BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. GambaranUmumObjekPenelitian
2. Visi dan Misi Perusahaan
Kantor Cabang Mattoangin.
a. Visi
Menjadi Lembaga keuangan yang Unggul dalam Layanan dan Kinerja.
b. Misi
1) Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pilihan utama.
2) Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.
3) Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi.
4) Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan dan komunitas.
5) Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik.
65
3. Sruktur Organisasi PT. Bank Negara Indonesi (Persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin dan Job Description.
a. Struktur Organisasi.
Gambar 4.1
PT. Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk. Kantor Cabang Mattoangin
b. Job Description
1) Pimpinanan Cabang
Mengawasi dan mengontrol segala kegiatan yang terjadi pada kantor cabang,
66
a) Ikut dalam melakukan pemasaran produk jasa bank,
b) Menjadi pengambil keputusan akhir dalam segala kegiatan yang akan dilakukan oleh kantor cabang,
c) Bertanggung jawab atas segala biaya administrasi yang dikelurkan oleh kantor cabang
d) Mengawasi dan mengontrol segal kegiatan yang dilakukan kantor cabang,
e) Mengawasi dan mengontrol segala kegiatan yang dilakukan oleh customer service, teller, dan security,
f) Bertanggung jawab atas surat-surat yang masuk maupun keluar,
g) Bertanggung jawab atas surat-surat yang masuk maupun keluar,
h) Bertanggung jawab atas segala kegiatan yang tidak menjadi kegiatan utama bank.,
i) Mengunjungi calon nasabah yanng di anggap memiliki prospek,
j) Melakukan penagihan kredit konsumtif terhadap nasabah kredit konsumtif.
2) Kontrol Internal Cabang
a) Melaksanakan proses pemeriksaan/audit Internal bagi seluruh divisi cabang dan melaporkannya dalam bentuk laporan audit b) Menjalankan proses audit internal perusahaan secara teknis
dan berkala baik dari segi finansial maupun operasional
67
c) Melakukan kordinasi kesiapan cabang dan juga depo untuk menyiapkan laporan laba rugi laba dengan lengkap serta melakukan pemeriksaan terhadap neraca rugi laba tersebut.
d) Menganalisa dengan akurat serta bisa memberikan gabaran tentang penyelesaian masalah keuangan.
e) Melakukan kordinasi dengan lembaga audit eksternal yang jika diperlukan untuk kelancaran perusahaan
f) Melakukan monitoring da evaluasi hasil audit internal serta menjalin kordinasi dengan pihak terkait untuk menyiapkan solusi untuk hasil temuan masalah.
g) Aktif melakukan tugas-tugas lain yang dirasa perlu dalam upaya mencapai target audit.
3) Pem. Bdg. Pemasaran Bisnis / Pbp-1 :
Memimpin, mengawasi, dan bertanggung jawab atas terlaksananya kelancaran kerja dibagian pembiayaan dan pendanaan, memasarkan produk bank kepada nasabah dengan layanan prima sehinggan memungkinkan untuk diperolehnya laba sesuai target dengan tetap memperhatikan kelancaran dan keamanan asset bank serta menciptakan produk baru.
4) Pem. Bdg. Pemasaran Bisnis / Pbp-2
a) Mengelola dan mengawasi tim internal, serta pembuatan promosi suatu produk
b) Mempublikasikan produk ke publik melalui media, iklan, atau media sosial
68
c) Menetapkan posisi dan identifikasi target audience, serta mengembangkan rencana pemasaran dengan tujuan secara spesifik
d) Menganalisis wawasan pelangan, analisis pasar beserta praktik pemasaran, dan tren konsumen.
e) Menjalin kemitraan melalui email dan meningkatkan kinerja pemasaran melalui kerja sama dengan tim pengelola Web, dengan tujuan untuk menguji, merancang sekaligus mengembangkan taktik pemasaran.
5) Pem. Bdg. Pembiayaan Pelayanan / Pbn :
6) Mendukung dan bekerja sama dengan pemimpin cabang dalam mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi aktifitas kantor lanyanan serta unit administrasi.
