• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wet test meter

Dalam dokumen PENGEMBANGAN PROSES FERMENTASI XILITOL D (Halaman 91-102)

Gambar I. Wet Test Meter

1. Sediakan wet test meter.

2. Hubungkan selang aliran gas yang akan diukur laju alirnya 3. Nyalakan aliran gas, atur pengukuran pada rotameter.

4. Hitung waktu yang diperlukan untuk wet test meter melakukan sekali putaran. 5. Variasikan ukuran pada rotameter, dan ulangi langkah 4.

MSDS

Tabel A.1. MSDS Penelitian

No Bahan Sifat Bahan Tindakan Penanggulangan

1 Agar Menyebabkan iritasi mata, gangguan pernafasan dan pencernaan.

Padatan Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.

2 Aqua dm Tidak berbahaya bagi mata, kulit dan tidak berbahaya bila tertelan atau terhirup.

Cairan tidak berbau dan tidak berwarna Titik didih: 100°C

Tidak diperlukan.

3 Aluminium Sulfat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Padatan putih tidak berbau

Titik didih: 117°C Titik leleh: 105°C

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis.

4 Amonium Sulfat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Padatan tidak berbau Titik leleh: 280°C

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis.

5 Asam Borat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan, mempengaruhi sistem saraf, hati, dan ginjal

Padatan tidak berbau Titik didih: 300°C Titik leleh: 169°C Hindari pemanasan

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis.

6 Asam Nikotinat (Niasin)

Sangat berbahaya bila terkena kulit, mata dan terhidup. Berbahaya bila tertelan.

Padatan

Titik leleh: 236,6°C

Bilas mata dengan air paling tidak 15 menit. Bilas kulit dengan air dan sabun yang tidak bersifat abrasif. Bila terhirup segera cari udara segar.

7 Asam Sulfat Berbahaya bila terkena kulit, mata, terhirup dan tertelan.

Cairan tidak berwarna, berbau ketika panas, memiliki rasa asam kuat.

Titik didih: 270°C Titik leleh: -35°C

(kemurnian 93%

hingga 100%)

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit. Bilas kulit dengan sabun disinfektan. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.

8 Bacto Malt

Extract

Tidak mengandung komponen berbahaya.

Serbuk yang memiliki bau khas

Bila terkena kulit bilas dengan air dan sabun. Bila terkena mata segera bilas dengan air paling tidak 15 menit. Bila saat terhirup dan tertelan menimbulkan gangguan pernafasan, serta setelah kontak dengan mata menimbulkan iritasi, segera hubungi dokter.

9 Bacto Yeast

Extract

Tidak mengandung komponen berbahaya.

Serbuk berwarna krem yang memiliki bau khas

Bila terkena kulit dan mata segera bilas dengan air paling tidak 15 menit. Bila saat terhirup dan tertelan menimbulkan gangguan pernafasan, serta setelah kontak dengan mata menimbulkan iritasi, segera hubungi dokter.

10 Besi Sulfat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan, mempengaruhi hati

Padatan berwarna hijau –biru, tidak berbau

Titik leleh: 64°C

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis.

11 d-biotin Menyebabkan iritasi kulit Kristal putih Titik leleh: 229°C Hindari pemanasan

Bilas kulit dengan air paling tidak 15 menit

13 Kalsium Klorida Dihidrat

Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Padatan tidak berbau Titik leleh: 175,5°C Higroskopik

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis

14 Kalsium Pantotena t

Berbahaya bila terkena mata. Menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernafasan dan gangguan pencernaan.

Padatan berwarna putih, hampir tidak

memiliki bau,

memiliki rasa manis dan aftertaste pahit. Titik leleh: 195°C

Bilas mata dengan air paling tidak 15 menit. Bilas kulit dengan air dan sabun. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.

15 Kobalt Klorida Dihidrida

Mempengaruhi sistem saraf, hati, dan ginjal; alergi saluran pernafasan, mempengaruhi kerja tiroid, paru-paru, dan ginjal

Kristal merah tidak berbau

Titik didih: 110°C Titik leleh: 86°C

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis

16 Magnesium Sulfat Berbahaya jika tertelan Tidak berwarna putih berbau, Titik leleh: 1120- 1150°C

Hindari api dan pemanasan

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis

17 Mangan(II) Sulfat Tetrahidra t

Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Padatan berwarna merah muda

Titik leleh: 26-27°C Hindari pemanasan

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis

18 Myo-inositol Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan dan pencernaan.

Padatan putih Titik leleh: 224,5°C

Bilas mata dengan air paling tidak 15 menit. Bilas kulit dengan air dan sabun. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.

