• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wacana dalam Film Selamat siang, Risa!! “Karya Ine Febriyanti”

1. Teks Film Selamat Siang, Risa! “Karya Ine Febriyanti”

Sesuai dengan skema Teun A. Van Dijk, dalam analisis teks ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Yang semuanya saling berkaitan dan saling melengkapi satu sama lainnya.1

a. Struktur Makro/Tematik

Tema atau topik menggambarkan gagasan inti atau inti pesan yang menunjukan informasi penting dan yang ingin dikedepankan atau diungkapkan oleh penulis skenario film Selamat siang, Risa!. Topik utama yang diambil oleh penulis skenario yaitu kisah realitas korupsi, yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari:

1) Perlawanan Korupsi

Korupsi yang sekarang makin marak terjadi bukan hanya di kalangan pejabat-pejabat pemerintahan tinggi, tetapi di lingkungan yang terendah pun ikut berpartisipasi dalam ruang lingkup yang cukup luas. Dimana korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi lebih menyengsarakan rakyat-rakyat kecil.

1 Eriyanto, Analisis Wacana pengantar analisis media, h. 226.

Mengenai tema perlawanan korupsi dalam film Selamat siang, Risa!! terlihat pada scene 21. Topik tentang perlawanan korupsi digambarkan oleh pak Arwoko, menolak pemberian uang sogokan dari seorang pengusaha beras. Pada saat itu ekonomi keluarga pak Arwoko sedang sulit, tapi pak Arwoko tetap memegang teguh prinsip kejujuran. Tema perlawanan korupsi dalam cerita ini adalah gudang yang menjadi tanggung jawab pak Arwoko hanya digunakan untuk keperluan perusahaan saja bukan untuk menimbun beras.

Selain pada scene 23 tema perlawanan korupsi digambarkan oleh Risa Arwoko, yang menolak uang suap dari seseorang yang ingin meminta izin agar proyek pembangunannya dapat terealisasikan. Tema perlawanan korupsi yang digambarkan oleh Risa ialah kebaikan lahir dari kebaikan sebelumnya. Dengan kata lain, Ia mengikuti jalan dari ayahnya yang menolak untuk tidak korupsi.

2) Penyuapan.

Suap adalah memberi sesuatu kepada seseorang agar apa yang diinginkan bisa tercapai meskipun melanggar hukum. Suap bisa bermacam-macam bentuk, bisa berupa barang, uang dan lain sebagainya.

Mengenai tema penyuapan dalam film Selamat Siang, Risa!!, terlihat pada scene satu. Tema tentang penyuapan

digambarkan oleh Risa Arwoko yang menjabat sebagai Kepala Bagian Perizinan, yang saat itu Ia disuap oleh seseorang untuk meminta izin proyek pembangunan.

Selain dilihat pada scene satu tema tentang penyuapan dalam film selamat siang, Risa!!, digambarkan oleh pak arwoko yang bekerja sebagai mandor gudang di perusahaan pemerintahan.

Yang saat itu datang koh Abeng untuk meminjam gudang, menawarkan sejumlah uang sebagai imbalan. Tema penyuapan dalam cerita ini disebabkan ingin mencari keuntungan dari hasil menimbun beras, yang dipastikan harga beras akan naik beberapa hari lagi.

Dan pada scene 39 tema tentang peyuapan dalam film selamat siang, Risa!! digambarkan oleh seorang pengendara motor yang telah memberikan uang kepada polisi, agar terhindar dari proses hukuman yang seharusnya di selesaikan di pengadilan.

3) Moral seorang ayah

Seseorang yang paling berjasa selain ibu dalam kehidupan seorang anak adalah ayah. Ayah yang sering di katakan banyak orang sebagai tulang punggung keluarga, yang tugas utamanya mencari nafkah dan ayah berperan penting dalam kehidupan masa depan seorang anak. Yang bertugas membimbing keluarga agar kelak menjadi seperti apa yang di inginkan oleh kedua orang tuanya.

