• Tidak ada hasil yang ditemukan

venaa €aut valau ˆut }ariatŽ

Dalam dokumen Artikel Ustadz Budi Ashari,Lc (Halaman 26-34)

uatu ketika Ustadz Budi Ashari, F% menanyakan sebuah pertanyaan kepada

peserta seminar 1arenting Nabaiyah di Bogor. 1ertanyaannya sepertinya mudah, dan +aabannya pun sudah tersedia, tinggal memilih.

Begini pertanyaannya$

&#bu-ibu dan bapak-bapak sekalian, mana yang lebih mudah sebenarnya, men+adikan anak kita rusak atau men+adikan anak kita sholih4'

Dan serta merta kebanyakan peserta seminar men+aab dengan suara lantang dan tegas $ RUA3 

3etika Ustadz Budi Ashari menanyakan kembali, &"akin4'

!aka sebagian mulai tampak berpikir keras, dan sebagian lagi masih yakin dengan  +aaban semula.

Ustadz Budi pun mengingatkan $

&Bukankah kita semua meyakini baha setiap anak dilahirkan dalam keadaan 5trah (#slam*, orang tuanya lah yang men+adikannya "ahudi dan Nasrani4'

ººº

Demikianlah sekilas per%akapan singkat pembuka seminar yang saya yakin seharusnya men+adi pertanyaan penting bagi semua orang tua saat ini.

3ekhaatiran demi kekhaatiran ter+adi di tengah masyarakat. Erang tua mulai resah bahkan ketakutan luar biasa dengan hal-hal negatif yang mun%ul dalam proses pendidikan anak-anak lain akibat dampak dari berbagai artikel dan liarnya berita di media sosial.

Ada dua hal utama yang harus men+adi bahan perenungan kita$

Bila kita meyakini anak dilahirkan dalam keadaan 5trah (#slam*, maka bukankah lebih mudah bagi mereka diarahkan untuk men+adi anak sholih4 3arena mereka bukanlah kertas putih yang tak bertuliskan apa pun. !ereka adalah !uslim. !ereka !uslim bahkan sebelum mereka dilahirkan. !ereka diikat kesaksian su%i dalam +ia mereka oleh Allah di alam ruh.

HQ Y ; ^ ©Q » ` ¼  X Q OQ K@VQ » ? Y S V O  Q O^  V  Y @QQ ? Y ; ^  ^ – VHQ ` ¼  X Q _Q ? Y ŠV Q ; Q ©YQ ]Q ? Y ; V W Q ~[ JLV ? Y Š^ J^ ; V ½V  j^ QQ I G ^ OQ j^ Ž Q OŒ JQ • Q €QQ LYM^ ]Q  Q :X ^ ^qQ K• Q ŠQ¼  Y _Q  [ <V H[M^ — ^ jQ: Q  ^ @YK Q  Y ~Q K@V  VwQ PQ »

“an ingatlah ketika -uhanmu mengeluarkan keturunan anak8anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian kepada jiwa mereka #seraya ber0rman$: “ukankah Aku adalah -uhan8&uB, dan dia saat itu telah menjawab: BYa Cngkau

adalah -uhanku dan aku bersaksiB. #!ami lakukan yang demikian itu$ agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “sesungguhnya kami adalah orang8orang yang lupa terhadap #persaksian$ ini.” #9%. al8A*raaf G:G>$

!asih mau berpikir baha anak kita adalah kertas putih yang tak punya

ke%enderungan apa pun4 1er%ayalah, mereka %enderung kepada 5trah, mereka %enderung kepada +alan yang sudah ditentukan kepada mereka bahkan sebelum mereka dilahirkan.

