BAB 4 METODE PENELITIAN
4.2. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan dibagian rekam medik RSUP H. Adam Malik Medan.
Waktu pengumpulan data rekam medik dan data dari buku catatan pasien perinatologi dilakukan pada bulan oktober dan november tahun 2016. Tempat penelitian RSUP H. Adam Malik yang merupakan rumah sakit terbesar di Medan, mempunyai fasilitas yang lengkap, dan mempunyai sistem penyimpanan rekam medis yang sistematis dan buku catatan pasien perinatologi yang juga tertulis lengkap. Hal ini menjadi tujuan utama pemilihan tempat penelitian
4.3. Populasi Penelitian
Populasi penelitian adalah semua pasien neonatus yang pernah dirawat di RSUP H. Adam Malik Medan dan telah didiagnosa mengalami sepsis. Jumlah populasi tersebut diambil dari rekam medik dan data dari buku catatan pasien perinatologi yang terdapat pada RSUP H. Adam Malik Medan selama tahun 2014-2015.
4.4. Teknik Pengumpulan Data
Data mengenai faktor risiko, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjang dari neonatus yang mengalami sepsis diambil dari rekam medik dan dilengkapi dengan data dari buku catatan pasien Perinatologi. Data merupakan data sekunder.
19
4.5. Definisi operasional
4.5.1 Penderita sepsis neonatorum adalah neonatus yang dinyatakan mengalami sindrom klinis dengan gejala infeksi sistemik dan diikuti dengan bakteremia pada bulan pertama kehidupan berdasarkan hasil diagnosis dokter dan tercatat dalam kartu status pasien atau buku daftar pasien neonatologi.
Cara pengukuran : Observasi
Alat pengukuran : Data rekam medik Hasil pengukuran : Jumlah penderita Skala pengukuran : Ordinal
4.5.2. Umur neonatus adalah umur neonatus yang tercatat dalam kartu status pasien atau buku daftar pasien neonatologi., yang dibedakan atas:
Cara pengukuran : Observasi
Alat pengukuran : Data rekam medik
Hasil pengukuran : 1. Umur 0-7 hari : Neonatal dini 2. Umur 8-28 hari : Neonatal lanjut Skala pengukuran : Ordinal
4.5.3. Jenis kelamin neonatus adalah ciri anatomi yang dimiliki oleh neonatus seperti yang tercatat dalam kartu status atau buku daftar pasien neonatologi, yang dibedakan atas:
20 bersamaan dengan suatu penyakit sepsis sesuai dengan yang tercatat dalam kartu status pasien atau buku daftar pasien neonatologi, yang dibedakan atas:
Cara pengukuran : Observasi pengolah data dengan menggunakan program komputer. Kemudian disajikan dalam bentuk Tabel.
21
BAB 5
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
5.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Rumah sakit ini dibangun di atas tanah 10 Ha dan terletak di Jalan Bunga Lau No. 17 Km 12 Kecamatan Medan Tuntungan, Kotamadya Medan, Propinsi Sumatera Utara. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit kelas A sesuai dengan SK Menkes No. 335/Menkes/SK/VII/1990. Disamping itu, RSUP H. Adam Malik adalah Rumah Sakit Rujukan untuk wilayah pembangunan A yang meliputi Propinsi Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. RSUP H. Adam Malik juga ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 502/Menkes/IX/1991 tanggal 6 September 1991 yang memiliki visi sebagai pusat unggulan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Secara resmi pusat pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dipindakan ke RSUP H. Adam Malik pada tanggal 11 Januari 1993.
5.1.2 Deskripsi Karakteristik Sampel
Sampel yang diperoleh dengan cara total sampling selama kurun waktu Januari 2014 sampai dengan Desember 2015 sebanyak 81 sampel.