Dalam hal ini, moral seorang ayah terlihat pada scene 22 dan 24 ketika pak Arwoko mencium anak kedua, setelah menolak pemberian uang dari koh abeng, yang berharap seorang anak kelak menjadi apa yang diimpikan oleh seorang ayah. Bukan bertolak belakang seperti apa yang di lakukan oleh seorang pak Arwoko.

b. Superstruktur / Skematik

Pada film “Selamat siang, Risa!!”, sutradara dan penulis skenario mengemas pesannya dalam lima tahap.

1) Opening Bill Board (OBB) dan Sound Effect

Menampilkan nama-nama pemain film Selamat siang, Risa!! disertai visual effect, instrumen musik juga dikombinasikan sebagai sound effect.

2) Opening Shot

Tabel 4.1

Potongan Adegan Penjelas Keterangan Gambar

Scene 01; Gambar 4.1 Opening

3) Conflict Scene (Klimaks)

Pada bagian ketiga ini, barulah masuk kedalam bagian-bagian scene (adegan). Pada bagian-bagian ini sudah terlihat klimaks, yakni benturan kepentingan para tokoh yang berujung pada konflik.

Tabel 4.2

Potongan Adegan Penjelas Keterangan Gambar

Scene 01; Gambar 4.2 conflict scene terlihat pada durasi 11:23, dimana pak

4) Anti Klimaks (Solusi)

Setelah Conflict scene, scene 21 pun menyelesaikan dari permasalahan yang ada.

Tabel 4.3

Potongan Adegan Penjelas Keterangan Gambar

Scene 21; Gambar 4.4 Anti klimaks

Pada durasi 14:05, Pak Arwoko menolak pemberian uang sogokan dari pengusaha beras (Koh Abeng) yang ingin kosong, tapi saya bertanggung jawab agar gudang itu untuk itu berani menolak pemberian uang dari koh abeng, padahal waktu itu perekonomian keluarga pak Arwoko sedang dalam keadaan sulit. Tapi, ia tetap memegang teguh prinsip kejujurannya. menjadi seperti apa yang ayahnya inginkan.

5) Ending (Penutup)

Tabel 4.4

Potongan Adegan Penjelas Keterangan Gambar

Scene 40; Gambar 4.6 credite title yang menayangkan nama para pemain film selamat siang, Risa!!

c. Struktur Mikro a. Semantik

Makna yang ingin ditekankan, dalam skema Van Dijk, disebut hubungan antar kalimat, hubungan antar preposisi yang membangun makna tertentu dalam struktur wacana. Beberapa strategi semantik, diantaranya.

1) Latar

Latar peristiwa yang dipilih akan menentukan ke arah mana pandangan khalayak akan di bawa. Dalam hal ini penulis mencoba mengetahui latar film Selamat siang, Risa!!

Tabel 4.5

Latar Penjelas

Penulis skenario Ine Febriyanti mengarahkan penonton pada sosok seorang ayah yang menjadi contoh teladan bagi seorang anak perempuannya, terlihat kalimat terakhir dalam cerita ini. Ketika Risa pergi bersama dengan sopirnya pada scene 26.

Risa : kebaikan lahir dari kebaikan sebelumnya. Hal yang mungkin aneh di zaman ini, tapi minimal masih ada yang mampu bertahan.

Sosok perempuan yang berani menolak sogokan seseorang agar mendapatkan izin proyek pembangunan terlihat pada scene 23, yang dimana seorang anak mencontoh sikap jujur dari ayahnya.

Contoh yang baik dari orang tua akan menjadi pelajaran yang sempurna bagi seorang anak, dan Risa pun berhasil membuktikannya.

2) Detil

Dalam detil, hal yang menguntungkan pembuat teks akan diuraikan secara detil dan terperinci, sebaliknya fakta yang tidak menguntungkan, detil informasi akan dikurangi. Di bawah ini merupakan elemen detil yang terdapat dalam film Selamat siang, Risa!!

