• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 ANALISIS PENGGUNAAN SOFTWARE ESTIMASI BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 ANALISIS PENGGUNAAN SOFTWARE ESTIMASI BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

BAB 4

ANALISIS PENGGUNAAN SOFTWARE ESTIMASI BIAYA PADA

PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA

4.1UMUM

Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil perbandingan antara data yang didapat dari literatur dengan data dari responden di lapangan. Responden yang disurvey sebanyak 17 responden berasal dari kontraktor yang menangani pelaksanaan proyek konstruksi di Bandung, Jakarta, dan Lampung. Kami memilih ketiga kota tersebut dengan alasan lokasinya terjangkau untuk memperoleh responden sebanyak-banyaknya. Data nama proyek dan jabatan responden dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1 Data Proyek Konstruksi

No Nama Proyek Konstruksi Jabatan

Responden

1 Proyek Golden Money Changer Estimator 2 Proyek Lucky Square Mall Engineer 3 Proyek Dago Resto & Galery Site Manager 4 Proyek Banana Grand Hotel Site Manager 5 Proyek Waterpark Century Hill's Project Engineering 6 Proyek Hotel Dago Paradise Project Manager 7 Proyek Kantor PT. Aplika Nusa Lintas Arta Quality Control 8 Proyek Istana Pasteur Regency Project Manager 9 Proyek Apartemen Buah Batu Project Manager 10 Proyek Plaza Indonesia Extension Chief Supervisor 11 Proyek Bellagio Residences Estimator 12 Proyek Jatinangor Town Square Engineer 13 Proyek Kantor Pajak Bandar Lampung Staf Teknis 14 Proyek Peningkatan Jalan Lampung Timur Staf Teknis 15 Proyek Kantor Imigrasi Lampung Project Manager 16 Proyek Rutan Sukadana Lampung Timur Project Manager 17 Proyek LP Gunung Sugih Lampung Tengah Project Manager

(2)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.1.1 Rekapitulasi Data

Tabel 4.2 Rekapitulasi Data Kuisioner Data Umum Proyek

Bagian No. Pertanyaan Jawaban Jumlah Bobot

BUMN 5 29% BUMD 0 0% Swasta Nasional 12 71% Swasta Asing 0 0% 1 Status perusahaan Total 17 100% < 5 tahun 0 0% 5 - 10 tahun 3 18% 10 -15 tahun 1 6% >15 tahun 13 76% Data Perusahaan 2 Pengalaman perusahaan di bidang konstruksi Total 17 100% < 5 tahun 1 6% 5 - 10 tahun 8 47% 10 -15 tahun 3 18% >15 tahun 5 29% Data Responden

3 Lama bekerja di bidang jasa konstruksi Total 17 100% < 5 M 7 41% 5 - 10 M 1 6% 10 - 50 M 6 35% 50 - 100 M 1 6% >100 M 2 12%

Data Proyek 4 Nilai proyek berdasarkan kontrak

Total 17 100%

Tabel 4.3 Rekapitulasi Data Kuisioner Perhitungan Estimasi Biaya pada Proyek

Konstruksi

No. Pertanyaan Jawaban Jumlah Bobot

Ya 17 100% Tidak 0 0% 1 Apakah Anda setuju bahwa biaya menjadi salah

satu faktor penentu keberhasilan suatu proyek?

Total 17 100%

Besar 16 94% Kecil 1 6% 2 Seberapa besar pengaruh biaya sebagai salah

satu faktor penentu keberhasilan suatu proyek ?

(3)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Kualitas 12 71% Safety 11 65% SDM 17 100% Lain-lain 1 6% menjadi penentu keberhasilan suatu proyek ?

Total 17

Ya 17 100% Tidak 0 0% 4 Apakah faktor akurasi (ketepatan) menjadi hal

yang penting dalam perhitungan estimasi biaya ?

Total 17 100%

Ya 16 94% Tidak 1 6% 5 Apakah Anda mengetahui faktor-faktor yang

menentukan akurasi (ketepatan) perhitungan estimasi biaya ?

Total 17 100%

Ya 15 88% Tidak 2 12% Apakah Anda setuju bahwa human error

merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan ketidakakuratan dalam

perhitungan estimasi biaya ? Total 17 100% Kesalahan perhitungan 10 59% Kesalahan desain 6 35% Kurangnya pengalaman estimator 9 53% Ketidakmampuan estimator 5 29% Lain-lain 4 24% 6

Jika ya, apa yang menyebabkan terjadinya human error dalam perhitungan estimasi biaya ?

Total 17

Kurang lengkapnya data 12 71% Waktu perhitungan yang

singkat 9 53% Data yang tersedia kurang

valid 10 59% Data terbaru tidak tersedia 6 35% Lain-lain 3 18% 7 Selain human error, menurut Anda kondisi yang

kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya adalah :

Total 17

Ya 17 100% Tidak 0 0% Apakah Anda mengetahui kerugian yang

ditimbulkan akibat ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya ?

Total 17 100% Kerugian materi 17 100% Mempengaruhi image perusahaan 7 41% Berkurangnya kepercayaan 5 29% Kerugian waktu 7 41% Lain-lain 0 0% 8

Jika ya, kerugian apa saja yang ditimbulkan akibat ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya ?

Total 17

Ya 14 82% Tidak 3 18% Apakah kesalahan yang terjadi dalam

perhitungan estimasi biaya adalah hal yang harus diantisipasi ?

Total 17 100%

(4)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

2. Data harus lengkap, desain harus tepat 3. Memahami permasalahan, meningkatkan SDM

4. Pemeriksaan ulang oleh beberapa orang 5. Mempertahankan budget

6. Menambah waktu perhitungan 7. Data harga material harus update 8. Pemantapan metode pekerjaan 9. Mengumpulkan data sebanyak mungkin

Tabel 4.4 Rekapitulai Data Kuisioner Teknik Perhitungan Estimasi Biaya pada

Proyek Konstruksi

No. Pertanyaan Jawaban Jumlah Bobot

Perhitungan Manual 0 0% Perhitungan Semi Manual 14 82% Perhitungan dengan

Software Estimasi Biaya 3 18% 1 Metode apa yang Anda gunakan dalam

perhitungan estimasi biaya ?

Total 17 100%

1 - 2 Minggu 11 65% 3 - 4 Minggu 6 35% 5 - 6 Minggu 0 0% > 6 Minggu 0 0% 2 Berapa lama waktu yang diperlukan untuk

perhitungan estimasi biaya tersebut ?

Total 17 100%

-5% sampai +5% 9 53% -10% sampai +10% 4 24% -20% sampai +20% 1 6% di atas +/- 20% 3 18% 3 Berapa tingkat akurasi estimasi biaya dengan

metode yang Anda lakukan?

Total 17 100%

Ya 17 100% Tidak 0 0% 4 Apakah Anda mengerjakan estimasi biaya dalam

satu team ?

Total 17 100%

<5 orang 11 65% 5 - 10 orang 6 35% >10 orang 0 0% 5 Berapa orang yang dilibatkan dalam team

perhitungan estimasi biaya ?

Total 17 100%

Ya 16 94% Tidak 1 6% 6 Apakah Anda mengelompokkan tiap item

pekerjaan (struktural, arsitektural, mekanikal elektrikal, dan lain-lain) dalam perhitungan

(5)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Volume pekerjaan 17 100% Data material, peralatan,

dan pekerja 16 94% Produktivitas pekerjaan 9 53% Penjadwalan 9 53% Waktu pekerjaan 10 59% dalam perhitungan estimasi biaya ?

