• Tidak ada hasil yang ditemukan

Verba Dasar Bebas dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

VERBA DALAM NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA

4.1 Jenis Verba dalam Novel SANG PEMIMPI Karya Andrea Hirata

4.1.1 Verba Dasar Bebas dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

1. Muntah Dalam kalimat:

a. Sudah dua kali dia muntah karena kelelahan. (hlm. 2) → data 4

Muntah termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

muntah juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak muntah. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu muntah dengan cepat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, muntah bermakna ‘keluar kembali makanan (minuman dsb) yang telah masuk ke dalam mulut atau perut.’

2. Masuk Dalam kalimat:

a. Masuk ke warung A-Lung. (hlm. 2) → data 10

b. Ini ideku Rai, Kau masuk duluan! (hlm. 12) → data 104

c. Kalau tak masuk duluan, imbron tak bisa masuk. (hlm. 12) → data 105 d.Masuk!” (hlm. 13) → data 112

e. Rasanya aku ingin kabur dan masuk kembali ke kamar. (hlm. 28) → data 234 f. Kami masuk ke dalam rumah yang senyap. (hlm. 43) → data 377

Masuk termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

masuk juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak masuk. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu masuk dengan hati-hati. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masuk bermakna ‘datang (pergi) ke dalam (ruangan, kamar, lingkungan, dsb)’.

3. Tinggal Dalam kalimat:

a. Aku hafal lingkungan ini karena sebenarnya aku, Jimbron, dan Arai tinggal di salah satu kamar kontrakan di pasar kumuh ini. (hlm.3) → data 20

b. Lalu, Arai tinggal berdua dengan ayahnya. (hlm. 18) → data 156

c. Arai adalah sebatang pohon kara di tengah padang karena hanya tinggal dia sendiri dari satu garis keturunan keluarganya. (hlm. 20) → data 173

d. Maka, sejak Arai tinggal di rumah kami, tak kepalang senang hatiku. (hlm. 29) → data 242

e. Hanya fan untuk pabrik itu yang membuatnya betah tinggal di Belitong yang panas. (hlm. 36) → data 310

Tinggal termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

tinggaljuga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak tinggal. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu tinggal dengan baik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tinggal bermakna ‘masih tetap di tempatnya’

4. Mulai Dalam kalimat:

a. Aku mengintip keluar, musim hujan baru mulai. (hlm. 3) → data 24 b. Jimbron memelukkedua kakinya dan mulai terisak. (hlm. 11) → data 94 c. Aku dan Arai mulai berkelahi. (hlm. 38) → data 333

d. “Mulai sekarang. Mak Cik akan punya penghasilan!” (hlm. 43) → data 380

Mulai termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

mulai juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak mulai. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu mulai dengan segera. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mulai bermakna ‘mengawali berbuat’.

5. Tumpah Dalam kalimat:

a. Pukul empat sore nanti, hujan akan tumpah, tak berhenti sampai jauh malam. (hlm. 3) → data 25

b. Kerasak tumpah merubung jalan itu. (hlm. 19) → data 166

c. Di bawah awan putih yang tumpah, pertikaian kami telah berakhir dengan damai. (hlm. 42) → data 369

Tumpah termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

tumpah juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak tumpah. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu tumpah dengan lancar . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tumpah bermakna ‘tercurah keluar dari tempatnya.’

6. Mundur Dalam kalimat:

a. Aku mundur. (hlm.3) → data 26

Mundur termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

mundur juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak mundur. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu mundur dengan pelan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mundur bermakna ‘berjalan (bergerak) ke belakang.’

Dalam kalimat:

a. Saat itu, aku dan Jimbron duduk penuh gaya di atas sepeda jengkinya yang butut. (hlm. 5) → data 42

b. Di luar gudang, Pak Mustar dan dua orang penjaga sekolah tengah duduk sembari merokok. (hlm. 13) → data 121

c. Tiba-tiba, aku seakan berdiri di balik pintu, pada sebuah temaram dini hari, mengamati ayahku yang sedang duduk sambil mendengarkan siaran radio BBC. (hlm. 14) → data 134

d. Orang seperti dia sering duduk di bangku panjang kantor pegadaian menunggu barangnya ditaksir. (hlm. 17) → data 150

e. Ayah duduk di samping kopra, memalingkan wajahnya, tak sampai hati memandang Arai. (hlm. 20) → data 170

f. Aku dan Arai duduk berdampingan di samping truk yang terbanting-banting di atas jalan sepi yang berbatu-batu. (hlm. 20) → data 171

g. Ibu mertua Nyonya Deborah yang berumur hampis seratus tahun dan sedang duduk juga terkejut. (hlm. 36) → data 317

Duduk termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

duduk juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak duduk. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu duduk dengan tenang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, duduk bermakna ‘meletakkan tubuh atau terletak tubuhnya dengan bertumpu pada pantat.’