Tabel 4.6

Detil Penjelas

Penyuap 1 : ini ada kebijaksanaan dari kantor untuk mba Risa, ini baru $ 250.000 cash. Nanti masih ada lagi setelah bulan kedepan kalo proyek sudah jika Risa menyetujui proyek pembangunan yang akan di lakukan oleh penyuap.

3) Maksud

Elemen maksud melihat informasi yang menguntungkan, yang akan diuraikan secara tegas dan jelas. Serta menunjuk langsung pada fakta. Dalam skenario yang penulis amati, elemen maksud dapat dilihat jelas pada film Selamat siang, Risa!!

Tabel 4.7 menggunakan gudang itu, tapi karna bapak yang datang duluan, jadi..bapak yang saya prioritaskan.

Pada cerita ini, elemen maksud terdapat pada scene 19. Elemen maksud di samping memperlihatkan informasi yang ingin disampaikan oleh pembuat teks (penulis skenario).

Pada tahun 1970an, memberikan informasi yang jelas tentang pengusaha beras. Bahwa pada tahun itu masih banyaknya pengusaha beras yang masih berlomba-lomba untuk menimbun beras dan mendapatkan keuntungan dari harga beras yang akan melonjak naik.

b. Sintaksis 1) Koherensi

Koherensi adalah pertalian atau jalinan antar kata, atau kalimat dalam teks. Dua buah kalimat yang menggambarkan fakta yang berbeda dapat dihubungkan sehingga tampak koheren.

Diantaranya kata hubung yang dipakai (dan, akibat, tetapi, lalu, karena, meskipun). Dalam skenario yang penulis amati, koherensi dapat dilihat dalam film Selamat siang, Risa!!.

Tabel 4.8

Koherensi Penjelas

Pada kalimat yang menunjukan koherensi terdapat pada scene18, ketika ibunya menolak keinginan Risa kecil untuk membelikan sebuah balon.

Nyonya Arwoko : duuuhhh, besok aja ya nak, karena ibu tidak punya uang.

Koherensi pada teks di samping ditunjukan pada kata

„karena‟. Kata „karena‟ tersebut menghubungkan kalimat besok aja dan kalimat tidak punya uang. Dalam kalimat tersebut terdapat penjelasan, yang menjadikan kalimat tersebut menjadi koherensi.

Koh Abeng : pak kris sudah bilang sih, kalo pak woko terkenal sulit untuk masalah kerjasama seperti ini, tapi kalo tidak bisa menaruh menghubungkan kalimat pak kris sudah bilang sih, kalo pak woko terkenal sulit untuk masalah kerjasama seperti ini. Dan kalimat kalo tidak bisa menaruh beras saya malam ini juga, saya bisa rugi banyak. Sehingga kalimat tersebut menjadi koheren.

2) Kata Ganti

Kata ganti merupakan alat yang dipakai oleh penulis skenario untuk menunjukan di mana seseorang ditempatkan dalam wacana. Berbagai kata ganti yang berlainan digunakan secara strategi sesuai dengan kondisi yang ada. Dalam teks yang terdapat pada skenario film ini, kata ganti yang digunakan yaitu:

Tabel 4.9 skenario menggunakan kata ganti

“mba” kepada tokoh Risa dan pelayan rumah sakit. Kata ganti tersebut merupakan panggilan dari daerah Jawa yang berarti sapaan terhadap wanita yang lebih tua.

Pak Arwoko : saya rasa koh Abeng harus mencari gudang yang lain. pengusaha beras. Kata ganti tersebut merupakan panggilan dari negara Cina yang berarti sapaan terhadap kakak laki-laki.

