• Tidak ada hasil yang ditemukan

277 Volume 8 Nomor 2 Juni

sinus, cosinus dan tangen menentukan

besar sudut serta mengubah atau

menyederhanakan bentuk pada fungsi trigonometri tersebut menuju penyelesaian soal. Dalam mengerjakan soal trigonometri,

peserta didik cenderung untuk

menggunakan rumus atau cara cepat yang

sudah biasa digunakan daripada

menggunakan tahapan-tahapan dari

penyelesaian masalah matematika. Dengan alasan-alasan ini, peneliti akan mencoba

untuk menganalisis kemampuan

pemecahan masalah siswa dalam

pembelajaran matematika yang secara

khusus difokuskan pada materi

trigonometri, dengan fokus penelitian

adalah Bagaimana Hasil Analisis

Kemampuan Pemecahan Masalah

Matematika Peserta Didik dalam

Menyelesaikan Soal Trigonometri Pada Kelas X MIA4di SMA Negeri 1 Luwuk yang mencakup :

1. Bagaimana hasil analisis kemampuan memahami masalah?

2. Bagaimana hasil analisis kemampuan

menyusun rencana penyelesaian

masalah?

3. Bagaimana hasil analisis kemampuan melaksanakan rencana penyelesaian masalah?

4. Bagaimana hasil analisis kemampuan mengevaluasi penyelesaian masalah yang diperoleh?

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Luwuk Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah tahun pelajaran 2016/2017. Waktu penelitian selama tiga bulan Maret - Mei 2017. Jenis penelitian deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti akan menggambarkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan Soal trigonometri dalam pembelajaran matematika. Adapun

gambaran kemampuan siswa dalam

menyelesaikan soal-soal Trigonometri

didasarkan pada empat indikator

kemampuan pemecahan kemampuan

masalah matematika yaitu kemampuan

memahami masalah, kemampuan

menyusun rencana, kemampuan

melaksanakan rencana dan kemampuan memeriksa kembali hasil yang diperoleh.

Pengumpulan data dilakukan untuk

mengetahui kemampuan pemecahan

masalah matematika peserta didik dalam mengerjakan tes, kemudian dilakukan

wawancara pada peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah.

Adapun analisis data yang

digunakan adalah analisis kualitatif, yang mencakup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN Hasil tes kemampuan pemecahan

masalah dijadikan dasar untuk

pengambilan subjek penelitian yang dipilih berdasarkan pengkategorian kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang dan

rendah. Sedangkan wawancara

memberikan informasi kepada peneliti bagaimana langkah-langkah peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika yang berkaitan dengan trigonometri.

1) Kemampuan Memahami Masalah Dalam menyelesaikan soal nomor 1, subjek 1 kemampuan tinggi mampu menuliskan informasi apa saja yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal secara tepat. Dari sini dapat terlihat bahwa subjek 1 mampu memahami masalah dengan tepat. Sedangakan Dalam menyelesaikan soal nomor 1, subjek 2 kemampuan sedang mampu menuliskan informasi apa saja yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal secara tepat. Dari sini dapat terlihat bahwa subjek 2 mampu memahami masalah dengan tepat. Sementara Dalam menyelesaikan soal nomor 1, subjek 3 kemampuan rendah mampu menuliskan informasi apa saja yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal secara tepat. Dari sini dapat terlihat bahwa subjek 3 mampu memahami masalah dengan tepat.

Berdasarkan hasil penelitian di kelas X MIA4, dengan menganalisa hasil tes kemampuan dan hasil wawancara dengan informan yaitu peserta didik yang dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu kategori tinggi,

sedang dan rendah sebagai subjek

penelitian dapat digambarkan bahwa dalam menyelesaikan soal trigonometri peserta didik mampu mengidentifikasi masalah yang ada dengan benar dan tepat, peserta didik mampu menuliskan informasi apa saja yang diketahui dan ditanyakan di dalam soal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peserta didik mampu atau baik dalam memahami masalah yang ada di dalam soal.

2) Kemampuan menyusun rencana penyelesaian

278

PEDAGOGIKA Jurnal Ilmu Pendidikan

Pada tahap menyusun rencana

penyelesaian, yang dilakukan subjek 1 ialah membuat sketsa segitiga siku-siku dari informasi yang diketahui dari soal untuk menentukan panjang BC atau tinggi dari layang-layang. Selanjutnya, dengan

menggunakan teorema phytagoras

diperoleh rumus = 2 2. Dari

sini dapat dilihat bahwa subjek 1 mampu menyusun rencana penyelesaian dengan tepat.