Total 17

Tabel 4.5 Rekapitulasi Data Kuisioner Perkembangan Software Estimasi Biaya pada

Proyek Konstruksi

No. Pertanyaan Jawaban Jumlah Bobot

Ya 17 100% Tidak 0 0% 1 Apakah Anda mengetahui software yang

menunjang proyek Konstruksi

Total 17 100%

Auto CAD 17 100% Primavera Project Planner 11 65% SAP 2000 14 82% ETABS 10 59% Microsoft Project 14 82% Tidak satupun 0 0% Lain-lain 0 0% 2 Manakah software-software yang Anda ketahui di

bawah ini :

Total 17

Auto CAD 13 76% Primavera Project Planner 4 24% SAP 2000 10 59% ETABS 7 41% Microsoft Project 12 71% Tidak satupun 1 6% Lain-lain 0 0% 3 Manakah software-software yang Anda kuasai di

bawah ini :

Total 17 100%

Ya 17 100% Tidak 0 0% 4 Menurut Anda apakah penggunaan software

pada proyek konstruksi penting ?

Total 17 100%

Baik 8 47% Tidak baik 9 53% 5 Secara umum, menurut Anda bagaimanakah

pengenalan dan pemasyarakatan software pada proyek konstruksi ?

Total 17 100%

Baik 11 65% Tidak baik 6 35% 6 Menurut Anda bagaimana penerapan software

(6)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Ya 14 82% Tidak 3 18% 7 Apakah jenis proyek berpengaruh pada pilihan

untuk penggunaan software ?

Total 17 100%

Ya 7 41% Tidak 10 59% 8 Apakah nilai proyek berpengaruh pada pilihan

untuk penggunaan software ?

Total 17 100%

Ya 5 29% Tidak 12 71% 9 Apakah Anda mengetahui software yang

menunjang perhitungan estimasi biaya ?

Total 17 100% WinEst 1 6% Bis4Build 0 0% Virtual Estimator 2 12% Proest 0 0% Tidak satupun 12 71% Lain-lain 3 18% 10 Manakah software estimasi biaya yang Anda

ketahui di bawah ini :

Total 18

WinEst 0 0% Bis4Build 0 0% Virtual Estimator 0 0% Proest 0 0% Tidak satupun 15 88% Lain-lain 2 12% 11 Manakah software estimasi biaya yang Anda

kuasai di bawah ini :

Total 0 0%

Tabel 4.6 Rekapitulai Data Kuisioner Penggunaan Software Estimasi Biaya pada

Proyek Konstruksi

No. Pertanyaan Jawaban Jumlah Bobot

Ya 5 29% Tidak 12 71% 1 Apakah penerapan software estimasi biaya pada

proyek konstruksi sudah mulai dilakukan di perusahaan Anda ?

Total 17 100%

Ya 4 24% Tidak 13 76% Apakah Anda menggunakan software pada

perhitungan estimasi biaya untuk proyek yang ditangani ? Total 17 100% 1. EBPP 1 25% 2. Program Internal Perusahaan 2 50% 3. Microsoft Foxpro 1 25%

2

Jika ya, software estimasi biaya apa yang Anda gunakan ?

(7)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Lisensi software murah 0 0% Mudah penggunaannya 1 25% Tersedia di perusahaan 4 100% Lain-lain 0 0%

Mengapa memilih software estimasi biaya tersebut ? Total 4

Keakuratan perhitungan 3 75% Menghemat waktu 2 50% Menghemat biaya 3 75% Lain-lain 0 0% 3 Apakah keuntungan yang diperoleh dari

penggunaan software estimasi biaya ?

Total 4

Ya 4 100% Tidak 0 0% 4 Menurut Anda apakah software estimasi biaya

yang digunakan tersebut dapat memenuhi kebutuhan perhitungan secara baik ?

Total 4 100%

Ya 1 6% Tidak 16 94% 5 Apakah Anda mengetahui bahwa WinEst sebagai

salah satu software estimasi biaya yang cukup populer baik di dunia maupun di Indonesia ?

Total 17 100%

Ya 0 0% Tidak 17 100% 6 Apakah Anda pernah menggunakan WinEst

dalam melakukan perhitungan estimasi biaya ?

Total 17 100%

Ya 0 0% Tidak 17 100% 7 Apakah Anda mengetahui bahwa WinEst dapat

diintegrasikan dengan software lain ?

Total 17 100%

Tabel 4.7 Rekapitulai Data Kuisioner Kendala Penggunaan Software Estimasi Biaya

No. Pertanyaan Jawaban Jumlah Bobot

Ya 15 88% Tidak 2 12% 1 Adakah kendala dalam penggunaan

software estimasi biaya ?

Total 17 100%

Mahalnya lisensi software 12 71% Kurangnya SDM dalam

penggunaan software 13 76% Software yang ada tidak user

friendly 3 18% Fitur software yang kurang

lengkap 1 6% Kurangnya support dari pihak

pembuat software 1 6% Lain-lain 0 0% 2 Manakah menurut Anda yang merupakan

kendala dalam penggunaan software estimasi biaya ?

Total 17

(8)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Tidak 2 12% estimasi biaya cukup mahal ?

Total 17 100%

Ya 5 29% Tidak 12 71% 4 Apakah perusahaan Anda

mengalokasikan dana untuk membeli lisensi software estimasi biaya ?

Total 17 100%

Ya 11 65% Tidak 6 35% 5 Menurut Anda apakah sebanding antara

biaya untuk membeli lisensi software estimasi biaya dengan keuntungan yang

diperoleh ? Total 17 100% Ya 17 100% Tidak 0 0% 6 Menurut Anda apakah perlu diadakan

training atau pelatihan tentang software estimasi biaya ?

Total 17 100%

Tabel 4.8 Rekapitulai Data Kuisioner Rekomendasi Penggunaan Software Estimasi

Biaya

No. Pertanyaan Jawaban Jumlah Bobot

Ya 16 94% Tidak 1 6% 1 Menurut Anda apakah perlu dilakukan

pemasyarakatan software estimasi biaya ?

Total 17 100%

1. Untuk mendapatkan hasil yang efisien dan akurat 2. Software estimasi biaya membantu proses pembuatan RAB

3. Mempermudah perhitungan estimasi biaya 4. Menghemat waktu

5. Agar semua kelas kontraktor dapat menggunakannya

Perlu karena

1. Tidak semua orang memerlukannya 2

Tidak perlu karena

1. Training terbuka / demo / kursus 2. Diadakan seminar

3. Pemberian software gratis

4. Pemasyarakatan keunggulan software dibandingkan dengan cara manual 5. Diajarkan di perguruan tinggi

6. Peran serta asosiasi kontraktor dan pemerintah 3 Jika menurut Anda perlu dilakukan

pemasyarakatan (sosialisasi) software estimasi biaya, langkah apa yang dilakukan untuk memasyarakatkan software estimasi biaya ?

(9)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.1.2 Data Wawancara

Wawancara dilakukan langsung pada saat pengisian kuisioner untuk menggali informasi lebih banyak serta mendampingi responden jika terdapat pertanyaan yang kurang dimengerti. Dengan wawancara informasi yang diperoleh lebih luas serta mengetahui sejauh mana pemahaman kontraktor mengenai penggunaan software estimasi biaya dalam proyek konstruksi.

