• Tidak ada hasil yang ditemukan

YANG PENTING

Dalam dokumen Laporan Tahunan | Bintang Mitra Semesta Raya (Halaman 118-156)

I depe det Auditors’ Report & Co solidated Fi a cial “tate e ts

YANG PENTING

4. ESTIMATES AND JUDGMENTS OF SIGNIFICANT

ACCOUNTING

Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi Judgment, Estimates and Assumotions

Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai pertimbangan, estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat padaa set dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

The preparation of financial statements requires management of the Company to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities and disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about the judgment, estimates and assumptions could result in material adjustments to the carrying value of assets and liabilities in future period.

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.

The key assumptions of the future and the other key source of uncertainty in estimation at the reporting date that have a significant risk of material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities for the future period described below.

Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

The Company bases its estimates and assumptions on the parameters available at the time the financial statements are prepared. Assumptions and situation concerning the future development may change due to market changes or circumstances beyond the control of the Company. The changes are reflected in the related assumptions as incurred.

Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:

The following judgments, estimates and assumptions made by management in implementing accounting policies of the Company has the most significant effect on the amount recognized in the financial statements:

KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Pada dan Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014

(Disajikan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

(Continued)

As of and For The Year Ended December 31, 2014

(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI

YANG PENTING (Lanjutan)

4. ESTIMATES AND JUDGMENTS OF SIGNIFICANT

ACCOUNTING (Continued)

Menentukan Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Determining Classification of Financial Assets and

Financial Liabilities

Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai

dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti

diungkapkan pada catatan 3f dan catatan 37.

The Company determines classification of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by considering the definitions set forth in PSAK No. 55 (Revised 2011) are met. Accordingly, financial assets and financial liabilities are recognized in accordance with the

Company’s accounting policies as disclosed in the note 3f

and note 37.

Menentukan Nilai Wajar dan Perhitungan Amortisasi Biaya Perolehan dari Instrumen Keuangan

Determining Fair Value and Calculation of Cost Amortization of Financial Instruments

Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya perolehan yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi

akuntansi. Sementara komponen signifikan atas

pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian atau asumsi yang berbeda. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam catatan 37.

The Group records certain assets and financial liabilities at fair value and at amortized cost, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement and assumptions used in the calculation of cost amortization is determined using verifiable objective evidence, the amount of the fair value or amortized cost may differ if the Group uses different valuation methodologies or assumptions. These changes directly affect the group’s profit or loss. More detailed information is disclosed in note 37.

Menentukan Jumlah Terpulihkan dari Aset

Keuangan

Determining Recoverable Amount of Financial Assets

Perusahaan mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas

keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan

menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu dan hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam catatan 37.

The Company evaluates specific accounts where it has information that a particular customer cannot meet its financial liabilities. In this case, the Company uses judgment based on available facts and circumstances, including but not limited to, terms and relationships with customers and the credit status of customers based on available credit records from third parties and known market factors, to record specific allowance for the customer against the amount owed in order to reduce the amount of the receivables that the Company expects to collect. Specific allowance is re-evaluated and adjusted if additional information received affects the amount of allowance for impairment of receivables. More detailed information is disclosed in note 37.

Menentukan Jumlah Terpulihkan dari Aset Non- Keuangan

Determining Recoverable Amount of Non-financial Assets

Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk

Provision for decline in market value and obsolescence of inventories is estimated based on available facts and circumstances, including but not limited to, the physical condition of inventory on hand, the selling price of the market, estimated costs of completion and the estimated

KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Pada dan Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014

(Disajikan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

(Continued)

As of and For The Year Ended December 31, 2014

(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI

YANG PENTING (Lanjutan)

4. ESTIMATES AND JUDGMENTS OF SIGNIFICANT

ACCOUNTING (Continued)

Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.

Provision re-evaluated and adjusted if additional information that affect the estimated amounts.

Jumlah pemulihan atas aset tetap dan properti investasi didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan.

The recovery amounts of property, plant and equipment and investment properties are based on estimates and assumptions especially about market prospects and cash flows associated with the asset. Estimates of future cash flows include estimates of future revenues. Any changes in these assumptions may have a material impact on the measurement of recoverable amount and could result in adjustments to the allowance for impairment already booked.

Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap dan Properti Investasi

Determining Depreciation Method and Estimated Useful Lives of Property, Plant and Equipment and Property Investment

Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap dan property investasi berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar.

The Company estimates the useful lives of property, plant and equipment and investment property based on the expected utilization of assets and supported by plans and business strategy and market behavior.

Estimasi dari masa manfaat aset tetap dan property investasi adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara.

Estimation of useful lives of property, plant and equipment and investment property are provided based on the

Company’s evaluation on industry practice, internal

technical evaluation and experience for assets equivalent.

Estimasi masa manfaat ditelaah minimal setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset serta perkembangan teknologi.

The estimated useful lives are reviewed at least at each year end reporting and updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence and legal or other restrictions on the use of assets as well as technological developments.

Namun demikian, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

However, it is possible, future results of operations could be materially affected by changes in the estimates due to changes in the factors mentioned above, and therefore the future depreciation charges may be revised.

Biaya perolehan aset tetap dan property investasi disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap dan property investasi antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan

dalam industri dimana Perusahaan menjalankan

bisnisnya. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam catatan 13 untuk aset tetap.

The cost of property, plant and equipment and investment property are depreciated using the straight-line method over the estimated economic useful lives. Management estimates the useful lives of property, plant and equipment and investment property between 4 to 20 years. This is the age that is generally expected in the industry in which the Group does business. More detailed information disclosed in the note 13 for property, plant and equipment.

KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Pada dan Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014

(Disajikan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

(Continued)

As of and For The Year Ended December 31, 2014

(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI

YANG PENTING (Lanjutan)

4. ESTIMATES AND JUDGMENTS OF SIGNIFICANT

ACCOUNTING (Continued)

Menentukan Pajak Penghasilan Determining Income Taxes

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

Significant judgments made in determining the provision for income tax. There are certain transactions and computations for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business activities. The Company recognizes a liability for corporate income tax based on estimates of whether there will be an additional income tax.

Dalam situasi tertentu, Perusahaan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57 (Revisi 2009), “Provisi,

Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi”. Perusahaan

membuat analisis untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

In certain situations, the Company cannot determine the exact amount of their current or future tax liability due to on going investigation, or the negotiations with tax authorities. Uncertainties arise concerning the interpretation of complex tax regulations and the amount and timing of the taxable income in the future. In determining the amount to be recognized related to uncertain tax liabilities, the Company applies the similar consideration that they will use in determining the amount of provision that must be recognized in accordance with PSAK No. 57 (Revised 2009), "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets". The Company makes the analysis to all tax positions related to income taxes to determine if tax liability for unrecognized tax benefits should be recognized.

Perusahaan menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Perusahaan juga menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai.Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam catatan 32.

The Company reviews the deferred tax assets at each reporting date and reduces the carrying amount to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable income will be available to allow for part or all of the deferred tax assets to be utilized. The Company also reviews the expected timing and tax rates on the reversal of temporary differences and adjusts the impact of deferred tax accordingly. More detailed information is disclosed in note 32.

Estimasi Beban Pensiun dan Imbalan Kerja Estimated Pension Costs and Employee Benefits

Penentuan liabilitas dan beban pensiun dan imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.

The determination of the Company’s obligation and cost

for pension and employee benefits depends on the choice of assumptions used by independent actuaries in calculating such amounts.

Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.

The assumptions include, among others, the discount rate, the rate of annual salary increases, annual employee resignation rate, degree of disability, retirement age and mortality.

KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Pada dan Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014

(Disajikan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

(Continued)

As of and For The Year Ended December 31, 2014

(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI

YANG PENTING (Lanjutan)

4. ESTIMATES AND JUDGMENTS OF SIGNIFICANT

ACCOUNTING (Continued)

Estimasi Beban Pensiun dan Imbalan Kerja (Lanjutan) Estimated Pension Costs and Employee Benefits

(Continued)

Hasil aktual yang berbeda dari asumsi ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan.

Actual results that differ from the assumptions set forth by the Company that has influence over 10% of defined benefit liabilities are deferred and amortized on a straight-line basis over the expected average remaining working lives of the employees.

Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapan dalam catatan 35.

While the Company believes that the assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in actual results or significant changes in assumptions defined by the Company can materially affect the estimated liability for employee benefits and pensions and net employee benefits expense. More detailed information disclosed in the note 35.

5. KAS DAN SETARA KAS 5. CASH AND CASH EQUIVALENTS

2014 2013

Kas 12.124.400 42.121.890 Cash on hand

Bank Cash in bank

Pihak ketiga Third parties

Rupiah IDR

PT Bank Panin Tbk 2.303.025.038 2.929.130.584 PT Bank Panin Tbk

PT Bank Victoria Syariah 1.783.504.599 - PT Bank Victoria Syariah

PT Bank Victoria International Tbk 22.559.680 502.881.800 PT Bank Victoria International Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 14.615.830 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Dollar Amerika Serikat U.S. Dollar

PT Bank Panin Tbk PT Bank Panin Tbk

(AS$ 867.185 tahun 2014 dan (US$ 867,185 in 2014 and

AS$ 110.901 tahun 2013) 10.787.783.266 1.351.770.975 US$ 110,901 in 2013)

PT Bank Capital Indonesia Tbk PT Bank Capital Indonesia Tbk

(AS$ 6.253 tahun 2014 dan (US$ 6,253 in 2014 and

AS$ 10.348 tahun 2013) 77.785.454 126.129.944 US$ 10,348 in 2013)

Jumlah Bank 14.974.658.037 4.924.529.133 Total Cash in Bank

Deposito berjangka Time deposit

Rupiah IDR

PT Bank Victoria International Tbk - 229.451.099 PT Bank Victoria International Tbk

USD USD

PT Bank Panin Tbk 31.722.000.000 - PT Bank Panin Tbk

Jumlah Deposito berjangka 31.722.000.000 229.451.099 Total Time deposit

Jumlah 46.708.782.437 5.196.102.122 Total

Deposito berjangka dalam Rupiah dengan tingkat bunga per tahun berkisar antara 6,25% sampai dengan 7% pertahun untuk tahun 2014 dan 2013.

Time deposit in IDR bear interest rates per annum at ranged between 6,25% to 7% in 2014 and 2013.

KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Pada dan Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014

(Disajikan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

(Continued)

As of and For The Year Ended December 31, 2014

(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA 6. TRADE RECEIVABLES - THIRD PARTIES

2014 2013

Dollar Amerika Serikat: United States Dollar:

PT South Pacific Viscose 19.505.361.568 21.623.297.214 PT South Pacific Viscose

PT Indo Bharat Rayon 11.393.071.619 13.169.567.386 PT Indo Bharat Rayon

PT Maspion Kencana 9.415.338.400 2.318.957.250 PT Maspion Kencana

PT Unipack Plasindo 6.640.720.800 - PT Unipack Plasindo

PT Sari Baru Mas 6.371.680.920 7.068.364.533 PT Sari Baru Mas

PT Angsa Dua Aneka Industri 5.911.488.000 6.012.833.700 PT Angsa Dua Aneka Industri

Lain-lain dibawah Rp 1 milyar 4.425.032.400 7.416.713.842 Others below Rp 1 billion

PT Matahari Putra Makmur 4.035.536.000 18.272.529.900 PT Matahari Putra Makmur

PT Harapan Widyatama Pertiwi 3.794.200.000 4.764.375.375 PT Harapan Widyatama Pertiwi

PT Avia Avian Industri Pipa 3.249.328.000 - PT Avia Avian Industri Pipa

PT Makmur Abadi Industri 2.699.480.000 - PT Makmur Abadi Industri

PT Pipasmas Primasejati 2.575.080.000 - PT Pipasmas Primasejati

PT Star Impactama Indah 2.369.820.000 1.736.932.500 PT Star Impactama Indah

PT Berjaya Tiga Bintang 2.214.320.000 - PT Berjaya Tiga Bintang

PT Naga Sakti Makmur 2.120.901.198 - PT Naga Sakti Makmur

PT Langgeng Makmur Industri Tbk 1.929.444.000 5.349.752.100 PT Langgeng Makmur Industri Tbk

