B. Media Pembelajaran Video
3. Video Pembelajaran
Arsyd (dalam Rusman dkk, 2015: 218) mengemukakan video merupakan serangkaian gambar gerak yang di sertai suara yang membentuk satu kesatuan yangdirangkai menjadi satu alur dengan pesan – pesan di dalamnya untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Rusman dkk, mengatakan media pembelajaran berupa video dapat menggambarkan suatu obyek yang bergerak dan menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep – konsep yang rumit, mengajarkan ketrampilan, menyingkat waktu dan mempengaruhi sikap. Berikut kelebihan dan kelemahan video menurut Rusman sebagai berikut:
Kelebihan Video Pembelajaran
a. Memberi pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa b. Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses
c. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
d. Lebih realistis, dapat diulang dan dihentikan sesuai kebutuhan e. Memberi kesan mendalam, yang dapat memengaruhi sikap siswa
Kelemahan media video a. Jangkaunnya terbatas
b. Sifat komunikasinya satu arah c. Gambarnya relatif kecil
d. Kadang kala terjadi distorsi gambar dan warna akibat kerusakan atau gangguan magnetic
7
C. Materi Penerapan Konsep Fisika Pada Wahana Tong Setan di Pasar Malam
Pada materi kali ini kita akan belajar tentang penerapan kosep fisika pada Atraksi Wahana Tong Setan di pasar malam. Wahana Tong setan merupakan sebuah wahana di pasar malam yang menampilkan atraksi permainan sepeda motor yang bergerak mengelilingi sebuah tong raksasa berbentuk tabung dengan kemiringan diantara 70 – 90 derajat dengan diameter antara 8 – 9 meter (Riatiani dkk, 2018). Meskipun tong memiliki kemiringan hampir tegak lurus dengan tanah, pengendara dapat berputar-putar mengelilingi tong tersebut tanpa jatuh.
Apa rahasianya? Fenomena ini menarik untuk dibahas.
Fenomena atraksi tong setan dapat dijelaskan menggunakan ilmu fisika yaitu dengan teori Gerak Melingkar Beraturan dalam keadaan ini tong setan miring dan permukaannya licin.
Gerak melingkar beraturan merupakan gerak sebuah partikel atau benda yang menempuh lintasan berbentuk lingkaran dengan kelajuan konstan tetapi arah kecepatannya berubah secara kontinu.
Dalam bergerak melingkar mengelilingi tong setan, ada beberapa gaya yang bekerja pada motor antara lain gaya berat W kearah pusat bumi, gaya Normal N tegak lurus bidang, selain itu saat
Gambar 2. 1 atraksi wahana tong setan
8
mengelilingi tong setan ada gaya sentrifugal Fs searah radial ( searah dan berhimpitan dengan jari-jari lingkaran tong ) tetapi arahnya keluar titik pusat atau keluar menuju dinding tong. Gaya sentrifugal adalah lawan dari gaya sentripetal dan merupakan efek semu yang ditimbulkan ketika sebuah benda melakukan gerak melingkar. Arah gaya sentrifugal selalu menjauhi pusat lingkaran.
Fungsi gaya sentrifugal ini hanyalah untuk mengimbangi gaya sentripetal sehingga benda yang melakukan gerak melingkar berada dalam keadaan setimbang. Gaya sentripetal adalah gaya yang bekerja pada benda untuk mempertahankan benda agar tetap berada di dalam lintasan lingkaran tersebut.
