• Tidak ada hasil yang ditemukan

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1. Visi dan Misi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset

Visi SKPD adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin dicapai SKPD melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang akan datang. Visi dan misi SKPD harus jelas menunjukkan apa yang menjadi cita-cita layanan terbaik SKPD baik dalam upaya mewujudkan visi dan misi kepala daerah maupun dalam upaya mencapai kinerja pembangunan daerah pada aspek kesejahteraan, layanan, dan peningkatan daya saing daerah dengan mempertimbangkan permasalahan dan isu strategis yang relevan.

Berdasarkan hal di atas, visi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset kota Payakumbuh untuk kurun waktu 2013 – 2017 adalah :

“ Terwujudnya Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Secara Profesional dengan Berbasis Teknologi Informasi”

Misi SKPD adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi SKPD. Rumusan misi SKPD yang baik membantu lebih jelas penggambaran visi SKPD yang ingin dicapai, serta menguraikan upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh SKPD bersangkutan. Dalam suatu dokumen perencanaan, rumusan misi menjadi penting untuk memberikan kerangka bagi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, dan menentukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai visi SKPD.

Untuk mewujudkan visi di atas, maka misi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Payakumbuh adalah :

1 Mewujudkan pengelolaan keuangan dan Aset daerah yang transparan, efisien, efektif, ekonomis, adil, merata, akuntabel dan auditabel.

2 Menggali potensi dan meningkatkan pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah.

4 Menerapkan Sistim Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang berbasis teknologi informasi dan dapat diakses oleh semua pihak..

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset

Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan, dan menangani isu strategis daerah yang dihadapi.

Berdasarkan definisi di atas, maka tujuan yang hendak dicapai oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Payakumbuh berdasarkan visi dan misi di atas adalah:

1. Terwujudnya kepercayaan aparatur dan masyarakat dibidang pengelolaan keuangan dan barang milik daerah.

2. Terwujudya peningkatan pemahaman SKPD dalam pengelolaan keuangan daerah.

Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan. Perumusan sasaran perlu memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi SKPD atau kelompok sasaran yang dilayani, serta profil pelayanan yang terkait dengan indikator kinerja.

Berdasarkan definisi di atas, maka sasaran yang ingin dicapai oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset adalah “

1. Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan daerah dan barang milik daerah 2. Optimalisasi penerimaan daerah

3. Meningkatnya Pengetahuan aparatur dalam pengelolaan keuangan daerah dan barang milik daeah.

4.3. Strategi dan Kebijakan Dinas Pendapatan, Pengelolaan keuangan dan Aset Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan

digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi, reformasi, dan perbaikan kinerja birokrasi. Perencanaan strategik tidak saja mengagendakan aktivitas pembangunan, tetapi juga segala program yang mendukung dan menciptakan layanan masyarakat tersebut dapat dilakukan dengan baik, termasuk di dalamnya upaya memberbaiki kinerja dan kapasitas birokrasi, sistem manajemen, dan pemanfaatan teknologi informasi.

Berdasarkan hal di atas, maka strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran DPPKA dengan melakukan analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi oleh DPPKA untuk kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan sebagaimana matrik berikut :

MATRIK SWOT DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KOTA PAYAKUMBUH

Analisis Internal

Analisis Eksternal

PELUANG ( O )

1. Adanya per UU yg memberikan keleluasaan bg daerah utk mengembangkan potensi

2. Adanya komitmen yg sama antara pemerintah & Pemprov

3. Letak Geografis Kota Payakumbuh 4. Tersedianya anggaran dari

Pemerintah & Pemprov.

KEKUATAN ( S )

1. Adanya Perda dan Perwako 2. Adanya dukungan pimpinan

3. Adanya kemauan dan keinginan dalam melakansanakan tugas 4. Tersedianya dana operasional

S + O = Pendorong

Menggunakan kekuatan untuk meman-faatkan peluang.

KELEMAHAN ( W )

1. kurangnya kualitas sumber daya aparatur

2. Kurangnya koordinasi antar bidang

3. Kurangnya disiplin aparatur 4. Kurangnya sarana dan

prasarana

W + O = Status Quo

Mengurangi kelemahan untuk memanfaatkan peluang.

ANCAMAN ( T )

1. Terjadinya perubahan SOTK dan mutasi sehingga menimbulkan dampak psikologis pada aparatur 2. Peraturan Pemerintah sering

berobah-obah.

3. Kurangnya kesadaran masyarakat & dunia usaha dlm membayar pajak/retribusi

4. Kurangnya personil yg memiliki keahlian di bid.keu dan TI

S + T = Status Quo

Menggunakan Kekuatan untuk mence – gah ancaman

W + T = Penghambat

Mengurangi kelemahan untuk mencegah dan mengatasi ancaman.