4.1.3 Data Responden

Gambar 4.1 Persentase Responden Lama Bekerja di Bidang Konstruksi

Pengalaman responden bekerja di bidang konstruksi berasal dari 6 % kurang dari 5 tahun (< 5 tahun), 47 % bekerja selama 5-10 tahun, sebanyak 18 % bekerja selama 10-15 tahun dan sisanya 29 % telah bekerja selama lebih dari 15 tahun (>15 tahun). Jabatan responden beragam mulai dari estimator, quality control, staf teknis, chief

(10)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.1.4 Data Perusahaan Konstruksi

Gambar 4.2 Persentase Status perusahaan Konstruksi

Data perusahaan konstruksi yang disurvey terdiri dari 29 % perusahaan BUMN dan 71 % berasal dari perusahaan swasta nasional.

Gambar 4.3 Persentase Perusahaan di Bidang Konstruksi

Pengalaman perusahaan di bidang jasa konstruksi berasal dari 18 % berpengalaman selama 5-10 tahun, sebanyak 6 % berpengalaman selama 10-15 tahun dan sisanya 76 % telah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun (>15 tahun).

(11)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.1.5 Data Proyek Konstruksi

Gambar 4.4 Persentase Jenis Proyek Konstruksi

Jenis proyek konstruksi berasal dari 88 % proyek gedung, 6 % proyek jalan, dan sisanya sebanyak 6 % proyek lain-lain (proyek waterpark).

Gambar 4.5 Persentase Nilai Proyek Konstruksi

Nilai Proyek Konstruksi bervariasi berasal dari 41 % kurang dari 5 Milyar (< 5 Milyar), 6 % antara 5 -10 Milyar, 35 % antara 10 -50 Milyar, sebanyak 6 % antara 50 – 100 Milyar, dan sisanya 12 % lebih dari 100 Milyar (>100 Milyar).

(12)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.2PERHITUNGAN ESTIMASI BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI

4.2.1 Faktor Penentu Keberhasilan Proyek Konstruksi 4.2.1.1Data Pustaka

Pada proyek konstruksi, terdapat parameter penting yang menjadi ukuran keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi dari segi teknis, yaitu biaya yang harus dialokasikan, waktu penyelesaian yang harus ditepati, kualitas, dan keamanan (safety) yang harus dipenuhi. Selain itu juga sumber daya manusia yang memadai juga menentukan keberhasilan suatu proyek konstruksi.

Proyek konstruksi harus dikerjakan sesuai dengan jangka waktu sampai dengan tanggal akhir yang telah ditentukan. Penyelesaian proyek dalam jangka waktu tertentu telah disesuaikan dengan perencanaan biaya yang dialokasikan. Oleh karena itu, tidak terpenuhinya batas waktu pelaksanaan akan menimbulkan kendala-kendala baru, misalnya penambahan biaya proyek yang tidak direncanakan. Produk berupa konstruksi sebagai hasil kegiatan proyek konstruksi harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang diisyaratkan. Sebagai contoh, bila hasil kegiatan proyek tersebut berupa gedung bertingkat, maka kriteria yang harus dipenuhi adalah gedung tersebut harus mampu beroperasi dengan memuaskan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan sesuai dengan desain yang telah direncanakan. Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi harus memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi agar tidak membahayakan keselamatan pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan proyek. Perencanaan juga mempengaruhi faktor keamanan konstruksi yang dirancang sehingga tidak membahayakan saat penggunaannya.

Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu proyek konstruksi adalah biaya. Proyek konstruksi harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi rencana anggaran biaya proyek. Dalam pelaksanaan konstruksi, dituntut suatu manajemen biaya untuk pengeluaran dana yang efisien yaitu diharapkan bahwa biaya untuk menyelesaikan proyek diatur dengan pengendalian yang baik agar tidak terjadi pembengkakkan biaya diluar anggaran yang telah direncanakan. Untuk proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal pelaksanaan yang relatif lama, perlu dilakukan estimasi biaya pelaksanaan proyek secara teliti dengan mengetahui

(13)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Masing-masing parameter keberhasilan proyek konstruksi bersifat tarik menarik, artinya jika ingin meningkatkan kinerja produk yang telah disepakati dalam kontrak, maka umumnya harus diikuti dengan peningkatan kualitas, yang selanjutnya mengakibatkan peningkatan biaya sehingga melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Sebaliknya, jika ingin menekan biaya, maka umumnya perlu dilakukan penyesuaian kualitas, jadwal dan safety. Hal ini harus ditangani secara menyeluruh oleh pihak-pihak yang terlibat di dalam proyek konstruksi. Karena itu diperlukan juga sumber daya manusia (SDM) yang menunjang dalam pelaksanaan proyek konstruksi agar proyek konstruksi tersebut dapat berhasil.

4.2.1.2Data Kuisioner

a) Pertanyaan 1

Gambar 4.6 Persentase jawaban bagian A No.1

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 100 % responden setuju bahwa biaya menjadi salah satu faktor penyebab keberhasilan suatu proyek.

(14)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

b) Pertanyaan 2

Gambar 4.7 Persentase jawaban bagian A No.2

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 94 % responden menyatakan bahwa faktor biaya memberikan pengaruh yang besar dalam menentukan keberhasilan suatu proyek dan 6 % saja yang menyatakan bahwa faktor biaya memberikan pengaruh yang kecil dalam menentukan keberhasilan suatu proyek.

c) Pertanyaan 3 - Pertanyaan 3.a

Gambar 4.8 Persentase jawaban bagian A No.3.a

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 82 % responden menyatakan setuju bahwa waktu adalah salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan suatu proyek dan 18 % saja responden yang menyatakan tidak setuju bahwa waktu adalah salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan suatu

(15)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 3.b

Gambar 4.9 Persentase jawaban bagian A No.3.b

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 71 % responden menyatakan setuju bahwa kualitas adalah salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan suatu proyek dan 29 % responden yang menyatakan tidak setuju bahwa kualitas adalah salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan suatu proyek.

- Pertanyaan 3.c

Gambar 4.10 Persentase jawaban bagian A No.3.c

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 65 % responden menyatakan setuju bahwa safety adalah salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan suatu proyek dan 35 % saja responden yang menyatakan tidak setuju bahwa safety adalah salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan suatu proyek.

(16)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 3.d

Gambar 4.11 Persentase jawaban bagian A No.3.d

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 100 % responden menyatakan setuju bahwa SDM adalah salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan suatu proyek.

- Pertanyaan 3.e

Gambar 4.12 Persentase jawaban bagian A No.3.e

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 6 % responden menyatakan setuju bahwa ada faktor lain yang menjadi penentu keberhasilan suatu proyek dan 94 % responden yang menyatakan tidak setuju bahwa ada faktor lain yang menjadi penentu keberhasilan suatu proyek.

(17)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.2.1.3Analisis Perbandingan

Dari data pustaka dan kuisioner serta hasil wawancara di lapangan, pada umumnya menyatakan bahwa biaya merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu proyek konstruksi. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan proyek konstruksi, biaya yang direncanakan sebisa mungkin sesuai dengan biaya aktual. Apabila biaya aktual yang dikeluarkan lebih besar dari biaya yang direncanakan maka hal ini menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

Biaya memberikan pengaruh yang sangat besar sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan suatu proyek. Hal ini terlihat dari jawaban responden sebanyak 94 % yang menyatakan bahwa biaya memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi dan hanya 6 % saja yang menyatakan pengaruh biaya kecil. Kecilnya pengaruh biaya karena masih ada faktor lain yang saling terikat dengan biaya yang dapat menentukan keberhasilan suatu proyek konstruksi. Faktor-faktor lain yang tidak kalah pentingnya antara lain waktu, kualitas,

safety, SDM, dan lain-lain.