3) Bentuk Kalimat

Bentuk kalimat adalah segi sintaksis yang berhubungan dengan prinsip kausalitas. Dalam skenario yang penulis amati, bentuk kalimat dapat dilihat dalam film Selamat siang, Risa!!

yaitu:

Tabel 4.10

Bentuk Kalimat Penjelas

Bentuk kalimat yang terdapat dalam film ini terlihat pada scene Abeng bisa rugi. Jika, pak Arwoko tidak menyewakan gudang yang sudah menjadi tanggung jawabnya.

Dan pada awal kalimat koh Abeng pun sudah berusaha mencari gudang yang ingin ia sewa tp akhirnya nihil.

c. Stilistik

Stilistik atau style dapat diterjemahkan sebagai gaya bahasa.

Di dalam stilistika, tentu saja yang menjadi pusat perhatian adalah gaya bahasa. Gaya bahasa digunakan oleh orang tertentu untuk maksud tertentu. Dalam film Selamat siang, Risa!! tidak ada gaya bahasa yang di tulis oleh penulis skenario.

d. Retoris

Elemen yang terakhir diamati dalam teks adalah retoris, yang mempunyai fungsi mempengaruhi. Dalam hal ini, Van Dijk membagi tiga elemen, yaitu :

1) Grafis

Elemen pertama dalam retoris adalah grafis. Grafis menampilkan bagian yang menonjol dari sebuah film yang dilihat dari pengambilan gambar. Grafis yang terdapat dalam film Selamat siang, Risa!!, diantaranya yaitu:

Tabel 4.11

Potongan Adegan Penjelas Keterangan Gambar

Scene 18; Gambar 4.7 Grafis

Metafora merupakan kiasan atau ungkapan yang dapat dijadikan sebagai landasan berpikir, alasan pembenar atau pendapat kepada publik. Metafora yang terdapat pada film Selamat siang, Risa!!, yaitu:

Tabel 4.12

Metafora Penjelas

Pada cerita ini, metafora terdapat pada scene 26, ketika Risa melihat ragam sisi lain kehidupan di ibukota.

Risa : semuanya kembali dari asal, dari mana kita, bagaimana kita berasal.

Risa : kebaikan lahir dari kebaikan sebelumnya

Pada teks di samping, terlihat kalimat tersebut merupakan ungkapan yang mengandung arti atau makna mendalam dan ungkapan yang menjadi landasan berpikir.

3) Ekspresi

Elemen ekspresi merupakan bagian untuk memeriksa apa yang ditekankan atau ditonjolkan oleh seseorang yang diamati dari teks. Misalnya ekspresi wajah marah, sedih, menangis, tersenyum, gembira, gelisah, tertawa dan sinis.

Berikut ini, elemen ekspresi yang terdapat pada skenario film Selamat siang, Risa!!

Tabel 4.13

Potongan Adegan Skenario Keterangan Gambar

Scene 12; Gambar 4.9 Ekspresi

Scene 18; Gambar 4.10 Ekspresi

bisa bantu. ekonomi keluarganya dalam keadaan sulit

2. Kognisi sosial film “selamat siang, Risa!!” karya : Ine Febriyanti

Dalam kerangka analisis wacana Teun A. Van Dijk, perlu adanya penelitian mengenai kognisi sosial yaitu kesadaran mental penulis skenario yang membentuk teks tersebut. 2 dalam hal ini adalah analisis wacana film Selamat siang, Risa!!. selain analisis teks, yang terdapat dalam skenario film Selamat siang, Risa!!. perlu dilakukan penelitian atas kesadaran

2Eriyanto, Analisis Wacana pengantar analisis media, h.260.

mental penulis skenario dalam memandang masalah korupsi. Bagaimana kepercayaan, pengetahuan dan prasangka penulis skenario terhadap masalah yang ditujukan kepada pejabat pejabat pemerintahan. Kognisi sosial ini penting dan menjadi kerangka yang tidak terpisahkan untuk memahami teks.