Alternatif Strategi

S + O =

1. Dengan berlakunya Otonomi Daerah membuka peluang bagi daerah kabupaten/kota untuk membuat Peraturan Daerah atau peraturan walikota yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan dan aset daerah.

2. Dengan adanya dukungan dari pimpinan akan memotivasi staf dalam melaksanakan tugas dibidang pengelolaan keuangan daerah.

3. Letak Geografis Kota Payakumbuh yang merupakan daerah lintasan dan relatif aman dari gempa dan tsunami sehingga investor akan menanam modalnya sehingga membuka peluang bagi Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset untuk menggali potensi pajak/retribusi.

4. Dengan tersedianya alokasi anggaran sehingga dapat mengembangkan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi.

W + O =

1. Di era otonomi daerah diharapkan akan mendorong aparatur untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan, sehingga sumber daya aparatur semakin meningkat.

2. Dengan adanya alokasi anggaran dari pemerintah dan propinsi dapat dilakukan peningkatan sarana dan prasarana.

3. Dengan adanya sanksi yang tegas terhadap wajib pajak dan wajib retribusi yang tidak membayarkan kewajibannya dari Pemerintah Daerah memungkinkan dapat meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi.

S + T =

1. Dengan adanya Perda dan perwako tentang pengelolaan keuangan dan barang milik daerah, sehingga kita mempunyai pedoman dalam melaksanaan tugas pokok dan fungsi

2. Adanya dukungan dari pimpinan akan menjadi pendorong bagi staf untuk menjalankan program kerja yang direncanakan.

3. Adanya kemauan dan keinginan dalam bekerja akan memudahkan untuk meningkatkan kualitas SDM.

4. Tersedianya dana operasional yang cukup dapat dipergunakan untuk menambah pengetahuan para staf melalui pendidikan formal seperti kursus,

pelatihan dan lain-lainnya sehingga dapat meningkatkan pengetahuan staf dibidang keuangan dan teknologi informasi.

W + T =

1. Kurangnya kualitas sumber daya aparatur dapat diatasi dengan penggantian personil, sehingga penempatan staf sesuai dengan keahliannya.

2. Kurangnya sarana dan prasarana dapat diatasi dengan pengadaan sarana yang baru.

3. Kurangnya kesadaran masyarakat membayar pajak dan retribusi daerah dapat diatasi dengan penerapan sanksi hukum yang tegas dan konsekuen.

Berdasarkan analisa SWOT di atas, dapat dirumuskan strategi untuk pencapaian tujuan dan sasaran DPPKA adalah :

1. Peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya organisasi. 2. Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi.

3. Membangun komitmen dengan stakeholder dalam peningkatan pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Selanjutnya kebijakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran DPPKA adalah

1. Menyusun Perda tentang APBD tepat waktu.

2. Menyusun laporan keuangan daerah secara transparan, efektig, efisien, akuntabel dan auditabel.

3. Menerbitkan peraturan daerah dan Perwako tentang Barang Milik Daerah 4. Melakukan percepatan pelaksanaan APBD.

5. Mengalokasikan belanja untuk kebutuhan publik lebih besar dari belanja aparatur.

6. Melakukan tindak lanjut terhadap hasil temuan.

7. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah.

8. Mengadakan sosialisasi peraturan perundangan tentang keuangan daerah. 9. Mengadakan Bimtek pengelolaan Barang Milik Daerah.

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Rencana program , kegiatan dan indikator kinerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Kota Payakumbuh tahun 2013 – 2017 adalah sebagai berikut :

I. Program Pelayanan Administrasi Perrkantoran, dengan kegiatan sebagai berikut : 1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat dengan indikator kinerja out put tersedianya

kebutuhan surat-menyurat dan indikator kinerja out come lancarnya komunikasi melalui surat-menyurat dengan SKPD terkait.

2. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik dengan indikator kinerja out put tersedianya pembayaran telpon dan listrik lampu jalan dan indikator kinerja out come tersedianya saluran telpon dan lampu jalan yang aktif.

3. Penyediaan Jasa Jaminan Barang Milik Daerah dengan indikator kinerja out put terlaksananya asuransi barang milik daerah dan indikator kinerja out come tersedianya jaminan barang milik daerah.

4. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan dinas/operasional dengan indikator kinerja out put terlaksananya pembayaran pajak dan STNK kendaraan roda dua dan roda empat dan indikator kinerja out come tersedianya kendaraan dinas yang lunas pajak.

5. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan dengan indikator kinerja out put terlaksananya pembayaran honor PA, KPA, PPK, bendahara dan staf pengelola dan indikator kinerja out come terpenuhinya kebutuhan pejabat pengelola keuangan daerah.

6. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor dengan indikator kinerja out put tersedianya peralatan kebersihan kantor dengan indikator kinerja out come terpeliharanya kebersihan kantor.

8. Penyediaan Alat Tulis Kantor dengan indikator kinerja out put terlaksananya penyediaan alat tulis kantor dan indikator kinerja out come tersedianya kebutuhan ATK.

9. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan dengan indikator kienerja out put terlaksananya kebutuhan foto copy, cetak dan jilid dan indikator kinerja out come tersedianya surat-surat dan dokumen administrasi perkantoran

10. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor dengan indikator kinerja out put terlaksananya penyediaan komponen instalasi listrik dan lampu dan indikator kinerja out come tersediannya komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor.

11. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor dengan indikator kinerja out put tersedianya peralatan dan perlengakapan kantor dan indikator kinerja out come terpenuhinya peralatan dan perlengkapan kerja.

12. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan dengan indikator kinerja out put tersedianya bahan bacaan dan indikator kinerja out come tersedianya informasi berita dan peraturan.

13. Penyediaan Makanan dan Minuman dengan indikator kinerja out put terlaksananya penyediaan makan dan minum rapat / tamu dan indikator kinerja out come terpenuhinya pelayanan makan dan minum kantor.

14. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah dengan indikator kinerja out put terlaksananya koordinasi dan konsultasi keluar ke Pemerintah Pusat dan Pemerintah propinsi dan indikator kinerja out come meningkatnya pengetahuan dan wawasan aparatur.

II. Program Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur, dengan kegiatan sebagai berikut :

1. Pengadaan kendaraan dinas dengan indikator kinerja out put tersedianya kendaraan dinas operasional dan kendaraan perorangan dinas dan indikator kinerja out come meningkatnya pelayanan.

2. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasiomal dengan indikator kinerja out put terlaksananya pemeliharaan kendaraan dinas roda dua dan roda empat dan indikator kinerja out come tersedianya kendaraan dinas yang siap pakai untuk kepentingan dinas.

III. Program Peningkatan Disiplin Aparatur dengan kegiatan pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya dengan indikator kinerja out put tersedianya pakaian

dinas beserta perlengkapannya dan indikator kinerja out come meningkatnya kedisiplinan aparatur.

IV. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dengan kegiatan sebagai berikut :

1. Pendidikan dan Pelatihan Formal dengan indikator kinerja out put terlaksananya pemberian bantuan penyusunan tesis dan skripsi bagi pegawai izin belajar dan indikator kinerja out come tersedianya aparatur yang berkualitas.

2. Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan dengan indikator kinerja out put terlaksananya sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan keuangan dan aset daerah dan indikator kinerja out come tersedianya aparatur yang memahami peraturan perundang-undangan.

V. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah, dengan kegiatan sebagai berikut :

1. Penyusunan Standar Satuan Harga, dengan indikator kinerja out put tersedianya buku standar biaya dan standar harga barang dan jasa dan indikator kinerja out come tersedianya data kewajaran harga dan biaya dalam penyusunan APBD dan pelaksanaan APBD.

2. Penyusunan Sistim dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah dengan indikator kinerja out put tersedianya peraturan walikota tentang sistim dan prosedur pengelolaan keuangan daerah dan indikator kinerja out come tersedianya pedoman pengelolaan keuangan daerah,

3. Penyusunan Ranperda ttg APBD dengan indikator kinerja out put tersedianya Ranperda dan Ranperwako tentang APBD dan indikator kinerja out come tersedianya pedoman dalam pelaksanaan dan penyelenggaran pemerintah daerah.

4. Penyusunan Ranperda ttg Perubahan APBD dengan indikator kinerja out put tersedianya Ranperda dan Ranperwako tentang Perubahan APBD dan indikator kinerja out come tersedianya pedoman dalam pelaksanaan dan penyelenggaran pemerintah daerah.

5. Penyusunan KUPA dan PPAS Perubahan APBD dengan indikator kinerja out put tersedianya kebijakan umum perubahan APBD dan PPAS Perubahan

6. Penyusunan KUA dan PPAS dengan indikator kinerja out put tersedianya kebijakan umum APBD dan PPAS APBD dan indikator kinerja out come tersedianya pedoman dalam penyusunan APBD.

