Gambar I. Wet Test Meter
1. Sediakan wet test meter.
2. Hubungkan selang aliran gas yang akan diukur laju alirnya 3. Nyalakan aliran gas, atur pengukuran pada rotameter.
4. Hitung waktu yang diperlukan untuk wet test meter melakukan sekali putaran. 5. Variasikan ukuran pada rotameter, dan ulangi langkah 4.
MSDS
Tabel A.1. MSDS Penelitian
No Bahan Sifat Bahan Tindakan Penanggulangan
1 Agar Menyebabkan iritasi mata, gangguan pernafasan dan pencernaan.
Padatan Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.
2 Aqua dm Tidak berbahaya bagi mata, kulit dan tidak berbahaya bila tertelan atau terhirup.
Cairan tidak berbau dan tidak berwarna Titik didih: 100°C
Tidak diperlukan.
3 Aluminium Sulfat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Padatan putih tidak berbau
Titik didih: 117°C Titik leleh: 105°C
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis.
4 Amonium Sulfat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Padatan tidak berbau Titik leleh: 280°C
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis.
5 Asam Borat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan, mempengaruhi sistem saraf, hati, dan ginjal
Padatan tidak berbau Titik didih: 300°C Titik leleh: 169°C Hindari pemanasan
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis.
6 Asam Nikotinat (Niasin)
Sangat berbahaya bila terkena kulit, mata dan terhidup. Berbahaya bila tertelan.
Padatan
Titik leleh: 236,6°C
Bilas mata dengan air paling tidak 15 menit. Bilas kulit dengan air dan sabun yang tidak bersifat abrasif. Bila terhirup segera cari udara segar.
7 Asam Sulfat Berbahaya bila terkena kulit, mata, terhirup dan tertelan.
Cairan tidak berwarna, berbau ketika panas, memiliki rasa asam kuat.
Titik didih: 270°C Titik leleh: -35°C
(kemurnian 93%
hingga 100%)
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit. Bilas kulit dengan sabun disinfektan. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.
8 Bacto Malt
Extract
Tidak mengandung komponen berbahaya.
Serbuk yang memiliki bau khas
Bila terkena kulit bilas dengan air dan sabun. Bila terkena mata segera bilas dengan air paling tidak 15 menit. Bila saat terhirup dan tertelan menimbulkan gangguan pernafasan, serta setelah kontak dengan mata menimbulkan iritasi, segera hubungi dokter.
9 Bacto Yeast
Extract
Tidak mengandung komponen berbahaya.
Serbuk berwarna krem yang memiliki bau khas
Bila terkena kulit dan mata segera bilas dengan air paling tidak 15 menit. Bila saat terhirup dan tertelan menimbulkan gangguan pernafasan, serta setelah kontak dengan mata menimbulkan iritasi, segera hubungi dokter.
10 Besi Sulfat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan, mempengaruhi hati
Padatan berwarna hijau –biru, tidak berbau
Titik leleh: 64°C
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis.
11 d-biotin Menyebabkan iritasi kulit Kristal putih Titik leleh: 229°C Hindari pemanasan
Bilas kulit dengan air paling tidak 15 menit
13 Kalsium Klorida Dihidrat
Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Padatan tidak berbau Titik leleh: 175,5°C Higroskopik
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis
14 Kalsium Pantotena t
Berbahaya bila terkena mata. Menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernafasan dan gangguan pencernaan.
Padatan berwarna putih, hampir tidak
memiliki bau,
memiliki rasa manis dan aftertaste pahit. Titik leleh: 195°C
Bilas mata dengan air paling tidak 15 menit. Bilas kulit dengan air dan sabun. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.
15 Kobalt Klorida Dihidrida
Mempengaruhi sistem saraf, hati, dan ginjal; alergi saluran pernafasan, mempengaruhi kerja tiroid, paru-paru, dan ginjal
Kristal merah tidak berbau
Titik didih: 110°C Titik leleh: 86°C
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis
16 Magnesium Sulfat Berbahaya jika tertelan Tidak berwarna putih berbau, Titik leleh: 1120- 1150°C
Hindari api dan pemanasan
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis
17 Mangan(II) Sulfat Tetrahidra t
Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Padatan berwarna merah muda
Titik leleh: 26-27°C Hindari pemanasan
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis
18 Myo-inositol Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan dan pencernaan.
Padatan putih Titik leleh: 224,5°C
Bilas mata dengan air paling tidak 15 menit. Bilas kulit dengan air dan sabun. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.
