• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Akhir Kegiatan Tahun 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Akhir Kegiatan Tahun 2016"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHI R

GUGUS KALENDER TANAM TERPADU

DI PROVI NSI BENGKULU

YAHUMRI

BALAI PENGKAJI AN TEKNOLOGI PERTANI AN BENGKULU

BADAN PENELI TI AN DAN PENGEMBANGAN PERTANI AN

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga LaporanAkhirKegiatan Gugus Kalender Tanam Terpadu di Provinsi Bengkulu dapat tersusun.Laporan ini dibuat sebagai salah satu pertanggungjawaban terhadap hasil pelaksanaan kegiatan Bulan Januari sampai Desember2016.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan dan penyusunan laporan masih banyak ditemui berbagai kendala dan kekurangan. Kritik dan saran yang sifatnya membangun akan kami jadikan sumber perbaikan, mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi kita semua. Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan membantu pelaksanaan kegiatan ini, diucapkan terima kasih. Semoga hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi percepatan adopsi inovasi teknologi pertanian.

Bengkulu, Desember 2016 Penanggungjawab

Yahumri, SP

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul RDHP : Gugus Kalender Tanam Terpadu di Provinsi Bengkulu

2. Unit Kerja : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu 3. Alamat Unit Kerja : Jl. I rian Km. 6,5Kel. Semarang Kota Bengkulu

38119

4. Sumber Dana : DI PA BPTP Bengkulu TA. 2016 5. Status Penelitian (L/ B) : Lama

6. Penanggung Jawab :

a. Nama : Yahumri, SP

b. Pangkat/ Golongan : Penata Muda TK I / I I I b c. Jabatan : Peneliti Pertama

7. Lokasi : 10 Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu 8. Agroekosistem :

-9. Tahun Mulai : 2013

10. Tahun Selesai : 2017 11. Output Tahunan :

1. Terdeseminasinya inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu

2. I novasi sistem informasi kalender tanam terpadu yang sudah divalidasi dan diverifikasi 3. Umpan balik (Feedback) dari aplikasi

penerapan inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu

12. Output Akhir : Kalender tanam terpadu menjadi acuan atau pedoman dalam menentukan jadwal tanam, pemilihan varietas, dan pemupukan spesifik lokasi di Provinsi Bengkulu

13. Biaya : Rp. 76.500.000,00 (Tujuh Puluh Enam Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Koordinator Program,

Dr. Shannora Yuliasari, S.TP., MP NI P.19740731 200312 2 001

Penanggung Jawab Kegiatan

Yahumri, SP

(4)

Mengetahui,

Kepala BB Pengkajian,

Dr. I r. Haris Syahbuddin, DEA NI P.19641121 199103 1 001

Kepala BPTP Bengkulu,

Dr. I r. Dedi Sugandi, MP NI P. 19590206198603 1 002

DAFTAR I SI

RI NGKASAN DAN SUMMARY... vi

I . PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar belakang ... 1

1.2. Tujuan ... 2

1.3. Keluaran ... 3

1.4. Perkiraan manfaat dan dampak ... 3

I I . TI NJAUAN PUSTAKA... 4

2.1.... ... ... ...Keran gka teoritis ... 4

2.2.... ... ... ... Hasil-hasil penelitian sebelumnya ... 6

I I I . PROSEDUR ... 8

3.1. Waktu dan lokasi ... 8

3.2. Alat dan bahan ... 8

3.3. Ruang lingkup ... 8

3.4. Prosedur pelaksanaan ... 9

I V. HASI L DAN PEMBAHASAN ... 13

4.1. Koordinasi intern dan antar institusi ... 13

4.2. Sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu ... 13

4.3. Verifikasi dan validasi sistem informasi kalender tanam terpadu... 19

(5)
(6)

DAFTAR TABEL

Halaman 1.... ... ... ...K

egiatan Sosialisasi Sistem I nformasi Kalender Terpadu MK 2016

melalui tatap muka Tahun 2016 ... 14 2.... ... ... ...K

egiatan sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu MK

2016 melalui media cetak/ elektronik ... 17 3... ... ... ...H

asil pengukuran tingkat pengetahuan dan adopsi terhadap KATAM

tahun 2016 ... 18 4.... ... ... ...H

asil verifikasi kesesuaian jadwal tanam pada sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2016 dengan kondisi eksisting di

Kabupaten Kaur ... 19 5.... ... ... ...H

asil verifikasi kesesuaian jadwal tanam pada sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2016 dengan kondisi eksisting di Kota

Bengkulu ... 21 6... ... ... ...L

uas realisasi tanam Provinsi Bengkulu MH 2015/ 2016 ... 22 7... ... ... ...P

otensi tanam padi di Provinsi Bengkulu MH 2015/ 2016 ... 23 8.... ... ... ...P

elaksanaan validasi rekomendasi sistem informasi kalender tanam

terpadu MK 2016... 24 9.... ... ... ...P

roduktivitas padi hasil validasi yang sesuai dengan jadwal tanam

dibandingkan dengan produktivitas eksisting ... 25 10.... ... ... ...R

erata produktivitas ketiga varietas yang ditanam diluar jadwal tanam

yang direkomendasikan berdasarkan KATAM MK 2016... 26 11... ... ... ...P

elaksanaan validasi rekomendasi sistem informasi kalender tanam

Terpadu MK 2016 sinergi dengan kegiatan lain di BPTP Bengkulu ... 27 12.... ... ... ...M

asukan perbaikan dari sistem informasi kalender tanam terpadu ... 28 13.... ... ... ...I

nformasi sistem informasi kalender tanam terpadu yang sulit

(7)

14.... ... ... ...D aftar risiko, penyebab, dampak terhadap pelaksanaan diseminasi

Tahun 2016 ... 33 15.... ... ... ...R

isiko, penyebab, dampak terhadap pelaksanaan diseminasi Tahun

2016 ... 33 16.... ... ... ...J

adwal kerja kegiatan... 34 17.... ... ... ...R

encana anggaran belanja kegiatan ... 35 18... ... ... ...R

ealisasi anggaran belanja kegiatan ... 36 19.... ... ... ...P

(8)

DAFTAR LAMPI RAN

Halaman 1.... ... ... ...Doku

mentasi kegiatan sosialisasi sistem informasi kalender tanam

terpadu MK 2016... 38 2... ... ... ...Doku

mentasi kegiatan validasi sistem informasi kalender tanam

(9)

RI NGKASAN

1 Judul : Gugus Kalender Tanam Terpadu di Provinsi Bengkulu

2 Unit kerja : BPTP Bengkulu

3 Lokasi : Provinsi Bengkulu

4 Status (L/ B) : Lanjutan

5 Tujuan : 1. Sosialisasi dan apresiasi inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu 2. Melakukan validasi dan verifikasi inovasi

sistem informasi kalender tanam terpadu 3. Mendapatkan umpan balik (Feedback) dari

aplikasi penerapan inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu

6 Keluaran : 1. Terdeseminasinya inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu

2. I novasi sistem informasi kalender tanam terpadu yang sudah divalidasi dan diverifikasi 3. Umpan balik (Feedback) dari aplikasi

penerapan inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu.

7 Hasil/ pencapaian : Kalender tanam dapat diadopsi secara luas oleh petani di 10 kabupaten/ kota

8 Prakiraan Manfaat : Pedoman bagi dinas pertanian, penyuluh dan petani dalam menentukan waktu tanam, pupuk dan varietas yang tepat sehingga terjadi

penurunan resiko dan kegagalan produksi serta kerugian akibat kekeringan, banjir dan serangan OPT.

