BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
B. Tinjauan Mengenai Industri Pariwisata
3. Wisata Budaya
Kabupaten Klaten juga mempunyai obyek wisata budaya yang cukup menarik dan potensial untuk dikembangkan,meliputi cagar budaya berupa candi dan situs bersejarah, candi bukan sekedar tumpukan batu- batu yang berjuta jumlahnya dan disusun menjadi suatu bangunan, tetapi candi adalah
85 peninggalan purbakala, benda bersejarah hasil karya seni budaya nenek moyang kita yang sangat tinggi nilainya. Candi berkaitan erat dengan ajaran, falsafah, agama yang satu dengan yang lain saling mempengaruhi secara positif dan melahirkan karya yang tinggi nilainya. Candi yang berada di Kabupaten Klaten antara lain :
a. Candi Sewu
Terletak di dukuh Bener, desa Bugisan Kecamatan Prembanan, jarak dari kota Klaten ± 15 Km ke arah barat. Candi ini terdiri dari sebuah candi induk yang diapit oleh candi Perwara yang berjumlah 240 buah dan candi Apit yang berjumlah 8 buah. Karena jumlah candi tersebut cukup banyak, maka candi tersebut dikenal dengan nama candi Sewu. Candi Sewu didirikan pada abad ke IX oleh salah seorang penganut agama Budha Maha Yana. Luas candi Sewu adalah 14.059.488 m², fungsinya adalah sebagai obyek wisata peninggalan benda bersejarah, pengunjung yang datang rata- rata 1000 orang tiap bulannya.
b. Candi Lumbung
Terletak di dukuh Tlogo Kecamatan Prambanan, jarak dari kota Klaten ± 15 Km ke arah barat. Candi Lumbung terdiri dari sebuah candi induk yang dikelilingi oleh 16 candi Perwara. Candi induk ini menghadap ke timur, berkamar kosong dan atapnya berbentuk Stupa. Luas candi Lumbung adalah 543,35 m², fungsinya adalah sebagai obyek wisata peninggalan benda bersejarah, pengujung yang datang ke candi Lumbung rata- rata 2000 orang tiap bulannya.
86
c. Candi Bubrah
Terletak di dukuh Klurak, desa Tlogo Kecamatan Prambanan Klaten, jarak dari kota Klaten ± 15 Km ke arah barat. Candi ini terletak di sebelah utara candi Lumbung, nama Bubrah diambil dari keadaan candinya yang sudah bubrah atau rusak. Masa pendirian candi Bubrah sama dengan candi Sewu yaitu pada abad ke IX, candi induk menghadap ke timur. Luas candi Bubrah adalah 343,80 m², fungsinya adalah sebagai obyek wisata peninggalan bersejarah, pengunjung yang datang rata- rata 53 orang tiap bulannya.
d. Candi Plaosan
Terletak di dukuh Plaosan, desa Bugisan Kecamatan Prambanan, jarak dari kota Klaten ± 14 Km ke arah barat. Candi Plaosan terdiri dari dua kelompok candi yaitu :
- Kelompok candi Plaosan Kidul, kelompok candi ini telah banyak mengalami kerusakan.
- Kelompok candi Plaosan Lor, kelompok candi ini terdiri dari dua duah candi induk yang dikelilingi oleh 116 buah Stupa Perwara dan 50 buah candi Perwara. Candi induk Plaosan Lor dipugar pada tehun 1962 oleh Dinas Purbakala. Didalam kamar candi induk terdapat 6 buah arca Dhyani Budisatwa antara lain: Awalokiteswara, Wajrapani, Padmapani. Berdasarkan prasasti pendek yang dipahatkan pada Perwara, mungkin candi Plaosan dibangun atas kerjasama antara Raja Pikatan dan Cri Kahuluan, perpaduan antara Budha dan Hindu.
87 Bertitik tolak dari hal tersebut,maka diperkirakan candi Plaosan dibangun pada abad ke IX. Luas candi Plaosan adalah 4.529,06 m² . Fungsinya adalah sebagai obyek wisata peninggalan bersejarah dan upacara keagamaan agama Budha.
e. Candi Sojiwan
Candi ini terletak di dukuh Sojiwan, desa Kebondalem Kidul Kecamatan Prambanan. Candi ini atapnya sudah runtuh, dinding kaki candi dihiasi dengan relief ceritera Jataka yang diambil dari ceritera Kamandaka. Masa pendirian candi Sowijan diperkirakan pada abad IX dan dibangun oleh seorang raja penganut agama Budha. Jarak dari kota Klaten adalah ± 15 Km kearah barat, luas areal candi adalah 401,3125 m², candi induk menghadap kearah barat, fungsinya adalah sebagai obyek wisata peninggalan bersejarah.
f. Candi Asu
Candi ini terletak di dukuh Klurak, desa Tlogo Kecamatan Prambanan. Jarak dari kota Klaten adalah ± 15 Km kearah barat, dibuat pada abad IX, luas candi Asu adalah 6000 m². Fungsinya adalah sebagai obyek wisata peninggalan benda bersejarah.
g. Candi Merak
Candi ini terletak di dukuh Karangnongko, desa Karangnongko Kecamatan Karangnongko. Jarak dari kota Klaten adalah ± 10 Km kearah utara, candi induk menghadap ke timur. Luas candi Merak adalah 800m², fungsinya adalah sebagai obyek wisata peninggalan benda bersejarah.
