• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan

4.1.3. Visi dan Misi Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan

Sebagai rumah sakit swasta yang telah lama berdiri di kota Medan, Rumah Sakit St Elisabeth sangat berperan dalam dunia kesehatan di kota Medan. Adapun Visi dan Misi dari Rumah Sakit St Elisabeth yaitu:

A. Visi

Menjadi Tanda kehadiran Allah di tengah dunia dengan mebuka tangan dan hati untuk memberikan pelayanan kasih yang menyembuhkan orang-orang sakit dan menderita sesuai dengan tuntutan zaman.

B. Misi

1. Memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas atas dasar kasih. 2. Meningkatkan Sumber daya manusia secara professional untuk memberikan

pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.

3. Meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai dengan tetap memperhatikan masyarakat lemah.

4.2 Deskripsi Kelompok Kasus dan Kontrol di Rumah Sakit St Elisabeth

Pendeskripsian kelompok kasus dan kontrol dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan proporsi dari variabel variabel independen yang berhubungan dengan kejadian asphyxia neonatorum. Dari hasil penelitian didapatkan angka kejadian asphyxia neonatorum di RSU St Elisabeth Medan tahun 2007-2012 sebesar 63 bayi (3,01%) dari 2087 bayi yang lahir.

Dari 63 kasus asphyxia neonatorum yang terjadi di Rumah Sakit Umum St Elisabeth Medan hanya 60 kasus yang memiliki rekam medis yang baik. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 108 sampel dengan perbandingan 1:2 yaitu 36 sampel kasus dan 72 sampel kontrol. Hal ini jauh lebih kecil dari besar sampel yang diharapkan, maka dengan pertimbangan substansi 24 sampel kasus lainnya tetap dijadikan sampel dengan perbandingan 1:1. Maka besar sampel dalam penelitian ini sebesar 60 sampel kasus dan 96 sampel kontrol.

4.2.1 Faktor Ibu yang melahirkan di Rumah Sakit St Elisabeth Medan Tahun 2007-2012

Gambaran dari kelompok kasus dan kontrol akan diuraikan berdasarkan faktor ibu yang melahirkan di Rumah Sakit St Elisabeth Medan. Adapun variabel yang diteliti dari faktor ibu yaitu umur, paritas, riwayat hipertensi dan anemia akan dijabarkan pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Distribusi Proporsi Faktor Ibu yang Melahirkan dalam Kelompok Kasus dan Kontrol di Rumah Sakit St Elisabeth Medan Tahun 2007-2012

No Faktor Ibu Penyebab Asfiksia Kasus Kontrol p value (95%CI) OR f % f %

1 Umur Ibu (tahun)

< 20 dan > 35 28 46,7 19 19,8

0,001* 3,55 (1,74 – 7,24)

20 – 35 32 53,3 77 80,2

2 Paritas

Nullipara dan Grandemultipara 40 66,7 35 36,5

0,001* 3,49 (1,77-6,87)

Primipara dan Multipara 20 33,3 61 63,5

Total 60 100,0 96 100,0 3 Hipertensi Ya 12 20,0 14 14,6 0,377 1,46 (0,63-3,42) Tidak 48 80,0 82 85,4 Total 60 100,0 96 100,0 4 Anemia Ya 11 18,3 4 4,2 0,004* 5,16 (1,56-17,07) Tidak anemia 49 81,7 92 95,8 Total 60 100,0 96 100,0

* bermakna secara statistik

Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa proporsi ibu yang berumur < 20 tahun dan > 35 tahun pada kelompok kasus sebanyak 28 orang (46,7%) sedangkan ibu yang berumur 20 – 35 tahun hanya sebanyak 32 orang (53,3%). Hal ini berbanding terbalik dengan kelompok kontrol dimana ibu yang berumur 20 – 35 tahun jauh lebih besar yaitu sebanyak 77 orang (80,2%) dibandingkan ibu yang berumur < 20 tahun dan > 35 tahun yaitu sebanyak 19orang (19,8%).

Berdasarkan uji statistik chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0.001 menunjukkan hubungan yang signifikan antara umur ibu terhadap kejadian asphyxia neonatorum (p<0,05). Selain itu diperoleh juga nilai OR yang besarnya 3,55 (95%CI 1,74 – 7,24).

Berdasarkan paritas dapat dilihat bahwa ibu dengan paritas nullipara dan

grandemultipara pada kelompok kasus lebih besar yaitu sebanyak 40 orang (66,7%) dan dibandingkan pada kelompok kontrol yaitu sebanyak 35 orang (36,5%). Kemudian ibu dengan paritas primipara dan multipara pada kelompok kasus hanya sebanyak 20 orang (33,3%) sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 52 (63,5%).

Berdasarkan uji statistik chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0.001 menunjukkan hubungan yang signifikan antara paritas terhadap kejadian asphyxia neonatorum (p<0,05). Selain itu diperoleh juga nilai OR yang besarnya 3,49 (95% CI 1,77-6,87).

Berdasarkan riwayat hipertensi pada ibu saat persalinan diketahui dalam kelompok kasus sebanyak 12 orang (20%) sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 14 orang (14,6%). Kemudian ibu yang tidak mengalami hipertensi pada saat persalinan sebanyak 48 orang (80%) pada kelompok kasus dan sebanyak 82 orang (85,4%).

Uji statistik chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0.377 menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi terhadap kejadian

asphyxia neonatorum (p>0,05). Selain itu diperoleh juga nilai OR yang besarnya 1,46 (95% CI 0,63-3,42).

