BAB VI ANALISIS HIRARKI PEREKONOMIAN WILAYAH
6.2 Wilayah Sedang
Berdasarkan analisis hirarki PDRB, terdapat 10 kecamatan yang tergolong sebagai wilayah sedang, atau sebesar 33,33 persen dari total kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur. Kecamatan yang tergolong kedalam wilayah sedang ini 3kecamatan diantaranya adalah kecamatan di wilayah utara yaitu Kecamatan Cilaku, Kecamatan Mande dan Kecamatan Sukaluyu, 2 kecamatan di wilayah selatan yaitu Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Cikadu, dan 5 kecamatan di
wilayah tengah yaitu Kecamatan Kadupandak, Kecamatan Cijati, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Campaka, dan Kecamatan Campaka Mulya.
Kecamatan Cilaku merupakan kecamatan pertama yang menempati urutan wilayah sedang dan dari keseluruhan menempati urutan ke-13. berdasarkan analisis hirarki PDRB, sektor yang memberikan sumbangan terbesar terhadap perekonomian Kecamatan Cilaku adalah sektor pertanian. Kemudian disusul oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor jasa, sektor angkutan dan komunikasi, sektor bangunan, sektor industri pengolahan, lembaga keuangan dan persewaan, sektor listrik, gas, dan air minum, serta sektor pertambangan dan galian sebagai sektor yang memberikan sumbangan terkecil. Sedangkan berdasarkan analisis potensi sumberdaya, Kecamatan Cilaku juga tergolong sebagai wilayah sedang. Dengan sektor pertanian sebagai sumberdaya yang paling potensial untuk dikembangkan, khususnya dari subsektor ternak unggas.
Kecamatan selanjutnya yang tergolong sebagai wilayah sedang berdasarkan analisis hirarki PDRB adalah Kecamatan Kadupandak dan Kecamatan Cijati. Kecamatan Cijati merupakan kecamatan pecahan dari Kecamatan Kadupandak. Sampai penelitian ini dilakukan, data PDRB Kecamatan Cijati masih bergabung dengan Kecamatan Kadupandak. Dimana berdasarkan data PDRBnya maka sektor yang memberikan sumbangan terbesar terhadap perekonomian kedua kecamatan ini adalah sektor pertanian yang kemudian berturut-turut disusul oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor jasa, sektor industri pengolahan, sektor bangunan, sektor angkutan dan komunikasi, lembaga keuangan dan persewaan, sektor listrik, gas, dan air minum, serta sektor pertambangan dan galian sebagai sektor yang memberikan sumbangan terkecil.
Sedangkan berdasarkan analisis hirarki potensi sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing kecamatan, maka Kecamatan kadupandak tergolong sebagai wilayah sedang dengan sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan, sebagai sektor yang potensial untuk dikembangkan di kecamatan ini. Sedangkan Kecamatan Cijati tergolong sebagai wilayah miskin.
Kecamatan selanjutnya yang tergolong sebagai wilayah sedang adalah Kecamatan Mande. Berdasarkan analisis hirarki PDRB, sektor yang meberikan sumbangan terbesar terhadap Kecamatan Mande adalah sektor pertanian, kemudian berturut-turut disusul oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor angkutan dan komunikasi, sektor jasa, lembaga keuangan dan persewaan, sektor bangunan, sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas, dan air minum, serta sektor pertambangan dan galian.
Kecamatan Pagelaran merupakan kecamatan selanjutnya yang tergolong kedalam wilayah sedang. Dilihat dari sumbangan masing-masing sektor terhadap pembentukan nilai PDRB total, maka sektor yang memberikan sumbangan terbesar adaalah sektor pertanian, kemudian berturut-turut disusul oleh sektor jasa, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor bangunan, sektor industri pengolahan, sektor angkutan dan komunikasi, lembaga keuangan dan persewaan, sektor pertambangan dan galian, serta sektor listrik, gas, dan air minum sebagai sektor yang memberikan sumbangan terkecil terhadap perekonomian Kecamatan Pagelaran. Sedangkan juka dilihat dari potensi sumberdaya yang dimiliki maka Kecamatan Pagelaran tergolong sebagai wilayah kaya. Kecamatan ini memiliki sumberdaya yang sangat potensial untuk dikembangakan yaitu sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan. Produksi padi sawah di kecamatan ini
merupakan produksi tertinggi dibandingkan kecamatan lain yang ada di Kabupaten Cianjur.
Kecamatan Sukaluyu merupakan salah satu kecamatan di wilayah Ciajur bagian utara yang tergolong sebagai wilayah sedang. Berdasarkan potensi yang dimiliki wilayah ini, maka sektor yang berpotensi untuk dikembangkan di wilayah ini adalah sektor pertanian, khususnya sub sektor ternak besar. Sedangkan jika dilihat dari nilai PDRB, maka sektor yang memberikan sumbangan terbesar adalah sektor pertanian. Kecamatn Sukaluyu tergolong sebagai wilayah sedang tidak hanya dari nilai PDRBnya saja, tetpi juga berdasarkan potensi sumberdaya yang dimiliki.
Kecamatan Campaka dan Kecamatan Campaka Mulya awalnya merupakan kecamatan yang sama. Akan tetapi pada tahun 2003 kecamatan ini dibagi menjadi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Campaka dan Kecamatan Campaka Mulya. Sampai pada waku penelitian ini dilakukan, data PDRB Kecamatan Campaka Mulya masih bergabung dengan PDRB kecamatan induknya, yaitu Kecamatan Campaka. Dilihat dari sumbangan setiap sektor terhadap pembentukan nilai PDRB, maka sektor yang memberikan sumbangan terbesar atau yang mendominasi perekonomian Kecamatan Campaka dan Kecamatan Campaka Mulya adalah sektor pertanian, kemudian berturut-turut disusul oleh sektor jasa, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor bangunan, sektor industri pengolahan, sektor angkutan dan komunikasi, lembaga keuangan dan persewaan, sektor pertamabangan dan galian, dan sektor listrik, gas, dan air minum sebagai sektor yang memberikan sumbangan terkecil terhadap nilai PDRB.
Kecamatan Cibinong merupakan salah satu kecamatan di wilayah Cianjur Selatan yang tergolong kedalam wilayah sedang berdasarkan hirarki PDRB. Sektor yang mendominasi perekonomian kecamatan ini adalah sektor pertanian. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya sumbangan sektor ini terhadap pembentukan nilai PDRB Kecamatan Cibinong. Kemudian berturut-turut disusul oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor jasa, sektor bangunan, sektor industri pengolahan, sektor angkutan dan komunikasi, lembaga keuangan dan persewaan, sektor listrik, gas, dan air minum, dan sektor pertambangan dan galian sebagai sektor yang memberikan sumbangan terkecil terhadap nilai PDRB Kecamatan Cibinong.
Kecamatan Cikadu merupakan kecamatan selanjutnya yang tergolong sebagai wilayah sedang. Berdasarkan letak geografis kecamatan ini berda di Cianjur bagian selatan. Kecamatan ini awalnya merupakan bagian dari Kecamatan Cibinong, tetapi sejak tahun 2003 kecamatan ini sudah berdiri sendiri. Sampai dengan penelitian ini dilakukan, data PDRB Kecamatan Cikadu masih bergabung dengan data PDRB kecamatan induknya yaitu Kecamatan Cibinong. Sehingga sektor yang mendominasi perekonomian di Kecamatan Cikadu sama dengan sektor yang mendominasi perekonomian di Kecamatan Cibinong, yaitu sektor pertanian.