Secara keseluruhan responden menyatakan bahwa waktu menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi. Karena pelaksanaan proyek konstruksi haruslah sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. Apabila pelaksanaan proyek konstuksi tidak sesuai dengan waktu yang direncanakan dapat menimbulkan masalah-masalah lain. Masalah-masalah lain yang mungkin muncul adalah penambahan biaya yang mungkin sebelumnya tidak direncanakan. Hal ini tentu dapat menimbulkan kerugian selama pelaksanaan proyek konstruksi. Selain itu kualitas juga memegang peranan penting dalam penetukan keberhasilan suatu proyek. Suatu proyek konstruksi harus menghasilkan produk sesuai dengan yang direncanakan. Apabila produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi dan tidak mampu beroperasi sesuai dengan jangka waktu yang direncanakan, maka proyek konstruksi tersebut tidak memenuhi faktor kualitas. Dengan kata lain proyek konstruksi tersebut tidak berhasil. Faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah safety. Tingkat keamanan selama pelaksanaan proyek konstruksi harus diperhatikan, sehingga dapat memberikan rasa aman kepada pihak yang terlibat saat pelaksanaan proyek konstruksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Selama penggunaaannya juga harus memenuhi tingkat keamanan pemakainya. Hal ini membuat faktor safety perlu diperhatikan dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

(18)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Semua faktor-faktor tersebut saling berhubungan satu sama lain, karena masing-masing memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi. Selama pelaksanaan proyek konstruksi faktor SDM juga memegang peranan yang penting dalam keberhasilan proyek konstruksi. SDM yang mencukupi dapat membuat pelaksanaan proyek konstruksi sesuai dengan biaya, waktu, kualitas, dan safety yang direncanakan. Selain itu beberapa responden sebanyak 6 % menyatakan ada faktor lain yang menentukan keberhasilan proyek konstruksi, yaitu perijinan pemerintah atau administrasi dalam hal tata guna lahan wilayah atau kota. Apabila bangunan yang direncanakan tidak sesuai dengan perencanaan tata guna lahan dari pemerintah, maka proyek konstruksi tersebut dikatakan tidak berhasil.

4.2.2 Faktor Penentu Keakuratan Perhitungan Estimasi Biaya 4.2.2.1Data Pustaka

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, faktor biaya menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan yang cukup besar pengaruhnya. Untuk proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal pelaksanaan yang relatif lama, perlu dilakukan estimasi biaya pelaksanaan proyek secara detail dengan mengetahui komponen-komponen pembentuknya serta periode-periode pekerjaan proyek. Karena itu, faktor keakuratan menjadi hal yang sangat penting dalam perhitungan estimasi biaya. Salah satu faktor yang menyebabkan ketidak-akuratan dalam perhitungan estimasi biaya adalah human error. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya human error dalam perhitungan estimasi biaya disebabkan oleh banyak hal. Selain itu juga ada beberapa faktor-faktor yang kurang menunjang lainnya dalam perhitungan estimasi biaya. Estimasi biaya merupakan bagian dari perencanaan proyek agar dapat mengetahui besarnya uang yang akan dialokasikan. Informasi mengenai proyek-proyek terdahulu yang telah dilaksanakan merupakan sumber yang paling baik untuk estimasi. Akurasi estimasi tergantung dari jumlah informasi yang diketahui dari proyek tersebut. Semakin tinggi jumlah informasi yang diperoleh maka akan semakin tinggi pula tingkat akurasi estimasi biaya suatu proyek konstruksi.

(19)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.2.2.2Data Kuisioner

a) Pertanyaan 1

Gambar 4.13 Persentase jawaban bagian A No.4

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden menyatakan bahwa faktor akurasi (ketepatan) menjadi hal yang penting dalam perhitungan estimasi biaya.

b) Pertanyaan 2

5. Apakah Anda mengetahui faktor-faktor yang menentukan akurasi (ketepatan) perhitungan

estimasi biaya ?

YA 94%

TIDAK 6%

Gambar 4.14 Persentase jawaban bagian A No.5

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 94 % responden mengetahui faktor-faktor yang menentukan akurasi (ketepatan) perhitungan estimasi biaya. Dan sisanya 6 % tidak mengetahui faktor-faktor yang menentukan akurasi (ketepatan) perhitungan estimasi biaya.

(20)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

c) Pertanyaan 3

6. Apakah Anda setuju bahwa human error merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan ketidakakuratan dalam perhitungan

estimasi biaya ?

YA 88%

TIDAK 12%

Gambar 4.15 Persentase jawaban bagian A No.6

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 88 % responden setuju bahwa human error merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya dan 12 % responden menyatakan tidak setuju bahwa human error merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 3.a

6.a. Apakah Anda setuju bahwa kesalahan perhitungan merupakan salah satu human error

dalam perhitungan estimasi biaya ?

YA 67%

TIDAK 33%

Gambar 4.16 Persentase jawaban bagian A No.6.a

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 67 % responden setuju bahwa kesalahan perhitungan merupakan salah satu human error dalam perhitungan estimasi biaya dan 33 % responden menyatakan tidak setuju bahwa kesalahan perhitungan merupakan salah satu human error dalam perhitungan estimasi biaya.

(21)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 3.b

6.b. Apakah Anda setuju bahwa kurangnya pengalaman estimator merupakan salah satu

human error dalam perhitungan estimasi biaya ?

YA 40%

TIDAK 60%

Gambar 4.17 Persentase jawaban bagian A No.6.b

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 60 % responden tidak setuju bahwa kurangnya pengalaman estimator merupakan salah satu human error dalam perhitungan estimasi biaya dan 40 % responden menyatakan setuju bahwa kurangnya pengalaman estimator merupakan salah satu human error dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 3.c

6.c. Apakah Anda setuju bahwa kesalahan desain merupakan salah satu human error dalam

perhitungan estimasi biaya ?

YA 60%

TIDAK 40%

Gambar 4.18 Persentase jawaban bagian A No.6.c

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 60 % responden setuju bahwa kesalahan desain merupakan salah satu human error dalam perhitungan estimasi biaya dan 40 % responden menyatakan tidak setuju bahwa kesalahan desain merupakan salah satu human error dalam perhitungan estimasi biaya.

(22)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 3.d

6.d. Apakah Anda setuju bahwa ketidakmampuan estimator merupakan salah satu human error dalam

perhitungan estimasi biaya ?

YA 33%

TIDAK 67%

Gambar 4.19 Persentase jawaban bagian A No.6.d

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 67 % responden tidak setuju bahwa ketidakmampuan estimator merupakan salah satu human error dalam perhitungan estimasi biaya dan 33 % responden menyatakan setuju bahwa ketidakmampuan estimator merupakan salah satu human error dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 3.e

6.e. Adakah faktor lain yang merupakan human

error dalam perhitungan estimasi biaya ?

YA 27%

TIDAK 73%

Gambar 4.20 Persentase jawaban bagian A No.6.e

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 67 % responden menyatakan tidak ada faktor lain yang merupakan human error dalam perhitungan estimasi biaya dan 27 % responden menyatakan ada faktor lain yang merupakan

(23)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

d) Pertanyaan 4 - Pertanyaan 4.a

7.a. Apakah Anda setuju bahwa data yang kurang lengkap merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya?

