• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komisaris di beberapa perusahaan yang terkait dengan operasi grup perusahaan Newmont di Indonesia. Saya menikahi seorang wanita Indonesia yang cantik bernama Nova, dan mempunyai lima orang anak laki-laki bernama Eric, Bryan, Aaron, Patrick dan Maesa.

Saya lahir dan dibesarkan di sebuah daerah pertanian di sebelah utara Minnesota, suatu tempat di Amerika Serikat bagian tengah, yang sangat dekat dengan perbatasan dengan Kanada. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, saya menjalani pendidikan di Institut Teknik Moorhead (bagian dari sistem pendidikan Universitas Minnesota), dan setelah lulus, saya bekerja di Caterpillar di bagian penjualan alat-alat berat selama tujuh tahun, masih di Minnesota. Pada tahun 1996, saya mengambil keputusan untuk berganti jalur karir, dengan mengambil sejumlah kredit universitas yang diperlukan dalam bidang pendidikan untuk memperoleh sertifikat mengajar, dan kembali untuk mengajar di institut teknik yang sama di mana saya telah lulus, yaitu Moorhead, Minnesota. Selama mengajar di institut teknik tersebut, saya juga mengikuti kuliah untuk mengambil gelar sarjana tambahan di bidang pendidikan.

Pada tahun 1979 saya dihubungi oleh Institut Teknik Dunwoody, suatu institusi terkemuka di dunia yang terkenal dengan pengembangan program tekniknya dan melakukan kegiatan konsultasi di lebih dari 20 negara asing. Saya menerima tawaran mereka untuk ditempatkan sebagai konsultan untuk merancang dan mengembangkan program pemeliharaan yang berhubungan dengan kurikulum pelatihan bagi pegawai mekanik. Kemudian saya menerima pekerjaan di Indonesia, dan sejak itu saya tinggal di Indonesia. Istri saya berasal dari Indonesia, dan karena itu saya berpikir untuk menggunakan pengalaman masa lalu saya dan mencoba sesuatu yang berbeda; bersama dengan seorang eksekutif di bidang pertambangan saya mengembangkan sebuah perusahaan konsultan pertambangan dengan fokus spesialisasi di bidang investasi dan pengembangan sumber daya alam. Salah satu dari klien saya adalah Flour Daniels, suatu perusahaan di bidang enjinering besar yang

baru saja mendapatkan kontrak untuk mengembangkan sebuah tambang yang dikenal sebagai proyek tambang Batu Hijau, untuk perusahaan pertambangan Newmont. Setelah melakukan pekerjaan konsultasi dalam jangka waktu yang singkat untuk proyek Batu Hijau, PT Newmont Nusa Tenggara mempekerjakan saya secara langsung sebagai Direktur Eksekutif dan General Manager untuk membangun dan mengembangkan tambang senilai 2 milyar dolar Amerika itu. Pada saat memasuki tahap konstruksi, proyek Batu Hijau merupakan pembangunan “tahap paling mendasar” serta pengoperasian awal tambang terbesar di dunia yang mempekerjakan lebih dari 14.000 orang selama masa konstruksi dan menciptakan lebih dari 7.000 lapangan kerja langsung untuk masa puluhan tahun mendatang, dan merupakan proyek yang bernilai kira-kira 35% dari Produk Nasional Bruto dari Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Setelah tambang Batu Hijau dioperasikan, saya tidak lagi menjabat sebagai General Manager dan Kepala Teknik Tambang PT Newmont Nusa Tenggara, dan kembali lagi ke Jakarta pada akhir tahun 1999. Pada awalnya, saya tetap menjabat sebagai Direktur Eksekutif PT Newmont Nusa Tenggara, selain saya juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Newmont Pacific Nusantara yang merupakan perusahaan yang menyediakan kebutuhan umum bagi semua anak perusahaan Newmont dan juga kegiatan eksplorasi “lapangan-lapangan baru” pada saat itu. Kira-kira pada waktu yang sama di akhir tahun 1999, saya ditunjuk oleh para pemegang saham NMR untuk menjabat sebagai sebagai Presiden Direktur NMR.

