4.5.2 WinEst Sebagai Salah Satu Software Estimasi Biaya 4.5.2.1Data Pustaka
WinEst merupakan salah satu software estimasi biaya yang cukup terkenal baik di
dunia maupun di Indonesia. WinEst memiliki rating yang cukup baik, dimana penilaian ini berdasarkan pada penilaian salah satu situs web review yang menilai suatu software secara independent.
WinEst dapat digunakan untuk menghitung dengan cepat dan mudah, mengatur dan
mengintegrasikan detail pekerjaan estimasi biaya dengan teliti, menghemat waktu perhitungan, menghindari kesalahan selama proses perhitungan estimasi biaya, proses integrasi proyek, penggunaan manajemen biaya untuk meningkatkan produktivitas proyek, untuk penyimpanan arsip estimasi biaya dan dokumen penting. Dengan menggunkan WinEst dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan dengan cepat dan perhitungan estimasi biaya proyek dengan lebih teliti.
4.5.2.2Data Kuisioner
a) Pertanyaan 1
5. Apakah Anda mengetahui bahwa WinEst sebagai salah satu software estimasi biaya yang cukup
populer baik di dunia maupun di Indonesia?
YA 6%
TIDAK 94%
Gambar 4.84 Persentase jawaban bagian D No.5
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 94 % responden tidak mengetahui bahwa WinEst sebagai salah satu software estimasi biaya yang cukup populer baik di dunia maupun di Indonesia. Sedangkan sisanya hanya 6 % responden mengetahui bahwa WinEst sebagai salah satu software estimasi biaya yang cukup
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
b) Pertanyaan 2
6. Apakah Anda pernah menggunakan WinEst dalam melakukan perhitungan estimasi biaya ?
YA 0% TIDAK
100%
Gambar 4.85 Persentase jawaban bagian D No.6
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden tidak menggunakan WinEst dalam melakukan perhitungan estimasi biaya.
c) Pertanyaan 3
7. Apakah Anda mengetahui bahwa WinEst dapat diintegrasikan dengan software lain ?
YA 0% TIDAK
100%
Gambar 4.86 Persentase jawaban bagian D No.7
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden tidak mengetahui bahwa WinEst dapat diintegrasikan dengan software lain.
4.5.2.3Analisis Perbandingan
Dari data pustaka dan kuisioner serta wawancara yang dilakukan di lapangan diketahui bahwa meskipun WinEst merupakan salah satu software estimasi biaya yang cukup populer di dunia, akan tetapi sangat sedikit pihak konstruksi di Indonesia
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
WinEst sudah mulai dikenalkan dan digunakan di beberapa perguruan tinggi di
Indonesia. Meskipun demikian penggunaannya masih dirasakan belum baik pada proyek konstruksi di Indonesia. Hal ini terlihat dari hasil kuisioner sebanyak 100 % responden tidak menggunakan WinEst dalam melakukan perhitungan estimasi biaya dan mereka juga tidak mengetahui bahwa WinEst dapat diintegrasikan dengan
software lain.
4.6 KENDALA PENGGUNAAN SOFTWARE ESTIMASI BIAYA
4.6.1 Data Pustaka
Seiring dengan perkembangan komputerisasi di bidang teknik sipil, maka software memegang peranan yang penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Software estimasi biaya merupakan salah satu software yang menunjang proyek konstruksi khususnya dalam perhitungan estimasi biaya. Keakuratan dalam perhitungan estimasi biaya menjadi hal yang perlu diperhatikan. Akan tetapi seiring dengan pengenalan, penguasaan, dan penggunaan software estimasi biaya tersebut muncul beberapa kendala. Kendala-kendala tersebut membuat penerapan software estimasi biaya menjadi kurang baik pada proyek konstruksi. Adapun kendala-kendala tersebut antara lain :
- Mahalnya lisensi software estimasi biaya - Kurangnya SDM dalam penggunaan software - Software yang ada tidak user friendly
- Fitur software yang kurang lengkap
- Kurangnya support dari pihak pembuat software
Selain kendala-kendala di atas juga masih terdapat kendala yang lain dalam penggunaaan software estimasi biaya.
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
4.6.2 Data Kuisioner
a) Pertanyaan 1
Gambar 4.87 Persentase jawaban bagian E No.1
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 88 % responden menyatakan bahwa ada kendala dalam penggunaan software estimasi biaya. Sedangkan sisanya sebanyak 12 % responden menyatakan tidak ada kendala dalam penggunaan software estimasi biaya.
b) Pertanyaan 2 - Pertanyaan 2.a
Gambar 4.88 Persentase jawaban bagian E No.2.a
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 71 % responden setuju bahwa lisensi software yang mahal menjadi kendala dalam penggunaan software
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
lisensi software yang mahal menjadi kendala dalam penggunaan software estimasi biaya.
- Pertanyaan 2.b
Gambar 4.89 Persentase jawaban bagian E No.2.b
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 76 % responden setuju bahwa kurangnya SDM menjadi kendala dalam penggunaan software estimasi biaya. Sedangkan sisanya sebanyak 24 % responden tidak setuju bahwa kurangnya SDM menjadi kendala dalam penggunaan software estimasi biaya.
- Pertanyaan 2.c
Gambar 4.90 Persentase jawaban bagian E No.2.c
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 82 % responden tidak setuju bahwa faktor software yang tidak user friendly menjadi kendala dalam penggunaan software estimasi biaya. Sedangkan sisanya sebanyak 18 % responden
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
setuju bahwa faktor software yang tidak user friendly menjadi kendala dalam penggunaan software estimasi biaya.