9 Prakiraan Dampak : Meningkatnya produksi, produktivitas, pendapatan dan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

10 Prosedur : Kegiatan Gugus kalender tanam terpadu akan dilaksanakan di 10 Kabupaten/ kota Provinsi Bengkulu pada bulan Januari – Desember 2016. Kegiatan ini meliputi : (1) Persiapan, terdiri dari penyusunan RODHP dan koordinasi intern dan antar institusi. Koordinasi intern dilaksanakan secara rutin dalam bentuk pertemuan di BPTP Bengkulu. Pertemuan direncanakan

(10)

Bengkulu. (2). Pelaksanaan sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu, yang dilaksanakan pada 10 kecamatan

kabupaten/ kota yang frekuensinya sebanyak 2 kali setahun menjelang awal musim tanam (MH dan MK). (3) Pelaksanaan verifikasi, tujuan kegiatan untuk memantau akurasi dan

kebenaran informasi atau data yang dihasilkan dari system. (4). Pelaksanaan Validasi, yang dilakukan dengan cara mengimplementasikan rekomendasi Katam Terpadu , (5) Pelaporan 11 Jangka Waktu : 5 (empat) tahun (2013 -2017)

(11)

SUMMARY

1 Title : I ntegrated Cropping Calender in Bengkulu Province

2 I mplementing Unit : AI AT Bengkulu

3 Location Bengkulu Province

4 Status : Advanced

5 Objectives : 1. Dissemination the innovation information systemof integrated cropping calendar 2. To perform validation and verification of the

innovation information system sof integrated cropping calendar

3. To Acquire feedback (feedback) from the application innovative information system of integrated cropping calendar

6 Output : 1. The desimination innovation information system information integrated cropping calendar

2. I nnovation system information system of integrated cropping calendar that has been validated andverified

3. Feedback from the application of innovative information of system integrated cropping calendar

7 Results/ outcomes : I ntegrated cropping calendar can be widely adopted by farmers in 10 district/ city

8 Benefitsforecast : Guidelines for the department of agriculture, extension and farmers in determining the timing of planting, amount of fertilizer and appropriate varieties resulting in decreased risk and failure of production due to drought, floods and pests 9 I mpactforecast : The appropriate planting time in order to

increase productivity, production, revenue and embodred sustainable and environmentally friendly agriculture.

10 Procedure : The cropping calendar Cluster integrated activities will be conducted in 10

Kabupaten/ kota of Bengkulu province in January – December 2016. These activities include: (1) Preparations, consisting of RODHP and

coordination of internal and inter institutions. I nternal coordination is carried out on a regular basis in the form of a meeting at BPTP

(12)

meeting of progress and follow-up activities for the next month. I nstitutional coordination is done by BMKG province of Bengkulu, Bengkulu Province BPTPH. (2). the execution of

socialization of integrated cropping calendar information system, which was implemented on 10 kabupaten/ kota is a frequency twice a year ahead of the start of the growing season (MH and MK). (3) the implementation of activities for the purpose of verification, monitoring the accuracy and correctness of the information or data that is generated from the system. (4) implementation of Validation., conducted by means of implementing I ntegrated Katam, recommendation (5) Reporting.

11 Duration : 5 years(2013 -2017)

(13)

I . PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam dua dekade terakhir, isu perubahan iklim terus menguat dan menjadi entri poin penting dalam menyusun perencanaan pengembangan pertanian, khususnya tanaman pangan. Perubahan iklim yang ditandai oleh perubahan pola dan distribusi curah hujan, peningkatan suhu udara, dan peningkatan muka air laut berdampak langsung terhadap kerentanan pertanian diwilayah tertentu (Badan Litbang Pertanian, 2012). Hal tersebut akan menjadi permasalahan dalam penentuan jadwal tanam di tingkat petani.

Pertanian merupakan sektor yang mengalami dampak paling serius.Tanaman pangan merupakan sub sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Kegagalan panen disuatu sentra produksi dapat menyebabkan keguncangan di daerah lain, terlebih pada daerah yang bukan sentra pertanian. Perubahan pola curah hujan, peningkatan kejadian iklim ekstrim, serta kenaikan suhu udara dan permuakaan air laut telah menyebabkan produksi pertanian, terutama sub sektor tanaman pangan menurun secara signifikan (Kementerian Pertanian, 2012).

Di tengah krisis pangan dunia yang dipicu oleh perubahan iklim, pemerintah tetap menargetkan swasembada pangan ( Ditjen Tanaman Pangan. 2008). Sementara itu, produktivitas padi di Provinsi Bengkulu masih rendah yaitu 42,17 ku/ ha. Salah satu akibat dari dampak negatif perubahan iklim yaitu pergeseran awal musim tanam dan pola tanam, ancaman kekeringan, banjir dan serangan organisme penggangu tanaman.Untuk itu, Badan Litbang telah menyusun teknologi adaptif dengan perubahan iklim yaitu sistem informasi kalender tanam (Katam) terpadu (Badan Litbang Pertanian, 2012).

Katam merupakan teknologi yang memuat berbagai informasi t anam pada skala kecamatan, dan suatu perangkat yang berguna untuk mempermudah stakeholdersdan petani dalam penentuan : 1. Prediksi awal musim hujan, 2.Awal

(14)

Manfaat Katam antara lain : (1) Menentukan waktu tanam pada setiap musim yaitu musim hujan (MH) dan musim kemarau (MK), (2) Menentukan pola, rotasi tanam dan rekomendasi teknologi pada skala kecamatan, (3) Menduga potensi luas tanam untuk mendukung sistem perencanaan tanam dan produksi tanaman pangan, (4) Mengurangi resiko penurunan dan kegagalan produksi serta kerugian petani akibat kekeringan, banjir dan serangan OPT.

Sejak Tahun 2013-2015 telah dilakukan kegiatan sosialisasi, verifikasi dan validasi.Sosialisasi kalender tanam terpadu di Provinsi Bengkulu telah dilaksanakan baik tingkat provinsi, kabupaten maupun kecamatanyang dihadiri oleh pemangku kebijakan dalam hal ini dinas pertanian, penyuluh, babinsa maupun petani.Pelaksanaan verifikasi sistem Katam terpadu dilakukan pada 2 parameter yaitu luas baku sawah dan rekomendasi pemupukan tanaman palawija,Sedangkan pelaksanaan validasi sistem informasi Katam dengan cara mengimplementasikan rekomendasi Katam terpadu jadwal tanam, rekomendasi pupuk, dan varietas dilakukan sinergi dengan kegiatan yang ada di BPTP Bengkulu komodias tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai.

Dengan makin menonjolnya isu perubahan iklim dan sistem informasi Katamdisusun menurut kondisi iklim berdasarkan prediksi iklim musiman. Disamping itu penerapan Katam sangat mendukung upaya adaptasi sekaligus mitigasi dalam pengamanan/ penyelamatan at au pengurangan resiko, pemantapan pertumbuhan produksi, dan mengurangi dampak sosial-ekomomi. Oleh karena peranannya yang sangat strategis dan bersifat dinamis, maka kegiatan ini sangat urgen untuk dilanjutkan.