Gaya – gaya yang bekerja pada sepeda motor saat melintasi toseng setan dapat kita lukisan sebagai berikut
Gambar 2. 2 Gaya yang bekerja pada sepeda motor dalam wahana tong setan N
W
N sin θ N cos θ
θ Fs
RFW
RFW = Resultan gaya Fs dan gaya W
9
Menurut Silaban dan Erwin (1984) gaya Normal N memiliki komponen vertikal ( Ny = N cos θ ) dan horizontal ( Nx = N sin θ ) yang bertindak sebagai gaya sentripetal. Berdasarkan hukum kedua Newton (Σ𝐹 = 𝑚. 𝑎), resultan gaya yang bekerja pada sepeda motor saat melintasi tong setan dapat diuraikan kedalam sumbuh vertikal dan horizontal sebagai berikut:
Pada sumbuh horizontal ( X )
Gaya yang bekerja pada sumbuh horizontal adalah gaya setrifugal Fs , arahnya keluar titik pusat menuju ke dinding tong dan gaya N sin θ kearah pusat lingkaran. Gaya Nx ( N sin θ ) bekerja pada arah radial ( berhimpit dengan jari – jari lintasan 𝒓 ) dan menuju pusat lingkaran, maka gaya N sin θ berfungsi sebagai gaya sentripetal, sehingga gaya sentrifugal Fs dan gaya N sin θ yang bertindak sebagai gaya sentripetan saling menyeimbangkan . Gaya sentripetal adalah gaya yang bekerja pada benda untuk mempertahankan benda agar tetap berada di dalam lintasan lingkaran tersebut.
Pasa sumbu horixontal ( X ) gaya sentrifugal diimbangi oleh gaya N sin θ maka resultan kedua gaya sama dengan nol sehingga
N sin θ – Fs = 0 , maka N sin θ = 𝑚.𝑣2
𝑟 …………..(1) Pada sumbuh vertikal ( Y )
Komponen vertikal ada gaya berat W dan gaya normal dalam sumbu vertical N cos θ yang arahnya berlawanan sehingga resultan gayanya sama dengan nol
N cos θ - W = 0 N cos θ = W
N cos θ = 𝑚. 𝑔 ………(2)
nilai N cos θ dan gaya berat W adalah sama besar namun arahnya berlawanan, artinya resultan gaya kedua gaya sama dengan nol.
Dalam melintasi tong setan tersebut sepeda motor membutuhkan kecepatan yang sangat tinggi. Berapa kecepatan yang dibutuhkan sepeda motor untuk melintasi tong setan tersebut agar tidak terjatuh ? Untuk mencari kecepatan yang dibutuhkan sepeda motor untuk melintasi tong setan sebagai berikut:
10
Apabila persamaan (1) dibagi persamaan (2) maka diperoleh
N sin θ N cos θ = 𝑚.
𝑣2 𝑟 𝑚 𝑔
tan θ = 𝑣2
𝑟 𝑔 ……….(3) 𝑣2 = r g tan θ
𝑣 = √𝑟 𝑔 𝑡𝑎𝑛 𝜃 ……….(4) Keterangan
V = kecepatan ( m/s ) r = jari- jari
g = percepatan gravitasi bumi ( m/s2 ) θ = sudut kemiringan tong setan
Sehingga dari persamaan ini (4) kita dapat memperoleh kecepatan yang dibutuhkan sepeda motor untuk melintasi tong dengan kemiringan sudut θ tertentu pada wahan tong setan.
D. Penelitian Sejenis
Penelitian pengembangan dan pemanfaatan video telah dilakukan oleh beberapa orang dalam pembuatan tugas akhir sepeti yang dilakukan oleh Emeriana Astuti ( 2015 ) dengan judul skripsi Efektivitas Pemanfaatan Video dalam Pembelajaran Pokok Bahasan Bandul Matematis pada Siswa SMP dan SMA. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil pengembangan media video dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP dan SMA dan efektivitas penggunaan media video pada siswa SMP sebesar 73% dan siswa SMA sebesar 71%. Selain itu pengembangan media video dapat mengembangkan ketrampilan siswa dalam pengukuran khususnya pada materi badul matematis.
Pada tahun 2019 Viligius Fitranada melakukan penelitian dengan judul Pengembangan Video Pembelajaran Sebagai Media Belajar untuk Membangun Pemahaman Siswa dalam Mempelajari Pemantulan Cahaya oleh Cermin Datar. Dari penelitian yang dilakukan menunjukan hasil bahwa video pembelajaran yang dikembangkan berhasil meningkatkan pemahaman siswa. Tanggapan siswa yang belajar dengan menggunakan video pembelajaran sangat positif dan tertarik belajar dengan video pembelajaran tersebut.