!aka bukankah men+adi aneh, bila manusia yang di%iptakan dalam keadaan 5trah lebih mudah untuk mengikuti yang bukan 5trah4 Bukankah bila mengikuti 5trah semestinya hanya tinggal meneruskan dan tidak perlu mengubah apa-apa lagi4 ebaliknya bila ingin anak rusak, bukankah +ustru butuh usaha keras luar biasa untuk melakukannya karena melaan 5trah4

Namun semua seakan terbalik. Erang tua yang sholih dan mengharapkan anak-anak mereka sholih dilanda ketakutan yang luar biasa. 3ekuatiran yang bahkan tak mampu ditekan oleh mereka.

3enapa4

3arena ternyata orang tua nya masih +uga bingung menentukan harus leat +alan yang mana untuk melangkah dalam mendidik anak-anak mereka. Dunia yang melenakan mengaburkan kesu%ian 5trah itu. emua seakan baik, semua seakan benar. #kut arus,trend, dan latah. )ingga tak punya %ukup keper%ayaan diri untuk men%ukupkan diri dengan$ #3UT "AR#AT A2A.

²Abdullah bin !as²ud Radhiyallahu anhu berkata $

  Y _Q ¾´   Y  V  €V ¿ [  €Q ]Q =} ´ : Y  ^ W Q  Y jV  ^ X@K … V : Y c ^ \Q K• Q ŠQ $QQ ? [ ·V =ƒ^ ^ : Q O^  À  €Q ? Q X [ \Q ]Q  ^ : Y X Q _Q  V X@K `X [ Q  ^ X@K V  Y \V JQ  Q @Q ¿ [  €Q   V @Q  Y Q Q  Q Q ? [ ·V = ^ : Y @QM^  Y _V Y ~Q Pˆ Q  : Y ©Q  ^ : Y X Q _Q [M^ … ˆ : Y c ^ \Q ; Q  Y j^ £ Q  : Y @Q Á— ˆ Q   – QW Q jV … ˆ c V \V ƒ^• ^ Š $QQ ? [ ·V = ^ @^} Q ©^ ]Q  ^  ^ : Y } ^ ~Q   ^ O^ ? Y <V[ ]Q ? Y S V @^LQ¼ »  ^ X ^ :c ^ \Q   Y _Q ? Y S V O^ >Q  [ – QW Q Q … Q c V  Œ @K K9 V c ^ W [ wQ Q ]Q » ƒV 9 V c ^ w[Q } ´ : ^ W Q  Y jV G¾^ K Q ^  K• Q ŠQ¼ P[Q ]Q $`@Q9 Q wQ PQ  VW [ wQ ? Y S V X [ 9 Q @Q

&Rasulullah hallallahu ²alaihi a sallam membuat garis dengan tangannya

kemudian bersabda$ ²#ni +alan Allah yang lurus. Falu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda$ ²#ni adalah +alan-+alan yang ber%erai-berai

(sesat* tidak satupun dari +alan-+alan ini ke%uali di dalamnya terdapat syaithan yang menyeru kepadanya.

elan+utnya beliau memba%a 5rman Allah Azza a 2alla$ ²Dan baha (yang 3ami perintahkan ini* adalah +alan-3u yang lurus, maka ikutilah dia, +anganlah kalian

mengikuti +alan-+alan (yang lain* karena +alan-+alan itu men%erai-berai-kan kamu dari  +alan-Nya. "ang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu

 2adi kenapa masih takut4 #kut syariat sa+a, biar Allah yang melindungi anak-anak kita.

ertai mereka selalu dalam doa dan su+ud pan+ang kita  Allahu a*lam bish8shawab.

Axar €a e„at asiat

!araknya maksiat di generasi muda negeri ini nyaris menyentuh titik biasa dan lazim. !ereka telah matang biologisnya tetapi tunas iman belum lagi tumbuh.

Berbagai pembentengan yang dilakukan oleh orangtua, sekolah dan negara tak lagi mampu melindungi mereka. ®elombang besar syahat telah meruntuhkan

benteng-benteng itu. 3arena seberapalah kuatnya benteng tanpa iman.

