• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

3.3 Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas1 Khusus Medan

60

Gambar 3.2 Wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan 3.4 Struktur Organisasi

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, struktur organisasi pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan terdiri dari:

1. Bagian Tata Usaha

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan urusan rumah tangga Kantor Imigrasi.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Bagian Tata Usaha mempunyai tugas:

a. Melakukan urusan kepegawaian;

61 b. Melakukan urusan keuangan;

c. Melakukan urusan surat menyurat, perlengkapan dan rumah tangga.

Bagian Tata Usaha, dibawahi oleh seorang Kepala Bagian Tata Usaha (Pejabat Struktural Eselon III.b) dan 2 (dua) orang Kepala Urusan (Pejabat Struktural Eselon IV.b), yaitu Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Umum dan Kepala Sub Bagian Keuangan

2. Bidang Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian (Seksi Insarkom)

Bidang Informasi dan Surat Komunikasi Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyebaran dan pemanfaatan informasi serta pengelolaan sarana komunikasi keimigrasian di lingkungan Kantor Imigrasi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang–

undangan yang berlaku.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Bidang Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian mempunyai fungsi:

a. Melakukan pengumpulan, penelaahan, analisis data, evaluasi, penyajian informasi dan penyebaran untuk penyelidikan keimigrasian;

b. Melakukan pemeliharaan, pengamanan dokumentasi keimigrasian dan penggunaan serta pemeliharaan sarana komunikasi.

62

Bagian Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian, dibawahi oleh seorang Kepala Bidang (Pejabat Struktural Eselon III.b) dan 2 (dua) orang Kepala Seksi (Pejabat Eselon IV.b), yaitu Seksi Informasi Keimigrasian dan Seksi Sarana Komunikasi Keimigrasian

3. Bidang Lalu Lintas Keimigrasian (Seksi Lantaskim)

Bidang Lalu Lintas Keimigrasian mempunyai tugas melakukan kegiatan keimigrasian di lingkungan Kantor Imigrasi yang bersangkutan berdasarkan di bidang lalu lintas dan status peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian mempunyai fungsi:

a. Melakukan pemberian dokumen perjalanan, izin berangkat dan izin kembali;

b. Melakukan penentuan status keimigrasian bagi orang asing yang berada di Indonesia;

c. Melakukan penelitian terhadap kebenaran bukti–bukti kewarganegaraan seseorang mengenai status kewarganegaraan.

Bidang Lalu Lintas Keimigrasian, dibawahi oleh seorang Kepala Bidang (Pejabat Struktural Eselon III.b) dan 2(dua) orang Kepala Seksi (Pejabat Struktural Eselon IV.b), yaitu Kepala Seksi Perizinan Keimigrasian dan Kepala Seksi Status Keimigrasian yang berfungsi sebagai Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara

63

4. Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian

Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pengawasan dan penindakan keimigrasian terhadap orang asing di lingkungan Kantor Imigrasi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pada Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai sifat:

a. Melakukan pemantauan terhadap pelanggaran perizinan keimigrasian dan mengadakan kerjasama antar instansi di bidang pengawasan orang asing;

b. Melakukan penyidikan dan penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian.

Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasiandibawahi oleh seorang Kepala Bidang (Pejabat Struktural Eselon III.b) dan 2 (dua) orang Kepala Seksi (Pejabat Eselon IV.b), yaitu Seksi Pengawasan dan Keimigrasian dan Seksi Penindakan Keimigrasian.

5. Bidang Pendaratan dan Izin Masuk

Bidang Pendaratan dan Izin Masuk mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan keimigrasian terhadap setiap orang yang keluar atau masuk wilayah Indonesia melalui tempat Pemeriksaan Imigrasi di lingkungan Kantor Imigrasi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

64

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Bidang Pendaratan dan Izin Masuk mempunyai fungsi:

a. Melakukan penelitian terhadap penggunaan dokumen perjalanan oleh setiap orang yang masuk/keluar wilayah Indonesia.

b. Melakukan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap orang yang akan meninggalkan atau masuk wilayah Indonesia.

c. Melakukan penolakan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap orang yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Bidang Pendaratan dan Izin Masuk dibawahi oleh seorang Kepala Bidang (Pejabat Struktural Eselon III.b) dan 3 (tiga) orang Kepala Seksi (Pejabat Eselon IV.b), yaitu Seksi Unit A, Seksi Unit B, dan Seksi Unit C.

