I V. HASI L DAN PEMBAHASAN
4.3. Verifikasi dan Validasi Sistem I nformasi Katam Terpadu Verifikasi sistem informasi Katam terpadu
4.3.1. Verifikasi
Kegiatan verifikasi terhadap luas baku lahan sawah pada sistem informasi kalender tanam terpadu umumnya sesuai dengan kondisi eksisting hal ini terjadi karena verifikasi sudah dilakukan secara berulang-ulang setiap musim tanam. Untuk varietas, jenis pupuk dan dosis belum sesuaidengan informasi yang ada pada sistem informasi kalender tanam terpadu.Varietas padi yang digunakan umumnya masih varietas unggul seperti Ciherang, Mekongga, Cigeulis dan I R 64 sedangkan untuk pupuk pada umumnya berdasarkan daya beli petani.Hasil verifikasi jadwal tanam yang dilaksanakan di Kabpaten Kaur dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Hasil verifikasi kesesuian jadwal tanam pada sistem kalender tanam terpadu MK 2016 dengan kondisi eksisting Kabupaten Kaur.
No Kecamatan Luas Baku Sawah (ha) Luas Penerapan (ha) Persentase (% ) Jadwal Tanam Rekomendasi Kategori 1 Kaur selatan 677 0 0 April I I -I I I Tidak
sesuai
2 Kaur Tengah 475 0 0 April I I -I I I Tidak
sesuai
3 Kaur Utara 695 0 0 April I I -I I I Tidak
sesuai 4 Kelam
Tengah
118 0 0 April I I -I I I Tidak
sesuai
5 Kinal 208 0 0 Mei I -I I Tidak
Lanjutan Tabel 4. No Kecamatan Luas Baku Sawah (ha) Luas Penerapan (ha) Persenta se (% ) Jadwal Tanam Rekomendasi Kategori 6 Luas 714 280 39,22 April I I -I I I Sesuai 7 Lungkang Kule 421 5 1,19 Mei I I I -Juni I Sesuai
8 Maje 520 0 0 Mei I -I I Tidak
sesuai 9 Muara Saung 640 0 0 April I I -I I I Tidak
sesuai
10 Nasal 592 0 0 April I I -I I I Tidak
sesuai 11 Padang Guci
Hilir
915 250 27,32 Mei I I I -Juni I Sesuai 12 Padang Guci
Hulu
420 322 76,67 Mei I I I -Juni I Sesuai 13 Semidang
Gumay
431 50 11,60 Mei I I I -Juni I Sesuai 14 Tanjung
Kemuning
666 0 0 April I I -I I I Tidak sesuai
15 Tetap 670 0 0 April I I -I I I Tidak
sesuai Sumber : Data primer (diolah), 2016
Kegiatan verifikasi jadwal tanam di Kabupaten Kaur dilakukan secara langsung kepada peserta, dari hasil verifikasi jadwal tanam diperoleh data sebagai berikut: sebanyak 5 kecamatan atau (33,3% ) dengan jadwal tanam yang sesuai dengan rekomendasi kalender tanam terpadu yaitu Kecamatan Luas, Kecamatan Padang Guci Hilir, Padang Hulu, Semidang Gumay dan Lungkang Kule. Sedangkan tidak sesuai dengan rekomendasi kalender tanam t erpadu sebanyak 10 kecamatan atau (66,7% ) yaitu Kecamatan Kaur Selatan, Kaur Tengah, Kaur Utara, Kelam Tengah, Kinal, Maje, Muara Sahung, Tanj ung Kemuning, Nasal dan Tetap. Ketidaksesuaian jadwal tanam faktual dengan rekomendasi tersebut diduga dampak dari musim kemarau yang ekstrim (El-nino) pada MH.2014/ 2015 dan MK. 2015.
Kegiatan verifikasi jadwal tanam di Kota Bengkulu juga dilakukan bersamam dengan kegiatan sosialisasi yang dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Hasil verifikasi kesesuian jadwal tanam pada sistem Kalender Tanam Terpadu MK 2016 dengan kondisi eksisting Kota Bengkulu.