8. Buang Dalam kalimat:

a. Tak buang tempo, segera kami keluarkan segenap daya pesona untuk menarik perhatian putri-putri semenanjung itu. (hlm. 6) → data 44

Buang termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

buang juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak buang. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu buang dengan cepat . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, buang bermakna ‘lempar, lepaskan, keluarkan.’

9. Bangkit Dalam kalimat:

a. Ketika bangkit, aku mendapat kesempatan menyibakkan jambulku seperti gaya pembantu membilas cucian.(hlm. 6) → data 49

b. Kami bertiga bangkit serentak tanpa ekspresi. (hlm. 15) → data 145

Bangkit termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

bangkit juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak bangkit. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu bangkit dengan tenang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bangkit bermakna ‘bangun (dari tidur, duduk) lalu berdiri.’

10. Lari

Dalam kalimat:

a. Ikal, lari! (hlm. 8) → data 64

Lari termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba lari

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak lari. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu lari dengan cepat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

lari bermakna ‘melangkah dengan kecepatan tinggi.’

11. Rebah Dalam kalimat:

a. Tukang parkir terpana melihat ratusan sepeda yang telah dirapikannya susah payah, rebah satu per satu persis permainan mendirikan kartu domino, menimbulkan kegaduhan di pusat kota. (hlm. 9) → data 69

Rebah termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

rebah juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak rebah. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rebah

bermakna ‘bergerak dari posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring.’

12. Lolos Dalam kalimat:

a. Sebenarnya aku bisa langsung lolos jika tidak memedulikan panggilan sial ini. (hlm. 9) → data 73

b. Juga aku tak melihat celah untuk lolos.(hlm. 10) → data 84

Lolos termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba lolos

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak lolos. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu lolos dengan baik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

lolos bermakna ‘lucut lalu lepas (seperti cincin dari jari).’

13. Tolong Dalam kalimat:

a. Tolong Kal, tolong! (hlm. 9) → data 76

Tolong termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

tolong juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak tolong. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu tolong dengan ikhlas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, muntah bermakna ‘bantu.’

Dalam kalimat:

a. Lihat! Macan itu akan menerkammu. (hlm. 9) → data 78 b. Lihat saja….” (hlm. 37) → data 322

c. Di luar, kami lihat Tagem berjalan gontai memasuki toko. (hlm. 42) → data 374

Lihat termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba lihat

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak lihat. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu lihat dengan seksama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, lihat bermakna ‘menggunakan mata untuk memandang.’

15. Muncul Dalam kalimat:

a. Melihat sasaran nomplok yang tiba-tiba muncul di depannya, Pak Mustar kembali bernafsu untuk memburu kami, (hlm. 10) → data 79

Muncul termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

munculjuga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak muncul. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu muncul dengan cepat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, muncul bermakna ‘keluar menampakkan diri.’

16. Datang Dalam kalimat:

a. Tapi, keajaiban itu tak datang. (hlm. 10) → data 86 b. Ini aku, Arai, datang untukmu…! (hlm. 23) → data211

c. Sore itu, aku dan Arai sedang bermain di pekarangan waktu seorang perempuan yang biasa kami panggil Mak Cik Maryamah datang. (hlm. 31) → data 256

d. Dia datang dengan anaknya Nurmi dan putrid kecilnya yang masih tertidur. (hlm. 31) → data 257

Datang termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

datangjuga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak datang. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu datang dengan cepat.

17. Dapat Dalam kalimat:

a. Lalu, tak dapat kutahan air mataku mengalir. (hlm. 20) → data 177

b. Aku tak dapat mengerti bagaimana anak semuda itu menanggung cobaan sedemikian berat sebagai simpai keramat. (hlm. 20) → data 178

Dapat termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

dapat juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak dapat. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu dapat dengan mudah.

18. Punya Dalam kalimat:

a. Sempat terpikir olehku untuk mengurungkan rencana sakit saraf itu, tapi kami tak punya pilihan lain. (hlm. 12) → data 101

b. Aku merasa punya kuasa. (hlm. 12) → data 106

c. “Mulai sekarang. Mak Cik akan punya penghasilan!” (hlm. 43) → data 380

Punya termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

punya juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak punya. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu punya dengan baik.

19. Angkat Dalam kalimat:

a. Angkat peti ini ke stanplat! (hlm. 13) → data 123

Angkat termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

angkatjuga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak angkat. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu angkat dengan pelan.

20. Tembus Dalam kalimat:

a. Tatapanku menghunjam bola matanya, menyusuri lensa dan iris pupilnya, lalu tembus ke lubuk hatinya; ingin kulihat dunia dari dalam jiwanya. (hlm. 14) → data 133

Tembus termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

tembusjuga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak tembus Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu tembus dengan cepat.

21. Terbang Dalam kalimat:

a. Burung-burung camar mematuki cumi yang berjuntai di lubang-lubang peti, terbang labuh. (hlm. 15) → data 138

b. Makhluk yang memesona itu meloncat-loncat kecil ingin terbang. (hlm. 23) → data 202 c. Fan besar menggulung setiap gumpalan kapuk seperti jutaan kunang-kunang yang

serentak terbang. (hlm. 41) → data 359

Terbang termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

terbang juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak terbang. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu terbang dengan tinggi.

