• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM UNIT PENGELOLA ANGKUTAN JALAN

2. Visi dan Misi Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi

Dalam upaya memberikan perannya di bidang transportasi di DKI Jakarta, visi Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta adalah menciptakan terminal yang bersih, aman, nyaman, dan tertib bagi pengguna angkutan umum. Sedangkan Misi Unit dari unit ini yaitu: Satu, merencanakan pembangunan dan pemeliharaan terminal angkutan jalan yang memadai. Dua, menyediakan anggaran yang memadai. Tiga, melaksanakan pengawasan dan penertiban terminal secara kesinambungan.

Empat, melaksanakan pengusahaan fasilitas angkutan jalan dengan

memperhatikan pergerakan orang dan kendaraan 2003. 3

3. Struktur Organisasi Kepengurusan dan Tugas-tugas Kepengurusan Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta

Dalam rangka untuk memperlancar tugas dan fungsi Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta, maka Gubernur Provinsi DKI Jakarta yaitu Fauzi Bowo pada tanggal 4 Januari 2010 menetapkan peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 10 tahun 2010 tentang

2

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta, Lampiran Tupoksi Unit Pengelola Terminal AJ PROV DKI Jakarta (Jakarta: Dinas Perhubungan 2012), h:10.

3

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta, Lampiran Tupoksi Unit Pengelola Terminal AJ PROV DKI Jakarta, h: 6.

pembentukan organisasi dan tata kerja Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan DKI Jakarta beserta tugas-tugasnya.4

a. Struktur organisasi Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta

Dalam peraturan tersebut struktur keorganisasian Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 4 kepengurusan yaitu: Satu, Kepala Unit yang dijabat Ibu. Reni Dwi Astuti, ST. Dua, K.A. SUB Bagian Tata Usaha yang dijabat oleh Bpk. Drs. Wisnu Wardono. Tiga, Seksi Operasional yang dijabat oleh Bpk. Drs. Taufik Rahman. Empat, Seksi sarana dan Prasarana yang dijabat oleh Ir. Nursyahbuddin.5

b. Tugas-tugas Kepengurusan Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta:

1) Kepala Unit

Kepala Unit merupakan pemimpin atau kepala Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan. Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 10 tahun 2010 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja unit pengelola angkutan jalan, kepala unit mempunyai tugas yaitu: Satu, memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi unit pengelolaan terminal angkutan jalan. Dua, mengkoordinasikan tugas subbagian dan seksi-seksinya. Tiga, melaksanakan koordinasi dan

4

Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (Jakarta: Dinas Perhubungan, 2012), h: 1.

5

Unit Pengelola Terminal Angkutan jalan Provinsi DKI Jakarta, Struktur organisasi kepengurusan Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta (Jakarta: Dinas Perhubungan, 2012), h:1.

kerjasama dengan stuan kerja perangkat daerah, perangkat kerja unit daerah atau instansi dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta. Empat, melaporkan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta.6

2) Subbagian Tata Usaha

Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 10 tahun 2010 pasal 7 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta, subbagian tata usaha adalah satuan kerja staff dalam pelaksanaan administrasi Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta, dan dipimpin oleh kepala Subbagian Tata Usaha. kemudian, dalam merealisasikan pasal tersebut subbagian mempunyai 6 tugas pokok yaitu sebagai berikut: Satu, menghimpun, meneliti, mengolah dan menyusun program kegiatan. Dua, melaksanakan kegiatan pengelolaan surat menyurat dan kearsipan. Tiga, melaksanakan kegiatan administrasi kepegawaian. Empat, melaksanakan pengelolaan keuangan. Lima, mengurus kebutuhan perkantoran. Enam, mengkoordinasikan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan operasional. 7

6

Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (Jakarta: Dinas Perhubungan, 2012), h: 6.

7

Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan, h:7-8.

3) Seksi Operasional

Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 10 tahun 2010 pasal 8 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja unit pengelola angkutan, seksi operasional merupakan satuan kerja di badan Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta dalam pelaksana kegiatan pelayanan penggunaan atau pemanfaatan terminal, dan seksi opersional dipimpin oleh kepala seksi yang kedudukannya dibawah dan bertanggung jawab terhadap kepala unit.8

Dengan berpedoman Kepada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 10 tahun 2010 Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta membentuk seksi operasional yang tugas pokoknya adalah untuk melaksanakan penjagaan keamanan, ketertiban, keindahan terminal angkutan jalan, dan melaksanakan pengawasan sarana dan prasarana terminal angkutan jalan, serta melaksanakan pungutan retribusi terminal angkutan jalan.9

4) Seksi Sarana dan Prasarana

Melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 10 tahun 2010, seksi sarana dan prasarana yang merupakan satuan Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta dalam pelaksanaannya mengelola prasarana dan sarana terminal, mempunyai 11 tugas pokok, yaitu: Satu, menyusun bahan rencana kerja dan anggaran

8

Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan, h: 9.