1.2. Tujuan

1. Sosialisasi dan apresiasi inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu 2. Melakukan validasi dan verifikasi inovasi sistem informasi kalender tanam

terpadu

3. Mendapatkan umpan balik (Feedback) dari aplikasi penerapan inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu

(15)

1. Terdeseminasinya inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu 2. I novasi sistem informasi kalender tanam terpadu yang sudah divalidasi

dan diverifikasi

3. Umpan balik (Feedback) dari aplikasi penerapan inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu

1.4. Perkiraan Manfaat dan Dampak

Pedoman bagi dinas pertanian, penyuluh dan petani dalam menentukan waktu tanam, pupuk dan varietas yang tepat sehingga terjadi penurunan resiko dan kegagalan produksi serta kerugian akibat kekeringan, banjir dan serangan OPT.Kalender tanam dapat diadopsi secara luas oleh petani dalam rangka meningkatkan produktivitas, produksi, pendapatan dan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

(16)

2.1 Kerangka Teoritis

Perubahan iklim merupakan salah satu ancaman yang sangat serius terhadap sektor pertanian dan potensial mendatangkan masalah baru bagi keberlanjutan produksi pangan dan sistem produksi pertanian pada umumnya. Dampak perubahan iklim terhadap sektor yang berkaitan dengan sumber daya air antara lain meningkatnya kejadian cuaca dan iklim ekstrim yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, dan kekeringan, untuk itu perlu upaya penyesuaian kegiatan dan teknologi dengan kondisi iklim. Salah satunya dengan pengembangan teknologi pemanfaatan informasi iklim seperti kalender tanam yang bersifat dinamis dan terpadu (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2011).

Perubahan iklim berimplikasi terhadap pergeseran awal musim tanam dan pola tanam , ancaman kekeringan, banjir dan serangan OPT. Upaya peningkatan produksi memerlukan strategi yang cermat berdasarkan prakiraan iklim yang akurat. Untuk memandu upaya ini diperlukan alat bantu antisipatif berupa kalender tanam terpadu. Kalender tanam terpadu tidak hanya memuat kapan waktu tanam, tetapi juga memuat rekomendasi pupuk, varietas dan potensi gangguan OPT (Badan Litbang Pertanian, 2013).

Untuk menyampaikan informasi tersebut diperlukan kegiatan diseminasi. Diseminasi teknologi merupakan proses timbal balik, para pelaku menyediakan, menerima informasi dan teknologi sehingga diperoleh kesepahaman dan kesepakatan bersama. Kegiatan diseminasi dalam pendekatan Spectrum Diseminasi Multy Chanels (SDMC), dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jalur komunikasi dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.SDMC merupakan upaya Badan Litbang Pertanian dalam mempercepat dan memperderas diseminasi informasi dan inovasi pertanian melalui berbagai media dan saluran komunikasi. SDMC bertujuan untuk meningkatkan adopsi inovasi pertanian oleh pengguna (Badan litbang Pertanian, 2011).

(17)

Prinsip dari kegiatan sosialisasi kalender tanam terpadu yaitub (1) sosialisasi dilakukan setelah pelaksanaan launching oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, launching MH dilaksanakan pada awal September dan launching MK dilaksanakan pada awal Januari, (2) Sosialisasi dilakukan di provinsi, kabupaten atau kecamatan, dengan mengundang seluruh stakeholder terkait di daerah, (3) Dilaksanakan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum potensi awal tanam di satu kecamatan atau tidak lama setelah pelaksanaan launching, (4) Pelaksanaan sosialisasi dilakukan berjenjang melibatkan lembaga/ instansi terkait di daerah terutama dinas dan lembaga penyuluhan. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut dapat pula menghadirkan BMKG dan perwakilan kelompok tani (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014)

Dalam dua dekade terakhir, isu perubahan iklim terus menguat dan menjadi entri poin penting dalam menyusun perencanaan pengembangan pertanian, khususnya tanaman pangan. Perubahan iklim yang ditandai oleh perubahan pola dan distribusi curah hujan, peningkatan suhu udara, dan peningkatan muka air laut berdampak langsung terhadap kerentanan pertanian diwilayah tertentu (Badan Litbang Pertanian, 2012) Perubahan iklim telah membuat sebaran hujan tidak merata bahkan curah hujan harian ekstrim dapat mencapai 234 mm/ hari (Farmanta, 2012).

Perubahan iklim akibat pemanasan global telah berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan.Pertanian merupakan sektor yang mengalami dampak paling serius.Tanaman pangan merupakan sub sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Kegagalan panen disuatu sentra produksi dapat menyebabkan keguncangan di daerah lain, terlebih pada daerah yang bukan sentra pertanian. Perubahan pola curah hujan, peningkatan kejadian iklim ekstrim, serta kenaikan suhu udara dan permuakaan air laut telah menyebabkan produksi pertanian, terutama sub sektor tanaman pangan menurun secara signifikan (Kementerian Pertanian, 2012).

Katam merupakan teknologi yang memuat berbagai informasi tanam pada skala kecamatan, dan suatu perangkat yang berguna untuk mempermudah stakeholdersdan petani dalam penentuan : 1. Prediksi awal musim hujan, 2.Awal

(18)

produksi akibatbencana. Dengan adanya Kalender tanam terpadu diharapkan petani dapat menentukan waktu tanam yang terbaik dan sekaligus menetapkan varietas yang sesuai dan pemupukan yang rasional. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan sekaligus menekan gagal panen akibat kondisi iklim yang ekstrem baik genangan maupun kekeringan (BBSDLP, 2012).

2.2. Hasil- hasil Penelitian Sebelumnya

Penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam rangka mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan (Harta, et al., 2014). Efektivitas penyuluhan pertanian ditentukan oleh komponen-komponen dalam system penyuluhan pertanian, diantaranya metode penyuluhan. Metode penyuluhan adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian oleh penyuluh pertanian kepada sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menggunakan inovasi baru. Metode yang efektif harus dipilih dan ditetapkan berdasarkan karakteristik sasaran, sumber daya yang dimiliki, materi dan tujuan yang ingin dicapai (BPPSDMP, 2010).

Leaflet merupakan salah satu bentuk media penyampaian informasi yang digunakan sebagai media pembelanjaran yang sering digunakan dalam penyuluhan. Sifat dari leaflet praktis, murah, sederhana, ringkas isinya dan mudah dipahami oleh pembacanya. Leaflet mempunyai keunggulan antara lain dapat disimpan lama, sebagai referensi, jangkauan dapat jauh, isi dapat dicetak kembali dan dapat dijadikan sebagai bahan diskusi serta dapat dibaca secara individu (Kusnaidi dan Sugandi, 2014). Dalam proses pembelajaran kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting, karena dalam kegiatan tersebut materi yang sulit dijelaskan secara lisan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai alat bantu. Sebagai alat bantu pembelajaran, media mempunyai fungsi memudahkan proses menuju tercapainya tujuan pengajaran ( Djamarah dan Zain, 2006).

(19)

(24,65 % ), leaflet (13,69 % ), film (10,95 % ) dan terakhir power point (9,50 % ). Petani terbanyak memilih buku dengan alasan buku memberikan informasi yang lengkap dan dapat dibaca kembali sewaktu-waktu dibutuhkan. Selain itu buku juga memiliki kelebihan antara lain : (1) dapat disentuh, (2) referensi dapat dipercaya, (3) hemat . Sedangkan kekurangan buku antara lain : (1) mudah rusak, (2) memerlukan tempat khusus untuk menyimpan, (3) butuh perawatan khusus.

Harta et al., (2014) menyebutkan bahawa metode ceramah meningkatkan pengetahuan penyuluh tentang informasi kalender tanam sebesar 34,42 % . Tingkat pengetahuan penyuluh peserta sosialisasi kalender tanam terpadu meningkat dari 3,37 menjadi 4,35 sesudah dilakukan penyuluhan dan terjadi peningkatan secara signifikan. Adanya sosialisasi dengan mengunakan metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan penyuluh mengenai sistem informasi kalender tanam terpadu.

Film merupakan media penyuluhan yang menyampaukan pesan kepada khalayak yang multikultur dan lintas kelas sosial.Perasaan dan pengalaman yang hadir saat menonton film membuat penonton terbawa ke dalam alur cerita. Kekurangan film adalah dapat meltitafsit dan diperlukan analisis tersendiri untuk memahami unsure-unsur yang ditampilkan dalam film (Husnum, 2011). Sedangkan menurut Sayyidah (2014) power point sebagai media mempunyai kekurangan yaitu membosankan dan hanya dapat dilihat sekali saja.