Berbagai benteng yang sifatnya pengaasan 5sik terus digulirkan. Tetapi pasti semua itu bersifat sementara. 3arena manusia yang men%iptakan sistem itu. ehingga semua bisa diakali.

etiap bi%ara tentang pembatasan generasi dari maksiat zina, benteng paling efektifnya adalah iman. #man yang akan menghasilkan rasa selalu merasa diaasi oleh Allah membuat mereka tidak berani menyentuh garisnya alau tidak ada yang melihatnya.

!emang solusi inilah yang seharusnya terus ditanamkan sebelum masa mereka matang se%ara biologis tiba. ehingga benar +ika dikatakan baha obat itu ada dalam diri mereka sendiri. "a, iman yang ada dalam dada mereka itulah yang men+adi benteng.

 Tapi masalahnya banyak yang tidak memahami bagaimana iman ditanamkan. #mam ®hazali dalam 'hya* (lumiddin mengkritik keras penga+aran iman Cersi 5lsafat.

Berputar-putar, rumit, membingungkan, sebatas di otak dan u+ungnya bisa tidak bertemu Tuhan. ementara itulah yang bisa dirasakan dari kurikulum penanaman

iman di negeri ini. )anya sebatas di otak tidak di hati. )anya sebatas dikenalkan tidak ditanamkan.

 Tetapi bukan itu yang akan kita bahas dalam tulisan kali ini.

3arena tetap sa+a, salah satu 5trah manusia yang harus disalurkan adalah syahat kepada laan +enis. 3arenanya Al 7uran melarang kerahiban,

 

^ X [ @K P^K Q {Y J^ §Q„ Q W ^ OYK [à^ } Y ; ^ : Y X Q _Q ŠQ Q c Y W Q <Q jQ ŠQ _V Q W Q OYK — ´ : [ H^c Q ŠY JQ ]Q

“an merekamengada8ngadakan rahbaniyyah padahal !ami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi #mereka sendiri yang mengada8ngadakannya$ untuk men7ari

keridhaan Allah.” (7s. Al )adid$ 0’*

7otadah berkata$ Rahbaniyyah atau kerahiban adalah menolak (menikahi* anita dan menetap di gere+a-gere+a.

Rasulullah pun mengingatkan tidak ada kerahiban dalam #slam. Beliau +uga

menegur keras seseorang yang menekadkan diri untuk tidak menikah, “emi Allah aku orang paling bertakwa di antara kalian...dan aku menikahi wanita. %iapa  yang memben7i sunnahku bukan golonganku.” #&uttafa) alaih$

Dengan dalil-dalil tersebut, maka +elas baha kerahiban yang menahan syahatnya kepada laan +enis bertentangan dengan a+aran #slam. yahat kepada laan +enis adalah 5trah yang tidak bisa dilaan. Untuk itulah #slam mengatur dengan hati-hati. Dan tidak membukanya ke%uali hanya melalui$ pernikahan.

#tu artinya, pembentengan generasi muda dari maksiat zina dengan menggunakan iman dan yang lainnya adalah tindakan sementara di usia aal mereka. ementara sebelum mereka bisa membangun rumah tangga. 3arena suatu hari mereka harus menikah untuk menyalurkan 5trahnya itu, yang dalam #slam bahkan merupakan bagian dari ibadah suami dan istri.

3alau pembentengan dan pen+agaan hanya sementara, maka tidak ada %ara lain ke%uali kita segera memikirkan pernikahan anak-anak kita.

Di sinilah han%urnya generasi muda kita yang beraal han%urnya konsep berumah tangga. Di satu sisi, syahat mereka dibangkitkan sepan+ang +alan, seluas media dan pergaulan. Di sisi lain, pernikahan usia dini disumbat. !aka, bukankah ²a+ar ketika mereka menyalurkan syahat mereka dengan %ara maksiat yang membuat para orangtua ketakutan dan negara kerepotan.