9

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta, Lampiran Unit Pengelola Terminal AJ PROV DKI Jakarta (Jakarta: Dinas Perhubungan 2012), h: 10.

(RKA) dan dokumen pelaksana anggaran (DPA). Dua, menyusun standar ketersediaan dan kelayakan prasarana dan sarana teknis terminal. Tiga, menyusun standar operasional dan standar pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan prasarana dan sarana teknis terminal. Empat, menyusun rencana penyediaan, pemeliharaan dan perawatan prasarana dan sarana teknis terminal. Lima, menyediakan proses penyediaan prasarana dan sarana teknis terminal. Enam, melaksanakan inventarisasi, monitoring evaluasi ketersediaan dan kelayakan prasarana dan sarana teknis terminal. Tujuh, melaksanakan kegiatan dan pemeliharaan dan perawatan prasarana dan sarana teknis terminal. Delapan, mengawasi dan mengendalikan penggunaan atau pemanfaatan prasarana dan sarana teknis terminal.

Sembilan, melaksanakan koordinasi dengan satuan perangkat daerah, unit

kerja perangkat daerah atau instansi baik pemerintah serta swasta yang berkenaan dengan pengelolaan prasarana dan sarana teknis terminal.

Sepuluh, menyiapkan bahan laporan unit pengelola terrminal angkutan

jalan. Sebelas, melaporkan dan mempertanggung jawabkan dari setiap pelaksanaan tugas seksi prasarana dan sarana. 10

4. Kedudukan, tugas dan fungsi Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta

Kedudukan Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta sebagai unit pelaksana teknis Dinas Perhubungan di bidang pengelolaan terminal angkutan jalan, dan dipimpin oleh seorang kepala unit

10

Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pembentukan Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (Jakarta: Dinas Perhubungan 2012), h: 9.

yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dibawah pimpinan kepala Dinas Perhubungan atau mempunyai tanggung jawab kepala Dinas Perhubungan. Tugas Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta yaitu, melaksanakan pengelolaan angkutan jalan, dan fungsinya adalah: Satu, sebagai pelaksana ketatausahaan yang meliputi urusan keuangan dan kepegawaian umum, perlengkapan dan pelaporan. Dua, sebagai pelaksana kegiatan perencana dan pembangunan terminal angkutan jalan. Tiga, sebagai pelaksana pengusahaan fasilitas terminal angkutan jalan.

Empat, sebagai perencanaan pemeliharaan terminal angkutan jalan. Lima,

pelaksana operasional angkutan jalan. 11

B. Hubungan Unit Pengelola Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta

dengan Terminal

Hubungan Unit Pengelola Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta dengan terminal adalah setiap sarana, prasarana dan operasional di terminal serta kepegawaian kepengurusan terminal berhubungan langsung dengan Unit Pengelola Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta, dan juga setiap pungutan retribusi terminal di serahkan kepada Unit Pengelola Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta. 12

11

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta, Lampiran Unit Pengelola Terminal AJ PROV DKI Jakarta (Jakarta: Dinas Perhubungan 2012), h: 7.

12

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta, Rekapitulasi Data Fasilitas Terminal PROV DKI Jakarta, h: 20.

C. Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur

1. Sejarah Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor 31 tahun 1995, terminal merupakan titik simpul dalam jaringan transportasi jalan yang berfungsi sebagai pelayanan umum dan tempat pengendalian, pengawasan pengaturan dan pengoperasian lalu lintas, serta tempat prasarana angkutan yang merupakan bagian dari sitstem transportasi untuk melancarkan arus penumpang dan barang, dan terminal mempunyai peran penting untuk efisiensi kehidupan kota. 13

Terminal berfungsi sebagai sebagai alat pengendali kendaraan angkutan umum, serta sumber pemungutan retribusi bagi pemerintah. selain itu, terminal juga berfungsi untuk tempat menunggu kendaraan, untuk mengatur kegiatan operasional angkutan dan sebagai tempat istirahat, informasi bagi awak angkutan.14

Untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, maka pemerintah mendirikan terminal Kampung Rambutan jakarta Timur pada tanggal 1 oktober 1992, yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta yang ke 10 Bapak Wiyogo Atmodarminto.15 Terminal Kampung Rambutan termasuk terminal terbesar di DKI Jakarta, dan merupakan terminal penumpang type A, yaitu terminal yang berfungsi melayani kendaraan umum seperti

13

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta, Rekapitulasi Data Fasilitas Terminal PROV DKI Jakarta, h: 1.

14

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta, h: 2. 15

Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur,Lampiran Tupoksi Terminal Kp. Rambutan, (Jakarta: Dinas Perhubungan 2012).

angkutan kendaraan antar provinsi (AKAP), lintas negara, angkutan kendaraan antar daerah (AKAD) dan angkutan pedesaan. 16

2. Letak Demografi dan Geografis Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur

Secara Demografi terminal kampung rambutan terbagi menjadi dua wilayah yaitu terminal dalam kota dan terminal antar Kota. Terminal dalam kota merupakan terminal transportasi trayek angkutan kota, sedangkan terminal antar kota merupakan trayek angkutan kendaraan antar lintas negara, provinsi, dan antar daerah. Di terminal Kampung Rambutan terdapat sembilan puluh lima petugas, diantaranya 35 petugas dari terminal dalam kota, dan 60 petugas dari terminal antar kota, dan petugas-petugas tersebut terbagi dalam lima susunan keorganisasian yaitu, Kepala Terminal, Staff TU, Kepala Regu beserta anggotanya, Karyawan PTT (Pegawai Tidak Tetap), dan Petugas Kebersihan. 17

Secara Georgafis, terminal bus Kampung Rambutan Jakarta Timur terletak di jalan lingkar luar timur dengan jalan tol jagorawi, jalan lingkar utara bersebelahan dengan jalan. T.B. Simatupang, sebelah selatan dan barat pemukiman penduduk. Terminal Kampung Rambutan memiliki luas wilayah ± 141.000 M2. yang terbagi kedalam 2 wilayah, yaitu terminal dalam kota seluas 87.200 M2, yang keseluruhan luas wilayah tersebut terdiri dari, luas emplacement 9.762 M2, kantor 2,779 M2, taman 9.600 M2, trotoar

16

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi Jakarta, Rekapitulasi Data Fasilitas Terminal PROV DKI Jakarta (Jakarta: Dinas Perhubungan 2012), h: 5.

17

Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur, Struktur Organisasi Kepengurusan Terminal Kp. Rambutan (Jakarta: Dinas Perhubungan 2012).

419 M2, dan pagar 1.087 M2. Sementara luas terminal antar kota adalah 53.800 M2, yang terdiri dari luas emplacement 5.560 M2, luas bangunan 3.248 M2, pelataran antar jemput 1568.50 M2, tempat parkir 65.000 M2, taman 9.600 M2, panjang jalur keluar dan masuk 18.225 M2, dan menara pengawas 4 lantai 1.670 M2 .18

Untuk lebih jelas dapat dilihat gambar di bawah ini.

Sumber: Kantor Terminal Antar Kota Kampung Rambutan Jakarta Timur

18

Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur,Lampiran Tupoksi Terminal Kp. Rambutan (Jakarta: Dinas Perhubungan 2012).

3. Visi dan Misi

Adapun visi dari terminal kampung rambutan adalah menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi dan berkualitas yang sejajar dengan kota besar negara maju.

Dan misinya yaitu: Satu, tanggap terhadap kebutuhan masyarakat akan pelayanan jasa yang tertib, teratur, tepat waktu. Dua, tangguh menghadapi tantangan, rintangan. Tiga, terampil dan berprilaku gesit, ramah sopan serta lugas. Empat, bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jasa perhubungan.19

4. Struktur Organisasi Kepengurusan Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur

Kepengurusan di terminal kampung rambutan merupakan bagian dari instansi Pemerintah, yaitu pegawai Dinas Perhubungan DKI Jakarta, serta terdapat juga pegawai tidak tetap yaitu bukan merupakan pegawai dari Dinas Perhubungan atau bukan pegawai negeri sipil (PNS). Kepengurusan di terminal kampung rambutan terbagi menjadi 2 wilayah yaitu kepengururan terminal dalam kota dan antar kota.

