• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KAWASAN CANDI MUARO JAMBI

3.4 Wisata Kuliner

berupa durian yang difermentasi. Setelah difermentasi, durian akan mengeluarkan aroma yang menyengat dengan cita rasa yang khas.Tempoyak adalah bumbu yang biasa disajikan sebagai aluk dan dimakan bersama nasi. Orang Jambi juga tak jarang menggunakan tempoyak sebagai bahan campuran dalam membuat sambal.

Tempoyak mempunyai cita rasa asam yang khas de-ngan tekstur daging buah yang lembek. Di tanah Sumatera, tempoyak tak hanya terkenal di Jambi, tetapi juga di Palembang dan Lampung. Bahkan, di luar pulau seperti Kali mantan, tempoyak juga banyak dijual terutama saat musim durian tiba.

b. Kue Padamaran

Gambar 3.6. Kue Padamaran

Kue padamaran adalah panganan ringan yang mem-punyai nilai tradisional yang terkenal di Jambi. Kue pada-maran sendiri adalah kue khas Jambi yang terbuat dari bahan baku tepung beras dan santan. Kue padamaran mem punyai cita rasa yang gurih dengan tekstur lembut menye rupai bubur sumsum. Perbedaan antara kue pada-maran dengan bubur sumsum terletak pada penggunaan kinca gula merahnya.

Kalau bubur sumsum kinca gula merahnya disiram pada bagian atas, sedangkan pada kue padamaran kinca gula merah tak hanya digunakan untuk bagian atas kue, tetapi juga bagian dasarnya. Untuk kamu yang tidak tahu, kue padamaran memiliki warna hijau. Warna hijau yang dimiliki oleh kue padamaran merupakan hasil penggunaan air suji.

Jika kamu belum pernah menyantap kue padamaran, jangan sampai melewatkan makanan tradisional khas Jambi ini selagi ada di Jambi.

c. Daging Masak Hitam

Di Jakarta, ada makanan yang mirip dengan daging masak hitam, yakni semur di mana terdapat kesamaan pada kuah hitam yang pekat dengan cita rasa manis gurih yang bisa bikin para penikmatnya ketagihan. Daging masak hitam sendiri merupakan makanan khas Jambi yang menyajikan bahan utama berupa daging sapi.

Gambar 3.7. Daging Masak Hitam

Bumbu yang digunakan untuk membuat daging ma-sak hitam antara lain jintan, adas manis, ketumbar, kayu manis, pala bubuk, lada putih bubuk, garam, kecap manis, dan santan.Selain bumbu-bumbu tersebut, ada juga bumbu halus yang harus digoreng terlebih dahulu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, batang serai, dan lengkuas. Untuk membuatnya, bumbu halus yang sudah tersedia harus dicampur bersama kelapa sangrai, ketumbar, kayu manis, lada putih bubuk, garam, adas manis, dan jintan.

Bumbu yang sudah tercampur dibalurkan pada daging lalu didiamkan selama 20 menit. Setelah diabaikan, daging bisa langsung dimasak dalam panci. Saat dimasak, tuang kecap dan santan sedikit demi sedikit hingga daging empuk dan matang serta kuahnya mengental.

d. Nasi Gemuk

Gambar 3.8. Nasi Gemuk

Nasi gemuk adalah makanan khas kota Jambi yang mirip dengan nasi uduk khas Betawi atau nasi yang disaji-kan bersama campuran lauk pelengkap di daerah-daerah lain. Perbedaan antara nasi gemuk dengan nasi jambi ter-letak pada lauk pendampingnya. Kalau nasi uduk biasanya disajikan bersama emping melinjo, sementara nasi gemuk tidak pakai emping dan justru menggunakan kerupuk.