(20)

3.1. Lokasi dan w aktu

Kegiatan Gugus kalender tanam tepadu di Provinsi Bengkulu dilaksanakan di 10 kabupaten/ kota Provinsi Bengkulu pada bulan Januari–Desember 2016.

3.2 Alat dan bahan

• Alat tulis kantor dan computer supplies (kertas, pena , tinta, dll)

• Sarana produksi dan pendukung lainya untuk validasi rekomendasi kalender tanam

• Kuesioner sebagai alat bantu untuk mengukur tingkat adopsi

• Bahan sosialisasi dan bahan pendukung lainnya (bahan cetak katam/ leaflet/ spanduk, dll)

3.3 Ruang lingkup

1. Sosialisasi dan apresiasi inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu  Sosialisasi sistem informasi kalender tanam MK 2016 dengan metode

langsung dilaksanakan pada 2 kabupaten/ kota yaitu Kabupaten Kabupaten Kaur dan Kota Bengkulu sedangkan untuk 8 kabupaten lain dilakukan dengan metode tidak langsung dengan perantara media cetak.  Sosialisasi sistem informasi kalender tanam MH 2016/ 2017 dilakukan

dengan metode tidak langsung dengan pembagian bahan cetak Katam .  Pembuatan banner sistem informasi kalender tanam terpadu yang

peruntuk untuk BP4K 10 kabupaten/ kota.

 Perbanyakan bahan cetak sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2016 dan MH 2016/ 2017 tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan.  Melakukan/ mengikuti workshop

2. Melakukan verifikasi dan validasi inovasi sistem informasi kalender tanamterpadu

 Melakukan updatedata untuk persiapan MK 2016 dan MH 2016/ 2017  Verifikasi dilakukan bersamaan dengan sosialisasi

 Melakukan demplot di lahan petani seluas 5 ha

 Menghimpun data produktivitas dan produksi dari kegiatan BPTP Bengkulu lainnya yang melakukan validasi rekomendasi teknologi Katam.  Hasil verifikasi dan validasi dilaporkan ke Tim Katam Pusat sebagai bahan

(21)

3. Mendapatkan umpan balik (Feedback) dari aplikasi penerapan inovasi sistem informasi kalender tanam terpadu

 Dilakukan secara formal dan informal  Dilakukan dengan menggunakan kuesioner

3.4 Metode pelaksanaan kegiatan 3.4.1. Persiapan

 Penyusunan RODHP

 RODHP disusun sebagai penjabaran dan perincian dari RDHP. RODHP lebih rinci dan operasional baik dari aspek administrasi/ keuangan dan kegiatan yang akan dilaksanakan. RODHP selanjutnya diturunkan dan dirincikan lagi menjadi juklak kegiatan diseminasi.

 Koordinasi intern dan antar institusi.

 Koordinasi intern dilaksanakan secara rutin dalam bentuk pertemuan di BPTP Bengkulu. Pertemuan direncanakan dilaksanakan 1-2 kali dalam sebulan. Dalam pertemuan ini akan dibahas kemajuan dan tindak lanjut kegiatan untuk bulan berikutnya. Koordinasi antar institusi dilakukan dengan BMKG Provinsi Bengkulu, BPTPH Provinsi Bengkulu

3.4.2. Sosialisasi Sistem I nformasi Kalender Tanam Terpadu

a. Sosialisasi dilaksanakan di 10 kabupaten/ kota yang frekuensinya sebanyak 2 kali setahun pada awal musim tanam, baik MH maupun MK. b. Sasaran peserta sosialisasi yaitu pemangku kebijakan, penyuluh dan

petani

c. Materi yang akan disampaikan pada saat sosialisasi sistem informasi Katam Terpadu yaitu :

 Penjelasan dan definisi tentang Katam terpadu dan istilah-istilah yang digunakan

 Manfaat informasi Katam Terpadu

 I nformasi prediksi hujan dari lembaga yang berwenang  I nformasi potensi luas tanam musim berjalan

(22)

 I nformasi kebutuhan dan rekomendasi benih dan varietas, rekomendasi pupuk

d. Metode sosialisasi dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Metode tidak langsung menggunakan perantara media, baik media cetak (bahan cetak KATAM) maupun elektronik (web dan email).

e. Parameter yang diamati dalam pelaksanaan sosialisasi  Jumlah penyuluh/ petugas yang hadir

 Jumlah dan jenis bahan informasi yang disampaikan  Tingkat pengetahuan petugas

 Tingkat adopsi f. Analisa data

Untuk mengukur penyebaran dari inovasi sistem informasi kalender tanam maka dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan penyuluh dan tingkat adopsi.Analisa data jumlah penyuluh/ petugas yang hadir, jumlah dan jenis bahan informasi yang disampaikan dilakukan secara diskriptif sedangkan analisa terhadap tingkat pengetahuan dan tingkat adopsi menggunakan statistik deskriptif dan interval kelas.

Data tingkat pengetahuan dan adopsi diambil dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Penentuan interval kelas untuk masing-masing indikator berdasarkan Nasution dan Barizi dalam Rentha, T (2007) :

NR = NST – NSR dan PI = NR : JI K

Dimana :

NR : Nilai Range

NST : Nilai Skor Tertinggi NSR : Nilai Skor Terendah

PI : panjang interval JK : Jumlah interval kelas

3.4.3. Verifikasi dan validasi kegiatan sistem informasi kalender tanam terpadu

(23)

Pelaksanaan verifikasi adalah kegiatan untuk memantau akurasi dan kebenaran informasi atau data yang dihasilkan dari sistem atau pendapat maupun kajian terhadap suatu kejadian atau proses.Verifikasi ini dilakukan dengan membandingkan hasil dari suatu proses dalam suatu sistem informasi kalender tanam dengan kondisi riil di lapangan.

 Verifikasi dilakukan secara mandiri

 Verifikasi dilakukan minimal dua kali setahun pada periode tanam

 Waktu verifikasi dilakukan pada musim tanam pertama (MH) dan musim tanam kedua (MK)

 Parameter untuk verifikasi lapang adalah luas baku sawah, waktu tanam, luas realisasi tanam, varietas yang digunakan petani, jenis pupuk dan dosisnya.

 Metode verifikasi dilakukan melalui wawancara terhadap stakeholder dan

petugas yang pelaksanaanya dilakukan bersamaan dengan sosialisasi dan monitoring.

Kegiatan validasi sistem informasi kalender tanam

 Validasi dilakukan dengan cara mengimplementasikan rekomendasi Katam Terpadu yaitu jadwal tanam, rekomendasi varietas dan pupuk. Selanjutnya hasil implementasi dibandingkan dengan kondisi aktual (existing condition) di lahan petani lainnya.

 Validasi akan dilaksanakan pada lahan petani seluas 5 ha. Pemilihan

lokasi dilakukan secara sengaja pada sent ra padi.

 Validasi terdiri dari 2 kali tahap penanaman yaitu Jadwal tanam sesuai

dengan rekomendasi KATAM dan tidak sesuai dengan KATAM (kondisi eksisting)

 Validasi juga akan dilaksanakan sinergi dengan kegiatan yang mendukung P2BN lainnya seperti kegiatan pendampingan padi, UPBS maupun kegiatan lain yang ada di BPTP.

Parameter yang diamati yaitu data teknis berupa data produktivitas dan

produksi.

3.4.4. Umpan Balik Dari Stakeholder dan Petugas

(24)

akan diperbaiki ke depan dalam upaya meningkatkan efektifitas dan manfaat sistem informasi Katam terpadu dilapangan.

