BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Visi Dan Misi Kecamatan Bulukumpa
Adapun visi Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba adalah mewujudkan Kecamatan Bulukumpa sebagai sentra pengembangan pertanian
dan perkebunan di Kabupaten Bulukumba dengan mengandalkan potensi wilayah dan pelestarian lingkungan yang bernafaskan keagamaan.
b. Misi
Misi ini menggambarkan keberadaan dan penetapan tujuan dan sasaran yang tepat serta menggambarkan keadaaan yang ingin diwujudkan. Adapun Misi sebagai berikut:
1. Memfasilitasi pengembangan kapasitas setiap penduduk bulukumpa agar mampu meningkatkan produktivitasnya secara berkesinambungan serta mampu menyalurkan pendapat aspirasinya pada semua bidang kehidupan secara bebas dan mandiri.
2. Mendorong serta memfasilitasi tumbuh kembangnya masyarakat pada semua bidang kehidupan, khususnya penguatan kelembagaan pemerintah desa/kelurahan dengan memberikan perhatian utama kepada pembangunan perekonomian desa/kelurahan yang memicu pertumbuhan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja masyarakat.
3. Mengembangkan kecamatan melalui pemanfaatan potensi dan sumber daya kecamatan sedemikian rupa sehingga secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan kabupaten bulukumba serta berdampak positif terhadap pengembangan kawasan sekitar.
4. Peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan yang partisipatif, transparan dan akuntabel.
5. Meningkatkan pengalaman nilai-nilai agama dan budaya terhadap segenap aspek kehidupan kemasyarakatan.
3. Jumlah Pegawai Berdasarkan Pangkat Dan Jabatan
No Nama/Nip Pangkat/Golongan Jabatan
1 Drs.A.Zaenal Abidin
Penata Tk.1/III d Kasi Trantib 4 Amrullah A.Amier,S.Sos
Penata Tk.1/III d Kasi Pemerintahan 7 Harwati,S.Pd
Tabel 1 Jumlah Pegawai Kecamatan Bulukumpa
No Nama/Nip Pangkat/Golongan Jabatan
1 A.Fauziah
Tabel 2 jumlah pegawai kecamatan bulukumpa
4. Struktur Organisasi
Berdasarkan Perda Nomor 12 tahun 2008, struktur organisasi Kecamatan bulukumpa Kabupaten Bulukumba terdiri dari: 1 (satu) camat tingkat eselon IVb, 1 (satu) sekretaris camat tingkat eselon IVa, 1 (satu) kepala subag perencanaan evaluasi dan pelaporan tingkat eselon IIId, 1 (satu) kepala subag keuangan tingkat eselon IIIc, 1 (satu) kepala subag umum dan kepegawaian tingkat eselon IIIb, 1 (satu) seksi tata pemerintahan tingkat eselon IIId, 1 (satu) seksi trantib tingkat eselon IIId, 1 (satu) seksi kesra tingkat eselon IIIb, 1 (satu) seksi PMD tingkat eselon IIId dan 1 (satu) seksi ekbang tingkat eselon IIId. Secara terperinci dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3 struktur organisasi Kecamatan Bulukumpa
5. Uraian Tugas Jabatan Fungsional Umum Pada Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba
a. Kepala Sub Bagian Program Ringkasan tugas jabatan
Menyusun bahan perencanaan dan rogram dengan cara mengolah, menganalisis dan mengevaluasi sesuai dengan ketentuanyang berlaku.
b. Kepala Sub Bagian Keuangan Ringkasan tugas jabatan
Menyusun dan menyimpan berkas administrasi realisasi/pencairan anggaran dan membuat laporan pelaksanaan realisasi/pencairan anggaran berdasarkan ketentuan dan prosedur yang berlaku agar tersedia anggaran untuk pelaksanaan program kegiatan kecamatan.
c. Kepala Sub Bagian Umum Dan Kepegawaian Ringkasan tugas jabatan
Menerima, mencatat, dan mendistribusikan surat, dokumen, barang dan pesan ke unit kerja berdasarkan masalah dan tujuannya.
