HASIL PENELITIAN
4.2 Analisis Univariat
4.2.1 Variabel Perancu (Umur, Pendidikan, Suku dan Pengetahuan)
Analisis univariat bertujuan mendiskripsikan pengetahuan, pendidikan, umur, paritas dan suku, hypnobirthing dan lama persalinan. Jenis data yaitu data kategori
digunakan untuk menjelaskan jumlah dan persentase, sedangkan data numerik digunakan nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi.
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Pendidikan, Umur, Paritas, Suku dan Pengetahuan Menurut Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol
di Klinik Bersalin Eka Sri Wahyuni Kecamatan Medan Denai
Karakteristik Perlakuan Kontrol p
n % n % Umur (tahun) <20 0 0 5 20,0 20-35 23 92,0 19 76,0 0,057 >35 2 8,0 1 4,0 Pendidikan SLTP 0 0 4 16,0 SLTA 16 64,0 15 60,0 DIII 4 16,0 2 8,0 DIV 1 4,0 1 4,0 S1 4 16,0 3 12,0 Pendidikan Kategori Pendidikan menengah 16 64,0 19 76,0 0,355 Pendidikan tinggi 9 36,0 6 24,0 Paritas Primipara 14 56,0 13 52,0 0,777 Multipara 11 44,0 12 48,0 Suku Jawa 13 52,0 14 56,0 Batak 5 20,0 6 24,0 Padang 2 8,0 1 4,0 Mandailing 4 16,0 2 8,0 Melayu 1 4,0 2 8,0 Suku Kategori Jawa 13 52,0 14 56,0 0,777 Bukan Jawa 12 48,0 11 44,0 Pengetahuan Baik 25 100,0 9 36,0 <0,001 Kurang 0 0 16 64,0
Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui pada ibu bersalin kelompok perlakuan bahwa umur 20-35 tahun lebih banyak sebesar 92,0%, demikian juga pada ibu bersalin kelompok kontrol sebesar 76,0%. Pendidikan ibu bersalin lebih banyak tamat SLTA, baik kelompok perlakuan sebesar 64,0% maupun kelompok kontrol sebesar 60,0%. Paritas ibu bersalin lebih banyak primipara, baik kelompok perlakuan sebesar 56,0% maupun kontrol sebesar 52,0%. Pada kelompok perlakuan dan kontrol sama-sama lebih banyak bersuku Jawa yaitu sebesar 52,0% dan 56,0%.
Hasil uji chi-square diperoleh bahwa tidak ada hubungan umur (p=0,057), pendidikan (p=0,355) dan paritas (p=0,777) dengan kelompok perlakuan dan kontrol. Pengetahuan berhubungan dengan kelompok perlakuan dan kontrol dengan nilai p<0,001. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik perlakuan maupun kontrol homogen dalam hal umur, pendidikan, paritas dan suku.
Pengetahuan ibu bersalin dengan 15 item pertanyaan pada kelompok perlakuan diperoleh 100% ibu yang bersalin dengan hypnobirthing mempunyai pengetahuan yang baik tentang hypnobirthing merupakan suatu metode baru yang dikhususkan untuk wanita hamil dengan melakukan relaksasi mendalam, bertujuan untuk mempersiapkan proses kelahiran normal yang lancar, nyaman, dengan rasa sakit yang minimum (pernyataan 1). Rasa sakit akan muncul saat kontraksi persalinan. Jika ibu panik dan takut, otot akan menegang dan rasa sakit akan semakin parah (pernyataan 5), Untuk mencapai keberhasilan penanaman sugesti ini dibutuhkan kondisi yang rileks dengan proses relaksasi (pernyataan 11). Tercapainya kondisi rileks akan membawa gelombang otak kita pada kondisi yang lebih tenang
sehingga memungkinkan untuk berkomunikasi secara batin kepada janin (pernyataan 12). Dan Hypnobirthing tidak menggunakan ramuan ataupun obat-obatan dalam prakteknya, sehingga tidak memiliki efek samping negatif apapun (pernyataan 13).
Pada ibu bersalin pengetahuan banyak tidak tahu sebesar 12,0% adalah hypnobirthing dapat dilakukan dari sejak awal masa kehamilan, paling tepat adalah pada trimester pertama karena mampu mencegah mual dan muntah (pernyataan 4). Dan walaupun hypnobirthing paling baik dimulai saat trimester pertama kehamilan, namun tidak menutup kemungkinan untuk melatih metoda ini di trimester akhir (pernyataan 6).