22
Tabel 5.1 Distribusi frekuensi karakteristik responden
No Karakteristik respoden Frekuensi Presentase (%)
1 Umur neonatus
Neoatus Dini 69 85,2
Neonatus Lanjut 12 14,8
2 Jenis kelamin
Laki-laki 50 61,7
Perempuan 31 38,3
3 Berat badan
2500-4000 33 40,7
<2500 48 59,3
4 Angka kematian
Meninggal 24 29,6
Tidak meninggal 57 70,4
5 Penyakit Penyerta
Respiratory Distress Syndrom
35 43,2
Pnemonia 16 19,8
Cogenital disease 15 18,5
Neonatal seizure 4 4,9
Tidak ada 11 13,6
Jumlah 81 100
23
5.1.3 Distribusi Frekuensi Kejadian Sepsis Neonatorum Berdasarkan Umur Neonatus
Berdasarkan karakteristik pasien, hasil penelitian ini memperoleh karateristik umur neonatus yang mengalami sepsis terbanyak terdapat pada neonatus dini sebesar 69 (85,9%) , sedangkan pada neonatus lanjut sebesar 12 (14,8%).
Grafik 5.1 Distribusi Frekuensi Kejadian Sepsis Neonatorum Berdasarkan Umur Neonatus di RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2014-2015
5.1.4 Distribusi Frekuensi Kejadian Sepsis Neonatorum Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan karakteristik pasien, hasil penelitian ini memperoleh karateristik Jenis kelamin neonatus yang megalami sepsis terbanyak adalah pada laki-laki sebesar 50 (61,7%), sedangkan pada perempuan 31 (38,3%).
0 20 40 60 80
Umur Neonatus 69
12
Neonatus dini Neonatus lanjut
24
Grafik 5.2 Distribusi Frekuensi Kejadian Sepsis Neonatorum Berdasarkan Jenis Kelamin
5.1.5. Distribusi Frekuensi Kejadian Sepsis Neonatorum Berdasarkan Berat Badan Lahir
Berdasarkan karakteristik pasien, hasil penelitian ini memperoleh karakteristik berat badan lahir neonatus yang mengalami sepsisi terbanyak adalah neonatus dengan berat lahir rendah (<2500 gram) sebesar 48 (59,2%), sedangkan pada neonatus berat lahir normal (2500-4000 gram) sebesar 33 (40,8%).
0 10 20 30 40 50
Jenis kelamin 50
31
Laki-laki Permepuan
25
Grafik 5.3 Distribusi Frekuensi Kejadian Sepsis Neonatorum Berdasarkan Berat Badan Lahir
5.1.6 Distribusi Frekuensi Sepsis Neonatorum Berdasarkan Angka Kematian Berdasarkan karakteristik pasien, hasil penelitian ini memperoleh angka kematian neonatus sebesar 24 (29,6%), sedangkan neonatus yang tidak meninggal sebesar 57 (70,4,%)
Grafik 5.4 Distribusi Frekuensi Sepsis Neonatorum Berdasarkan angka kematian
0
26
5.1.7 Distribusi Frekuensi Sepsis Neonatorum Berdasarkan Penyakit Penyerta
Berdasarkan karakteristik pasien, hasil penelitian ini memperoleh karakteristik penyakit penyerta terbanyak pada neonatus adalah Respiratoy Distress Syndrome sebesar 35 (43,2%), diikuti dengan pnemonia sebesar 16 (19,8%), cogenital disease sebesar 15 (18,5%), Neonatal seizure sebesar 4 (4,9%) serta yang tidak ada sebesar 11 (13,6%)
Grafik 5.5 Distribusi Frekuensi Sepsis Neonatorum Berdasarkan Penyakit Penyerta bayi baru lahir
5.2 Pembahasan
Dari penelitian penelitian yang telah penulis lakukan di RSUP H Adam Malik Medan pada tahun 2014-2015. Setelah dilakukan pengolahan data maka didapati karakteristik ibu dan neonatus yang mengalami sepsis yakni umur neonatus, jenis kelamin neonatus, berat badan lahir neonatus, angka kematian neonatus dan penyakit penyerta pada neonatus.