Pada tahap menyusun rencana

penyelesaian, yang dilakukan subjek 2 ialah membuat sketsa segitiga siku-siku dari informasi yang diketahui dari soal untuk menentukan panjang BC atau tinggi dari layang-layang. Dengan menggunakan

teorema phytagoras diperoleh rumus

2 = 2 2. Dari sini dapat dilihat

bahwa subjek 2 mampu menyusun rencana penyelesaian dengan tepat.

Selanjutnya, yang dilakukan subjek 3 ialah membuat segitiga siku-siku untuk menentukan panjang BC atau tinggi dari

layang-layang. Dengan menggunakan

rumus phytagoras 2 = 2+ 2. Dari

sini dapat dilihat bahwa subjek 3 mampu menyusun rencana penyelesaian dengan tepat.

Melalui analisa hasil tes kemampuan dan hasil wawancara yang dilakukan dengan informan yaitu peserta didik yang dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu kategori tinggi, sedang dan rendah sebagai subjek

penelitian di kelas X MIA4 dapat

digambarkan bahwa peserta didik dalam

kategori tinggi dan sedang mampu

menyusun rencana penyelesaian masalah untuk menjawab soal, adapun peserta didik dalam kategori rendah belum mampu menyusun rencana penyelesaian masalah untuk menjawab soal. Hal ini dikarenakan

peserta didik belum mampu untuk

mengkorelasikan antara informasi yang ada didalam soal dan apa yang menjadi pertanyaan, peserta didik tidak memahami

dasar-dasar dari trigonometri yaitu

mengenai segitiga siku-siku dan teorema phytagoras sehingga peserta didik kesulitan

untuk menentukan rumus apa yang

digunakan untuk menyelesaikan soal yang ada.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik mampu atau cukup baik dalam menyusun

rencana penyelesaian masalah untuk

menjawab soal trigonometri

3) Kemampuan melaksanakan rencana penyelesaian

Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian, yang dilakukan subjek 1 adalah menghitung tinggi layang-layang

yang dimisalkan BC dengan rumus

phytagoras = 2 2. Subjek 1

mensubstitusikan nilai AB = 100 dan AC = 50 ke dalam rumus, selanjutnya subjek 1 melakukan operasi hitung matematika sehingga menghasilkan nilai BC = 50 3 meter. Dari sini dapat dilihat bahwa subjek

1 mampu melaksanakan rencana

penyelesaian dengan tepat.

Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian subjek 2 kurang tepat dalam menyelesaikan soal dikarenakan subjek 2 tidak mensubstitusikan nilai AC ke dalam

rumus 2 = 2 2.

Selanjutnya, subjek 3 mensubstitusikan nilai AB = 100 dan AC = 50 pada rumus

2 = 2+ 2, sehingga diperoleh 2

= 7.500. Jawaban dari subjek 3 ini kurang tepat

Berdasarkan hasil penelitian di kelas X MIA4, dengan menganalisa hasil tes kemampuan dan hasil wawancara dengan informan yaitu peserta didik yang dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu kategori tinggi, sedang dan rendah sebagai subjek

penelitian dapat digambarkan bahwa

peserta didik dalam kategori tinggi dan sedang mampu melaksanakan rencana penyelesaian masalah untuk menjawab soal, adapun peserta didik dalam kategori

rendah belum mampumelaksanakan

rencana penyelesaian masalah untuk

menjawab soal. Hal ini dikarenakan peserta didik kategori rendah, pada tahapan sebelumnya tidak tepat dalam menyusun rencana penyelesaian hal ini tentu saja berdampak pada hasil jawaban yang diperoleh.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik mampu dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah untuk menjawab soal trigonometri.

4) Kemampuan memeriksa kembali penyelesaian.

Pada tahap mengevaluasi

penyelesaian masalah, yang dilakukan subjek 1 memberikan kesimpulan dari jawaban yang diperoleh dengan tepat.

Pada tahap mengevaluasi penyelesaian masalah, subjek 2 tidak memberikan kesimpulan dari jawaban yang diperoleh.

279