11 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Metode penelitian dan pengembangan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan (Sugiyono, 2017: 477). Pada penelitian ini, peneliti membuat video sebagai media pembelajaran untuk siswa dimana peneliti sendiri merancang video pembelajaran tersebut. Tujuannya adalah dengan menggunakan video sebagai media belajar, siswa dapat membangun pemahamannya akan konsep – konsep fisika yang terjadi di sekitar kita.
B. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa/i SMAN 3 Mandrehe, Nias Barat Sumatra Utara C. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Pembuatan Video
Tempat pembuatan video di kos nomor 18, Gang Rambutan, Krodan, Maguwoharjo, Depok, Sleman Yogyakarta. Pembuatan video memakan waktu sekitar 8 bulan yaitu dari bulan Juni 2019 sampai bulan Maret 2020
2. Pengambilan Data
Pengambilan data untuk uji coba dilakukan di SMAN Binino NTT yang dilakukan dari tangal 11 Oktober – 13 Oktober 2020. Sedangkan pengambilan data dilakukan di SMAN 3 Mandrehe, Nias Barat Sumatra Utara, dilakukan pada tanggal 17 November dan 20 November 2020.
D. Desain Penelitian
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan kualitas pemahaman belajar siswa dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, pembuatan instrument, dan pelaksanaan.
1. Perencanaan
a. Studi literatur terdiri yaitu mencari buku, artikel dan skripsi yang terkait dengan pemanfaatan video sebagai media pembelajaran
b. Menetukan materi yang akan digunakan dalam pembuatan video
12
c. Konsultasi materi dan video pembelajaran dengan dosen pembimbing 2. Pembuatan Instrumen
a. Pembuatan Video
Menyiapkan alat – alat yang di gunakan untuk pembuatan video pembelajaran seperti laptop, hp (camera hp) dan, clip on (perekam audio).
Mencari, mempelajari dan mendownload aplikasi edit video yang memungkinkan bisa digunakan dalam membuat video pembelajaran dengan menyesuaikan kemampuan laptop yang di gunakan dalam membuat video pembelajaran tersebut (aplikasi filmora9)
Membuat skenario video pembelajaran gerak melingkar beraturan
Membuat video pembelajaran gerak melingkar beraturan
Konsultasi video dengan dosen pembimbing
Merevisi video jika ada kesalahan atau kekurangan
Validasi video pembelajaran tersebut oleh dosen pembibmbing dan pihak lain non- pendidikan fisika
Implementasi video untuk penelitian b. Pengambilan Data
Membuat kisi – kisi soal pre-test dan post-test
Membuat soal dan rubrik penilaian pre-test dan post-test
Melakukan penilaian terhadap hasil belajar dan kualitas pemahaman siswa melalui pre-test dan post-test
3. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan penelitian ini meliputi
a. Melakukan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang gerak melingkar beraturan
b. Siswa belajar dengan video pembelajaran gerak melingkar beraturan yang telah di buat
c. Melakukan post-test bertujuan untuk mengetahui pemahaman akhir siswa setelah menonoton video pembelajaran gerak melingkar beraturan
13
Gambar 3.1 tahap – tahap penelitian
14 E. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi instrumen video sebagai media pembelajaran dan pengambilan data dalam bentuk tes yang terdiri dari pre-test dan post-test.
1. Instrumen Video
Instrumen video ini dirancang dan di kembangkan oleh peneliti sendiri yang di gunakan sebagai sarana atau media belajar siswa. Pokok bahasan dalam video ini adalah penerapan fisika pada wahana tong setan yang ada di pasar malam. Ada 2 video yang dibuat yaitu video A yang berisi fenomena atraksi tong setan, narasi dalam bentuk audio, teks, video animasi dan backsound den video B yang berisi fenomena atraksi tong video teks dan backsound. Kedua video ini digunakan untuk membantu meningkatkan hasil belajar siswa dan melihat kualitas pemahaman siswa itu sendiri.