88
h. Obyek Wisata Ziarah Makam Mlayopati
Makam Mlayopati terletak di dukuh Deles, desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Jarak dari kota Klaten adalah ± 25 Km, luas makam Mlayopati adalah 30 m². Dibuat dari gundukan tanah dan ada batu bertuliskan Mlayopati dengan huruf jawa baru dan juga disebut Ki Hajarmerto. Pengunjung tiap bulannya adalah rata- rata 1.000 orang.
i. Obyek Wisata Ziarah Makam Nyi Ageng Anjang Mas
Makam Nyi Ageng Anjang Mas terletak di dukuh Gledeg, desa Gledeg Kecamatan Karanganom. Jarak dari kota Klaten adalah ± 8 Km. Luas makam adalah 600 m², dibuat dari batu bata dan genting. Fungsinya adalah sebagai tempat ziarah para dalang, swarawati dan yoga atau pradonggo. Hari yang paling banyak dikunjungi adalah tiap- tiap malam Jumat. Pengunjung tiap bulannya rata- rata 1.000 orang.
j. Obyek Wisata Ziarah Makam Gusti Panembahan Romo
Makam Gusti Panembahan Romo terletak di dukuh Kajoran Kecamatan Klaten Selatan. Jarak dari kota Klaten adalah ± 5 Km, luas kawasannya adalah 600 m², luas bangunannya adalah 84 m², dibuat dari batu merah, kayu dan batu kapur. Fungsinya adalah sebagai tempat ziarah, hari yang paling banyak dikunjungi adalah hari malam Jumat Kliwon. Pengunjung tiap bulan rata- rata 4.000 orang.
k. Obyek Wisata Ziarah Makam Gusti Panembahan Agung
Makam Gusti Panembahan Agung terletak di derah Kauman, desa Jimbung Kecamatan Kalikotes. Jarak dari kota Klaten adalah ± 5 Km, luas
89 kawasannya adalah 462 m², luas bangunan 215 m². Dibuat dari batu merah dan kayu, fungsinya sebagai tempat ziarah dengan tujuan mendapatkan berkah dan mendapatkan derajat. Hari yang paling banyak dikunjungi adalah hari malam Jumat Kliwon, pengunjung tiap bulannya rata- rata 4.000 orang.
l. Obyek Wisata Ziarah Makam Kyai Ageng Pandanaran
Makam Kyai Ageng Pandanaran terletak di dukuh Paseban, desa Paseban Kecamatan Bayat. Jarak dari kota Klaten adalah ± 15 Km, luas kawasan 1,5 Ha, luas bangunan 106 m². Dibuat dari batu merah, kayu, sirap. Fungsi sebagai tempat ziarah, hari yang paling banyak dikunjungi adalah hari malam Jumat Legi. Pengunjung rata- rata tiap bulannya adalah 10.000 orang setiap bulannya.
m. Obyek Wisata Ziarah Makam Rng. Ronggowasito
Makam Rng. Ronggowasito terletak di dukuh Palar, desa Palar Kecamatan Trucuk. Jarak dari kota Klaten ± 15 Km, luas kawasan 15.000m², luas bangunan 264m². Dibuat dari marmer dan genting soka, fungsinya sebagai tempat ziarah. Didekat lokasi makam terdapat sumur tiban bernama Nyai Sekar Gading Melati yang digunakan untuk tempat sesuci, dan apabila setelah habis bersemedi atau nyepi lalu mandi di sumur tersebut badan terasa segar kembali. Makam Rng. Ronggowasito pernah dipugar oleh Presiden Indonesia yang pertama tahun 1952. Hari yang paling sering dikunjungi adalah hari malam Jumat dan Selasa Kliwon. Rata- rata pengunjung tiap bulan adalah 10.000 orang.
90
n. Obyek Wisata Ziarah Makam Ki Ageng Perwito
Makam Ki Ageng Perwito terletak di dukuh Ngreden, desa Ngreden Kecamatan Wonosari. Jarak dari kota Klaten adalah ± 25Km, luas kawasan 2.000 m², luas bangunan 280 m². Dibuat dari batu merah, kayu dan sirap. Fungsinya sebagai tempat ziarah, hari yang paling sering di kunjungi adalah hari Jumat Wage. Rata- rata pengunjung yang datang tiap bulannya adalah 4.000 orang.
o. Obyek Wisata Petilasan Kanjeng Sunan Kalijogo
Petilasan Kanjeng Sunan Kalijogo terletak di dukuh Sepi, desa Barepan Kecamatan Cawas. Jarak dari kota Klaten adalah ± 20 Km, luasnya ± 15 m², dipagari tembok batu merah. Petilasan berupa batu putih berujud lekukan- lekukan petilasan sholat. Rata- rata pengunjung tiap bulannya adalah 10.000 orang.