F. Sebagai Kontrol Pembangunan
2.6 Wayang Golek
Seni Wayang Golek adalah bentuk pertunjukan boneka kayu dengan ukiran berkarakter Sunda. Pertunjukan ini biasanya dilakukan malam hari mulai pukul 22.00 hingga dini hari atau sekitar pukul 04.00, mengambil cerita dari evos Ramayana karya Valmiki atau Mahabrata karya Vyasa. Kesenian ini kerap dipergelarkan dalam rangka perayaan khitanan atau perkawinan. Pada perkembangannya, pertunjukan wayang golek ini pun kerap dipentaskan untuk event peresmian sebuah gedung atau institusi atau dalam event ulang tahun sebuah institusi.
Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat popular. Orang sering menghubungkan kata wayang dengan bayang, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, dimana muncul bayangan-bayangan. Di Jawa Barat, selain wayang kulit, yang paling populer adalah wayang golek. Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam diantaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang wong, dari semua wayang itu dimainkan oleh seorang dalang sebagai pemimpin pertunjukan
41
yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakan antawacana, mengatur gamelan mengatur lagu dan lain-lain.
Sebagaimana alur cerita pewayangan umumnya, dalam pertunjukan wayang golek juga biasanya memiliki lakon-lakon baik galur maupun carangan yang bersumber dari cerita Ramayana dan Mahabarata dengan menggunakan bahasa Sunda dengan iringan gamelan Sunda (salendro), yang terdiri atas dua buah saron, sebuah peking, sebuah selentem, satu perangkat boning, satu perangkat boning rincik, satu perangkat kenong, sepasang gong (kempul dan goong), ditambah dengan seperangkat kendang (sebuah kendang Indung dan tiga buah kulanter), gambang dan rebab. Pola Pengadegan Wayang Golek Purwa ala Pasundan adalah sebagai berikut :
A. Tatalu, dalang dan sinden naik panggung, gending jejer/kawit, murwa, nyandra, suluk/kakawen, dan biantara;
B. Babak Unjal, Paseban, dan Bebegalan; C. Nagara Sejen;
D. Patepah;
E. Panakawan / Goro – Goro; F. Tutug.42
42 http://www.bandungtourism.com/tododet.php?q=Wayang%20Golek (Diakses Senin, 11 November 2014, pukul 14.00 WIB)
2.6.1 Komponen Wayang Golek
Dalam seni Wayang Golek memiliki beberapa komponen atau unsur utama dan pendukung berlangsungnya pagelaran dalam menyampaikan sebuah cerita atau lakon. Dan berikut beberapa komponen dalam wayang golek:
A. Dalang
Dalang mempunyai peranan utama dalam suatu pertunjukan wayang golek, sedangkan jurukawih dan para nayaga lainnya merupakan pembantu dan pendukung. Dia adalah producer, director, dan actor sekaligus, yang mendapat sorotan utama dari para penonton.43
B. Jurukawih
Dalam suatu pagelaran wayang golek, jurukawih akan mampu menggerkan hati penonton. Dalam hubungan ini ada dua hal yang penting yaitu teknik penyajian dan pilihan kata-kata:44
C. Wiraswara
Wiraswara merupakan pendukung peranan dalang dan jurukawih, peranan wiraswara juga tidak kurang pentingnya. Paduan yang kompak antara dalang dengan wiraswara dan antara jurukawih dengan wiraswara sangat menentukan keberhasilan penerangan dalam menyampikan sebuah lakon. Terlebih dalam dialog antara dalang dengan wiraswara, pihak wiraswara harus benar-benar responsif, dalam arti kata ia harus memberikan tanggapan dan jawaban yang menghidupkan, bukannya yang mematikan percakapan.
43 Onong Uchjana Effendy, Dinamika Komunikasi, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2008, hlm.138
44
Prakarsa bisa timbul pada diri Dalang secara seketika, yang dalam dialog dengan wiraswara harus ditanggapi oleh wiraswara dengan cekatan dan spontan penuh prakarsa pula.45
2.6.2 Tokoh Wayang Golek
Wayang golek yang merupakan sebuah peragaan cerita tentunya mempunyai tokoh yang bermain didalam sebuah pagelaran. Dan berikut beberapa tokoh dalam wayang golek:
A. Bima
Bimasena / Bima atau yang terkenal dengan Werkudara merupakan tokoh protagonis bahkan heroik dalam cerita wayang Mahabarata. Ia mempunyai watak kesatria, suka menolong, cinta kasih kepada saudara dan sesama. Bima mempunyai senjata, yaitu Kuku Pancanaka, Gada Rujakpolo dan Lambitamuka.
