sinus, cosinus dan tangen menentukan
besar sudut serta mengubah atau
menyederhanakan bentuk pada fungsi trigonometri tersebut menuju penyelesaian soal. Dalam mengerjakan soal trigonometri,
peserta didik cenderung untuk
menggunakan rumus atau cara cepat yang
sudah biasa digunakan daripada
menggunakan tahapan-tahapan dari
penyelesaian masalah matematika. Dengan alasan-alasan ini, peneliti akan mencoba
untuk menganalisis kemampuan
pemecahan masalah siswa dalam
pembelajaran matematika yang secara
khusus difokuskan pada materi
trigonometri, dengan fokus penelitian
adalah Bagaimana Hasil Analisis
Kemampuan Pemecahan Masalah
Matematika Peserta Didik dalam
Menyelesaikan Soal Trigonometri Pada Kelas X MIA4di SMA Negeri 1 Luwuk yang mencakup :
1. Bagaimana hasil analisis kemampuan memahami masalah?
2. Bagaimana hasil analisis kemampuan
menyusun rencana penyelesaian
masalah?
3. Bagaimana hasil analisis kemampuan melaksanakan rencana penyelesaian masalah?
4. Bagaimana hasil analisis kemampuan mengevaluasi penyelesaian masalah yang diperoleh?
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Luwuk Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah tahun pelajaran 2016/2017. Waktu penelitian selama tiga bulan Maret - Mei 2017. Jenis penelitian deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti akan menggambarkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan Soal trigonometri dalam pembelajaran matematika. Adapun
gambaran kemampuan siswa dalam
menyelesaikan soal-soal Trigonometri
didasarkan pada empat indikator
kemampuan pemecahan kemampuan
masalah matematika yaitu kemampuan
memahami masalah, kemampuan
menyusun rencana, kemampuan
melaksanakan rencana dan kemampuan memeriksa kembali hasil yang diperoleh.
Pengumpulan data dilakukan untuk
mengetahui kemampuan pemecahan
masalah matematika peserta didik dalam mengerjakan tes, kemudian dilakukan
wawancara pada peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah.
Adapun analisis data yang
digunakan adalah analisis kualitatif, yang mencakup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN Hasil tes kemampuan pemecahan
masalah dijadikan dasar untuk
pengambilan subjek penelitian yang dipilih berdasarkan pengkategorian kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang dan
rendah. Sedangkan wawancara
memberikan informasi kepada peneliti bagaimana langkah-langkah peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika yang berkaitan dengan trigonometri.
1) Kemampuan Memahami Masalah Dalam menyelesaikan soal nomor 1, subjek 1 kemampuan tinggi mampu menuliskan informasi apa saja yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal secara tepat. Dari sini dapat terlihat bahwa subjek 1 mampu memahami masalah dengan tepat. Sedangakan Dalam menyelesaikan soal nomor 1, subjek 2 kemampuan sedang mampu menuliskan informasi apa saja yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal secara tepat. Dari sini dapat terlihat bahwa subjek 2 mampu memahami masalah dengan tepat. Sementara Dalam menyelesaikan soal nomor 1, subjek 3 kemampuan rendah mampu menuliskan informasi apa saja yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal secara tepat. Dari sini dapat terlihat bahwa subjek 3 mampu memahami masalah dengan tepat.
Berdasarkan hasil penelitian di kelas X MIA4, dengan menganalisa hasil tes kemampuan dan hasil wawancara dengan informan yaitu peserta didik yang dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu kategori tinggi,
sedang dan rendah sebagai subjek
penelitian dapat digambarkan bahwa dalam menyelesaikan soal trigonometri peserta didik mampu mengidentifikasi masalah yang ada dengan benar dan tepat, peserta didik mampu menuliskan informasi apa saja yang diketahui dan ditanyakan di dalam soal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peserta didik mampu atau baik dalam memahami masalah yang ada di dalam soal.
2) Kemampuan menyusun rencana penyelesaian
278
PEDAGOGIKA Jurnal Ilmu PendidikanPada tahap menyusun rencana
penyelesaian, yang dilakukan subjek 1 ialah membuat sketsa segitiga siku-siku dari informasi yang diketahui dari soal untuk menentukan panjang BC atau tinggi dari layang-layang. Selanjutnya, dengan
menggunakan teorema phytagoras
diperoleh rumus = 2− 2. Dari
sini dapat dilihat bahwa subjek 1 mampu menyusun rencana penyelesaian dengan tepat.