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan

3.5 Uraian Tugas Pokok dan Fungsi

65 a) Kepala Kantor Imigrasi

Tugas Pokok :

Mengkordinasikan pelaksanaan di bidang keimigrasiaan meliputi informasi dan sarana komunikasi, lintas antar negara dan perizinan, pengendalian status melakukan pengawasan dan penindakan terhadap mereka yang melanggar ketentutan keimigrasian berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku dalam rangka tertibnya pelaksanaan tugas di bidang keimigrasian.

b) Kepala Bagian Tata Usaha Tugas Pokok :

1. Menyelenggarakan urusan Tata Usaha dan melaksanakan sebagian tugas pokok Kepala Kantor di bidang Administrasi dan Ketata Usahaan, Kepegawaian, Keuangan, Perlengkapan, serta pengelolaan barang-barang inventaris kantor.

2. Mempersiapkan dan melaksanakan rapat struktural secara periodik setiap hari selasa untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan selama sepekan.

3. Mewajibkan setiap pegawai untuk melaksanakan absensi sidik jari kehadiran (finger print) pada saat datang dan pulang kantor sesuai dengan ketentuan jam kerja yang berlaku yaitu:

Senin s/d Kamis : Pukul 08.00 - 16.00 WIB Jumat : Pukul 08.00 - 16.30 WIB

c) Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Umum

66 Tugas Pokok:

Melakukan urusan kepegawaian, urusan surat menyurat, perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Kantor Imigrasi sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri dan berdasarkan Peraturan perundang – undangan yang berlaku

d) Kepala Sub Bagian Keuangan Tugas Pokok:

Melaksanakan urusan keuangan yang meliputi anggaran belanja rutin dan pembangunan di lingkungan kantor sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

e) Kepala Bidang Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Tugas Pokok:

Melakukan pengumpulan, pengolahan serta penyajian data informasi dan penyebarannya untuk penyidikan keimigrasian serta melakukan pemeliharaan dokumentasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna kelancaran pelaksanaan tugas Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian.

f) Kepala Seksi Informasi Keimigrasian Tugas Pokok:

Melakukan penyebaran dan pemanfaatan informasi mengenai warga negara Indonesia dan orang asing dalam rangka kerja sama tukar menukar informasi untuk pengamanan teknis operasional keimigrasian;

g) Kepala Seksi Sarana Komunikasi Keimigrasian

67 Tugas Pokok:

Melakukan pemeliharaan dan pengamanan dokumentasi keimigrasian serta melakukan penggunaan pemeliharaan sarana komunikasi.

h) Kepala Bidang Lalu Lintas Keimigrasian (Seksi Lantaskim) Tugas Pokok:

Melakukan kegiatan keimigrasian yang meliputi pemberian perlintasan, pemberian pemohonan dokumen perjalanan izin berangkat / kembali bagi warga negara asing atau warga negara Indonesia serta kegiatan dalam hal perjalanan, pendaratan, urusan haji, pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, pengurusan anak kapal dan izin masuk darurat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka menunjang kelancaran pelayanan keimigrasian.

i) Kepala Seksi Perizinan Keimigrasian Tugas Pokok:

Melakukan urusan perizinan pemberian Surat Perjalanan RI, izin masuk/keluar berdasarkan ketentuan yang berlaku.

j) Kepala Seksi Status Keimigrasian Tugas Pokok:

Melakukan urusan penyaringan, penelitian, penyelesaian permohonan izin tinggal, alih status izin keimigrasian dan penelitian terhadap kebenaran bukti-bukti kewarganegaraan seseorang dan memberikan surat keterangan keimigrasian dalam rangka kelengkapan permohonan pewarganegaraan.

k) Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian

68 Tugas Pokok:

Melakukan pengawasan dan penindakan serta penanggulangan terhadap WNA dan pemukim gelap yang melanggar ketentuan Keimigrasian di lingkungan kantor sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka menertibkan WNA yang masuk ke wilayah Republik Indonesia.