B. Hasil Penelitian
Untuk mengetahui kinerja PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin. Apabila diukur dengan menggunakan Balanced Scorecard, maka penulis mencoba untuk menganalisis data dari masing-masing perspektif yang ada dalam Balanced Scorecard. Untuk mengukur kinerja keuangan data diperoleh dari perusahaan berupa laporan tahunan. Dan kemudian disusun menjadi laporan laba rugi.Sedangkan untuk mengukur non keuangan data diperoleh dari koesioner yang diberikan kepada karyawan dan pelanggan pada PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin. Dan Wawancara Kepada pihak-pihak yang terkait.
69 Analisis Data
Tabel.JumlahPendapatanPeriode 2013-215
TAHUN
JUMLAH PENDAPATAN (RP)
2013
19.058,2812014
22.376,3012015
25.560,196Sumber: Data yang telah diolah oleh Peneliti,2019
Berdasarkan data diatas terlihat bahwa setiap tahunnya Bank Negara Indonesia menghasilkan jumlah pendapatan dan terus meningkat pada periode tiga tahun terakhir. Pada tahun 2013 sebesar RP.19.058,281 dan pada tahun 2014 sebesar RP.22.376,301 dan tahun 2015 RP.25.560,196. jumlah nilai yang didapat diatas dari jumlah hasil rekapitulasi. Jika diteliti lebih lanjut maka akan terlihat persentase kenaikan, dan pada tinga tahun terakhir Bank Negara Indonesia mengalami peningkatan yang sangat pesat dilihat dari jumlah pendapatan. Hal ini jelas dipengaruhi oleh tingginya pendapatan bunga oleh Bank Negara Indonesia.
Selain itu Bank Negara Indonesia juga menawarkan jenis jasa-jasa lain serta di dukung oleh manajemen yang senantiasa melakukan berbagai strategi alternatif terbaik yang meningkatkan efesiensi operasional dan keuangan perusahaan.
Tabel.JumlahAsetPeriode 2013-2015
TAHUN JUMLAH ASET
(RP)
70
2013
386.654,8152014
416.573,7082015
508.595,288Sumber: Data yang telah diolah oleh Peneliti, 2019
Berdasarkan data diatas terlihat bahwa setiap tahunnya Bank Negara Indonesia menghasilkan jumlah aset dan terus meningkat pada periode tiga tahun terakhir. Pada tahun 2013 sebesar RP.386.654,815 dan pada tahun 2014 sebesar RP.416.573,708 dan tahun 2015 RP.508.595,288 jumlah nilai yang didapat diatas dari jumlah keuangan neracanya yang terdapat dilampiran. Jika diteliti lebih lanjut maka akan terlihat persentase kenaikan, dan pada tiga tahun terakhir Bank Negara Indonesia mengalami peningkatan yang sangat pesat dilihat dari jumlah aset. Hal ini jelas dipengaruhi oleh tingginya kredit yang diberikan program, seperti kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumer oleh Bank Negara Indonesia.
Tabel. Modal Periode 2013-2015
TAHUN MODAL
(RP)
2013
9.054,8072014
9.054,8072015
9.054,807Sumber: Data yang telah diolah oleh Peneliti, 2019
Berdasarkan data diatas terlihat bahwa setiap tahunnya Bank Negara Indonesia menghasilkan jumlah modal pada periode tiga tahun
71
terakhir. Pada tahun 2013 RP.9.054,807 dan pada tahun 2014 sebesar RP.9.054,807 dan tahun 2015 RP.9.054,807 jumlah nilai yang didapat diatas adalah nilai tersendiri yang terdapat dalam neracanya.
Tabel.BiayaOperasionalPeriode 2013-2015 TAHUN BIAYA OPERASIONAL
(RP)
2013
14.572,6882014
16.103,3742015
16.509,898Sumber: Data yang telah diolah oleh Peneliti,2019
Berdasarkan data diatas bahwa setiap tahunnya Bank Negara Indonesia menghasilkan jumlah biaya operasional dan berpluktuasi pada periode tiga tahun terakhir. Pada tahun 2013 sebesar RP.14.572,688 dan pada tahun 2014 sebesar RP.16.103,374 dan pada tahun 2015 RP.16.509,898 jumlah nilai yang didapat diatas dari jumlah aset rekapitulasi yang terdapat dilampiran. Jika diteliti lebih lanjut maka akan rerlihat persentase mengalami peningkatan dan penurunan. Hal ini jelas dipengaruhi oleh adanya biaya tenaga kerja oleh Bank Negara Indonesia.
