• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wanita yang kufur terhadap suami dan melaknatnya (mencacinya)

Wanita Penghuni Neraka

3. Wanita yang kufur terhadap suami dan melaknatnya (mencacinya)

Ibnu Abbas radhiyallahu

‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: َلاَا ِويللاِب َنعرَُّعَْيَأ َليِا َنعرَُّعَْي ُءاَسلنلا اََِلعىَأ ُرَنلعهَأ اَتِإَْ َراينلا ُايِرُأ َرعىيدلا ينُىاَدعحِإ َلَِإ َاعنَسعحَأ عََل َناَسعحِعلإا َنعرَُّعَْيَو َهِدَ علا َنعرَُّعَْي ًرعنيَخ َكعنِم ُاعيَأَر اَم عاَلاَا اً عيَ َكعنِم عتَأَر يُص ِّطَا ا يحى . يراخبلا

Artinya: "Diperlihatkan kepadaku

paling banyak adalah wanita, mereka kufur", lalu ada yang bertanya:

"Apakah mereka kufur terhadap Allah?", dijawab oleh Nabi Muhammad

shallallahu ‘alaihi wasallam: "Mereka

kufur terhadap suami dan kufur terhadap kebaikan (para suami), jikalau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka selama satu tahun kemudian ia melihat sesuatu (keburukan) dari anda maka ia akan berkata: "Aku tidak pernah melihat suatu kebaikan pun dari kamu".

Hadits riwayat Bukhari.

Berkata Ibnu Rajab rahimahullah: "Imam Bukhari berkata: "(Maksud kekufuran adalah) kekufuran di bawah kekufuran, dan kekufuran

kadang-kadang jika dikatakan maka

tidak mengeluarkan ia dari agama, seperti kekufuran terhadap suami dan lainnya. Sedangkan jika disebutkan kekufuran dibatasi dengan sesuatu maka tidak ada permasalahan di dalam hal tersebut sebagaimana firman Allah Ta’ala:

ﭽ ﭱ ﭰ ﭯ ﭼ

Dan sesungguhnya yang menjadi maksud adalah bahwasanya kadang-kadang ada lafadz kufur lalu ditafsirkan dengan suatu kekufuran yang tidak mengeluarkan seseorang dari agama, dan hal ini sebagaimana perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘ahuma ketika mentafsiri firman Allah Ta’ala:

ﭽ ﮧ ﮦ ﮥ ﮤ ﮬ ﮫ ﮪ ﮩ ﮨ ﮭ ﭼ :ةد الما ٣٣

Beliau berkata: "Bukan kekufuran yang kalian maksudkan, tetapi maksudnya adalah bukan bentuk kekufuran yang mengeluarkan dari agama, kufur di bawah kekufuran. Diriwayatkan oleh

Al-Hakim dan beliau berkata:

"Sanadnya shahih." Fathul Bari karya Ibnu Rajab.

Ibnu Hajar rahimahullah berkata: "Sabda beliau:

) ناَسعحِعلإا َنعرَُّعَْيَو ( Artinya: "Dan mereka kufur terhadap

Seakan-akan lafadz ini penjelasan untuk lafadz "Mereka kufur terhadap

suami", karena maksudnya adalah

kufur terhadap ihsan (kebaikan) suami bukan kufur terhadap dzatnya seorang suami."

Lalu beliau berkata lagi: "Dan yang dimaksudkan dengan kufur ihsan adalah menutupnya atau menolaknya dan yang menunjukkan akan hal ini adalah lafadz yang ada di akhir hadits." Lihat kitab Fathul Bari juz 4/hal 5

Imam Nawawi rahimahullah berkata: "Di dalam hadits ini, bahwa kufur

terhadap suami dan ihsannya

termasuk dari dosa-dosa besar karena pengancaman dengan api neraka termasuk tanda bahwasanya maksiat itu dosa besar.

Beliau rahimahullah juga berkata: "Dan di dalam hadits ini menunjukkan

bahwa melaknat termasuk dari

maksiat-maksiat yang sangat berat, buruk dan tidak ada di dalam hadits ini penunjukkan bahwasanya ia adalah dosa besar karena Nabi Muhammad

shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

"Mereka (para istri) memperbanyak laknat", dan dosa kecil jika dikerjakan dalam jumlah yang banyak, maka ia akan menjadi besar dan Rasulullah

shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

"Melaknat seorang mukmin seperti membunuhnya." Lihat Kitab Al Minhaj, karya An Nawawi, juz 1/hal 176.