YA 71%

TIDAK 29%

Gambar 4.21 Persentase jawaban bagian A No.7.a

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 71 % responden setuju bahwa data yang kurang lengkap merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya dan 29 % responden tidak setuju bahwa data yang kurang lengkap merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 4.b

7.b. Apakah Anda setuju bahwa waktu perhitungan yang singkat merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya?

YA 53%

TIDAK 47%

Gambar 4.22 Persentase jawaban bagian A No.7.b

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 53 % responden setuju bahwa waktu perhitungan yang singkat merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya dan 47 % responden tidak setuju bahwa waktu

(24)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

perhitungan yang singkat merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 4.c

7.c. Apakah Anda setuju bahwa data yang kurang valid merupakan kondisi yang kurang menunjang

dalam perhitungan estimasi biaya?

YA 59%

TIDAK 41%

Gambar 4.23 Persentase jawaban bagian A No.7.c

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 59 % responden setuju bahwa data yang kurang valid merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya dan 41 % responden tidak setuju bahwa data yang kurang valid merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 4.d

7.d. Apakah Anda setuju bahwa kondisi data yang terbaru tidak tersedia merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi

biaya?

YA 35%

TIDAK 65%

Gambar 4.24 Persentase jawaban bagian A No.7.d

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 65 % responden tidak setuju bahwa data yang terbaru tidak tersedia merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya dan 35 % responden setuju bahwa data

(25)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

yang terbaru tidak tersedia merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 4.e

7.e. Adakah faktor lain yang merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan

estimasi biaya?

YA 18%

TIDAK 82%

Gambar 4.25 Persentase jawaban bagian A No.7.e

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 82 % responden menyatakan tidak ada faktor lain yang merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya dan 18 % responden menyatakan ada faktor lain yang merupakan kondisi yang kurang menunjang dalam perhitungan estimasi biaya, yaitu fluktuasi harga bahan dapat menyebabkan membengkaknya anggaran biaya proyek.

e) Pertanyaan 5

8. Apakah Anda mengetahui kerugian yang ditimbulkan akibat ketidakakuratan dalam

perhitungan estimasi biaya ?

YA 100%

TIDAK 0%

(26)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 100 % responden mengetahui kerugian yang ditimbulkan akibat ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 5.a

8.a. Apakah Anda setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya mengakibatkan

kerugian materi?

YA 100%

TIDAK 0%

Gambar 4.27 Persentase jawaban bagian A No.8.a

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya dapat mengakibatkan kerugian materi.

- Pertanyaan 5.b

8.b. Apakah Anda setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya mempengaruhi

image perusahaan?

YA 41%

TIDAK 59%

Gambar 4.28 Persentase jawaban bagian A No.8.b

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 59 % responden tidak setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya mempengaruhi

(27)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 5.c

8.c. Apakah Anda setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya mengakibatkan

berkurangnya kepercayaan?

YA 29%

TIDAK 71%

Gambar 4.29 Persentase jawaban bagian A No.8.c

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 71 % responden tidak setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya mengakibatkan berkurangnya kepercayaan dan 29 % responden setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya mengakibatkan berkurangnya kepercayaan.

- Pertanyaan 5.d

8.d. Apakah Anda setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya mengakibatkan

kerugian waktu?

YA 41%

TIDAK 59%

Gambar 4.30 Persentase jawaban bagian A No.8.d

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 59 % responden tidak setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya mengakibatkan kerugian waktu dan 41 % responden setuju bahwa ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya mengakibatkan kerugian waktu.

(28)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 5.e

8.e. Adakah kerugian lain yang diakibatkan oleh ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya?

YA 0% TIDAK

100%

Gambar 4.31 Persentase jawaban bagian A No.8.e

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden menyatakan bahwa tidak ada kerugian lain yang diakibatkan oleh ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya.

f) Pertanyaan 6

9. Apakah kesalahan yang terjadi dalam perhitungan estimasi biaya adalah hal yang harus diantisipasi ?

YA 82%

TIDAK 18%

Gambar 4.32 Persentase jawaban bagian A No.9

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 82 % responden, menyatakan bahwa kesalahan yang terjadi dalam perhitungan estimasi biaya adalah hal yang harus diantisipasi, sedangkan 18 % responden menyatakan bahwa hal tersebut tidak perlu diantisipasi karena tidak berpengaruh besar terhadap keberhasilan proyek.

(29)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.2.2.3Analisis Perbandingan

Dari data pustaka dan kuisioner diketahui bahwa faktor akurasi (ketepatan) menjadi hal yang penting dalam perhitungan estimasi biaya. Karena ketepatan dalam perhitungan estimasi biaya akan membuat biaya yang direncanakan sesuai biaya aktual yang harus dikeluarkan saat pelaksanaan proyek konstruksi. Ada faktor-faktor yang menentukan akurasi dalam menentukan akurasi perhitungan estimasi biaya. Faktor-faktor tersebut berasal baik dari human error maupun dari kondisi lain yang kurang menunjang selama perhitungan estimasi biaya. Dari hasil kusioner diperoleh sebanyak 94 % responden mengetahui faktor-faktor yang menentukan akurasi perhitungan estimasi biaya. Salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya ketidak-akuratan dalam perhitungan estimasi biaya adalah human error. Penyebab terjadinya human error tersebut antara lain akibat kesalahan perhitungan, kesalahan desain, kurangnya pengalaman estimator, ketidakmampuan estimator, dan lain-lain. Kesalahan perhitungan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya human error dalam perhitungan estimasi biaya. Hal ini terlihat dari hasil kuisioner sebanyak 67 % responden menyatakan setuju bahwa kesalahan perhitungan merupakan salah satu penyebab terjadinya human error dalam perhitungan estimasi biaya. Kesalahan desain dari pihak perencana juga merupakan salah satu penyebab terjadinya human

error saat perhitungan estimasi biaya. Adanya perbedaan antara desain yang

direncanakan dengan kenyataan yang harus dikerjakan di lapangan membuat perhitungan biaya menjadi tidak akurat. Akan tetapi kurangnya pengalaman estimator dan ketidakmampuan estimator tidak terlalu signifikan menyebabkan terjadinya human error dalam perhitungan estimasi biaya. Hal ini dikarenakan estimator yang terlibat dalam perhitungan estimasi biaya pada proyek konstruksi biasanya adalah pihak yang sudah terbiasa melakukan perhitungan estimasi biaya. Hal ini terlihat dari hasil kuisioner responden yang hanya kurang dari 40% setuju bahwa kurangnya pengalaman estimator dan ketidakmampuan estimator menyebabkan terjadinya human error dalam perhitungan estimasi biaya. Selain itu juga ada faktor lain yang menyebabkan human error dalam perhitungan estimasi biaya, yaitu faktor kelelahan

estimator saat melakukan perhitungan estimasi biaya.

Selain human error, ada beberapa kondisi yang kurang menunjang yang menyebabkan terjadinya ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya. Hal-hal yang kurang menunjang tersebut, antara lain kurang lengkapnya data, waktu perhitungan yang singkat, data yang tersedia kurang valid, data terbaru tidak tersedia,

(30)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

kurang lengkapnya data menjadi salah satu penyebab terjadinya ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya. Waktu perhitungan yang singkat juga menjadi penyebab ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya. Hal ini diakibatkan waktu yang diberikan owner kepada pihak kontraktor saat pengajuan tender terlalu singkat, sehingga dengan waktu yang terbatas saat pengajuan penawaran tersebut kontraktor harus dapat menyelesaikan perhitungan estimasi biaya.

Ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya menyebabkan kerugian. Kerugian-kerugian yang timbul, antara lain Kerugian-kerugian materi, berkurangnya kepercayaan, mempengaruhi image perusahaan, kerugian waktu, dan lain-lain. Kerugian materi merupakan salah satu akibat ketidak-akuratan dalam perhitungan estimasi biaya yang sangat besar. Hal ini terlihat dari hasil kuisioner dimana 100 % responden menyatakan bahwa kerugian materi merupakan akibat dari ketidakakuratan dalam perhitungan estimasi biaya. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam perhitungan estimasi biaya merupakan hal yang harus diantisipasi. Dengan mengantisipasi kesalahan-kesalahan tersebut diharapkan kerugian yang timbul dapat diatasi. Hal-hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan dalam perhitungan antara lain dengan :

1. Memberikan pelatihan kepada tenaga estimator yang belum berpengalaman 2. Data harus lengkap, desain harus tepat

3. Memahami permasalahan, meningkatkan SDM 4. Pemeriksaan ulang oleh beberapa orang

5. Mempertahankan budget 6. Menambah waktu perhitungan 7. Data harga material harus update 8. Pemantapan metode pekerjaan

(31)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.3 TEKNIK PERHITUNGAN ESTIMASI BIAYA PADA PROYEK

KONSTRUKSI

4.3.1 Metode Perhitungan Estimasi Biaya 4.3.1.1Data Pustaka

Dalam perhitungan estimasi biaya dikenal beberapa teknik. Teknik perhitungan estimasi biaya ini berhubungan dengan metoda yang digunakan dalam perhitungan estimasi biaya tersebut. Metoda yang selama ini umum dipakai dalam perhitungan estimasi biaya antara lain :

a. Perhitungan estimasi biaya manual

Perhitungan estimasi biaya yang dilakukan dengan metode ini tanpa bantuan

software.

b. Perhitungan estimasi biaya semi manual

Perhitungan estimasi biaya yang dilakukan dengan metode ini dengan bantuan

software umum, misalnya Microsoft excel.

c. Perhitungan dengan software estimasi biaya

Perhitungan estimasi biaya yang dilakukan dengan metode ini dengan bantuan

software khusus untuk estimasi biaya.

Masing-masing metode perhitungan estimasi biaya tersebut berpengaruh pada waktu perhitungan estimasi biaya dan tingkat keakuratan dalam perhitungan estimasi biaya.

4.3.1.2Data Kuisioner

a) Pertanyaan 1

1. Metode apa yang Anda gunakan dalam perhitungan estimasi biaya ?

MANUAL 0% SEMI MANUAL 82% DENGAN SOFTWARE 18%

(32)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner, diketahui bahwa 82 % responden menggunakan metode semi manual dengan program umum, misalnya microsoft excel dalam perhitungan estimasi biaya. Sedangkan 18 % menggunakan software estimasi biaya dalam perhitungan estimasi biaya dan tidak ada responden yang melakukan perhitungan estimasi biaya secara manual.

b) Pertanyaan 2

2. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk perhitungan estimasi biaya tersebut ?

1--2 minggu 65% 3--4 minggu 35% 5--6 minggu 0% >6 minggu 0%

Gambar 4.34 Persentase jawaban bagian B No.2

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 65 % responden menyatakan bahwa waktu yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya dengan metode yang mereka lakukan antara 1 sampai 2 minggu. Sedangkan sisanya sebanyak 35% responden menyatakan bahwa waktu yang diperlukan selama 3 sampai 4 minggu.

c) Pertanyaan 3

3. Berapa tingkat akurasi estimasi biaya dengan metode yang Anda lakukan?

-5% s/d +5% 52% -10% s/d +10% 24% -20% s/d +20% 6% di atas +/-20% 18%

(33)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 52 % responden menyatakan bahwa tingkat akurasi estimasi biaya dengan metode yang dilakukan antara -5 % sampai dengan +5 %, 24 % responden menyatakan bahwa tingkat akurasi estimasi biaya dengan metode yang dilakukan antara -10 % sampai dengan +10%, 18 % responden menyatakan bahwa tingkat akurasi estimasi biaya dengan metode yang dilakukan diatas +/- 20 %. Dan sisanya sebanyak 6 % responden menyatakan bahwa tingkat akurasi estimasi biaya dengan metode yang dilakukan antara -20 % sampai dengan +20 %.

4.3.1.3Analisis Perbandingan

Dari data pustaka dan kuisioner menunjukkan bahwa teknik perhitungan estimasi biaya bervariasi. Salah satu metode yang umum dipakai dalam perhitungan estimasi biaya adalah dengan metode perhitungan semi manual, yaitu perhitungan dengan bantuan software umum seperti Micosoft Excel. Hal ini terlihat dari hasil kuisoner sebanyak 82 % responden melakukan perhitungan estimasi biaya dengan metode semi manual. Perhitungan estimasi biaya dengan menggunakan software estimasi biaya juga sudah mulai dilakukan. Beberapa kontraktor sudah mulai menggunakan

software estimasi biaya dalam perhitungan estimasi biaya. Perhitungan estimasi biaya

dengan metode tertentu berpengaruh pada waktu perhitungan estimasi biaya dan tingkat akurasi estimasi biaya. Biasanya estimator menyesuaikan dengan waktu yang diberikan owner saat proses pengajuan penawaran. Lamanya waktu perhitungan estimasi biaya tergantung dari jenis proyek dan nilai proyeknya. Untuk proyek kecil dan menengah biasanya waktu yang diberikan sekitar 1 atau 2 minggu saja. Sedangkan untuk proyek besar biasanya waktu yang diberikan 3 atau 4 minggu. Tingkat akurasi perhitungan estimasi biaya bervariasi antara satu proyek dengan proyek lainnya. Estimator berusaha melakukan perhitungan estimasi biaya seakurat mungkin sehingga biaya yang direncanakan mendekati biaya aktualnya. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan memenangkan tender dan tidak mengalami kerugian. Dari hasil kuisioner terlihat 52 % responden menyatakan bahwa tingkat akurasi estimasi biaya dengan metode yang mereka lakukan berada di kisaran antara –5 % sampai dengan +5 %. Analisis hubungan antara metode perhitungan estimasi biaya dengan waktu perhitungan menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan

(34)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

besar. Sementara itu analisis hubungan antara metode perhitungan estimasi biaya dengan tingkat akurasi perhitungan menunjukkan bahwa perhitungan menggunakan

software menghasilkan akurasi yang tinggi.