No Kecamatan Luas Baku Sawah (ha) Luas Penerapan (ha) Perse ntase (% ) Jadwal Tanam Rekomendasi Kategori 1 Gading Cempaka 25 0 0 April I I -I I I Tidak Sesuai 2 Kampung Melayu
126 0 0 Mei I I I -Juni I Tidak
sesuai 3 Muara
Bangkahulu
887 887 100 Mei I I I -Juni I Sesuai
4 Ratu Agung 45 45 100 Mei I I I -Juni I Sesuai 5 Ratu
Samban
0 0 0 Tidak Ada
Sawah
-6 Selebar 346 0 0 April I I -I I I Tidak
sesuai 7 Singaran
Pati
293 293 100 Mei I I I -Juni I Sesuai
8 Sungai Serut 295 295 100 Mei I I I -Juni I Sesuai
9 Teluk Segara 0 0 0 Tidak Ada
Sawah
-Sumber : Data primer (diolah), 2016
Hasil verifikasi jadwal tanam di Kota Bengkulu diperoleh sebanyak 4 kecamatan atau (44,5% ) dengan jadwal tanam yang sesuai dengan rekomendasi kalender tanam terpadu yaitu Kecamatan Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Singaran Pati dan Sungai Serut. Selanjutnya tidak sesuai dengan rekomendasi KATAM Terpadu sebanyak 3 kecamatan atau (33,3% ) yaitu Kecamatan Gading Cempaka, Kampung Melayu, dan Selebar. Kemudian terdapat 2 kecamatan atau (22,2% ) tidak ada sawah. Ketidaksesuaian jadwal tanam faktual dengan rekomendasi tersebut diduga dampak dari musim kemarau yang ekstrim (El-nino) pada MH.2014/ 2015 dan MK. 2015.
Kegiatan verifikasi terhadap jadwal tanam pada Kecamatan Taba Penanjung melalui monitoring langsung ke lapangan bersamaan dengan kegiatan validasi, hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 80 ha sesuai dengan jadwal yang
ada pada sistem informasi kalender tanam terpadu yaitu Mei I I I – Juni I sekitar 6,84 % .
Kegiatan verifikasi jadwal tanam tingkat provinsi dilakukan juga dengan membandingkan data Luas Tambah Tanam (LTT) dan data potensi tanam padi MH 2015/ 2016, datanya dapat dilihat pada Tabel 6 dan Tabel 7.
Tabel 6. Luas realisasi tanam Provinsi Bengkulu MH 2015/ 2016
No Kabupaten Realisasi luas tanam MH 2015/ 2016 (Ha)
Okt Nov Des Jan Feb Mar Ʃ
1 Bengkulu utara 752 781 2.437 2.045 2.740 3.727 12.482 2 Bengkulu Selatan 94 162 6.246 3.575 374 - 10.451 3 Rejang Lebong 957 2.055 1.957 1.690 2.825 1.623 11.107 4 Kaur 986 231 2.387 2.850 679 289 7.422 5 Seluma 445 1.172 6.943 3.811 789 3 13.163 6 Mukomuko 53 740 827 1.073 3.126 2.513 8.332 7 Lebong 9 23 137 499 5.472 3.140 9.280 8 Kepahiang 239 280 455 2.399 1.687 945 6.005 9 Benteng 432 521 770 2.205 1.260 319 5.507 10 Kota Bengkulu - 3 31 732 364 44 1.174 Jumlah 3.967 5.968 22.190 20.879 19.316 12.603 84.923 Sumber : Dirlintan (2015)
Dari Tabel 6 terlihat bahwa realisasi tanam di Bulan Oktober dan November masih sedikit, hal ini terjadi akibat dampak dari musim kemarau yang relatif lebih panjang di MK 2015.Terjadi pergeseran tanam hingga bulan Desember hingga Bulan Maret.