Faedah Dari Ibnu Hajar rahimahullah

Di dalam hadits ini ada beberapa faedah:

1. Nabi Muhammad shallallahu

‘alaihi wasallam senantiasa

menasehati umatnya.

2. Dan mengajarkan umatnya hal yang bermanfa'at bagi mereka. 3. Dan mencegah dari hal yang

membahayakan mereka.

4. Diperbolehkan seorang murid menanyakan sesuatu yang ia tidak pahami.

5. Diperbolehkan bertanya tentang sebab hukum sesuatu.

6. Penjelasan seorang guru apa yang dibutuhkan oleh seorang murid.

7. Kewajiban bersyukur terhadap orang yang memberikan nikmat. 8. Keharaman kufur terhadap

hak-hak yang telah didapatkan.

9. Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa surga dan neraka itu adalah dua makhluq yang sudah ada sekarang.

10. Disiksanya ahlut tauhid yang bermaksiat.

dinukil dari kitab Fathul Bari dengan sedikit dikurangi beberapa faedah, juz 4/hal 5.

Ada beberapa nash baik dari ayat ataupun hadits-hadits yang perlu selalu diingat oleh seorang istri yang shalihah: ﭽ ﭾﭽ ﭼ ﭻ ﭺ ﭹ ﭸ ﭷ ﭶ ﮆﮅ ﮄ ﮃ ﮂ ﮁ ﮀ ﭿ ﮎ ﮍ ﮌ ﮋ ﮊ ﮉ ﮈ ﮇ ﮑ ﮐ ﮏ ﭼ :بازحلأا ٢٢ Artinya: "Dan hendaklah kamu tetap

di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan

Rasul-Nya.Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari

kamu, hai ahlul bait dan

membersihkan kamu

sebersih-bersihnya". QS. Al Ahzab: 33.

Beberapa Hadits yang harus selalu diingat oleh seorang istri yang shalihah:

 ٍكِلاَم ِنعب ِسَنَأ عنَع ونع للها اضر ُويللا هيلَى ِويللا ِلَُسَر َلاَا َلاَا َميلَسَو ِوعيَلَع : َ َلَى عََلَو ٍرَدَبِل َدُجعسَي عنَأ ٍرَدَبِل ُ ُلع َي َو عنِم اََ ِ عوَزِل َدُجعسَى عنَأ َةَأعرَمعلا ُتعرَمََلأ ٍرَدَبِل َدُجعسَي عنَأ ٍرَدَبِل لقَح ِمََِع اََعنيَلَع ِو . هاور دحمأ .

Artinya: "Dari Anas bin Malik

radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh bagi seorang

manusia sujud kepada seorang

seorang manusia untuk sujud kepada seorang manusia maka sungguh aku perintahkan seorang wanita (istri) untuk sujud kepada suaminya karena

besarnya hak suami atasnya

(istrinya)". Hadits riwayat Ahmad dan

dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahihul Jami', no. 7725.

 نع ُدعبَع ٍدع َس ُنعب ِنَعحميرلا ونع للها اضر اَبَأ ُاع َِسَ َلاَا ييِرعدُعخا ٍديِ َس ونع للها اضر ُلَُقَني ُويللا هيلَى ِويللا ُلَُسَر َلاَا َلُ يرلا ِةَماَيِقعلا َمعََني ًةَلِزعنَم ِويللا َدعنِع ِساينلا لرَ َأ عنِم ينِإ َميلَسَو ِوعيَلَع َلَِإ اِضعَُّني اَىيرِس ُرُدعنَني يُص ِوعيَلِإ اِضعَُّنىَو ِوِىَأَرعما . هاور ملسم .

Artinya: "Dari Abdurrahman bin Sa'ad, beliau berkata: "Aku telah mendengar Abu Sa'id Al Khudriy radhiyallahu ‘anhu berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya

termasuk manusia yang paling buruk di hadapan Allah pada hari kiamat, seorang suami berkumpul dengan istrinya dan ia (istri) berkumpul dengannya kemudian ia (suami) membeberkan rahasia keduanya".

Hadits riwayat Muslim.

 عََع ِنعب ِنَعحميرلا ِدعبَع عنَع ٍف ونع للها اضر ُلَُسَر َلاَا َلاَا عاَماَىَو اَََسعَخَ ُةَأعرَمعلا عايلَى اَتِإ َميلَسَو ِوعيَلَع ُويللا هيلَى ِويللا َةينَعِا اِلُخعدا اَََّ َليِا اَََ عوَز عاَعاَعَأَو اَََ عرَنْ عاََََِّحَو اَىَرعََ حمأ هاور . ِاع ِ ِةينَعِا ِباََعنبَأ ليَأ عنِم د.