3onsep han%ur itu telah berefek luas. ampai memun%ulkan sebuah pemikiran yang hampir rata di masyarakat baha yang menikah di usia dini, hanya satu di antara dua$ hamil sebelum nikah atau tidak berpendidikan.

Bahkan dengan +elas negara ini mengingatkan tentang pernikahan di usia dini yang dinyatakan sebagai penyebab banyak masalah.

Fengkap sudah...

iapa yang bertanggung +aab4 Anda tahu +aabannya6

Dari sinilah kita tahu baha setelah upaya pembentengan, kita harus segera membahas tentang pernikahan usia muda anak-anak kita. Agar mereka tidak sempat berbuat maksiat.

!ari kita tengok se+arah kegemilangan #slam (rasanya sudah %ukup kita berkata baha se+arah hanya masa lalu. 3arena ia sepertiga Al 7uran*.

Ali bin Abi Thalib menikah dengan athimah putri Nabi dalam usia 0 tahun dan  tahun

)arun Ar Rasyid, pemimpin paling hebat di dunia (seperti +udul bukunya DR. yauxi Abu 3halil*, menikah pada tahun ‘ ). 1adahal ia dilahirkan pada tahun ” ). Berarti usianya baru  tahun...666444666

1erlu +uga anda ketahui  tahun berikutnya ia dilantik men+adi khalifah dan ia

men+adi khalifah paling sukses di dinasti Bani Abbasiyyah. "ang memimpin selama 0/ tahun.

ekarang silakan renungi yang dalam dan +u+ur, mana yang lebih hebat. Ali bin Abi  Thalib dan )arun Ar Rasyid atau kita, usia dan karya kita hari ini4 Baru setelah ini

silakan bertanya bagaimana %ara men%apainya.

 Tulisan ini senga+a dihadirkan untuk menyadarkan baha se+arah kebesaran #slam melahirkan orang-orang yang berumah tangga di usia sangat aal. 3arena #slam telah menyiapkan anak-anak dengan sangat serius se+ak aal. ehingga mampu berkarya se+ak aal. Termasuk dalam urusan rumah tangga. Alangkah indah dan lengkapnya hidup kita, +ika kita bisa menikmati kebesaran anak berikut %u%u. Dan kita akan tinggalkan dunia dengan senyum indah melihat karya kita pada anak dan %u%u.

 Tapi apa daya, banyak yang menikah terlambat. Bahkan, mendorong anak-anaknya untuk menikah lebih terlambat lagi dengan segudang alat untuk menakut-nakuti tentang horornya dunia pernikahan.

Dan subhanallah, saya punya kisah sangat menarik. aya bersyukur karena ketika

tulisan ini sudah saya ren%anakan, ternyata Allah pertemukan saya dengan seorang teman, senior saya ketika masih kuliah. Beliau men+adi direktur eksekutif sebuah sekolah #slam.

Di forum ilmu tersebut beliau memberi sambutan menge+utkan, “Frang yang ada di depan Anda ini dalam dua bulan lagi insya Allah akan menjadi kakek, padahal

usianya belum genap <H tahun. Anak saya yang pertama laki8laki sedang kuliah semester awal usianya I tahun dan sudah menikah. ia juga telah hapal Al 9uran berikut dua adiknya yang lain. %aya bertekad lima adiknya pun akan hapal Al 9uran.” 

3a0d2okumulloh, ya (srotal !hoir...

%ubhanallah, kisah sukses itu ada di samping kita.

#ni saya kisahkan karena keterbatasan ilmu dan akal kita menerima kisah-kisah +auh di zaman kebesaran #slam. 3ita sering baru bisa menerima kalau ada %ontohnya hari ini. !aka, %ontoh sukses itu sudah ada di samping anda.

Di sisi lain pembahasan ini, saya sadar betul baha anak-anak muda kita sangat tidak siap berumah tangga.

 Tapi sampai kapan kita terus mendendangkan lagu kesedihan tentang anak-anak kita yang tak kun+ung siap dan tak kun+ung kita siapkan.