 Kegiatan ini dilakukan secara formal dan informal pada waktu sosialisasi.  Penggalian umpan balik dilakukan kepadastakeholder dan petugas  Metode yang dipakai dalam menghimpun umpan balik dengan

mengunakan kuesioner.  Parameter yang diamati yaitu :

1. Masukan untuk perbaikan sistem informasi kalender tanam

(25)

I V. HASI L DAN PEMBAHASAN

4.1. Koordinasi intern dan antar institusi

Gugus tugas kalender tanam mempunyai tugas mendukung dan terlibat aktif bersama peneliti lainnya dalam proses penyusunan Katamterpadu hingga siap di-launching, yang dikoordinasikan oleh Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), untuk itu telah dilakukan koordinasi baik intern maupun antar institusi untuk mendapatkan data yang diperlukan tim Katam pusat. Koordinasi intern dilaksanakan secara rutin dalam bentuk pertemuan di BPTP Bengkulu. Pertemuan dilaksanakan 1 kali dalam sebulan. Dalam pertemuan ini akan dibahas kemajuan dan tindak lanjut kegiatan untuk bulan berikutnya. Koordinasi antar institusi dilakukan dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu dan Badan Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bengkulu.

Koordinasi dengan BMKG dilakukan dengan unit kerja Stasiun Klimatologi Klas I Pulau Baai Provinsi Bengkulu dalam rangka pemutahiran dat a dan informasi Katam Terpadu di Provinsi Bengkulu Tahun 2016/ 2017. Data dan informasi yang diperlukan curah hujan bulanan, kelembaban, suhu dan jumlah hari hujan di seluruh kabupaten/ kota se Provinsi Bengkulu khususnya sentra tanaman padi. Koordinasi ke BPTPH dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan terkait dengan salah satu informasi yang bisa diperoleh dari sistem informasi kalender tanam terpadu yaitu potensi serangan organisme penganggu tanaman (OPT).

4.2.Sosialisasi Sistem I nformasi Katam Terpadu

(26)

berupa bahan cetak ( bahan cetak katam dan banner) dan media elekt ronik (siaran radio pedesaan).

Sosialisasi sistem informasi Katam terpadu MK 2016 dengan metode pertemuan/ tatap muka telah dilaksanakan di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Kaur dan Kota Bengkulu. Kegiatan pelaksanaan sosialisasinya dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Kegiatan sosialisasi Katam terpadu MK 2016 melalui tatap muka

No Lokasi Tempat

30 6 Muara Tetap, Maje, Tanjung Kemuning, Sumber : Data primer (diolah), 2016

Sosialiasi sistem informasi Katam terpadu di Kabupaten Kaur dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2016 bertempat di aula pertemuan Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan (BP3K) Bintuhan, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta sebanyak 30 orang yang merupakan utusan BP3K Maje, Tanjung Kemuning, Bintuhan, Tanjung Harapan, Muara Tetap, dan Tanjung Ganti. Selain peserta yang berasal dari BP3K juga dihadiri oleh peserta yang berasal dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perkebunan Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Kaur serta dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu.

Judul materi yang disampaikan adalah “Sistem I nformasi Kalender Tanam (Katam) Terpadu Modern MK 2016”. Ringkasan materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :

(27)

b) Pembentukan sistem informasi Katam terpadi ini berkerjasama antara kementerian pertanian dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sehingga keakuratan data dapat dipertanggungjawabkan.

c) Secara umum pengertian Katam adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi dan teknologi adaptasi terhadap perubahan iklim untuk komoditas padi, jagung dan kedelai.

d) I nformasi-informasi yang dapat diperoleh dari Katam terpadu modern versi 2.4 adalah sebagai berikut: 1) estimasi waktu dan luas tanam padi dan palawija, 2) estimasi wilayah rawan banjir, kekeringan dan serangan OPT, 3) rekomendasi varietas, kebutuhan benih, pupuk dan alat mesin pertanian, 4) info tanam-BPP, 5) kalender tanam rawa, 6) monitoring online kondisi tanaman pangan menggunakan CCTV, 7) standing crop padi sawah seluruh I ndonesia, 8) prediksi curah hujan dan musim bersumber dari I RI dan I FAD. e) Manfaat yang dapat diperoleh dari Katam terpadu adalah (1) Menentukan

waktu tanam setiap Musim. MH : OKT-MAR tahun berikutnya, MK : APR-SEPT, (2) Menentukan Pola, rotasi tanam dan rekomendasi teknologi pada skala kecamatan, (3) Menduga potensi luas tanam untuk mendukung sistem perencanaan tanam dan produksi tanaman pangan, (4) Mengurangi resiko penurunan dan kegagalan produksi serta kerugian petani akibat kekeringan, banjir dan serangan OPT.

f) Keunggulan Katam Terpadu adalah : 1) Dinamis, karena disusun menurut kondisi iklim berdasarkan prediksi iklim tahunan dan musiman, 2) Operasional dan spesifik lokasi karena didasarkan pada potensi sumberdaya iklim, air dan tanah, wilayah rawan bencana (banjir, kekeringan, OPT) tingkat kecamatan, 3) Terpadu karena diintegrasikan dengan rekomendasi teknologi (pupuk, benih, dll), 4) Mudah diperbaharui/ update, 5) Mudah dipahami pengguna, karena disusun secara spasial dan tabular dengan uraian yang jelas, dan 6) I nformatif karena dikomunikasikan dengan sistem informasi website yang diunduh setiap saat.

(28)

h) I nformasi kalender tanam terpadu juga dapat didapatkan menggunakan telpon genggam dengan melakukan pengirim pesan/ sms ke nomor sms center: 082-123-456-400 atau 082-123-456-500.

i) Pengguna cukup mengirimkan pesan/ sms ke nomor SMS-Center 082- 123-456-500 atau 082-123-456- 400, dengan format sebagai berikut:TANYA < SPASI > [ nama kecamatan atau kabupaten atau provinsi atau pulau atau nasional] .

Contoh Penggunaan Kirim : tanya tetap

Balasan : Ketik kembali angka di bawah ini utk data di KEC. TETAP / KABUPATEN KAUR : 1: Katam,2:Katam Rawa,3: Standing Crop,4: Cuaca,5: BPTP,Pupuk= = > 6: Padi Tunggal,7:Padi Phonska,8: Padi Pelangi,9:Padi Kujang,10: Jagung Tunggal,11:Jagung Phonska,12: Jagung Pelangi,13: Kedelai Tunggal,14: Kedelai Phonska, 15: Kedelai Pelangi,Varietas= = > 16:Padi Banjir, 17: Padi Kekeringan, 18: Padi WBC, 19: Padi Tikus, 20: Padi Penggerek, 21: Padi Tungro, 22: Padi Blast, 23: Padi Kresek, 24: Padi Umum,25: Jagung Banjir, 26: Jagung Kekeringan, 27: Jagung Bulai, 28: Jagung Lalat, 29: Jagung Penggerek Batang, 30: Jagung Penggerek Tongkol, 31: Jagung Tikus, 32: Jagung Ulat, 33: Jagung Umum, 34: Kedelai Banjir, 35: Kedelai Kekeringan, 36: Kedelai Lalat, 37: Kedelai Penggulung Daun, 38: Kedelai Polong, 39: Kedelai Tikus, 40: Kedelai Ulat Grayak, 41: Kedelai Ulat Jengkal, 42: Kedelai Umum,Alsin= = 43:Traktor, 44: Thresher, 45: Pompa, 46: Weeder, 47: Mower, 48: Reaper, 49: Streaper, 50: Transplanter, 51: Harvester, 52:Dryer, 53: Penggilingan @BALI TBANGTAN / web: katam.litbang.pertanian.go.id

Kirim : 7

Balasan : MK 2016: I nfo Rekomendasi Pupuk PHONSKA di KEC. TETAP/ KAB. KAUR: Phonska NPK: NPK: 350 kg/ ha, Urea: 100 kg/ ha, Untuk Phonska + Kompos Jerami 2 ton/ ha: NPK: 250 kg/ ha, Urea: 150 kg/ ha, untuk Phonska + pupuk organik 2 ton/ ha : NPK : 300 kg/ ha, urea : 75 kg/ ha

(29)

berupa x-banner Katamterpadu, buku Katamterpadu level Kabupaten Kaur dan I nfo BPP

.