Tabel.PendapatanOperasionalPeriode 2013-2015
72
TAHUN PENDAPATAN
OPERASIONAL (RP)
2013
9.440,9042014
10.715,3562015
16.509,898Sumber: Data yang telah diolah oleh Peneliti, 2019
Berdasarkan data diatas terlihat bahwa setiap tahunnya Bank Negara Indonesia menghasilkan jumlah pendapatan operasional dan terus meningkat pada periode tiga tahun terakhir. Pada tahun 2013 sebesar RP.9.440,904 dan pada tahun 2014 sebesar RP.10.715,356 dan pada tahun 2015 RP.16.509,898 jumlah nilai yang didapat diatas dari jumlah rekapitulasi yang terdapat dilampiran jika diteliti lebih lanjut maka akan terlihat persentase kenaikan, dan pada tiga tahun terakhir Bank Negara Negara Indonesia mengalami peningkatan yang sangat pesat dilihat dari jumlah pendapatan bunga Banak Negara Indonesia.
1. Perspektif keuangan
Perspektif ini merupakan iktishar dari konsekuensi ekonomi yang telah dilakukan oleh pihak manajemen. Pada perspektif ini terdapat beberapa indikator yang diajadikan pengukuran kinerja perspektif keuangan tahun 2013-2015. Indikator pengukuran perspektif ini adalah sebagai berikut:
a) Retrurn on Asset (ROA)
ROA adalah kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan berikut perhitunganya:
73 Rumus :
0,02%
Tabel 4.1
Rasio ROA Bank Negara Indonesia Periode 2013-2015 (dalam Rupiah)
Tahun Jumlah Pendapatan
(RP)
Jumlah Aset (RP)
ROA (%)
2013
RP. 19.058,281 RP. 386.654,815 0,244%2014
RP. 22.376,301 RP. 416.573,708 0,03%2015
RP. 25.560,196 RP. 508.595,288 0,02%Sumber : Data Keuangan data diolah peneliti, 2019
Dari perhitungan diatas, dapat dilihat bahwa ROA ditahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 0,224% yaitu RP.22.376,301 dan RP.416.573,708 pada tahun 2013 dan 2015 mengalami penurunan sebesar 0,03% dan 0,02% dilihat dari jumlah pendapatan dan jumlah aset sebesar
74
pada (tahun 2015) RP.25.560,196 dan RP.508.595,288. dapat disimpulkan bahwa profitabilitas dalam hal ini Retun on Asset pada PT. Bank Negara Indonesia dari tahun 2013-2015 pada umumnya telah menunjukkan perkembangan yang baik meski mengalami penurunan pada tahun 2013 dan 2015. Perkembangan ini utamanya disebabkan tingkat kredit yang diberikan, seperti; modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumer.
b) Return On Equty (ROE)
ROE merupakan rasio untuk mengukur kemampuan manajemen bank mengelola capittal yang ada untuk mendapatkan net Incom. Berikut perhitungannya:
Rumus:
%
Tabel 4.2
Rasio ROE Bank Negara Indonesia Periode 2013-2015
75
(dalam rupiah) Tahun JumlahPendapatan
(RP)
Modal (RP)
ROE (%) 2013 RP. 9.440,904 RP. 9.054,807 1,04%
2014 RP. 10.715,356 RP. 9.054,807 1,18%
2015 RP. 8.872,380 RP. 9.054,807 0,98%
Sumber: Data Keuangan dan diolah Peneliti, 2019
Dari perhitungan diatas, dapat dilihat bahwa ROE ditahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 1,18% yaitu jumlah pendapatan dan jumlah modal adalah RP.10.715,356 dan RP.9.054,807 sedangkan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 1,04% yaitu jumlah pendapatan dan jumlah modal adalah RP.9.440,904 dan RP. 9.054,807 dan ditahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 0,98% dari jumlah pendapatan dan jumlah modal adalah RP. 8.872,380 dan RP.9.054,807 dapat disimpulkan bahwa profitabilitas dalam hal ini Return OnEquity pada PT. Bank Negara Indonesia dari tahun 2013-2015 pada umumnya telah menunjukkan perkembangan yang baik meski mengalami penurunan pada tahu 2013 dan 2015 perkembangan ini utamanya disebabkan oleh adanya pendapatan bunga, seperti; pendapatan bunga kredit yang diberikan, pendapatan bunga lainnya, pendapatan subsisdi bunga dan lain-lain.