19 Piridoksal Hidroklor ida

Berbahaya bila terkena mata dan tertelan. Menyebabkan iritasi kulit dan gangguan pernafasan.

Padatan

Titik leleh: 165°C (terdekomposisi)

Bilas terkena mata segeran cari

pertolongan medis. Bilas kulit dengan air dan sabun yang tidak bersifat abrasif. Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.

20 Kalium Iodida Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Kristal putih tidak berbau

Titik didih: 1330°C Titik leleh: 681°C

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis

21 Kalium Fosfat Monobasi c

Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Kristal padat putih, tidak berbau

Titik leleh: 253°C

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis

22 Sodium Molibdat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Serbuk putih, tidak berbau

Titik leleh: 687°C

Hindari api,

pemanasan dan kondisi lembab

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis

23 Tembaga Sulfat Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan; mempengaruhi sistem saraf, hati, dan ginjal

Kristal putih keabuan

hingga putih

kehijauan, tidak berbau Titik leleh: 200°C Hindari kondisi lembab

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis

da Berbahaya bila tertelan, terhirup. Menyebabkan iritasi kulit.

(terdekomposisi) Bila terhirup segera cari udara segar. Bila tertelan, jangan dipaksa dimuntahkan dan longgarkan pakaian yang ketat.

25 Xilosa Berbahaya jika terhirup. Menyebabkan iritasi kulit, mata dan dapat berbahaya bila tertelan.

Serbuk putih Titik leleh: 144,5°C

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit. Bila terhirup segera cari udara segar.

26 Zinc Sulfat,7- hidrat

Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Kristal tidak berwarna, tidak berbau

Titik leleh: 100°C Hindari kondisi lembab dan pemanasan

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit, pernafasan buatan, pertolongan medis

27 Polivini alkohol Menyebabkan iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Serbuk tidak berwarna, tidak berbau

Titik leleh: 200°C

Bilas mata dan kulit dengan air paling tidak 15 menit. Bila terhirup segera cari udara segar, pernafasan buatan, pertolongan medis

28 Ca-alginat Menyebabkan diare, iritasi mata, kulit, serta gangguan pernafasan

Serbuk berwarna putih dan sedikit berbau

Bilas mata dengan air banyak selama 15 menit, jika terkena kulit, basuh kulit dengan air dan sabun, jika terminum, jangan dimuntahkan, minum air 1-3 gelas, jika terdapat kesulitan bernapas, berikan oksigen.

S.04

Kecelakaan yang mungkin terjadi Penanggulangan

Tabung biakan pecah menyebabkan kontaminasi

Bersihkan dan sterilkan tempat tersebut dengan menyemprotkan alkohol

Tangan terluka karena menyentuh alat panas

Hindari panas dari benda-benda saat peralatan bekerja dan menggunakan sarung tangan

Kapas terbakar Hindari kapas dari sumber api saat

melakukan proses pemindahan biakan dari agar miring ke labu inokulasi atau dari labu inokulasi ke fermentor Larutan fermentasi tumpah dari

fermentor

Bersihkan dan keringkan

Perlengkapan keselamatan kerja

Bandung, 6 Mei 2013 Ketua Satuan Tugas Keselamatan Kerja,

Dr. Yogi Wibisono Budhi

Dosen Pembimbing,

Dr. Made Tri Penia Kresnowati

Safety Unit Last updated: Mei 2013

Contact: 2500989 ext 424

.. Biakan agar dibuat dengan cara aseptik, hati-hati saat dekat dengan api

.. Proses sterilisasi alat dengan autoklaf Jangan ditinggal

.. Pastikan kebersihan lingkungan kerja supaya tidak terkontaminasi

.. Jika terjadi kebocoran, segera dibersihkan

.. Sterilkan hasil fermentasi sebelum dibuang

.. Pastikan hubungan listrik dan panas sudah terputus

Pasca Percobaan Percobaan Berlangsung Persiapan Bahan dan Alat

INSTRUKSI KERJA

(WORK INSTRUCTION)

Judul Penelitian Pengembangan Proses Fermentasi Xilitol dari Hidrolisat Tandan Kosong Sawit

Nama Mahasiswa Arti Murnandari NIM 13010036

Jasmiandy NIM 13010063

Dosen Pembimbing Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati Prof. Dr. Tjandra Setiadi

1. Siapkan medium agar untuk peremajaan mikroba.

2. Oleskan mikroba ke dalam medium agar yang telah disiapkan lalu inkubasikan di dalam inkubator bertemperatur 30oC selama 2 hari.