Pada tahap menyusun rencana
penyelesaian, yang dilakukan subjek 2 ialah membuat sketsa segitiga siku-siku dari informasi yang diketahui dari soal untuk menentukan panjang BC atau tinggi dari layang-layang. Dengan menggunakan
teorema phytagoras diperoleh rumus
2 = 2− 2. Dari sini dapat dilihat
bahwa subjek 2 mampu menyusun rencana penyelesaian dengan tepat.
Selanjutnya, yang dilakukan subjek 3 ialah membuat segitiga siku-siku untuk menentukan panjang BC atau tinggi dari
layang-layang. Dengan menggunakan
rumus phytagoras 2 = 2+ 2. Dari
sini dapat dilihat bahwa subjek 3 mampu menyusun rencana penyelesaian dengan tepat.
Melalui analisa hasil tes kemampuan dan hasil wawancara yang dilakukan dengan informan yaitu peserta didik yang dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu kategori tinggi, sedang dan rendah sebagai subjek
penelitian di kelas X MIA4 dapat
digambarkan bahwa peserta didik dalam
kategori tinggi dan sedang mampu
menyusun rencana penyelesaian masalah untuk menjawab soal, adapun peserta didik dalam kategori rendah belum mampu menyusun rencana penyelesaian masalah untuk menjawab soal. Hal ini dikarenakan
peserta didik belum mampu untuk
mengkorelasikan antara informasi yang ada didalam soal dan apa yang menjadi pertanyaan, peserta didik tidak memahami
dasar-dasar dari trigonometri yaitu
mengenai segitiga siku-siku dan teorema phytagoras sehingga peserta didik kesulitan
untuk menentukan rumus apa yang
digunakan untuk menyelesaikan soal yang ada.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik mampu atau cukup baik dalam menyusun
rencana penyelesaian masalah untuk
menjawab soal trigonometri
3) Kemampuan melaksanakan rencana penyelesaian
Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian, yang dilakukan subjek 1 adalah menghitung tinggi layang-layang
yang dimisalkan BC dengan rumus
phytagoras = 2− 2. Subjek 1
mensubstitusikan nilai AB = 100 dan AC = 50 ke dalam rumus, selanjutnya subjek 1 melakukan operasi hitung matematika sehingga menghasilkan nilai BC = 50 3 meter. Dari sini dapat dilihat bahwa subjek
1 mampu melaksanakan rencana
penyelesaian dengan tepat.
Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian subjek 2 kurang tepat dalam menyelesaikan soal dikarenakan subjek 2 tidak mensubstitusikan nilai AC ke dalam
rumus 2 = 2− 2.
Selanjutnya, subjek 3 mensubstitusikan nilai AB = 100 dan AC = 50 pada rumus
2 = 2+ 2, sehingga diperoleh 2
= 7.500. Jawaban dari subjek 3 ini kurang tepat
Berdasarkan hasil penelitian di kelas X MIA4, dengan menganalisa hasil tes kemampuan dan hasil wawancara dengan informan yaitu peserta didik yang dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu kategori tinggi, sedang dan rendah sebagai subjek
penelitian dapat digambarkan bahwa
peserta didik dalam kategori tinggi dan sedang mampu melaksanakan rencana penyelesaian masalah untuk menjawab soal, adapun peserta didik dalam kategori
rendah belum mampumelaksanakan
rencana penyelesaian masalah untuk
menjawab soal. Hal ini dikarenakan peserta didik kategori rendah, pada tahapan sebelumnya tidak tepat dalam menyusun rencana penyelesaian hal ini tentu saja berdampak pada hasil jawaban yang diperoleh.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik mampu dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah untuk menjawab soal trigonometri.
4) Kemampuan memeriksa kembali penyelesaian.
Pada tahap mengevaluasi
penyelesaian masalah, yang dilakukan subjek 1 memberikan kesimpulan dari jawaban yang diperoleh dengan tepat.
Pada tahap mengevaluasi penyelesaian masalah, subjek 2 tidak memberikan kesimpulan dari jawaban yang diperoleh.