Dalam pembuatan video pembelajaran tentang atraksi pada wahana tong setan, adapun rincihan isi video pembelajaran tersebut seperti yang ada pada tabel berikut
Tabel 3. 1 rincian isi video A
No Isi video waktu
1 Perkenalan materi yang akan dipelajari 15 detik 2 Fenomena gerak melingkar beraturan dan penjelasan
singkat tentang wahana tong setan
20 detik 3 Penjelasan singkat tentang gerak melingkar
beraturan
25 detik 4 Pertanyaan singkat untuk mengarahkan siswa pada
poin – poin yang akan dipelajari
35 detik 5 Menguraikan gaya – gaya yang bekerja pada motor
saat mengrlilingi tong setan tersebut
120 detik 6 Menentukan kecepatan yang dibutuhkan sepeda
motor agar bisa mengelilingi tong setan tersebut tanpa terjatuh
50 detik
7 Kesimpulan 60 detik
Total 325 detik
15 Tabel 3. 2 Rincian isi video B
No Isi video waktu
1 Perkenalan materi yang akan dipelajari 05 detik 2 Fenomena gerak melingkar beraturan dan penjelasan
singkat tentang wahana tong setan
15 detik 3 Penjelasan singkat tentang gerak melingkar
beraturan
30 detik 4 Pertanyaan singkat untuk mengarahkan siswa pada
poin – poin yang akan dipelajari
20 detik 5 Menguraikan gaya – gaya yang bekerja pada motor
saat mengrlilingi tong setan tersebut
70 detik 6 Menentukan kecepatan yang dibutuhkan sepeda
motor agar bisa mengelilingi tong setan tersebut tanpa terjatuh
20 detik
7 Kesimpulan 46 detik
Total 206detik
Setelah instrument video selesai dibuat maka produk tersebut diimplementasikan kepada subyek penelitian dalam suatu proses kegiatan belajar. Berikut perencanaan proses kegiatan belajar yang akan dilakukan :
Tabel 3. 3 Perencanaan kegiatan belajar menggunakan video pembelajaran sebagai media belajar pertemuan pertama
No Kegiatan Waktu Keterangan
1 Pengantar dari peneliti
10 menit Peneliti dan subyek penelitian saling memperkenalkan diri, menjelaskan secara garis besar kegiatan yang akan di lakukan 2 Pembagian
soal pre-test
5 menit membagikan satu soal pre-test kepada masing – masing siswa 3 Siswa
mengerjakan soal pre - test
90 menit Siswa mengerjakan soal pre-test sesuai dengan pemahaman yang siswa miliki
5 menit Siswa megumpulkan pre-test 4 penutup 20 menit Siswa dibagi menjadi dua
kelompok dan masing – masing kelompok diberikan video yang berbeda untuk dipelajari dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya
16
Tabel 3. 4Perencanaan kegiatan belajar menggunakan video pembelajaran sebagai media belajar pertemuan kedua
No Kegiatana Waktu Keterangan
1 Pengantar 10 menit menjelaskan kembali secara garis besar kegiatan yang akan
dilakukan 2 menonton
kembali video
30 menit Peneliti memberi kesempatan kepada subyek penelitian untuk kembali menonton video
pembelajaran sebelum dilakukan post-test
3 Post-tes 90 menit Peneliti melakukan post-test terhadap subyek penelitian untuk mengetahui peningkatan
pemahaman belajar
4 Penutup 20 menit megumpulkan pre-test dan mengucapakan terimakasih kepada subyek penelitian karena sudah bersedia menjadi subyek penelitian
2. Instrumen Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen dalam bentuk tes yaitu pre-test dan post-test. Soal pre-test dan post-test disusun berdasarkkan materi fisika pada atraksi wahana tong setan yang telah diimplementasikan kedalam video.
