BAB IV KERJASAMA KUBA DAN TIMOR LESTE DALAM
A. Warisan Budaya Portugis Dan Spanyol
1. Warisan Budaya Portugis Di Timor Leste
Keterlibatan Portugis di Timor Leste dimulai pada abad-16 saat Portugis mencari kayu cendana di Pulau Timor yang secara sporadis berlangsung mulai 1701 hinga tahun 1755, yang kemudian melahirkan kesepakatan “Contract of Paravinici” pada tahun 1755 dimana antara Belanda dan Portugis sepakat membagi Pulau Timor menjadi dua bagian yaitu bagian barat yang berpusat di Kupang menjadi milik Belanda dan Timur yang berpusat di Dili menjadi milik Portugis.8Pada akhir abad-16 gereja Katholik pertama dibangun di lifau, Oecusse, yang menjadi basis pemerintahan Portugis pertama di Timor Leste. Portugis dan Belanda mempunyai hubungan yang tegang sebagai dua kekuatan penjajah utama di
7 Denys Lombard, Silang Budaya Buku 1 Batas-batas, Jakarta Gramedia, 2010 h.298.
8 Ibid
70
kepulauan ini, dan pada abad-18 kekuatan militer Belanda menjadi seimbang dengan kekuatan Portugis. Portugis memindahkan basisnya ke dili pada tahun 1771 dan semakin 9menitikberatkan upaya penjajahannya pada belahan Timur kepulauan ini.10
Pada abad-19, Portugis secara paksa memperkenalkan tanaman perdagangan seperti kopi di Timor dan berusaha mengkonsolidasikan pemerintahan kolonialnya dengan menerapkan pajak dan kerja paksa, yang mendorong terjadinya sejumlah pemberontakan rakyat Timor. Taktik penjajah untuk memecah-belah dan menguasai digunakan untuk memecah-belah dan melemahkan kepemimpinan tradisional Timor.
Pada tahun 1913 batas wilayah kolonial antara Timor Portugis dan Timor Belanda ditetapkan melalui sebuah keputusan oleh mahkamah internasional di Den Haag, yang kemudian dilanjutkan proses ratifikasi secara serentak (oleh pihak Portugis dan Belanda) pada tanggal 29 Agustus 1908.11
Namun, Timor Leste tetap menjadi jajahan yang terpencil dan telantar. Sewaktu orang Belanda menguasai bagian barat pulau itu pada tahun 1656, orang Portugis mundur ke bagian Timur Pulau Timur. Akhirnya, setelah menjajahnya selama lebih dari 400 tahun, orang Portugis menarik diri sepenuhnya pada tahun 1975.
9 Juwondono, Hubungan Bilateral, Defenisi dan Teori, Jakarta, Rajawali Press, 1991, Hal. 21
10 Ibid
11 Deeley, Op.Cit., hal 83.
71
12Dari 400 tahun Portugis menjajah Timor Leste banyak warisan budaya yang Portugis tinggalkan di Timor Leste.
Berikut adalah contoh-contoh warisan budaya Portugis di Timor Leste.
1.Agama Katholik
Agama orang Timor adalah perpaduan animisme dengan ajaran katolik yang diimpor.Penyembahan nenek moyang, ilmu sihir, dan spiritisme mempengaruhi setiap segi kehidupan masyarakat.Para pengunjung gereja yang rajin umumnya berkonsultasi dengan matan do’ok, atau dukun setempat, guna mencari tahu peruntungan, mengobati penyakit, atau melindungi diri terhadap Roh-roh jahat.
1. Tarian
Tarian khas portugis yang biasa disebut dance portuguesa (Foklor) dengan lincah dibawakan empat gadis remaja.
Keroncong tugu yang dimeriahkan petikan gitar okulele dan alunan gesekan biola dengan piawai dimainkan para muda-mudi.
2. Bangunan-Bangunan
Portugal meninggalkan bangunan-bangunan secara utuh di Timor Leste pada waktu Portugis meninggalkan Timor Leste sehingga akirnya Timor Leste mengenalkannya kepada dunia bahwa hasil peninggalan bangsa Portugis menawan masih di lestarikan dan di pertahankan sampai masa sekarang. Berupa gereja dan
12 Oka A.,Yoeti, MBA., Pemasaran pariwisata terpadu, angkasa Bandung 1994, hal. 24.
72
sejumlah prasasti peninggalan Portugis saat mendarat di awal abad ke 16.13 Keragaman budaya warisan Portugis yang berakulturasi dengan budaya local masih menarik minat masyarakat yang ingin meneruskan budaya tersebut. Portugis mungkin bisa menjadi teladan untuk Timor Leste mengenai bagaimana peninggalan sejarah dan warisan budaya yang dapat dipelihara, dikelola dan dilestarikan.