7. Penyusunan Ranperda tt Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dengan indikator kinerja out put tersedianya Renperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dan indikator kinerja out come tersedianya Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD yang siap untuk diaudit. 8. Penyusunan Ranper KDH ttg Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan

APBD dengan indikator kinerja out put tersedianya Perwako tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dan indikator kinerja out come tersedianya Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD yang siap untuk di audit.

9. Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah dengan indikator kinerja out put tersedianya sistim informasi pengelolaan keuangan daerah yang berkelanjutan dan indikator kinerja out come meningkatnya tata kelola keuangan daerah.

10. Sosialisasi Paket regulasi ttg pengelolaan keuangan daerah dengan indikator kinerja out put terlaksananya sosialisasi pengelolaan keuangan daerah dan indikator kinerja out come tersedianya aparatur yang memahami peraturan tentang pengelolaan keuangan daerah.

11. Intensifikasi & Ekstensfikasi Sumber2 Pendapatan Asli daerah dengan indikator kinerja out put terlaksananya pemungutan PAD dan pemberian reward dan indikator kinerja out come tercapainya realisasi PAD.

12. Intensifikasi & Ekstensfikasi Sumber2 Pendapatan PBB dengan indikator kinerja out put terlaksananya pemungutan PBB dan pemberian reward PBB dan indikator kinerja out come tercapainya realisasi PBB

13. Pendataan PAD dan PBB dengan indikator kinerja out put tersedianya data potensi PAD dan PBB dan indikator kinerja out come meningkatnya realisasi penerimaan PAD dan PBB.

14. Penyusunan Laporan Triwulan. Semester dan Tahunan dengan indikator kinerja out put tersedianya laporan triwulan, semester dan tahunan dan indikator kinerja out come tersedianya bahan evaluasi kinerja keuangan SKPD.

15. Sosialisasi PAD dan PBB dengan indikator kinerja out put terlaksananya sosialisasi PAD dan PBB dan indikator kinerja out come tercapainya target PAD dan PBB

16. Pengadaan software SISMIOP dengan indikator kinerja out put tersedianya perangkat SISMIOP dan indikator kinerja out come meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana dalam pengelolaan PBB P2.

17. Penyelesaian TP-TGR keuangan daerah dengan indikator kinerja out put terlaksanya sidang TPTGR dan indikator kinerja out come terlaksananya pengembalian keuangan daerah yang tidak memenuhi ketentuan.

18. Pengendalian dan Penghapusan asset daerah dengan indikator kinerja out put terlaksananya pengendalian dan penghapusan aset daerah dan indikator kinerja out come terlaksananya tertib pengelolaan barang milik daerah

19. Pelaksanaan Pengelolaan barang/aset daerah dengan indikator kinerja out put terlaksananya pengelolaan barang milik daerah dan indikator kinerja out come meningkatnya manajemen pengelolaan barang milik daerah.

20. Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan penerimaan dan pengeluaran dengan indikator kinerja out put tersedianya laporan penerimaan dan pengeluaran dan indikator kinerja out come tersedianya laporan rekonsliasi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah yang akurat.

21. Pembinaan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah di SKPD dengan indikator kinerja out put terlaksananya pembinaan pengelolaan keuangan daerah dan indikator kinerja out come meningkatnya ketertiban dan kelancaran pengelolaan keuangan daerah di SKPD.

22. Inventarisasi dan sinkronisasi data tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru dengan indikator kinerja out put terlaksananya inventarisasi dan sinkronisasi data tunjangan profesi guru dan TPP guru dan indikator kinerja tersedianya data guru yang mendapatkan tunjangan profesi dan TPP.

23. Verifikasi dana hibah, bantuan sosial bantuan keuangan dengan indikator kinerja out put tersedianya dokumen perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban hibah, bansos dan bantuan keuangan dan indikator kinerja out come meningkatnya pelayanan kepada masyarakat.

25. Sensus Barang Milik Daerah dengan indikator kinerja out put terlaksananya sensus barang milik daerah dan indikator kinerja out come tersedia data belanja milik daerah yang faktua.

26. Bimbingan Teknis Akuntansi Berbasis Akrual dengan indikator kinerja out put terlaksananya bimbingan teknis akuntansi berbasis akrual dan indikator kinerja out come tersedianya aparatur yang memahami akuntansi berbasisi akrual. 27. Penyusunan Kebijakan Akuntansi Daerah dengan indikator kinerja out put

tersedianya Peraturan Walikota yang mengatur kebijakan akuntansi dan indikator kinerja out come tersedianya pedoman dalam penganggaran dan pelaksanaan APBD.