27
5.2.1 Umur neonatus
Pada penelitian ini, kejadian sepsis berdasarkan umur neonatus lebih banyak ditemukan pada neonatus usia dini (0-7 hari) yaitu sebanyak 69 orang (85,2) berbanding 12 orang ( 14,8%) pada neonatus lanjut. Hal ini terjadi karena tinggi kejadian sepsis awitan dini yang muncul segera dalam periode pascanatal natal (kurang dari 72 jam) dan biasanya diperoleh pada saat proses kelahiran atau in utero.12 Pada dasarnya, janin masih dibungkus oleh lapisan amnion yang cukup terlindung dari mikroorganisme yang menginfeksi ibu. Meskipun kontaminasi dapat terjadi melalui beberapa cara seperti transplasenta namun hal itu juga bisa terjadi melalui jalan lahir saat proses kelahiran. Ketika terpapar mikroorganisme tubuh akan menghasilakn respon antibodi namun beberapa faktor dari ibu dan bayi serta dengan sistem imun yang tidak baik menyebabkan bayi baru lahir terkena sepsis.22 Menurut penelitian Jumah, kejadian sepsis pada neonatus dini juga berhubungan dengan keadaan infeksi saluran kemih yang dialami ibu pasca kehamilan.13
Penelitian ini mempunyai hasil yang sama seperti penelitian yang dilakukan oleh Lestari pada Tahun 2012 di RS Pringadi Medan, dimana didapatkan jumlah neonatus dini yang terkena sepsis lebih banyak daripada neonatus lanjut yaitu sebesar 90 orang (83,3%). Menurut Lestari hal ini juga dapat terjadi karena banyaknya penderita sepsis yang berat badannya lahir rendah dan umur kehamilan ibu yang kurang bulan pada penelitiannya. 14
5.2.2 Jenis Kelamin
Pada penelitian ini, kejadian sepsis berdasarkan jenis kelamin neonatus lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 50 orang (61,7%) berbanding 31 orang ( 38,3%) pada neonatus berjenis kelamin perempuan. Hal ini didukung oleh penelitian Mendoza di Filipina rasio jenis kelamin terjadinya sepsis neonatorum antara laki-laki dan perempuan 2:1. Sebuah hipotesis menjelaskan perbedaannya adalah bahwa faktor-faktor yang mengatur sintesis imunoglobulin
28
mungkin pada kromosom X, karena itu kehadiran dua kromosom menghasilkan keragaman genetik yang lebih besar dari pertahanan imunologi perempuan.14 Penelitian ini mempunyai hasil yang sejalan dengan penelitian yang di lakukan Putra di RSUP Sangalah Denpasar tahun 2012 dimana mendapatkan frekuensi kejadian sepsis lebih banyak pada neonatus berjenis kelamin laki-laki yakni sebanyak 71 orang (58,2%) dan Penelitian ini juga sejalan dengan Penelitian yang dilakukan Gebremedhin di Rumah Sakit Umum Mekelle, Etopia Utara tahun 2015 yang juga mendapatkan frekuensi kejadian sepsis lebih banyak pada neonatus berjenis kelamin laki-laki dibandingkan perempuan yaitu sebanyak 52 orang (66,7%).16,8
5.2.3 Berat Badan Lahir
Pada penelitian ini, kejadian sepsis berdasarkan berat badan lahir neonatus lebih banyak terjadi pada neonatus dengan berat badan lahir rendah sebanyak 48 orang (40,7%) berbanding dengan berat badan lahir normal sebesar 33 orang (59,3%). Hal ini karena bayi dengan berat berat badan lahir rendah beresiko tinggi mengalami infeksi atau sepsis neonatorum karena pada bayi dengan berat badan lahir rendah pematangan organ tubuhnya belum sempurna sehingga mengalami komplikasi dan berakhir pada kematian.14 Pada bayi dengan berat badan lahir rendah, menurunnya berat badan bayi dapat terjadi setiap saat, karena biasanya ada masalah pemberian air susu ibu (ASI). Akibatnnya bayi kurang atau tidak mampu menghisap ASI menderita infeksi.23 Selain itu beberapa penelitian mendapatkan bahwa pada bayi dengan berat badan lahir sangat rendah menunjukkan peningkatan kejadian sepsis awitan dini yang disebabkan oleh Escherichia coli. Namun bayi dengan berat badan lahir sangat rendah juga mempunyai resiko tinggi terkena sepsis awitan lambat dikarenakan sistem imun rendah, penggunaan ventilasi mekanik, kateter, selang endotrakeal dan prosedur lainnya.24