3. Bahasa Portugis
Bahasa Portugis merupakan bahasa ofisial di Timor Leste.
Pemerintah Timor Leste telah membuat pembukaan resmi moment kebudayaan komunitas negara-negara berbahasa Portugis(CPLP) seperti : Portugis, Anggola, Mozambique, Capeverde, Guinea- Bissau, Santo Tome dan Principe, Timor Leste.
4. keterunan kaum mestizo
kaum mestizo merupakan hasil perkawinan campur antara bangsa portugis dan penduduk pribumi yang berasal dari ras weddoid maka keturunanya mewarisi ciri kedua ras tersebut yaitu berhidung mancung namun berkulit hitam sehingga mereka disebut juga dengan portugis hitam. Mestizo, topas atau Portugis hitam menjadi suatu komunitas merdeka pada abad ke 16 hingga 18 yang
13 Kotle Philip, and Armstrong Gary, Dasar- Dasar Pemasaran, Intermedia Jakarta, 1991, hal 5.
73
memiliki pemimpin dan kepentingan politik atau ekonomi yang mandiri.
5. kesenian (utamanya musik), 6. Gaya Hidup
7. Makanan 8. Artefak
2.Warisan Budaya Spanyol Di Kuba
Kuba terdiri atas pulau Kuba (pulau terbesar di Kepulauan Antilles Besar), Pulau Pemuda dan beberapa pulau kecil disekitarnya. Nama “Kuba” konon berasal dari kata dalam bahasa Tano “cubanacan” yang berarti “tempat yang sentral”.14 Kuba pertama kali dikunjungi oleh bangsa Eropa ketika Cristoper Columbus pertama kali mendarat pada 28 Oktober 1492, diujung Timur Kuba, Cazigazgo, Diego Velazques de Cuellar memimpin invasi Spanyol, Kuba pertama-tama dijadikan basis untuk penaklukan spanyol ke benua Amerika.15
Merkantilisme Spanyol membuat negara ini mempertahankan Kuba dalamkeadaan yang relatif terisolasi dari pengaruh- pengaruh luar. Namun sejakpendudukan havana selama satu tahun
14 Gamal Suwantoro, Dasar- dasar pariwisata, Yogyakarta, 2004, hal 2.
15 Ibid
74
oleh Inggris pada 1762 setelah berakhirnya perang Tujuh Tahun, Kuba menjadi lebih terbuka, Kuba sebelum kedatangan Spanyol, dihuni oleh sekurang-kurangnya dua suku bangsa pribumi yang berbeda, yakni suku Taíno dan Siboney. Kebanyakan penduduk Kuba dari masa pra-Columbus, termasuk suku bangsa Siboney, Suku bangsa Taíno adalah petani-petani yang cakap dan suku bangsa Siboney adalah masyarakat pemburu-pengumpul dengan sedikit pertanian yang mendukungnya. Suku bangsa Taíno dan Siboney mempunyai adat-istiadat dan kepercayaan yang serupa, yaitu ritual suci yang dipraktikkan dengan menggunakan tembakau yang disebut cohoba, atau "merokok". Kuba dihuni sekitar 16.000 hingga 60.000 penduduk asli dari suku bangsa Taíno dan Siboney sebelum kolonisasi.16 Penduduk asli Kuba, termasuk suku bangsa Siboney dan Taíno, dipaksa masuk ke dalam encomiendas (semacam daerah perlindungan) pada masa pendudukan pulau Kuba oleh Spanyol. Salah satu daerah perlindungan yang terkenal adalah Guanabacoa, yang kini merupakan
Daerah suburban Havana. Banyak penduduk pribumi Kuba yang menjadi korban kebrutalan conquistador Spanyol (seperti yang dipersaksikan dan diratapi oleh banyak orang seperti Bartolomé de Las Casas) dan penyakit-penyakit yang di bawa para conquistador, yang sebelumnya tak pernah dikenal oleh penduduk
16 Ibid
75
pribumi. Kebanyakan conquistador mengambil kaum perempuan Taíno sebagai istri, dan istri tidak resmi, atau seperti yang lebih sering terjadi, sekadar sebagai pemuas kebutuhan seksual, karena sedikit sekali perempuan Spanyol yang menyeberangi Samudra Atlantik pada masa itu.17 keturunan dari conquistador dan penduduk pribumi disebut mestizo, namun penduduk menyebutnya dengan Guajiro, yang artinya "orang kita". Kini keturunan suku bangsa Taíno mempertahankan warisan leluhurnya di dekat Baracoa.