Artinya: "Dari Abdurrahman bin 'Auf, beliau berkata: "Rasulullah bersabda:

"Jika seorang wanita (istri)

mengerjakan shalat lima waktunya,

dan berpuasa pada bulan

kemaluannya dan menta'ati

suaminya, maka dikatakan

kepadanya: masuklah kedalam surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki". Hadits riwayat

Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahihul Jami', no. 660.

 رباننن ننننع وننننع للها انننضر ُونننيللا هيلنننَى ِونننيللا ُلَنننُسَر َلانننَا :لانننا :َميلَسَو ِوعيَلَع َع عمَُْلَو .ُونَنَُىَرعَْى اًدنَحَأ عمُْنَ ُرُنْ َنع ِعَنُي َو عنَأ ينَِعيَل هاور ملسم .

Artinya: Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi

wasallam bersabda: "Dan hak kalian

(para suami) atas mereka (istri-istri)

adalah agar tidak membiarkan

berbaring di atas kasur kalian seseorang yang kalian benci". Hadits

 ُونيللا هيلنَى ِونيللا ُلَنُسَر َلانَا َلانَا ُوعنَع ُويللا َاِضَر َةَرعنيَرُى ِ َأ عنَع َتانَبَنْ عانَبََُْ ِونِ اَرِْ َلَِإ ُونَىَأَرعما ُلُ يرلا اَعَد اَتِإ َميلَسَو ِوعيَلَع َناَبنعضَغ .َ ِبع ُى يتََّح ُةَِْ ََِمعلا اََعنتَنَ َل اََعنيَلَع هاور يراخبلا و ملسم

Artinya: " Abu Hurairah radhiyallahu

‘anhu berkata: "Rasulullah bersabda:

"Jika seorang suami memanggil

istrinya ke ranjangnya (untuk

melayaninya) lalu istri tersebut menolak dan suami tadi tidur dalam keadaan marah kepadanya maka para malaikat melaknatnya sampai pagi". Hadits riwayat Bukhari dan

Muslim.

ِونعيَلَع ُونيللا هيلنَى ِونيللا َلَنُسَر ينَأ ُونعنَع ُونيللا َانِضَر َةَرعنيَرُى ِ َأ عنَع ِّلننَُِّ َو َلاننَا َميلننَسَو َوَو ِوننِنعتِإِب يوِإ ٌدِىاننَ اننََُ عوَزَو َمَننُ َى عنَأ ِةَأعرننَمعلِل

ُوننينِإَْ ِهِرننعمَأ ِعهننَغ عنننَع ٍةننَقَََّنن عنننِم عاننَقََّعننَأ اننَمَو ِوننِنعتِإِب يوِإ ِوننِتعيَنب َِ َنَتعُننَى .ُهُرعطَ ِوعيَلِإ يدَتُني هاور

يراخبلا .

Artinya: "Abu Hurairah radhiyallahu

‘anhu meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidak halal bagi seorang

wanita berpuasa dan suaminya ada kecuali dengan izinnya dan tidak mengizinkan seseorang dirumahnya kecuali dengan izinnya dan tidak menafkahkan sebuah nafkah yang

bukan dari perintahnya karena

sesungguhnya setengahnya telah

diberikan kepadanya" Hadits riwayat

Bukhari.

ُوننيللا هيلننَى ِِّصننينلا َلاننَا َلاننَا اننَمَُعننَع ُوننيللا َاننِضَر ٍساننيبَع ِنننعبا عنننَع اننََعنيَلَع ُلُخعدننَي َوَو ٍمَرننعَمح يِت َسننَم يوِإ ُةَأعرننَمعلا عرِْاننَسُى َو َميلننَسَو ِوننعيَلَع

ِرُأ لوِإ ِونيللا َلَنُسَر انَي ٌلُ َر َلاَقَنْ ٌمَرعَمح اَََ َمَو يوِإ ٌلُ َر َ ُرنعخَأ عنَأ ُدني

هاور .انننَََ َم ع ُرنننعخا َلانننَقَنْ يجنننَعلحا ُدننيِرُى ِاَأَرنننعماَو اَذنننَهَو اَذنننَه ِأعيننَ َِ يراخبلا Artinya: "Ibnu Abbas radhiyallahu

‘anhu berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidak

boleh seorang wanita bepergian kecuali dengan mahramnya dan tidak masuk kepadanya seorang laki-laki kecuali bersamanya mahram", lalu

seseorang berkata: "Wahai Rasulullah,

sesungguhnya aku menginginkan

untuk berperang di peperangan ini dan ini, sedangkan istriku menginginkan haji?", Rasulullah shallallahu ‘alaihi

wasallam menjawab: "Pergilah

bersamanya". Hadits riwayat Bukhari.