l) Kepala Seksi Pengawasan Keimigrasian Tugas Pokok:

Melakukan pemantauan terhadap pelanggaran perizinan keimigrasian dan mengadakan kerjasama antar instansi di bidang pengawasan orang asing.

m) Kepala Seksi PenindakanKeimigrasian Tugas Pokok:

Melakukan penyidikan dan penindakan, pencegahan dan penangkalan, penampungan sementara dan perawatan orang asing yang belum dapat dipulangkan, pemulangan dan pengusiran terhadap pelanggaran keimigrasian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

n) Bidang Pendaratan dan Izin Masuk Tugas Pokok:

Melaksanakan pemeriksaan keimigrasian terhadap setiap orang yang keluar atau masuk wilayah Indonesia melalui tempat Pemeriksaan Imigrasi di lingkungan Kantor Imigrasi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

o) Kepala Seksi Unit A

69 Tugas Pokok:

Melakukan penelitian terhadap penggunaan dokumen perjalanan, pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk serta penolakan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap orang yang masuk/keluar wilayah di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

p) Kepala Seksi Unit B Tugas Pokok:

Melakukan penelitian terhadap penggunaan dokumen perjalanan, pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk serta penolakan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap orang yang masuk/keluar wilayah di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

q) Kepala Seksi Unit C Tugas Pokok:

Melakukan penelitian terhadap penggunaan dokumen perjalanan, pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk serta penolakan pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap orang yang masuk/keluar wilayah di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3.6 Kepegawaian

70

Tabel 3.1 Karakteristik Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin

Sumber: Urusan Kepegawaian Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan

Dari tabel 1 diatas dapat diketahui jumlah sumber daya aparatur pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, dilihat dari jenis kelamin laki-laki 101 orang (73,2%) dan perempuan 37 orang (26,8%). Hal ini sangat berpengaruh pada pengelolaan pekerjaan yang lebih bersifat membutuhkan daya fisik yang cukup kuat, sehingga pegawai di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan ini pada umumnya lebih banyak yang berjenis kelamin laki-laki.

Selanjutnya yaitu keadaan sumber daya aparatur pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan berdasarkan Pangkat atau Golongan dapat dilihat pada tabel berikut:

No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase(%)

1 Laki-Laki 101 73,2 %

2 Perempuan 37 26,8 %

TOTAL 138 100

No. Pangkat/Golongan A B C D Jumlah Persentase(%)

71

Tabel 3.2 Karakteristik Pegawai Berdasarkan Pangkat/Golongan Sumber: Urusan Kepegawaian Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan

Sebagaimana diketahui bahwa latar belakang dan tingkat pendidikan seseorang sangat berpengaruh terhadap pengetahuan dan pemahaman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Persebaran jumlah SDM manusia di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan berdasarkan pendidikan dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:

Tabel 3.3 Karakteristik Pegawai Berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan Jumlah

1 S2 10

2 S1 70

3 D3 12

4 SMA 46

Jumlah 138

Sumber: Urusan Kepegawaian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan

Dilihat dari tingkat pendidikan pegawai pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan sangat berpotensi untuk memiliki pengetahuan dan sikap profesional yang tinggi untuk mengembangkan pelayanan kepada masyarakat, serta penigkatan pengetahuan dan keahlian untuk mengisi formasi jabatan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan sebagai mana yang dilihat dari tabel yang di atas, jumlah pegawai dengan tingkat pendidikan sarjana (S1) yang paling banyak 70 orang, tingkat pendidikan sarjana (S2) dengan jumlah 10 orang, tingkat

1 IV 3 1 0 0 4 2,9 %

2 III 40 55 7 4 106 76,8 %

3 II 2 10 9 7 28 20,3 %

4 I 0 0 0 0 0 0 %

JUMLAH 45 66 16 11 138 100 %

72

pendidikan Diploma Tiga berjumlah 12 orang dan yang terakhir SMA sebanyak 46 orang.