Kuba pertama-tama dijadikan basis untuk penaklukan Spanyol ke benua Amerika. Setelah penaklukan benua Amerika, harta kekayaan yang dihasilkan, emas dan perak yang ditambang, batu-batu berharga, cokelat dan produk-produk tumbuhan yang penting saat itu seperti zat pewarna dan obat-obatan, dikirim dengan kapal Spanyol dari benua Amerika dan belakangan juga dari Filipina ke Spanyol, dengan menggunakan pelabuhan-pelabuhan Kuba sebagai pelabuhan yang aman dalam perjalanannya. Pada masa ini terjadi berbagai pemberontakan penduduk pribumi, khususnya pemberontakan yang dipimpin oleh Guamá, salah satu pemimpin Taíno terakhir yang mengadakan perlawanan terhadap kekuasaan Spanyol.
Berakhirnya pemberontakan Taíno/ Siboney , muncul ancaman-ancaman lain dari para bajak laut dan kapal-kapal tentara sewaan oleh pemerintah asing. Penyerbuan juga dilakukan oleh negara-negara lain yang berusaha merebut harta milik yang telah
17 Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung, 2007, hal 11.
76
dikumpulkan oleh orang-orang Spanyol serta keturunan kolonial, yang dipandang sebagai milik Spanyol sendiri. Serangan-serangan terhadap kapalkapal dan kota-kota mengharuskan Spanyol mengadakan konvoi-konvoi untuk melindungi kapal-kapal dan membangun benteng-benteng untuk melindungi kotakota. Namun demikian, pertahanan Kuba yang paling efektif adalah demam kuning yang membunuh pasukan-pasukan penyerbu.
Merkantilisme Spanyol membuat negara itu mempertahankan Kuba dalam keadaan yang relatif terisolasi dari pengaruh-pengaruh luar. Namun sejak pendudukan Havana selama satu tahun oleh Inggris pada tahun 1762 setelah berakhirnya Perang Tujuh Tahun, Kuba menjadi lebih terbuka secara ekonomi terhadap impor budak dan kemajuan-kemajuan dalam penanaman dan pemrosesan gula.18 Benteng La Cabaña yang kukuh, yang tak pernah bisa direbut melalui penyerangan, yang sepenuhnya mendominasi Teluk Havana, dibangun tak lama setelah Havana dikembalikan kepada Spanyol, ditukar dengan Florida. Namun benteng itu belakangan terkenal sebagai tempat penghukuman mati dan penjara, mirip dengan penjara Bastille di Paris.
Pasukan kolonial Kuba ikut serta dalam tentara Spanyol pada masa Perang Revolusi Amerika, menolong Spanyol untuk merebut Florida Timur dan Florida Barat. Antara 1791 hingga 1804, banyak orang Prancis yang melarikan diri ke Kuba dari revolusi Haiti,
18 Ibid
77
membawa serta bersama mereka budak-budak dan keahlian dalam mengolah gula dan menanam kopi. 19Akibat dari banyaknya budak yang mmepunyai keahlian dalam mengolah gula, Kuba menjadi produsen gula utama dunia. Pada 1884, perbudakan dihapuskan setelah praktiknya melemah pada masa perjuangan untuk kemerdekakan Kuba.20
Perjuangan koloni ini untuk merebut kemerdekaan berlangsung sepanjang paruhan kedua dari abad ke-19 dengan perjuangan pertama yang menghasilkan Perang Sepuluh Tahun yang dimulai pada 1868. Penulis dan otak pemberontakan, José Martí mendarat di Kuba bersama para buangan pemberontak.
