• Tidak ada hasil yang ditemukan

Yesus Memanggil Murid-murid esus Memanggil Murid-murid esus Memanggil Murid-murid esus Memanggil Murid-murid esus Memanggil Murid-murid

Y

Y

Y

Yesus Memanggil Murid-muridesus Memanggil Murid-muridesus Memanggil Murid-muridesus Memanggil Murid-muridesus Memanggil Murid-murid

1:16-17 “Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.’”

Pada kedua ayat ini terdapat tiga kata kerja. Kata kerja pertama ialah “berjalan”––Yesus berjalan bukan sembarang berjalan, bukan juga melancong, tetapi mengamati dan memiliki tujuan. Kata kerja kedua ialah “melihat”––yaitu melihat dan memerhatikan dengan seksama, Yesus melihat Simon dan Andreas, saudara Simon, mereka sedang menebar jala di danau. Sesungguhnya mereka adalah nelayan yang cukup sibuk, tetapi mereka bersedia meninggalkan segala miliknya untuk mengikut Yesus. Kata kerja yang ketiga ialah

Aku.” Di sini kita melihat maksud dan wibawa Yesus. Jika

Anda memanggil seseorang untuk mengikut Anda, tentu Anda memiliki sesuatu yang baik dan yang meguntungkan baginya, dengan demikian orang itu baru bersedia mengikut Anda. Tetapi di sini tidak demikian, Dia tidak menjanjikan keun-tungan atau kebaikan apa pun untuk menarik mereka, juga tidak mengatakan: “Mari, Aku mempunyai ajaran teologia, kita dapat menyelidiki bersama; Aku mempunyai filsafat yang hebat, kita dapat berdiskusi bersama.” Sebaliknya dengan maksud dan wibawa-Nya Yesus hanya berkata: “Ikutlah Aku.” Maka mereka pun mengikut Dia.

Selain itu kita juga melihat perbuatan Allah, tentu saja juga merupakan pekerjaan Roh Kudus. Mereka segera mengikut Yesus, mungkin juga karena mereka mempunyai kerinduan akan kedatangan Mesias. Tetapi kita tidak mengetahui sebe-rapa besar kepercayaan mereka kepada perkataan Yesus. Tetapi penulis mengira bahwa mereka mempunyai kerinduan akan kedatangan Mesias yang dinantikan itu. Dengan kata lain, jika mereka sama sekali tidak mempunyai pengenalan akan Yesus, maka mereka tidak akan sembarang mengikut-Nya, bahkan meninggalkan pekerjaan mereka. Paling tidak mereka mempunyai pemahaman akan PL, dan sedang menan-tikan Mesias. Seperti apa yang dikatakan Andreas kepada Petrus: “Kami telah menemukan Mesias” (Yoh. 1:41). Seka-rang, mereka sudah berdiri berhadapan dengan Yesus, yang bisa saja adalah Mesias, itu sebabnya mereka sedikit banyak percaya, sehingga mereka meninggalkan pekerjaan mereka untuk mengikut-Dia.

“Kamu akan Kujadikan penjala manusia”––Asal saja

mereka rela mengikut Tuhan Yesus, maka Tuhan akan mela-kukan perbuatan-Nya atas mereka: “Aku akan membina dan

mengubahmu.” Mereka dulunya adalah nelayan, barangkali mereka tidak banyak mendapatkan pendidikan. Tetapi Yesus berkata: “Ikutlah Aku, maka Aku akan mengubahmu. Aku tidak mempermasalahkan masa lalumu, asal saja engkau ber-sedia ikut Aku, maka Aku akan membentuk engkau men-jadi manusia baru, dan menmen-jadi murid-Ku.” “Menmen-jadi penjala

manusia”–– menekankan pada jiwa seorang, yang kemudian

diberi hidup kekal. Ikan yang dijala akan segera mati, tetapi manusia yang dijala akan memperoleh hidup kekal. Seperti halnya seseorang “ditangkap,” lalu diberi hidup. Inilah yang dimaksud dengan “menjala manusia.” Asal kata “menjala manusia” adalah zwgrevw (zogreo), yang arti menangkap hidup-hidup (bdk. Luk. 5:10). Ini merupakan kebahagiaan yang besar. Alangkah besar anugerah Tuhan! Alangkah agung sta-tus mereka!

1:18-19 “Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.” Kata “segera” berarti tidak ada lagi yang perlu dipertim-bangkan, waktunya sudah tiba, mereka lalu meninggalkan pekerjaan mereka dan segera mengikut Yesus. Hal ini sungguh bukan merupakan perkara yang mudah. Saya yakin ini adalah pekerjaan Tuhan, dan lagi karena wibawa Yesus, dan juga karena kerinduan mereka.

Pada mulanya, Yesus memanggil empat murid, yaitu dua pasang saudara. Pasangan pertama ialah Petrus dan Andreas. Pasangan kedua ialah Yakobus dan Yohanes, mereka sedang memperbaiki jala mereka. Kata “membereskan” dalam bahasa Yunani ialah katartivzw (katartizo), yang berarti memulihkan

ke dalam keadaan semula, yang juga merupakan istilah kedok-teran. Jika seseorang cedera tungkainya karena bermain bola, maka dokter akan memulihkan keadaannya, sehingga ia dapat bermain bola kembali. Dalam Lukas 6:40, kata yang sama ini diterjemahkan sebagai “tamat belajar,” yaitu seorang murid yang belum fasih menggunakan ilmu yang dipelajarinya, tetapi setelah tamat, ia akan fasih meng-aplikasikan disiplin ilmunya. Dalam kitab Galatia 6:1, kata ini diterjemahkan sebagai “memimpin” yang artinya memu-lihkan. Dalam 1 Petrus 5:10, kata ini diterjemahkan sebagai “melengkapi.” Penggunaan kata-kata di atas memiliki arti yang sama. Jadi, jala yang sedang dibereskan, agar dapat digunakan kembali.

1:20 “Yesus segera memanggil mereka dan mereka mening-galkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.”

Di sini kita dapat melihat mereka telah meninggalkan ayah, buruh upahan dan perahu mereka. Ini merupakan harga yang harus dibayar dalam mengikut Yesus. Ketika seseorang meng-ikut Tuhan, hendaknya ia meninggalkan segala sesuatu, ber-korban dan membayar harga. Ini tanda ketekadannya dalam mengikut Yesus. Ada orang menafsirkan bahwa kedua belas murid Tuhan semula adalah orang-orang yang miskin hidup-nya, karena mereka tidak mempunyai pekerjaan, maka mereka bersedia mengikut Tuhan. Tetapi tafsiran ini tidak benar, karena mereka memiliki perahu, buruh upahan, dan mereka hidup sebagai majikan. Tetapi mereka rela meninggalkan semuanya, rela “meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut

Yesus” (Luk. 5:11). Hal ini merupakan teladan bagi kita; jika

tidak, maka kita tidak dapat mengikut Tuhan dengan sepenuh hati.