3.7 Logo

Gambar 3.4 Logo

Frame Lingkaran : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa mengedepankan prinsip sinergitas Latar Belakang Merah Putih : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berjiwa pemberani (merah) dan niat yang suci/tulus (putih)

Simbol Manusia berjumlah 5 orang melompat : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang memiliki semangat kerja keras dalam mencapai visi dan misi organisasi

Bergandengan tangan : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia senantiasa mempunyai semangat kebersamaan dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasi

Warna Seragam Biru : Biru melambangkan kekuatan dan optimisme, artinya setiap Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai

73

kekuatan atau potensi diri serta optimisme dalam memberikan sumbangsihnya bagi organisasi, bangsa dan negara

Kami PASTI : Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berkarakter Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif untuk mencapai Visi dan Misi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

3.8 Standar Operasional Prosedur

Dalam hal ini Standar Operasional Prosedur Sistem Pelayanan Paspor Terpadu/SPPT (OSS) di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan berpacu pada Standar Operasional Prosedur dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang berlaku untuk seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia.

Dasar Hukum:

1. Undang-Undang No.11 tahun 2008 tentang Informasi danTransaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 4843)

2. Undang-Undang No.25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5038)

3. Undang-Undang No.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5216)

4. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian

74

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5409)

5. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 9 Tahun 2012 tentang Penerbitan Paspor Biasa bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 511)

6. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 8 Tahun 2014 tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 649)

7. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-01.GR..01.01 Tahun 2012 Tentang Perubahan Keenam atas Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M-01.IZ.03.10 Tahun 1995 tentang Paspor Biasa, Paspor untuk Orang Asing, Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk Warga Negara Indonesia dan Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk Orang Asing

8. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-05.OT.01.01 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

9. Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor F-458.IZ.03.02 Tahun 1997 tentang Surat Perjalanan Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI.1040.GR.01.01 Tahun 2010 tentang Perubahan Kelima atas Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi Perubahan

75

Ketiga atas Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor F-458.IZ.03.02 Tahun 1997 tentang Surat Perjalanan Republik Indonesia

Tabel 3.4 Identifikasi SOP Penerbitan Paspor Baru 24/48 HalamanWalk-In dan Onlinedalam Sistem Pelayanan Paspor Terpadu (SPPT)

Berdasarkan Tugas dan Fungsi Kantor Imigrasi

Dasar Hukum 1.Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi

Elektronik;

2.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;

3.Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian;

4.Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian

5.Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH05.OT.01.01 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;

6.Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH01.GR.01.01 Tahun 2012 tentang Perubahan Keenam atas Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M-01.IZ.03.10 Tahun 1995 tentang Paspor Biasa, Paspor untuk Orang Asing, Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk

Warga Negara Indonesia dan Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk Orang Asing;

7.Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 9 tahun 2012 tentang Penerbitan Pasor Biasa bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia;

8.Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor F-458.IZ.03.02 Tahun 1997 tentang Surat Perjalanan Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan

Direktur Jenderal Imigrasi

NomorIMI.1040.GR.01.01 Tahun 2010 tentang Perubahan Kelima atas Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor F-458.IZ.03.02 Tahun 1997 tentang Surat Perjalanan Republik

76 Indonesia.

Instansi Direktorat Jenderal Imigrasi Unit Pelaksana Teknis KantorImigrasi

Sumber: Direktorat Jendral Imigrasi tahun 2016

Tabel 3.5 Lembar Kerja Identifikasi Aktivitas atau Kegiatan Penerbitan Paspor Baru 24/48 Halaman Walk-In dan Online

Sumber: Direktorat Jendral Imigrasi tahun 2016

Tabel 3.6 Lembar Kerja Identifikasi Aktivitas atau Kegiatan Penerbitan Paspor Baru 24/48 Halaman Online

Judul Kegiatan Penerbitan Paspor Baru 24/48 Halaman Online dalam Sistem Pelayanan Paspor Terpadu (SPPT)

Langkah Awal Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana atau Jabatan Fungsional Umum memeriksa kelengkapan permohonan berupa:

tanda terima permohonan, tanda bukti pembayaran dan berkas pemohonan. Selanjutnya Petugas menyerahkan nomor antrian kepada pemohon

Langkah Utama Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana memeriksa kelengkapan berkas dan melakukan input nomor permohonan online, melakukan verifikasi input data dan hasil pindai berkas yang telah dilakukan oleh pemohon. Petugas Pemeriksa Keimigrasian Penyelia memeriksa keabsahan berkas, melakukan foto dan sidik jari serta melakukan wawancara, mencetak

a. Produk Kepala Kantor Imigrasi

b. Kegiatan −Kepala Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus;

−Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas I;

−Kepala Seksi Lalu Lintas dan Status Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II;

atau

−Kepala Subseksi Lalu Lintas dan Status Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas III.