d. Kepala Seksi Tata Pemerintahan Ringkasan tugas jabatan
Membantu kepala seksi dalam melaksanakan kegiatan yang terkait dengan fasilitasi tata pemerintahan sesuai dengan prosedur agar kegiatan terlaksana dengan lancar.
e. Kepala Seksi Trantib Ringkasan tugas jabatan
Mengumpulkan mengelola data ketentraman dan ketertiban umum dalam wilayah kecamatan.
f. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Ringkasan tugas jabatan
Menerima, mencatat, mengumpulkan dan mengolah data pemberdayaan masyarakat dan desa sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mendukung pelaksanaan seksi pemberdayaan masyarakat desa.
g. Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Dan Pemberdayaan Perempuan Ringkasan tugas jabatan
Menerima, mencatat, mengumpulkan dan mengolah data kesejahteraan sosial dan pemberdayaan perempuan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mendukung pelaksanaan seksi kesejahteraan sosial dan pemberdayaan perempuan.
h. Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Ringkasan tugas jabatan
Menerima, mencatat, mengumpulkan dan mengolah data ekonomi dan pembangunan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mendukung pelaksanaan seksi kesejahteraan sosial dan pemberdayaan perempuan.
6. Keadaan Pegawai kecamatan Bulukumpa
Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba memiliki jumlah pegawai sebanyak 24 orang dengan jumlah pegawai negeri sipil (PNS)
sebanyak 18 orang yang berlatar belakang pendidikan Strata 1 (S1) dan 6 orang tenaga honorer yang berlatar pendidikan SMA.
B. Penerapan Gaya Kepemimpinan Transformasional Di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba
Kepemimpinan transformasional merupakan proses yang terintegrasi, motivasi, inspirasi, kebersamamaan, pemberdayaan, dan kinerja yang luar biasa atau kinerja yang melebihi dari standar yang direncanakan. Pemimpin transformasional juga berupaya membangun semangat bawahan atau pengikutnyadalam menciptakan visi bersama dan tujuan bersama dalam suatu oerganisasi ataupun unit kerja. Dalam menerapkan gaya kepemimpinan transformasional ini bagaimana seorang pemimpin harus memberdayan bawahannya, menjadi pemimpin yang diteladani, kerja sama, ciptakan visi dan bertindak sebagai agen perubahan dalam organisasi yang dipimpinnya di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.
Berdasarkan data tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pemimpin menerapkan gaya kepemimpinan transformasional di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.
1. Memberdayakan Bawahan
Memberdayakan bawahan adalah upaya yang dilakukan pemimpin dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pegawai atau bawahan, memberikan peluang kepada pegawai atau bawahan untuk menumbuhkan ide-ide mereka. Selain itu memberdayakan bawahan juga dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Tapi pemimpin juga memberikan arahan
dan motivasi dan menyuruh bawahan atau pegawai melakukan hal yang terbaik untuk organisasi.
Dimana hal tersebut berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dengan MAP selaku sekretaris camat Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumpa, dimana penulis menanyakan tentang dalam menjalankan tugas dan kepemimpinannya apakah pak camat memberdayakan seluruh bawahannya, dan bagaimana bentuk pemberdayaan yang dilakukan? Berikut ini adalah pernyataan yang diberikan oleh MAP selaku Sekcam Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba:
“...metode kepemimpinan yang dijalankan oleh pak camat sudah sangat tepat menurut pandangan saya dan hal itu sangat mendukung untuk organisasi terkait dengan masalah pemberdayaan seluruh pegawai itu juga telah dilakukan dengan baik adapun salah satu bentuk pemberdayaan yang dilakukan adalah mendukung sepenuhnya seluruh pegawai untuk mengikuti beberapa diklat-diklat, termasuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.”(wawancara: kamis, 23 april 2015).
Berdasarkan hasil wawancara diatas, maka dapat dipahami bahwa pemimpin dalam hal ini camat kecamatan bulukumpa telah menjalankan kepemimpinannya dengan baik, pak camat memberdayakan bawahannya dengan mendukung sepenuhnya para pegawai untuk mengikuti diklat-diklat dan termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pernyataan dari MAP diperkuat dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan AY selaku kepala seksi kesra. Berikut pernyataan dari AY.