4.3.2 Perhitungan Estimasi Biaya pada Proyek Konstruksi 4.3.2.1Data Pustaka

Secara garis besar, estimator memegang peranan penting dalam perhitungan estimasi biaya. Tingkat keakuratan estimasi biaya bergantung dari estimator itu sendiri dalam melakukan perhitungan estimasi biaya. Hal-hal yang berhubungan dengan perhitungan estimasi biaya pada proyek konstruksi meliputi berapa jumlah estimator yang dilibatkan dalam perhitungan estimasi biaya, kelengkapan data yang tersedia, dan batas waktu estimasi biaya. Data-data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya, antara lain meliputi harga satuan, data sumber daya (material, peralatan, dan pekerja), volume pekerjaan, produktivitas pekerjaan, penjadwalan, waktu pekerjaan, dan lain-lain. Banyak sedikitnya estimator yang dilibatkan dalam proses estimasi tersebut bergantung pada skala proyek konstruksi yang dilaksanakan. Pada proyek konstruksi skala menengah ke atas, biasanya dilibatkan jumlah estimator yang cukup banyak untuk menyelesaikan estimasi biaya dalam tenggang waktu yang singkat diberikan oleh owner. Akan tetapi dengan banyaknya estimator akan mempengaruhi efektivitas perhitungan estimasi biaya, karena biasanya akan terjadi perhitungan ulang untuk pekerjaan yang sama dan kemungkinan ada komponen pekerjaan yang tidak terhitung.

(35)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.3.2.2Data Kuisioner

a) Pertanyaan 1

4. Apakah Anda mengerjakan estimasi biaya dalam satu team ?

YA 100%

TIDAK 0%

Gambar 4.36 Persentase jawaban bagian B No.4

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden yang menyatakan bahwa mereka mengerjakan estimasi biaya dalam satu team.

b) Pertanyaan 2

5. Berapa orang yang dilibatkan dalam team perhitungan estimasi biaya ?

<5 orang 65% 5 - 10 orang 35% >10 orang 0%

Gambar 4.37 Persentase jawaban bagian B No.5

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui bahwa 65 % responden menyatakan bahwa jumlah orang yang dilibatkan dalam perhitungan estimasi biaya sebanyak kurang dari 5 orang. Sedangkan sisanya sebanyak 35% responden menyatakan bahwa waktu jumlah orang yang dilibatkan dalam perhitungan estimasi biaya antara 5 sampai 10 orang.

(36)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

c) Pertanyaan 3

6. Apakah Anda mengelompokkan tiap item pekerjaan dalam perhitungan estimasi biaya ?

YA 94%

TIDAK 6%

Gambar 4.38 Persentase jawaban bagian B No.6

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 94 % responden menyatakan bahwa mereka mengelompokkan tiap item pekerjaan dalam perhitungan estimasi biaya. Sedangkan sisanya sebanyak 6 % responden menyatakan tidak mengelompokkan tiap item pekerjaan dalam perhitungan estimasi biaya.

d) Pertanyaan 4 - Pertanyaan 4.a

4.a. Apakah Anda setuju bahwa harga satuan merupakan data yang diperlukan dalam

perhitungan estimasi biaya?

YA 100%

TIDAK 0%

Gambar 4.39 Persentase jawaban bagian B No.7.a

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden setuju bahwa harga satuan merupakan data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya.

(37)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 4.b

4.b. Apakah Anda setuju bahwa volume pekerjaan merupakan data yang diperlukan dalam

perhitungan estimasi biaya?

YA 100%

TIDAK 0%

Gambar 4.40 Persentase jawaban bagian B No.7.b

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden setuju bahwa volume pekerjaan merupakan data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 4.c

7.c. Apakah Anda setuju bahwa data sumber daya merupakan data yang diperlukan dalam

perhitungan estimasi biaya?

YA 94%

TIDAK 6%

Gambar 4.41 Persentase jawaban bagian B No.7.c

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 94 % responden setuju bahwa data sumber daya (material, peralatan, dan pekerja) merupakan data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya.

(38)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 4.d

7.d. Apakah Anda setuju bahwa data produktivitas merupakan data yang diperlukan dalam

perhitungan estimasi biaya?

YA 53%

TIDAK 47%

Gambar 4.42 Persentase jawaban bagian B No.7.d

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 53 % responden setuju bahwa data produktivitas pekerjaan merupakan data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya. Sedangkan sisanya sebanyak 47 % responden tidak setuju bahwa data produktivitas pekerjaan merupakan data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 4.e

7.e. Apakah Anda setuju bahwa penjadwalan merupakan data yang diperlukan dalam

perhitungan estimasi biaya?

YA 53%

TIDAK 47%

Gambar 4.43 Persentase jawaban bagian B No.7.e

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 53 % responden setuju bahwa penjadwalan pekerjaan merupakan data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya. Sedangkan sisanya sebanyak 47 % responden tidak setuju bahwa penjadwalan merupakan data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya.

(39)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 4.f

7.f. Apakah Anda setuju bahwa waktu pekerjaan merupakan data yang diperlukan dalam

perhitungan estimasi biaya?

YA 59%

TIDAK 41%

Gambar 4.44 Persentase jawaban bagian B No.7.f

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 59 % responden setuju bahwa waktu pekerjaan merupakan data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya. Sedangkan sisanya sebanyak 41 % responden tidak setuju bahwa waktu pekerjaan merupakan data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya.

- Pertanyaan 4.g

7.g. Adakah data lain yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya?

YA 18%

TIDAK 82%

Gambar 4.45 Persentase jawaban bagian B No.7.g

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 82 % responden menyatakan tidak ada data lain yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya. Sedangkan sisanya sebanyak 18 % responden menyatakan ada data lain yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya, yaitu metode pelaksanaan pekerjaan.

(40)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

4.3.2.3Analisis Perbandingan

Dari data pustaka dan data kuisioner serta wawancara di lapangan diketahui bahwa dalam perhitungan estimasi biaya diperlukan data-data dalam perhitungan estimasi biaya. Data-data yang diperlukan dalam perhitungan estimasi biaya, antara lain meliputi harga satuan, data sumber daya (material, peralatan, dan pekerja), volume pekerjaan, produktivitas pekerjaan, penjadwalan, waktu pekerjaan, dan lain-lain. Selain data-data tersebut, biasanya estimator juga memerlukan data metode pelaksanaan pekerjaan dalam perhitungan estimasi biaya.

Untuk proyek konstruksi dengan skala yang cukup besar biasanya dilibatkan jumlah

estimator yang cukup banyak. Estimator mengerjakan perhitungan estimasi biaya

dalam satu team. Hal ini terlihat dari hasil kuisioner sebanyak 100 % responden menyatakan dalam mengerjakan estimasi biaya dalam satu team. Jumlah estimator yang dilibatkan juga tidak terlalu banyak, hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu besar biaya yang dikeluarkan untuk mebayar gaji estimator dan perhitungan estimasi biaya agar lebih efektif. Estimator mengelompokkan tiap item pekerjaan dalam perhitungan estimasi biaya, antara lain pekerjaan struktural, arsitektural, mekanikal elektrikal, dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah saat pelaksanaan proyek konstruksi di lapangan.

4.4PERKEMBANGAN SOFTWARE ESTIMASI BIAYA PADA PROYEK

KONSTRUKSI

4.4.1 Software yang Menunjang Proyek Konstruksi

4.4.1.1Data Pustaka

Sejak ditemukannya komputer sampai saat ini, perkembangan teknologi komputer semakin pesat baik pada hardware (perangkat keras) maupun pada software (perangkat lunak/ program). Pada saat ini penggunaan teknologi komputer sudah merambah pada bidang pendidikan, pertanian, kedokteran, ekonomi dan lain-lain. Khusus pada bidang teknik penggunaan teknologi komputer sudah merupakan kebutuhan dan sering digunakan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam menyelesaikan proyek-proyek yang berskala menengah ke atas. Hal tersebut tentunya

(41)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

teknologi komputer bukan berarti bahwa komputerisasi dapat menyelesaikan semua permasalahan pada semua bidang teknik. Para pengguna teknologi komputer diharapkan sudah menguasai teori-teori yang mendasari penggunaan program-program komputer tersebut. Input data yang dilakukan merupakan input data yang benar sehingga output yang dihasilkan merupakan hasil yang benar.