Di samping itu, saya juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Newmont Mongondow Mining, sebuah perusahaan eksplorasi Kontrak Kerja tahap lanjut yang kemudian membuat penemuan emas yang kecil, dan simpanannya dianggap terlalu kecil untuk dioperasikan oleh Newmont, sehingga kemudian dijual dan sekarang dioperasikan oleh Avocet Mining dari Inggris. Meskipun demikian, penemuan Mongondow kemudian memang menjadi sebuah tambang dan masih memberikan penghasilan bagi propinsi Sulawesi Utara sampai hari ini.

Setelah proyek Batu Hijau dioperasikan secara penuh, saya tidak lagi menjabat sebagai Direktur Eksekutif PT Newmont Nusa Tenggara, tetapi menduduki

jabatan sebagai Komisaris pada perusahaan tersebut. Setelah penjualan saham PT Newmont Mongondow Mining, yang dibeli oleh Newmont, saya lalu menjadi Presiden Direktur dari PT Newmont Horas Nauli, suatu perusahaan eksplorasi dengan sistem Kontrak Karya tahap lanjut yang lain di Sumatera Utara. Perusahaan ini juga menemukan deposit dalam jumlah yang cukup memadai dari segi kapasitas tambang, tetapi belum cukup signifikan untuk dikembangkan oleh Newmont sendiri. Baru-baru ini perusahaan ini telah dijual kepada perusahaan milik investor Australia. Penemuan deposit emas tersebut juga akan menghasilkan suatu tambang emas yang dapat dioperasikan secara komersial yang akan menyediakan lapangan kerja dan menambah pendapatan bagi daerah Sumatra Utara.

Pada awal merebaknya kontroversi Buyat di pertengahan tahun 2004, pertama-tama saya dinyatakan sebagai tersangka dan kemudian sebagai terdakwa. Isu kebohongan Buyat sendiri telah menjadi pekerjaan penuh waktu bagi saya dan bagi banyak orang lain. Karena itu, para pemegang saham mengubah posisi saya dari Presiden Direktur menjadi Komisaris dari kedua perusahaan Newmont tersebut, yaitu PT Newmont Pacific Nusantara dan PT Nemwont Horas Nauli agar saya bisa mendedikasikan waktu saya secara penuh bagi penyelesaian kasus ini.

Meskipun begitu, selama karir saya di Indonesia di bidang pertambangan, saya bisa menyatakan dengan bangga bahwa saya telah menjadi bagian dari sebuah tim yang telah menemukan dan/atau mengembangkan empat cadangan mineral dan satu kilang tembaga yang telah menghasilkan lebih dari 7 milyar dolar Amerika bagi Indonesia dalam bentuk investasi langsung, dan kemudian menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari puluhan ribu orang, dan menyentuh kehidupan ribuan orang lainnya, meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah-daerah di tempat di mana Newmont melakukan kegiatan-kegiatan usaha tersebut, dan menghasilkan beberapa milyar dolar Amerika untuk pendapatan negara. Ini adalah pencapaian utama yang betul-betul sangat saya banggakan!

Saya harus menyatakan bahwa secara keseluruhan, saya sangat beruntung. Pekerjaan saya di Indonesia telah memberikan berkah yang tak terhingga; dan