4 Scope/Ruang Lingkup Kantor Imigrasi

77

biodata, mengirim data ke Pusdakim, meminta pemohon untuk memberikan penilaian kepuasan pelayanan, dan mencetak tanda terima sebagai dasar dilakukannya pembayaran.

Pusdakim melakukan identifikasi biometrik (WNI dan Orang Asing), pengecekan data cegah tangkal dan Anak Berkewarganegaraan Ganda.

Dalam hal hasil identifikasi Pusdakim terdapat permasalahan maka penanggung jawab kegiatan melakukan adjudikasi.

Langkah Akhir Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana memasukkan alokasi blanko paspor ke dalam berkas, kemudian diserahkan kepada Petugas pencetakan dan laminasi paspor untuk dilakukan pencetakan dan personalisasi paspor, pembacaan MRZ paspor serta laminasi. Selanjutnya penanggung jawab produk mengesahkan paspor setelah memeriksa kelayakan dan fitur pengaman paspor serta pengiriman data paspor ke BCM.

Kemudian Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana menyerahkan paspor kepada pemohon dan meminta pemohon untuk memberikan penilaian permohonan.

Sumber: Direktorat Jendral Imigrasi tahun 2016

Tabel 3.7 Lembar Kerja Identifikasi Langkah Penerbitan Paspor Baru 24/48 Halaman Walk-In

Judul Kegiatan Penerbitan Paspor Baru 24/48 Halaman Walk-in dalam Sistem Pelayanan Paspor Terpadu (SPPT)

Langkah Awal Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana atau Jabatan Fungsional Umum memeriksa kelengkapan berkas permohonan dan menyerahkan nomor antrian kepada pemohon

Langkah Utama Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana memeriksa kelengkapan berkas kemudian, memilih jenis permohonan, melakukan input data pemohon dan memindai berkas. Petugas Pemeriksa Keimigrasian Penyelia memeriksa keabsahan berkas permohonan, mengambil foto dan sidik jari serta melakukan wawancara, mencetak biodata, mengirim data ke Pusdakim, meminta pemohon untuk memberikan penilaian kepuasan pelayanan, dan mencetak tanda terima sebagai dasar dilakukannya pembayaran.

Pusdakim melakukan identifikasi biometrik (WNI dan Orang Asing), pengecekan data cegah tangkal dan Anak Berkewarganegaraan Ganda.

Dalam hal hasil identifikasi Pusdakim terdapat permasalahan maka penanggung jawab kegiatan melakukan adjudikasi.

78

Langkah Akhir Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana memasukkan alokasi blanko paspor ke dalam berkas, kemudian diserahkan kepada Petugas pencetakan dan laminasi paspor untuk dilakukan pencetakan dan personalisasi paspor, pembacaan MRZ paspor serta laminasi. Selanjutnya penanggung jawab produk mengesahkan paspor setelah memeriksa kelayakan dan fitur pengaman paspor serta pengiriman data paspor ke BCM.

Kemudian Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana menyerahkan paspor kepada pemohon dan meminta pemohon untuk memberikan penilaian permohonan.