Ayo bentengi mereka dengan iman

Ayo siapkan mereka untuk berumah tangga

Dan ayo sambut pernikahan indah mereka di usia aal Agar mereka tak sempat maksiat6

Dan agar kita bisa menikmati karya pada anak berikut %u%u, biid2nillah...

|e„a Bisian ˆstri

iapa yang tidak kenal )arun Ar Rasyid. 2udul buku yang ditulis oleh DR. yauxi Abu 3halil (:H@K vXj …‚] §–Xª@K :j Ä Amirnya para 3halifah dan ra+a paling hebat di dunia*, %ukup untuk menggambarkan betapa dahsyatnya tokoh yang satu ini.

ehingga tidak aneh ketika a+ahnya dikeruhkan oleh orang-orang yang tidak suka melihat #slam besar. 3arena #slam sangat terasa kebesarannya di masa )arun Ar Rasyid. ehingga mun%ullah di benak kita selalu tokoh Abu Naas yang konyol itu dan kisah pesta pora di negeri seribu satu malam. 3esemuanya bersumber dari kedengkian terhadap kebesaran #slam dan tokohnya.

!aka ba%alah dari sumber yang +elas dan shahih, kemudian rasakan kebenaran  +udul buku DR. yauxi.

aat )arun Ar Rasyid sedang menyiapkan penggantinya dari anak-anaknya. Dia melihat di antara anak-anaknya yang paling layak adalah Al !amun. 3einginannya ini bertentangan dengan keinginan istrinya yang berasal dari nasab mulia 7uraisy ¹ubaidah. 3arena ¹ubaidah mempunyai anak dari )arun bernama Al Amin.

ementara Al !amun hanya anak dari mantan budaknya.

Berita )arun yang lebih memilih Al !amun daripada Al Amin membuat ¹ubaidah sangat gundah. )ingga ia menghadap )arun Ar Rasyid dan mengadukan

keberatannya. )arun berkata tegas$

&%esungguhnya ini umat &uhammad dan tanggung jawab terhadap rakyat yang diberikan Allah ini terikat di leherku. %ementara aku tahu antara anakku dan

anakmu. Anakmu tidak layak menjadi !halifah. an tidak layak untuk rakyat'

 Tapi ¹ubaidah tetap ngotot,

& Anakku, demi Allah lebih baik dari anakmu dan lebih layak untuk memimpin. ukan orang dewasa yang bodoh juga bukan anak ke7il yang tidak layak

memimpin. 4ebih dermawan jiwanya dari anakmu. an lebih pemberani.'

)arun men+aab lagi,

&%esungguhnya putramu lebih aku 7intai. -etapi ini !hilafah, tidak layak

memegangnya ke7uali orang ahli. !ita akan dimintai pertanggungan jawab tentang masyarakat ini. !ita tidak sanggup menghadap Allah dengan membawa dosa

mereka.'

Fihatlah bagaimana seorang suami yang bi+ak. alau ia lebih paham dari istrinya yang hanya mengedapankan rasa, tetapi )arun ingin menampakkan bukti se%ara langsung baha Al !amun lebih layak dari Al Amin. )arun berkata,

&uduklah di sini, agar aku bisa tunjukkan kedua anak kita ini.'

)arun Ar Rasyid dan istrinya duduk di kursi dan memanggil pertama kali Al !amun. aat Al !amun datang, ia menundukkan pandangannya. !enunggu lama di depan pintu dalam keadaan berdiri. Fama sekali, hingga terasa pegal kakinya. )ingga diizinkan untuk masuk, ia pun duduk. 3emudian Al !amun minta izin untuk bi%ara. etelah diizinkan, ia memulai dengan memu+i Allah atas anugerah bisa melihat orangtuanya dan berharap Allah selalu memberi solusi dalam kepemimpinannya. 3emudian ia minta izin mendekat kepada )arun dan ¹ubaidah. etelah diizinkan, Al !amun ma+u dan men%ium kaki, tangan dan kepala ayahnya itu, selan+utnya

mendatangi ¹ubaidah dan melakukan hal yang sama.