Tabel 7. Potensi tanam padi di Provinsi Bengkulu MH 2015/ 2016
No Kabupaten
Tanam Pertama Tanam Kedua
Awal waktu tanam
dominan Luas
Awal waktu tanam
dominan Luas
1 Bengkulu Selatan
SEP I I I -OKT I (7.250 ha), Okt I I –I I I (1.483 ha), NOV I -I I (1.117 ha) 9.850 Jan I -I I (6.965 ha), JAN I I I – FEB I (1.439 ha), FEB I I – I I I (1.013 ha) 9.417 2 Rejang Lebong Sep I I I -Okt I (9.513 ha) 9.513 Jan I -I I (9.031 ha) 9.031 3 Bengkulu Utara Sep I I I -Okt I (3.858 ha),Jan I -I I (3.158 ha), Nov I -I I (994 ha), Lainnya (786 ha) 8.796 Jan I -I I (3.887 ha), Feb I I -I I I (918 ha), Jan I I I -Feb I (732 ha 5.537
4 Kaur Sep I I I -Okt I (4.081 ha), Nov I -I I (1.837 ha) Okt I I –I I I (1.402 ha),
7.320 Jan I -I I (3.519 ha), Feb I I -I I I (1.728 ha) Jan I I I – Feb I (1.303 ha)
6.550
5 Seluma Sep I I I -Okt I (8.129 ha), Nov I -I I (7.183 ha), Jan I -I I (555 ha) 15.867 Jan I -I I (5.818 ha), Feb I I -I I I (5.084 ha) 10.902
6 Mukomuko Sep I I I -Okt I (6.748 ha), Okt I -I I (60 ha), Jan I -I I (59 ha)
6.867 Jan I -I I (6.148 ha), Jan I I I -Feb I (60 ha
6.208
7 Lebong Sep I I I – Okt I (8.227 ha), Nov I -I I (280 ha)
8.507 Jan I -I I (6.944 ha), Feb I I -I I I (243 ha)
7.187
8 Kepahiang Sep I I I – Okt I (2.612 ha), Nov I -I I (2.363 ha) 4.975 Jan I -I I (2.612 ha), Feb I I -I I I (2.185 ha) 4.797 9 Bengkulu Tengah Nov I -I I (4.034 ha), Jan I -I I (2.092 ha), Sep I I I -Okt I (637 ha) 6.763 Feb I I -I I I (4.034 ha), Jan I -I I (644 ha) 4.678 10 Kota Bengkulu Nov I -I I (1.423 ha), Sep I I I -Okt I (92 ha)
1.515 Feb I I -I I I (1.375 ha), Jan I -I I (85 ha)
1.460
Sumber : Badan Litbang Pertanian (2016)
Dari Tabel 7 terlihat bahwa potensi tanam di Provinsi Bengkulu pada musim tanam pertama sudah dimulai pada Bulan September. Jika dibandingkan dengan realisasi di lapangan maka terlihat pergeseran tanam hingga bulan Desember, hal ini dikarenakan ada imbas kemarau yang panjang di MK 2015.
4.3.2. Validasi
Validasi dilakukan dengan cara mengimplementasikan rekomendasi Katam Terpadu yaitu jadwal tanam, rekomendasi varietas dan pupuk. Selanjutnya hasil implementasi dibandingkan dengan kondisi aktual (existing condition) di lahan petani lainnya.Dasar pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja pada sentra padi.Kegiatan validasi terdiri dari 2 kali tahap penanaman yaitu Jadwal tanam sesuai dengan rekomendasi Katam dan tidak sesuai dengan Katam (kondisi eksisting).Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Bengkulu Tengah Kecamatan Taba Penanjung dengan tiga desa yaitu Desa Lubuk Sini, Rindu Hati dan Surau.Penanaman pertama sesuai jadwal Katam yaitu Mei I I I -Jun I sedangkan penanaman kedua di luar jadwal tanam yaitu Bulan Agustus I V dan September I .
Pelaksanaan kegiatan validasi yang sesuai dengan jadwal Katam diimplementasikan pada petani kooperator sebanyak empat orang, sedangkan validasi diluar jadwal tanam diimplementasikan pada petani kooperator sebanyak 6 orang.