“...menurut saya kepemimpinan yang dijalankan oleh pak camat sudah tepat. Dan mengenai pemberdayaan pegawai atau bawahan pak camat selalu menekankan kepada kami untuk selalu mengikuti pendidikan dan pelatihan.”(wawancara, kamis 23 april 2015).
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, tentu memperkuat pernyataan dari MAP. Pernyataan tersebut membuktikan bahwa apa yang dilakukan pak camat dalam kepemimpinannya sudah tepat dan mengenai pemberdayaan bawahan atau pegawai itu juga sudah dilakukan.
Berikut hasil wawancara yang dilakukan dengan HA selaku kepala sub bagian perencanaan evaluasi dan pelaporan dengan pertanyaan yang sama yaitu dalam menjalankan tugas dan kepemimpinannya apakah pak camat memberdayakan seluruh bawahan, dan bagaimana bentuk pemberdayaan yang dilakukan? Berikut ini pernyataan yang diberikan oleh HA.
“...dalam menjalankan tugas dan kepemimpinannya pak camat selalu mengatakan bahwa kami harus meningkatkan kemampuan dan kinerja kami maka dari itu pak camat selalu menenkankan kepada kami untuk mengikuti diklat-diklat untuk meningkatkan kemampuan kami dalam bekerja.”(wawancara, jumat 24 april 2015).
Dari pernyataan diatas dapat dipahami bahwa pemberdayaan pegawai atau bawahan senantiasa dilakukan oleh pak camat selaku pemimpin dan salah satu bentuk upaya pemberdayaan yang dilakukan adalah mendukung dan selalu menyarankan kepada pegawai atau bawahan untuk selalu mengikuti pendidikan dan pelatihan.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh HD ketika dilakukan wawancara diruang kerjanya di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.
Berikut pernyataan dari HD:
“...Menurut saya pak camat dalam kepemimpinannya selalu memberikan motivasi sehingga dalam bekerja kami memiliki semangat.
Dan mengenai upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh pak camat salah satunya adalah kami selalu diarahkan untuk ikut serta dalam pendidikan dan pelatihan dan pak camat juga biasanya mengadakan pertemuan
dengan kami untuk membahas masalah kinerja kami.”(wawancara, jumat 24 april 2015).
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat selalu memberikan motivasi kepada bawahan atau pegawai agar semangat dalam bekerja dan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kinerja bawahan pak camat tidak hanya mendukung sepenuhnya pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan tetapi juga biasanya mengadakan pertemuan kepada pegawai atau bawahannya untuk membahas masalah kinerja mereka.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh AT selaku seksi ketentraman dan ketertiban di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba ketika dilakukan wawancara di ruang kerjanya. Berikut pernyataan dari AT.
“...menurut saya salah satu bentuk upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh pak camat adalah pak camat biasanya masuk keruangan pegawai dan menanyakan tentang bagaimana kinerja kami apakah tugas-tugas kami telah selesai atau belum dan kemudian pak camat memberikan arahan agar kami bekerja dengan baik.”(wawancara, senin 27 april 2015).
Berdasarkan pernyataan diatas, dapat dipahami bahwa bukan hanya pendidikan dan pelatihan yang menjadi bentuk upaya pemberdayaan pak camat tetapi juga pak camat mengontrol kinerja pegawai atau bawahannya dan kemudian memberikan arahan agar pegawai atau bawahannya bekerja dengan baik.
Berikut pernyataan yang dilontarkan oleh NM selaku kepala sub bagian keuangan di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba saat dilakukan wawancara di ruang kerjanya. Berikut pernyataan dari NM.
“...yang saya tahu mengenai kepemimpinan pak camat bahwa pak camat selalu membangun rasa kekeluargaan kepada seluruh pegawai.
Dan mengenai bentuk upaya pemberdayaan salah satunya adalah pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kinerja kami.”(wawancara, senin 27 april 2015).