c) Rasio Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)
Rasio biaya (beban) operasional adalah perbandingan antara biaya operasional dan pendapatan. operasional berikut perhitungannya:
Rumus:
76
Tabel 4.3
Rasio BOPO Bank Negara Indonesia Periode 2013-2015 (dalam rupiah)
Tahun Jumlah Biaya Operasional
(RP)
Jumlah Pendapatan Operasional
(RP)
BOPO
(%) 2013 RP. 14.572,688 RP. 9.440,904 1,54%
2014 RP. 16.103,374 RP. 10.715,356 1,50%
2015 RP. 16.509,898 RP. 16.509,898 1,86%
Sumber: Data Keuangan dan diolah peneliti, 2019
Dari perhitungan diatas, dapat dilihat bahwa BOPO ditahun 2013 mengalami peningkatan sebsesar 1,54%, yaitu jumlah biaya operasional dan jumlah pendapatan operasional adalah RP.14.572,688 dan Rp.9.440,904 sedangkan ditahun 2014 mengalami penurunan sebesar 1,50% yaitu jumlah biaya operasional dan jumlah pendapatan operasional adalah RP. 16.103.374 dan RP.10.715,356 dan ditahun 2015 mengalami peningkatan secara signifikan sebesar sebesar 1,86% yaitu jumlah biaya operasional dan jumlah pendapatan operasional adalah RP.16.509,898 dan RP.16.509,898, dapat
77
disimpulkan bahwa penyebab utama oleh adanya biaya tenaga kerja dan pendapatan bunga.
2. Perspektif pelanggan/Kepuasan Pelanggan
a) Karakteristik Responden Kepuasan Pelanggan
Hasil data dari penelitian yang berkaitan dengan kepuasan pelangan adalah sebagai berikut.
1) Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin.
Tabulasi jenis kelamin responden selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4 .4
Karakteristik Responden Berdasarkan jenis kelamin Jenis kelamin Jumlah Persentase (%)
Pria 9 23,08%
Wanita 30 76,92%%
Jumlah 39 100%
Sumber: hasil Olah Data, 2019
Penulis mengambil sampel 39 sampel untuk menentukan tingkat kepuasan pelanggan pada PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin. Terhadap harga, mutu dan waktu yang disediakan perusahaan. sampel diambil berdasarkan kesediaan pelangaan yang datang diperusahaan. Berdasarkan 39 sampel tersebut, 76,92% adalah responden yang berjenis kelamin perempuan dan sisanya 23,08% adalah laki-laki.
78
2) Karakteristik Responden berdasarkan usia
Responden penelitian dikelompokkan berdasarkan usia dapat dilihat di tabel berikut ini.
Tabel 4.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Responden Jumlah Persentase (%)
20-25 25 70%
25-30 6 16,67%
30-35 5 6,67%
35-40 3 7,69%
Jumlah 39 100%
Sumber: Hasil Olah Data, 2019
Berdasarkan 39 sampel yang di ambil 70% adalah pelanggan yang berumur sekitar 20-25 tahun, 16,67% adalah pelanggan yang berumur sekitar 25-30 tahun, 6,67% adalah pelanggan yang berumur 30-35 tahun, 7,69% adalah pelanggan yang berumur 35-40 tahun.
b) Uji Instrumen Data Perspektif pelanggan/kepuasan pelanggan Sebelum melakukan analisis data untuk megetahui hasil penelitian, maka peneliti terlebih dahulu menguji instrumen penelitian.