Di provinsi Jambi, nasi gemuk biasanya dihidangkan sebagai menu pembuka hari. Nasi gemuk dibuat dari bahan baku beserta proses pengolahan yang nyari sama dengan nasi uduk. Jadi jika membicarakan bagaimana cita rasa dari nasi gemuk, maka tidak ada perbedaan yang terasa dengan cita rasa yang dimiliki oleh nasi uduk. Bedanya mungkin kalau nasi gemuk berasal dari Jambi, sedangkan nasi uduk berasal dari Jakarta.

e. Bolu Kojo

Gambar 3.9. Bolu Kojo

Nama bolu kojo mungkin belum seakrab jenis kue bolu lainnya di daerah-daerah lain di Indonesia. Tapi di Sumatera Selatan, nama makanan ini sangat populer, terutama di daerah Riau, Palembang, Bengkulu, dan Jambi. Bolu kojo atau bolu kemojo adalah kue bolu yang mempunyai bentuk seperti bunga kamboja. Bentuk tersebut merupakan hasil dari cetakan loyang yang sengaja dibuat menyerupai bunga kamboja.

Biasanya, masyarakat Jambi menjadikan bolu kojo sebagai menu buka puasa. Kue bolu kojo di Sumatera Selatan menjadi makanan khas sekaligus ikon kulinernya.

Makanan khas Jambi ini biasanya dihidangkan dalam acara-acara atau pesta­pesta adat. Bolu kojo sangat nikmat jika dimakan bersama dengan teh manis hangat. Jika kamu sedang berpelesir ke tanah Sumatera, terutama Jambi,

jangan lupa untuk membeli kue ini sebagai buah tangan untuk diberikan pada tetangga-tetangga dan keluarga di rumah.

f. Mie Celor

Gambar 3.10. Mie Celor

Berkunjung ke Jambi belum lengkap tanpa mencicip salah satu kuliner terkenalnya yakni mie celor. Makanan khas Jambi ini terbuat dari adonan tepung terigu yang kemudian diolah bersama sayuran sehat seperti tauge dan daun sop. Mie celor adalah panganan yang mudah ditemui di sudut-sudut kota Jambi. Banyak penjual yang menjajakan makanan sederhana ini untuk mereka yang diserang rasa lapar seusai bekerja seharian.

Mie celor dianggap sebagai makanan yang tak hanya membuat perut kenyang, tetapi juga mengembalikan semangat tubuh karena kuahnya yang hangat dan

menyegarkan. Kuah mie celor mempunyai aroma rempah yang menyeruak. Kuah santan yang diguyur pada mie ditam bah menu pelengkap seperti irisan daging ayam atau sapi dan telur membuat lidah seakan tak mau berhenti untuk mengunyahnya.

Mie celor ini bukan hanya terkenal di Jambi, tetapi juga di Palembang dan Padang. Bedanya, mie celor khas Jambi mempunyai kuah yang tidak terlalu kental seperti mie celor dari Palembang atau Padang.

7. Kue Gandus

Gambar 3.11. Kue Gandus

Jambi mempunyai banyak kue khas. Selain kue pada-maran, Jambi masih mempunyai kue yang tak kalah enak lainnya. Kue tersebut adalah kue gandus. Kue gandus adalah salah satu kue yang terkenal di provinsi Jambi. Kue gandus mempunyai tampilan yang serupa dengan talam

ebi. Warnanya putih cerah seperti susu. Kue gandus terbuat dari campuran tepung beras, tepung sagu, garam, dan santan. Untuk memperkaya rasa, adonan kue dicampur dengan bumbu halus seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai.

Kue gandus mempunyai bentuk seperti mangkuk atau kotak persegi, tergantung loyang cetakan yang digunakan.

Penyajian kue gandus biasanya dilakukan setelah menyiram topping khusus yang terbuat dari ebi sangrai, daun seledri, bawang goreng, irisan cabai, daging gilin, dan abon ikan. Rasa dari kue khas Jambi ini pedas nikmat.

g. Kue Putri Kandis

Gambar 3.12. Kue Putri Kandis

Selain kue padamaran dan gandus, ada kue basah lain yang tak kalah enak dengan dua kue sebelumnya, yakni kue putri kandis. Kue dengan nama cantik ini adalah jajanan tradisional dari Jambi yang mempunyai bentuk kotak

persegi. Tampilan dari kue putri kandis ini menarik untuk dilihat di mana terdapat tumpukan warna hijau, kuning, dan cokelat. Warna hijau biasanya terletak di bagian tengah kue yang dihasilkan dari air daun suji.