Dalam pandangan Van Dijk, analisis wacana tidak dibatasi hanya pada struktur teks, karena struktur wacana itu sendiri menunjukan atau menandakan sejumlah makna, pendapat dan ideologi. Untuk membongkar bagaimana makna tersembunyi dari teks, kita membutuhkan suatu analisis kognisi sosial. Pendekatan kognitif didasarkan pada asumsi bahwa teks tidak mempunyai makna, tetapi makna itu diberikan oleh pemakai bahasa.

Atau lebih tepatnya oleh kesadaran mental pemakai bahasa. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penelitian atas representasi kognisi dan strategi penulis skenario dalam memproduksi skenario. Karena setiap teks pada dasarnya dihasilkan lewat kesadaran, pengetahuan, prasangka tertentu terhadap suatu peristiwa.3

Dalam hal ini, penulis menemukan beberapa jawaban tentang pandangan penulis skenario film Selamat siang, Risa!! dan sutradara terhadap masalah pejabat yang tidak ingin terlibat dalam penimbunan beras pada tahun 1970an.

Permasalahan yang terjadi mengenai penyuapan tidak hanya terjadi pada zaman modern seperti ini. Tetapi penulis skenario menjelaskan melalui film Selamat siang, Risa!! kasus penyuapan sudah lama terjadi,

3 Eriyanto, Analisis Wacana pengantar analisis media, h.260.

pada tahun 1970an yang mengambil contoh seorang pejabat Negara.

sedang di hadapi situasi yang membingungkan, bagaimana seseorang mempertahankan kejujurannya. Meskipun, saat bersamaan keluarganya dalam keadaan sulit. disaat pejabat – pejabat lainnya asik ikut terlibat dalam kasus penimbunan beras. Ia menolak untuk ikut serta dalam mengikuti apa yang pejabat-pejabat lainnya lakukan.

Oleh karena itu, Ine febriyanti merasa memiliki kewajiban untuk menulis skenario film yang bertemakan korupsi. Film ini dipandang sebagai hasil representasi atau perbuatan mewakili mental dari penulis skenario dalam memandang masalah korupsi.

film ini menggambarkan kehidupan nyata para koruptor dimana film ini bertujuan untuk memberikan pelajaran kepada khalayak umum tentang arti pentingnya hidup jujur baik jujur terhadap orang lain maupun jujur terhadap diri sendiri. 4

film ini berdurasi tidak lebih dari 18 menit, tetapi dalam film ini sudah menunjukan bagaimana sikap seorang penjaga gudang yang ekonominya saat itu dalam keadaan tidak bagus. Berani untuk menolak uang yang bukan hak dia, disinilah letak kelemahan pejabat pemerintahan yang seharusnya di perbaiki kejujurannya dalam setiap individu. Sehingga menunjukan sifat yang memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan maupun kejujuran.

Menurut Gunawan Raharja selaku penulis skenario menerangkan bahwa terdapat beberapa kendala selama proses pembuatan film Selamat siang, Risa!!. Diantaranya adalah perbedaan pendapat antara penulis dan

4 Wawancara Pribadi Dengan Gunawan Raharja, Kamis 9 April 2015

produser. Produser maunya lebih di tonjolkan adegan-adegan perlawanan korupsinya dan dengan menggunakan bahasa-bahasa yang formal, tetapi penulis menginginkan lebih ditonjolkan di karakter dan bahasa yang digunakan yang mudah dipahami oleh masyarakat tanpa mengurangi tema yang ditonjolkan.

perbedaan kemauan antara penulis sama produser, produser maunya lebih di tonjolkan adegan akan tetapi penulis maunya ingin lebih menonjolkan di karakter. dan juga banyak hambatan di bagian editing.5

Kesadaran serta pengetahuan penulis terlihat dalam film Selamat siang, Risa!!, dalam film tersebut penulis skenario menunjukan bahwa permasalahan korupsi tidak hanya di kalangan pejabat-pejabat pemerintahan tinggi, tetapi di pejabat-pejabat rendah pun ikut berperan aktif karena tidak adanya kejujuran yang tertanam dalam setiap pejabat pemerintahan.