Dalam penelitian ini peneliti melakukan uji instrumen terhadap pengukuran kinerja pada kepuasan pelanggan pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin. dengan jumlah pelanggan sebanyak 39 orang. Penguji ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh tingkat validitas dan tingkat reliabilitas berikut. Berikut penjabaran hasil instrumen :
1) Uji validitas
79
Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur valid tidaknya butir-butir soal angket untuk variabel kepuasan pelangga. berdasarkan uji coba angket penelitian tentang perspektif pelanggan yang terdiri dari 5 butir pertanyaan, setelah di uji coba pada 39 orang pelanggan kemudian di analisis dengan menggunakan uji validitas dengan menggunakan product moment SPSS 23 (Statistical product and service solution).
Uji coba yang dilakukan dengan membandingkan r hitung (tabel corrected item-item corelation) dengan r tabel (tabel product moment dengan signifikan 0,05) untuk degree of freedom (df)=n-2, dimana “n” adalah jumlah sampel penelitian 39 responden sehiingga diperoleh nilai (df)=39-2 atau nilai df dari 37 adalah 0,316 Suatu koesioner dinyatakan valid apabila r hitung > tabel. Hasil penguji validitas ditunjukkan dalam tabel berikut.
Tabel 4.6
Hasil penguji validitas perspektif pelanggan Butir soal r hitung r tabel Kesimpulan
1 0,526 0,316 Valid
2 0,628 0,316 Valid
3 0,467 0,316 Valid
4 0,472 0,316 Valid
5 0,768 0,316 Valid
Sumber: Hasil Olah Data SPSS 23,2019 2) Uji reliabilitas
Uji reliabilitas ini dilakukan untuk menguji konsistensi jawaban dari pelanggan melalui pertanyaan yang diberikan. Hasil dari
80
penguji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian yang dipakai dapat digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda. Reliabilitas sebenarnya adalah alat untu mengukur suatu koesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk.
Suatu koesioner dapat di katakan reliable atau handal jika jawaban pelanggan terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabel dari waktu ke waktu.
Pegujian reliabilitas ini, peneliti menggunakan metode statistik cronbach’s alpha dengan signifikan yang digunakan sebesar 0,60 dimana jika nilai cronbach dari suatu variabel lebih kecil dari 0,60 maka item pertanyaan tersebut tidak reliabel. Adapun hasil uji reliabilitas perspektif pembelajaran dan pertumbuhan ditunjukan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 4.7 Reliability Statistics
Cronbach‟s
Alpha
N of Items
0,718 6
Berdasarkan tabel uji Reliability statistics diatas menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alpha variabel perspektif pelanggan sebesar 0,718 yang berarti r > 0,60 sehingga semua item pertanyaan dari variabel dikatakan reliabel.
Dari 39 kuesioner yang terdiri dari 5 (lima) item peryataan, keseluruhan nilai dari pernyataan tersebut dimasukkan dalam perhitungan
81
karena semua pernyataan dinyatakan valid. Dari data tersebut dapat ditentukan interval kepuasan untuk kemudian digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan.
Berdasarkan rumus yang disajikan diatas maka besaran indeks kepuasan maksimal dapat dihitung sebagai beriku:
IK maksimal = PP X R Ex maks
= 5 X 39 X 5
= 975
Sedangkan indeks minimal dapat dihitung sebagai berikut:
IK minimal = PP X R X Ex min
= 5 X 39 X 1
= 195
Sehingga besarnya interval dapat dihitung:
Interval =
= 156
1. 195 – 370 dikatagorikan sangat tidak puas 2. 370 – 550 dikatagorikan tidak puas
82
3. 550 – 680 dikatagorikan cukup puas 4. 680 – 895 dikatagorikan puas
5. 895 – 975 dikatagorikan sangat puas
Tingkat kepuasan pelanggan terhadap PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin. dikategorikan puas ketika berada pada interval 680 sampai dengan 975.
Indeks kepuasan pelanggan yang diperoleh dari penyebaran kuesioner adalah 897. Dari perhitungan tersebut berarti pelanggan sudah termasuk pada kategori puas, dimana nilai yang diperoleh berada pada interval 680 sampai dengan 895 point.
3. Perspektif Proses Bisnis Internal
Dalam perspektif ini, pengukuran yang dillakukan dilihat dari tiga bagian yaitu proses inovasi, proses operasional (pelayanan), serta proses purna jasa. Data yang didapatkan dari perspektif merupakan hasil wawancara kepada pihak PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk.