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat selalu membangun rasa kekeluargaan kepada pegawai atau bawahannya dan salah satu bentuk upaya pemberdayaan adalah pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai atau bawahannya.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh AZ selaku kepala seksi PMD di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba saat dilakukan wawancara di ruang kerjanya. Berikut pernyataan dari AZ:
“...menurut saya bentuk upaya pemberdayaan yang dilakukan pak camat adalah selalu mendorong kami sebagai pegawai untuk mengikuti diklat-diklat, selain itu pak camat juga biasanya mengadakan pertemuan kepada kami dan memberikan arahan pak camat juga menekankan kepada kami untuk melaporkan hasil kerja kami.”(wawancara, selasa 28 april 2015).
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat dalam kepemimpinannya selalu memberdayakan bawahannya baik itu dalam hal pendidikan dan pelatihan maupun pemeberian motivasi dan arahan kepada pegawai atau bawahannya.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh AA selaku seksi ekbang di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba saat dilakukan wawancara diruang kerjanya. Berikut pernyataan dari AA:
“...menurut saya salah satu bentuk upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh pak camat adalah mendorong kami untuk mengikuti diklat-diklat. Dan menurut saya pak camat dalam menjalankan tugas dan kepemimpinannya sudah sangat baik.”(wawancara, selasa 28 april 2015).
Berdasarkan pernyataan diatas, dapat dipahami bahwa pak camat telah menjalankan tugas dan kepemimpinannya dengan baik dan mengenai upaya pemberdayaan pegawai juga telah dilakukan oleh pak camat selaku pemimpin.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh AA selaku kepala sub bagian umum dan kepegawaian di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba saat dilakukan wawancara di ruang kerjanya. Berikut pernyataan dari AA:
“...kalau ditanya mengenai apakah pak camat memberdayakan seluruh pegawai maka saya menjawab iya, karena salah satu pemberdayaan yang dilakukan oleh pak camat adalah mendukung kami sepenuhnya untuk mengikuti diklat-diklat untuk meningkatkan kemampuan kerja kami sebagai pegawai.”(wawancara rabu 29 april 2015).
Dari pernyataan diatas, dapat dipahami bahwa memang pak camat dalam menjalankan tugas dan kepemimpinannya sudah baik, dan terkait pemberdayaan pegawai atau bawahan juga sudah dilakukan oleh pak camat.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap seluruh informan di atas, dapat disimpulkan bahwa pak camat dalam menjalankan tugas dan kepemimpinannya sudah sangat baik hal itu dikaetahui dari beberapa pernyataan yang dilontarkan pegawai atau bawahan yanga ada di Kantor tersebut. Dan adapun bentuk upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh pak camat menurut pegawai dan berdasarkan hasil wawancara yang saya lakukan dengan mereka adalah: mendukung sepenuhnya seluruh pegawai untuk mengikuti diklat-diklat, selain itu pak camat juga biasanya mengadakan pertemuan kepada pegawai atau bawahan untuk membahas bagaimana kinerja
mereka dan mendengarkan keluhan-keluhan bawahan dan kemudian pak camat memberikan arahan agar para pegawai tetap semangat dalam bekerja.
2. Pemimpin Yang Diteladani
Pemimpin yang diteladani adalah upaya pemimpin dalam memberikan pengaruh-pengaruh positif, memberikan contoh yang baik kepada bawahan atau pegawai, membangun kerja sama, agar apa yang dilakukan dapat diikuti oleh seluruh pegawai atau bawahan. Namun untuk menjadi pemimpin yang diteladani bukan hanya beberapa hal di atas tapi dapat juga dilihat dari latar belakang pendidikan seorang pemimpin, watak, karakter, dan juga dapat dilihat dari lingkungan keluarga. Selain itu pemimpin juga harus banyak membangun rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan rasa saling menghargai, agar bawahan atau pegawai merasa percaya, kagum, loyal dan hormat terhadap atasannya.
Berdasarkan hal tersebut di atas sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan MAP selaku sekretaris camat di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba saat dilakukan wawancara di ruang kerjanya. Dimana penulis menanyakan tentang sebagai pemimpin apakah pak camat selalu memberikan contoh yang baik kepada pegawai atau bawahan, menurut bapak/ibu dari sisi manannya sehingga pak camat dapat diteladani oleh bawahan atau pegawai? Berikut pernyataan dari MAP.