Selain jadwal tanam, teknologi yang diterapkan pada lokasi validasi antara lainVarietas Unggul Baru (VUB) dan rekomendasi dosisi pupuk.Varietas yang digunakan sebanyak tiga varietas yaitu I npari 15, 22 dan 23 dengan rekomendasi pupuk yang dipakai NPK 300 kg/ ha dan Urea 150 kg/ ha (Tabel 8).
Tabel 8. Pelaksanaan validasi rekomendasi teknologi sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2016
No Uraian Sesuai jadwal katam Diluar jadwal katam
1. Lokasi Desa Lubuk Sini Desa Rindu Hati dan
Desa Surau
2. Luas (ha) 2 3
3. Jadwal tanam Mei I I I – Jun I Jul I I I -Agustus 4. Dosis pupuk NPK 300 kg/ ha +
Urea 150 kg/ ha
NPK 300 kg/ ha + Urea 150 kg/ ha
5. Varietas Unggul Baru (VUB) I npari 15 I npari 22 I npari 23 I npari 15 I npari 22 I npari 23 6. Jumlah kooperator (org) 4 6
7. Tanggal tanam 23 Mei 2016 30 Agustus dan 6 September
Sumber: Data primer (diolah), 2016
Teknologi yang digunakan adalah teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah seperti penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB), benih sehat dan berlabel, sistem tanam jajar 2: 1, pemupukan sesuai dengan rekomendasi Kalender Tanam Terpadu, pengairan berselang, pengendalian terpadu untuk OPT, dan penanaman bibit muda dengan 1-3 batang per lubang tanam.
Hasil validasi yang sesuai dengan jadwal tanam diperoleh rata-rata produktivitas padi masing-masing varietas yang dibandingkan dengan varietas eksisting (I R-64) disajikan pada Tabel 9 berikut:
Tabel 9. Produktivitas padi hasil validasi yang sesuai dengan jadwal tanam dibandingkan dengan produktivitas eksisting.
No Varietas Provitas (t/ ha) Selisih (t) Peningkatan (% ) 1. Eksisting (I R-64) 4,3 - -2. I npari 15 6,2 1,9 30 3. I npari 22 7,8 3,5 44,9 4. I npari 23 7,5 3,2 42,7
Sumber: Data primer (diolah), 2016
Dari Tabel 9. menunjukkan bahwa produktivitas padi yang diintroduksi pada lokasi validasi tertinggi diperoleh pada varietas I npari 22 sebesar (7,8 t/ ha), yang diikuti oleh varietas I npari 23 (7,5 t/ ha), dan I npari 15 (6,2 t/ ha) gabah kering panen (GKP). Penerapan jadwal tanam yang sesuai dengan rekomendasi Kalender Tanam dapat meningkatkan produktivitas padi yang diintroduksi dibandingkan dengan produktivitas eksisting yaitu padi varietas I R-64, dimana terdapat selisih 1,9 ton (meningkat 30% ) dibandingkan dengan I npari 15, selisih 3,5 ton (meningkat 44,9% ) dibandingkan dengan I npari 22, dan selisih 3,2 ton (meningkat 42,7% ).Dengan demikian, penanaman yang dilakukan sesuai dengan rekomendasi jadwal tanam pada Mei I I I – Jun I untuk Kecamatan Taba Penanjung Musim Kemarau (MK) 2016 dinyatakan valid karena produktivitas yang dihasilkan ketiga varietas mampu menghasilkan produktivitas rerata berdasarkan deskripsi varietas yaitu I npari 15 (6,1 t/ ha) GKG, I npari 22 (5,8 t/ ha) GKG, dan I npari 23 (6,9 t/ ha) GKG.
Selanjutnya dari validasi yang dilaksanakan diluar jadwal tanam berdasarkan (Tabel 8) diperoleh rerata produktivitas dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) ketiga varietas yang ditanam, disajikan pada Tabel 10.
