• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Analisis Data

4.2.1 Wujud Implikatur dalam Pojok

Berdasarkan data pojok yang telah terkumpul, peneliti menemukan tiga wujud implikatur berupa tindak tutur. Ketiga wujud implikatur tersebut yakni: implikatur representatif, implikatur ekspresif, dan implikatur direktif. Di bawah

ini akan diuraikan mengenai wujud-wujud implikatur yang terdapat dalam pojok surat kabar KOMPAS edisi Juli – September 2011.

4.2.1.1 Implikatur Representatif

Pojok termasuk dalam implikatur percakapan, yaitu adanya tanggapan atas berita yang dijawab atau ditanggapi oleh Mang Usil. Dalam data yang terkumpul, peneliti menemukan wujud implikatur berupa tindak tutur representatif. Oleh sebab itu, peneliti menyebutnya dengan implikatur representatif. Sesuai dengan sifatnya, represent yang berarti menggambarkan atau menunjukkan mengenai situasi yang terjadi saat adanya berita, maka implikatur representatif adalah tuturan yang menggambarkan atau menunjukkan suatu keadaan yang terjadi pada saat itu. Perhatikan contoh data berikut yang mengandung implikatur representatif.

(1) Di Yogyakarta, pelajar ikuti lomba menyanyi “Indonesia Raya” dan

membaca “Pancasila”.

Orangtuanya sudah pada lupa. (KOMPAS, Senin, 4 Juli 2011)

(Konteks: Tuturan tersebut mengenai pemberitaan lomba menyanyi “Indonesia Raya” dan membaca Pancasila yang diikuti oleh pelajar di Yogyakarta)

(2) Pemerintah alami dilema kebijakan BBM.

Maklum, pemerintahan dilema. (KOMPAS, Rabu, 6 Juli 2011)

(Konteks: Tuturan tersebut terkait dengan berita bahwa pemerintah mengalami dilema dalam menetapkan kebijakan bahan bakar minyak (BBM). Tanpa pengendalian konsumsi BBM bersubsidi atau kenaikan harga BBM, anggaran subsidi BBM pada akhir tahun 2011 diperkirakan akan melonjak dari target awal Rp 95,9 triliun menjadi Rp 120,8 triliun).

Tuturan pada data (1) di atas merupakan implikatur representatif. Munculnya implikatur tersebut karena adanya tanggapan yang bertujuan untuk melaporkan mengenai keadaan orangtua pada saat ini cenderung sudah lupa akan lagu “Indonesia Raya” dan juga pedoman negara, yakni Pancasila. Mang Usil memberikan tanggapan tersebut karena melihat atau mengetahui beberapa orangtua yang (mungkin) sudah lupa akan lagu “Indonesia Raya” dan pedoman negara Pancasila.

Tuturan pada data (2) di atas merupakan implikatur representatif. Disebut implikatur representatif karena tuturan tersebut berusaha memberitakan atau melaporkan bahwa pemerintah memang memiliki sikap yang kurang tegas dalam memutuskan atau melakukan suatu rencana. Mang Usil mengamati hal tersebut untuk dijadikan tanggapan atas berita yang sedang dibicarakan, yakni pemberitaan mengenai kebijakan BBM, sehingga muncullah implikatur representatif.

4.2.1.2 Implikatur Ekspresif

Implikatur ekspresif bertujuan untuk menyatakan sesuatu yang dirasakan oleh penutur. Implikatur ekspresif berfungsi untuk mencerminkan pernyataan perasaan yang dapat berupa kegembiraan, kesulitan, kesukaan, kebencian, kesenangan, kesengsaraan, dan lain sebagainya. Dalam data yang terkumpul, peneliti menemukan wujud implikatur berupa tindak tutur ekspresif. Oleh karena itu, peneliti menyebutnya dengan implikatur ekspresif. Perhatikan contoh data berikut yang mengandung implikatur ekspresif.

(3) Setara Institute: Pemerintah gagal berantas korupsi.

Prestasinya memupuk korupsi! (KOMPAS, Selasa, 16 Agustus 2011)

(Konteks: Tuturan tersebut dinyatakan oleh Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Hendardi, di Jakarta pada Minggu, 14 Agustus 2011 dalam kesimpulan hasil survei untuk kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Juli).