a. Struktur Organisasian Terminal Dalam Kota

Dalam struktur organisasi di terminal dalam kota Kampung Rambutan, terdapat 8 jabatan kepengurusan, diantaranya yaitu: Satu, Kepala Terminal dalam Kota, yang dijabat oleh Bpk. H. M. Hatta. Dua, Staff Tata Usaha I dijabat oleh Yuliana. MS. S. AP. Tiga, Staff Tata Usaha II dijabat

19

oleh Evi Ekawati. Empat, Kepala Regu I dijabat oleh Katijo. Kepala Regu I beranggotakan 6 orang, diantaranya yaitu: Saut Sihite, Sardi, Chaerudin, H. Toyib, Husen, Rudi. Lima, Kepala Regu II dijabat oleh Yanuariyanto.SE.

Enam, Kepala Regu II beranggotakan 6 orang, yaitu: Hariyanto, Irawan,

Sunaryo, Abdullah, Rosyid, wasis. s. Tujuh, Kepala Regu III dijabat oleh Puja Laksana. beranggotakan 6 orang, yaitu: Fadillah, Abidin, Ade Hermawan, Zainal, Sobana, Jamal Sodik. Tujuh, Karyawan PTT dijabat oleh Yaman. S. Delapan, Petugas Kebersihan. Petugas kebersihan beranggotakan 10 orang, yaitu: A. Yani, Parman, Badrun, Purwadi, Supri, Beben, Solihin, Utin, Sukrila, dan Mudji. 20

b. Struktur Organisasian Terminal Antar Kota

Kemudian, dalam struktur keorganisasian di terminal antar kota terminal Kampung Rambutan terdapat 6 jabatan kepengurusan, diantaranya yaitu: Satu, Kepala terminal antar kota yang dijabat oleh Bpk. Dwi Basuki. Dua, Bagian Staff Tata Usaha dijabat oleh 9 orang, diantaranya adalah: Bpk. M. T. Palalo, Elis Rusmini, Sri Rahayu, Siti Solihati, Susanti, Cristine, U. Tetty Elfrida. T, Everiastuti Hardiati, Yaze Elficana (Upik). Tiga, Kepala Regu I yang dijabat oleh Bpk. Sumarna. Kepala Regu I beranggotakan 15 orang, diantaranya yaitu: Gunardi, Sugiono, Andrea Setiawan, Yamsudin, Ahmad, Akhmed Parulian, C. H. Supartiman, Sryono, Rahmat, Rohman, Tito Hendarto, Pardi, Azirman, Anis, Kalam. Empat, Kepala Regu II yang dijabat oleh Bpk. Simon Siregar, da regu tersebut terdapat 16 orang anggota,

20

Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur, Struktur Organisasi Kepengurusan Terminal Dalam Kota Kp. Rambutan (Jakarta: Dinas Perhubungan, 2012).

yaitu: Yos Sudarso, Suwarno, Mulus, M. Tampubolon, Saeful Hidayat, Ajudin, Karno, Erwan Irawadi, Gino, Leon Irvantino, Irfan, Nur Gojali, Nurul, Edwar Rodi, Hengki Kurniawan, Bambang Purwadi. Lima, Kepala Regu II yang dijat oleh Bpk. H. Budi Prayitno, S. Sos. Beranggotakan tujuh belas orang diantaranya yaitu: Anang Hidayat, Sapidi, Lukman, Imran Anwar, Sajum, Madzen, Krisyanto, Afrizal Effendi, Nursirwan, Agus Salim, Cecep Hermawan, Margono, Mula, Armon Rempe, Mulyadi, Udin.21

Organisasi kepengurusan terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur merupakan pegawai dari Dinas Perhubungan dan berstatuskan Pegawai Negeri Sipil (PNS), terkecuali Petugas kebersihan merupakan pegawai pilihan yang direkrut oleh karyawan PTT, dan berstatuskan bukan pegawai negeri.22

5. Tugas-Tugas Kepengurusan Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur

Tugas dari kepala terminal adalah pemangku kebijakan dan mengkoordinasi setiap anggota kepengurusan. staff tata usaha (TU), yaitu mengurus berkas atau surat-surat penting dan merangkap sebagai bendahara. Kemudian, tugas dari kepala regu I, II, III adalah mengkoordinasi setiap anggota untuk melaksanakan tugasnya yaitu menertibkan lingkungan terminal, mengatur lalu lintas kendaraan, dan pedagang. Selanjutnya

21

Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur, Struktur Organisasi Kepengurusan Terminal Antar Kota Kp. Rambutan (Jakarta: Dinas Perhubungan, 2012).

