 diterima. Jika harga χ2 > harga kritis χ2 , maka H0 ditolak
Selanjutnya untuk menghitung koefisien kontingensi digunakan rumus sebagai berikut (Suharsimi Arikunto, 2002 : 262) :
kk = n + 2 2 χ χ Keterangan : kk = Koefisien kontingensi
= Harga Chi Kuadrat yang diperoleh
χ2
= Nilai Chi Kuadrat yang dicari
n = Jumlah item
Agar supaya kk yang diperoleh dapat dipakai untuk menilai derajat asosiasi antara faktor, maka harga kk ini perlu dibandingkan dengan koefisien kontingensi maksimum yang bisa terjadi. Harga Cmaks ini dihitung dengan rumus sebagai berikut (Sudjana, 1996:282): Cmaks = m m−1 Keterangan :
m = Harga minimum antara B dan K (yakni minimum antara banyak baris dan banyak kolom)
2) Penarikan Kesimpulan
Sudjana (1996:282) menyatakan bahwa makin dekat harga kk kepada Cmaks makin besar derajat asosiasi antara faktor. Dengan kata lain, faktor yang satu makin berkaitan dengan faktor yang lain. Maka untuk mencari derajat hubungan antara variabel digunakan langkah-langkah mengkategorikan rasio kk/Cmax ke dalam kategori sebagai berikut:
a) Rasio kk/Cmax, antara 0,81 sampai dengan 1,00 = sangat tinggi b) Rasio kk/Cmax, antara 0,61 sampai dengan 0,80 = tinggi c) Rasio kk/Cmax, antara 0,41 sampai dengan 0,60 = cukup tinggi d) Rasio kk/Cmax, antara 0,21 sampai dengan 0,40 = rendah