Berdasarkan riwayat anemia menunjukkan bahwa pada kelompok kasus, ibu yang mengalami anemia hanya sebayak 11 orang (18,3%) dan yang tidak mengalami anemia sebanyak 49 orang (81,7%). Pada kelompok kontrol, ibu yang mengalami anemia sebanyak 4 orang (4,2%) sedangkan ibu yang tidak mengalami anemia sebanyak 92 orang (95,8%).

Uji statistik chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0.004 menunjukkan hubungan yang signifikan antara anemia terhadap kejadian asphyxia neonatorum

4.2.2 Faktor Bayi yang Lahir di Rumah Sakit St Elisabeth Medan Tahun 2007 - 2012

Gambaran dari kelompok kasus dan kontrol akan diuraikan berdasarkan faktor bayi yang lahir di Rumah Sakit St Elisabeth Medan. Adapun variabel yang diteliti dari faktor bayi yaitu berat bayi lahir dan riwayat gemeli akan dijabarkan pada Tabel 4.2 sebagai berikut.

Tabel 4.2 Distribusi Proporsi Faktor Bayi dalam Kelompok Kasus dan Kontrol di Rumah Sakit St Elisabeth Medan Tahun 2007-2012

No Faktor Bayi Penyebab Asfiksia Kasus Kontrol p value

OR (95%CI) f % f %

1 Berat Bayi Lahir

Berat Bayi Lahir Rendah (<2500 gr) 20 33,3 12 12,5

0,002* 3,50 (1,56-7,86) Berat Bayi Normal (>2500 gr) 40 66,7 84 87,5

Total 60 100,0 96 100,0 2 Gemeli Ya 3 5,0 2 2,1 0,314 2,47 (0,40-15,57) Tidak 57 95,0 94 97,9 Total 60 100,0 96 100,0

* bermakna secara statistik

Berdasarkan berat badan lahir pada kelompok kasus ditemukan sebanyak 20 bayi (33,3%) mengalami berat badanlahir rendah dan sebanyak 40 bayi (66,7%) lahir dengan berat badan normal. Sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 12 bayi (12,5) lahir dengan berat badan rendah dan 84 bayi (87,5%) lahir dengan berat badan yang normal.

Uji statistik chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0.002 menunjukkan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara berat badan lahir terhadap kejadian asphyxia neonatorum (p<0,05). Selain itu diperoleh juga nilai OR yang besarnya 3,5 (95% CI 1,56-7,86).

Berdasarkan gemeli pada kelompok kasus diketahui sebanyak 3 bayi (5%) yang lahir gemeli dan sebanyak 57bayi (95%) tidak gemeli. Pada kelompok kontrol

juga diketahui sebanyak 2 bayi (2,1%) lahir gemeli dan sebanyak 94 bayi (97,9%) tidak gemeli.

Uji statistik chi-square diperoleh nilai p. value sebesar 0.314 menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara bayi gemeli terhadap kejadian asphyxia neonatorum (p>0,05). Selain itu diperoleh juga nilai OR yang besarnya 2,47 (95% CI 0,40-15,57).

4.2.3 Faktor Persalinan di Rumah Sakit St Elisabeth Medan Tahun 2007-2012

Gambaran dari kelompok kasus dan kontrol akan diuraikan berdasarkan faktor persalinan ibu di Rumah Sakit St Elisabeth Medan. Adapun variabel yang diteliti dari faktor ibu yaitu persalinan tindakan dan persalinan lama akan dijabarkan pada Tabel 4.3 dibawah ini.

Tabel 4.3 Distribusi Proporsi Faktor Persalinan dalam Kelompok Kasus dan Kontrol di Rumah Sakit St Elisabeth Medan Tahun 2007-2012

No Faktor Bayi Penyebab Asfiksia Kasus Kontrol p value

OR (95%CI) f % f %

1 Cara Persalinan

Partus dengan Tindakan 28 46,7 39 40,6

0,458 1,28 (0,67-2,45) Partus spontan 32 53,3 57 59,4 Total 60 100,0 96 100,0 2 Persalinan Lama Ya 6 10,0 12 12,5 0,634 0,78 (0,28-2,20) Tidak 54 90,0 84 87,5 Total 60 100,0 96 100,0

* bermakna secara statistik

Berdasarkan riwayat persalinan menunjukkan bahwa kelompok kasus mengalami persalinan dengan tindakan sebanyak 28 orang ( 46,7%) dan sebanyak 32 bayi (53,3%) melakukan persalinan spontan. Pada kelompok kontrol sebanyak 39 orang (40,6%) melakukan persalinan dengan tindakan dan sebanyak 57 orang (59,4%) melahirkan spontan.

Uji statistik chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0.458 menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara persalinan tindakan dengan kejadian

asphyxia neonatorum (p>0,05). Selain itu diperoleh juga nilai OR yang besarnya 1,28 (95% CI 0,67-2,45).

Berdasarkan lama persalinan sebanyak 6 orang (10%) pada kelompok kasus mengalami persalinan lama sedangkan sebanyak 54 orang tidak mengalami persalinan lama. Pada kelompok kontrol sebanyak 12 orang (12,5%) mengalami persalinan yang lama dan sebanyak 84 orang (87,5%) tidak mengalami persalinan yang sama.

Uji statistik chi-square diperoleh nilai p. value sebesar 0. 634 menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara persalinan lama dengan kejadian asphyxia neonatorum (p>0,05). Selain itu diperoleh juga nilai OR yang besarnya 0,78 (95% CI 0,28-2,20).

Dokumen terkait