22

Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur, Lampiran organisasi kepengurusan Terminal Dalam Kota Kp. Rambutan.

pegawai tidak tetap (PTT), tugasnya merekrut pegawai baru atau tambahan untuk terminal. Dan yang terakhir petugas kebersihan, tugasnya yaitu menjaga dan membuat lingkungan terminal menjadi nyaman aman dan bersih.23

D. Kebijakan Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI

Jakarta Dalam Menangani Pedagang Kai Lima Di Terminal

Kampung Rambutan Jakarta Timur

Berdasarkan PERDA nomor 8 tahun 2007 pasal 25 ayat 2, setiap orang atau badan dilarang berdagang berusaha di bagian jalan atau trotoar, halte, jembatan penyeberangan orang dan tempat-tempat untuk kepentingan umum lainnya.24 Dengan demikian, jelas para pedagang dilarang berjualan di tempat publik karena mengganggu ketertiban umum. Akan tetapi, untuk dapat memakai fasilitas di atas atau tanah milik pemerintah harus mendapatkan izin gubernur atau pejabat yang bersangkutan.25 Kaitannya dengan kebijakan relokasi pedagang kaki lima di terminal kampung rambutan, pemerintah melalui PERDA Provinsi Khusus Ibukota Jakarta nomor 12 tahun 2003 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, kereta api, sungai dan danau, serta penyeberang di Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta menyediakan pelayanan perizinan kegiatan usaha di terminal dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: Satu, membayar retribusi sesuai waktu dan sesuai luasan.

23

Wawancara dengan AA di terminal Kp. Rambutan Jakarta Timur 24 Mei 2012. 24

. PERDA nomor 8 tahun 2007 SDVDOD\DW³Ketertiban Umum´ 25

Dua, tidak menjual barang dagangan selain jenis barang dagangan yang telah di tentukan dalam surat ijin usaha. Tiga, memelihara kebersihan, ketertiban, keamanan dan keindahan lingkungan di sekitar tempat usaha.

Empat, mananggung biaya listrik yang diperlukan. Lima, tidak mengubah

mengubah bentuk dan menyerahkan atau menyewakan fasilitas terminal kepada pihak lain terkecuali atas persetujuan Dinas Perhubungan Povinsi DKI Jakarta. Enam, tidak menuntut ganti rugi apabila badan usaha melanggar ketentuan dari persyaratan, dan apabila tempat atau lokasi usaha digunakan untuk kepentingan pengaturan di dalam terminal serta lokasi terkena musibah. Tujuh, bangunan yang di bangun oleh badan usaha di lahan terminal akan menjadi milik PEMDA PROV DKI Jakarta. Delapan, memelihara kebersihan, ketertiban, keamanan, dan lingkungan sekitar.

Sembilan, dilarang tempat usaha dijadikan tempat tinggal. Sepuluh, tidak

menuntut rugi apabila lokasi rusak terkena musibah. Sebelas, mematuhi undang-undang yang berlaku. Dua belas, bentuk dan ukuran kios setandar yang di keluarkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. 26

Selanjutnya, Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta juga menyediakan pelayanan perpanjang perizinan kegiatan usaha di terminal yang merujuk pada PERGUB nomor 66 tahun 2005, dan SK kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta nomor 1803 tahun 2008. Dalam perpanjang perijinan terdapat ketentuan-ketentuan yang harus di laksanakan oleh pemohon atau badan, diantaranya yaitu: Satu, setiap pemegang izin

26

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta ³LampiranSurat Ijin Kegiatan Usaha Di Dalam Terminal Penumpang, Pool Bus Dan Terminal Barang Di Provinsi Jakarta´h: 1.