Soal pre-test disusun dan diberikan kepada siswa untuk melihat pemahaman awal siswa sedangkan soal post-test disusun dan diberikan kepada siswa untuk melihat pemahaman akhir siswa setelah belajar menggunakan video pembelajaran. Berikut ini adalah kisi – kisi pembuatan pre-test dan post-test.
Tabel 3. 5 kisi – kisi soal pre-test dan post-test
No Indikator Materi
1 Siswa dapat merumuskan pengertian gerak melingkar dan gerak melingkar beraturan sebuah benda dapat bergerak
Gaya – Gaya yang bekerja pada motor saat mengelilingi tong setan dan kelajuan
17 melingkar di sebuah tong tanpa terjatuh
4 Siswa dapat menghitung nilai kelajuan yang dibutuhkan untuk melintasi tong setan pada posisi dan kemiringan tong tertentu tanpa terjatuh
Menghitung besarnya kelajuan dalam GMB pada wahana tong setan
F. Uji Validitas
1. Uji Validitas Video
Uji validitas video dilakukan oleh dosen pembimbing. Selain dosen pembimbing ada beberapa siswa untuk menonton video yang telah dibuat yang nantinya dijadikan bahan evaluasi sebelum diaplikasisan dalam proses penelitian. Uji validitas ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan video yang akan digunaan dalam penelitian ini.
2. Uji Validitas Instrumen Penelitian
Uji validitas instrument penelitian ini berupa validasi isi pre-test dan post-test yang telah di buat oleh peneliti. Proses validasi pre-test dan post-test ini dikoreksi oleh dosen pembimbing. Selain itu juga diuji cobakan ke beberapa siswa agar dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan layak digunakan dalam penelitian ini.
G. Teknik Analisis Data
Proses analisis data untuk melihat adanya peningkatan dan kualitas pemahamn siswa dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang dilakukan.
1. Membuat pedoman penilaian
Dalam menentukan skor untuk pre-test dan post-test digunakan pedoman penilaian sebagai berikut:
Tabel 3. 6 Pedoman penilaian pre-test dan post-test
Nomor Soal Deskripsi penilaian Skor Skor maksimal
1 Siswa tidak menjawab 0
20 Siswa salah menjawab 5
Siswa menjawab dengan kurang tepat
10 Siswa menjawab dengan cukup tepat
15 Siswa menjawab dengan sangat tepat
20
2 Siswa tidak menjawab 0
18
Siswa salah menjawab 5 20
Siswa menjawab benar 1 10 Siswa menjawab benar 2 20
3 Siswa tidak menjawab 0 20
Siswa salah menjawab 5 Siswa menjawab dengan kurang tepat
10 Siswa menjawab dengan cukup tepat
15 Siswa menjawab dengan sangat tepat Siswa menjawab dengan sangat tepat Siswa menjawab dengan kurang
tepat
5 Siswa menjawab dengan sangat tepat Siswa menjawab dengan kurang
tepat
5 Siswa menjawab dengan sangat tepat Siswa menjawab dengan sangat tepat
10
Total Skor 100
19
Tabel 3. 7 Rubrik penilaian soal pre-test
No Jawaban yang diharapkan Skor max
1 Gerak melingkar beraturan merupakan gerak sebuah benda atau partikel yang menempuh lintasan berbentuk lingkaran dengan kelajuan konstan tetapi
20
2 Gerakan putaran jarum jam.
Gerakan putaran kipas angin.
Gerakan putaran rods sepeda.