3. Siapkan fermentor dan labu erlenmeyer yang diperlukan untuk tempat nutrien dan gula serta untuk keperluan inokulasi.

4. Siapkan larutan nutrien untuk fermentasi dan larutan gula sebagai substrat. 5. Sterilisasi nutrien dan larutan gula.

6. Ambil 3 ose mikroba dari biakan yang telah diremajakan selama 2 hari dan kemudian masukkan ke dalam labu inokulasi.

7. Lakukan proses inokulasi selama 2 hari dengan meletakkan labu inokulasi di atas

shaker.

8. Nyalakan shaker.

9. Setelah 2 hari dari proses inokulasi, matikan shaker.

10. Ambil labu inokulasi dan masukkan ke dalam fermentor yang telah berisi nutrien dan larutan gula.

11. Atur kondisi proses fermentasi

12. Ambil sampel dengan menggunakan syringe melalui selang yang ada pada fermentor.

13. Analisis sampel menggunakan spektrofotometer dan HPLC 14. Lakukan fermentasi selama kurang lebih 2-3 hari.

15. Setelah alat selesai digunakan: a. Matikan fermentor dan bersihkan

CATATAN KESELAMATAN

 Selalu pastikan bahwa meja dan daerah di sekitar Anda sudah bersih dan kering sebelum meninggalkan ruangan laboratorium

HAZOP (Hazard and Operability) Alat Percobaan

Hazop (Hazard and Operability) of Experimental Setup

Judul Penelitian Pengembangan Proses Fermentasi Xilitol dari Hidrolisat

Tandan Kosong Sawit

Nama Mahasiswa Arti Murnandari 13010036

Jasmiandy 13010063

Dosen Pembimbing Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati

Prof. Dr. Tjandra Setiadi

N o

Guide Word+Paramete

r

Penyebab Konsekuensi Safeguard Tindakan

yang dibutuhkan 1 Pecahnya tabung reaksi berisikan biakan mikroba Terjatuh atau retak karena perubahan temperatur mendadak Kontaminasi lingkungan Peletakan alat di tempat yang aman Berhati-hati saat meletakkan alat kaca dan menghindari perubahan temperatur mendadak 2 Kebocoran pada selang sampling Lubang Kontaminasi, dan sampel tumpah Pengecekan selang sebelum dipakai Bersihkan tumpahan, bila perlu gunakan alkohol dan segera ganti dengan selang baru 3 Kontak langsung dengan sumber panas Bersentuhan dengan pemanas

Luka bakar Sarung

tangan Menggunakan sarung tangan saat memanaskan larutan dan mebiakkan mikroba 4 Kapas terbakar pada proses aseptic Kapas terlalu dekat dengan sumber api Kapas terbakar dan tidak menutup kemungkinan dapat membakarkan Lab Alat pemadam api Pastikan kapas yang terbakar sudah mati dan jika api membesar padamkan dengan alat

Ketua Satuan Tugas Keselamatan Kerja,

Dr. Yogi Wibisono Budhi

Dosen Pembimbing,

Dr. Made Tri Penia Kresnowati

Safety Unit Last updated: Mei 2013

JOB SAFETY ANALYSIS

Judul Penelitian Pengembangan Proses Fermentasi Xilitol dari Hidrolisat

Tandan Kosong Sawit

Nama Mahasiswa Arti Murnandari 13010036

Jasmiandy 13010063

Dosen Pembimbing Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati

Prof. Dr. Tjandra Setiadi

Identifikasi Bahaya Mitigasi Resiko

Pecahnya tabung reaksi biakan mikroba Letakkan di tempat yang aman dan bekerja dengan hati-hati

Kebocoran pada selang sampling Lakukan pengecekan selang sebelum

digunakan dan segera ganti selang bila terjadi kebocoran

Tumpahan H2SO4 Gunakan sarung tangan

Tumpahan fermentation broth dapat menyebabkan lantai licin

Bersihkan jika terjadi

Kapas terbakar pada proses aseptik Siram kapas dengan air dan pastikan api telah mati sebelum dibuang ke tempat

sampah

Bandung, 6 Mei 2013 Ketua Satuan Tugas Keselamatan Kerja,

Dr. Yogi Wibisono Budhi

Dosen Pembimbing,

Dr. Made Tri Penia Kresnowati

Safety Unit Last updated: Mei 2013

LAMPIRAN B

PRODUKSI HIDROLISAT TANDAN KOSONG SAWIT

Proses produksi hidrolisat dilakukan melalui dua tahap proses yaitu :

1. Produksi ekstrak enzim xilanase dari TKKS 2. Hidrolisis enzimatik TKKS

Dalam dokumen PENGEMBANGAN PROSES FERMENTASI XILITOL D (Halaman 91-102)

Dokumen terkait