B. Arjuna
Dalam cerita pewayangan Mahabarata, Arjuna juga merupakan tokoh protagonist. Ia terkenal dengan ketampanan dan kelembutan hatinya. 46
Arjuna adalah putra Pandu yang ketiga dari ibu Dewi Kunti. Disebut juga panengah Pandawa. Arjuna memiliki senjata pusaka, yaitu keris Pancaroba, Ali-ali Ampal dan panah pasopati. Arjuna sangat taat kepada gurunya, yaitu
45 Ibid, hlm. 143
46
Resi Drona dari kerajaan Astina. Arjuna Memilika putra salah satunya adalah Abimanyu.47
C. Dursasana
Dursasana berasal dari kata dur dan sasana. Dur berarti buruk, dan sasana berarti tempat. Dursasana berarti tempat selalu berbuat buruk dimana-mana. Ia memiliki watak yang tidak jauh dari arti namanya yaitu arogan, jahat, angkuh, banyak bicara kasar, sombong. Karena sifatnya inilah yang menjadikan keinginannya tidak pernah tercapai.
D. Nakula dan Sadewa
Nakula dan Sadewa merupakan kesatria kembar. Mereka masuk dalam Pandawa Lima yang keempat. Mereka merupakan tokoh protagonist dalam cerita Mahabarata. 48
E. Cepot
Cepot adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen (sebetulnya Cepot lahir dari Saung). Wataknya humoris, suka banyol ngabodor, tak peduli kepada siapa pun baik ksatria, raja maupun para dewa. Kendati begitu lewat humornya dia tetap memberi nasehat petuah dan kritik.
Kehadirannya dalam setiap pagelaran wayang golek sangat dinanti-nanti karena kekocakannya. Asep Sunandar Sunarya menjadikan si Cepot sebagai
47http://www.jejaring.web.id/mengenal-wayang-golek-dari-jawa-barat/, (Diakses: Selasa, 17 Maret 2014, Pukul 20:15 WIB)
48
kokojo/tokoh unggulan pada setiap pagelaran. Bahkan tanda tangan Asep Sunandar ditulis atas nama Cepot.
F. Semar Badranaya
Semar Badranaya adalah penjelmaan dewa, yakni Batara Ismaya. Istrinya bernama Sutiragen putra Raja dari kerajaan Sekarnumbe. Anaknya bernama Cepot, Dewala dan Gareng. Mempunyai bentuk unik. bertubuh hitam berwajah putih.
Disebut pria tapi berbuah dada dan berbokong besar. Disebut wanita tapi berjakun. Disebut masih anak-anak atau muda tetapi berkulit keriput. Disebut berdiri tapi duduk disebut duduk tetapi terlihat berdiri. Disebut sudah tua tetapi berkuncung di kepalanya. Bermakna setiap manusia baik pria, wanita, orang tua atau anak-anak muda seharusnya berhati bersih, suci seperti putihnya wajah semar.
G. Hanoman/Anoman
Anoman Perbancana Suta atau Hanoman, kera berbulu putih putra Batara Guru dari Dewi Anjani. Anoman memiliki beberapa ajian.
1. Aji Pancasona, kekuatan menerima bacokan musuh.
2. Bayu Bajra, pukulan dengan tenaga ratusan kali sehingga bisa menjepit gunung sonara-sonara untuk menjepit tubuh dasamuka.
3. Pancanaka, kuku ibu jarinya yang bisa digunakan sebagai senjata pembunuh yang hebat.
5. Sirna Bobot, aji untuk meringankan tubuh saat terbang atau pun loncat.
H. Arjuna
Arjuna adalah putra Pandu yang ke-tiga dari ibu Dewi Kunti. Disebut juga panengah Pandawa Tinggal di Madukara, bagian dari kerajaan Amarta, Berparas tampan, banyak disukai wanita. Memiliki senjata pusaka keris Pancaroba, Ali-ali Ampal dan panah Pasopati, Arjuna sangat taat kepada gurunya, yaitu Resi Drona dari kerajaan Astina. Memilika putra salah satunya adalah Abimanyu.
I. Gatot Kaca
Gatot Kaca sakti mandraguna dengan segala ilmu dan aji-aji pamungkasnya seperti Brajamusti, Krincing Wesi, Bajingiring, Garuda Ngapak dan sebagainya. Dipercaya menjadi panglima perang negara Pringgadani. Dikenal dengan julukan otot kawat, tulang baja, daging besi. 49
49 http://www.jejaring.web.id/mengenal-wayang-golek-dari-jawa-barat/ (Diakses Selasa, 17 Maret 2014, pukul 20.04 WIB)