19 Piridoksal Hidroklor ida
Berbahaya bila terkena mata dan tertelan. Menyebabkan iritasi kulit dan gangguan pernafasan.
Padatan
Titik leleh: 165°C (terdekomposisi)
Bilas terkena mata segeran cari
pertolongan medis. Bilas kulit dengan air dan sabun yang tidak bersifat abrasif. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.
20 Kalium Iodida Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Kristal putih tidak berbau
Titik didih: 1330°C Titik leleh: 681°C
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis
21 Kalium Fosfat Monobasi c
Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Kristal padat putih, tidak berbau
Titik leleh: 253°C
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis
22 Sodium Molibdat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Serbuk putih, tidak berbau
Titik leleh: 687°C
Hindari api,
pemanasan dan kondisi lembab
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis
23 Tembaga Sulfat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan; mempengaruhi sistem saraf, hati, dan ginjal
Kristal putih keabuan
hingga putih
kehijauan, tidak berbau Titik leleh: 200°C Hindari kondisi lembab
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis
da Berbahaya bila tertelan, terhirup. Menyebabkan iritasi kulit.
(terdekomposisi) Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.
25 Xilosa Berbahaya jika terhirup. Menyebabkan iritasi kulit, mata dan dapat berbahaya bila tertelan.
Serbuk putih Titik leleh: 144,5°C
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit. Bila terhirup segera cari udara segar.
26 Zinc Sulfat,7- hidrat
Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Kristal tidak berwarna, tidak berbau
Titik leleh: 100°C Hindari kondisi lembab dan pemanasan
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis
27 Polivini alkohol Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Serbuk tidak berwarna, tidak berbau
Titik leleh: 200°C
Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit. Bila terhirup segera cari udara segar, pernafasan buatan, pertolongan medis
28 Ca-alginat Menyebabkan diare, iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan
Serbuk berwarna putih dan sedikit berbau
Bilas mata dengan air banyak selama 15 menit, jika terkena kulit, basuh kulit dengan air dan sabun, jika terminum, jangan dimuntahkan, minum air 1-3 gelas, jika terdapat kesulitan bernapas, berikan oksigen.
S.04
Kecelakaan yang mungkin terjadi Penanggulangan
Tabung biakan pecah menyebabkan kontaminasi
Bersihkan dan sterilkan tempat tersebut dengan menyemprotkan alkohol
Tangan terluka karena menyentuh alat panas
Hindari panas dari benda-benda saat peralatan bekerja dan menggunakan sarung tangan
Kapas terbakar Hindari kapas dari sumber api saat
melakukan proses pemindahan biakan dari agar miring ke labu inokulasi atau dari labu inokulasi ke fermentor Larutan fermentasi tumpah dari
fermentor
Bersihkan dan keringkan
Perlengkapan keselamatan kerja
Bandung, 6 Mei 2013 Ketua Satuan Tugas Keselamatan Kerja,
Dr. Yogi Wibisono Budhi
Dosen Pembimbing,
Dr. Made Tri Penia Kresnowati
Safety Unit Last updated: Mei 2013
Contact: 2500989 ext 424
.. Biakan agar dibuat dengan cara aseptik, hati-hati saat dekat dengan api
.. Proses sterilisasi alat dengan autoklaf Jangan ditinggal
.. Pastikan kebersihan lingkungan kerja supaya tidak terkontaminasi
.. Jika terjadi kebocoran, segera dibersihkan
.. Sterilkan hasil fermentasi sebelum dibuang
.. Pastikan hubungan listrik dan panas sudah terputus
Pasca Percobaan Percobaan Berlangsung Persiapan Bahan dan Alat
INSTRUKSI KERJA
(WORK INSTRUCTION)
Judul Penelitian Pengembangan Proses Fermentasi Xilitol dari Hidrolisat Tandan Kosong Sawit
Nama Mahasiswa Arti Murnandari NIM 13010036
Jasmiandy NIM 13010063
Dosen Pembimbing Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati Prof. Dr. Tjandra Setiadi
1. Siapkan medium agar untuk peremajaan mikroba.
2. Oleskan mikroba ke dalam medium agar yang telah disiapkan lalu inkubasikan di dalam inkubator bertemperatur 30oC selama 2 hari.