Kantor Cabang Mattoangin, dibidang perencanaan dan pengembangan pelayanan bank yang dimana pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara ditunjukkan pada lampiran. Adapun hasil dari wawancara tersebut diuraikan sebagai berikut.
a) Proses inovasi
Dari hasil wawancara yang diketahui, dapat dilihat bahwa Bank Negara Indonesia (persero) Tbk.kantor Cabang Mattoangin. pada saat ini sedang dalam tahap pengembangan dari tahun ketahun,
83
sehingga inovasi-inovasi masih dilakukan secara bertahap. Adapun usaha-usaha yang dilakukan meliputi penyediaan fasilitas sarana dan prasarana, peningkatan mutu dengan melakukan pelatihan-pelatihan bagi karyawan sesuai ke ahliannya. (Anugrah, 2019 pada PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin.
b) Proses Operasional (pelayanan)
Proses pelayanan yang diberikan PT. Bank Negara Indonesia meliputi promosi, pemberian suku bunga renda, serta sosialisasi untuk meningkatkan dana (A. Nursyamsu, 2019) pada PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangn.
c) Layanan purna jasa
Layanan purna jasa yang dilakukan PT. BanK Negara Indonesia (persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin. Adalah dengan promosi melalui pemasaran, sosialisasi masyarakat, maupun sekolah, serta peningkatan teknologi jaringan kantor yang luas. Bank juga melakukan pelatihan diklat untuk karyawan, anatara lain diklat kepemimpinan, IT, Keuangan atau akuntansi serta kredit dan pemasaran (Edy, 2019, Pada PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin.
4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan/KepuasanKaryawan a) Karakteristik Responden Tingkat KepuasanKaryawan
Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui koesioner diuraikan jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak
84
30 orang aparat. Karakteristik responden dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir dan masa kerja responden berikut penjelasan mengenai data respondenKaryawan.
1) Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin.
Tabulasi jenis kelamin responden selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4 .8
Karakteristik Responden Berdasarkan jenis kelamin Jenis
kelamin
Jumlah Persentase (%)
Pria 12 40%
Wanita 18 60%
Jumlah 30 100%
Sumber: hasil Olah Data 2019
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagaian besar jumlah responden laki-laki sebanyak 12 responden atau 40%, sedangkan jumlah responden perempuan sebesar 18 responden atau 60%. Sehingga jumlah responden laki-laki maupun perempuan relatif tidak seimbang
2) Karakteristik Responden berdasarkan usia.
Responden penelitian dikelompokkan berdasarkan usia dapat dilihat di tabel berikut ini.
Tabel 4.9
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
85
Usia Responden Jumlah Persentase (%)
20-25 21 70%
25-30 5 16,67%
30-35 2 6,67%
35-40 2 6,67%
Jumlah 30 100%
Sumber: Hasil Olah Data, 2019
Pada tabel diatas menunjukkan bahwa dari 30 responden karyawan diperoleh bahwa aparat pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin. mendominasi usia yang terbilang masih produktif untuk bekerja. Hal ini merupakan penunjang keberhasilan kinerja yang baik dalam melakukan pengukuran kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. dimana kemapuan aparat yang memiliki usia produktif dinilai lebih enerjik sehingga mampu mengembangkan problem matika dalam dunia kerja terkhusus yang berhadapan langsung dengan pelanggan.
3) Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir.
Responden penelitian yang dikelompokkan berdasarkan usia dapat dilihat ditabel berikut ini.
Tabel 4.10
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Jumlah Persentase (%)
Sarjana (S1) 11 36,67%
86
S2 2 6,67%
Diploma (D3 5 16,67%
Lainnya 12 40%
Jumlah 30 100%
Sumber: Hasil Olah Data 2019
Pada tabel diatas diperolah bahwa yang memiliki pendidikan S1 sebanyak 11 orang atau 36,67%, S2 sebanyak 2 orang atau 6,67%. Diploma (D3) sebanyak 5 orang atau 16,67% dan yang terakhir yang mendomisi kebanyak aparat yang memiliki gelar pendidikan lainnya atau hanya sampai SMA/SMK sebanyak 12 orang atau 40%.