Tabel 4.2 Distribusi Jawaban Pengetahuan pada Kelompok Perlakuan Ibu Bersalin di Klinik Bersalin Eka Sri Wahyuni Kecamatan Medan Denai
No Pernyataan Ya Tidak Total
n % n % n %
1. Hypnobirthing merupakan suatu metode baru yang dikhususkan untuk wanita hamil dengan melakukan relaksasi mendalam, bertujuan untuk mempersiapkan proses kelahiran normal yang lancar, nyaman, dengan rasa sakit yang minimum.
25 100 0 0 25 100
2. Latihan hypnobirthing akan banyak
memberikan manfaat karena melatih ibu hamil untuk selalu rileks, bersikap tenang dan menstabilkan emosi.
23 92,0 2 8,0 25 100
3. Cara pernapasan yang tepat untuk
mencapai kondisi rileks dan menyehatkan tubuh, diikuti dengan self-hypnosis dengan kalimat afirmasi dan sugesti untuk mencapai kelahiran yang sehat, nyaman dan lancar.
24 96,0 1 4,0 25 100
4. Hypnobirthing dapat dilakukan dari sejak awal masa kehamilan, paling tepat adalah pada trimester pertama karena mampu mencegah mual dan muntah.
Tabel 4.2 (Lanjutan)
No Pernyataan Ya Tidak Total
n % n % n %
5. Rasa sakit akan muncul saat kontraksi persalinan. Jika ibu panik dan takut, otot akan menegang dan rasa sakit akan semakin parah.
25 100 0 0 25 100
6. Walaupun hypnobirthing paling baik
dimulai saat trimester pertama kehamilan, namun tidak menutup kemungkinan untuk melatih metoda ini di trimester akhir.
22 88,0 3 12,0 25 100
7. Hypnobirthing tidak menggunakan obat bius yang menyebabkan rasa kantuk, ibu akan 100% terjaga dan dapat menikmati setiap detik proses persalinan hingga kelahiran sibuah hati.
23 92,0 2 8,0 25 100
8. Latihan hypnobirthing ini akan
berpengaruh positif terhadap janin karena ketenangan pikiran yang dirasakan ibu akan ikut dirasakan janin.
24 96,0 1 4,0 25 100
9. Ikatan batin ibu dan janin pun akan terasa lebih erat karena latihan hypnobirthing juga menyangkut adanya getaran gelombang pikiran ibu kepada janin.
23 92,0 2 8,0 25 100
10. Dasar yang digunakan dalam hypnobirthing
adalah relaksasi. Ibu akan diajak untuk berkonsentrasi dalam memberikan sugesti dan memprogram alam bawah sadar sesuai dengan tujuan latihan tersebut.
24 96,0 1 4,0 25 100
11. Untuk mencapai keberhasilan penanaman sugesti ini dibutuhkan kondisi yang rileks dengan proses relaksasi.
25 100 0 0 25 100
12. Tercapainya kondisi rileks akan membawa gelombang otak kita pada kondisi yang lebih tenang sehingga memungkinkan untuk berkomunikasi secara batin kepada janin.
25 100 0 0 25 100
13. Hypnobirthing tidak menggunakan ramuan ataupun obat-obatan dalam prakteknya, sehingga tidak memiliki efek samping negative apapun.
25 100 0 0 25 100
14. Ketika nyeri menjadi sesuatu yang
mengancam integritas individu maka akan sulit bagi individu tersebut untuk mengontrol rasa nyerinya.
Tabel 4.2 (Lanjutan)
No Pernyataan Ya Tidak Total
n % n % n %
15. Pada ibu bersalin yang mengalami
kecemasan berat akan menyebabkan
ketidak mampuan ibu untuk menoleransi nyeri persalinan yang dialaminya.
24 96,0 1 4,0 25 100
Pada Tabel 4.3 kelompok kontrol diperoleh bahwa yang banyak diketahui oleh ibu bersalin yaitu dasar yang digunakan dalam hypnobirthing adalah relaksasi. Ibu akan diajak untuk berkonsentrasi dalam memberikan sugesti dan memprogram alam bawah sadar sesuai dengan tujuan latihan tersebut (pernyataan 10) sebesar 96,0%. Sedikit yang tahu tentang hypnobirthing tidak menggunakan obat bius yang menyebabkan rasa kantuk, ibu akan 100% terjaga dan dapat menikmati setiap detik proses persalinan hingga kelahiran sibuah hati (pernyataan 7) sebesar 80,0%.
Tabel 4.3 Distribusi Jawaban Pengetahuan pada Kelompok Kontrol Ibu Bersalin di Klinik Bersalin Tutun Sehati Kecamatan Tanjung Morawa
No Pernyataan Ya Tidak Total
n % n % n %
1. Hypnobirthing merupakan suatu metode baru yang dikhususkan untuk wanita
hamil dengan melakukan relaksasi
mendalam, bertujuan untuk
mempersiapkan proses kelahiran normal yang lancar, nyaman, dengan rasa sakit yang minimum.