29
Pada penelitian ini juga memilki hasil yang sama dengan penelitian Hasanah tahun 2016 yang dilakukan di Rumah sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara yakni frekuensi kejadian sepsis lebih banyak terdapat pada Neonatus dengan berat badan lahir rendah yakni sebanyak 33 neonatus (71,7%) yang mengalami berat lahir rendah pada saat lahir.25
5.2.4 Angka Kematian
Pada penelitian ini didapatkan angka kematian pada neonatus yang mengalami sepsis yaitu sebesar 22 orang (29,6%) sedangkan jumlah angka neonatus yang tidak meninggal sebesar 57 orang (70,4%). Diagnosis awal sepsis yang sering kali sulit ditegakkan menjadi salah satu penghalang untuk memberikan penanganan secara cepat pada pasien sepsis neonatorum. Hal ini dikarenakan keadaan klinis sepsis yang muncul ke permukaan sangat beragam dan sulit dibedakan dengan penyakit lainnya. Sehingga jika sepsis tidak segera ditangani akan mengakibatkan kegagalan fungi organ yang dapat berujung pada kematian.26
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Putra di RSUP Sanglah Denpasar yang mendapatkan angka kematian sebesar 38 orang ( 30,49%).16 Tingginya proporsi tidak meninggal pada penderita sepsis neonatorum diasumsikan penderita cepat mendapatkan penanganan dan belum terlalu parah ketika sampai di rumah sakit sehingga terapi antibiotik dapat dijalankan dengan teratur dan langsung mendapat terapi suportif ketika penderita menunjukan gejala disfungsi multiorgan.14
5.2.5 Penyakit Penyerta
Pada penelitian ini didapatkan penyerta bayi baru lahir paling sering adalah Respiratoy Distress Syndrome sebesar 35 kasus (43,2%), pnemonia sebesar 16 kasus (19,8%), cogenital disease sebesar 15 kasus (18,5%), Neonatal seizure sebesar 4 kasus (4,9%). Gejala yang membuat bayi baru lahir dirawat dengan tersangka sepsis adalah sesak nafas, letargi, hipotermia, dan gejala di saluran
30
cerna . Pada beberapa kepustakaan sesak merupakan gejala tersering timbul dan penelitian oleh Chanko serta inderpreet di India Utara, 65 bayi baru lahir dari 1743 bayi lahir hidup menderita sepsis dengan gejala pnemonia sebesar 66%.
Gejeala sesak bisa timbul karena RDS atau pnemonia. Namun pada penelitian ini penyakit penyerta terbesar adalah Respiratory Distress Syndrome, Hal ini kemungkinan banyak terjadi karena karakteristik sampel sebagian besar adalah neonatus kurang bulan, yaitu 48 neonatus kurang bulan dari 81 sampel neonatus.27
31
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Dari uraian-uraian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dalam penelitian Karakteristik ibu dan neonatus yang mengalami sepsis di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2014-2015, maka diperoleh hasil, yaitu
1. Jumlah kejadian sepsis pada neonatus sebanyak 81 kasus
2. Karakteristik neonatus yang mengalami sepsis, yaitu: neonatus dini (0-7 hari) 69 kasus (85,2%), jenis kelamin neonatus laki-laki sebesar 50 kasus (61,7%), berat badan lahir rendah 48 kasus (59,3%), penyakit penyerta respiratory distress syndrom 35 kasus (43,2%)
3. Angka kematian neonatus yang mengalami sepsis sebanyak 24 kasus (29,6%)
6.2 Saran
1. Perlu peningkatan kualitas pelayanan oleh petugas kesehatan di RSUP Haji Adam Malik Medan dalam mediagnosis dini dan pemberian terapi sehingga menurunkan angka kematian pada neonatus yang mengalami sepsis.
2. Perlu pencatatan data pasien secara lengkap dan disarankan agar pihak rekam medik melakukan penyimpanan data rekam medik secara rapi dan sesuai dengan prosedur.