3. Konteks sosial film Selamat siang, Risa!! “karya : Ine Febriyanti”

Analisis sosial melihat bagaimana teks itu dihubungkan lebih jauh dengan struktur sosial dan pengetahuan yang berkembang dalam masyarakat atas satu wacana. 6 oleh karena itu, konteks sosial dalam hal ini adalah menjawab pernyataan bagaimana wacana yang berkembang di masyarakat mengenai korupsi.

Karena banyaknya tindak korupsi di negeri kita ini lah yang awalnya melatarbelakangi dibuatnya film ini, sehingga muncul ide

5 Wawancara Pribadi Dengan Gunawan Raharja, Kamis 9 April 2015

6Eriyanto, Analisis Wacana pengantar analisis media, h.225.

tentang perlawanan korupsi dan pada akhirnya turun lah project untuk menggarap film ini7

Permasalahan mengenai pejabat pemerintahan yang masih ingin medapatkan keuntungan dari jabatan yang dimilikinya. Yang didalamnya termasuk permasalahan korupsi. Permasalahan tersebut, dalam film Selamat siang, Risa!!, meliputi masalah penyuapan, perlawanan korupsi dan moral seorang kepala keluarga.

Masalah penyuapan yang ditampilkan dalam film Selamat siang, Risa!!, yaitu masalah tentang mendapatkan apa yang diinginkan oleh pihak penyuap agar mendapatkan keuntungan. Koh abeng dan pengusaha beras lainnya menganggap penimbunan beras yang ia lakukan tentunya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, tanpa melihat masyarakat yang sedang membutuhkan beras.

Film yang dibuat untuk tujuan penyuluhan ke berbagai sekolah- sekolah, ditanggapi dengan positif oleh masyarakat. Jadi, masyarakat tidak hanya melalui kampanye dan berteriak-teriak dijalan saja. Tetapi melalui media film bisa menjadi sarana untuk membuat masyarakat bisa lebih mudah memahami apa itu korupsi dan dampak yang di timbulkan.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah meminta lembaga survei Sucofindo untuk mengaudit 14 ribu gudang di seluruh Indonesia.

Hal itu dilakukan guna mencegah penggunaan gudang untuk menimbun komoditas pokok seperti beras. Jika ditemukan pelanggaran, Kementerian

7 Wawancara Pribadi Dengan Gunawan Raharja, Kamis 9 April 2015

Perdagangan akan menerapkan sanksi, mulai pencabutan izin usaha, pidana lima tahun penjara, hingga denda sampai Rp 50 miliar.8

Islam adalah agama yang sangat menjujung tinggi akan arti kesucian, sehingga sangatlah rasional jika memelihara keselamatan (kesucian) harta termasuk menjadi tujuan pokok hukum (pidana) Islam, karena mengingat harta mempunyai dua dimensi, yakni dimensi halal dan dimensi haram. Perilaku korupsi adalah harta berdimensi haram karena korupsi menghalalkan sesuatu yang diharamkan, dan korupsi merupakan wujud manusia yang tidak memanfaatkan keluasan dalam memperoleh rezeki Allah. Secara teoritis kedudukan korupsi merupakan tindakan kriminal (jinayah atau jarimah) dimana bagi pelakunya diancam dengan hukuman hudud (had) dan juga hukuman ta’zir.9

Meskipun hukum sudah di tegakkan tapi masih saja ada pengusaha-pengusaha beras yang di bantu oleh pejabat-pejabat pemerintahan yang ikut serta melindungi, dengan maksud meraih keuntungan. Seharusnya di setiap diri pejabat pemerintahan di tanamkan sikap kejujuran yang sangat diperlukan oleh negara ini, agar terciptanya dunia yang bersih.