h. Kue Kubang Boyo

Gambar 3.13. Kue Kubang Bayo

Lagi-lagi untuk makanan khas Jambi berikutnya adalah kue basah tradisional yang mempunyai nama kue kubang boyo. Selain dikenal dengan sebutan kubang boyo, kue ini juga tak jarang dipanggil dengan kue pak ipuk, kue anak buaya, kue buaya berenang, atau kue kubang buaya. Selalu terselip buaya dalam penamaan kue ini. Mengapa? Sebab kue ini mempunyai tampilan yang mirip dengan punggung buaya yang muncul sedikit di permukaan air.

Kue dengan nama unik ini terbuat dari campuran tepung ketan yang diberi pasta pandan. Adonan kue digu­

nakan untuk membungkus isian berupa gula merah dan kela pa parut. Setelah adonan matang dan siap disajikan, kue sebelumnya diletakkan dalam wadah yang kemudian digu yur dengan santan atau fla. Kue kubang boyo mem­

punyai cita rasa yang manis dengan tekstur kue yang legit dan kenyal.

i. Kue Muso

Gambar 3.14. Kue Muso

Kue muso juga tergolon ke dalam makanan khas Jambi berjenis kue yang sangat digemari masyarakat kota Jambi.

Dari bentuknya, kue muso sangat mirip dengan kue pie.

Dari tampilannya, kue muso setali tiga uang dengan kue lumpang berselimutkan cokelat dan kue lumpur lapindo..

Jadi, bagiamana sebenarnya kue muso ini? Kue muso sebenarnya adalah kue tradisional yang memiliki bentuk seperti mangkok di mana bagian pinggirnya merupakan cokelat padat. Kue muso terbuat dari campuran tepung ketan, tepung terigu, cokelat bubuk, minyak sayur, air pandan ditambah suji, santan, garam halus, air suam-suam, telur, tepung terigu, gula pasir, dan vanili.

Keberadaan kue ini biasanya paling sering di bulan Ramadhan. Orang-orang menyantap kue muso sebagai menu berbuka. Dengan cita rasa yang manis, kue muso memang cocok jika dijadikan takjil.

j. Rambutan Goreng

Gambar 3.15. Rambutan Goreng

Jika pisang, apel, dan nangka sudah biasa diolah dengan teknik digoreng, maka orang Jambi berkreasi meng gunakan buah-buahan yang tak biasa. Buah yang

dipilih untuk digoreng adalah rambutan. Unik, bukan? Ram­

butan goreng adalah olahan buah rambutan yang menjadi camilan khas dari Jambi.

Untuk membuat rambutan goreng, dilakukan serang­

kaian proses yang hampir sama dengan pembuatan nanas goreng. Tentu saja, yang digoreng adalah bagian daging nya saja. Daging rambutan yang hendak digoreng harus dibiar-kan beberapa saat agar keadaannya benar-benar kering sehingga hasilnya bagus ketika digoreng. Setelah kering, daging rambutan tadi dibaluri bumbu yang terbuat dari garam, tepung terigu, dan vanili untuk digoreng kemudian.

Setelah matang, rambutan goreng harus ditirksn terlebih dahulu sebelum disantap. Jika kamu belum pernah menjajal camilan khas Jambi ini, rambutan goreng mempunyai rasa seperti kurma. Makanan khas Jambi satu ini bisa bertahan hingga enam bulan meskipun tanpa memakai bahan pengawet.

k. Gulai Tepek Ikan

Pada pesta pernikahan dengan mengadopsi adat Jambi, biasanya ada kuliner khas Jambi yang tersaji, yakni gulai tepek ikan. Gulai tepek ikan adalah makanan berkuah santan yang menggunakan bahan baku irisan ikan tenggiri, gabus, atau belida yang diolah mirip pempek.

Gulai tepek ikan dibuat dari ikan air tawar yang dibalur-kan bersama adonan tempung sagu dan bawang putih, kemudian dibentuk seperti pempek lenjer dan dimasak hingga matang. Adonan yang sudah matang berikutnya

dicampur ke dalam kuah santan gulai yang rasanya asam gurih.