Sumber: Direktorat Jendral Imigrasi tahun 2016

Tabel 3.8 Identifikasi Langkah Penerbitan Paspor Baru 24/48 Halaman Online

Judul Kegiatan

Penerbitan Paspor Baru 24/48 Halaman online dalam Sistem Pelayanan Paspor Terpadu (SPPT)

Langkah Awal

1. Pemeriksaan kelengkapan berkas persyaratan permohonan sesuai Pasal 49 PP 31 Tahun 2013, tanda terima permohonan dan tanda bukti pembayaran;

2. Petugas mengarahkan pemohon untuk mengambil tiket antrian;

3. Dalam hal berkas persyaratan belum lengkap petugas mengembalikan berkas permohonan untuk dilengkapi.

Langkah Utama

1. Meja Layanan

a. Pemohon menyerahkan berkas persyaratan, formulir, tanda terima permohonan dan tanda bukti pembayaran serta tiket antrian kepada

Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana;

b. Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana memeriksa kelengkapan berkas, melakukan input nomor permohonan dan melakukan verifikasi input datapermohonan, meliputi:

1) memilih jenis paspor

12) berlaku sampai dengan;

13) alamat rumah dan telepon/hp;

79

14) alamat kantor dan telepon/hp;

15) alamat orang tua dan telepon/hp;

16) alamat lama dan telepon/hp;

17) nama, kewarganegaraan, tempat lahir, dan tanggal lahir ayah;

18) nama, kewarganegaraan, tempat lahir, dan tanggal lahir ibu;

dan

19) nama, kewarganegaraan, tempat lahir, dan tanggal lahir suami/istri.

c. Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana memeriksa hasil pindai berkas persyaratan permohonan yang terdiri dari:

1) fotokopi KTP WNI;

2) fotokopi Kartu Keluarga;

3) fotokopi akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;

4) surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang Asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;

5) surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama; dan

6) ) dokumen lain yang diperlukan.

Dalam hal terdapat hasil pindai yang kurang jelas, kekeliruan dan /atau kekurangan, dilakukan pindai kembali.

d. Petugas Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana kemudian menyerahkan berkas dan mengarahkan pemohon kepada Petugas Pemeriksa

Keimigrasian Penyelia;

e. Petugas Pemeriksa Keimigrasian Penyelia memeriksa keabsahan berkas permohonan. Dalam hal persyaratan permohonan paspor belum lengkap dan diragukan keabsahannya, maka Petugas Pemeriksa Keimigrasian Penyelia dapat melakukan penolakan setelah mendapatkan persetujuan dari Penanggungjawab Kegiatan.

f. Pengambilan Data Biometrik

Petugas Pemeriksa Keimigrasian Penyelia Pemeriksa melakukan pengambilan foto wajah dan seluruh sidik jari pemohon.

g.Pengecekan Data Cekal dan Anak Berkewarganegaraan Ganda Petugas Pemeriksa Keimigrasian Penyelia melakukan pengecekan data cekal dan kewarganegaraan ganda.

h. Wawancara

Petugas Pemeriksa Keimigrasian Penyelia:

1) melakukan wawancara kepada pemohon berdasarkan data dan berkas permohonan;

2) melakukan pengisian hasil wawancara;

3) memperlihatkan hasil input biodata kepada pemohon;

80

4) dalam hal terdapat kekeliruan dan /atau kekurangan hasil input data, dilakukan perbaikan;

5) mencetak biodata hasil wawancara;

6) meminta pemohon membubuhkan tanda tangan pada kolom yang tertera pada lembar biodata pemohon;

dalam hal terdapat keraguan terhadap hasil wawancara maka permohonan dapat ditolak setelah mendapatkan persetujuan dari Penanggungjawab Kegiatan.

i. Penilaian kepuasan pelayanan

Petugas Pemeriksa Keimigrasian Penyelia meminta pemohon untuk melakukan penilaian atas pelayanan yang telah diberikan.

j. Petugas Pemeriksa Keimigrasian Penyelia mencetak tanda terima permohonan.

2. Pengiriman Data ke Pusdakim

Data permohonan dikirim ke Pusdakim untuk dilakukan proses identifikasi biometrik (WNI dan Orang Asing), pengecekan data cegah tangkal dan anak berkewarganegaraan ganda.

3. Adjudikasi

Dalam hal terdapat permasalahan atas hasil pengiriman data ke Pusdakim, Penanggungjawab Kegiatan melakukan adjudikasi dan selanjutnya memberikan persetujuan/penolakan

4. Penolakan

Dalam hal terjadi penolakan pemohonan, Penanggungjawab Produk

Dalam hal terjadi penolakan pemohonan, Penanggungjawab Produk

Dokumen terkait