Pada 1895, namun lebih dari sebulan kemudian terbunuh dalam pertempuran. Jose Marti kemudian lebih dikenal sebagai pahlawan di Kuba, dan warisannya diklaim oleh para pendukung maupun lawan pemerintahan yang sekarang. Meskipun Marti menyukai Konstitusi Amerika Serikat dan populer di Amerika Serikat, Marti prihatin terhadap ekspansionisme negara itu. Sejarah bangsa Kuba diawali pada tahun 1511, ketika Diego Velazquez mendarat di Baracoa, diujung laut Kuba, untuk merebut kekuasaan pulau Kuba dari orang-orang Indian yang menghuninya.
19 “Kota Havana Kuba dan situs warisan dunia”, dalam http://www.resep.web.id/traveling/.htm 2009/ diakses tanggal 17 October 2012.
20 Ibid
78
Para penakluk itu hanya menghadapi sedikit rintangan, dan dapat menempati koloni baru itu dalam waktu empat tahun, dan mendirikan Havana dan beberapa kota kecil lainnya. Selain memberikan nama kota Havana, juga terdapat pemberian nama kota-kota baru di Kuba yang diberikan oleh Katolik Roma, antara lain:
Santiago (St. James), Sancti-Spirit (Roh Kudus, Trinidad (Trinitas). Namun, ada pula alasan politik dalam pemberian nama tempat-tempat lainnya. Ketika Colombus berlayar melalui pesisir selatan Kuba, Columbus menamakan kepulauan yang membentang disepanjang pesisir itu Jardines Da La Reina (Taman Ratu) untuk menghormati Ratu Isabela yang membiayai pelayaran-pelayaran penemuannya.
Diego Velazquez juga member nama kepulauan yang menghadap pesisir utara dengan nama jardines del Rey (Taman Raja), untuk menghormati Raja Ferdinand dari Aragon, suami Isabela. Pada tahun 1516 orang Spanyol memulai industri perkapalan di Kuba.21 Kuba berada dalam suasana yang relatif tenang, sampai pada akhir abad ke-19, yakni ketika patriot-patriot Kuba menginginkan kemerdekaan dari Spanyol, namun mengalami kegagalan. Pada tahun 1898 pecahlah perang Spanyol-Amerika, yang kemudian di
21“Amerika Latin dan kebudayaan Amerika Latin”, dalam htt://indira-a-fisip10.web.unair.ac.id/artikel detail 48240-MBP%20Amerika Latin.html/2008 diakses tanggal 30 October 2012.
79
manfaatkan oleh salah seorang pemimpin revolusi seperti Jose Marti.
Warisan budaya Spanyol di Kuba mencakup budaya yang berwujud (seperti gedung, monumen, pemandangan alam, buku, karya seni, dan artefak), budaya yang tidak berwujud (seperti cerita rakyat, tradisi, bahasa, dan pengetahuan), dan warisan alam (termasuk budaya dalam bentuk lanskap, dan keanekaragaman hayati).22
Warisan budaya merupakan sesuatu yang unik dan tak tergantikan, sehingga menjadi tanggung jawab pelestarian bagi generasi sekarang. Kekuasaan Spanyol pada masa pendudukan di Kuba banyak meninggalkan tradisi dan budaya di Kuba yang akhirnya di teruskan masyarakat Kuba karena sudah sangat melekat pada diri masyarakat Kuba. Hal ini menunjukan bahwa tradisi dan budaya yang di tinggalkan di Kuba bisa di terima di kalangan masyarakat di Kuba meskipun tradisi dan budaya tersebut bukanlah milik dari negara Kuba namun keunikan dari tradisi-tradisi ini dapat menunjukan bagaimana masa pendudukan dari negara lain yang dulu menjajah di negara mereka sehingga akirnya di jadikan sejarah masyarakat Kuba. Kondisi dan letak geografis Kuba sedikit banyak yang telah memberi pengaruh terhadap perkembangan sejarah. Pendudukan yang dilakukan bangsa Spanyol juga menjadikan Kuba sebagai negara yang multikultur.
22 Ibid
80
Spanyol mungkin bisa menjadi teladan untuk Kuba mengenai bagaimana peninggalan sejarah dan warisan budaya dipelihara, dikelola dan dilestarikan.
Spanyol tidak akan meninggalkan bangunan-bangunan tua bahkan menyayanginya dengan mengenalkannya kepada dunia bahwa mereka sungguh menawan.