sebagai ungkapan terima kasih saya beserta istri saya telah mencoba untuk memberikan suatu kontribusi yang berharga bagi Indonesia. Upaya ini mungkin akan terkesan lebih baik jika dilihat dari dua bagian, yang keduanya sama relevannya. Yang pertama adalah bahwa saya telah berusaha memberikan sumbangan bagi pertumbuhan negara ini di luar pekerjaan saya di perusahaan-perusahaan dalam grup Newmont. Saya terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan baik Kamar Dagang Amerika maupun Kamar Dagang Internasional di Indonesia yang terkait dengan usaha-usaha mendorong pembangunan perekonomian Indonesia. Saya juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pertambangan baik pada Kamar Dagang Amerika maupun pada Kamar Dagang Internasional selama beberapa tahun, dan terlibat secara aktif dalam mempromosikan investasi di bidang pertambangan dan reformasi peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan. Saya juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pertama pada Kamar Dagang Amerika di Indonesia dan dalam jabatan tersebut saya sering bepergian ke Washington D.C. dengan anggota yang lain guna melobi Pemerintah Amerika Serikat atas nama Indonesia tentang berbagai hal, mulai dari hal-hal yang terkait dengan masalah-masalah perdagangan, sampai dengan masalah-masalah yang menyangkut investasi dan kebijakan luar negeri. Saat ini saya adalah anggota Dewan Eksekutif dan mantan Wakil Ketua Asosiasi Pertambangan Indonesia yang mempromosikan pengembangan industri pertambangan dan memperbaiki peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan yang dapat menguntungkan baik Republik Indonesia maupun para investor yang menanamkan modalnya di bidang pertambangan.

Di forum-forum internasional, saya pernah mewakili Kamar Dagang Internasional di Indonesia sebagai anggota delegasi Perserikatan Bangsa Bangsa baik untuk pertemuan regional maupun sebagai anggota delegasi untuk mewakili dunia usaha di Pertemuan Tingkat Tinggi Dunia Pembangunan Berkelanjutan (World Summit for Sustainable Development) Perserikatan Bangsa-Bangsa yang kesepuluh untuk membantu membuat kebijakan dasar bagi Pemerintah Indonesia dan dunia usaha dalam mengurangi kemiskinan dan menyusun sasaran milenium 10 tahun untuk sidang Majelis Perserikatan

Bangsa-Bangsa. Saya pernah bekerja dan menjadi anggota delegasi yang mewakili kawasan ini pada pertemuan-pertemuan dengan Bank Dunia yang terkait dengan Kajian Industri Ektraktif mereka untuk seluruh dunia dengan fokus yang sama tentang bagaimana minyak, gas bumi dan pertambangan mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf kehidupan dari negara-negara berkembang. Saya juga membantu menulis bagian ekonomi dari rencana untuk Dewan Hubungan Luar Negeri (Council of Foreign Relations) tentang bagaimana pembangunan ekonomi dapat membantu mengurangi konflik di Papua. Tidak ada satu pun dari kegiatan ini yang merupakan bagian dari deskripsi kerja resmi saya di perusahaan-perusahaan Newmont, dan hal ini telah mengambil bagian waktu saya yang berharga dari keluarga. Meskipun demikian, saya betul percaya bahwa bila seseorang tidak berusaha untuk menyediakan waktu untuk membantu mengubah dunia bersama dengan lingkungan yang kita tinggali dan berjuang untuk mengurangi kemiskinan di tengah populasi dunia yang terus bertambah, maka kondisi orang-orang miskin dan kurang mampu hanya akan bertambah buruk.

Dari sudut pribadi dan keluarga saya, kami juga merasa beruntung, dan melalui pekerjaan saya di lokasi yang berbeda-beda, kami mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu dan mengembangkan kerjasama di berbagai tempat di Indonesia, yang telah menjadi fokus utama kami. Sebagai contoh: di Mataram, Jakarta, Sumatra Utara dan Sulawesi Utara, keluarga saya terus terlibat dalam berbagai kegiatan untuk “mengkontribusikan kembali apa yang telah kami terima” atau zakat, seperti yang diperintahkan oleh agama saya atau agama lain. Kami utamanya memfokuskan kegiatan-kegiatan tersebut pada pemberian bantuan kepada orang-orang miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. Untuk upaya-upaya ini, saya harus mengatakan bahwa andil terbesar telah diberikan oleh istri saya. Kami membantu pembiayaan pendidikan dari beberapa ratus anak yang membutuhkan, menyediakan makanan dan kebutuhan primer bagi panti-panti asuhan dan di beberapa kasus memberikan bantuan perawatan kesehatan bagi mereka yang tidak mampu. Program-program bantuan kadang-kadang dilakukan dengan kerja sama dengan pihak-pihak lain dan dengan cara yang beragam, mulai dari sesuatu

yang sederhana seperti pemberian bantuan seragam dan uang sekolah, atau membantu sebagian biaya pengelolaan panti asuhan, sampai dengan sesuatu yang rumit seperti membiayai operasi otak bagi seseorang yang membutuhkan.