“...terkait dengan pemberian contoh yang baik kepada bawahan atau pegawai itu juga telah dilakukan dengan baik pula, dan saya kira tidak ada alasan bagi seorang atasan (camat) untuk tidak memperlihatkan contoh yang baik kepada bawahan atau pegawai. Dan saya lihat bagaimana watak, karakter dan pak camat selalu membangun rasa saling
menghargai terhadap pegawai sehingga timbul rasa kagum dan rasa hormat terhadap beliau/pak camat.”(wawancara, kamis 23 april 2015).
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat selalu memberikan contoh yang baik terhadap pegawai atau bawahan, dan kemudian dilihat dari watak dan karakter dalam memimpin dan juga pak camat selalu membangun rasa saling menghargai terhadap pegawai atau bawahan sehingga hal itu menimbulkan rasa hormat dan rasa kagum terhadap pak camat.
Selanjutnya penyataan yang dilontarkan oleh AY selaku seksi kesra di Kantor Kecamatan Bulukumpa, saat dilakukan wawancara di ruang kerjanya.
Berikut pernyataan dari AY.
“...pak camat selalu memberi contoh dengan perilaku yang terpuji, dengan contoh yang baik yang diperlihatkan oleh pak camat dan itu dapat diikuti dan menjadi acuan oleh bawahan atau pegawai maka menurut saya pribadi itu dapat diteladani. Selain itu melihat bahwa pak camat tegas tapi dengan ketegasannya itu membuat pegawai atau bawahan lebih disiplin dalam bekerja.”(wawancara, kamis 23 april 2015).
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang diteladani maka pak camat selalu memberikan contoh dengan perilaku yang terpuji. Dan untuk menjadi seorang pemimpin yang diteladani juga harus tegas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin.
Selanjutnya pernyataan yang dilontarkan HA selaku kepala sub bagian perencanaan evaluasi dan pelaporan, saat dilakukan wawancara di ruang kerjanya. Berikut pernyataan dari HA.
“...menurut pandangan saya, karena ketegasan pak camat dan sikapnya yang selalu baik dan pak camat juga orangnya tidak kasar dalam menyampaikan sesuatu hal kepada pegawai atau bawahan sehingga saya
merasa pak camat patut untuk diteladani.”(wawancara, jumat 24 april 2015)
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat adalah seorang pemimpin yang tegas pak mempunyai sikap dan perilaku yang baik, tidak kasar dalam menyampail sesuatu hal kepada pegawai atau bawahan sehingga bawahan merasa bahwa pak camat adalah pemimpin yang patut untuk diteladani.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh HD selaku seksi tata pemerintahan di Kantor Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, dengan pertanyaan yang sama. Berikut pernyataan dari HD.
“...menurut saya pak camat selalu memberikan contoh yang baik kepada pegawai atau bawahan salah satu contoh yang selalu diperlihatkan oleh pak camat adalah beliau selalu datang cepat ke Kantor sehingga saya sebagai bawahan merasa kagum kepada pak camat karena menurut saya biasanya seorang pemimpin itu lebih lambat datang karena merasa dirinya adalah yang paling di atas dan mempunyai kekuasaan.
Sehingga saya merasa saya harus memperlihatkan tingkah laku yang seperti itu juga.”(wawancara, jumat 24 april 2015).
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat selalu memberikan contoh yang baik dan apa yang dilakukan dapat diikuti oleh pegawai atau bawahan.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh AT selaku seksi keamanan dan ketertiban di Kantor Kecamatan Bulukumpa saat dilakukan wawancara di ruang kerjanya. Berikut pernyataan dari AT.
“...saya melihat dari latar belakang pendidikan beliau, karakter, dan melihat bahwa pak camat ini adalah seorang bangsawan, ketegasan pak camat dalam memimpin, dan pak camat juga selalu membangun rasa kekeluargaan dan membangun rasa saling menghargai sehingga tercipta rasa kebersamaan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sehingga saya
merasa dengan melihat kesemuanya itu pak camat adalah pemimpin yang patut untuk diteladani.”(wawancara, senin 27 april 2015).