Kegiatan sosialisasi selain dilakukan melalui pertemuan/ tatap muka juga dilakukan dengan memperbanyak bahan informasi media cetak berupa bahan cetak dan elektronik KatamMK 2016 dan MH 2016/ 2017 yang disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Kegiatan sosialisasi kalender tanam terpadu MK 2016 dan MH 2016/ 2017 melalui media cetak/ elektronik.

No

Media yang digunakan (cetak/ elektronik)

Jumlah yang

diproduksi Judul/ Tema I nformasi yang dipromosikan

2 Cetak 80 buah 70 Bahan cetak berupa buku

Kalender Tanam Terpadu Modern untuk tingkat Kabupaten/ Kotaserta tingkat Provinsi Bengkulu

3 Cetak 25 buah - Manfaat dan keunggulan

kalender tanam

4 Cetak 11 - Banner KATAM Terpadu

5 Elektronik (siaran pedesaan RRI )

1 - I nfo katam, varietas, cuaca, rekomendasi pupuk dan data alsintan

Sumber : Data primer (diolah), 2016

(30)

KATAM Terpadu ini disampaikan melalui media elektronik berupa email, web, sms dan melalui siaran radio pedesaan.

Selanjutnya pengukuran tingkat pengetahuan penyuluh dan tingkat adopsi terhadap sistem informasi Kalender Tanam (Katam).Pengukuran tingkat pengetahuan dan tingkat adopsi dilaksanakan pada saat pelaksanaan sosialisasi Sistem I nformasi Kalender Tanam Terpadu Modern MK 2016.Tingkat pengetahuan dan adopsi diambil dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang diberikan sebelum sosialisasi dan setelah sosialisasi dengan responden penyuluh/ petugas yang hadir.Pengukuran dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu di Kota Bengkulu dan Kabupaten Kaur.Di Kota Bengkulu menggunakan responden sebanyak 29 orang, sedangkan di Kabupaten Kaur sebanyak 13 responden.

Hasil analisa terhadap tingkat pengetahuan dan tingkat adopsi menggunakan statistik deskriptif dan interval kelas disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan dan adopsi terhadap KATAM tahun 2016

No Responden Pengetahuan Kriteria Sifat I novasi Adopsi

Pree Post Pree Post Pree Post

1 Kota

29 orang 87,56 88,62 Tinggi 3,61 (cukup

13 orang 70,43 86,15 Tinggi 4,06 (mudah)

4,35 (mudah)

35,38 88,46 Sumber : Data primer (diolah), 2016

(31)

bahwa sifat inovasi sistem informasi Katam mudah untuk dipahami.Selanjutnya tingkat adopsi mengalami peningkatan setelah adanya sosialisasi, dimana tingkat adopsi tertinggi diperoleh pada Kabupaten Kaur. Tingginya tingkat adopsi diduga karena petugas merasa kebutuhan akan informasi Katam sangat diperlukan dan sosialisasi di Kabupaten Kaur lebih efektif.

4.3. Verifikasi dan Validasi Sistem I nformasi Katam Terpadu Verifikasi sistem informasi Katam terpadu

4.3.1. Verifikasi

Kegiatan verifikasi terhadap luas baku lahan sawah pada sistem informasi kalender tanam terpadu umumnya sesuai dengan kondisi eksisting hal ini terjadi karena verifikasi sudah dilakukan secara berulang-ulang setiap musim tanam. Untuk varietas, jenis pupuk dan dosis belum sesuaidengan informasi yang ada pada sistem informasi kalender tanam terpadu.Varietas padi yang digunakan umumnya masih varietas unggul seperti Ciherang, Mekongga, Cigeulis dan I R 64 sedangkan untuk pupuk pada umumnya berdasarkan daya beli petani.Hasil verifikasi jadwal tanam yang dilaksanakan di Kabpaten Kaur dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Hasil verifikasi kesesuian jadwal tanam pada sistem kalender tanam terpadu MK 2016 dengan kondisi eksisting Kabupaten Kaur.

(32)

Lanjutan Tabel 4. Sumber : Data primer (diolah), 2016

(33)

Kegiatan verifikasi jadwal tanam di Kota Bengkulu juga dilakukan bersamam dengan kegiatan sosialisasi yang dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Hasil verifikasi kesesuian jadwal tanam pada sistem Kalender Tanam Terpadu MK 2016 dengan kondisi eksisting Kota Bengkulu.

No Kecamatan

Sumber : Data primer (diolah), 2016

Hasil verifikasi jadwal tanam di Kota Bengkulu diperoleh sebanyak 4 kecamatan atau (44,5% ) dengan jadwal tanam yang sesuai dengan rekomendasi kalender tanam terpadu yaitu Kecamatan Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Singaran Pati dan Sungai Serut. Selanjutnya tidak sesuai dengan rekomendasi KATAM Terpadu sebanyak 3 kecamatan atau (33,3% ) yaitu Kecamatan Gading Cempaka, Kampung Melayu, dan Selebar. Kemudian terdapat 2 kecamatan atau (22,2% ) tidak ada sawah. Ketidaksesuaian jadwal tanam faktual dengan rekomendasi tersebut diduga dampak dari musim kemarau yang ekstrim (El-nino) pada MH.2014/ 2015 dan MK. 2015.

(34)

ada pada sistem informasi kalender tanam terpadu yaitu Mei I I I – Juni I sekitar 6,84 % .

Kegiatan verifikasi jadwal tanam tingkat provinsi dilakukan juga dengan membandingkan data Luas Tambah Tanam (LTT) dan data potensi tanam padi MH 2015/ 2016, datanya dapat dilihat pada Tabel 6 dan Tabel 7.

Tabel 6. Luas realisasi tanam Provinsi Bengkulu MH 2015/ 2016

No Kabupaten Realisasi luas tanam MH 2015/ 2016 (Ha)

Okt Nov Des Jan Feb Mar Ʃ

1 Bengkulu utara 752 781 2.437 2.045 2.740 3.727 12.482 2 Bengkulu

Selatan

94 162 6.246 3.575 374 - 10.451 3 Rejang Lebong 957 2.055 1.957 1.690 2.825 1.623 11.107

4 Kaur 986 231 2.387 2.850 679 289 7.422

5 Seluma 445 1.172 6.943 3.811 789 3 13.163

6 Mukomuko 53 740 827 1.073 3.126 2.513 8.332

7 Lebong 9 23 137 499 5.472 3.140 9.280

8 Kepahiang 239 280 455 2.399 1.687 945 6.005

9 Benteng 432 521 770 2.205 1.260 319 5.507

10 Kota Bengkulu - 3 31 732 364 44 1.174

Jumlah 3.967 5.968 22.190 20.879 19.316 12.603 84.923 Sumber : Dirlintan (2015)

(35)

Tabel 7. Potensi tanam padi di Provinsi Bengkulu MH 2015/ 2016

Sumber : Badan Litbang Pertanian (2016)

(36)
(37)

4.3.2. Validasi

Validasi dilakukan dengan cara mengimplementasikan rekomendasi Katam Terpadu yaitu jadwal tanam, rekomendasi varietas dan pupuk. Selanjutnya hasil implementasi dibandingkan dengan kondisi aktual (existing condition) di lahan petani lainnya.Dasar pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja pada sentra padi.Kegiatan validasi terdiri dari 2 kali tahap penanaman yaitu Jadwal tanam sesuai dengan rekomendasi Katam dan tidak sesuai dengan Katam (kondisi eksisting).Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Bengkulu Tengah Kecamatan Taba Penanjung dengan tiga desa yaitu Desa Lubuk Sini, Rindu Hati dan Surau.Penanaman pertama sesuai jadwal Katam yaitu Mei I I I -Jun I sedangkan penanaman kedua di luar jadwal tanam yaitu Bulan Agustus I V dan September I .