PT Indokemika Jayatama 1.281.942.000 - PT Indokemika Jayatama

PT Maspion 1.064.864.000 - PT Maspion

PT Lelco Trindo Nusantara - 16.171.908.113 PT Lelco Trindo Nusantara

PT Pertamina - 11.100.194.050 PT Pertamina

PT Midsouth Indonesia - 1.515.763.095 PT Midsouth Indonesia

PT Margacipta Wirasentosa - 1.111.636.800 PT Margacipta Wirasentosa

Jumlah piutang usaha - Dollar AS 90.997.608.905 117.632.825.858 Total trade receivables - US Dollar

Rupiah: IDR:

PT Unilever Indonesia Tbk 19.171.462.200 17.584.567.000 PT Unilever Indonesia Tbk

PT Pralon 16.126.940.500 11.390.225.000 PT Pralon

PT Rusli Vinilon Sakti 15.780.600.000 10.269.600.000 PT Rusli Vinilon Sakti

PT Sayap Mas Utama 14.302.397.450 13.166.107.350 PT Sayap Mas Utama

PT Musim Mas 9.357.667.250 6.499.979.750 PT Musim Mas

PT Surya Makmur Agung Lestari 7.591.983.938 14.400.709.587 PT Surya Makmur Agung Lestari

PT Bina Kasih Abadi 6.902.150.277 2.766.109.346 PT Bina Kasih Abadi

PT Bina Karya Prima 5.513.703.140 2.110.047.205 PT Bina Karya Prima

KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Pada dan Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014

(Disajikan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

(Continued)

As of and For The Year Ended December 31, 2014

(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (Lanjutan) 6. TRADE RECEIVABLES - THIRD PARTIES

(Continued)

2014 2013

Saldo pindahan 94.746.904.755 78.187.345.238 Balance carry forward

PT Cakranusa Karya Sejati 5.424.646.920 1.997.416.619 PT Cakranusa Karya Sejati

PT Charis Rafer 5.180.447.272 - PT Charis Rafer

PT Wilmar Nabati Indonesia 3.603.740.900 2.448.523.000 PT Wilmar Nabati Indonesia

PT Tanimas Soap Industries 3.278.808.000 2.744.588.500 PT Tanimas Soap Industries

PT Suryamakmur Agung Mandiri 3.198.893.005 - PT Suryamakmur Agung Mandiri

PT Tara Ina Plastic 2.720.795.880 9.878.352.429 PT Tara Ina Plastic

PT Indokemika Jayatama 2.622.406.696 3.614.279.680 PT Indokemika Jayatama

PT Sungai Panjang Adamas 2.451.465.500 2.375.825.100 PT Sungai Panjang Adamas

PT Daliatex Kusuma 2.319.377.500 1.161.960.800 PT Daliatex Kusuma

CV Citra Abadi 2.294.215.209 2.260.225.000 CV Citra Abadi

PT Mega Surya Mas 1.968.223.400 1.437.055.125 PT Mega Surya Mas

PT Nubika Jaya 1.816.901.000 - PT Nubika Jaya

PT Badjatex 1.759.029.250 1.277.819.400 PT Badjatex

PT Kao Indonesia Chemicals 1.733.875.000 1.117.624.200 PT Kao Indonesia Chemicals

PT Dewa Sutratex 1.477.986.950 - PT Dewa Sutratex

PT Cipta Aneka Agung 1.399.999.998 - PT Cipta Aneka Agung

PT Suryamakmur Agung Abadi 1.369.241.412 - PT Suryamakmur Agung Abadi

PT Wilmar Bioenergi Indonesia 1.306.333.500 - PT Wilmar Bioenergi Indonesia

PT Indo - Rama Synthetics Tbk 1.189.777.050 - PT Indo - Rama Synthetics Tbk

PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk 1.166.840.675 2.834.195.760 PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk

PT Oleochem & Soap Industri 1.160.430.000 2.470.000.500 PT Oleochem & Soap Industri

Dalam dokumen Laporan Tahunan | Bintang Mitra Semesta Raya (Halaman 118-156)

Dokumen terkait