(4) Istana beri sinyal perombakan kabinet.

Sinyal dan isyarat tetaplah omdo (omong doang)! (KOMPAS, Sabtu, 17 September 2011)

(Konteks: Tuturan tersebut mengenai pemberitaan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet. Pada Selasa, 20 September 2011, Presiden SBY yang ditemui di kantornya meminta masyarakat untuk bersabar dan tunggu tanggal mainnya terkait rencana reshuffle tersebut).

Tuturan pada data pojok (3) merupakan implikatur ekspresif. Termasuk dalam implikatur ekspresif karena tuturan tersebut menyatakan perasaan penulis (Mang Usil) dalam memberikan tanggapan atas berita yang sedang digembor-gemborkan pada saat itu. Mang Usil menyatakan perasaan marahnya dengan memberikan kritik yang pedas untuk pemerintah. Disebutkan bahwa prestasinya hanya memupuk korupsi. Pemerintah dinilai tidak dapat memberantas masalah korupsi sesuai hasil survei Setara Institute. Atas dasar itulah, Mang Usil memberikan tanggapannya sehingga muncullah implikatur ekspresif.

Tuturan pada data pojok (4) merupakan implikatur ekspresif. Munculnya implikatur ekspresif karena adanya tanggapan yang diungkapkan oleh Mang Usil mengenai pemberitaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memberikan isyarat akan adanya reshuffle atau perombakan kabinet. Mang Usil berusaha ingin memberitahukan kepada pembaca atau pendengar bahwa isyarat ataupun sinyal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanyalah sebagai wacana.

4.2.1.3 Implikatur Direktif

Tindak tutur jenis ini dipakai oleh penutur untuk menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Implikatur direktif bertujuan untuk meminta kepada lawan tutur agar dapat melakukan sesuatu berdasarkan keinginan penutur. dalam data yang terkumpul, peneliti menemukan wujud implikatur berupa tindak tutur direktif. Oleh karena itu, peneliti menyebutnya dengan implikatur direktif. Perhatikan contoh data berikut yang mengandung implikatur direktif.

(5) Presiden SBY menyatakan, dirinya mungkin akan geluti bidang

futurologi.

Coba juga ikut kelirumologi Jaya Suprana, Pak. (KOMPAS, Kamis, 28 Juli 2011)

(Konteks: Tuturan tersebut dikemukakan oleh presien Susilo Bambang Yudhoyono di kantor kepresidenan pada Rabu, 27 Juli 2011, bahwa setelah pensiun dari jabatannya sebagai presiden akan bergabung dan membentuk sebuah klub tetang masa depan atau futurolog).

(6) Anas Urbaningrum mengaku tidak tahu proyek pembangkit listrik

tenaga surya.

Siapa bermain listrik, dia kesetrum. (KOMPAS, Sabtu, 24 September 2011)

(Konteks: Tuturan tersebut merupakan pemberitaan mengenai pengakuan Anas Urbaningrum terkait proyek PLTS di Kemenakertrans, bahwa dirinya tidak terlibat di dalamnya. Anas mengaku bahwa dirinya baru mengetahui proyek tersebut dari media dan saat dirinya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait proyek tersebut).

Tuturan pada data pojok (5) merupakan implikatur direktif. Dalam tuturan tanggapan oleh Mang Usil dapat terbaca bahwa tuturan tersebut mengandung implikatur direktif. Mang Usil memberikan tanggapan terkait pengakuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berencana akan menggeluti bidang futurologi setelah pensiun dari jabatannya sebagai presiden. Mang Usil menyarankan agar

Presiden SBY juga mau menggeluti bidang kelirumologi Jaya Suprana. Berdasarkan tanggapan tersebut, munculah implikatur direktif untuk tuturan tersebut.

Tuturan pada data pojok (6) merupakan implikatur direktif. dalam tuturan tanggapan oleh Mang Usil, diungkapkan sebuah peringatan untuk tidak bermain listrik, karena nanti akan kesetrum. Melalui tuturan tanggapan tersebut, maka terjadilan implikatur direktif. Mang Usil berusaha melalui tuturan tanggapannya tersebut memberikan peringatan untuk tidak bermain listrik.

Dokumen terkait