Tabel 10. Rerata produktivitas ketiga varietas yang ditanam diluar jadwal tanam yang direkomndasikan berdasarkan KATAM MK 2016.
No Varietas Produktivitas (t/ ha) GKP
Rerata hasil berdasarkan deskripsi (t/ ha) GKG
1. I npari 15 2,2 6,1
2. I npari 22 3 5,8
3. I npari 23 3,6 6,9
Sumber: Data primer (diolah), 2016
Berdasarkan Tabel 10 menunjukkan bahwa, varietas I npari 15 hanya mampu berproduksi sebesar (2,2 t/ ha), I npari 22 (3 t/ ha), dan I npari 23 (3,6 t/ ha). Jika dibandingkan dengan deskripsi varietas, maka kemampuan berproduksi masing-masing varietas yaitu I npari 15 baru mencapai (36,1% ), I npari 22 (51,72% ), dan I npari 23 (52,2% ). Rendahnya produktivitas ketiga varietas tersebut disebabkan oleh adanya serangan hama dan penyakit baik fase pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Dari hasil pengamatan secara visual di lapangan, varietas I npari 15 diserang oleh penyakit blas daun dan Kepinding Tanah dengan intensitas serangan berat, varietas I npari 22 diserang hama kepinding tanah dengan intensitas sedang, dan varietas I npari 23 diserang ulat daun dengan intensitas serangan sedang. Dengan rendahnya rerata produktivitas ketiga varietas tersebut dibandingkan dengan deskripsi maka penanaman yang dilakukan diluar jadwal tanam dinyatakan tidak valid.
Kegiatan Validasi juga dilaksanakan sinergi dengan kegiatan yang ada di BPTP Bengkulu yaitu Pendampingan Kawasan Padi dan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS).Rekomendasi KATAM Terpadu yang diterapkan pada kegiatan Pendampingan Kawasan Padi dan UPBS yaitu jadwal tanam, rekomendasi varietas dan pupuk.Validasi KATAM pada Kegiatan Pendampingan Kawasan Padi dilaksanakan di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Putri Hijau dan Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara dengan luas pertanaman masing-masing 7 ha dan 1 ha. Sedangan validasi KATAM pada kegiatan UPBS dilaksanakan di dua Kabupaten dan tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma,
Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma dan Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, degan luas pertanaman masing-masing 13 ha, 2 ha, dan 14 ha.
Data hasil validasi rekomendasi sistem informasi kalender t anam terpadu MK 2016 yang sinergi dengan kegiatan lain di BPTP Bengkulu disajikan pada Tabel 11.
Tabel 11. Pelaksanaan validasi rekomendasi sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2016 yang sinergi dengan kegiatan lain di BPTP Bengkulu
No Kecamatan Jumlah Petani (orang) Luas (Ha) I nformasi Katam Yang Diterapkan Sinergi dengan kegiatan Produk-tivitas (t/ ha)
1 Talo Kecil 13 6 Rek pupuk,
Jadwal tanam, Varietas UPBS 6,0 2 Semidang Alas Maras 2 2 Rek. Pupuk, Varietas Jadwal tanam UPBS 5,8
3 Arma jaya 14 7,2 Rek pupuk
Jadwal tanam Varietas
UPBS 5,8
4 Putri Hijau - 7 Rek. Pupuk,
Varietas Pendampingan padi 4-6 5 Tanjung Agung Palik - 1 Rek. Pupuk, Varietas Pendampingan padi 6,6
Sumber : Data primer (diolah), 2016
Dari Tabel 11 terlihat bahwa, produktivitas yang diperoleh pada lokasi validasi yaitu di Kecamatan Talo Kecil sebesar (6,0 t/ ha) GKP, Kecamatan Semidang Alas Maras (5,8 t/ ha) GKP, Kecamatan Arma Jaya (5,8 t/ ha) GKP, Kecamatan Putri Hijau (4-6 t/ ha) GKP, dan Kecamatan Tanjung Agung Palik (6,6 t/ ha) GKP.
4.4. Umpan Balik dari Penyuluh Mengenai dari SistemI nformasi