32
DAFTAR PUSTAKA
1. World Health Organization. State of the World’s Mothers 2013, Surviving The first Day. Save the Children Federation 2013:2
2. World Health Organization. 2015. Infant Mortality . Available from:
http://www.who.int/gho/child_health/mortality/neonatal_infant_text/en/
[Accesed 23 mei 2016]
3. Kementrian Kesehatan Repubik Indonesia 2014. Profil Kesehatan Indonesia 2014.. Jakarta. 2015:107-108
4. World Health Organization. State of the World’s Mothers 2014, Saving Mother and Children in Humanitarian Crises. Save the Children Federation 2014:15 5. Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar Nasional 2007, Kementrian Kesehatan
Indonesia 2013 Available from: http://www.depkes.go.id. [Accesed 14 April 2016].
6. Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar Nasional 2013, Kementrian Kesehatan Indonesia. 2013 Available from: http://www.depkes.go.id. [Accesed 23 mei 2016].
7. Simbolon D. Faktor Risiko Sepsis Pada Bayi Baru Lahir di RSUD CurupKabupaten Rejang Lebong. Buletin Penelitian Kesehatan. 2008:
Vol. 36, No. 3
8. Gebremendhin D et al. Risk Factor for Neonatal Sepsis in Public Hospitals of Mekelle City, North Ethopia,2015: Unmatched Case control Study. 2015
9. Pusponegoro HD et al. Standar Pelayanan Medis Kesehaan Anak. Edisi 1.Indonesia.IDAI.2004:286-290
10. Stefanovic IM. Neonatal sepsis. Biochemia Medica 2011;21(3):276–
81. Available: http://dx.doi.org/10.11613/BM.2011.037
11. Jawetz E, et al. Mikrobiologi Kedokteran (Medical Microbiology). Edisi 1. Salemba Medika, Jakarta. 2005:194-198
33
12. HTA (Health Technology Assessment) Dep. Kes. RI Tahun 2008.
Sepsis Neonatorum. http://www.scribd.com/doc/12912905/Final-Koreksi-Draft-Akhir13.
13. Jumah DS et al. Predictors of Mortality Outcome in Neonatal Sepsis.
The Medical Journal of Basrah University Vol. 25, No. 1, 2007
14. Lestari DA, Sarumpaet SM, Hiswani. Karakteristik penderita sepsis neonatorum rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan tahun 2010-2011. 2012
15. Gomella. TL. Neonatology Management, procedures, On-Call Problems, Diseases, and Drugs. Edisi ke-4. Lange Medical Books/McGrawHill, New York.1999:408-414
16. Putra PJ. Insiden dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Sepsis Neonatus di RSUP Sanglah Denpasar. Sari pediatri. 2012:Vol.14:206.
17. Sihotang HMI. Pengalaman Ibu Yang Memiliki Bayi Prematur di Rumah Sakit dr. Pirngadi Kota Medan.Repository USU.2011:1
18. Sarwono, Prawirohardjo. Ilmu Kebidanan, Edisi Keempat, PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta.2008:738-739
19. Sianturi P, et al. Profil Sepsis Neonatus di Unit Perawatan Neonatus RSUP.H Adam malik Medan Tahun 2008-2010. Sari Pediatri.
2012:Vol. 14,(2).
20. Monintja, HE. Beberapa Masalah Perawatan Intensif Neonatus. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.1997:218-222
21. Sitompul AT. Karakteristik Penderita Sepsis Neonatorum yang dirawat Inap di RSU Dr. Pirngadi Medan Tahun 2005-2009. 2010.
22. Hayun M, Alasiry E, Daud D, et al. The Risk Factors of Early Onset Neonatal Sepsis. American Journal of Clinical and Experimental Medicine 2015;3(3):78-82.