Gerakan putaran pada komedi putar
DLL motor tersebut antara lain gaya berat W, gaya normal yang N memiliki komponen horizontal (Nx) dan komponen vertical (Ny) dimana komponen horizontal ada gaya Nx arahnya ke pusat lingkaran yang bertindak sebagai gaya sentripetal dan ada gaya sentrifugal Fs arahnya keluar titik pusat atau keluar menuju dinding tong. Gaya sentrifugal adalah lawan dari gaya sentripetal dan merupakan efek semu yang ditimbulkan ketika sebuah benda melakukan gerak melingkar. Arah gaya sentrifugal selalu menjauhi pusat lingkaran dan berfungsih mengimbangi gaya sentripetal sehingga benda yang melakukan gerak melingkar berada dalam keadaan setimbang Pada komponen vertical juga ada gaya berat W dan gaya normal Ny yang memiliki nilai yang sama besar. Selain gaya-gaya yang bekerja pada motor tersebut ada kelajuan yang mempengaruhi gerak sepeda motor agar tidak terjatuh saat mengelilingi tong tersebut
20
4 Diketahui r = 8 meter g = 9,8 m/s2
20
No Jawaban yang diharapkan Skor max
a. Kelajuan pada kemiringan 700 ( tan 700 = 2,747)
d. Dari hasil jawaban nomor 1,2,3 kesimpulannya Semakin besar kemiringan tong, maka kelajuan yang dibutuhkan semakin besar pula
10
Tabel 3. 8 Rubrik penilaian soal post-test
No Soal Skor max
1 Gerak melingkar beraturan merupakan gerak sebuah benda atau partikel yang menempuh lintasan berbentuk lingkaran dengan kelajuan konstan tetapi arah
kecepatannya berubah secara kontinu
20
2 Gerakan putaran jarum jam.
Gerakan putaran kipas angin.
Gerakan putaran roda sepeda.
Gerakan putaran pada komedi putar DLL
20
3 Benda dapat bergerak
melingkar di sebuah komponen vertical (Ny) dimana komponen horizontal ada gaya Nx arahnya ke pusat lingkaran yang bertindak
20
21
No Soal Skor max
sebagai gaya sentripetal dan ada gaya sentrifugal Fs
arahnya keluar titik pusat atau keluar menuju dinding tong. Gaya sentrifugal adalah lawan dari gaya sentripetal dan merupakan efek semu yang ditimbulkan ketika sebuah benda melakukan gerak melingkar. Arah gaya sentrifugal selalu menjauhi pusat lingkaran dan berfungsih mengimbangi gaya sentripetal sehingga benda yang melakukan gerak melingkar berada dalam keadaan setimbang Pada komponen vertical juga ada gaya berat W dan gaya normal Ny yang memiliki nilai yang sama besar. Selain gaya-gaya yang bekerja pada motor tersebut ada kelajuan yang mempengaruhi gerak sepeda motor agar tidak terjatuh saat mengelilingi tong tersebut
4 d = 8 meter
d) Dari jawaban nomor 1,2,dan 3 kesimpulan yang bisa diambil adalah Semakin besar kemiringan tong, maka kelajuan yang dibutuhkan semakin besar pula
10
2. Menghitung jumlah skor yang diperoleh siswa.
Menghitung jumlah skor yang diperoleh siswa menggunakan kriteria penilaian yang ada pada tabel 3.6, dan menggunakan rubric penilain pada tabel 3.7 untuk pre-test dan tabel 3.8 untuk post-test. Selanjutnya untuk merekap nilai pre-test dan post-test subyek penelitian makan digunakan tabel berikut agar lebih mudah
22 Tabel 3.9 skor pre-test dan post-test
Nomor Soal
No Kode Siswa 1 2 3 4 ∑S
1 A 2 B 3 C 4 D 5 E 6 Dst
3. Menentukan Nilai siswa
Setelah skor pre-test dan post-tes terekap dalam tabel 3.9 selanjutnya menentukan nilai yang diperoleh siswa yang direkap pada tabel 3.10 menggunakan persamaan sebagi berikut
Nilai = ∑𝑆
∑𝑆 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑛 x 100%
Keterangan
∑S = jumlah skor keseluruhan yang diperoleh siswa
∑Smaksimum = jumlah skor maksimal yang dapat dipeoleh siswa = 100 Tabel 3.10 data nilai pre-test dan pos-test siswa
4. Perbandingan nilai pre-test dan post test
Membadingkan nilai pre-test dan pos-test No Kode Siswa ∑S
Nilai (%)
1 A
2 B
3 C
4 D
5 E
23
Setelah memperoleh nilai pre-test dan post-tes pada masing –masing siswa
kemudian membandingkan perolehan nilai pre-test dan post-test seperti pada tabel berikut Tabel 3.11 perbandingan nilai pre-test dan post test
Membandingkan tingkat pemahaman siswa
Untuk mengetahhui tingkat pemahaman siswa kita melihat total skor yang diperoleh siswa kemudian dianalisis.