Dalam hal ini sudah terdapat sanksi bagi yang melanggar, jika tidak diikuti oleh pelaksanaan oleh pejabat-pejabat yang melindungi, Permasalahan tentang penyuapan dan pejabat-pejabat yang korup tidak akan ada habisnya. maka penegakan hukum yang dilakukan tidak akan

8 http://www.jawapos.com/baca/artikel/13590/sanksi-penimbun-beras-penjara-adalah-5-tahun-hingga-denda-rp-50-miliar, artikel diakses pada 22 April 2015, pukul 14.05.

9 Munawar Fuad Noeh, Islam dan Gerakan Moral Anti Korupsi, hal.154.

berjalan. Yang lebih anehnya lagi pejabat-pejabat pemerintahan sudah mengetahui apa itu korupsi dan dampaknya, tetapi masih saja banyak pejabat-pejabat pemerintahan yang terlibat.

Oleh karena itu, permasalahan mengenai korupsi yang terjadi di kehidupan sehari-hari bukan lah hal yang aneh lagi untuk di ketahui oleh setiap kelompok masyarakat. Seharusnya permasalahan yang sangat merugikan masyarakat, harus dicerna dalam setiap individu. Agar terciptanya kehidupan masyarakat yang bersih.

B. Interpretasi

Menurut peneliti banyak hal yang menjadi contoh positif dalam film ini, film ini mampu mengedukasikan dan menggugah moral masyarakat agar selalu menanamkan sikap kejujuran di setiap individu. Terutama di instansipemerintahan yang sangat rawan terjadinya kasus suap menyuap.

Korupsi terjadi karena adanya jabatan yang dimiliki seseorang dan yang tentu saja adanya kesempatan. Dalam film ini contohnya salah satu pembuktian bahwa kasus penyuapan akan selalu membayangi setiap pegawai pemerintahan, dari yang tertinggi maupun yang terendah sekalipun. Contoh dari seorang polisi lalu lintas yang ada di scene 40 sedang menerima suap dari pengendara motor, yang seharusnya polisi tersebut memberikan teguran seperti surat tilang dan arahan yang benar. Menurut penulis kesimpulannya, bahwa pemikiran yang ada di film ini menunjukan masih banyaknya korupsi

kecil-kecilan yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari dan akan selalu membayangi pegawai-pegawai pemerintahan.

Jika masih banyaknya pegawai pemerintahan yang sudah tidak perduli akan berbahaya nya korupsi yang hanya mencari keuntungan pribadi, maka suatu sistem pemerintahan tersebut lambat laun akan hancur dan yang terjadi tidak akan berjalan lagi. Korupsi itu di ibaratkan seperti garam yang dimasukkan kedalam mesin, yang lambat laun mesin itu akan berkarat dan hancur, dan yang terjadi tidak akan bisa berjalan lagi.

Antara scene 18 dan scene 19 tidak sesuai, seharusnya di scene 19 ditunjukan pengorbanan pak Arwoko menjual Radio yang dimilikinya ke bu Toyo agar mendapatkan uang untuk membeli obat anak ke duanya yang sedang sakit. Tapi, kenapa di scene 19 Adegan pak Arwoko langsung berada di kantor. Yang seharusnya di scene 19 itu pak Arwoko mencari pinjaman uang untuk anaknya.Karena menurut peneliti di film ini akan lebih sempurna ketika perjuangan seorang ayah yang ingin membelikan obat untuk anaknya di

Antara scene 18 dan scene 19 tidak sesuai, seharusnya di scene 19 ditunjukan pengorbanan pak Arwoko menjual Radio yang dimilikinya ke bu Toyo agar mendapatkan uang untuk membeli obat anak ke duanya yang sedang sakit. Tapi, kenapa di scene 19 Adegan pak Arwoko langsung berada di kantor. Yang seharusnya di scene 19 itu pak Arwoko mencari pinjaman uang untuk anaknya.Karena menurut peneliti di film ini akan lebih sempurna ketika perjuangan seorang ayah yang ingin membelikan obat untuk anaknya di

Dokumen terkait