Gambar 3.16. Gulai Tepek Ikan

Untuk diketahui, selipan kata tepek pada nama ma­

kanan ini merujuk pada proses pembuatan adonan ikan yang dipadatkan atau dipipihkan sebelum direbus hingga matang. Tepek ikan yang sudah matang akan disajikan dalam bentuk potong-potongan kecil berbentuk jajar genjang bersama kuahnya yang asam, gurih, dan segar.

l. Gulai Terjun

Gulai terjun adalah kuliner bernama unik yang biasa disajikan lauk sehari-hari oleh orang Jambi. Gulai terjun adalah makanan khas yang dibuat dari bahan dasar daging.

Daging yang digunakan biasanya daging sapi, kerbau, atau kambing. Daging yang diolah menjadi nantinya akan

dihidangkan bersama kuah yang terbuat dari santan. Kuah gulai terjun tidak dibuat kental alias encer. Selain terdapat daging dan kuah santan, gulai terjun juga biasa disajikan dengan umbut kelapa.

Gambar 3.17 Gulai Terjun

Panganan satu ini biasanya terdapat pada acara-acara perkawinan, sunatan, dan berbagai acara adat Jamb. Di zaman dulu, orang Jambi menyantap makanan ini pada saat kenduri sunnah Rasul. Sekadar informasi, kenduri atau kenduren adalah acara makan-makan untuk memeringati peristiwa, meminta berkah, dan sebagainya yang sudah ada sejak dahulu sebelum masuknya agama ke nusantara.

m. Kerutup Ikan

Gambar 3.18. Kerutup Ikan

Untuk mereka yang belum pernah menyambangi Sumatera, pasti masih asing dengan kerutup ikan. Makanan ini adalah salah satu makanan khas Jambi yang terbuat dari bahan dasar ikan air tawar. Ikan yang digunakan untuk kerutup antara lain ikan nila, gurame, dan ikan mas. Ikan yang dipilih kemudian diolah dengan bumbu yang cukup komplit dan digoreng dengan daun kunyit sehingga ter-cipta aroma yang harum.

Kerutup ikan banyak dijual di rumah-rumah makan khas Jambi. Biasanya kuliner berbahan dasar ikan ini men-jadi menu andalan banyak restoran.

Kerutup ikan yang dihidangkan oleh rumah-rumah makan atau restoran­restoran biasanya baru digoreng

ketika ada pembeli yang memesan. Setelah ikan siap disantap, umumnya terdapat juga menu elengkap berupa sambal terasi dan lalapan sayur.

15. Sup Tulang dan Tulang Bakar

Gambar 3.19. Sup Tulang

Makanan khas Jambi yang paling buncit adalah sup tulang. Meskipun dinamakan sup tulang, bukan berarti ma-kanan berkuah ini menyajikan tulang saja. Pada menu sup tulang yang disajikan adalah daging yang masih menempel pada tulang. Tulang-tulang yang masih berbalut daging itu akan dihidangkan bersama kuah bening yang ditaburi daun bawang dan bawang goreng.

Selain dijadikan sup, tulang iga sapi juga bisa diolah dengan cara dibakar. Jika mau dibandingkan manakah yang lebih enak, maka keduanya sama-sama menempati posisi juara. Jika kamu lagi kepengen makan sesuatu yang

hangat menyegarkan di tengah cuaca yang dingin, lebih baik untuk menyantap sup tulang bersama nasi hangat.

Tapi jika sedang tak ingin makan makanan berkuah, maka tulang bakar bisa dipilih sebagai alternatifnya.

BAB IV

STRATEGI

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA

CANDI MUARO

JAMBI

T

injauan tentang pariwisata dapat dapat dilihat dari ber-bagai sisi yang berbeda. Menurut Koen Meyers (2009), pariwisata adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu dari tempat tinggal semula ke daerah tujuan dengan alasan bukan untuk menetap ataupun mencari nafkah, melainkan hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang, ataupun liburan. Pada Bab ini akan membahas mengenai strategi pengembangan yang dapat dilakukan pada kawasan wisata Candi Muaro Jambi.

Dokumen terkait