3. Siapkan fermentor dan labu erlenmeyer yang diperlukan untuk tempat nutrien dan gula serta untuk keperluan inokulasi.
4. Siapkan larutan nutrien untuk fermentasi dan larutan gula sebagai substrat. 5. Sterilisasi nutrien dan larutan gula.
6. Ambil 3 ose mikroba dari biakan yang telah diremajakan selama 2 hari dan kemudian masukkan ke dalam labu inokulasi.
7. Lakukan proses inokulasi selama 2 hari dengan meletakkan labu inokulasi di atas
shaker.
8. Nyalakan shaker.
9. Setelah 2 hari dari proses inokulasi, matikan shaker.
10. Ambil labu inokulasi dan masukkan ke dalam fermentor yang telah berisi nutrien dan larutan gula.
11. Atur kondisi proses fermentasi
12. Ambil sampel dengan menggunakan syringe melalui selang yang ada pada fermentor.
13. Analisis sampel menggunakan spektrofotometer dan HPLC 14. Lakukan fermentasi selama kurang lebih 2-3 hari.
15. Setelah alat selesai digunakan: a. Matikan fermentor dan bersihkan
CATATAN KESELAMATAN
Selalu pastikan bahwa meja dan daerah di sekitar Anda sudah bersih dan kering sebelum meninggalkan ruangan laboratorium
HAZOP (Hazard and Operability) Alat Percobaan
Hazop (Hazard and Operability) of Experimental Setup
Judul Penelitian Pengembangan Proses Fermentasi Xilitol dari Hidrolisat
Tandan Kosong Sawit
Nama Mahasiswa Arti Murnandari 13010036
Jasmiandy 13010063
Dosen Pembimbing Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati
Prof. Dr. Tjandra Setiadi
N o
Guide Word+Paramete
r
Penyebab Konsekuensi Safeguard Tindakan
yang dibutuhkan 1 Pecahnya tabung reaksi berisikan biakan mikroba Terjatuh atau retak karena perubahan temperatur mendadak Kontaminasi lingkungan Peletakan alat di tempat yang aman Berhati-hati saat meletakkan alat kaca dan menghindari perubahan temperatur mendadak 2 Kebocoran pada selang sampling Lubang Kontaminasi, dan sampel tumpah Pengecekan selang sebelum dipakai Bersihkan tumpahan, bila perlu gunakan alkohol dan segera ganti dengan selang baru 3 Kontak langsung dengan sumber panas Bersentuhan dengan pemanas
Luka bakar Sarung
tangan Menggunakan sarung tangan saat memanaskan larutan dan mebiakkan mikroba 4 Kapas terbakar pada proses aseptic Kapas terlalu dekat dengan sumber api Kapas terbakar dan tidak menutup kemungkinan dapat membakarkan Lab Alat pemadam api Pastikan kapas yang terbakar sudah mati dan jika api membesar padamkan dengan alat
Ketua Satuan Tugas Keselamatan Kerja,
Dr. Yogi Wibisono Budhi
Dosen Pembimbing,
Dr. Made Tri Penia Kresnowati
Safety Unit Last updated: Mei 2013
JOB SAFETY ANALYSIS
Judul Penelitian Pengembangan Proses Fermentasi Xilitol dari Hidrolisat
Tandan Kosong Sawit
Nama Mahasiswa Arti Murnandari 13010036
Jasmiandy 13010063
Dosen Pembimbing Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati
Prof. Dr. Tjandra Setiadi
Identifikasi Bahaya Mitigasi Resiko
Pecahnya tabung reaksi biakan mikroba Letakkan di tempat yang aman dan bekerja dengan hati-hati
Kebocoran pada selang sampling Lakukan pengecekan selang sebelum
digunakan dan segera ganti selang bila terjadi kebocoran
Tumpahan H2SO4 Gunakan sarung tangan
Tumpahan fermentation broth dapat menyebabkan lantai licin
Bersihkan jika terjadi
Kapas terbakar pada proses aseptik Siram kapas dengan air dan pastikan api telah mati sebelum dibuang ke tempat
sampah
Bandung, 6 Mei 2013 Ketua Satuan Tugas Keselamatan Kerja,
Dr. Yogi Wibisono Budhi
Dosen Pembimbing,
Dr. Made Tri Penia Kresnowati
Safety Unit Last updated: Mei 2013
LAMPIRAN B
PRODUKSI HIDROLISAT TANDAN KOSONG SAWIT
Proses produksi hidrolisat dilakukan melalui dua tahap proses yaitu :1. Produksi ekstrak enzim xilanase dari TKKS 2. Hidrolisis enzimatik TKKS