• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIK

F. Lama Waktu Bimbingan

Bimbingan skripsi di Universitas Sanata Dharma memerlukan waktu sekitar 18 bulan (tiga semester) dan tentunya dapat diperpanjang jika ternyata pekerjaan skripsinya belum selesai. Namun ada juga mahasiswa yang dapat menyelesaikannya dalam waktu kurang dari 18 bulan. Lama waktu bimbingan skripsi sebetulnya relatif, karena tergantung dari intensitas pertemuan bimbingan mereka. Menurut buku pedoman PRODI Pendidikan Akuntansi (2007:87) jadwal seharusnya penyusunan skripsi ialah :

1. Mahasiswa yang mengusulkan skripsi perlu membuat jadwal kegiatan, supaya setiap bimbingan memperoleh penggal waktu yang selayaknya serta untuk memungkinkan evaluasi periodik baik oleh dosen pembimbing skripsi maupun oleh mahasiswa yang bersangkutan tentang laporan kemajuan kerja (progress report). Daftar kerja disusun dalam bentuk matriks atau skema batang yang menunjukkan jenis dan waktu kegiatan yang direncanakan dalam penyelesaian skripsinya.

2. Dosen bersama mahasiswa secara reguler menentukan jadwal bimbingan bersama.

2. Pengertian Bimbingan

Bimbingan adalah pertolongan yang diberikan oleh seseorang yang telah dipersiapkan (dengan pengetahuan, pemahaman, keterampilan-keterampilan tertentu yang diperlukan dalam menolong) kepada orang lain yang memerlukan pertolongan. Bimbingan selalu merupakan bentuk pertolongan dari seseorang kepada orang lain; biasanya oleh seorang yang dalam kondisi dapat menolong kepada seseorang yang memerlukan pertolongan dari fihak penolong. Oleh sebab itu maka situasi membimbing selalu merupakan situasi menolong, dan hubungan antara pembimbing dan yang dibimbing merupakan hubungan menolong.

Untuk dapat memperoleh pengertian yang lebih jelas, di bawah ini akan dikutip beberapa definisi (Ahmadi, 1977:4)

1) Menurut Crow & Crow, guidance dapat diartikan sebagai “bantuan yang diberikan olah seseorang baik pria maupun wanita, yang memiliki pribadi yang baik dan pendidikan yang memadai, kepada seorang individu dari setiap usia untuk menolongnya mengemudikan kegiatan-kagiatan hidupnya sendiri, mengembangkan arah pandangannya sendiri, menentukan pilihannya sendiri dan memikul bebannya sendiri”

2) Menurut Stopps, bimbingan ialah “suatu proses yang terus menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya secara maksimal dalam mengarahkan manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat”

3) Menurut Jear Book of Education, 1955, bimbingan adalah “suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial”

4) Arthur J. Jones memberikan pengertian guidance sebagai berikut ;

“guidance is the assistance given to individuals in making intelligent chooses and adjustment in their lives. The ability is not innate it must be developed. The fundamental purpose of developed in each individual up to the limit of his capacity, the ability to solve his own problems and make his own adjustment”

Dari definisi-definisi tersebut di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa pada prinsipnya bimbingan itu adalah merupakan pemberian pertolongan. Pertolongan tersebut merupakan hal yang prinsipil.

3. Tujuan Bimbingan

Secara singkat, tujuan bimbingan adalah memberikan pertolongan kepada individu yang ditolong agar ia dapat mencapai atau memiliki kehidupan yang layak dan bahagia di manapun ia berada. Adapun tujuan dari bimbingan, yaitu (Ahmadi, 1977:11):

a. Pengenalan terhadap diri sendiri, den penerimaan terhadap diri sendiri b. Penyesuaian diri terhadap lingkungan (sekolah, rumah, masyarakat)

c. Pengembangan potensi semaksimal mungkin d. Pemilihan jurusan studi atau pemilihan jabatan e. Pemecahan masalah dengan baik dan realistis 4. Metode Pelayanan bimbingan

Pada dasarnya metode pelayanan bimbingan ada dua macam, yaitu pendekatan sistem kelompok dan pendekatan sistem individual (Ahmadi, 1977:110)

1) Pelayanan bimbingan secara kelompok

Tehnik ini digunakan dalam membantu mahasiswa memecahkan kesulitan-kesulitannya dengan bersama-sama mahasiswa yang lain dalam satu kelas, atau di luar kelas. Pelayanan bimbingan berkelompok, biasanya dapat berubah menjadi situasi diskusi/bertukar pikiran dan pengalaman, mereka saling bebagi pengetahuan dan pikiran mereka dalam rangka menyelesaikan masalah yang mereka hadapi yang berkaitan dengan proses belajar mengajar atau masalah pribadi mereka. Jadi dosen di sini hanya memberikan pengarahan-pengarahan saja agar kelas tetap terkendali. Kelemahan dari pelayanan bimbingan kelompok ini adalah bahwa semakin banyak mahasiswa dalam kelas tersebut semakin sulit untuk dikendalikan dan diperhatikan secara mendalam karena semakin bervariasi pula sikap dan sifat mereka, sehingga perlu waktu yang cukup banyak untuk dapat melakukan bimbingan dengan lancar.

Dalam melakukan bimbingan individual ini biasanya terjadi karena bervariasinya permasalahan yang dihadapi mahasiswa sehingga perlu bimbingan secara bertatap muka. Hal ini bertujuan agar serumit apapun masalah dapat diketahui pasti dan segera dicari jalan keluarnya

Selain dengan kedua metode di atas ada sekelumit yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen saat bimbingan jadi selain mereka berbicara empat mata kadang dapat dilakukan dengan berbagai cara, ada yang dengan duduk berhadapan, duduk bersebelahan, dan ada yang dilakukan di dalam kelas setelah dosen mengajar atau di kantor dosen pada saat senggang. Namun karena waktu yang begitu mahalnya mahasiswa kadang memberanikan diri untuk mengganggu perjalanan dosen menuju ruangannya jadi konsultasi dilakukan sambil jalan sepanjang kampus agar mahasiswa tersebut tidak perlu mengantri untuk bimbingan apalagi harus menunggu waktu istirahat dosen pembimbing.

5. Hambatan-hambatan dalam Bimbingan

Kesulitan dalam pelayanan bimbingan akademik, pada dasarnya timbul karena kurang siapnya mahasiswa terhadap hasil kerjaan mereka sehingga mereka mengalami kebingungan saat melakukan bimbingan. Yang dimaksud dengan kesiapan (readiness) di sini merupakan kapasitas (kemampuan potensial) fisik maupun mental untuk belajar, disertsi harapan ketrampilan yang dimiliki dan latar belakang untuk mengerjakan sesuatu (Ali ,dkk., 1984:15). Selain faktor kesiapan ada juga faktor minat dan konsentrasi

dimana kedua hal tersebut saling berkaitan. Konsentrasi sering kali ditimbulkan oleh adanya minat. Minat pada dasarnya merupakan perhatian yang bersifat khusus, sedangkan konsentrasi muncul akibat adanya perhatian. Yang menjadi persoalan adalah pertama, bagaimana membuat pikiran menjadi terpusat (konsentrasi)? Kedua, apakah setiap mahasiswa mampu memusatkan pikirannya terhadap bahan yang dipelajari?

Dokumen terkait