Saya tidak akan merinci lebih jauh lagi tentang kegiatan-kegiatan pribadi saya dan keluarga saya ini, dan saya bahkan tak akan mendiskusikan perlu atau tidaknya dihadirkan di persidangan ini sebagai bagian dari kesaksian saya. Namun, saya dapat memastikan di persidangan ini bahwa komitmen pribadi kami adalah sesuatu hal, dan di samping itu saya telah meminta atau mengharapkan komitmen yang sama, bahkan lebih tinggi, dari perusahaan di mana saya bekerja untuk melakukan hal-hal tersebut. Komitmen seperti ini juga tercermin dalam banyak aspek dan kegiatan Newmont dan anak-anak perusahaannya. Newmont dan sejumlah perusahaan lainnya adalah salah satu dari mereka yang pertama kali tiba dengan perlengkapan dan personil di Aceh sebagai bagian dari usaha kami dalam memberikan bantuan sehubungan dengan bencana tsunami. Kami merupakan salah satu yang pertama yang membawa bantuan medis ke Nias, tim penyelamat tambang kami termasuk yang pertama yang sampai di Yogyakarta setelah gempa bumi yang dahsyat terjadi di sana. Newmont juga telah menghabiskan dan terus mengeluarkan dana lebih dari empat juta dolar Amerika untuk membantu usaha-usaha penyelamatan di Aceh, dan itu belum termasuk uang pribadi dan barang-barang yang diberikan oleh setiap dan semua orang dari kami di perusahaan Newmont.

Dalam skala lokal, kehadiran NMR mungkin tidak terlalu banyak diketahui, karena kami tidak mengiklankan keberadaan kami sebagai tetangga yang baik. Kami tidak mencari publisitas atau penghargaan, kami adalah kami, tidak kurang tidak lebih. Meskipun demikian, saya tidak akan terkejut bila air bersih yang diminum oleh banyak para korban banjir disediakan oleh perusahaan kami, dan saya juga tidak akan terkejut bahwa mesin pembongkar tanah yang membuka jalan setelah longsor di Sulawesi Utara disediakan oleh NMR, dalam rangka menjadi tetangga yang baik di saat yang dibutuhkan.

Saya sangat puas dengan pencapaian NMR di propinsi Sulawesi Utara. Kepuasan ini tidak berkurang oleh fakta, di mana seorang wanita dengan tingkah dan motif yang aneh, didorong oleh para pengacau dan dengan biaya dari seorang politikus, mengajukan tuduhan bahwa air laut dan ikan-ikan yang bersih telah menyebabkan “penyakit Minamata”. Kepuasan ini tidak pula berkurang karena adanya beberapa pejabat KLH dan beberapa orang yang berlagak seperti ilmuwan yang ikut-ikutan karena melihat adanya keuntungan politis dan keuntungan pribadi, yang mempersalahkan suatu perusahaan asing atas perbuatan-perbuatan yang tidak pernah dilakukan. Kepuasan ini juga tidak berkurang oleh adanya bias dan perilaku tidak profesional dari Kepolisian dan Tim Jaksa Penuntut Umum dalam kasus ini. Sebenarnya, tidak ada sesuatu pun yang akan mengurangi kebanggaan yang ada pada diri saya, apabila saya memandang peran NMR sebagai bagian masyarakat Sulawesi Utara selama 20 tahun belakangan ini.

Dokumen terkait