 َرنننَمُع ِننننعبا عننننَع ننننع لوِإ ُسانننينلا انننََِّنيَأ انننَي َلانننَقَنْ ِةنننَيِباَعِاِب ُرنننَمُع َلاننَقَنْ انَنيِْ َميلننَسَو ِونعيَلَع ُوننيللا هيلنَى ِوننيللا ِلَنُسَر ِماننَقَمَه عمُْينِْ ُانعمُا يُص عمََُننَننُلَني َنيِذننيلا يُص عمََُننَننُلَني َنيِذننيلا يُص ِ اَحننعىَُِب عمُْيننِىوُأ َننُدعََّني َوَو ُدِىانننيدلا َدََنننعدَيَو ََُلعحَتنننعسُي َوَو ُلنننُ يرلا ََنننِلعَُّ يتَّنننَح ُبِذنننَْعلا ُناَطعيننننيدلا اننننَمََُنلِلاَ َناننننَه يوِإ ٍةَأَرعماننننِب ٌلننننُ َر ينََننننُلعَُ َو َوَأ ُدََننننعدَتعسُي َناَطعيننيدلا ينِإننَْ َةننَاعرَُّعلاَو عمُهاننييِإَو ِةننَعاَمَعِاِب عمُْعيننَلَع ََننُىَو ِدننِحاََعلا َسننَم ُوعىيرنَس عننَم َةنَعاَمَعِا عمَزنعلَنيعلَنْ ِةنينَعِا َةنَحَُبعُبُ َداَرَأ عنَم ُدَ عنبَأ ِع َننعن ِوا عنِم ُنِمعتُمعلا عمُِْلَذَْ ُوُتَ ليَس ُوعىَءاَسَو ُوُتَنَسَح هاور . يذمترلا 434 .

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma

meriwayatkan dari Umar bin

Khaththab radhiyallahu ‘anhu pada waktu beliau di Jabiyyah, beliau

berkata: "Wahai manusia,

sesungguhnya aku berdiri di hadapan

kalian sebagaimana berdirinya

dihadapan kami dulu, lalu beliau bersabda: "Aku mewasiatkan kepada

kalian untuk (berbuat baik) kepada para shahabatku kemudian orang setelah mereka, lalu orang-orang setelah mereka, kemudian

timbullah kebohongan

sampai-sampai seseorang bersumpah

padahal ia tidak diminta untuk bersumpah dan bersaksi padahal ia tidak diminta untuk bersaksi, dan ingatlah tidaklah seorang laki-laki berkhalwah dengan seorang wanita maka yang ketiganya adalah syetan dan hendaklah kalian selalu dengan jama'ah (kesatuan kaum muslimin) dan jauhilah perpecahan karena

sesungguhnya syetan bersama

seseorang yang menyendiri, dan dia dari dua orang lebih jauh, bagi yang

menginginkan tinggal ditengah-tengah surga, maka hendaklah ia berpegang teguh dengan jama'ah (kesatuan kaum muslimin), dan barangsiapa yang senang dengan

kebaikannya dan sedih dengan

keburukannya maka yang demikian itulah orang-orang mukmin". Hadits

riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam kitab As Silsilah al

Ahadits Ash Shahihah, no. 430.

 ٍراننَسَي نننب ُلننِقع َم  هيلننَى ِوننيللا ُلَننُسَر َلاننَا :َلاننَا ، ِوننعيَلَع ُوننيللا عنننِم ُوننَل ٌرنعنيَخ ٍدننيِدَح عنننِم ٍطَينعخِِبِ ٍلننُ َر ِسعأَر َِ َنننَ عطُي عنَلألأ:َميلنَسَو هبْلا َ وابرطلل هاور .لأُوَل ِّلَِتَ و ًةَأَرعما يسََيَ عنَأ Artinya: "Dari Ma'qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Sungguh ditusukkan ke

kepala seseorang dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal

baginya". Hadits riwayat Ath

Thabaraniy di dalam kitab Al-Mu'jam

Kabir dan dishahihkan oleh

Al-Albani di dalam kitab Shahihul Jami', no. 5045.

Wahai saudari-saudariku yang

muslimah…

Wahai istri-istri yang shalihah…

Perhatikanlah dan pahamilah serta hapallah akan hadits-hadits di atas lalu kerjakanlah, amalkanlah agar anda benar-benar menjadi istri yang shalihah, wanita yang mu'minah. Amin Ya Rabbal 'alamin.

Dokumen terkait