23. Carolous W, Rompis J, Wilar R. Hubungan APGAR Skor dan Berat Badan Lahir dengan Sepsis Neonatorum. n.d:4.
34
24. Shah BA, Bury JFP. Neonatal sepsis: An old problem with new insights. 2014.:170-178.
25. Hasanah NM, Lesatari H, Rasma. Analisa Faktor Resiko Jenis Kelamin Bayi, Bblr, Persalinan Prematur, Ketuban Pecah Dini dan Tindakan Persalinan Dengan Kejadian Sepsis Neonatus Di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi tenggara 2016. 2016:5
26. Dini FN, Andayani P, Rosida L. Hubungan Antara Masa Gestasi Dan Kejadian Sepsis Neonatorum Di RSUD Ulin Dan Banjarmasin Periode Juni 2014-juni 2015.Berkala Kedokteran Vol 12.2016:177.
27. Roeslani RD. Penelitian Awal: Faktor Risiko pada Sepsis Neonatorum awitan dini. Sari Pediatri 2013;14(6):363
Lampiran 1
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Tommy Tua Saut Baringin Nainggolan
Tempat/tanggal lahir : Pematang Siantar / 23 September 1995
Agama : Kristen Protestan
Alamat : Jalan Pemidukan Raya No. 48, Binjai
Riwayat Pendidikan : 1. TK Methodist Binjai 2000-2001) 2. SD Methodist Binjai (2001-2007) 3. SMP Negeri 2 Binjai (2007-2010) 4. SMA Negeri 2 Binjai (2010-2013)
5. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (2013-sekarang)
Riwayat Organisasi : UKM KMK USU
2
Lampiran 2
3
Lampiran 3
4
badan Status Akhir Penyakit penyerta
1. 0 Perempuan 1900 Hidup Respiratory Distress syndrom
2. 2 Perempuan 3300 Hidup Hirschprung
3. 2 Laki-laki 2850 Hidup Pnemonia
4. 0 Laki-laki 2850 Hidup Neonatal Seizure
5. 1 Laki-laki 2750 Hidup Pnemonia
6. 0 Perempuan 1900 Hidup Respiratory Distress syndrom 7. 0 Perempuan 1550 Meninggal Mikrosefali
8. 11 Laki-laki 1600 Meninggal Respiratory Distress syndrom
9. 2 Perempuan 2200 Hidup Atresia ani
10. 3 Perempuan 3000 Hidup Pnemonia
11. 3 Perempuan 1300 Meninggal Cogenital heart disease 12. 3 Perempuan 2900 Meninggal meningocele os sacrum 13. 0 Laki-laki 1800 Hidup Respiratory Distress syndrom 14. 0 Laki-laki 2400 Hidup Respiratory Distress syndrom
15. 0 Laki-laki 2780
Hidup Cogenital heart disease
16. 2 Laki-laki 2380 Hidup Hirschprung
17. 0 Laki-laki 510 Meninggal -
18. 10 Perempuan 3100 Hidup Pnemonia
19. 11 Laki-laki 2400 Hidup Respiratory Distress syndrom
20. 1 Laki-laki 2800 Meninggal Pnemonia
21. 7 Laki-laki 2700 Hidup Pnemonia
22. 1 Laki-laki 3000 Hidup Respiratory Distress syndrom 23. 0 Perempuan 1140 Meninggal Respiratory Distress Syndrom 24. 5 Laki-laki 1000 Meninggal Respiratory Distress syndrom 25. 18 Perempuan 1900 Meninggal Atresia duodeum
26. 0 Laki-laki 2290 Hidup -
32. 1 Laki-laki 2600 Meninggal Gastroshizis
33. 2 Laki-laki 2800 Hidup -
34. 3 Perempuan 2300 Meninggal meningoecencephalocle 35. 3 Perempuan 1300 Hidup Respiratory Distress syndrom 36. 3 Laki-laki 2300 Meninggal Patent Ductus Arteriosus 37. 0 Laki-laki 1250 Meninggal Respiratory Distress syndrom 38. 0 Perempuan 900 Meninggal Respiratory Distress syndrom
39. 3 Laki-laki 3000 Hidup -
Lampiran 4
DATA INDUK KARAKTERISTIK IBU DAN NEONATUS YANG MENGALAMI SEPSIS DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2014-2015.