Pelaksanaan kegiatan validasi yang sesuai dengan jadwal Katam diimplementasikan pada petani kooperator sebanyak empat orang, sedangkan validasi diluar jadwal tanam diimplementasikan pada petani kooperator sebanyak 6 orang.

Selain jadwal tanam, teknologi yang diterapkan pada lokasi validasi antara lainVarietas Unggul Baru (VUB) dan rekomendasi dosisi pupuk.Varietas yang digunakan sebanyak tiga varietas yaitu I npari 15, 22 dan 23 dengan rekomendasi pupuk yang dipakai NPK 300 kg/ ha dan Urea 150 kg/ ha (Tabel 8).

Tabel 8. Pelaksanaan validasi rekomendasi teknologi sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2016

No Uraian Sesuai jadwal katam Diluar jadwal katam

1. Lokasi Desa Lubuk Sini Desa Rindu Hati dan

Desa Surau

(38)

Sumber: Data primer (diolah), 2016

Teknologi yang digunakan adalah teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah seperti penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB), benih sehat dan berlabel, sistem tanam jajar 2: 1, pemupukan sesuai dengan rekomendasi Kalender Tanam Terpadu, pengairan berselang, pengendalian terpadu untuk OPT, dan penanaman bibit muda dengan 1-3 batang per lubang tanam.

Hasil validasi yang sesuai dengan jadwal tanam diperoleh rata-rata produktivitas padi masing-masing varietas yang dibandingkan dengan varietas eksisting (I R-64) disajikan pada Tabel 9 berikut:

Tabel 9. Produktivitas padi hasil validasi yang sesuai dengan jadwal tanam dibandingkan dengan produktivitas eksisting.

No Varietas Provitas

(t/ ha) Selisih (t)

Peningkatan (% )

1. Eksisting (I R-64) 4,3 -

-2. I npari 15 6,2 1,9 30

3. I npari 22 7,8 3,5 44,9

4. I npari 23 7,5 3,2 42,7

Sumber: Data primer (diolah), 2016

(39)

Selanjutnya dari validasi yang dilaksanakan diluar jadwal tanam berdasarkan (Tabel 8) diperoleh rerata produktivitas dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) ketiga varietas yang ditanam, disajikan pada Tabel 10.

Tabel 10. Rerata produktivitas ketiga varietas yang ditanam diluar jadwal tanam yang direkomndasikan berdasarkan KATAM MK 2016.

No Varietas Produktivitas (t/ ha) GKP

Rerata hasil berdasarkan deskripsi (t/ ha) GKG

1. I npari 15 2,2 6,1

2. I npari 22 3 5,8

3. I npari 23 3,6 6,9

Sumber: Data primer (diolah), 2016

Berdasarkan Tabel 10 menunjukkan bahwa, varietas I npari 15 hanya mampu berproduksi sebesar (2,2 t/ ha), I npari 22 (3 t/ ha), dan I npari 23 (3,6 t/ ha). Jika dibandingkan dengan deskripsi varietas, maka kemampuan berproduksi masing-masing varietas yaitu I npari 15 baru mencapai (36,1% ), I npari 22 (51,72% ), dan I npari 23 (52,2% ). Rendahnya produktivitas ketiga varietas tersebut disebabkan oleh adanya serangan hama dan penyakit baik fase pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Dari hasil pengamatan secara visual di lapangan, varietas I npari 15 diserang oleh penyakit blas daun dan Kepinding Tanah dengan intensitas serangan berat, varietas I npari 22 diserang hama kepinding tanah dengan intensitas sedang, dan varietas I npari 23 diserang ulat daun dengan intensitas serangan sedang. Dengan rendahnya rerata produktivitas ketiga varietas tersebut dibandingkan dengan deskripsi maka penanaman yang dilakukan diluar jadwal tanam dinyatakan tidak valid.

(40)

Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma dan Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, degan luas pertanaman masing-masing 13 ha, 2 ha, dan 14 ha.

Data hasil validasi rekomendasi sistem informasi kalender t anam terpadu MK 2016 yang sinergi dengan kegiatan lain di BPTP Bengkulu disajikan pada Tabel 11.

Tabel 11. Pelaksanaan validasi rekomendasi sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2016 yang sinergi dengan kegiatan lain di BPTP Bengkulu

No Kecamatan

1 Talo Kecil 13 6 Rek pupuk,

Jadwal tanam,

3 Arma jaya 14 7,2 Rek pupuk

Jadwal tanam

Sumber : Data primer (diolah), 2016

Dari Tabel 11 terlihat bahwa, produktivitas yang diperoleh pada lokasi validasi yaitu di Kecamatan Talo Kecil sebesar (6,0 t/ ha) GKP, Kecamatan Semidang Alas Maras (5,8 t/ ha) GKP, Kecamatan Arma Jaya (5,8 t/ ha) GKP, Kecamatan Putri Hijau (4-6 t/ ha) GKP, dan Kecamatan Tanjung Agung Palik (6,6 t/ ha) GKP.

4.4. Umpan Balik dari Penyuluh Mengenai dari SistemI nformasi Katam Terpadu

(41)

Tabel 12. Masukan perbaikan dari sistem informasi kalender tanam terpadu

No Umpan Balik

1. Harapannya sosialisasi dilakukan juga di tingkat petani 2. Jawaban pada sms center supaya lebih jelas lagi 3. Sms hendaknya tidak dikenakan biaya

4. Komoditasnya supaya ditambah misalnya bidang hortikultura seperti cabe

5. Sms yang dilakukan jangan banyak tahapan 6. Balasannya lancer

Sumber : Data primer (diolah), 2016

I nformasi pada sistem informasi kalender tanam terpadu yang sulit dipahami dan diterapkan dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13. I nformasi sisteminformasi kalender tanam terpadu yang sulit dipahami dan diterapkan.

No Umpan Balik

1. Ketersedian varietas di lapangan tidak ada sehingga tidak bisa memakai rekomendasi dari Katam

2. Ketersedian air yang tidak mencukupi sehingga tanam tidak sesuai jadwal tanam yang ada di Katam

3. I nformasi varietas yang sulit diterapkan karena ketersediannya terbatas 4. Penerapan rekomendasi pupuk karena keterbatasan daya beli petani 5. Sebaiknya ada informasi lain selain komoditas padi, jagung dan kedelai Sumber : Data primer (diolah), 2016

(42)

V. KESI MPULAN

1. Kegiatan Sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2016 di Provinsi Bengkulu telah dilaksanakan di 10 kabupaten/ kota melalui media cetak, elektronik dan pertemuan langsung .