- Pertanyaan 2.d
Gambar 4.91 Persentase jawaban bagian E No.2.d
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 94 % responden tidak setuju bahwa faktor fitur software yang kurang lengkap menjadi kendala dalam penggunaan software estimasi biaya. Sedangkan sisanya sebanyak 6 % responden setuju bahwa faktor fitur software yang kurang lengkap menjadi kendala dalam penggunaan software estimasi biaya.
- Pertanyaan 2.e
Gambar 4.92 Persentase jawaban bagian E No.2.e
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 94 % responden tidak setuju bahwa faktor kurangnya support dari produsen software menjadi kendala
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
responden setuju bahwa faktor kurangnya support dari produsen software menjadi kendala dalam penggunaan software estimasi biaya.
c) Pertanyaan 3
Gambar 4.93 Persentase jawaban bagian E No.3
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 88 % responden mengatakan bahwa lisensi software estimasi biaya cukup mahal. Sedangkan sisanya sebanyak 12 % responden mengatakan bahwa lisensi software estimasi biaya tidak mahal.
d) Pertanyaan 4
Gambar 4.94 Persentase jawaban bagian E No.4
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 29 % responden mengatakan bahwa perusahaan mereka mengalokasikan dana untuk membeli lisensi
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
bahwa perusahaan mereka tidak mengalokasikan dana untuk membeli lisensi
software estimasi biaya.
e) Pertanyaan 5
Gambar 4.95 Persentase jawaban bagian E No.5
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 65 % responden mengatakan bahwa sebanding antara biaya untuk membeli lisensi software estimasi biaya dengan keuntungan yang dperoleh. Sedangkan sisanya sebanyak 35 % responden mengatakan bahwa tidak sebanding antara biaya untuk membeli lisensi
software estimasi biaya dengan keuntungan yang dperoleh.
f) Pertanyaan 6
Gambar 4.96 Persentase jawaban bagian E No.6
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden mengatakan bahwa perlu diadakan training atau pelatihan tentang software estimasi
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
4.6.3 Analisis Perbandingan
Banyaknya kendala dalam penggunaan software estimasi biaya membuat software estimasi biaya belum berkembang baik di Indonesia. Kendala-kendala tersebut antara lain seperti mahalnya lisensi software, kurangnya SDM dalam penggunaan software,
software yang ada tidak user friendly, fitur software kurang lengkap, kurangnya
support dari pihak pembuat software, dan lain-lain. Mahalnya lisensi software dan kurangnya SDM dalam penggunaan software menjadi kendala utama dalam penggunaan software estimasi biaya. Hal ini terlihat dari hasil kuisioner yang diajukan kepada responden. Beberapa perusahaan tidak mengalokasikan dana untuk pembelian lisensi software estimasi biaya, hal ini dikarenakan software estimasi biaya sudah tersedia di perusahaan. Software estimasi biaya tersebut merupakan software intern yang mereka buat sendiri. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli software estimasi biaya sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Untuk pemakaian software estimasi biaya dalam jangka panjang menguntungkan karena dapat digunakan untuk estimasi biaya pada beberapa proyek konstruksi berikutnya. Dalam upaya pengenalan dan penguasaan software estimasi biaya tersebut perlu diadakan training atau pelatihan tentang software estimasi biaya.
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
4.7 REKOMENDASI PENGGUNAAN SOFTWARE ESTIMASI BIAYA
4.7.1 Data Pustaka
Banyaknya permasalahan yang timbul dalam perhitungan estimasi biaya membuat
software estimasi biaya menjadi alat bantu dalam perhitungan. Manfaat yang
dihasilkan dari software estimasi biaya ini sangat besar untuk meningkatkan keakurasiaan perhitungan, menghemat waktu perhitungan, meningkatkan kecepatan dalam perhitungan estimasi biaya, dan masih banyak lagi.
Sudah selayaknya untuk proyek konstruksi berskala menengah ke atas yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi memanfaatkan software estimasi biaya dalam perhitungan biaya, hal ini dikarenakan faktor biaya menjadi salah satu hal yang penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek.
4.7.2 Data Kuisioner
Gambar 4.97 Persentase jawaban bagian F No.1
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 94 % responden setuju perlu dilakukan pemasyarakatan software estimasi biaya dengan alasan sebagai berikut :
1. Untuk mendapatkan hasil yang efisien dan akurat
2. Software estimasi biaya membantu proses pembuatan RAB
3. Untuk mempermudah perhitungan estimasi biaya 4. Untuk menghemat waktu
Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya
pada Proyek Konstruksi di Indonesia”
Sedangkan sisanya sebanyak 6 % responden menyatakan tidak perlu dilakukan pemasyarakatan software estimasi biaya dengan alasan tidak semua orang memerlukannya.
4.7.3 Analisis Perbandingan
Pentingnya keakuratan dalam perhitungan estimasi biaya membuat software estimasi biaya penting untuk digunakan. Dari hasil kuisioner terlihat bahwa 94 % responden setuju perlu dilakukan pemasyarakatan software estimasi biaya. Dengan banyaknya manfaat yang dari penggunaan software estimasi biaya tersebut, maka pemasyarakatan software estimasi biaya perlu dilakukan mulai dari pengenalan, penguasaan, dan penggunaannya dalam perhitungan estimasi biaya pada proyek konstruksi di Indonesia. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain :
1. Training terbuka / demo / kursus 2. Diadakan seminar
3. Pemberian software gratis
4. Pemasyarakatan keunggulan software dibandingkan dengan cara manual 5. Diajarkan di perguruan tinggi