Tabel 4.11
Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Masa kerja Jumlah Presentase (%)
<1 7 23,33%
1-5 15 50%
6-10 8 26,67%
>10 0 0%
Jumlah 30 100%
Sumber: Hasil Olah Data, 2019
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa dari 30 responden diperoleh bahwa yang memiliki masa kerja <1 tahun sebanyak orang atau 40%, masa kerja 1-5 tahun sebanyak 19 orang
87
atau 38% masa kerja 6-10 tahun sebanyak 11 orang atau 22%.
sedangkan pada masa kerja >10 tahun belum ada sampai ditahap ini.
b) Uji instrumen Data pada Tingkat Kepuasan Karyawan
Sebelum melakukan analisis data untuk megetahui hasil penelitian, maka peneliti terlebih dahulu menguji instrumen penelitian.
Dalam penelitian ini peneliti melakukan uji instrumen terhadap pengukuran kinerja pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (kepuasan karyawan) pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Mattoangin. dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Penguji ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh tingkat validitas dan tingkat reabilitas berikut. Berikut penjabaran hasil instrumen :
1) Uji validitas
Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur valid tidaknya butir-butir soal angket untuk variabel pembelajaran dan pertumbuhan. Berdasarkan uji coba angket penelitian tentang perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang terdiri dari 5 butir pertanyaan, setelah di uji coba pada 30 responden kemudian di analisi dengan menggunakan uji validitas dengan menggunakan product moment SPSS 24 (Statistical product and service solution).
Uji coba yang dilakukan dengan membandingkan r hitung (tabel corrected item-item corelation) dengan r tabel (tabel product moment dengan signifikan 0,05) untuk degree of freedom (df)=n-2,dimana “n”adalah jumlah sampel penelitian 30 responden sehiingga diperoleh nilai (df)=30-2 atau nilai df dari 28 adalah 0,3061. Suatu
88
koesioner dinyatakan valid apabila r hitung > tabel. Hasil penguji validitas ditunjukkan dalam tabel berikut.
Tabel 4.12
Hasil penguji validitas perspektif pembelajarandan pertumbuhan Butir soal r hitung r tabel Kesimpulan
1 0,749 0,3061 Valid
2 0,743 0,3061 Valid
3 0,449 0,3061 Valid
4 0,750 0,3061 Valid
5 0,577 0,3061 Valid
Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24, 2019 2) Uji reliabilitas
Uji reliabilitas ini dilakukan untuk menguji konsistensi jawaban dari responden melalui pertanyaan yang diberikan. Hasil dari penguji reabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian yang dipakai dapat digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda. Reabilitas sebenarnya adalah alat untu mengukur suatu koesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk.
Suatu koesioner dapat di katakan reliable atau handal jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabel dari waktu ke waktu.
Pegujian reliabilitas ini, peneliti menggunakan metode statistik cronbach’s alpha dengan signifikan yang digunakan sebesar 0,60 dimana jika nilai cronbach dari suatu variabel lebih kecil dari
89
0,60 maka item pertanyaan tersebut tidak reliabel.Adapun hasil uji reliabilitas perspektif pembelajaran dan pertumbuhan ditunjukan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 4.13 Reliability Statistics
Cronbach‟s
Alpha
N of Items
0,666 5
Berdasarkan tabel uji Reliability statistics diatas menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alpha variabel perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar 0,666 yang berarti r > 0,60 sehingga semua item pertanyaan dari variabel dikatakan reliabel.
Proses selanjutnya setelah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas adalah melakukan perhitungan indeks kepuasan karyawan (Employeed Satisfaction Index) yang bertujuan untuk menentukkan tingkat kepuasan karyawan atas gaji, promosi, dan pekerjaan yang mereka dapatkan dari PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk.
Kantor Cabang Mattoangin. Tetapi lebih dahulu harus ditentukan indeks kepuasan minimal dan indeks kepuasan maksmimal dengan kepuasan minimal dibagi menjadi lima.
Dari 30 kuisioner yang terdiri dari 5 pertanyaan, keseluruhan nilai dari pertanyaan dimasukan dalam perhitungan karena semua
Dari 30 kuisioner yang terdiri dari 5 pertanyaan, keseluruhan nilai dari pertanyaan dimasukan dalam perhitungan karena semua