usaha wajib mematuhi ketentuan peraturan undang-undang yang berlaku yaitu: a). Dilarang memindahkan ijin usaha ke pihak lain. b). Dilarang melakukan kegiatan usaha yang telah ditetapkan dalam surat ijin usaha. c). Dilarang menjadikan tempat tinggal sebagai tempat tinggal. d) Dilarang menyewakan tempat fasilitas terminal kepada orang lain. Dua, masa ijin berlaku sampai 1 tahun, dan dapat d perpanjang 3 kali setelah di evaluasi oleh Dinas Perhubungan. Tiga, pemohon diwajibkan menyetujui atau menandatangani surat persetujuaan kesanggupan untuk menaati peraturan yang berlaku. Empat, dalam pemberiaan ijin Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta memberikan 10 kali ijin usaha. Lima, dalam mengesahkan perpanjangan selama 21 hari. 27

E. Gambaran Pedagang Kaki Lima Di Terminal Kampung Rambutan

Keberadaan pedagang kaki lima di terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur pada beberapa sisi telah memberikan manfaat khususnya calon penumpang untuk mendapatkan sesuatu yang kebetulan kita butuhkan, serta ikut berperan membantu meningkatkan pelayanan di terminal. Bayangkan jika di terminal tidak ada pedagang kaki lima para penumpang tidak merasa nyaman dengan perjalanan dalam aktifitasnya meskipun keberadaannya kerap kali sangat mengganggu. Karakteristik pedagang di terminal kampung rambutan dapat dibedakan dari berbagai macam, seperti jenis dagangan, legalitas (status), serta sarana dan prasarana. Janis dagangan

27

Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan Provinsi DKI Jakarta, Lampiran Surat pengurusan perpanjang Ijin Usaha Di Dalam Terminal Bus Dan Terminal Di Provinsi DKI Jakarta 2012, h: 1-2.

pedagang di terminal Kampung Rambutan hampir sama dari kios ke kios seperti nasi, soto, baso, rokok, buah-buahan dan makanan ringan (cemilan). Selain makanan dan minuman, terdapat juga jenis dagangan seperti majalah dan koran, serta pelayanan jasa yaitu servis handphone dan peterusan (WC umum).

Di terminal kampung rambutan terdapat dua kelompok pedagang yaitu pedagang yang resmi (Legal), dan tidak resmi (Ilegal). Pedagang resmi adalah pedagang yang menempati fasilitas penunjang terminal, yaitu kios-kios permanen di ruang tunggu terminal antar kota dan dalam kota, serta yang letaknya di jalur keluar terminal di areal terminal dalam kota. Sedangkan pedagang tidak resmi, pedagang yang tidak memiliki tempat atau berdagang secara liar (ngasong atau ngider dari tempat ke tempat). Karakteristik pedagang tidak resmi kebanyakan dari mereka adalah para perantau yang datang dari luar DKI Jakarta, diantaranya: Jawa, Sumatera, dan Madura. Mereka berjualan dengan menggunakan fasilitas sederhana, seperti alasan (tikar), pikulan, dan gerobak, dan kerap menempati jalur transprotasi di terminal kampung rambutan. Jenis barang dagangan yang di jajakan pedagang tidak resmi diantaranya: rokok, buah-buahan, makanan ringan, nasi goreng, baso, dan soto.

Di terminal Kampung Rambutan, membolehkan setiap kalangan masyarakat untuk dapat melakukan kegiatan ekonomi atau usaha, dan menggunakan fasilitas penunjang terminal, karena fasilitas penunjang bukan

hanya diperuntukan bagi para pedagang kaki lima. Sebagaimana yang diungkapkan Bpk. AA:

Ya selain di ruang tunggu, kios-kios yang ada di jalur keluar terminal

MXJD WHPSDW \DQJ EROHK GLJXQDNDQ SHGDJDQJ´ ³VHEHQHUQ\D VLK EXNDQ

untuk pedagang saja, untuk masyarakat juga, misalkan ada masyarakat yang ingin usaha di terminal ini kami bantu, dan kami tempatkan ke lokasi relokasi itu(24 Mei 2012: 10.00 WIB) 28

Berdasarkan hasil temuan dilapangan, para pedagang atau badan yang melakukan kegiatan perekonomian secara resmi di terminal kampung rambutan terdapat 2 kelompok yaitu, kelompok pengusaha, atau pengelola yang mendirikan usaha berbentuk perusahaan seperti PT, CV, dan UD, serta kelompok badan yang berdiri sendiri yaitu, para pedagang kaki lima yang menempati fasilitas penunjang terminal.

Jumlah pedagang kaki lima resmi di terminal kampung rambutan saat ini terdapat 89 pedagang atau pengelola, diantaranya: badan yang berdiri

Dokumen terkait