10 40,0 15 60,0 25 100
2. Latihan hypnobirthing akan banyak memberikan manfaat karena melatih ibu hamil untuk selalu rileks, bersikap tenang dan menstabilkan emosi.
12 48,0 13 52,0 25 100
3. Cara pernapasan yang tepat untuk mencapai kondisi rileks dan menyehatkan tubuh, diikuti dengan self-hypnosis
dengan kalimat afirmasi dan sugesti untuk mencapai kelahiran yang sehat, nyaman dan lancar.
Tabel 4.3 (Lanjutan)
No Pernyataan Ya Tidak Total
n % n % n %
4. Hypnobirthing dapat dilakukan dari sejak awal masa kehamilan, paling tepat adalah pada trimester pertama karena mampu mencegah mual dan muntah.
10 40,0 15 60,0 25 100
5. Rasa sakit akan muncul saat kontraksi persalinan. Jika ibu panik dan takut, otot akan menegang dan rasa sakit akan semakin parah.
13 52,0 12 48,0 25 100
6. Walaupun hypnobirthing paling baik dimulai trimester pertama kehamilan, namun tidak menutup kemungkinan melatih metoda ini di trimester akhir.
6 24,0 19 76,0 25 100
7. Hypnobirthing tidak menggunakan obat bius yang menyebabkan rasa kantuk, ibu akan 100% terjaga dan dapat menikmati setiap detik proses persalinan hingga kelahiran sibuah hati.
5 20,0 20 80,0 25 100
8. Latihan hypnobirthing ini akan
berpengaruh positif terhadap janin karena ketenangan pikiran yang dirasakan ibu akan ikut dirasakan janin.
13 52,0 12 48,0 25 100
9. Ikatan batin ibu dan janin pun akan terasa lebih erat karena latihan hypnobirthing
juga menyangkut adanya getaran
gelombang pikiran ibu kepada janin.
7 28,0 18 72,0 25 100
10. Dasar yang digunakan dalam
hypnobirthing adalah relaksasi. Ibu akan diajak untuk berkonsentrasi dalam memberikan sugesti dan memprogram alam bawah sadar sesuai dengan tujuan latihan tersebut.
24 96,0 1 4,0 25 100
11. Untuk mencapai keberhasilan penanaman sugesti ini dibutuhkan kondisi yang rileks dengan proses relaksasi.
13 52,0 12 48,0 25 100
12. Tercapainya kondisi rileks akan
membawa gelombang otak kita pada kondisi yang lebih tenang sehingga
memungkinkan untuk berkomunikasi
secara batin kepada janin.
Tabel 4.3 (Lanjutan)
No Pernyataan Ya Tidak Total
n % n % n %
13. Hypnobirthing tidak menggunakan
ramuan ataupun obat-obatan dalam
prakteknya, sehingga tidak memiliki efek samping negative apapun.
17 68,0 8 32,0 25 100
14. Ketika nyeri menjadi sesuatu yang mengancam integritas individu maka akan sulit bagi individu tersebut untuk mengontrol rasa nyerinya.
16 64,0 9 36,0 25 100
15. Pada ibu bersalin yang mengalami
kecemasan berat akan menyebabkan ketidak mampuan ibu untuk menoleransi nyeri persalinan yang dialaminya.
13 52,0 12 48,0 25 100
Berdasarkan paritas ibu pada lama persalinan multipara diperoleh ibu yang mempunyai 2 anak sebesar 73,9%, 3 anak sebesar 17,4% dan 4 anak sebesar 8,7%. Intensitas nyeri pada ibu bersalin primipara menunjukkan bahwa sedikit sakit sebesar 40,7%, agak mengganggu sebesar 18,6%, mengganggu aktivitas sebesar 25,9%, dan sangat mengganggu sebesar 14,8%, sedangkan intensitas nyeri pada ibu bersalin multipara diperoleh bahwa tidak sakit sebesar 13,1%, sedikit sakit sebesar 39,1%, dan agak mengganggu sebesar 47,8%.
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Paritas Multipara dan Intensitas Nyeri di Klinik Bersalin Eka Sri Wahyuni Kecamatan Medan Denai
Variabel n %
Paritas multipara (anak)
2 17 73,9 3 4 17,4 4 2 8,7 Intensitas Nyeri Primipara Sedikit sakit 11 40,7 Agak mengganggu 5 18,6
Tabel 4.4 (Lanjutan) Variabel n % Mengganggu aktivitas 7 25,9 Sangat mengganggu 4 14,8 Multipara Tidak sakit 3 13,1 Sedikit sakit 9 39,1 Agak mengganggu 11 47,8