22. Jatuh Dalam kalimat:

a. Cerutunya merosot dan jatuh tanpa daya di atas lantai stanplat yang becek. (hlm. 15) → data 146

b. Ketika kami melewati Nyonya Pho, dia terjajar hampir jatuh. (hlm. 16) → data 148 c. Rambutku jatuh melengkung lentik di atas pundakku. (hlm.28) → data 236

Jatuh termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba jatuh

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak jatuh. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu jatuh dengan lancar.

23. Main Dalam kalimat:

a. Ketika kami melewati Nyonya Pho, dia terjajar hamper jatuh. (hlm. 16)

Main termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba main

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak main. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu main dengan serius.

24. Tampak Dalam kalimat

a. Jika menonton TVRI, kita biasa melihat orang seperti Arai meloncat-loncat di belakang presiden agar tampak oleh kamera. (hlm. 17) → data 151

b. Dia seusia denganku, tapi tampak lebih tua. (hlm. 20) → data 176

Tampak termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

tampakjuga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak tampak. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu tampak dengan jelas.

25. Wafat Dalam kalimat:

a. Ibunya wafat saat melahirkan adiknya. (hlm. 18) → data 154

b. Menginjak kelas tiga SD, ayahnya juga wafat. (hlm. 18) → data 158

Wafat termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

wafat juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak wafat. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu wafat dengan tenang.

Dalam kalimat:

a. Di perjalanan, aku tak banyak bicara karena hatiku ngilu mengenang nasib malang yang menimpa sepupu jauhku itu. (hlm. 19) → data 169

Bicara termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

bicara juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak bicara. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu bicara dengan jelas.

27. Diam Dalam kalimat:

a. Kami hanya diam. (hlm. 20) → data 172

Diam termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba diam

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak diam. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu diam dengan tenang.

28. Hilang Dalam kalimat:

a. Belum hilang terkejutku, Arai kembali merogohkan tangannya ke dalam karung kecampang. (hlm. 22) → data 195

Hilang termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

hilang juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak hilang. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu hilang dengan cepat.

29. Tidur Dalam kalimat:

a. Walaupun kamar kami hanyalah gudang peregasan, jauh lebih baik daripada tidur di tengah rumah. (hlm. 29) → data 244

Tidur termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba tidur

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak tidur. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu tidur dengan nyenyak.

30. Ada

Dalam kalimat:

Ada termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba ada

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak ada. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu ada dengan utuh.

31. Tumbuh Dalam kalimat:

a. Dia juga yang mengajakku mengambil akar purun perdu, perdu yang tumbuh di rawa-rawa, yang kami jual kepada pedagang kelontong untuk mengikat bungkus terasi. (hlm. 26) → data 219

Tumbuh termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

tumbuh juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak tumbuh. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu tumbuh dengan sempurna.

32. Jual

Dalam kalimat:

a. Dia juga yang mengajakku mengambil akar purun perdu, perdu yang tumbuh di rawa-rawa, yang kami jual kepada pedagang kelontong untuk mengikatbungkus terasi. (hlm. 26) → data 219

Jual termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba jual

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak jual. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu jual dengan murah.

33. Keluar Dalam kalimat:

a. Aku gugup bukan main saat pertama kali keluar dengan rambut gaya baru itu. (hlm. 28) → data 232

b. Nurmi keluar dri kamar dan terkejut melihat karung-karung gandum, gula, dan tepung terigu. (hlm. 43) → data 383

Keluar termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

keluar juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak keluar. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu keluar dengan sehat.

34. Kabur Dalam kalimat:

Kabur termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

kabur juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak kabur. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu kabur dengan gesit.

35. Hidup Dalam kalimat:

a. “Kalian tak tahu apa-apa soal kesulitan hidup, kecuali kecuali kalian hidup di zaman Jepang.“ (hlm. 30) → data 248

Hidup termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

hidup juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak hidup. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu hidup dengan damai.

36. Dengar Dalam kalimat:

Dengar termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba

dengarjuga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak dengar. Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu dengar dengan baik.

37. Tahu Dalam kalimat:

a. Orang tua Melayu tahu persis bahwa padi di dalam peregasan sudah tidak bisa dimakan. (hlm. 30) → data 253

Tahu termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba tahu

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak tahu Dan dapat pula diperluas dengan rumus V + dengan kata sifat yaitu tahu dengan pasti.

38. Ikut

Dalam kalimat:

a. “Ikut saja!” (hlm. 35) → data 297

Ikut termasuk ke dalam verba dasar bebas karena verba tersebut tidak berafiks dan tidak mengandung komponen berulang serta dapat berdiri sendiri dalam kalimat. Selain itu verba ikut

juga dapat bergabung dengan partikel tidak, yaitu tidak ikut. Dan dapat pula diperluas dengan