5
40. 2 Laki-laki 2800 Hidup Hirschprung
41. 0 Laki-laki 1250 Hidup Respiratory Distress syndrom 42. 0 Perempuan 900 Meninggal Respiratory Distress syndrom
43. 3 Laki-laki 3000 Hidup Pnemonia
44. 2 Laki-laki 2820 Hidup Respiratory Distress syndrom
45. 12 Laki-laki 2500 Hidup Pnemonia
46. 0 Laki-laki 1700 Hidup Respiratory Distress syndrom
47. 0 Laki-laki 3500 Hidup -
48. 14 Laki-laki 2880 Hidup Neonatal seizure
49. 0 Perempuan 1600 Meninggal -
50. 7 Perempuan 2700 Hidup Pnemonia
51. 0 Laki-laki 1400 Hidup Respiratory Distress syndrom 52. 0 Laki-laki 1810 Hidup Respiratory Distress syndrom 53. 6 Laki-laki 1400 Hidup Respiratory Distress syndrom 54. 0 Laki-laki 2300 Hidup Cogenital Heart disease
55. 3 Laki-laki 2700 Hidup Pnemonia
56. 0 Laki-laki 2600 Hidup Respiratory Distress syndrom
57. 28 Perempuan 2500 Hidup Pnemonia
58. 0 Laki-laki 1150 Meninggal Respiratory Distress syndrom 59. 0 Perempuan 2350 Meninggal Cogenital Heart disease 60. 2 Laki-laki 2300 Meninggal Respiratory Distress syndrom 61. 0 Perempuan 1400 Meninggal Respiratory Distress Syndrom 62. 0 Laki-laki 2220 Hidup Respiratory Distress Syndrom 63. 0 Perempuan 1240 Hidup Respiratory Distress Syndrom
64. 0 Perempuan 2750 Hidup Pnemonia
65. 0 Laki-laki 1400 Hidup Respiratory Distress Syndrom
66. 22 Laki-laki 3300 Hidup Pnemonia
67. 9 Perempuan 2500 Hidup -
68. 21 Laki-laki 1800 Hidup Respiratory Distress Syndrom
69. 2 Perempuan 3300 Hidup -
70. 1 Laki-laki 1400 Meninggal Respiratory Distress Syndrom 71. 4 Laki-laki 1800 Hidup Respiratory Distress Syndrom 72. 0 Laki-laki 965 Meninggal Respiratory Distress Syndrom 73. 0 Perempuan 1250 Meninggal Respiratory Distress Syndrom 74. 0 Laki-laki 1760 Hidup Respiratory Distress syndrom 75. 0 Laki-laki 1660 Hidup Respiratory Distress syndrom 76. 17 Perempuan 3300 Meninggal Pnemonia
77. 0 Laki-laki 1200 Hidup Respiratory Distress syndrom
78. 6 Perempuan 3000 Hidup Pnemonia
79. 0 Perempuan 1090 Meninggal -
80. 0 Perempuan 2500 Hidup Neonatal Seizure
81. 0 Laki-laki 2250 Hidup Respiratory Distress syndrom
6
Lampiran 5
HASIL PENGOLAHAN DATA
umurneonatus
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Neonatus dini 69 85.2 85.2 85.2
neonatus lanjut 12 14.8 14.8 100.0
Total 81 100.0 100.0
Statistics
Umurneonat us
jeniskelami n
beratbadanla hir
stautuskemat ian
penyakitpen yerta
usiakehamil an
N Valid 81 81 81 81 81 81
Missing 0 0 0 0 0 0
7
jeniskelamin
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid laki-laki 50 61.7 61.7 61.7
Perempuan 31 38.3 38.3 100.0
Total 81 100.0 100.0
beratbadanlahir
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid normal 33 40.7 40.7 40.7
rendah 48 59.3 59.3 100.0
Total 81 100.0 100.0
stautuskematian
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid meninggal 24 29.6 29.6 29.6
hidup 57 70.4 70.4 100.0
Total 81 100.0 100.0
8
penyakitpenyerta
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Respiratiry Distress
syndrom
35 43.2 43.2 43.2
Pnemonia 16 19.8 19.8 63.0
cogenital disease 15 18.5 18.5 81.5
neonatal seizure 4 4.9 4.9 86.4
Tidak ada Tertulis 11 13.6 13.6 100.0
Total 81 100.0 100.0