Saat ini perkembangan komputerisasi pada bidang teknik sipil sudah mulai berkembang. Hal ini ditandai dengan banyaknya software yang menunjang dalam proyek konstruksi.Ada beberapa program-program di bidang teknik sipil yang sudah banyak digunakan, antara lain :

1. Management and Project Manager : Primavera, Microsoft Project, Arthemis,

WinEst Pro

2. Geotechnical and Materials Engineering : Plaxis, G SLOPE, G TILT, PC-SLOPE

3. Structural Analysis and Design : SAP 2000, ETABS, SANS 89, STAAD Pro Package

4. Computer Aided Design : Auto CAD 2007, Multimedia Explorer, 3DS Max, Animator Pro, CAD Plus 3D

4.4.1.2Data Kuisioner

a) Pertanyaan 1

1. Apakah Anda mengetahui software yang menunjang proyek Konstruksi ?

YA 100%

TIDAK 0%

Gambar 4.46 Persentase jawaban bagian C No.1

(42)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

b) Pertanyaan 2 - Pertanyaan 2.a

2.a. Apakah Anda mengetahui software Auto CAD yang menunjang proyek konstruksi?

YA 100%

TIDAK 0%

Gambar 4.47 Persentase jawaban bagian C No.2.a

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 100 % responden mengetahui software Autocad yang menunjang proyek konstruksi.

- Pertanyaan 2.b

2.b. Apakah Anda mengetahui software Primavera yang menunjang proyek konstruksi?

YA 65%

TIDAK 35%

Gambar 4.48 Persentase jawaban bagian C No.2.b

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 65 % responden mengetahui software Primavera yang menunjang proyek konstruksi. Sedangkan sisanya sebanyak 35 % responden tidak mengetahui software Primavera yang menunjang proyek konstruksi.

(43)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 2.c

2.c. Apakah Anda mengetahui software SAP2000 yang menunjang proyek konstruksi?

YA 82%

TIDAK 18%

Gambar 4.49 Persentase jawaban bagian C No.2.c

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 82 % responden mengetahui software SAP 2000 yang menunjang proyek konstruksi. Sedangkan sisanya sebanyak 18 % responden tidak mengetahui software SAP 2000 yang menunjang proyek konstruksi.

- Pertanyaan 2.d

2.d. Apakah Anda mengetahui software ETABS yang menunjang proyek konstruksi?

YA 59%

TIDAK 41%

Gambar 4.50 Persentase jawaban bagian C No.2.d

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 59 % responden mengetahui software ETABS yang menunjang proyek konstruksi. Sedangkan sisanya sebanyak 41 % responden tidak mengetahui software ETABS yang menunjang proyek konstruksi.

(44)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 2.e

2.e. Apakah Anda mengetahui software MS. Project yang menunjang proyek konstruksi?

YA 82%

TIDAK 18%

Gambar 4.51 Persentase jawaban bagian C No.2.e

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 82 % responden mengetahui software Microsoft Project yang menunjang proyek konstruksi. Sedangkan sisanya sebanyak 18 % responden tidak mengetahui software Microsoft

Project yang menunjang proyek konstruksi.

c) Pertanyaan 3 - Pertanyaan 3.a

3.a. Apakah Anda menguasai software Auto CAD yang menunjang proyek konstruksi?

YA 76%

TIDAK 24%

Gambar 4.52 Persentase jawaban bagian C No.3.a

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 76 % responden menguasai software Autocad yang menunjang proyek konstruksi. Sedangkan sisanya sebanyak 24 % responden tidak menguasai software Autocad yang menunjang proyek konstruksi.

(45)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 3.b

3.b. Apakah Anda menguasai software Primavera yang menunjang proyek konstruksi?

YA 24%

TIDAK 76%

Gambar 4.53 Persentase jawaban bagian C No.3.b

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 76 % responden tidak menguasai software Primavera yang menunjang proyek konstruksi. Sedangkan sisanya sebanyak 24 % responden menguasai software Primavera yang menunjang proyek konstruksi.

- Pertanyaan 3.c

3.c. Apakah Anda menguasai software SAP2000 yang menunjang proyek konstruksi?

YA 59%

TIDAK 41%

Gambar 4.54 Persentase jawaban bagian C No.3.c

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 59 % responden menguasai software SAP 2000 yang menunjang proyek konstruksi. Sedangkan sisanya sebanyak 41 % responden tidak menguasai software SAP 2000 yang menunjang proyek konstruksi.

(46)

Laporan Tugas Akhir “Analisis Penggunaan Software Estimasi Biaya

pada Proyek Konstruksi di Indonesia”

- Pertanyaan 3.d

3.d. Apakah Anda menguasai software ETABS yang menunjang proyek konstruksi?

YA 41%

TIDAK 59%

Gambar 4.55 Persentase jawaban bagian C No.3.d

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 59 % responden tidak menguasai software ETABS yang menunjang proyek konstruksi. Sedangkan sisanya sebanyak 41 % responden menguasai software ETABS yang menunjang proyek konstruksi.

- Pertanyaan 3.e

3.e. Apakah Anda menguasai software MS. Project yang menunjang proyek konstruksi?

YA 71%

TIDAK 29%

Gambar 4.56 Persentase jawaban bagian C No.3.e

Berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner diketahui 71 % responden menguasai software Microsoft Project yang menunjang proyek konstruksi. Sedangkan sisanya sebanyak 29 % responden tidak menguasai software Microsoft Project yang menunjang proyek konstruksi.

Gambar

Tabel 4.1 Data Proyek Konstruksi
Tabel 4.3 Rekapitulasi Data Kuisioner Perhitungan Estimasi Biaya pada Proyek  Konstruksi
Tabel 4.4 Rekapitulai Data Kuisioner Teknik Perhitungan Estimasi Biaya pada  Proyek Konstruksi
Tabel 4.5 Rekapitulasi Data Kuisioner Perkembangan Software Estimasi Biaya pada  Proyek Konstruksi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Variabel proses pengadaan ini menjelaskan bahwa kebijakan kontrak yang tidak tepat untuk kalangan kontraktor kecil dan menengah serta sikap profesionalitas dan

Tahapan identifikasi arsitektur proses bisnis yang sedang terjadi (as is), dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang proses yang terjadi pada

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Political Historis dan menggunakan teori kebudayaan (cultur), teori negara (staat), teori kemauan (will). Ia adalah seorang

Maka Ha diterima Ho ditolak ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel BI Rate dan jumlah simpanan masyarakat terhadap Penyaluran

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk membahas permasalahan tersebut dalam skripsi ini dengan judul “ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN

Penanganan sampah, yaitu rangkaian kegiatan penaganan sampah yang mencakup pemilahan (pengelompokan dan pemisahan sampah menurut jenis dan sifatnya), pengumpulan

Pertama ialah kestabilan PVC sebagai bahan laminasi terhadap radiasi, dan kedua ialah pengaruh berbagai bahan pra-polimer, yaitu Ar-8060, Ar-7100, EA-81, LR-8739 sebagai bahan

The theoretical research and construction of Music Iconography could have been used to solve the problems occurred in academic practice of modern art and musicology.