28. Penyusunan Dokumen pelaksanaan perubahan Anggaran dengan indikator kinerja out put tersedianya Dokumen Pelaksanaan Perubahan APBD dan indikator kinerja out come terlaksananya anggaran berbasis kinerja.

29. Penyusunan Dokumen pelaksanaan anggaran dengan indikator kinerja out put tersedianya Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan indikator kinerja out come terlaksananya anggaran berbassis kinerja.

30. Rekonsiliasi data belanja pegawai Kota Payakumbuh dengan indikator kinerja out put tersedianya laporan komposisi belanja pegawai dan indikator kinerja out come tersedianya sinkronisasi data belanja pegawai.

31. Fasilitasi dan Pemuktakhiran Data Agen Konsolidator Elektronik Audit dengan indikator kinerja out put tersedianya dara elektronik audit dan indikator kinerja out come meningkatnya kinerja tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan, akuntabel dan auditabel.

VI. Program Perencanaan Pembangunan Daerah dengan kegiatan Penyusunan Renstra SKPD dengan indikator kinerja out put tersedianya Rencana Strategis DPPKA dan indikator kinerja out come tersedianya dokumen perencanaan pembangunan daerah.

VII. Program Peningkatan Pelayanan dengan kegiatan sebagai berikut :

1. Peningkatan Operasional BLUD dengan indikator kinerja out put terlaksananya operasional BLUD dan indikator kinerja out come meningkatnya pelayanan BLUD

2. Pendukung Pelayanan operasional dengan indikator kinerja otu put tersedianya sarana dan prasarana pendukung BLUD dan indikator kinerja out come lancarnya penyaluran dana.

Sedangkan pendanaan indikatif untuk seluruh program dan kegiatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Pyakumbuh dapat dirinci sebagaimana dituangkan dalam tabel lampiran rencana strategis ini.

BAB VI

INDIKATOR KINERJA

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET

Indikator kinerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Payakumbuh yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD adalah sebagai berikut:

1. Opini laporan keuangan pemerintah daerah dengan target Wajar Tanpa Pengecualian.

2. Penetapan Perda APBD tepat waktu dengan target tanggal 31 Desember tahun sebelumnya.

3. Persentase realisasi belanja terhadap anggaran belanja dengan target sebesar 95 %.

4. Persentase sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu terhadap total pendapatan dengan target kurang dari 10 %.

5. Persentase efisiensi belanja daerah dengan target 5 %.

6. Persentase belanja pegawai terhadap total belanja dengan target sebesar 50%. 7. Persentase belanja modal terhadap total belanja dengan target 29 %.

8. Kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah dengan target sebesar 10 %. 9. Persentase realisasi penerimaan pajak daerah dengan target 100%.

10. Persentase realisasi penerimaan retribusi daerah dengan target 100%.

11. Jumlah aparatur yang mengikuti sosialisasi keuangan daerah dengan target sebanyak 76 orang.

12. Jumlah aparatur yang mengikuti bimbingan teknis pengelolaan barang milik daerah dengan target 93 orang.

BAB VII PENUTUP

Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah diperlukan adanya suatu perencanaan strategis dari setiap satuan kerja perangkat daerah. Setiap SKPD harus bisa mengetahui peluang, ancaman, kelemahan dan kekuatan yang akan dihadapi dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Berkaitan dengan itu, sebagai suatu SKPD yang mengemban tugas dalam bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset harus mampu melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai rencana yang telah ditetapkan, baik dalam upaya meningkatkan penerimaan pendapatan maupun dalam pengelolaan keuangan maupun barang milik daerah itu sendiri.

Penyusunan Rencana Strategis ini dalam rangka untuk memberikan arah dalam pencapaian tugas pokok dan fungsi yang diemban oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Payakumbuh. Keberhasilan dalam pelaksanaan Rencana Strategis ini sangat tergantung pada kebijakan dan kemampuan dalam upaya menurunkan tingkat hambatan yang dihadapi serta pemanfaatan sumber-sumber kekuatan yang ada dalam suatu satuan kerja.

Kami menyadari bahwa Rencana Strategi DPPKA 2013 – 2017 ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan renstra ini di masa yang akan datang. Selanjutnya rencana strategis ini akan menjadi sumber dalam menetapkan kinerja tahunan organisasi yang merupakan tolok ukur dari suatu sistem akuntabilitas kinerja. Dengan demikian akan tercipta keinginan untuk meningkatkan kinerja yang baik dimasa mendatang.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan masukan terhadap penyusunan renstra ini.

Payakumbuh, Februari 2013 KEPALA DPPKA KOTA PAYAKUMBUH

Drs. SYAFWAL,MM NI P. 19690116 199009 1 001

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayahnya

Dokumen terkait