Skor tertinggi yang mungkin diperoleh siswa adalah 100
Skor terendah yang mungkin dipeoleh siswa adalah 0
Penilaiaan ada lima kategori sangat tinggi,tinggi, cukup, dan sangat rendah
Pembagian interval dibagi dalam lima interval yaitu lebar interval 100 : 5 = 20
Tabel 3. 12 klasifikasi tingkat pemahaman siswa Interval Keterangan
81 – 100 Sangat tinggi
61 – 80 Tinggi
41 – 60 Cukup
21 – 40 Rendah
0 – 20 Sangat rendah
Untuk membandingkan tingkat pemahaman siswa sebelum dan setelah belajar menggunakan video pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ;
Tebel 3.13 perbandingan tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah belajar menggunakan video dari hasi pre-test dan post-test
Pre-test Post-test
Kode Siswa
Nomor soal
Nilai
Nomor Soal
Nilai
No 1 2 3 4 1 2 3 4
a b c d a b c d
1 A
2 B
3 C
4 D
5 E
24 No Kode
Siswa
Pre-test Tingkat Pemahaman
Post-test Tingkat Pemahaman
1 A
2 B
3 C
4 D
5 E
Presentase kenaikan skor setiap siswa
Untuk mengetahui presentase kenaikan skor setiap siswa digunakan tabel sebagi berikut
Tabel 3.14 presentasi kenaikan total siswa
No Kode Siswa Pre-test (%) Post-tes (%) Kenaikan
Analisis peningkatan pemahaman siswa untuk tiap butir soal
Untuk melihat peningkatan pemahan siswa tiap butir soal dapat dianalisis dengan tabel berikut;
Tabel 3.15 analisis butir soal No Kode
Siswa
Jawaban Pre-test
Skor Jawaban Post-tes
Skor Peningkatan
Untuk menunjukan secara garis besar pemahaman awal dan pemahaman akhir siswa untu setiap butir soal dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 3.16 pemehaman siswa setelah belajar dengan menggunakan video pembelajaran
Nomor soal Pemahan awal Pemahan akhir
5. Membandingkan kualitas pemahaman siswa dengan dua produk video yang berbeda dengan cara membandingkan skor rata-rata perolehan post-test kedua kelompok tersebut seperti pada tabel berikut
25
Tabel 3.17 perbandingkan kualitas pemahan siswa kelompok video A dan kelompok video B dari hasil post-test
No Kelompok 1 ( video A ) Kelompok 2 ( video B ) Kode siswa Post-tes Kode Siswa Post-tes
1 A M
2 B N
3 C O
4 D P
5 E Q
6 F R
7 G S
8 H T
9 I U
10 J V
11 K W
12 L X
Rata – rata
26 BAB IV
DATA, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu pembuatan video, pembuatan isntrumen pengambilan data, uji istrumen, dan pengambilan data.
1. Pembuatan video penerapan fisika pada wahana tong setan Proses pembuatan video tersebut melalaui beberapa tahapan yaitu a) Analisis Materi
Analisis materi dilakakukan dimulai dari bulan Februari 2019. Dari beberapa sumber seperti buku, artikel, dan youtube peneliti memutuskan mebuat video pembelajaran gerak melingkar beraturan. Materi yang dipilih kemudian dianalisis kembali dengan menfokuskan pada satu fenomena yang terjadi disekitar yaitu
Analisis materi dilakakukan dimulai dari bulan Februari 2019. Dari beberapa sumber seperti buku, artikel, dan youtube peneliti memutuskan mebuat video pembelajaran gerak melingkar beraturan. Materi yang dipilih kemudian dianalisis kembali dengan menfokuskan pada satu fenomena yang terjadi disekitar yaitu