2. Hasil verifikasi luas baku lahan sawah MK 2016 terdapat kesesuaian antara luas lahan eksisting dengan yang ada pada sistem informasi kalender tanam. Hasil verifikasi jadwal tanam di MH 2015/ 2016 dan MK 2016 terjadi pergeseran jadwal tanam dari jadwal yang ada pada sistem informasi kalender tanam.Kegiatan validasi sistem informasi kalender tanam dilakukan seluas 5 ha di Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. 3. Penerapan jadwal tanam yang sesuai dengan rekomendasi Kalender Tanam

dapat meningkatkan produktivitas padi yang diintroduksi dibandingkan dengan produktivitas eksisting yaitu padi varietas I R-64, dimana terdapat selisih 1,9 ton (meningkat 30% ) dibandingkan dengan I npari 15, selisih 3,5 ton (meningkat 44,9% ) dibandingkan dengan I npari 22, dan selisih 3,2 ton (meningkat 42,7% ).

(43)

KI NERJA HASI L DI SEMI NASI

1. Dari hasil kegiatan gugus tugas Katam terpadu maka telah terdesiminasi informasi kalender tanam terpadu MK 2016kepada petani, penyuluh dan stakeholder sebanyak 940 orang dengan bahan cetak Katam level provinsi, kabupaten dan kecamatan sebanyak 340 exemplar

2. Telah diverifikasi luas baku lahan sawah MK 201610 kabupaten/ kota dengan hasil sesuai dengan yang ada pada sistem informasi kalender tanam sedang untuk jadwal tanam telah terjadi pergeseran waktunya.

(44)

DAFTAR PUSTAKA

Astuti.U.P, T.Wahyuni. 2014. Preferensi terhadap media dan metode penyuluhan dalam budidaya sayuran di lahan pekarangan di Provinsi Bengkulu. Prosiding seminar inovasi teknologi mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.9-10 Desember.Hal : 306 – 312.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2011. Pedoman Umum Adaptasi Perubahan I klim Sektor Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2012. Petunjuk Teknis Gugus Tugas. Kalender Tanam Terpadu dan Perubahan I klim.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2014. Petunjuk Pelaksanaan Sosialisasi Kalender Tanam Terpadu. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.

BBSDLP. 2012. Lokakarya Nasional. Perubahan I klim. Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian. Bogor.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. 2010. Menerapkan metode penyuluhan level supervisor. Badan Litbang Pertanian. Jakarta.

Ditjen Tanaman Pangan. 2008. Pedoman Umum: Peningkatan Produksi dan Produktivitas Padi, Jagung, dan Kedelai melalui pelaksanaan SL-PTT. Dirjen Tanaman Pangan.72 p.

Djamarah, B.Syaiful, Aswan dan Zain. 2006. Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Harta.L, Nurmegawati, H.B.Astuti dan F.Jhon. 2014. Peranan metode penyuluhan terhadap pengetahuan penyuluh mengenai informasi kalender tanam terpadu di Kabupaten Bengkulu Utara.Prosiding seminar inovasi teknologi mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.9-10 Desember.

Husnun. 2011. Film sebagai bagian dari media masa. http: / / husnun. wordpress.com/ 2011/ 04/ 27/ film-sebagai-bagian-dari-media-masa/ di akses 25 September 2015.

Kementerian Pertanian. 2011. Peraturan Menteri Pertanian No.: 45/ Permentan/ OT.140/ 8/ 2011. Kementerian Pertanian. Jakarta. 90 hal. Kementerian Pertanian. 2012. Seminar Kalender Tanam dan Sistem I nformasi

Sumberdaya Lahan Pertanian dan Tanaman. Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.

(45)
(46)

ANALI SI S RI SI KO

Analisis risiko diperlukan untuk mengetahui berbagai risiko yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan diseminasi/ pendampingan. Dengan mengenal risiko, penyebab, dan dampaknya maka akan dapat disusun strategi ataupun cara penanganan risiko baik secara antisipatif maupun responsif (Tabel 14 dan 15).

Tabel 14. Daftar risiko, penyebab, dampak terhadap pelaksanaan diseminasi

No. Risiko Penyebab Dampak

-I nformasi akan yang disampaikan tidak sampai

Tabel 15. Risiko, penyebab, dan penanganan pelaksanaan diseminasi

(47)

JADWAL KERJA

Tabel 16. Jadwal kerja kegiatan

No Uraian kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Penyusunan RDHP 2 Penyusunan/

pembahasan perbaikan RODHP 3 Koordinasi

4 Pelaksanaan

5 Laporan bulanan

6 Laporan tengah tahun

(48)

PEMBI AYAAN

Tabel 17. Rencana Anggaran belanja kegiatan

No Jenis Pengeluaran Vol

1 Belanja Bahan : 521211 -Konsumsi dalam rangka

2 Honor Output Kegiatan : 521213

- Honor petugas lapang 20 OB 200.000 4.000.000 3 Belanja barang non operasional lainnya : 521219

- UHL 50 OH 50.000 2.500.000

- Entry data 95 95 25.000 2.375.000

4 Belanja Barang Untuk Persedian Barang Konsumsi : 521811

- Benih , saprodi dan bahan pendukung

6 Belanja perjalanan biasa 8 OP 5.000.000 35.000.000

(49)

Tabel 18. Realisasi anggaran belanja kegiatan

Honor Petugas Lapang 3.900.000 97.50 100

3. Belanja barang non

Benih, saprodi dan bahan

pendukung

(50)
(51)
(52)

Lampiran 1. Dokumentasi kegiatan sosialisasi sistem informasi kalender tanam terpadu MK 2016.

Gamabar 1. Peserta sosialisasi Katam MK 2016 di Kabupaten Kaur

Gambar 2. Penyerahan bahan cetak Katam dan banner kepada KJF BP4K Kab.

Kaur

Gambar 3 dan 4. Peserta sosialisasi mengisi kuesioner untuk mengukur tingkat adopsi sistem informasi kalender tanam di Kota Bengkulu

(53)

Gambar 7 dan 8.

Penyerahan banner, bahan cetak Katam dan I nfo BPP

Gambar 9 dan 10.

(54)
(55)

Gambar

Tabel 1. Kegiatan sosialisasi Katam terpadu MK 2016 melalui tatap muka
Tabel 2. Kegiatan sosialisasi kalender tanam terpadu MK 2016 dan MH
Tabel 3. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan dan adopsi terhadap KATAMtahun 2016
Tabel 4. Hasil verifikasi kesesuian jadwal tanam pada sistem kalender tanamterpadu MK 2016 dengan kondisi eksisting Kabupaten Kaur.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Program ini dilaksanakan mulai awal pekan ke II dan III, pada pelaksnaan kegiatan ini kami dibantu oleh staf desa bersama kepala dusun yang terdiri dari 5 Dusun, yang walaupun

Kesimpulan kegiatan sosialisasi adalah: (a) diketahui bahwa kebutuhan benih padi di Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2012 sebesar 288.750 kg yang terdiri atas

Laporan Akhir tahun ini disusun dari hasil pelaksanaan Pendampingan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Provinsi Bengkulu. Kegiatan PUAP dilaksanakan dengan

Jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan sosialisasi Desa PHT TA 2009/2010 ini adalah Gerakan Penerapan Teknologi Peningkatan Produktivitas Ramah Lingkungan (dengan

Bengkulu (Lembaran Daerah Provinsi Bengkulu Tahun 2011 Nomor 2), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 6 Tahun 2Ol4 tentang

Provinsi Bengkulu T'ahun 2OOB Nomor 4), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 15 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan

Pengembangan Sumber Daya Manusia BPTP Bengkulu dalam kurun waktu Januari sampai Juni 2010 telah dilaksanakan beberapa kegiatan pegawai yaitu: orasi professor riset,

Pelaksanaan Demfarm Kedelai di 5 kabupaten di Provinsi Bengkulu. Kabupaten Mukomuko dengan menggunakan Varietas Tanggamus, sedangkan Kabupaten Kaur, Bengkulu Tengah,