3emudian dia kembali ke tempat duduknya semula. 3emudian ia mengu%ap syukur akan keberadaan ibu yang baik.

elan+utnya )arun Ar Rasyid berkata$ Nak, aku akan memberikan kepadamu kepemimpinan ini dan mendudukkanmu di tempat kekhilafahan. 3arena aku melihatmu layak untuk men+adi 3halifah.

Al !amun menangis dan memohon kepada Allah agar tidak mengambil ayahnya. )arun meyakinkan lagi baha ia layak.

Al !amun akhirnya men+aab$ audaraku lebih layak dariku. Dia putra tuan putriku. !enurutku ia lebih kuat dibandingkan aku untuk urusan kepemimpinan. 3emudian Al !amun pun keluar setelah selesai.

)arun dan istrinya masih di tempat duduknya. elan+utnya meminta agar Al Amin datang menghadap.

Al Amin datang dengan pakaian kebesarannya dan ber+alan dengan angkuh. Dia langsung masuk dengan menggunakan sandalnya dan lupa mengu%ap salam. Dia terus ber+alan hingga duduk se+a+ar dengan ayahnya di kursi.

)arun berkata$ Bagaimana menurutmu nak, aku ingin memberikan kepemimpinan ini kepadamu.

Al Amin men+aab$ ahai Amirul !uminin, siapa lagi yang lebih berhak

dibandingkan saya. Aku anakmu yang paling tua dan putra dari istri ter%intamu. )arun berkata$ 3eluarlah, nak .

etelah u+ian ini, )arun berkata kepada istrinya$ Bagaimana kamu melihat antara anakku dan anakmu4

¹ubaidah men+aab men+aab dengan +u+ur$ Anakmu lebih berhak

)arun men+aab$ 3alau begitu kamu telah mengakui kebenaran dan obyektif menilai yang kamu lihat.

etelah semua ini, sudah seharusnya )arun memberikan kepemimpinan kepada Al !amun baru setelahnya Al Amin. Dan memang ia pun bertekad untuk itu.

 Tapi anehnya, pada tahun °‘ ), )arun Ar Rasyid menga+ak anak-anaknya berikut staf dan keluarga kerabat untuk ha+i sekaligus men+adi saksi atas surat per+an+ian yang ditulis dan ditempel di 3abah.

#si surat itu adalah pengganti setelah )arun adalah Al Amin dan setelahnya baru Al !amun.

A+aib kan...

Bukankah seharusnya adalah Al !amun baru Al Amin, seperti tekad )arun se+ak aal.

(perlu diketahui baha kedua anak )arun ini memiliki kompetensi kepemimpinan sebagaimana yang dikatakan oleh guru mereka$ Al 3isai*

Anda tahu +aabannya, mengapa )arun +ustru mengubah pendiriannya4

1ara ahli se+arah mengatakan baha inilah posisi ¹ubaidah di hati )arun. alau )arun telah berhasil ²menaklukkan ¹ubaidah baha yang berhak adalah Al !amun di aal baru Al Amin. ¹ubaidah pun telah mengakuinya.

 Tapi tetap sa+a, permintaan aal ¹ubaidah menggema di hati )arun.

¹ubaidah yang memerankan istri terbaik di hati )arun, terlalu agung untuk ²disakiti.

3arenanya ahai para istri yang baik dan mulia. Bisikan anda di telinga suami akan terus menggema di hatinya. !aka manfaatkan untuk membisikkan kebaikan. 2ika bukan sekarang ia menerimanya. uatu hari, semoga...

Baca selengkapnya

Dalam dokumen Artikel Ustadz Budi Ashari,Lc (Halaman 26-34)

Dokumen terkait