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa dengan karakter kepemimpinan, ketegasan pak camat dalam memimpin, dan melihat bahwa pak camat adalah seorang bangsawan sehingga membuat pak camat dihormati dan dikagumi. Tapi, bukan berarti pak camat dalam memimpin hanya mengandalkan latar belakang kebangsawanannya, itu terlihat bahwa pak camat selalu membangun rasa kekeluargaan terhadap pegawai atau bawahan.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh NM selaku kepala sub bagian keuangan, saat dilakukan wawancara diruang kerjanya. Berikut pernyataan dari NM.
“...menurut saya, saya melihat bahwa pak camat adalah seorang pemimpin yang memiliki watak yang baik, karakter serta berwibawa.
Dan selalu membangun rasa kekeluargaan, dan rasa saling mengahargai satu sama lain. Pak camat tidak hanya mengedepankan kekuasannya.
Tetapi merasa bahwa beliau adalah seorang pemimpin yang mampu memimpin bawahan atau pegawai karena kemampuan kepemimpinan dan sikap ketegasan yang dimilikinya. Dan saya merasa bahwa dengan semua yang dimiliki pak camat sebagai seorang pemimpin patut untuk diteladani.”(wawancara, senin 27 april 2015).
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat adalah seorang pemimpin yang memiliki watak, karakter, serta berwibawa. Pak camat juga tidak mengedepankan kekuasannya dalam kepemimpinannya.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh AZ selaku seksi PMD, saat dilakukan wawancara di ruang kerjanya. Berikut pernyataan dari AZ.
“...menurut saya, pak camat adalah seorang pemimpin yang patut diteladani karena pak camat selalu memberikan contoh yang baik, tegas dalam memimpin, dan kepribadian pak camat yang selalu membangun kebersamaan. Selain itu, pak camat juga humoris mampu memecahkan ketegangan di antara pegawai atau bawahan.
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat adalah seorang pemimpin yang patut diteladani karena kepribadian dan rasa kebersamaan yang selalu dibangun oleh pak camat.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh AA selaku seksi Ekbang di Kantor Kecamatan Bulukumpa, saat dilakukan wawancara diruang kerjanya.
Berikut pernyataan dari AA.
“...menurut saya, pak camat adalah seorang pemimpin yang ramah, senantiasa membangun rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa saling menghargai. Pak camat juga selalu menekankan bahwa dalam bekerja harus mengedepankan urusan pekerjaan dibandingkan urusan pribadi.”(wawancara, selasa 28 april 2015).
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat melakukan tugas dan kepemimpinannya dengan baik.
Pernyataan selanjutnya dilontarkan oleh AA selaku kepala sub bagian umum dan kepegawaian, saat dilakukan wawancara di ruang kerjanya berikut pernyataan dari AA:
“...menurut saya, pak camat adalah seorang pemimpin yang profesional dalam bekerja, dan pak camat senantiasa menekankan kepada pegawai atau bawahan untuk bekerja dengan profesional seperti halnya lebih mengedepankan urusan pekerjaan dibandingkan urusan pribadi.
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pak camat adalah seorang yang profesional dalam bekerja lebih mengedepankan urusan pekerjaan dibandingkan urusan pribadi dan pak camat selalu menghimbau kepada pegawai atau bawahan untuk bekerja dengan profesional.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap seluruh informan di atas, dapat disimpulkan bahwa pak camat merupakan seorang pemimpin yang diteladani.
Berdasarkan pernyataan dari seluruh informan di atas yang menyatakan
bahwa pak camat adalah seorang pemimpin yang diteladani hal itu dilihat dari latar belakang pendidikan, watak, karakter, serta wibawa yang dimiliki oleh pak camat. Selain itu pak camat juga senantiasa membangun rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan rasa saling menghargai, pak juga tidak mengedepankan kekuasaannya dalam memimpin. Sehingga semua hal itu membuat pegawai atau bawahan merasa kagum dan hormat kepada pak camat.
3. Kerja Sama
Kerja sama adalah pemimpin mengajak bawahan atau pegawai untuk bekerja sama demi mencapai tujuan organisasi, karena dengan adanya kerja
Kerja sama adalah pemimpin mengajak bawahan atau pegawai untuk bekerja sama demi mencapai tujuan organisasi, karena dengan adanya kerja